PERKEMBANGAN FILSAFAT DAN SAINS PADA ZAMAN
RENAISANCE
Sulis Mawar Dani1*, Salminawati2
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
Indonesia
Sulismawardani18@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
05 April 2022 15 April 2022 18 April 2022 |
Latar Belakang: Pemikiran
filsafat mulai berkembang darizaman pra yunani kuno (abad ke-6 SM) sampai
dengan zaman kontemporer (abad ke-20 dan seterusnya). Perkembangan pemikiran
filsafat terbagi menjadi beberapa periodisasi diantaranya periode filsafat
barat mulai dari zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa
kini. Periode filsafat china mulai darizaman kuno, zaman pembauran, zaman
neo-konfusionisme, dan zaman modernisasi. Tujuan: Adanya Renaissance ini telah lahirnya sebuah
kebebasan, kemerdekaan dan kemandirian Metode: Pada penelitian ini kami menggunakan jenis/
pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (Library Research).
Studi kepustakaan merupakan suatu studi yang digunakan dalam mengumpulkan
informasi dan data dengan bantuan berbagai macam material yang ada di
perpustakaan seperti dokumen, buku, makalah, artikel dan jurnal. Hasil: Zaman Renaissance ditandai dengan era
kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma- dogma agama. Renaissance ialah zaman peralihan
ketika culture abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu culture modern. Kesimpulan: Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa dampak adanya zaman renaissance adalah lahirnya kebebasan berpikir,
munculnya paham - paham baru di Eropa, majunya perdagangan dan bidang ilmu
pengetahuan di Eropa khusunya di ltalia. Serta munculnya tokoh - tokoh
pemikir dan munculnya semangat inquiri pada masyarakat Eropa. Kata kunci: Perkembangan Filsafat; Sains;
Renaissance. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Philosophical
thought began to develop from the ancient pre-Greek era (6th century BC) to
contemporary times (20th century onwards). The development of philosophical
thought is divided into several periodizations including the period of
western philosophy starting from ancient times, medieval times, modern times
and the present. The period of Chinese philosophy starts from ancient times,
the age of assimilation, the era of neo-Confucianism, and the era of
modernization. Purpose: The existence of
this Renaissance has given birth to a freedom, independence and independence Methods: In
this study, we used a research type/approach in the form of library research.
Literature study is a study that is used to collect information and data with
the help of various materials in the library such as documents, books,
papers, articles and journals. Result: The Renaissance
period was marked by an era of revival of thought that was free from
religious dogmas. The Renaissance is an era of transition when medieval
culture began to turn into a modern culture. Conclusion: Based on the
description above, it can be concluded that the impact of the renaissance era
was the birth of freedom of thought, the emergence of new ideas in Europe,
the advancement of trade and the field of science in Europe, especially in
Italy. As well as the emergence of thinkers and the emergence of a spirit of
inquiry in European society. Keywords: Development of
Philosophy; Science; Renaissance. |
|
*Correspondent Author : Sulis
Mawar Dani
Email : Sulismawardani18@gmail.com
PENDAHULUAN
Seiring
dengan berjalannya waktu, filsafat juga mengalami perubahan.Perubahan tersebut
dikarenakan adanya pemikiran-pemikiran manusia yang terus berkembang kearah
yang lebih baik. Pemikiran filsafat mulai berkembang darizaman pra yunani kuno
(abad ke-6 SM) sampai dengan zaman kontemporer
(abad ke-20 dan seterusnya) (Darusman & Wiyono, 2019). Perkembangan pemikiran filsafat terbagi
menjadi beberapa periodisasi diantaranya periode filsafat barat mulai dari
zaman kuno, zaman abad pertengahan, zaman modern dan masa kini (Karim, 2014). Periode filsafat china mulai darizaman kuno,
zaman pembauran, zaman neo-konfusionisme, dan zaman modernisasi. Periode
filsafat india mulai dari periode weda, wiracarita, sutra-sutra dan
skolastikdan periode filsafat Islam pada preriode muttakalimin dan filsafat
islam (Maulana, 2020). Untuk pembahasan pada kesempatan kali ini
hanya mengacu pada perkembangan pemikiran filsafat barat.
Filsafat
barat mulai tumbuh dan berkembang pada periode filsafat yunani. Periode
filsafat yunani ini sangat fundamental dalam sejarah peradaban manusia karena
pada waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi
logosentris (Helmi, 2020). Kerangka berpikir mitosentris adalah pola
pikir masyarakat yang sangat mengandalkan mitos untuk menjelaskan fenomena
alam. Sedangkan pola pikir logosentris merupakan pola pikir masyrakat yang
melibatkan akal budi, logika dan rasio dalam menjelaskan fenomena-fenomena alam
(Ginting & Situmorang, 2008). Dari proses inilah kemudian ilmu mulai
berkembang dari rahim filsafat, yang akhirnya kita nikmati dalam bentuk
teknologi. Karena itu, periode perkembangan filsafat yunani merupakan entri
poin untuk memasuki peradaban baru umat manusia.
Dunia
barat pada zaman sekarang dibanding dengan dunia barat pada zaman dahulu sangat
berbeda jauh. Karena pada zaman sebalum terjadinya sebuah kejadian luar biasa
yang kita kenal dengan renaissance, dunia barat dalam keadaaan gelap gulita
(Dark Age) tanpa ada cahaya pengetahuan sedikitpun (Madjid, 2019). Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi
oleh gereja, sehingga pada masa itu, manusia berfikir secara sempit dan
terbatas oleh aturan-aturan gereja.
Dapat kita bayangkan bahwa pada zaman itu pemikiran manusia tidak dapat
berkembang bebas dan maju dengan pesat.
Para
Zaman Renaissance muncul aliran yang menetapkan kebenaran berpusat pada manusia
yang kemudian dikatakan dengan humanism. Aliran ini lahir disebabkan kekuasaan
gereja yang telah menampikkan berbagai pernemuan manusia, bahkan dengan dokrin
dan kekuasaannya, gereja telah meredam para filosof dan ilmuwan yang dipandang
dengan penemuan ilmiahnya telah mengingkari kitab suci yang selama ini diacu
oleh kaum Kristiani.
METODE
PENELITIAN
Pada
penelitian ini kami menggunakan jenis/ pendekatan penelitian yang berupa studi
kepustakaan (Library Research) (Syafitri & Nuryono, 2020). Studi kepustakaan merupakan suatu studi yang
digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data dengan bantuan berbagai macam
material yang ada di perpustakaan seperti dokumen, buku, makalah, artikel dan
jurnal (Dewi, 2020).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Renaissance
berasal dari bahasa Perancis berarti kelahiran kembali. Istilah ini biasanya
digunakan oleh sejarawan untuk menunjuk beraneka periode kebangkitan
intelektual. Istilah ini bermula digunakan oleh seorang sejarawan terkenal (Nurdin, 2018). Michelet, dan dikembangkan oleh J. Burchardt (1860) untuk konsep sejarah yang
menunjuk kepada periode yang bersifat individualisme, kebangkitan kebudayaan
antik, penemuan dunia dan manusia, sebagai periode yang dilawankan dengan
periode abad pertengahan. Karya filsafat pada abad ini sering dikatakan dengan
filsafat renaissance (Musakkir, 2021).
Secara
historis Renaissance adalah suatu gerakan yang meliputi suatu zaman ketika
orang yang merasa telah dilahirkan kembali dalam keadaban (Asfar & Asfar, 2019). Zaman ini merupakan suatu era kebangkitan
kembali pemikiran yang bebas dari dokrin agama. Manusia pada zaman ini adalah
manusia yang rindu dengan pemikiran bebas, seperti pada zaman Yunani Kuno.
Menurut Jules Michelet (Nuraini & Marhayati, 2019). Renaissance ialah periode
penemuan manusia dan dunia. Beliau yang mula- mula menyatakan bahwa Renaissance
lebih dari sekedar kebangkitan peradaban yang merupakan permulaan kebangkitan
dunia modern (Putranta, 2017). Jules Michelet ini diikuti oleh Jakob
Burckhard yang menginterprestasikan Renaissance sebagai periode sejak Darte
sampai Michelangelo di Italia, yang merupakan kelahiran spirit modern dalam
transformasi ide dan lembaga- lembaga.
Zaman
Renaissance ditandai dengan era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari
dogma- dogma agama. Renaissance ialah
zaman peralihan ketika culture abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu
culture modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang menginginkan
pemikiran yang bebas tanpa dogma- dogma agama. Manusida ingin mencapai suatu
kemajuan sendiri tanpa melibatkan campur tangan sang pencipta/Ilahi. Pada zaman
ini ilmu pengetahuan sudah mulai dirintis.
Salam menuliskan bahwa masa kebangkitan atau
renaissance berarti masa untuk menghidupkan kembali culture klasik ( Yunani dan
Romawi ) dengan meninggalkan culture tradisional yang bernapaskan kristiani.
Renaissance merupakan sebuah periode penemuan manusia dan dunia, bukan hanya
sekedar kebangkitan kembali yang merupakan suatu permulaan kebangkitan modern.
Renaissance merupakan sebuah masa antara Middle Age dan zaman modern yang
ditandai oleh terjadinya sejumlah perkembangan pola dalam bidang pemikiran manusia
(Putranta, 2017).
Menurut
Bakhtiar, zaman Renaissance terjadi pada abad 15-16. Renaissance sendiri
berarti sebuah era sejarah yang penuh dengan perkembangan dan perubahan dalam
bidang Ilmu (Salam, 2016). Pada zaman ini berbagai gerakan bersatu untuk
menentang pola pemikiran abad pertengahan yang dogmatis, sehingga melahirkan
perubahan revolusioner dalam pemikiran manusia dan membentuk pola pemikiran yang baru dalam
filsafat.
Zaman
Renaissance terkenal dengan era kelahiran
kembali kebebasan manusia dalam berpikir seperti zaman Yunani Kuno atau
disebut dengan zaman humanisme yang mana manusia diangkat dari Middle Ages (Asfar & Asfar, 2019). Pada abad tersebut manusia kurang di hargai
kemanusiaannya. Kebeneran di ukur berdasarkan ukuran gereja, buka menurut dari
segi ukuran yang dibuat oleh manusia sendiri. Humanisme menghendaki ukurannya
haruslah manusia, karena manusia mempunyai kemampuan dalam berpikir (Asfar & Asfar, 2019). Bertolak dari sini, maka humanisme menganggap
manusia mampu mengatur dirinya sendiri dan mengatur dunia. Karena semangat
humanisme tersebut akhirnya agama Kristen semakin di tinggalkan, sementara
pengetahuan rasional dan sains sangat berkembang pesat terpisah dengan agama
dan nilai- nilai spiritual.
Gie
menggambarkan skema perkembangan empat jenis pengetahuan rasional yang pada
akhirnya dewasa ini bermuara pada suatu bidang pengetahuan rumit yang dinamakan
filsafat ilmu (Susanto, 2021).
Zaman
Renaissance diketahui berada setelah zaman abad pertengahan. Zaman Renaissance
adalah zaman peralihan dari zaman pertengahan menuju zaman modern. Pada zaman
pertengahan ilmu pengetahuan dan pemikiran sebagian besar dipengaruhi secara
bebas tanpa campur tangan agama.
Renaissance
merupakan titik tumpu dari sebuah peradaban modern di Eropa. Essensi dari
semangat Renaissance salah satunya adalah pandangan manusia bukan hanya
memikirkan nasib di akhirat seperti
semangat middle ages, tetapi mereka harus memikirkan hidupnya di dunia ini. Renaissance
menjadikan manusia lahir ke dunia untuk mengolah, menyempurnakan dan menikmati
dunia ini baru setelah itu menengadah ke surga (Saifullah, 2014).
Nasib
manusia di tangan manusia, penderitaan, kesengsaraan dan kenistaan di dunia
bukanlah takdir Allah melainkan suatu keadaan yang dapat diperbaiki dan diatasi
oleh kekuatan manusia dengan akal budi, otonomi dan bakat-bakatnya. Manusia
bukan budak melainkan majikan atas dirinya. Inilah semangat humanis, semangat
manusia baru yang oleh Cicero dikatakan dapat dipelajari melalui bidang sastra,
filsafat, retorika, sejarah dan hukum.
Manusia
hendaknya menjalani kehidupan secara aktif memikirkan kepentingan umum bukan
hidup bersenang-senang dalam belenggu moral dan ilmu pengetahuan di menara
gading. Manusia harus berperan aktif dalam kehidupan, bukan sifat pasif seraya
pasrah pada takdir. Namun, manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan
atau Antoposentrisme.
KESIMPULAN
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan filsafat pada zaman Renaissance mulai berkembang parah
ahli mulai merintis dan
menyempurnakannya. Pola pikir pada zaman ini sudah beralih dari yang
hanya berlandaskan pada filsafat dan pengetahuan agama beralih menjadi
pemikiran secara ilmiah untuk memahami fenomena- fenomena di alam. Para tokoh
yang terlibat dan ilmu dalam perkembung ilmu pengetahuan dan filsafat pada
Zaman ini adalah Leonardo da Vinci. N. Copernicus, J. Keppler, Galileo Galilei,
F.Bacon dan lain lain.
Tokoh
tokoh yang terlibat pada zaman Renaissance seperti Machiavelli, Francis Bacon,
Blaise Pascal, Thomas Hobbes. Nicholas Copernicus. Tycho Brahe, Johannes
Keppler, Galileo, Desarque, Dante Alighieri, Lorenzo Valla dan Boccacio.
Berdasarkan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dampak adanya zaman renaissance adalah
lahirnya kebebasan berpikir, munculnya paham - paham baru di Eropa, majunya
perdagangan dan bidang ilmu pengetahuan di Eropa khusunya di ltalia. Serta
munculnya tokoh - tokoh pemikir dan munculnya semangat inquiri pada masyarakat
Eropa.
Asfar, A. I. T., & Asfar, A. I. A. (2019). Pendidikan
Masa Renaissance: Pemikiran dan Pengaruh Keilmuan. Universitas Negeri
Makassar, 1–19.
Darusman, Yoyon
M., & Wiyono, Bambang. (2019). Teori dan Sejarah Perkembangan Hukum.
Dewi, Wahyu Aji
Fatma. (2020). Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di
Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 55–61.
Ginting, Paham,
& Situmorang, Syafrizal Helmi. (2008). Filsafat Ilmu dan Metode Riset. Terbitan
Pertaman. Medan USUPress.
Helmi,
Muhammad. (2020). PANDANGAN FILOSOFIS DAN TEOLOGIS TENTANG HAKIKAT ILMU
PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM. Tarbiyah Islamiyah: Jurnal
Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 10(2).
Karim, Abdul.
(2014). Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Fikrah, 2(2).
Madjid,
Nurcholish. (2019). Khazanah Intelektual Islam. Yayasan Pustaka Obor
Indonesia.
Maulana, Ilham.
(2020). ILUSI KEBENARAN DALAM PERSPEKTIF SHANKARA. Refleksi: Jurnal Filsafat
Dan Pemikiran Islam, 20(1), 47–53.
Musakkir, Musakkir.
(2021). FILSAFAT MODERN DAN PERKEMBANGANNYA (Renaissance: Rasionalisme dan
Emperisme). TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 5(1),
1–12.
Nuraini,
Nuraini, & Marhayati, Nelly. (2019). Peran Tasawuf Terhadap Masyarakat
Modern. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 19(2), 297–320.
Nurdin, M.
Amin. (2018). Satu islam, banyak jalan: corak-corak pemikiran modern dalam
Islam. Hipius.
Putranta,
Himawan. (2017). Perkembangan Filsafat Abad Modern. Universitas Negeri
Yogyakarta.
Saifullah,
Saifullah. (2014). Renaissance dan Humanisme Sebagai Jembatan Lahirnya Filsafat
Modern. Jurnal Ushuluddin, 22(2), 133–144.
Salam, Andi
Muhammad Ikbal. (2016). Integrasi Ilmu: Pemikiran Kritis Mulyadhi
Kartanegara terhadap Bangunan Ilmu Modern. Universitas Islam Negeri
Alauddin Makassar.
Susanto, Ahmad.
(2021). Filsafat ilmu: Suatu kajian dalam dimensi ontologis, epistemologis,
dan aksiologis. Bumi Aksara.
Syafitri, EVITA
ROESNILAM, & Nuryono, WIRYO. (2020). Studi Kepustakaan Teori Konseling
Dialectical Behavior Therapy. Jurnal BK Universitas Negeri Surabaya, 11,
53–59.
|
|
© 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |