Perilaku Buang Air Besar Sembarangan dan Penyakit Kecacingan pada Masyarakat di Daerah Pesisir
Latar Belakang : Kejadian penyakit kecacingan masih sangat tinggi terutama di daerah tropis dan subtropis. Prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia juga masih cukup tinggi dan tersebar luas di pedesaan dan perkotaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran infeksi kecacingan, jenis cacing, intensitas infeksi kecacingan,Upaya serta pencegahan kecacingan pada anak sekolah dasar di wilayah pesisir.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder dengan menggunakan Studi Literatur.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian perilaku buang air besar (BAB) sembarangan masih terjadi di Indonesia terlebih di derah Pesisir. Di sejumlah daerah, masyarakat masih BAB sembarangan yang menjadi faktor utamanya adalah tidak adanya jamban sehat.Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.Dampak dari BABS ini menimbulkan beberapa penyakit salah satunya adalah penyakit cacing yang sering diderita oleh anak-anak.
Kesimpulan : Hasil penelitian yang ada bahwa perilaku BABS merupakan salah satu cara menularkan infeksi cacing.
Copyright (c) 2022 Windi Rahmawati Nainggolan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


