JOSR: Journal of Social Research
Oktober 2022, 1 (11), 397-409
p-ISSN: 2827-9832 e-ISSN: xxxx-xxxx
Available online at http:// https://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
http://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING TERHADAP HASIL
BELAJAR MATA KULIAH PRODUCING PADA SEKOLAH
TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA
Sugiyo
Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta
sugiyo@mmtc.ac.id
Abstrak (indonesia)
Received:28
September
2022
Revised :12
Oktober
2022
Accepted:18
Oktober
2022
Latar Belakang: Pembelajaran klasikal yang
dilakukan melalui tatap muka, bertemu dalam kelas,
ada interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen
saat ini berubah.
Tujuan: bertujuan menjelaskan pengaruh
pembelajaran daring terhadap hasil pembelajaran mata
kuliah producing pada Sekolah Tinggi Multi Media.
Variabel bebas berupa pembelajaran daring perlu
mendapatkan perhatian dalam kegiatan pembelajaran
saat terjadi covid 19.
Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif bersifat
ekplanasi dan metode penelitiannya adalah survey.
Hasil: hasil pembelajaran. Penelitian ini dirancang
dengan menggunakan pendekatan kuantitatif,
pengumpulan data menggunakan kuesioner atau
angket dan alat analisis yang digunakan adalah
kuantitatif berupa regresi linear berganda dengan
sampel sebanyak 97 mahasiswa pada STMM
Yogyakarta.
Kesimpulan: Selaras hasil analisis data bahwa
hipotetis penelitian sudah teruji, sehingga dalam
penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwa :
variabel pembelajaran daring pada institusi
pendidikan tinggi Sekolah Tinggi Muti Media
Yogyakarta berpengaruh positif dan signifikan
terhadap hasil pembelajaran untuk mata kulaih
producing (nilai F
hitung
sebesar 73.833 lebih besar
dari hasil F
tabel
dengan tingkat signifikansi 0,05
sebesar 3,953).
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 398
Kata kunci: pembelajaran daring; evaluasi; hasil
pembelajaran
Abstract (English)
Background: Classical learning is done through
face-to-face, meeting in class, there is direct
interaction between students and lecturers is
currently changing.
Objective: aims to explain the effect of online
learning on the learning outcomes of producing
courses at the Multi Media High School. The
independent variable in the form of online learning
needs to get attention in learning activities when
Covid 19 occurs.
Methods: This research is a quantitative type of
explanation and the research method is a survey.
Results: learning outcomes. This study was designed
using a quantitative approach, collecting data using
a questionnaire or questionnaire and the analytical
tool used was quantitative in the form of multiple
linear regression with a sample of 97 students at
STMM Yogyakarta.
Conslusion: In line with the results of data analysis
that the research hypothesis has been tested, so that
in this study it can be concluded that: online learning
variables at higher education institutions Muti
Media Yogyakarta High School have a positive and
significant effect on learning outcomes for producing
courses (Fcount value of 73,833 greater than Ftable
results with a significance level of 0.05 of3.953).
Keywords: online learning; evaluation, learning
outcomes
*Correspondent Author :Sugiyo
Email : sugiyo@mmtc.ac.id
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 399
PENDAHULUAN
Kebiasaan yang menyenangkan sulit untuk dirubah, termasuk dalam
kebiasan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran klasikal yang
dilakukan melalui tatap muka, bertemu dalam kelas, ada interaksi langsung antara
mahasiswa dan dosen saat ini berubah. Perubahan ini diakibatkan merebaknya
virus corona 19 yang mendunia. Perubahan ini berdampak sangat besar pada
kehidupan manusia seperti kebiasaan (Hamdani & Priatna, 2020), tatanan sosial,
ekonomi, budaya, kemasyarakatan, gaya hidup dan lainnya, termasuk bidang
pendidikan terutama terkait dengan penyelenggaraan pembelajaran. Pemerintah
telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dan mengantisipasi
penyebaran dan penularan virus ini dari pemberlakuan protokol kesehatan,
pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai pemberlakuan pembatasan
kegiatan masyarakat (PPKM). Pemberlakuan kebijakan pembatasan ini
berpengaruh dan berakibat pada proses penyelenggaraan pembelajaran (Riyanda,
Herlina, & Wicaksono, 2020).
Proses dan pencapaian tujuan pembelajaran yang diakibatkan merebaknya
pandemi virus corona menjadi permasalahan. Demi terwujudnya tujuan
pembelajaran, perlu diupayakan proses pembelajaran agar tetap terlaksana. Salah
satu upaya yang dapat dilakukan pelaksanaan pembelajaran akibat merebaknya
virus ini adalah dengan pembelajaran daring melalui bantuan teknologi berupa
jaringan internet. Keadaan ini mengakibatkan terjadi perubahan metode
pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran dalam jaringan (daring) (Izzudin,
Masugino, & Suharmanto, 2013). Proses komunikasi merupakan kegiatan yang
berkaitan dengan penyampaian pesan. Kegiatan ini sudah sering dilakukan dengan
bantuan teknologi elektronik berupa internet, termasuk penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran dilakukan secara elektronik (e-learning). E-learning digunakan
untuk mengganti metode pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring.
Penggunaan e-learning ini juga telah membawa pengaruh terjadinya proses
transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi
(contents) dan sistemnya (Euis Karwati, 2014). Akibat pandemi virus corona,
penyelenggaraan pembelajaran wajib melalui daring sebagai metode pembelajaran
pokok atau utama. Sehubungan dengan hal ini, maka pengelola pendidikan perlu
terus berusaha lebih inten dalam memberikan layanan kepada para dosen agar
penyelenggaraan pembelajaran melalui e-learning dapat dilakukan secara optimal
(Badrujaman, 2011).
Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta sebagai salah satu
perguruan tinggi (PT) juga harus menyelenggaran pembelajaran secara daring
(Stufflebeam & Zhang, 2017). Pembelajaran daring dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai aplikasi seperti classroom, classmeet, zoom. Semua
kebutuhan penyelenggaraan pembelajaran bagi setiap dosen telah difasilitasi oleh
lembaga berupa server yang dapat menampung dan menyimpan semua data dari
setiap dosen. Melalui server ini proses pembelajaran dapat dilakukan secara lancar
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 400
dan aman. Pada penelitian ini terkait dengan pengaruh pembelajaran daring
terhadap hasil pembelajaran terhadap hasil belajar terutama mata kuliah (makul)
producing.
Mata kuliah ini diselenggarakan bagi mahasiswa smester 6 pada
perkuliahan semester genap tahun ajaran 2020-2021. Mahasiswa yang mengambil
mata kuliah ini sebanyak 97 mahasiswa terbagi dalam tiga kelas terdiri dari kelas
6 A sebanyak 29 mahasiswa, kelas 6 B sebanyak 34 mahasiswa dan kelas 6 C
sebanyak 34 mahasiswa pada STMM Yogyakarta (Dimyati, 2006).
Telah banyak peneliti yang meneliti terkait dengan hal ini antara lain
adalah Acep Roni Hamdani, Asep Priatna, (2020); Efektifitas Implementasi
Pembelajaran Daring (Full Online) Dimasa Pandemi Covid-19 Pada Jenjang
Sekolah Dasar Di Kabupaten Subang, tingkat efektifitas pembelajaran sekitar
66,97 %, hal ini perlu ditingkatkan kembali agar pembelajaran lebih efektif guna
peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Afif Rahman Riyanda,
Kartini Herlina, B. Anggit Wicaksono, 2020; Evaluasi Implementasi Sistem
Pembelajaran Daring Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung; Komponen context berupa tujuan program dan lingkungan pelaksanaan
program sistem pembelajaran daring tergolong baik. Komponen input baik.
Komponen process berjalan baik. Komponen product baik dan positif
(Pendidikan, n.d.).
Ahmad Maulana Izzudin, 2013; Efektivitas Penggunaan Media
Pembelajaran Video Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Praktik Service
Engine Dan Komponen-komponennya; ada peningkatan hasil belajar yang
signifikan, antara penggunaan video interaktif engine tune-up EFI dengan hasil
belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran sebelumnya berupa buku
New Step 2, buku Praktik STM Otomotif, file doc, pdf dan ppt (Fathurrohman,
2015).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini berjenis kuantitatif bersifat ekplanasi dan metode
penelitiannya adalah survey (Masyhuri, 2008). Selanjutnya penelitian deskriptif
adalah suatu jenis riset konklusif yang memunyai tujuan utama menguraikan
sesuatu (Malhotra, 2004). Analisis statistiknya dengan korelasional dan regresi
ganda. Model analisis menggunakan metode kuantitatif berupa korelasi dan
regresi linear berganda yang dimaksudkan untuk mengetahui hubungan variabel
independent dengan variabel dependent. Model korelasi menguji besar pengaruh
beberapa variabel independent dengan variabel dependent dan regresi untuk
mengetahui pengaruh atau hubungan antar variabel (Hakim, 2016). Tujuan umum
penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai variabel yang
berhubungan dengan pembelajaran daring dan hasil belajar. Tujuan khusus adalah
untuk mengetahui pengaruh langsung pembelajaran daring terhadap hasil
pembelajaran. Pembelajaran daring; Horton (2003) merupakan pembelajaran
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 401
berbasis web yang bisa diakses dari internet. Hasil pembelajaran; Dimyati dan
Mudjiono (2006) hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses
belajar.
Teknik analisis menggunakan analisa regresi korelasi untuk menjelaskan
pengaruh dan hubungan antar variabel sekaligus bertujuan memeriksa dan
membenarkan model penelitian. Penelitian verifikatif adalah memeriksa benar
tidaknya hipotesis, yang menjelaskan hasil uji suatu cara dengan atau tanpa
perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain untuk mengatasi masalah yang
serupa dalam kehidupan (Mashuri dan Zainudin, 2009). Populasinya adalah
seluruh mahasiswa prodi manaprodsi, sedangkan sampelnya adalah mahasiswa
smester enam kelas A, B dan C Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling.
Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terkait hasil pembelajaran makul
producing, diukur dengan skala Likert. Skala ini berhubungan dengan pernyataan
tentang sikap mahasiswa terhadap sesuatu (Hartatik, 2018). Rancangan penelitian
menggunakan explanatory research, merupakan jenis penelitian digunakan untuk
menjelaskan/ menggambarkan hasil penelitian melalui metode kuantitatif.
Penelitian bersifat verikatif, menggunakan metode kuantitatif untuk menguji
kebenaran dari hipotesis. Subjek penelitian mahasiswa semester
6 A sebanyak 29,
kelas 6 B sebanyak 34 dan kelas 6 C sebanyak 34 mahasiswa
. Instrumen
penelitian menggunakan sensus, pengumpulan informasi melalui kuesioner diukur
dengan skala Likert (Horton & Horton, 2003).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Peneliti telah menemukan dan menentukan masalah untuk dicari
penyelesaiannya (Malhotra, 2004). Terdapat dua variable yaitu variabel dependent
(tergantung) berupa hasil pembelajaran (Y) dan variabel independent (bebas)
berupa pembelajaran daring X. (Uma Sekaran, 2000): variabel is anything that
can take on differing or varying values; (Variabel merupaka segala sesuatu yang
berbeda dan bervariasi). Data responden dikelompokkan berdasar jenis kelamin,
subyek penelitian sebanyak 97 mahasiswa (Yustanti & Novita, 2019), namun
responden yang mengisi dan mengembalikan kuesioner sebanyak 87 mahasiswa
terdiri dari 24 mahasiswa berjenis kelamin laki-laki atau 28 % dari jumlah subjek
penilitian dan 63 mahasiswa berjenis kelamin perempuan atau 72 % dari subjek
penelitian.Model analisis menggunakan metode kuantitatif berupa korelasi dan
regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui hubungan variabel
independent dengan variabel dependent. Regresi menguji kebaikan model dalam
memprediksi variabel dependen. Pengujian asumsi klasik; digunakan untuk
memenuhi asumsi regresi linear berganda, untuk memastikan bahwa hasil regresi
yang digunakan telah memenuhi asumsi normalitas yang harus terbebas dari
gejala multikolinearitas dan heterokedastisitas agar dapat dipertanggung jawabkan
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 402
dan tidak bias (Karwati, 2014). Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-
SmirnovZ (KSZ) test diperoleh nilai sebesar 0.982 dan Asymp.sig sebesar 0.29
dengan tingkat signifikansi sebesar 0.05 atau 5% Ztabel 1.96. Sesuai hasil
Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,982 yang lebih kecil dari Z
tabel
yaitu sebesar
1.96 (Chusna, 2019). Hasil asymp.sig sebesar 0.290 memiliki arti bahwa
probabilitas data yang digunakan memiliki hasil lebih besar dari tingkat
signifikansi. Berdasar kedua perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai
residual data tersebut berdistribusi normal.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas
One-sample Kolmogorov-Smirov Test
Pembelajara
n Daring
Hasil
Pembelajara
n
Unstandardized
Residual
N
87
87
87
Mean
3,7202
3,6076
,0000000
Std. Dev
,56018
,63853
,46711162
Absolute
,094
,141
,105
Positive
,071
,074
,070
Negative
-,094
-,141
-,105
Kolmogorov-Smirnov Z
,873
1,315
,982
Asymp. Sig. (2-tailed)
,431
,063
,290
Selain uji KSZ, untuk menguji normalitas distribusi data dilakukan
menggunakan P-P Plot berupa hasil sebaran data. Dikatakan berdistribusi normal,
jika nilai probabilitas harapan sama (Expected probability) dengan nilai
probabilitas pengamatan (Observated probability) (Ashari & Santoso, 2005).
Kesamaan nilai harapan dan nilai probabilitas pengamatan ditunjukkan oleh garis
diagonal yang merupakan perpotongan antara garis harapan dan probabilitas
pengamatan. Hasil distribusi data dapat dilihat pada gambar 1. Berdasarkan
gambar 1 dapat diketahui bahwa hasil sebaran variabel berada disepanjang garis
diagonal. Hasil ini memiliki arti bahwa probabilitas data memiliki signifikansi
diatas 5%. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 5% (Putri, Vionia, & Michael,
2020), maka data tersebut normal. Untuk menguji data memiliki sebaran normal
melalui pendekatan dengan menggunakan nilai Z dari Kolmogorov. Jika nilai
Z
hitung
diatas atau lebih besar dari nilai Z
tabel
, maka data memiiliki distribusi
normal. Sesuai dengan perhitungan dapat diperoleh hasil bahwa nilai Z
hitung
sebesar 0.757lebih kecil dari hasil Z
tabel
sebesar 1.96, sehingga dapat disimpulkan
bahwa data ini berdistribusi normal. Gambar 1. P-P Plot
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 403
Gambar 1. P-P Plot
Uji heteroskedastisitas; Uji heteroskedastisitas digunakan untuk
mengetahui terjadi atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas
berupa adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada
model regresi. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak
adanya gejala heteroskedastisitas. Metode pengujian dengan menggunakan Uji
Park, Uji Glesjer, Pola grafik regresi, dan Uji Koefisien Korelasi Spearman. Pada
penelitian ini, uji heteroskedastisitas dilakukan melalui dua cara yaitu uji
signifikan variabel dan sebaran data (Sutejo, Kusmanto, Warjio, & Lubis, 2020).
Berikut uji heteroskedastisitas pada model ini. Uji signifikansi; Uji
heteroskedastisitas dengan menggunakan tingkat signifikansi dari perolehan data.
Jika tingkat hasil signifikansi dari data lebih besar dari 0.05, maka tidak terjadi
heteroskedastisitas. Berdasar tabel 6 diperoleh hasil bahwa tingkat signifikansi
variabel data untuk X sebesar 0.144. Selaras dengan hasil ini tingkat signifikansi
pembelajaran daring lebih besar dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa
variabel data ini tidak terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 2.
Uji heteroskedastisitas variabel
Coefficients
a
Model
Unstandardiz
ed oefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
S
td.
Er
ror
Beta
1
(Constant)
,
66
6
,
203
3
,283
,
001
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 404
Pembela
jaran Daring
-
,08
0
,
054
-,158
-
1,475
,
144
a. Dependent Variable: absres
Tidak terjadi heteroskedasitas jika nilai sig > 0.05. Berdasarkan tabel 2,
diperoleh hasil signifikansi untuk X adalah 0.144. Karena hasil signifikansi ini
lebih besar dari nilai sig 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tiap variabel
independen tidak terjadi heteroskedastisitas (Bhakti, 2017). Uji sebaran data
(Scatter plot) Uji heteroskedastisitas juga dapat dilakukan dengan cara
memplotkan diagram scatterplot yang menunjukkan gangguan heteroskedastisitas
terlihat dengan adanya pola tertentu pada diagram. Berikut uji heteroskedastisitas
pada model penelitian ini. Uji heteroskedastisitas menggunakan diagram
scatterplot ditandai dengan hasil sebaran data dari nilai residu yang terletak antara
titik 0, dan demikian juga dengan nilai prediksi dari kinerja dosen (Y). Sesuai
gambar 2. diperoleh hasil bahwa sebaran data terletak berada dibawah maupun
diatas angka 0 yaitu sekitar sumbu Y, tidak terjadi heteroskedasitas (non
heterkedastisitas). Sesuai hasil olah data sebaran data (Scatter plot) diperoleh hasil
sebaran diatas dan dibawah sumbu angka 0, sehingga dalam penelitian ini tidak
terjadi heteroskedastisitas.
Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas
Regresi linear berganda Analisis regresi digunakan untuk mengetahui
pengaruh atau hubungan yang terjadi antar variabel dalam penelitian. Regresi
menguji kebaikan model untuk memprediksi variabel dependent. Pada persamaan
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 405
regresi terdapat koefisien determinan (R
2
) yang memberikan panduan kebaikan
model berupa penjelasan seberapa besar perubahan variabel dependent dapat
dijelaskan oleh perubahan dalam variabel independent. Analisis regresi juga dapat
memberikan gambaran kesalahan standar estimasi. Hasil ini memberikan panduan
tentang kesalahan model dalam prediksi nilai Y dengan variabel X. Semakin kecil
kesalahan standard estimasi, semakin baik model yang digunakan. Analisis regresi
digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antar variabel. Untuk mengetahui
tingkat signifikansi sebuah variabel dapat dilakukan dengan uji t yang digunakan
untuk mengetahui tingkat signifikansi antar variabel.
Tabel 3. Hasil regresi linear berganda
Coefficients
a
Model
Unstandardiz
ed Coefficients
Standardized
Coefficients
t
Sig.
B
Std.
Error
Beta
1
(Constant)
,716
,340
2,106
,038
Pembelajaran
Daring
,777
,090
,682
8,593
,000
Dependent Variable: Hasil Pembelajaran
Perhitungan t
tabel
dengan N = 87 pada signifikansi 5 % = 1,988.
Pembalajaran Daring berpengaruh positif signifikan pada Hasil Pembelajaran,
ditunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,777, dengan hasil nilai t
hitung
sebesar
8,593 lebih besar t
tabel
1,988) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05.
Berdasarkan hasil olah data, dapat disusun persamaan regresi linear berganda Y =
0.716 + 0.777 X Keterangan : Y = Hasil Pembelajaran
X
= Pembelajaran Daring
Sesuai hasil perhitungan diperoleh bahwa nilai koefisien variabel
independen berupa variabel Pembelajaran Daring memiliki nilai koefisien
(unstandardized coefficient) sebesar 0.777. Selaras dengan hasil regresi berganda
dapat disimpulkan bahwa variabel Pembelajaran Daring tetap berpengaruh pada
Hasil Pembelajaran berdasar t
hitung
lebih besar t
tabel
yaitu 8,593 lebih besar 1,988.
Pengujian hipotetis Hipotetis dapat diuji dengan menggunakan : uji koefisien
determinan, uji F dan uji t, yang masing-masing dijelaskan berikut : Hipotetis 1
menyatakan bahwa terdapat hubungan positip antara variabel X (Pembelajaran
Daring) terhadap variabel Y (Hasil Pembelajaran). Guna membuktikannya dapat
dilakukan melalui beberapa pengujian yaitu: Uji koefisien deteminan (R
2
);
hipotetis terbukti valid jika ada kesesuaian dan kesinambungan (regresi) antar
variable melalui uji goodness of fit. Model ini berusaha menjelaskan besarnya
kontribusi R
2
(koefisien determinan) terhadap variabel-variabel dalam penelitian.
Diperoleh nilai R sebesar 0.682
a
dan koefisien determinasi sebesar 0.465. Angka
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 406
0.465 ini menunjukkan bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan
varian variabel terikat sebesar 46.50 % dan sisanya 53.50 % dijelaskan variabel
lain. Sesuai hasil dapat dinyatakan bahwa besar pengaruh variabel Pembelajaran
Daring terhadap Hasil Pembelajaran sebesar 46.50 % (R Square table 4). Hasil
angka 46.50 % ini mengindikasikan bahwa variabel Pembelajaran Daring
mempengaruhi Hasil Pembelajaran dan sisanya 53.50 % dipengaruhi oleh variabel
atau faktor lain yang tidak diuji.
Tabel 4. Uji goodness of fit model.
Model Summary
b
Mod
el
R
R Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
,682
a
,465
,459
,46985
a. Predictors : (Constant), Pembelajaran Daring
Sumber : data diolah
Diperoleh hasil pengujian bahwa variabel Pembelajaran Daring
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hasil Pembelajaran yang menyiratkan
bahwa variabel Pembelajaran Daring menjadi bagian penting yang mempengaruhi
Hasil Pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara Pembelajaran Daring dan Hasil Pembelajaran. Uji F; Uji F
digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya.
Melalui uji F, hipotetis diterima jika F
hitung
> F
tabel
. Diperoleh hasil dan dapat
dibuktikan bahwa sesuai hasil perhitungan pada table 5 diperoleh hasil yaitu nilai
F
tabel
dengan jumlah data sebanyak N-1-2 = 84, F
tabel
sebesar 3.953.
Tabel 5. Nilai F
hitung
ANOVA
a
Model
Sum of
Squares
D
f
Mean
Squar
e
F
S
ig.
Ket.
1
Regr
ession
16
,299
1
1
6,299
7
3,833
,
000
b
Signifikan
Resid
ual
18
,765
8
5
,
221
Total
35
,064
8
6
Dependent Variable: Hasil Pembelajaran
Predictors: (Constant), Pembelajaran Daring
Berdasar tabel perhitungan olah data diperoleh hasil F
hitung
sebesar 73,833
lebih besar dari F
table
3.953. Selaras dengan teori bahwa hipotetis dapat diterima
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 407
jika hasil F
hitung
lebih besar dari F
tabel
, sehingga sesuai dengan hasil ini, maka
hipotetis (H
1
) dalam penelitian ini dapat diterima. Pengaruh Hasil hipotetis
pembelajaran daring berpengaruh terhadap Hasil Pembelajaran dapat dibuktikan
melalui Uji koefisien deteminan (R
2
) diperoleh nilai R sebesar 0.682
a
dan
koefisien determinasi sebesar 0.465. Besar pengaruh variabel pembelajaran daring
terhadap hasil pembelajaran sebesar 46.50 %, menunjukkan bahwa kemampuan
variabel bebas dalam menjelaskan varian variabel terikatnya sebesar 46,50 % dan
sisanya 53,50 % dijelaskan variabel lain. Dapat disimpulkan bahwa besar
pengaruh variabel pembelajaran daring terhadap hasil pembelajaran 46,50 %.
Selain itu hasil pengaruh ini dapat dilihat dari uji F, hipotetis dapat diterima jika
hasil F
hitung
> F
tabel
. Hasil F
hitung
sebesar 73,833 lebih besar F
table
3,953 dengan
jumlah data N-1-2 = 84. Sesuai teori dinyatakan bahwa hipotetis dapat diterima
jika hasil F
hitung
lebih besar dari F
tabel
, sehingga hipotetis (H
1
) diterima.
KESIMPULAN
Selaras hasil analisis data bahwa hipotetis penelitian sudah teruji, sehingga
dalam penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwa : variabel pembelajaran
daring pada institusi pendidikan tinggi Sekolah Tinggi Muti Media Yogyakarta
berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil pembelajaran untuk mata kulaih
producing (nilai F
hitung
sebesar 73.833 lebih besar dari hasil F
tabel
dengan tingkat
signifikansi 0,05 sebesar 3,953).
BIBLIOGRAFI
Ashari, Purbayu Budi Santoso, & Santoso, Budi. (2005). Analisis statistic dengan
Microsoft exel dan SPSS. Yogyakarta.
Badrujaman, Aip. (2011). Teori dan aplikasi evaluasi program bimbingan dan konseling.
Jakarta: Indeks.
Bhakti, Yoga Budi. (2017). Evaluasi program model CIPP pada proses pembelajaran IPA.
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika Dan Riset Ilmiah), 1(2), 7582.
Chusna, Nuke L. (2019). Pembelajaran E-learning. Prosiding Seminar Nasional
Pendidikan KALUNI, 2(1), 113117.
Dimyati, Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Fathurrohman, Muhammad. (2015). Model-model pembelajaran inovatif alternatif desain
pembelajaran yang menyenangkan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 113, 16.
Hakim, Abdul Barir. (2016). Efektifitas Penggunaan E-Learning Moodle, Google
Classroom Dan Edmodo. I-STATEMENT, 2(1).
Hamdani, Acep Roni, & Priatna, Asep. (2020). Efektifitas Implementasi Pembelajaran
Daring (Full Online) Dimasa Pandemi Covid-19 Pada Jenjang Sekolah Dasar Di
Kabupaten Subang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 6(1), 19.
Hartatik, Sri. (2018). Peningkatan Sikap Pluralitas dan Hasil Belajar PKn Melalui
Penerapan Problem-Based Learning (PBL) Bagi Siswa Kelas XII IPA-5 Semester
Gasal SMA Negeri 3 Surakarta Tahun 2016/2017. JUrnal Pendidikan Dwija
Utama: Agustus 2017, 69.
Horton, William, & Horton, Katherine. (2003). E-learning Tools and Technologies: A
consumers guide for trainers, teachers, educators, and instructional designers.
John Wiley & Sons.
Izzudin, Ahmad Maulana, Masugino, Masugino, & Suharmanto, Agus. (2013).
Efektivitas penggunaan media pembelajaran video interaktif untuk meningkatkan
Sugiyo / JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 397-409
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Producing
Pada Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta 408
hasil belajar praktik service engine dan komponen-komponennya. Automotive
Science and Education Journal, 2(2).
Karwati, Euis. (2014). The influence of e-learning based on information technology
toward students quality of learning. Jurnal Penelitian Komunikasi, 17(1).
Malhotra, Naresh K. (2004). Riset: Pendekatan Terapan. Jakarta: PT. Indeks Kelompok
Gramedia.
Masyhuri, M. Zainuddin. (2008). Metodologi penelitian pendekatan praktis dan aplikatif.
Bandung: PT. Refika Aditama.
Pendidikan, Direktur. (n.d.). Pembelajaran (2014). Pedoman Penjaminan Mutu
Penyelenggaraan Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka Dan Terpadu. Jakarta:
Direktur Pembelajaran Dan Kemahasiswaan.
Putri, Nabila Farahdila, Vionia, Ellin, & Michael, Tomy. (2020). Pentingnya Kesadaran
Hukum Dan Peran Masyarakat Indonesia Dalam Menghadapi Penyebaran Berita
Hoax Covid-19. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 98111.
Riyanda, Afif Rahman, Herlina, Kartini, & Wicaksono, B. Anggit. (2020). Evaluasi
Implementasi Sistem Pembelajaran Daring Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora,
4(1), 6671.
Stufflebeam, Daniel L., & Zhang, Guili. (2017). The CIPP evaluation model: How to
evaluate for improvement and accountability. Guilford Publications.
Sutejo, Denny, Kusmanto, Heri, Warjio, Warjio, & Lubis, Anggreni Atmei. (2020).
Implementasi Undang-Undang Tentang Administrasi Kependudukan Di Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Timur. Strukturasi: Jurnal
Ilmiah Magister Administrasi Publik, 2(2), 162167.
Yustanti, Ike, & Novita, Dian. (2019). Pemanfaatan e-learning bagi para pendidik di era
digital 4.0 utilization of e-learning for educators in digital era 4.0. Prosiding
Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang, 12(01).
© 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under
the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA)
license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).