PENTINGNYA
MENGEMBANGKAN PRODUK DAN KEPUTUSAN MEREK DALAM PEMASARAN GLOBAL
Zulaiha Hasibuan1, Nurmustika Syahputri2, Raihan Zaky Hamtheldy3,
Ayyub Ramadhan4, Suhairi5
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
zulaihahasibuan2704@gmail.com, suhairi@uinsu.ac.id
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mar 2022 10 Mar 2022 15 Mar 2022 |
Latar Belakang: Adanya globalisasi yang terjadi pada pemasaran membuat isu yang
sedang hangat dalam mendekati pasar global yaitu apakah produk yang akan
dijual perlu diatur atau distandarisasi. Tujuan: Peneliti bertujuan untuk mencapai tujuan akhir perusahaan yaitu
penjualan dan citra merek yang baik di pasar agar perusahaan dapat memasuki
pangsa pasar yang luas dan mendapatkan peluang yang bagus juga. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen yang mana studi dokumen dilakukan dengan mengkaji dokumen-dokumen terkait topik penelitian Hasil: Ada tiga manfaat utama
adanya keputusan merek yaitu pengenalan produk, penjualan berulang, dan
penjualan produk baru. Dan tujuan akhirnya adalah pengenalan produk. Ketika
mempertimbangkan memasuki pasar luar negeri dengan produk yang sudah ada,
sebuah bisnis memiliki pilihan untuk memecahkan masalah merek tersebut yaitu
seperti one brand for all, penyesuaian dan
modifikasi, dan nama merek yang berbeda di pasar yang berbeda. Kesimpulan: Kebutuhan atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak
berwujud. Dan secara lebih khusus, produk itu adalah jumlah total kepuasan
fisik dan psikologis yang dinikmati pengguna setelah konsumen membeli dan
menggunakan produk. Kata kunci: Produk; Merek;
Pengembangan; Pemasaran Global. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The globalization that occurs in marketing has created a hot issue in
approaching the global market, namely whether the products to be sold need to
be regulated or standardized. Objective: The researcher aims to achieve the company's ultimate
goal, namely sales and a good brand image in the market so that the
company can enter a wide market share and get good opportunities as well. Methods: This research method uses descriptive qualitative methods. The data
collection technique uses document studies where document studies are carried
out by reviewing documents related to the research topic Result: There are three main benefits of a brand decision, namely product
introduction, repeat sales, and new product sales. And the end goal is
product introduction. When considering entering a foreign market with an
existing product, a business has options for solving the brand problem such
as one brand for all, customization and modification, and different brand
names in different markets. Conclusion: Human needs or wants, both tangible and intangible. And more
specifically, the product is the sum total of the
physical and psychological satisfaction that the user enjoys after the
consumer purchases and uses the product. Keywords: Product; Brand; Development; Global Marketing. |
|
*Correspondent Author : Zulaiha
Hasibuan
Email : zulaihahasibuan2704@gmail.com
PENDAHULUAN
Adanya
globalisasi yang terjadi pada pemasaran membuat isu yang sedang hangat dalam
mendekati pasar global yaitu apakah produk yang akan dijual perlu diatur atau distandarisasi (Fachruddin, 2016). Produk
adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, digunakan,
dimiliki, atau dikonsumsi untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan. Presentasi
produk, dari segi desain, kinerja dan nama merek, juga membuat kehadirannya
sangat terlihat di pasar global dan akan berdampak besar pada persepsi konsumen
terhadap perusahaan (Astuti, MM, Matondang, Kom, & MM, 2020).
Keputusan kebijakan produk sangat penting dan
layak mendapat perhatian paling besar dari pemasaran global. Produk yang
dipilih perusahaan untuk dijual ke luar negeri membentuk dasar dari bauran
pemasaran global perusahaan. Produk baru menjadi pusat perhatian sebagian besar
perusahaan karena kontribusinya yang nyata bagi keberadaan dan kemakmuran
perusahaan. Merencanakan produk baru merupakan aktivitas strategis dan
berkelanjutan (Haris Hermawan, 2015). Produk
baru membantu perusahaan memperkuat posisinya di pasar produk yang ada dan
menembus pasar produk baru. Oleh karena itu, pada proses pengembangan
pentingnya pengembangan produk di pasar global akan dibahas secara rinci pada
artikel ini.
Selanjutnya,
selain produk ada yang namanya merek yang dimana
merek juga merupakan salah satu poin penting yang harus diperhatikan dalam
pemasaran global. Karena keputusan merek yang kuat memberi perusahaan sejumlah
keuntungan penting. Nama merek membedakan suatu produk dari produk pesaing.
Identitas merek yang kuat menciptakan keunggulan kompetitif yang besar. Merek
yang diakui oleh konsumen mendorong pembelian berulang.
Merek
berarti penggunaan nama, istilah, simbol, atau desain, atau kombinasi dari
semuanya, untuk mengidentifikasi suatu produk. Merek pada sebuah produk dalam
pemasaran global memberikan perlindungan kepada bisnis dari persaingan harga
yang ketat (Sudarwati & Satya, 2013). Berdasarkan
penjelasan diatas, maka kali ini akan dijelaskan lebh rinci bagaimana pentingnya mengembangkan sebuah produk
dan keputusan merek dalam pemasaran global. Agar dapat lebih mudah memahami dan
dapat menghadapi persaingan yang ada pada lingkup pemasaran global.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif
deskriptif. Dasar yang menjadi pertimbangan adalah Pertama, metode penelitian
kualitatif lebih mudah disesuaikan dengan realitas yang sedang diteliti. Kedua,
metode ini memberikan ruang bertemu langsung bagi peneliti untuk berinteraksi
langsung dengan objek penelitian. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih bisa
menyesuaikan pola-pola perkembangan nilai yang terjadi pada objek penelitian.
Setelah itu, objek penelitian dijelaskan (dideskripsikan) sesuai dengan keadaan
yang ada di lapangan (Anggito & Setiawan,
2018).
Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua
sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer
diambil dari dua sumber yaitu observasi dan wawancara (Arikunto, 2010). Observasi dilakukan ditempat
objek yang hendak akan diteliti yaitu masyarakat desa Pematang Johar. Sedangkan data sekunder di ambil dari studi keperpustakaan yang meliputi akses buku-buku yang relavan dengan topik penelitian di berbagai perpustakaan.
Selain itu, pencarian hasil penelitian penelitian terdahulu dari berbagai jurnal yang mempunyai relevansi dengan topik
penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Menurut Kotler & Armstrong, Produk
adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapat perhatian, dibeli,
digunakan, dan dikonsumsi yang dimana hal itu dapat
memuaskan keinginan atau kebutuhan seseorang. Produk juga merupakan segala
sesuatu yang diterima oleh konsumen atau pembeli pada saat membeli suatu produk
(Lucius Hermawan, 2015).
Produk
dapat berupa produk berwujud, layanan, ide, atau kombinasi dari ketiganya.
Kemasan, gaya, warna, pilihan dan ukuran adalah beberapa karakteristik produk.
Sama pentingnya adalah produk tidak berwujud seperti layanan, citra penjual,
reputasi produsen, dan bagaimana konsumen berpikir orang lain akan melihat
produk.
Membuat
produk baru bagi sebuah perusahaan adalah ibarat roti dan mentega dari strategi
pertumbuhan perusahaan mereka (Pratiwi, 2011). Namun,
harus diketahui bahwa mengembangkan produk baru itu perlu usaha dalam
mewujudkannya. Yaitu harus melewati tantangan yang luar biasa dan juga perlu
waktu serta mahal dalam perwujudannya.
Tujuan
utama ketika proses pengembangan produk adalah memiliki sumber daya,
pengetahuan dan pengalaman internasional untuk mengembangkan produk yang
memungkinkan penyebaran dan penggunaan yang cepat di pasar luar negeri. Jika
ini terjadi, proses pembangunan harus diatur sedemikian rupa sehingga fokus
utamanya adalah pada peluang internasional (Fitriyadi, 2013). Untuk
mencapai visibilitas internasional yang diinginkan, sebagian besar perusahaan
harus sangat fokus pada penelitian dan pengembangan dan aktivitas terkait
produk lainnya. Manajer dengan tanggung jawab untuk pengembangan produk
internasional harus ditunjuk dan struktur organisasi yang sesuai harus
ditetapkan agar perusahaan dapat memasarkan
produk tersebut secara global.
Proses
pemasaran yang harus dilakukan itu sama dengan apakah produk yang dibawa ke
pasar sebagai produk, layanan, ide, atau kombinasi dari ketiganya. Seiring
waktu, perusahaan mengubah jenis produk, lini produk, dan bauran produk untuk
memanfaatkan teknologi baru, mengembangkan produk baru, dan mengubah
lingkungan. Mereka dapat beradaptasi dengan mengubah produk, merelokasi produk,
atau memperluas atau mengontrak lini produk.
Dalam
melakukan perubahan Produk, pemasar perlu memutuskan kapan harus mengubah
produk yang sudah ada. Dan harus mengetahui adanya perubahan produk tersebut
mengubah karakteristik satu atau lebih produk.
Setiap
pemasar global harus memahami perbedaan penting dan signifikan dalam preferensi
antara budaya dan negara, seperti masalah warna dan rasa. Ini akan sangat
mempengaruhi pemasaran berbagai produk. Pemasar yang mengabaikan preferensi
konsumen yang berbeda dan beragam dapat mengalami masalah.
Semakin
berkembangnya zaman, negara-negara berkembang cenderung menjadi lebih
kompetitif saat produk melewati siklus hidupnya karena produk menjadi lebih terstandarisasi. Strategi ini menekankan peran penting dari
inovasi dan pemahaman dinamis tentang keunggulan komparatif dalam menjelaskan
pola perdagangan dan produksi barang-barang manufaktur yang terus berkembang (Suminar, 2021). Perlu diketahui juga bahwa produk yang telah
diperkenalkan ke pasar dapat memiliki umur yang panjang karena diminati atau
berumur pendek tanpa perlu/tidak dibutuhkan lagi. Daur hidup pada produk memiliki
tahapan-tahapan.
Tahap
ini adalah tahap yang awal ketika produk diperkenalkan ke pasar. Dimana biaya yang sebenarnya masih tinggi dibandingkan
dengan hasil. Dalam masa peluncuran, sumber daya harus difokuskan untuk memberi
tahu konsumen tentang penawaran baru. Butuh waktu untuk memperkenalkan produk
di banyak pasar dan pertumbuhan penjualan cenderung melambat pada tahap ini.
Fokus
pada tahap ini adalah pada perluasan pasar. Diperlukan usaha untuk melakukan
demi memperoleh persepsi dan sikap membeli yang positif di pasar sasaran. Pada
tahap pengenalan ini, kinerja produk harus baik dan harus terus ditingkatkan
agar inovator dapat terus menang atas pesaing yang mungkin mempertimbangkan
memasuki pasar yang sama.
Persaingan
menjadi semakin ketat dikrenakan tahap ini adalah
tahap produk bergerak dari tahap pengenalan ke tahap pertumbuhan. Peluang
penjualan yang menarik terbuka dengan pertumbuhan permintaan yang kuat. Namun,
biaya mulai menjadi lebih besar karena persaingan semakin ketat. Tahap ini
ditandai dengan respon yang lebih cepat dari
masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengembalian biaya promosi yang
dikeluarkan. Untuk itu harap untuk memastikan bahwa penawaran produk memenuhi
kebutuhan dan harapan pelanggan, termasuk kinerja produk, tepat waktu dan
saluran distribusi yang berfungsi dengan baik pada sistemnya.
Seperti,
modifikasi pasar dengan tujuan mencoba menarik pasar baru untuk produk yang
sudah ada dan dalam upaya meningkatkan penjualan di antara pelanggan lama dan
menarik pelanggan baru.
Penurunan
penjualan mungkin lambat atau cepat. Pada tahap penurunan ini biasanya
disebabkan oleh kemajuan teknologi, perubahan selera konsumen dan meningkatnya
persaingan di dalam dan luar negeri. Dalam keadaan pada tahap ini, strategi
yang dapat dilakukan adalah seperti meningkatkan investasi perusahaan untuk
memperkuat posisi kompetitifnya, segera melepaskan bisnis dengan menjual aset
perusahaan jika dilihat sudah tidak ada peluang untuk berkembang lagi.
Merek
adalah istilah, nama, simbol, desain yang digunakan untuk mengidentifikasi
produk dari satu penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Merek
adalah alat utama yang digunakan oleh pemasar untuk membedakan produk mereka
dari produk pesaing (Sanjaya, 2017). Dan
keberhasilan suatu bisnis itu tergantung pada kemampuan pasar sasaran untuk
membedakan satu produk dengan produk lainnya. Maka dari itu pemasar global
harus benar-benar memperhatikan merek pada produk yang ingin dipasarkan.
Ada
perbedaan antara merek lokal dan merek global yaitu dengan terjadinya
globalisasi yang cepat, perusahaan berusaha menciptakan merek global dan secara
aktif mencari pasar yang berpotensi di semua wilayah di dunia. Pengertian dari
merek global itu sendiri adalah merek dengan nama yang sama dan strategi
pemasaran yang sama yang terkoordinasi di banyak negara. Merek global seringkali didukung oleh sejumlah keunggulan, seperti skala
ekonomi, pengakuan internasional, jaringan distribusi global, dan kekuatan finansial
perusahaan yang memilikinya (Sudarso et al., 2020).
Faktor
inilah yang memungkinkan merek global menembus banyak pasar di berbagai belahan
dunia. Jadi pada umumnya, merek yang benar-benar global adalah merek yang
memiliki identitas yang konsisten dengan konsumen di seluruh dunia. Ini berarti
formulasi produk yang sama, keunggulan fundamental yang sama dan proposisi
nilai yang sama, dan positioning yang sama (Panjaitan, 2018). Maka
dari itu, perusahaan yang ingin memasuki area pemasaran global harus dapat
menciptakan sebuah produk dengan karakteristik merek tersebut agar produk
tersebut dapat dengan mudah dan berpeluang besar masuk pada pemasaran global.
Ada tiga
manfaat utama adanya keputusan merek yaitu pengenalan produk, penjualan
berulang, dan penjualan produk baru. Dan tujuan akhirnya adalah pengenalan
produk (Kotler & Keller, 2009). Ketika
mempertimbangkan memasuki pasar luar negeri dengan produk yang sudah ada,
sebuah bisnis memiliki pilihan untuk memecahkan masalah merek tersebut yaitu
seperti one brand for all, penyesuaian dan
modifikasi, dan nama merek yang berbeda di pasar yang berbeda. Dalam melakukan
keputusan merek, yang dimana agar merek tersebut
dapat menggambarkan makna yang disampaikan, ada beberapa syarat yang harus
diperhatikan (Pradipta & Mashariono, 2015), yaitu:
1.
Merek tersebut harus bersifat khas atau unik.
2.
Merek harus menggambarkan sesuatu tentang
manfaat produk dan penggunanya.
3.
Merek harus menggambarkan kualitas produk.
4.
Merek harus mudah diucapkan, dikenali dan mudah
diingat.
5.
Merek tidak boleh berkonotasi negatif di negara
dan bahasa lain.
6.
Merek harus mampu beradaptasi dengan produk
baru yang mungkin ditambahkan ke lini produk.
Merek
itu seperti titik jangkar, seperti rambu jalan, seperti teman tepercaya. Megapa demikian?
Karena merek yang memungkinkan dapat mengidentifikasi dengan cepat apa yang
disukai. Dengan memberikan merek memberi kepercayaan diri, dan bahkan terkadang
merek menjadi sangat personal dan menjadi bagian dari citra yang dibangun. Kekuatan manajemen merek ini juga dapat
dilihat dari yang konsumen rasakan dari merek tersebut (Iriawan, 2021). Mereka
membedakan merek itu dari banyak pilihan lainnya dan merek tersebut benar-benar
melekat dalam pikiran mereka. Sehingga akan membuat peluang untuk pembelian.
KESIMPULAN
Secara
umum, produk dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang mampu memuaskan kebutuhan
atau keinginan manusia, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Dan secara
lebih khusus, produk itu adalah jumlah total kepuasan fisik dan psikologis yang
dinikmati pengguna setelah konsumen membeli dan menggunakan produk. Selanjutnya ada merek yaitu yang membedakan
satu produk dengan produk lainnya untuk memudahkan konsumen dalam memutuskan
produk mana yang akan dikonsumsi berdasarkan berbagai pertimbangan dan
membangun loyalitas merek. Adanya merek itu menjadi tanda pengenal untuk
membedakan hasil produksi satu atau lebih orang yang dari produksi orang lain.
Dan juga sebagai alat untuk promosi agar lebih mudah dalam mempromosikannya
yaitu cukup dengan menyebutkan nama merek tersebut.
Jadi,
dari penjelasan yang sudah dijelaskan pada artikel jurnal ini, maka dalam
memasuki pasar global itu sangat penting untuk mengembangkan produk yang ingin
dipasarkan dan juga memutuskan merek yang paling cocok dan strategis agar dapat
dengan mudah diterima pangsa pasar yang dituju. Selain itu, munculnya
perusahaan-perusahaan baru semakin memperketat persaingan. Untuk itu,
diperlukan strategi yang cerdik agar produk dan merek dapat dipasarkan dan
merebut hati konsumen. Sudah dijelaskan pula bahwasanya banyak cara yang dapat
dilakukan agar produk beserta mereknya dapat laku dan diminati oleh konsumen.
Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menciptakan produk yang
berkualitas serta termodifikasi dan juga perusahaan harus melakukan sistem branding yang baik sehingga produk dan merek yang akan
dipasarkan berbeda dengan produk pesaing. Dengan terjalankannya
hal-hal tersebut maka perusahaan akan lebih mudah untuk meraup tingkat penjualan
yang tinggi pada pasar global.
Anggito, Albi, & Setiawan, Johan. (2018). Metodologi
penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Arikunto, Suharsimi. (2010). Metode peneltian. Jakarta:
Rineka Cipta.
Astuti, Miguna, MM, M. O. S., Matondang, Nurhafifah, Kom, S.,
& MM, M. Ti. (2020). Manajemen Pemasaran: UMKM dan Digital Sosial Media.
Deepublish.
Fachruddin, Andi. (2016). Manajemen Pertelevisian Modern.
Penerbit Andi.
Fitriyadi, Herry. (2013). Integrasi teknologi informasi
komunikasi dalam pendidikan: potensi manfaat, masyarakat berbasis pengetahuan,
pendidikan nilai, strategi implementasi dan pengembangan profesional. Jurnal
Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 21(3).
Hermawan, Haris. (2015). Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran
Terhadap Keputusan, Kepuasan Dan Loyalitas Konsumen Dalam Pembelian Roti Ceria
Di Jember. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 1(2).
Hermawan, Lucius. (2015). Dilema Diversifikasi Produk:
Meningkatkan Pendapatan Atau Menimbulkan Kanibalisme Produk? Competence:
Journal of Management Studies, 9(2).
Iriawan, Hermanu. (2021). Manajemen Merek & Kepuasan
Pelanggan. Penerbit NEM.
Kotler, Philip, & Keller, Kevin Lane. (2009). Menejemen
Pemasaran. Penerbit: Erlanggga. Jakarta.
Panjaitan, Roymon. (2018). Manajemen Pemasaran. Penerbit
Yayasan Prima Agus Teknik, 1–122.
Pradipta, Hesti Octavia, & Mashariono, Mashariono.
(2015). Pengaruh citra merek, periklanan terhadap minat beli konsumen
thermometer onemed di surabaya. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 4(7).
Pratiwi, Destia. (2011). PENGARUH IKLAN DAN HARGA TERHADAP
CITRA MEREK DAN DAMPAKNYA TERHADAP MINAT BELI MOBIL JENIS CITY CAR MEREK TOYOTA
ETIOS VALCO PADA DEALER TUNAS TOYOTA GATOT SUBROTO BANDUNG. Unpas Bandung.
Sanjaya, Surya. (2017). Pengaruh promosi dan merek terhadap
keputusan pembelian pada pt. Sinar sosro medan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan
Bisnis, 16(2).
Sudarso, Andriasan, Kurniullah, Ardhariksa Zukhruf, Halim,
Fitria, Purba, Pratiwi Bernadetta, Dewi, Idah Kusuma, Simarmata, Hengki
Mangiring Parulian, Purba, Bonaraja, Sipayung, Rosintan, Sudirman, Acai, &
Manullang, Sardjana Orba. (2020). Manajemen Merek. Yayasan Kita Menulis.
Sudarwati, Yuni, & Satya, Venti Eka. (2013). Strategi
pengembangan merek usaha mikro, kecil, dan menengah. Jurnal Ekonomi &
Kebijakan Publik, 4(1), 89–101.
Suminar, Ari Cahyo. (2021). INOVASI STARTUP FORE COFFEE
UNTUK KEPUASAN KONSUMEN. UPN" VETERAN" JATIM.
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |