PENGARUH KUALITAS PRODUCT, BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MIE INSTAN
Mega Safitri1, Melia Br Ginting2,
Aminur Alfi Syahrin3, M.
Rifani Sihotang4, Suhairi5
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
safitrimega994@gmail.com1 , meliaginting15@gmail.com2,
syahrin229@gmail.com3, rifanx99@gmail.com4 ,
suhairi@uinsu.ac.id5)
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01-02-2022 10-02-2022 15-02-2022 |
Latar Belakang: Keputusan pembelian oleh konsumen adalah keputusan yang melibatkan persepsi terhadap kualitas, rasa, dan harga. Konsumen tidak hanya menggunakan harga sebagai indikator kualitas, tetapi juga sebagai indikator biaya yang dikeluarkan untuk ditukar dengan rasa produk yang memiliki kepuasaan tersendiri. Tujuan: menguji pengaruh
Kualitas Produk, Harga
Dan Citra Merek terhadap
Keputusan Pembelian mie instan merek indomie. Metode:
Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian
ini peneliti mengumulkan data dengan cara menyebar kuesioner, teknik wawanacara dan study pustaka Hasil:
pada tahun 1984 perusahaan
tersebut dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya,
yang memproduksi Sarimi. Pada tahun 1990, PT. Panganjaya
Intikusuma didirikan, yang kemudian menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.
Pada tahun 1994, mengambil alih kedua
perusahaan tersebut. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan Terdapat pengaruh simultan kualitas produk,
harga dan citra
merek terhadap keputusan pembelian pada produk
mie instan merek
Indomie. Kata Kunci: Kualitas Produk; Harga; Citra Merek; Keputusan Pembelian. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Purchase decisions by consumers are decisions that involve
perceptions of quality, taste, and price. Consumers not only use price as an
indicator of quality, but also as an indicator of the costs incurred in
exchange for the taste of a product that has its own satisfaction. Objective: to examine the effect
of product quality, price and brand image on
purchasing decisions for instant noodles of the Indomie
brand. Methods: This type of research is using quantitative research methods. In this
study, the researchers collected data by distributing questionnaires,
interview techniques and literature studies Result: in 1984 the company was bought by PT. Sarimi
Asli Jaya, which produces Sarimi. In 1990, PT. Panganjaya Intikusuma was
founded, which later became PT. Indofood Sukses
Makmur Tbk. In 1994, took over both companies. Conclusion: Based on the results of the analysis and discussion, there is a
simultaneous effect of product quality, price and
brand image on purchasing decisions for Indomie's
instant noodle products. Keywords: Product Quality; Price; Brand Image; Purchase Decision. |
|
*Correspondent Author : Mega Safitri
Email :
safitrimega994@gmail.com
PENDAHULUAN
Tuntutan permintaan akan sebuah
produk makanan ringan(snack) yang
semakin berkualitas membuat
perusahaan yang bergerak diberbagai bidang usaha berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk yang mereka miliki demi mempertahankan brand image (citra merek) produk yang mereka miliki (Astuti,
MM, Matondang, Kom, & MM, 2020). Merek mempunyai sifat khas, dan sifat khas ini lah yang membedakan produk yang satu dan produk
yang lainnya. Keputusan pembelian oleh konsumen adalah keputusan yang melibatkan persepsi
terhadap kualitas, rasa, dan harga (Amalia,
2019). Konsumen tidak hanya menggunakan harga sebagai indikator
kualitas, tetapi juga sebagai indikator biaya yang dikeluarkan untuk ditukar dengan rasa produk yang memiliki kepuasaan tersendiri
(Anggriana,
Qomariah, & Santoso, 2017). Maka dengan, melihat sejauh mana merek dan
kualitas yang disandangkan dapat mempengaruhi penilaian konsumen terhadap
produk tersebut. Berbagai
upaya dilakukan perusahaan dalam rangka mempertahankan brand
image (citra
merek) dan kualitas produk yang mereka miliki diantaranya
konsistensi dan keunikan yang dimiliki
produk tersebut, penetapan harga yang bersaing dan promosi yang tepat sasaran.Semakin baik Brand Image (citra
merek) dan kualitas produk yang dijual, maka semakin tinggi keputusan pembelian
oleh konsumen (Dimas
Ariyanto Putra, Hufron, & Slamet, 2017).
Namun demikian, belum banyak
penelitian yang mengkaji tentang kaitan keputusan pembelian
oleh masyarakat dengan perkembangan brand
image dan kualitas produk serta harga (DWI,
2019). Berdasarkan paparan
tersebut bahwa brand image dan
kualitas produk serta harga mempunyai kontribusi atau pengaruh
sumbangan cukup dominan dalam hal
keputusan pembelian seseorang terhadap produk suatu barang (Wulandari
& Oktafani, 2017).
Selain itu, citra merek juga
sangat penting untuk dilakukan
mengemukakan bahwa harga adalah sejumlah
uang (ditambah beberapa
produk kalau mungkin)
yang dibutuhkan untuk
mendapatkan sejumlah kombinasi
dari produk dan pelayanannya (Elah,
2015). Seperti yang telah
diungkapkan dalam pengertian harga,
bahwa harga merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan dalam perusahaan yang berfungsi menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan (Puspa,
Permana, & Nuryanti, 2017). Namun, hal itu seringkali terbentur pada kebijakan penetapan
harga. Penetapan harga oleh perusahaan harus disesuaikan dengan situasi lingkungan dan perubahan yang terjadi
terutama pada saat persaingan yang semakin ketat dan perkembangan permintaan yang terbatas (Susanto
Doni Putra, Sumowo, & Anwar, 2017). Dalam iklim
persaingan yang ketat seperti sekarang ini, perusahaan harus memperhatikan faktor harga, karena
besar kecilnya harga
yang ditetapkan akan sangat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam bersaing dan juga mampu mempengaruhi konsumen
untuk membeli produknya.
Tujuan pada penelitian ini untuk
menjawab kualitas produk terhadap brand merek Mie Instan.
A.
Kualitas Produk
Kualitas produk merupakan hal penting yang harus
diusahakan oleh setiap perusahaan apabila menginginkan produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar
(Ong,
2013). Indikator Kualitas
Produk antara lain ;
1)
Performance
2)
Durability
3)
Comformance to specification
4)
Features
5)
Reability
6)
Aeshthetic
7)
Perceived quality
B.
Pengertian Harga
Harga sebuah produk dan jasa merupakan
faktor penentu utama permintaan pasar. Indikator yang mencirikan harga yang digunakan dalam
penelitian ini, yaitu (Stanton,
Smith, & Leung, 2014) :
1)
Keterjangkauan harga
2)
Kesesuaian
harga dengan kualitas produk
3)
Daya saing harga Kesesuaian harga dengan manfaat
.
C.
Citra Merek
Citra merek merupakan serangkaian asosiasi (persepsi) yang ada dalam benak konsumen
terhadap suatu merek biasanya terorganisasi menjadi suatu makna. Hubungan terhadap suatu merek akan semakin kuat jika didasarkan
pada pengalaman dan banyak informasi (Amalia,
2019). Indikator Citra Merek
antara lain :
1)
Kualitas atau mutu
2)
Dipercaya atau diandalkan
3)
Kegunaan atau manfaat
4)
Harga
5)
Citra
D.
Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian adalahdimana pembeli atau
calon pembeli sudah menentukan pilihannya dan kemudianmembeli produk tersebut lalu mengkonsumsinya (Hanugraheningtias,
2015).
METODE PENELITIAN
Metodologi dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan mengambil sumber data melalui kuesioner (Martono,
2010). Teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Ernawati,
2017). Selain kuesioner, juga digunakan teknik wawancara untuk mendukungakurasi dan kelengkapan kuesioner tersebut.Wawancara
juga digunakan untuk memperluas pandangan peneliti tentang
data-data lain yang tidak terformulasi dalam kuesioner. Di dalam melaksanakan metode kepustakaan, peneliti
mencari benda-benda tertulis
seperti buku-buku, jurnal,
artikel dan sebagainya.
Metode analisis data
1.
Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk
menguji kevalidan kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan
dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan
fungsi alat ukurnya
(Pribadi
& Magdalena, 2020).
2.
Uji Realibilitas
Uji reliabiltas adalah suatu indek yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu
penelitian pengukur dapat dipercaya (Sulistiawan,
Riadi, & Maria, 2018). Hasil pengukuran dapat dipercaya
atau reliable hanya apabila
dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama.
Untuk mengetahui keeratan hubungan
semua variabel bebas yaitu variabel
kualitas pelayanan (X1) dan kompetensi pegawai (X2) dengan variabel loyalitas nasabah
(Y) dilakukan dengan menggunakan koefisien determinasi. Koefisien
determinasi akan menjelaskan seberapa besar
perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi pada variabel yang lain.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Indomie pertama kali dibuat oleh PT. Sanmaru Food
Manufacturing Co. Ltd. pada tahun 1972 dengan rasa sari ayam (sekarang rasa
kaldu ayam) dan rasa sari udang (sekarang rasa kaldu udang). Pada tahun 1980 Indomie varian rasa kari ayam diluncurkan dan pada tahun 1982 Indomie varian mi
goreng diluncurkan (Nashir,
2018).
Pada tahun 1984 perusahaan tersebut dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya, yang memproduksi Sarimi. Pada tahun 1990, PT. Panganjaya
Intikusuma didirikan, yang kemudian menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Pada tahun 1994, mengambil
alih kedua perusahaan tersebut
(PT. Sarimi Asli Jaya dan PT. Sanmaru). Pada
tahun 1991, Pop Mie, mi instan dalam bentuk cup dari Indomie, diluncurkan untuk pertama kalinya
dengan rasa ayam dan rasa baso (Nimah,
Nuringwahyu, & Hardati, 2021).
Sumber: Data Primer
diolah, 2021.
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Variabel Harga (X2)
|
Variab el |
rhitung |
rtabel |
Keterang an |
|
Item 1 |
0.58 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 2 |
0.867 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 3 |
0.806 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 4 |
0.866 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 5 |
0.950 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 6 |
0.859 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 7 |
0.431 |
0.1966 |
Valid |
Sumber: Data Primer
diolah, 2021.
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas Variabel Citra Merek (X3)
|
Variab el |
rhitung |
rtabel |
Keterang an |
|
Item 1 |
0.912 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 2 |
0.869 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 3 |
0.431 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 4 |
0.912 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 5 |
0.694 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 6 |
0.431 |
0.1966 |
Valid |
Sumber: Data Primer
diolah, 2021.
Tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Variabel
Keputusan Pembelian (Y)
|
Variab el |
R hitung |
R tabel |
Keterang an |
|
Item 1 |
0.861 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 2 |
0.855 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 3 |
0.806 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 4 |
0.956 |
0.1966 |
Valid |
|
Item 5 |
0.542 |
0.1966 |
Valid |
Sumber: Data Primer diolah,
2021
Uji
Reliabilitas Hasil Uji Reliabilitas
|
Variabe l |
Hasil Cronbach’s Alpha |
Keterang an |
|
Kualitas
Produk |
0.881 |
Reliabel |
|
Harga |
0.685 |
Reliabel |
|
Citra
Merek |
0.825 |
Reliabel |
|
Keputus an Pembeli
an |
0.843 |
Reliabel |
Berdasarkan dari hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada semua variabel sebesar
lebih besar dari 0.05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal.
Hasil Uji Analisis
Regresi Linier Berganda
.
Berdasarkan hasil regresi berganda maka dapat dibuat persamaan regresi linear
berganda sebagai berikut
:
Y = 21.171 + 0.107 X1 + 0.134 X2 +0.163 X3 + e
Persamaan regresi di atas dapat
diartikan sebagai berikut:
1.
Konstanta (α)
positif sebesar 21.171,
artinya apabila kualitas
produk, harga dan citra merek dalam
keadaan nol maka keputusan pembelian masih bernilai
positif.
2.
Koefisien regresi
kualitas produk (b1) positif sebesar 0.107, artinya setiap ada
kenaikan atau peningkatan kualitas
produk maka akan meningkatkan keputusan
pembelian sebesar 0.107 satuan.
3.
Koefisien regresi harga (b2) positif sebesar
0.134, artinya setiap
ada peningkatan harga maka akan meningkatkan keputusan
pembelian sebesar 0.134 satuan.
Koefisien regresi citra merek (b3) positif sebesar 0.163, artinya setiap
ada peningkatan citra merek maka akan meningkatkan keputusan
pembelian sebesar 0.163
satuan.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan hasil penelitian, maka terdapat pengaruh simultan kualitas
produk, harga dan citra merek terhadap keputusan
pembelian pada produk mie instan merek Indomie. Dari hasil uji t diketahui bahwa kualitas produk (X1)
lebih berpengaruh secara dominan terhadap
variabel keputusan pembelian
(Y) daripada variabel harga (X2) dan citra merek (X3), hal ini dilihat dari nilai t pada Standardized Coefficients Beta.
Amalia, Nur. (2019). Pengaruh Citra Merek, Harga Dan Kualitas
Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Konsumen Mie Endess Di
Bangkalan). Jurnal Studi Manajemen Dan Bisnis, 6(2), 96–104.
Anggriana, Rina, Qomariah, Nurul, & Santoso, Budi.
(2017). Pengaruh Harga, Promosi, Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan
Jasa Ojek Online “OM-JEK” Jember. Jurnal Sains Manajemen Dan Bisnis
Indonesia, 7(2).
Astuti, Miguna, MM, M. O. S., Matondang, Nurhafifah, Kom, S.,
& MM, M. Ti. (2020). Manajemen Pemasaran: UMKM dan Digital Sosial Media.
Deepublish.
DWI, AGUNG WICAKSONO. (2019). PENGARUH CITRA MEREK (BRAND
IMAGE), KUALITAS PRODUK, DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA
“PRODUK BATIK MUKTI RAHAYU” DI KABUPATEN MAGETAN. Universitas Muhammadiyah
Ponorogo.
Elah, Elah. (2015). PENGARUH PROGRAM MARKETING PUBLIC
RELATIONS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TYPE ERTIGA (Studi Kasus di Dealer
Mobil Suzuki Ciledug). Avant Garde, 3(1).
Ernawati, Iis. (2017). Uji kelayakan media pembelajaran
interaktif pada mata pelajaran administrasi server. Elinvo (Electronics,
Informatics, and Vocational Education), 2(2), 204–210.
Hanugraheningtias, Arvinda. (2015). Relasi Etika, Bisnis
Media, Dan Masyarakat Tontonan yang Diciptakannya. JURNAL INTERAKSI, 4(1),
90–100.
Martono, Nanang. (2010). Metode penelitian kuantitatif:
Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder (sampel halaman gratis).
RajaGrafindo Persada.
Nashir, Muhammad Abu. (2018). Pengaruh Iklan Televisi
Indomie terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa: Studi Kasus pada Mahasiswa
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Islam
Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Nimah, Maskurotin, Nuringwahyu, Sri, & Hardati, Ratna
Nikin. (2021). PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN CITRA MEREK TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA KONSUMEN INDOMIE KEC. JETIS MOJOKERTO). JIAGABI
(Jurnal Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis), 10(2), 165–170.
Ong, Ian Antonius. (2013). Analisa pengaruh strategi
diferensiasi, citra merek, kualitas produk dan harga terhadap keputusan
pembelian pelanggan di Cincao Station Grand City, Surabaya. Jurnal Strategi
Pemasaran, 1(2), 1–11.
Pribadi, Jeniver, & Magdalena, Maria. (2020). Pengaruh
Brand Image, Instagram Advertising Media Dan Product Quality Terhadap Keputusan
Pembelian Produk Kopi Di Blend Coffe Padang.
Puspa, Rani, Permana, Angrian, & Nuryanti, Sesiyana.
(2017). Pengaruh Harga Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus
pada Perumahan Ciujung River Park Serang, Banten). Jurnal Ilmiah Manajemen
Bisnis, 3(02), 205.
Putra, Dimas Ariyanto, Hufron, Mohammad, & Slamet, Afi
Rachmat. (2017). Pengaruh Brand Image Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan
Pembelian Mobil Toyota Agya Di Kota Malang (Studi Kasus Pembelian Mobil Toyota
Agya di Dealer Toyota Kartika Sari Malang). Jurnal Ilmiah Riset Manajemen,
6(1).
Putra, Susanto Doni, Sumowo, Seno, & Anwar, Anwar.
(2017). Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Harga Terhadap
Kepuasan Pelanggan (Studi Pada Usaha Rumahan Kerupuk Ikan Super Besuki
Situbondo). Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 3(1).
Stanton, David J., Smith, Bena R., & Leung, Katherine K.
S. (2014). Status and roosting characteristics of Collared Crow Corvus
torquatus at the Mai Po Nature Reserve, Hong Kong. Forktail, 30,
79–83.
Sulistiawan, Deni, Riadi, Sukisno Selamet, & Maria, Siti.
(2018). Pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja
pegawai. KINERJA, 14(2), 61–69.
Wulandari, Dwi Ajeng, & Oktafani, Farah. (2017). Pengaruh
Brand Image Terhadap Proses Keputusan Pembelian Sepatu Nike (Studi Pada
Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University Bandung). Jurnal
Computech & Bisnis, 11(1), 47–58.
|
|
© 2022
by the authors. Submitted for possible open access publication under the
terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |