PENGARUH PENGETAHUAN INVESTASI DI PASAR MODAL TERHADAP MINAT
BERINVESTASI MAHASISWA
Andryan syaputra1, Nuri aslami2
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
Indonesia
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara,
Indonesia
ryannainggolan27@gmail.com, nuriaslami@uinsu.co.id
|
|
Abstrak (indonesia) |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01-02-2022 10-02-2022 20-02-2022 |
Latar Belakang: Globalisasi membawa pengaruh positif dan negatif bagi perekonomian.
Minat masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi di pasar modal terbilang
cukup rendah. Beberapa diantaranya masih merasa
tabu berada di dunia investasi. Apalagi pada mahasiswa yang berangggapan bahwa investasi itu sulit dan mahal serta
membutuhkan modal yang besar. Maka, untuk meningkatkan pengetahuan investasi
mahasiswa di dirikan Galeri Investasi Syariah.UIN
Sumatera Utara adalah salah satu Universitas yang memiliki Galeri Investasi
Syariah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh dari pengetahuan
investasi, kebijakan modal minimal investasi, dan pelatihan pasar modal
terhadap minat investasi pada mahasiswa UIN Sumatera Utara yang mempunyai
akun efek dan telah mengikuti pelatihan pasar modal serta trading. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian
kuantitatif. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan
menggunakan survei. Hasil: hasil penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yakni motivasi
investasi (X1) dan pengetahuan investasi (X2) serta satu variabel terikat
minat investasi di pasar modal (Y). Hasil perolehan data pada penelitian ini
berasal dari data primer, yaitu data yang dikumpulkan dari penyebaran
kuesioner kepada mahasiswa anggota Galeri Investasi Syariah sem 3,5, dan 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN
Sumatera Utara Kesimpulan: Hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa motivasi investasi dan
pengetahuan investasi secara silmultan berpengaruh
terhadap minat berinvestasi di pasar modal pada mahasiswa FEBI UIN Sumatera. Kata kunci: Galeri Investasi; Pengetahuan Investasi; Pasar Modal; Minat
Mahasiswa. |
|
|
|
|
|
|
Abstract (English) |
|
|
|
Background: Globalization brings positive and negative effects on the economy. The
interest of the Indonesian people to invest in the capital market is quite
low. Some of them still feel taboo in the investment world. Especially for
students who think that investment is difficult and expensive and requires
large capital. So, to increase students' investment knowledge, the Sharia
Investment Gallery was established. UIN North Sumatra is one of the
universities that has a Sharia Investment Gallery. Objective: This study aims to determine the effect of investment knowledge,
minimum investment capital policy, and capital market training on investment
interest in North Sumatra State Islamic University students who have
securities accounts and have attended capital market and trading training. Methods: The approach used in this research is quantitative research. The data
collection technique in this study was by using a survey. Results: The results of this study consist of two independent variables, namely
investment motivation (X1) and investment knowledge (X2) and one dependent
variable is investment interest in the capital market (Y). The results of
data acquisition in this study came from primary data, namely data collected
from distributing questionnaires to students who were members of the Sharia
Investment Gallery sem 3,5, and 7, Faculty of
Economics and Islamic Business, UIN North Sumatra. Conclusion: The results of the significance test show that investment motivation
and investment knowledge simultaneously affect the interest in investing in
the capital market in FEBI UIN Sumatra students. Keywords: Investment Gallery; Investment Knowledge; Capital market; Student Interest. |
|
*Correspondent Author : Andryan
syaputra
Email : ryannainggolan27@gmail.com
PENDAHULUAN
UIN
Sumatera Utara bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia telah mendirikan Galeri
Investasi Syariah yang bertujuan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang
berperan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul,dan
juga untuk memperkuat kerjasama antar perguruan
tinggi baik dengandunia usaha dan dunia industri. Hal
ini membuka peluang bagi para mahasiswa ataupun kalangan akademisi yang ingin
berinvestasi di Pasar Modal syariah. Galeri investasi tersebut berfungsi
sebagai sarana untuk mengenalkan investasi dan sebagai perantara bagi Mahasiswa
ataupun kalangan akademis yang ingin berinvestasi di pasar modal Syariah.
Tujuan pendirian galeri investasi untuk kalangan akademisi adalah sosialisasi,
edukasi dan sejauh mana mahasiswa mampu mempraktekkan
teori yang dipelajari dalam perkuliahan serta mendukung kegiatan penelitian.
Membangun minat mahasiswa untuk berinvestasi diperlukan langkah-langkah
pendahuluan yang mendorong munculnya minat tersebut. Salah satu faktor
penentunya adalah tingkat pengetahuan. Untuk melakukan investasi di pasar modal
diperlukan pengetahuan yang cukup, kemauan dan kesabaran untuk menganalisis
efek-efek mana yang akan dibeli. Pengetahuan yang memadai sangat diperlukan
untuk menghindari terjadinya kerugian saat berinvestasi di pasar modal, seperti
pada instrumen investasi saham. Rumusan Masalah penelitian ini adalah Bagaimana
Pengaruh Pengetahuan Pasar Modal, Pengetahuan Jenis Instrumen Investasi,
Pengetahuan Tingkat Keuntungan Investasi, Pengetahuan Tingkat Risiko Investasi
dan Pengetahuan Dasar Penilaian Saham terhadap Minat Berinvestasi Para
Mahasiswa di Galeri Investasi Syariah (GIS) UIN Sumatera Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Pengaruh dari pengetahuan investasi, kebijakan modal minimal investasi, dan pelatihan
pasar modal terhadap minat investasi pada mahasiswa UIN Sumatera Utara yang
mempunyai akun efek dan telah mengikuti pelatihan pasar modal serta trading.
Niat berperilaku dapat menunjukkan perilaku yang
akan dilakukan oleh seseorang. Hal ini dapat menjelaskan apabila seorang yang
memiliki minat berinvestasi maka dia cenderung akan melakukan tindakan-tindakan
untuk dapat mencapai keinginannya berinvestasi. Misalkan dengan mengikuti
pelatihan dan seminar tentang investasi, menerima dengan baik penawaran
investasi, dan pada akhirnya melakukan investasi (Kusmawati, 2011). Ciri-ciri
seseorang yang berminat untuk berinvestasi dapat diketahui dengan seberapa
berusahanya mereka dalam mencari tahu tentang suatu jenis investasi,
mempelajari dan kemudian mempraktikanya. Hal ini
senada dengan pendapat Kusmawati (2011) yang menyatakan bahwa minat
berinvestasi adalah keinginan untuk mencari tahu tentang jenis suatu investasi
dimulai dari keuntungan, kelemahan, kinerja investasi dan lain sebagainya. Ciri
lain yang dapat dilihat adalah mereka akan berusaha meluangkan waktu untuk
mempelajari lebih jauh tentang investasi tersebut atau mereka langsung mencoba
berinvestasi pada jenis investasi tersebut, bahkan menambah ’porsi’ investasi
mereka yang sudah ada.
Faktor dalam pengelolaan keuangaan
terutama adalah melihat pendapatan dan melihat pengeluaran yang akan digunakan
dalam memenuhi kebutuhkan. Pengeluaran dalam memenuhi
kebutuhan harus kurang dari pada pendapatan. Tetapi kebanyakan malah pendapatan
yang kurang dari pengeluaran. Dalam hal ini seharusnya mahasiswa mempunyai
strategi dalam memenuhi kebutuhan tidak terpacu dalam uang saku yang akan
diterima, tetapi mengelolah uang saku sehingga
menjadikan profit dalam pendapatan mahasiswa yaitu dengan melakukan investasi.
Dalam melakukan investasi mahasiswa harus menahan kebutuhannya untuk sementara
waktu, kemudian digunakan untuk melakukan investasi. Kenyataannya memang
investasi tidak hanya memberikan profit tetapi juga memberikan kerugian. Tetapi
jika mahasiswa mampu menganalisis sebelum melakukan investasi, kerugian yang
akan dialami akan menurun.
Investasi dikenal dengan karakteristik imbal
hasil tinggi, resiko tinggi (high
risk, high return). Artinya investasi memberikan peluang dan
keuntungan tinggi namun juga berpotensi resiko tinggi
(Darmadji dan Fakhruddin, 2015:10). Sikap investor
terhadap risiko akan sangat tergantung kepada preferensi investor tersebut
terhadap risiko. Investor yang lebih berani akan memilih investasi yang
memiliki risiko tinggi, yang diikuti tingkat keuntungan yang tinggi pula.
Sebaliknya investor yang tidak mau menanggung
risiko yang terlalu tinggi, tentunya tidak akan bisa mengharapkan tingkat
keuntungan yang terlalu tinggi (Syahyunan, 2015:75).
Pasar Modal adalah suatu pasar yang
beroperasi secara terorganisir dimana terdapat
aktivitas perdagangan surat-surat berharga seperti saham, equitas,
surat pengakuan hutang, obligasi, dan surat berharga lainnya yang diterbitkan
oleh pemerintah maupun perusahaan swasta dengan memanfaatkan jasa perantara, komisioner,
dan underwriter. Menurut UU No. 8 Tahun 1995, arti
pasar modal adalah suatu aktivitas yang berhubungan dengan perdagangan efek dan
penawaran umum, perusahaan publik yang berhubungan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berhubungan dengan efek. Dengan
kata lain, pasar modal adalah penghubung antara investor (pemilik dana) dengan
perusahaan atau institusi pemerintah yang membutuhkan dana melalui perdagangan
instrumen jangka panjang (saham, obligasi, right issue, dan lain-lain).
Pengetahuan Jenis Instrumen Investasi merupakan
pengetahuan tentang jenis investasi yang dapat dibedakan menjadi investasi
langsung (direct investment)
dan investasi tidak langsung (indirect investment). Adapun jenis instrument
investasi yang ditawarkan adalah :
1.
Reksa Dana
Reksa dana (mutual fund) adalah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya
menitipkan uang kepada pengelola reksa dana (manajer investasi) untuk digunakan
sebagai modal berinvestasi. Melalui reksa dana ini nasihat investasi yang baik,
jangan menaruh semua telur di dalam satu keranjang, bisa dilaksanakan. Pada
prinsipnya investasi pada reksa dana adalah melakukan investasi yang menyebar
pada sejumlah alat investasi yang diperdagangkan di pasar modal dan pasar uang.
Keputusan untuk memilih saham yang memberikan dividen/bunga ada di tangan
manajer investasi. Manajer investasi mempunyai hak untuk mendistribusikan atau
tidak dividen/bunga yang diperolehnya kepada pemodal. Jika prospektusnya
menerangkan bahwa dividen/bunga akan didistribusikan maka dalam waktu tertentu
pemodal akan mendapatkan dividen/bunga. Capital gain akan diberikan oleh reksa
dana yang memiliki sasaran pertumbuhan.
Pendapatan ini berasal dari kenaikan harga saham
atau diskon obligasi yang menjadi portofolio reksa dana. Manajer investasi harus
berhasil membeli saham pada saat harga rendah dan menjualnya pada saat harga
tinggi. Selanjutnya manajer investasi akan mendistribusikan pada pemodal. Meski
demikian, pendapatan dari capital gain tergantung
kebijakan manajer investasi. Bila manajer investasi dalam prospektusnya
menerangkan akan mendistribusikan capital gain, maka
dalam waktu tertentu pemegang reksa dana akan mendapat distribusi capital gain.
2.
Saham
Secara sederhana saham dapat didefinisikan
sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik
kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.
Membeli saham tidak ubahnya dengan menabung. Imbalan yang akan diperoleh dengan
kepemilikan saham adalah kemampuannya memberikan keuntungan yang tidak
terhingga. Tidak terhingga ini bukan berarti keuntungan investasi saham biasa
sangat besar, tetapi tergantung pada perkembangan perusahaan penerbitnya. Bila
perusahaan penerbit mampu menghasilkan laba yang besar maka ada kemungkinan
para pemegang sahamnya akan menikmati keuntungan yang besar pula. Karena laba
yang besar tersebut menyediakan dana yang besar untuk didistribusikan kepada
pemegang saham sebagai deviden. Setiap tahun perusahaan akan menerbitkan
laporan keuangan. Dalam laporan keuangan tersebut dapat dilihat besarnya laba
perusahaan pada tahun yang bersangkutan. Laba yang diperoleh ini akan
dialokasikan untuk dua kepentingan: dibagikan sebagai deviden dan laba ditahan
yang digunakan untuk pengembangan usaha. Pemegang saham harus bersedia menahan
atau memegang saham yang dibeli dalam waktu yang relatif lama (setidaknya satu
tahun) untuk mendapatkan deviden. Dalam kurun waktu tersebut emiten sudah wajib
menerbitkan laporan keuangan dan membagikan deviden. Meskipun demikian bisa
juga tidak perlu terlalu lama menahan saham. Ada kaidah-kaidah yang harus
dijalankan untuk mendapat capital gain. Salah satunya
adalah membeli saat harga turun dan menjual saat harga naik.
3.
Saham Preferen
Saham preferen adalah gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham biasa. Artinya di samping
memiliki karakteristik seperti obligasi juga memiliki karakteristik saham
biasa. Karakteristik obligasi misalnya saham preferen memberikan hasil yang
tetap seperti bunga obligasi. Biasanya saham preferen memberikan pilihan
tertentu atas hak pembagian deviden. Ada pembeli saham preferen yang
menghendaki penerimaan deviden yang besarnya tetap setiap tahun, ada pula yang
menghendaki didahulukan dalam pembagian deviden, dan lain sebagainya.
Saham preferen memiliki karakteristik saham
biasa sebab tidak selamanya saham preferen bisa memberikan penghasilan seperti
yang dikehendaki pemegangnya. Jika suatu ketika emiten mengalami kerugian, maka
pemegang saham preferen bisa tidak menerima pembayaran deviden yang sudah
ditetapkan sebelumnya. Pemegang saham preferen memang tidak menanggung risiko
sebesar pemegang saham biasa, namun risiko pemegang saham preferen lebih besar
jika dibandingkan pemegang obligasi. Ada
dua alasan, pertama dalam situasi di mana emiten dinyatakan pailit dan
melakukan likuidasi, hak pemegang saham preferen dalam pembayaran hasil
likuidasi urutannya ada di bawah pemegang obligasi. Kedua, pemegang obligasi
lebih terjamin dalam hal penerimaan pengahasilan.
Dalam keadaan bagaimana pun emiten obligasi harus membayar bunga obligasi.
Saham preferen yang memberikan dividen tetap
memiliki harga yang tidak akan berubah. Sekalipun
perusahaan penerbitnya bisa. mencetak laba yang besar. Dengan demikian,
pemegang saham preferen yang memberikan dividen tetap tidak akan mendapatkan
penghasilan dari capital gain.
4.
Obligasi
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat
yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman. Surat
obligasi adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas tersebut
memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan obligasi. Pada dasarnya memiliki.obligasi sama persis dengan memiliki deposito
berjangka. Hanya saja obligasi dapat diperdagangkan. Obligasi memberikan
penghasilan yang tetap, yaitu berupa bunga yang dibayarkan dengan jumlah yang
tetap pada waktu yang telah ditetapkan. Obligasi juga memberikan kemungkinan untuk
mendapatkan capital gain, yaitu selisih antara harga
penjualan dengan harga pembelian. Kesulitan untuk menentukan penghasilan
obligasi disebabkan oleh sulitnya memperkirakan perkembangan suku bunga.
Padahal harga obligasi sangat tergantung dari perkembangan suku bunga. Bila
suku bunga bank menunjukkan kecenderungan meningkat, pemegang obligasi akan
menderita kerugian. Disamping mengahadapi
risiko perkembangan suku bunga yang sulit dipantau, pemegang obligasi juga
menghadapi risiko kapabilitas (capability risk), yaitu pelunasan sebelum jatuh tempo. Sebelum
obligasi ditawarkan di pasar, terlebih dulu dibuat peringkat (rating) oleh badan yang berwenang. Rating
tersebut disebut sebagai credit rating
yang merupakan skala risiko dari semua obligasi yang diperdagangkan. Skala ini
menunjukkan seberapa aman suatu obligasi bagi pemodal. Keamanan ini ditunjukkan
dengan kemampuannya untuk membayar bunga dan melunasi pokok pinjaman.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam
penelitian adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan data pada
penelitian ini adalah dengan menggunakan survei. Instrumen pengumpulan data
yang yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan
menggunakan kuesioner (angket).
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjekyang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
Sugiyono,2008:61). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki populasi. Peneliti dapat mempelajari sampel yang diambil dari populasi
dan kemudian mengambil kesimpulan untuk digeneralisasikanterhadap
populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar
representatif (Sugiyono, 2008:62). Penentuan unit analisis ditentukan dengan purposeful sampling,yakni
pemilihan berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki subjek. MenurutSugiyono
(2008:68), purposive sampling adalah teknik penentuan
sampeldengan pertimbangan tertentu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Responden
Penelitian ini adalah 30 orang mahasiswa yang menjadi Anggota Galeri Investasi
Syariah UIN Sumatera Utara . 54% Responden berjenis kelamin wanita dan 46%
responden berjenis kelamin laki-laki. Usia responden antara 20 tahun sampai
dengan 23 tahun. Mayoritas responden adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam UIN Sumatera Utara. Mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
ini telah memperoleh pembelajaran tentang pemahaman dasar dan mekanisme
berinvestasi di pasar modal, termasuk prinsip dan manfaatnya.
B. Pembahasan
Dalam mengembangkan sebuah
instrumen, perlu dilakukan adanya uji validitas. Validitas menurut Sugiyono
(2013: 363) adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek
penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian
data yang valid merupakan data yang tidak berbeda antara data yang sesungguhnya
terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Pada
penelitian ini, jumlah data ini yang digunakan untuk uji validitas adalah
sebanyak 30 responden (N-30). Dengan demikian jika rumus df
= N-2 maka df = 30-2=28. Berdasarkan tabel r dapat
dilihat bahwa nilai r untuk df 28 dengan taraf signikfikan 0,05 (5%) adalah 0,3610. Hasil uji validitas
menunjukkan bahwa butir-butir pertanyaan pada variabel mempunyai hasil hitung
lebih besar dari pada rtabel. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan pada ke 3 (tiga) variabel tersebut valid
atau layak digunakan sebagai instrumen penelitian.
1.
Uji Validitas
Uji
validitas dilakukan atas 4 indikator (variabel Pengetahuan Pasar Modal), 6
indikator (variabel Pengetahuan Jenis Instrumen Investasi), 11 indikator
(variabel Pengetahuan Tingkat Risiko Investasi), 4 indikator (variabel
Pengetahuan Penilaian Iinvestasi) dan 13 indikator
(Variabel Minat Berinvestasi). Mayoritas indikator dapat dinyatakan valid,
kecuali satu indikator saja yang tidak valid dan dikeluarkan dari model
penelitian ini yaitu :
Indikator
ke-10 dalam Variabel Pengetahuan Tingkat Risiko Investasi (PTR10) dengan nilai
Korelasi Pearson 0,057 dan Signifikansi 0,419.
2.
Uji Reliabilitas
Uji
reliabilitas dilakukan atas 48 indikator variabel penelitian ini. Semua
indikator dinyatakan reliable (handal)
yang dibuktikan dengan nilai Cronbach’s Alpha if Item Deleted
lebih dari 0,60 dengan nilai terkecil 0,832 dan nilai terbesar 0,853. Kehandalan tersebut didukung pula dengan nilai Cronbach’s Alpha gabungan sebesar
0,848.
3.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas Kolmogorov-smirnov
menghasilkan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,691 yang lebih besar dari nilai
0,05. Berdasarkan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas
kolmogorov-smirnov, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi normalitas dalam model regresi dinyatakan terpenuhi. Uji multikolinearitas dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya
gejala multikolinearitas antar variabel dalam model
regresi. Seluruh variabel independen dinyatakan terbebas dari gejala multikolinearitas yang dibuktikan dengan nilai Tolerance yang lebih besar dari 0,10 (antara 0,543 sampai
dengan 0,935) dan nilai VIF yang kurang dari 10,00 (antara 1,070 sampai dengan
1,842). Uji Heteroskedastisitas untuk menguji
terjadinya perbedaan varian dari nilai residual pada
suatu periode pengamatan ke periode pengamatan lainnya, dilakukan dengan
melihat pola gambar scatterplots. Dari gambar
tersebut, nampak titik-titik data menyebar di atas
dan di bawah atau di sekitar angka nol, tidak mengumpul hanya di atas atau di
bawah saja, serta tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit
dan melebar kembali. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi gejala atau
masalah heteroskedastisitas.
KESIMPULAN
Hasil pengujian signifikansi menunjukkan bahwa
motivasi investasi dan pengetahuan investasi secara silmultan
berpengaruh terhadap minat berinvestasi di pasar modal pada mahasiswa FEBI UIN
Sumatera. Besarnya koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,824. Hal ini menunjukan bahwa variabel bebas secara bersama–sama
mempengaruhi variabel tidak bebas sebesar 82,4% sisanya sebesar 17,6%
dipengaruhi oleh variabel lainnya.
Eka. (2011). Pengertian Penghasilan Menurut SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Di unduh pada tanggal 30 November 2016
dari https://eka1989.wordpress.com/2011/01/06/pengertian penghasilan-menurut
-sak-standar-akuntansi-keuangan/.
Eq, ZM. (2009). Mengurai Variabel hingga Intrumentasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Fahriani, D. (2012). Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAK).Jurnal Ilmu
& Riset Akuntansi Vol.
1 No. 12 (2012)
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |