JOSR: Journal of Social Research
Oktober 2022, 1 (11), 432-447
p-ISSN: 2827-9832 e-ISSN: xxxx-xxxx
Available online at http:// https://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
http://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
PENGELOLAAN KEPARIWISATAAN DI MASA PEMULIHAN
PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PARIWISATA DANAU TOBA)
Dina Yunita
Politeknik Pariwisata Medan
dinayunita@poltekparmedan.ac.id
Abstrak (indonesia)
Received:2
Oktober
2022
Revised :
12 Oktober
2022
Accepted:22
Oktober
2022
Latar Belakang: Pandemi Covid-19 menyebabkan
kunjungan wisatawan menuju danau toba turun hingga
99,92% hampir tidak ada yang berkunjung diawal
diumumkannya pandemi. Keadaan ini membuat
banyak pengusaha pariwisata di daerah danau toba
mengalami kerugian dan masyarakat yang
menggantungkan hidup dari pariwisata danau toba
mengalami kesulitan ekonomi yang cukup hebat.
Tujuan: bertujuan untuk mendapatkan pengelolaan
kepariwisataan danau toba dalam hal pemulihan
ekonomi, strategi pemulihan pemasaran dan promosi
serta penguatan kelembagaan berdasarkan Analisis
kebutuhan.
Metode: Metode Survei dengan Teknik wawancara
dapat dilaksanakan melalui wawancara tatap muka,
focus grup interview, wawancara melalui telepon
ataupun wawancara melalui koneksi internet.
Hasil: hasil analisa tersebut belum terdapat kolaborasi
yang baik, sehingga untuk mencapai kolaborasi yang
baik antar pengelola dapat Membuat Perencanaan
Pemulihan ekonomi berdasarkan Analisa Dampak
covid-19 terhadap pelaku parwisata danau toba,
perencanaan dibuat oleh multi-pemangku kepentingan
yang saling berkolaborasi dan mempertimbangkan
kebutuhan masing-masing.
Kesimpulan: strategi diversifikasi pariwisata danau
toba, pemasaran digital pariwisata danau toba, dan
melaksanakan Program insentif untuk memicu
mulainya perjalanan. Penguatan Institusi dan
Building resilience dapat dilakukan dengan
kolaborasi para pengelola yang diharapkan pengelola
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
433
utama ialah pihak Dinas Pariwisata Sumatera Utara.
Memantau penerapan CHSE di perusahaan penyedia
amenitas wisata danau toba, melakukan pelatihan
terkait pengembangan SDM baik untuk masyarakat
lokal pelaku UMKM Wanita dan Kaum muda. Dinas
Pariwisata harus mampu memberikan akses
permodalan kepada pelaku UMKM dengan
bekerjasama dengan pihak Dinas Koperasi dan
UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Kata kunci: Pariwisata, Danau Toba, Masa
Pemulihan, pandemi Covid-19
Abstract (English)
Background: The Covid-19 pandemic caused tourist
visits to Lake Toba to fall by 99.92%, almost no one
visited at the beginning of the announcement of the
pandemic. This situation makes many tourism
entrepreneurs in the Lake Toba area suffer losses
and the people who depend on Lake Toba tourism
experience serious economic difficulties.
Objective: aims to obtain Lake Toba tourism
management in terms of economic recovery,
marketing and promotion recovery strategies and
institutional strengthening based on needs analysis.
Methods: Survey Methods with interview techniques
can be carried out through face-to-face interviews,
focus group interviews, telephone interviews or
interviews via an internet connection.
Results: the results of the analysis there is no good
collaboration, so to achieve good collaboration
between managers can make economic recovery
plans based on the Covid-19 impact analysis on lake
toba tourism actors, planning is made by multi-
stakeholders who collaborate and consider each
other's needs .
Conslusion: Lake Toba's tourism diversification
strategy, digital marketing of Lake Toba's tourism,
and implementing an incentive program to trigger
trips to start. Institutional strengthening and building
resilience can be done with the collaboration of
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
434
managers, which is expected to be the main manager
of the North Sumatra Tourism Office. Monitoring the
implementation of CHSE in the Lake Toba tourism
amenity provider company, conducting training
related to human resource development both for
local communities, MSMEs, women and young
people. The Tourism Office must be able to provide
access to capital to MSME actors by collaborating
with the Cooperatives and MSMEs Office and the
Industry and Trade Office.
Keywords: Tourism, Lake Toba, Recovery Period,
Covid 19 Pandemic
*Correspondent Author : Dina Yunita
Email : dinayunita@poltekparmedan.ac.id
PENDAHULUAN
Pengembangan kawasan wisata terus diupayakan melalui program
pemerintah mulai dari Kementerian Pariwisata sampai dengan pemerintah daerah.
Pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan dan perintisan daya tarik wisata
dan 10 (sepuluh) destinasi wisata prioritas dalam rangka pertumbuhan destinasi
pariwisata nasional dan pengembangan daerah serta peningkatan kualitas dan daya
saing pariwisata sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2017 tentang
Kementerian Pariwisata. Sepuluh destinasi prioritas tersebut adalah Borobudur,
Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Kawasan
Danau Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.
Danau toba juga termasuk dari 88 Wilayah KSPN Indonesia (Abidin, 2007).
Penelitian tim Horwath HTL (2017) mengemukakakn bahwa Danau Toba
adalah danau vulkanik alami besar yang terletak di Sumatera Utara, 176 kilometer
ke arah selatan Medan. Danau itu sendiri, panjangnya sekitar 100 kilometer, 30
kilometer lebar dan dalam 505 meter, memiliki ketinggian permukaan 904 meter.
Keindahan alam Danau Toba bersumber dari lingkungan dan pemandangannya
yang tenang.Menurut Kompas.com (2/7/2020) Kaldera Toba ditetapkan sebagai
UNESCO Global Geopark pada sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di
paris, Perancis. Penetapan Kaldera Toba Sebagai UNESCO Global Geopark
memberikan kesempatan dan sekaligus juga tanggung jawab bagi Indonesia,
khususnya bagi masyarakat setempat, yang menjadikan danau toba sebagai
sumber mata pencaharian (Buheji & Buheji, 2020).
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
435
Pandemi Covid-19 yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 21 Tahun 2020 Tentang
Pembatasan Sosial Besar-besaran yang berisi tentang pembatasan sosial yang
meliputi Peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan
pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Kegiatan wisata yang
termasuk kedalam fasilitas umum terpaksa dihentikan. Menurut I Dewa (2020)
Tekanan pada industri pariwisata sangat terlihat pada penurunan yang besar dari
kedatangan wisatawan mancanegara dengan pembatalan besar-besaran dan
penurunan pemesanan. Penurunan juga terjadi karena perlambatan perjalanan
domestik, terutama karena keengganan masyarakat Indonesia untuk melakukan
perjalanan, khawatir dengan dampak Covid-19. Penurunan bisnis pariwisata dan
perjalanan berdampak pada usaha UMKM, dan terganggunya lapangan kerja
(Damanik & Weber, 2006).
Kawasan Danau toba yang merupakan kawasan pariwisata yang paling
diandalkan di provinsi Sumatera Utara tentu juga merasakan dampak dari
pandemi covid-19 ini. Menurut Merdeka (Rahmanita, Nurbaeti, Dewi, &
Widyastuti, 2021). Com (3/06/2020) mengemukakan bahwa Penurunan
kunjungan wisatawan asing ini juga terjadi di Sumatera Utara. Hingga April 2020,
penurunan ini hampir mencapai seratus persen jika dibandingkan dengan bulan
yang sama di tahun 2019 lalu, yaitu sebesar 99,92 persen. Pada bulan April 2019
tercatat 21.962 kunjungan wisatawan asing ke Sumut (Nurtanio & Brahmantyo,
2021).
Turunnya jumlah kunjungan sangat berdampak kepada masyarakat Danau
Toba. Atas latar belakang tersebut maka penulis mengambil judul terkait
penelitian ini. Untuk mendapatkan rencana pengembangan dengan merujuk
kepada teori dari UNWTO (2020) yakni Covid-19 Tourism Recovery Technical
Assistance Package yang termasuk didalamnya 3 pilar utama dalam membangun
pariwisata kembali setelah masa pandemi yakni 1) Pemulihan ekonomi (Economic
Recovery), 2) Pemasaran dan Promosi (Marketing and promotion), 3) Penguatan
kelembagaan (institutional strengthening and building resilience). Dengan
demikian penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengelolaan kepariwisataan
danau toba dalam hal pemulihan ekonomi, strategi pemulihan pemasaran dan
promosi serta penguatan kelembagaan berdasarkan Analisis kebutuhan. Analisisi
Kebutuhandigunakan untuk menggambarkan kebutuhan masing-masing
stakeholder (pengelola) dalam pengelolaan pariwisata Danau Toba di Masa
Pemulihan Pandemi Covid-19. Data kebutuhan stakeholder dikelompokkan
menurut kemiripannya berdasarkan kebutuhan sinergis dari masing-masing
stakeholder (Sedarmayanti, 2014).
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
436
Gambar 1. Konsep Penelitian
Dengan melihat konsep penelitian diatas penulis juga mencari literature
terkait penelitian sebelumnya dengan topik yang sama, namun belum ada
penelitian terkait pengelolaan kepariwisataan di masa pemulihan pandemi covid-
19 yang merujuk kepada Technical Assistance UNWTO (2020).
Tabel 2. Penelitian Terdahulu
Penulis
Tahun
Judul
Rumusan
Hasil
izky
Arimazona
Siregar1,
Hanny
Wahidin
Wiranegara
1, Henky
Hermantoro
2
2018
Pengemba
ngan
Kawasan
Pariwisata
Danau
Toba,
Kabupaten
Toba
Samosir
Mengidentifi
kasi aspek-
aspek
pengembang
an kawasan
pariwisata
yang masih
bermasalah
guna
merumuskan
upaya agar
jumlah
kunjungan
wisatawan di
kawasan
pariwisata
Danau Toba
dapat
meningkat,
khususnya
pada wilayah
Kabupaten
Toba
Samosir.
Penelitian ini
terfokus pada
pengembanga
n kawasan
wisata daerah
danau toba
secara umum
sedangkan
penelitian
yang penulis
lakukan ialah
pengelolaan
pariwisata
dengan
pengelola
analysis
Asper
Heslinga,
Peter
Groote &
2017
Strengthening
Governance
Processes To
Improve
Membantu
Memahami Tata
Kelola
Pengaturan
Enefit-Sharing
Penelitian Ini
Terfokus Pada
Benefit-
Sharing Oleh
Pengelolaan
Kepariwisataan
(Masa
Pemulihan
Covid-19
Mekanisme
Pengelolaan sesuai
Teori UNWTO
(2020) dan hasil
penelitian terhadap
responden
Kawasan
Destinasi
Pariwisata
Danau Toba
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
437
Frank
Vanclay
Benefit-Sharing
From Tourism
In Protected
Areas By Using
Pengelola
Analysis
Yang Berkaitan
Dengan
Pengelolaan
Pariwisata
Pengelola
Sedangkan
Penelitian
Penulis Ini
Terfokus Pada
Segala Aspek
Pengelolaan
Pariwisata
OlehPengelol
a Terkait
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni penelitian yang
membahas tujuan penelitian melalui berbagai teknik yang memungkinkan
peneliti untuk memberikan interprestasi terhadap fenomena yang menjadi
perhatian tanpa tergantung pada pengukuran numerik (Zikmund, et al, 2012)
dikutip dari Sugiarto (2017). Tujuan studi dalam pelaksanaan penelitian ialah
studi ekplorasi (exploration study) atau studi penjajakan dimaksudkan untuk
memahami karakteristik fenomena atau masalah yang diteliti. Proses
pengambilan data dengan observasi dan wawancara ini sama seperti triangulasi
dalam paradigma penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah
Danau Toba khususnya di kecamatan tomok dan tuk-tuk Kabupaten Samosir
Provinsi Sumatera Utara Indonesia. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan
Januari tahun 2021 (Siregar, 2011).
Sample dalam penelitian ini sesuai dengan teori konsep pengembangan
Daya Tarik Wisata dengan pendekatan penawaran (Supply) dan permintaan
(demand) yang menjadi sumber data/sample ialah pihak-pihak yang terkait
dalam komponen penyedia produk wisata dan wisatawan. Pihak-pihak terkait
dalam penyedia komponen produk wisata adalah Pemerintah Kabupaten Samosir
dan BOPDT sebagai pengelola Atraksi Wisata/Daya Tarik Wisata dan
Aksesibilitas (Sunaryo, 2013). Pemilik homestay dan penginapan, pemilik
restaurant, pemilik usaha jasa rental mobil atau sepeda, pemilik toko souvenir
dan Biro Perjalanan wisata sebagai penyedia fasilitas/amenitas di daerah tomok,
tuk-tuk dan ambarita pulau samosir. Untuk pihak-pihak penyedia komponen
produk wisata ini peneliti akan mengumpulkan data dengan cara observasi dan
wawancara untuk mengetahui keinginan atau kebutuhan para responden
pengelola, kepada calon wisatawan untuk mengentahui tentang pengembangan
danau toba di setelah masa pandemi peneliti akan menggunakan kuesioner yang
disebar secara online menggunakan google form (Smaranda & Daniela, 2012).
Menurut Sugiarto (2017) terdapat dua teknik pengambilan sample yakni
probablity sampling dan non-probablity sampling. Pada penelitian ini penulis
mengambil teknik pengambilan sample non-probablity sampling yakni teknik
pengambilan sample yang tidak menggunakan prosedur seleksi sampel atas dasar
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
438
peluang. Setiap elemen populasi tidak memiliki peluang yang tetap untuk terpilih
sebagai sampel. Karena sampel telah ditentukan terlebih dahulu sehingga tidak
perlu diseleksi (Sugiarto, 2017).
Terdapat beberapa jenis teknik pengambilan data dengan Non-probablity
sampling, pada penelitian ini penulis mengambil convenience sampling yakni
sampel diambil berdasarkan ketersediaan elemen dan kemudahan untuk
mendapatkannya. Kemudian teknik ini juga seringkali digunakan pada tahap
awal penelitian eksploratif untuk memberi petunjuk awal tentang suatu kondisi
yang menarik perhatian. Karena penelitian tentang pariwisata setelah masa
pandemi ini merupakan suatu penelitian yang tergolong baru dan kondisi ini
sangat menarik perhatian sehingga teknik ini yang paling sesuai. Prosedur yang
dilakukan dalam penelitian ini dengan menyebarkan surat ijin untuk mengambil
data kepada pemerintahan yakni BPODT dan Dinas Pariwisata Kabupaten
Samosir, Asosiasi Pariwisata yakni Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)
DPD Sumatera Utara, Akademisi yakni Politeknik Pariwisata Medan, Media
yakni Forum Jurnalis Pariwisata dan perwakilan masyarakat. Setelah
mendapatkan ijin penulis menjadwalkan untuk wawancara dan mendapatkan
data-data yang dibutuhkan (Sugiyono 2015).
A. Data, Intrumen, dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan
data sekunder dengan menggunakan metode pengumpulan data survei dan
observasi. Menurut Sugiarto (2017) tersedia dua teknik pengumpulan data dalam
Metode survey; Motode Survei dengan Teknik wawancara dapat
dilaksanakan melalui wawancara tatap muka, focus grup interview, wawancara
melalui telepon ataupun wawancara melalui koneksi internet. Dalam penelitian
ini penulis menggunakan beberapa teknik wawancara yang disesuaikan dengan
responden. Wawancara mendalam (depth interview) adalah Sebuah wawancara
satu-satu antara peneliti profesional dengan responden penelitian. Metode ini
akan digunakan peneliti untuk responden kepala dinas pariwisata kabupaten
samosir dan pihak pengelola yakni ketua Badan Otorita Pengembangan Danau
Toba (BOPDT) serta Wawancara semi terstruktur (semi-structed interview) yaitu
Wawancara yang dilakukan dalam bentuk tertulis dengan meminta tanggapan
responden dalam bentuk uraian singkat sehubungan dengan pertanyaan terbuka
yang spesifik. Teknik ini akan penulis gunakan untuk mendapatkan data dari
responden pihak penyedia fasilitas/amenitas yakni Pemilik homestay dan
penginapan, pemilik restaurant, pemilik usaha jasa rental mobil atau sepeda,
pemilik toko souvenir dan Biro Perjalanan wisata.
Metode Observasi; Menurut Sugiarto (2017) observasi adalah proses
sistematis yang merekam pola perilaku aktual orang, benda, dan peristiwa yang
terjadi. Dalam penelitian ini penulis mengadakan observasi yang berterus terang
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
439
dengan pengamatan langsung (direct obseravtion) yakni upaya langsung untuk
mengamati dan merekam apa yang terjadi secara alami di objek wisata,
homestay/penginapan dan tempat lainnya di daerah tomok dan tuk-tuk kabupaten
samosir.
Teknik Analisis Data; Sugiyono (2015) mengemukakan bahwa Analisis
data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh
dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara
mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan
yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh
diri sendiri maupun orang lain. Karena penelitian menggunakan metodologi
penelitian kualitatif maka analisis data akan dilaksnakan dengan paradgima
penelitian kualitatif. Setelah data terkumpul maka data akan dianalisa, Menurut
Daymon dan Holloway (2008) yang dikutip dari Sugiarto (2017) analisis data ini
berlangusng pada saat observasi, saat wawancara berlangsung dan lain-lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Analisis berdasarkan kebutuhan digunakan untuk menggambarkan
kebutuhan masing-masing responden pengelola dalam pengelolaan pariwisata
Danau Toba di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19. Berikut adalah hasil analisis
kebutuhan masing-masing pengelola berdasarkan hasil wawancara :
Tabel 3. Hasil Analisis Kebutuhan Responden Pengelola
No
Pengelola Terkait
Kebutuhan
1.
BPODT(Badan
Pelaksana Otorita
Danau Toba)
Partisipasi Masyarakat (Menjaga kebersihan,
kemanan dan kenyamanan wisatawan)
Standart Story Telling
Penelitian untuk mengatasai masalah length of
stay wisatawan yang pendek
Panduan Mitigasi yang lebih rinci dalam
pelaksanaan Event di Masa Pemulihan
Kepastian regulasi Pemerintah Daerah (Terkait
Pembangunan Fasilitas Umum)
Pengembangan jalur sepeda (ijin dan partisipasi
pemda serta masyarakat)
2.
Dinas
Pariwisata
Kabupaten Samosir
Akses permodalan untuk membantu masyarakat
pelaku usaha pariwisata
Pelatihan SDM masyarakat sekaligus dengan
sertifikasi (khususnya bidang MICE)
Pelatihan tentang diferensiasi produk
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
440
(narasumber dari daerah yang berpengalaman)
Konektifitas antar destinasi (penguatan jaringan
dengan pihak tour operator dan HPI agar
membuat produk wisata ke daerah lain selain
tomok dan simanindo) agar menambah length
of stay wisatawan
Biaya pemasaran yang di refocussing ke
penanggulangan pandemi sehingga diharapkan
pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan
3.
Dinas
Pariwisata
provinsi
Sumatera Utara
Bekerjasama dengan DISPERINDAG dan
DINAS Koperasi mengenai permodalan usaha
masyarakat
Arahan kementerian mengenai rencana
pemulihan ekonomi agar dikoordinasikan ke
daerah
4.
Genpi (Generasi
Pesona Indonesia)
Tetap berinteraksi antar pengelola terutama
dalam hal promosi
Partisipasi masyarakat dalam promosi
Kerjasama dengan pemerintah untuk membuat
konten promosi yang berkualitas
5.
FORLISPAR
(Forum
Jurnalis Pariwisata)
Marketplace untuk tempat masyrakat berjualan
Lebih banyak publikasi tulisan mengenai danau
toba di masa pemulihan
Pemerintah bekerjasam untuk promosi dengan
melibatkan influencer, travel blogger, travel
vlogger, dan persiapan setelah promosi akan
dibuat kegiatan atau atraksi apa untuk
wisatawan
Masukan dari komunitas agar dikerjakan
dengan baik oleh pemerintah (jangan hanya
buat rapat dan pelatihan selebihnya tidak ada
tindak lanjut)
Pendampingan masyarakat dalam hal
diferensisasi produk yang kemudian dapt
dipromosikan
6.
Kepala Desa Sigapiton
Pelatihan SDM terkait hospitality dan
manajemen desa wisata
Pembangunan fasilitas oleh pemerintah harus
ada evaluasi
Standart layanan tarif dan harga jual homestay
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
441
harus distandartkan
Pendampingan dalam pembangunan jangan
hanya pelatihan dan tidak ada tindak lanjut
7.
Pokdarwis Hutabalian
Pendampingan oleh akademisi ataupun
pemerintah dalam hal pengembangan SDM dan
Infrastruktur
Pendampingan dalam hal masyarakat sadar
wisata karena POKDARWIS yang tergolong
baru
8.
Pokdarwis Silalahi
Akses permodalan
Pendampingan dalam hal pemulihan ekonomi
setelah masa pandemi
Pendampingan oleh akademisi ataupun
pemerintah dalam hal pengembangan SDM dan
diferensiasi produk
9.
Politeknik Pariwisata
Medan
Masyarakat yang lebih terbuka dalam
menerima pelatihan dan program oleh
akademisi
Kerjasama pihak yang bersangkutan dalam
pemenuhan data terkait penelitian mengenai
pemulihan ekonomi dan lainnya setelah masa
pandemi
Kerjasama dengan masyarakat agar program
pengabdian masyarakat yang telah dibuat
ditindak lanjuti
1.
HPI
(Himpunan
Pramuwisata)
Sumatera Utara
Kemudahan akses kedatangan bagi wisatawan
mancanegara (karena masyarakat lokal jarang
yang bepergian dengan pemandu wisata)
Promosi oleh pengelola terkait agar bepergian
dengan pemandu wisata akan lebih menarik
Standarisasi story telling (difasilitasi oleh
akademisi dan kerjasama masyarakat lokal)
Pemerintah dan media agar lebih banyak
mengajak pihak HPI dalam diskusi dan
penyampaian evaluasi mengenai pengelolaan
pariwisata danau toba
Identifikasi kebutuhan masing-masing Responden dapat dikelompokkan
menjadi 7 kelompok kebutuhan berdasarkan kesamaan kebutuhan yakni sebagai
berikut:
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
442
Tabel 4. Identifikasi Kebutuhan Responden Pengelola
Kebutuhan
Pemangku Kepentingan
Partisipasi
BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau
Toba), Dinas Pariwisata Samosir, Dinas
Parwisata Sumatera Utara, Pokdarwis
Hutabalian, Pokdarwis Silalahi, Desa
Sigapiton, Genpi Sumut, Forlispar,
Politeknik Pariwisata Medan, HPI
Standarisasi Story Telling
BPODT dan HPI
Pelatihan/pendampingan
Pengembangan SDM serta
Sertifikasi
Dinas Pariwisata Samosir, Pokdarwis
Hutabalian, Pokdarwis Silalahi, Desa
Sigapiton
Pelatihan/pendampingan
Diferensiasi Produk (Masa
Pemulihan Pandemi)
Dinas Pariwisata Samosir, Pokdarwis
Silalahi, FORLISPAR
Akses Permodalan
Dinas Pariwisata Samosir, Pokdarwis
Silalahi, Dinas Pariwisata Provinsi
Sumatera Utara
Length Of Stay Wisatawan
(konektifitas dan ragam
aktifitas)
BPODT dan Dinas Parwisata Samosir
Penelitian mengenai dampak
dan rencana pemulihan
pandemi covid-19
BPODT dan Politeknik Pariwisata
Medan
Promosi wisata danau toba
di masa pemulihan
BPODT, FORLISPAR, Genpi Sumut,
Dinas Pariwisata Provinsi SUMUT
B. Pembahasan
Pengelolaan Pariwisata Danau Toba dalam hal Pemulihan Ekonomi
(Economic Recovery)
Perencanaan pemulihan ekonomi dibuat setelah melakukan pengukuran
dampak covid-19, hal ini dilakukan melalui menilai dan mengevaluasi dampak
yang disebabkan oleh krisis covid 19 pada operasional pekerjaan pariwisata,
penilaian dan evaluasi dilakukan melalui riset dan penelitian, menurut hasil
wawancara dengan pihak Politeknik Pariwisata Medan sudah terdapat penelitian
dosen mengenai dampak covid-19 ini terhadap pariwisata danau toba hanya saja
hasil penelitian nya belum di publish sehingga tidak dapat di gunakan oleh pihak
lain yang membutuhkan dalam membuat perencanaan pemulihan ekonomi di
kawasan danau toba.
Review sistem statistik juga belum dilakukan guna menghitung sejauh
mana dampak pandemi covid-19 terhadap pariwisata danau toba, review sistem
statistik ini harusnya dilakukan oleh pihak BPODT yang bekerjasama dengan
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan hasil review statistik
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
443
tersebut maka akan mendapatkan hasil industri mana saja yang paling terdampak
dan pemerintah daerah dapat mengambil langkah untuk penyediaan lapangan
pekerjaan dan dapat meningkatkan PDB daerah. Selain kepada industri, penelitian
untuk mengukur statistik pengunjung danau toba selama masa pandemi belum
dilakukan terlihat dari belum adanya data kunjungan terbaru selama tahun 2020
samapi 2021 ini.
Dinas Pariwisata Sumatera Utara dan pengelola terkait belum membuat
rencana untuk pemulihan ekonomi danau toba terutama dalam hal penguatan lokal
yakni peningkatan produksi produk lokal dan target pasar lokal. Karena akses
masuk internasional masih dibatasi akibat pandemi maka yang menjadi target
wisatawan yakni wisatawan lokal. Pengembangan produk lokal belum dilakukan
maksimal kecuali di daerah Dairi yang terakhir dilaksanakan kegiatan Beli
kreatif Danau Toba” yang di buat oleh kementerian pariwisata bekerjasama
dengan pemerintah kabupaten Dairi selain itu terdapat dalam program kerja
BPODT yang akan dilaksanakan kedepnnya mengenai pengembangan produk
lokal pengembangan produk berbasis bahan kopi dan nenas. Namun, untuk
wilayah samosir yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari
ekonomi kretiaf dengan berjualan souvenir belum mendapatkan perhatian khusus.
Sesuai arahan kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program
CHSE dan Bangga Produk Lokal” serta program kerja BPODT dan beberapa
Dinas Pariwisata Terkait berikut adalah skema yang penulis petakan.
Gambar 5. Skema pemulihan ekonomi pariwisata danau toba
Selama melaksanakan penelitian penulis belum melihat upaya nyata dari
pengelola untuk memulai perencanaan pemulihan ekonomi pariwisata di kawasan
danau toba, pengelola masih saling tunggu arahan dari kementerian pariwisata dan
ekonomi kreatif dan pemerintah Provinsi.
Evaluasi dampak
covid-19
terhadap pelaku
pariwisata danau
toba dengan
review statistik
(BPODT, Dispar
Langkah yang
diambil
berdasarkan hasil
evaluasi
Mulai membuka destinasi dengan
Protokol CHSE bagi objek wisata
dan UMKM Penyedia Amneitas
Program pendukungan UMKM
dengan memudahkan akses
permodalan tanpa bunga dan
keringanan pajak
Membantu mencari topik
perencanaan bisnis UMKM yang
sesuai dengan masa setelah covid-19
Pindai rantai nilai pariwisata dari
konsumsi dan produksi sesuai
perspektif berkelanjutan
(Sustainability)
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
444
Promosi dan Pemasaran (Marketing and Promotion) Pariwisata Danau Toba
Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19
Review statistik yang belum dilakukan untuk pemulihan ekonomi
pariwisata membuat pelaku pariwisata danau toba belum dapat mengambil
langkah untuk review strategi pemasaran dan promosi, identifikasi dan penargetan
pasar yang dapat membantu mempercepat pemulihan, menangani diversifikasi
produk, dan belum bisa merekomendasi harga dan kemasan produk terbaru.
Berikut adalah keadaan pengelolaan danau toba dalam hal pemasaran dan
promosi: Strategi pemasaran pariwisata domestic. Akses luar negeri yang masih
ditutup membuat perencanaan pemasaran international belum bisa menjadi agenda
utama sehingga wisatawan domestik menjadi target prioritas promosi Danau Toba
menurut hasil wawancara dengan pihak BPODT. Divisi pemasaran BPODT
Danau Toba masih dalam tahap perencanaan untuk membangun brand image
wisata halal yang ramah muslim karena posisi geografis danau toba yang berada
di provinsi Sumatera Utara berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh dan
Provinsi Sumatera Barat yang mayoritas penduduknya adalah muslim.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua HPI Sumatera Utara kebanyakan
wisatawan muslim yang mereka bawa ke danau toba rata-rata hanya berkunjung
satu kali dan mempercepat lama tinggalnya karena mushola yang terbatas,
masakan halal yang tidak bervariasi dan lingkungan yang kurang bersih. Dengan
demikian untuk menarik wisatawan lokal brand image yang perlu dibangun oleh
detinasi danau toba ialah wisata halal.
Berdasarkan analisis kebutuhan diatas Pihak BPODT, Dinas-dinas
parwisata terkait, dan pelaku pariwisata danau toba diagendakan akan
berkolaborasi untuk pengembangan dan promosi paket wisata untuk pasar dalam
negeri. Untuk menarik minat dan menambah lama tinggal wisatawan domestik.
Kerjasama promosi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika serta media juga
sedang dikerjakan dengan melibatkan pihak Genpi, promosi yang sesuai dengan
karakter wisatawan lokal yang lebih menyukai promosi visual dibandingkan
membaca cerita.Strategi Diversifikasi Pariwisata Danau Toba.
Diversifikasi Pariwisata Danau toba dilakukan berdasarkan pengalaman
para pemandu wisata yang bergabung dalam HPI (hasil wawancara dengan pihak
HPI) yang pernah melaksanakan skema pariwisata sosial dengan membagikan
peralatan sekolah kepada anak-anak di desa sigapiton. Dulu pada tahun 1990-an
sebelum akses darat menuju desa digapiton dibuka pihak HPI telah melaksanakan
atraksi wisata sosial dengan mengajak wisatawan berkunjung ke desa sigapiton
untuk membagikan peralatan sekolah karena Desa sigapiton sendiri terdapat
beberapa sekolah yang belum layak dan ekonomi masyarakat yang hanya
bergantung pada pertanian, area yang jauh dari perkotaan membuat
masyarakatnya masih keterbelkangan pendidikan. Rekomendasi pihak HPI
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
445
Kegiatan sosial dilaksanakan ke daerah tersebut dan akan menambah jumlah
kunjungan ke danau toba khususnya desa sigapiton dan sekitarnya. Perjalanan
wisata sosial untuk membagikan perlengkapan sekolah, perlengkapan sanitasi,
pengenalan protokol kesehatan, mengajar bahasa inggris akan sangat membantu
masyarakat toba. Strategi Pemasaran Digital Pariwisata Danau Toba.
Pemasaran digital menjadi kunci utama promosi pariwisata Indonesia
khususnya danau toba saat ini terlihat dari program kerja divisi pemasaran
BPODT yang mulai berfokus pada promosi menggunakan web based information
dan sosial media seperti youtube, instagram, dan facebook. Selain itu saran dari
pihak FORLISPAR mengenai melibatkan Travel Vlogger dan Influencer juga
dapat dipertimbangkan. Karena dari banyaknya travel vlogger dan blooger yang
berkunjung ke suatu destinasi membuat kunjungan meningkat ke destinasi
tersebut misalnya labuan bajo dan sumba yang tengah dikenal saat ini. Namun
sedikit sekali travel vlogger yang berkunjung ke danau toba sehingga program
BPODT kedepannya adalah bekerjasama dengan Travel Vlogger yang sesuai
dengan destinasi danau toba. Semakin banyak travel vlogger yang membagikan
ceritanya selama berada di danau toba akan menambah rasa penasaran calon
wisatawan untuk berkunjung dan selama influencer, vlogger dan blogger berada
di danau toba sebaiknya agent maupun pihak yang melayani harus sebaik
mungkin agar mengurangi pengalaman buruk yang dibagikan.
Video promosi yang dibuat oleh kementerian parwisata dan ekonomi
kreatif untuk danau toba sudah terlihat baik dalam produksinya namun belum
memberikan dampak yang signifikan untuk menarik kunjungan wisatawan.
Karena banyak faktor penyebabnya salah satunya ialah setelah mencari tau akses
menuju danau toba banyak wisatawan yang mengurungkan niat dan berita
mengenai tenggelamnya kapal KM sinar bangun pada tahun 2018 lalu masih
menyisakan trauma terutama bagi wisatawan lokal yang lansia. Sehingga perlu
dibuat isu-isu baru yang menarik menegnai wisata danau toba. Para penyedia
fasilitas baik akomodasi, restaurant dan transportasi di danau toba beberapa sudah
memebuat harga diskon dan voucher fasilitas tambahan dengan memperhitungkan
persaingan harga antar pengusaha. Diskon tersebut terlihat dari promosi di media
digital namun belum dilakukan oleh ke sepuluh pengelola yang menjadi resonden
peneliti. Pemerintah juga belum mensosialisasikan kepada perusahaan-perusahaan
untuk tetap memberikan insentif kepada karyawannya berupa perjalanan ke danau
toba. Memberikan reward berupa perjalanan wsiata ke danau toba akan memicu
perjalanan wisatawan lain ke danau toba.
KESIMPULAN
Dari hasil analisa tersebut belum terdapat kolaborasi yang baik, sehingga
untuk mencapai kolaborasi yang baik antar pengelola dapat Membuat
Perencanaan Pemulihan ekonomi berdasarkan Analisa Dampak covid-19 terhadap
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
446
pelaku parwisata danau toba, perencanaan dibuat oleh multi-pemangku
kepentingan yang saling berkolaborasi dan mempertimbangkan kebutuhan
masing-masing. Membuat strategi pemasaran dan promosi baru dengan
merancang strategi pemasaran pariwisata domestik, strategi diversifikasi
pariwisata danau toba, pemasaran digital pariwisata danau toba, dan
melaksanakan Program insentif untuk memicu mulainya perjalanan. Penguatan
Institusi dan Building resilience dapat dilakukan dengan kolaborasi para pengelola
yang diharapkan pengelola utama ialah pihak Dinas Pariwisata Sumatera Utara.
Memantau penerapan CHSE di perusahaan penyedia amenitas wisata danau toba,
melakukan pelatihan terkait pengembangan SDM baik untuk masyarakat lokal
pelaku UMKM Wanita dan Kaum muda. Dinas Pariwisata harus mampu
memberikan akses permodalan kepada pelaku UMKM dengan bekerjasama
dengan pihak Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian dan
Perdagangan.
BIBLIOGRAFI
Abidin, Zainal. (2007). Analisis eksistensial. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.
Buheji, Mohamed, & Buheji, Aisha. (2020). Planning competency in the new
Normalemployability competency in post-COVID-19 pandemic.
International Journal of Human Resource Studies, 10(2), 237251.
Damanik, Janianton, & Weber, Helmut F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari
teori ke aplikasi.
NURRAHMAN, NURRAHMAN. (2020). Abdullah, Abdurrahman Saleh. Teori-
Teori Pendidikan Berdasarkan Al-Quran. Jakarta: Rineka Cipta, 1994.
Abdullah, Faisal. Bakat dan Kreativitas. Palembang: Noer Fikri Offset,
2008. Abdurrahmansyah, Adida Igandi, dan Syarifah.Pengaruh Metode
Problem Solving terhadap Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Virus Kelas X
di SMA Negeri 1 Sanga Desa. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan
Sains 8, no. 2 (2019): 103-112. Adminstrator," Visi dan Misi", diakses dari
https://www. man2palembang. sch. id, Tanggal 2 Mei 2020, pukul 15.00
WIB. Adminstrator.Sejarah Singkat. diakses dari https://www.
man2palembang. sch. id, pada tanggal 2 Mei 2020, pukul 14.40 WIB.
Ahmadi, Abu dan WidodoSupriyono. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka
Cipta, 2013. Al-Mubarakfuri, Syaikh Syafiyyurrahman. Tafsir Ibnu Katsir.
Dialihbahasakan: Abu Ihsan al-Atsari. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2016.
Amri, Sofan. Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum
2013. Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2013. Annur, Saiful. Metodologi
Penelitian Pendidikan. Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2008. Ansyar,
Mohammad. Kurikulum: Hakikat, Fondasi, Desain dan Pengembangan.
Jakarta: Kencana, 2017. Anwar, Bakri.Model Pembelajaran
Metaphorming. Shaut Al-Arabiyah 7, no. 1 (2019): 78-90. Asrori, M.
Perkembangan Peserta Didik: Pengembangan Pedagogis Guru. Yogyakarta:
Media Akademi, 2015. Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir.
Dialihbahasakan: Abdul Hayyie al Katani, dkk. Jakarta: Gema Insani Press,
Dina Yunita / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 432-447
Pengelolaan Kepariwisataan Di Masa Pemulihan Pandemi Covid-19 (Studi Kasus
Pariwisata Danau Toba)
447
2013.———. Tafsir Al-Wasith. Dialihbahasakan: Muhtadi. Depok: Gema
Insani, 2012. Aziz, Rahmat. Psikologi Pendidikan: Model Pengembangan
Kreativitas dalam Praktik Pembelajaran. Malang: UIN Maliki Press, 2014.
Craft, Anna. Membangun Kreativitas Anak. Dialihbahasakan: M. Chairul
Annam Depok: Inisiasi Press, 2000. Dahar, Ratna Wilis. Teori-Teori Belajar
dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga, 2011. Darwis, Amri. Metode
Penelitian Pendidikan Islam: Pengembangan Ilmu Berparadigma Islami.
Jakarta: Rajagrafindo Pesada, 2014. Departemen Agama RI. Al-Quran dan
Terjemahnya. Bandung: Diponegoro, 2010. Departemen Pendidikan
Nasional. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara, 2017. Djamarah, Syaiful
Bahar. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka
Cipta, 2014. Dokumentasi Tata Usaha MAN 2 Palembang. Faqih, Allamah
Kamal, Dkk. Nur Al-Quran: An Enlightening Commentary into the Light of
the Holy Quran. Dialihbahasakan: R. Hikmat Danaatmaja. Jakarta: AlHu.
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH PALEMBANG.
Nurtanio, Tessina L., & Brahmantyo, Himawan. (2021). Women Empowerment
to Support Rural Tourism Development Through Food Home Industry: Case
Study Sakerta Tmur Village, Kuningan, and West Java, Indonesia. The
Singapore Management Journal Is Published Bi-Annually by the East Asia
Institute of Management, 9, Ah Hood Road, Singapore 329975., 8.
Rahmanita, Myrza, Nurbaeti, Fetty Asmaniati, Dewi, Triana Rosalina, &
Widyastuti, Novita. (2021). Covid-19 Pandemic: Happiness Revisited
through Work and Leisure During the Stay at Home Period. Journal of
Hunan University Natural Sciences, 48(4).
Sedarmayanti, Gumelar S. (2014). Membangun & Mengembangkan Kebudayaan
& Industri Pariwisata. Bandung: PT Refika Aditama.
Siregar, Manerep. (2011). Peranan Stakeholders terhadap pengembangan
ekowisata di Taman Nasional Teluk Cendrawasih Kabupaten Teluk
Wondama Provinsi Papua Barat.
Smaranda, Simoni, & Daniela, Mihai. (2012). Tourism organization and
coordination in Australia and the managerial strategy for tourism
development. Journal of Knowledge Management, Economics and
Information Technology, 2(5), 110.
Sugiarto, S. (2017). IMPLEMENTASI METODE CUSTOMER
RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA ONE STUDIO MUSIK
CIAWIGEBANG. NUANSA INFORMATIKA, 11(2).
Sunaryo, Bambang. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: konsep
dan aplikasinya di Indonesia. Gava Media.
© 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under
the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA)
license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).