Hari Setiawan Saragih, Nuri Aslami / JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 377-383
Pengaruh Perdagangan Internasional dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia 380
Perekonomian suatu negara dapat dilihat melalui tingkat pertumbuhan ekonomi negara
yang bersangkutan. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin baik juga
perekonomian suatu negara. Peningkatan kondisi perekonomian suatu negara akan berdampak
positif terhadap sisi permintaan agregat dan penawaran agregat suatu negara. Pertumbuhan
ekonomi tergolong ke dalam masalah makroekonomi. Masyarakat suatu negara akan berusaha
meningkatkan kemampuan melakukan produksi dengan memaksimalkan faktor produksi yang
tersedia. Faktor produksi tersebut adalah modal, tenaga kerja, dan tanah. Dengan meningkatnya
investasi sebagai modal, tenaga kerja dan sumber daya lainnya akan semakin menambah
kapasitas produksi (Menajang, 2014). Terdapat beberapa definisi pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi merupakan ukuran untuk perkembangan suatu perekonomian
(Zulfa, 2016). Instrumen ini menjadi penting dalam mengukur seberapa berhasil faktor-faktor
stimulan menjalankan kebijakan-kebijakan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi berarti
perkembangan produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara (Qomariyah, 2013).
Tetapi sangat sulit untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang dicapai dengan ukuran
berbagai jenis data produksi. Oleh karena itu ukuran yang selalu digunakan adalah tingkat
pendapatan nasional.
Di era globalisasi, perdagangan internasional merupakan salah satu instrumen untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi. Secara tradisional, perdagangan internasional terjadi karena
kelangkaan sumber daya di suatu negara (Herdiansyah, 2019). Kelangkaan sumber daya di suatu
negara dapat teratasi karena memperoleh sumber daya langka tersebut dari negara lain melalui
jalur perdagangan. Namun di era globalisasi ini, tujuan dari perdagangan internasional sudah
berkembang untuk memperoleh keuntungan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang perdagangan internasional, yaitu teori
keunggulan absolut, teori keunggulan komparatif, dan teori Hecksher-Ohlin (Purba et al., 2021).
Teori keunggulan absolut menjelaskan bahwa perdagangan akan meningkatkan keuntungan jika
diterapkan dengan menggunakan mekanisme perdagangan bebas (Purba et al., 2021). Untuk
meningkatkan keuntungan dari perdagangan bebas, para pelaku ekonomi akan melakukan
spesialisasi dengan tujuan meningkatkan efisiensi. Spesialisasi sebaiknya dilakukan
berdasarkan keunggulan absolut, yaitu kemampuan produksi dengan biaya yang rendah (Purba
et al., 2021).
Untuk memperbaiki kelemahan teori keunggulan absolut, maka dikembangkan teori
keunggulan komparatif. Kelemahan teori keunggulan absolut adalah tidak dapat menjawab
pertanyaan bagaimana jika suatu negara menguasai semua barang yang diperdagangkan secara
absolut. Teori keunggulan komparatif memberikan solusi bahwa perdagangan dapat terjadi
walaupun suatu negara menguasai seluruh barang secara absolut dengan mengekspor barang
yang paling efisien produksinya (Purba et al., 2021). Sebagai contoh, Perancis dan Swiss sama-
sama melakukan produksi keju dan anggur. Biaya produksi keju dan anggur di Swiss lebih
rendah dibandingkan dengan Perancis. Di pasar domestik Swiss, biaya produksi keju lebih
rendah dibandingkan dengan produksi anggur. Swiss akan mendapatkan keuntungan yang lebih
besar jika memproduksi keju dan mengimpor anggur dari Perancis. Namun, kedua teori
perdagangan internasional tersebut masih terdapat kelemahan. Kedua teori tersebut tidak
memperhatikan perbedaan faktor produksi.
Dari perkembangan ketiga teori tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa teori-
teori yang ada semakin memperlihatkan bahwa pencarian keuntungan adalah tujuan utama dari
perdagangan. Secara kaidah makroekonomi, peningkatan agregat produksi dalam negeri akan
semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan konsep perhitungan
pendapatan nasional metode pengeluaran yang menyatakan bahwa selisih keuntungan dari
perdagangan internasional akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hubungan Investasi dengan Pertumbuhan Ekonomi
Investasi merupakan salah satu variabel yang mampu menjelaskan bagaimana cara
mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam penghitungan pendapatan nasional metode
pengeluaran, investasi juga merupakan salah satu komponen pendapatan nasional (Kholis et al.,