Analisis Natrium Diklofenak pada Jamu Pegal Linu di Kota Banjarmasin
Latar Belakang : Jamu sudah dikenal sejak zaman dahulu karena merupakan warisan turun temurun yang digunakan untuk pengobatan. Produsen jamu yang tidak bertanggung jawab menambah Medicinal chemical (MCs) yang bertujuan untuk memberikan efek terapeutik yang maksimal agar produk yang dihasilkan lebih laris.
Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengambil sampel obat herbal pegal linu yang paling laris di salah satu toko jamu di Kota Banjarmasin.
Metode : Pengujian ini dilakukan secara kualitatif dengan analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometer UV-Vis.
Hasil : Berdasarkan hasil serapan sampel jamu pegal linu yang dapat dilihat pada gambar 2. kadar tidak dapat dihitung, kemungkinan besar sampel jamu pegal linu yang diuji tidak mengandung BKO natrium diklofenak dimana dilihat dari hasil uji kuantitatif yang menunjukkan sampel jamu pegal linu ini negatif mengandung natrium diklofenak.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, Jamu Pegal Linu yang dijual di salah satu warung di Kota Banjarmasin tidak mengandung bahan kimia obat natrium diklofenak.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


