JOSR: Journal of Social Research
Oktober 2022, 1 (11), 376-385
p-ISSN: 2827-9832 e-ISSN: xxxx-xxxx
Available online at http:// https://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
http://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu
Lintas Yang Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
Universitas Sumatera Utara
123
deborapurbamail@gmail.com
1
, asanpetrus95@gmail.com
2
,
ingrid.posmen@gmail.com
3
Abstrak (indonesia)
Received:29
September
2022
Revised :11
Oktober
2022
Accepted:16
Oktober
2022
Latar Belakang: Trauma dan kematian akibat
kecelakaan lalu lintas (KLL) merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang utama di negara
berkembang. Kecelakaan lalu lintas memerlukan
penanganan dengan pendekatan multidisipliner.
Tujuan: Dilaporkan sebuah kasus pada Departemen
Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Rumah
Sakit Umum Daerah Deli Serdang, maka berdasarkan
permintaan tertulis dari Kepala Kepolisian Resor Kota
Deli Serdang Satuan Lalu Lintas, tertanggal 01
September 2020 dengan No.
Metode: anamnesis pada penyidik dari keterangan
saksi yang melihat langsung korban di tempat
kejadian perkara, korban sedang berjalan
dipinggiran jalan raya, yang kemudian dari arah
yang berlawanan ditabrak pengendara kendaraan
bermotor lalu korban terlempar kepinggir jalan dan
tersungkur dan kepala korban mengenai trotoar
dipinggir jalan tersebut.
Hasil: Dari hasil pemeriksaan luar dijumpai luka
terbuka pada kepala, dahi, anggota gerak atas,
dijumpai jaringan otak yang keluar, dijumpai tanda-
tanda patah tulang pipi, dijumpai ujung-ujung jari
anggota gerak atas dan bawah berwarna kebiruan,
Pemeriksaan dalam dijumpai bintik perdarahan pada
otak kanan, perlemakan dan flak di pembuluh darah
besar di leher bagian kanan, penebalan di paru bagian
kanan teraba kasar, penebalan pada arteri coronaria,
tampak benjolan di permukaan ginjal bagian atas
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 377
377
sebelah kanan.
Kesimpulan: pemeriksaan luar dan dalam maka
dapat disimpulkan bahwa perkiraan waktu
meninggal korban adalah 812 jam, penyebab
kematian korban akibat patah tulang dasar tengkorak
pada bagian depan yang menyebabkan peningkatan
tekanan intrakranial oleh karena penekanan ruang
besar pada batang otak sehingga terhentinya fungsi
organ yang menyebabkan kematian, disertai
keluarnya jaringan otak akibat benda tumpul.
Kata kunci: Fraktur basis kranii; Perdarahan
subarakhnoid; Asfiksia.
Abstract (English)
Background: Trauma and death from traffic
accidents (KLL) is a major public health problem in
developing countries. Traffic accidents require
handling with a multidisciplinary approach.
Objective: A case was reported to the Department of
Forensic Medicine and Medicolegal of the Deli
Serdang Regional General Hospital, then based on a
written request from the Head of the Deli Serdang
City Police Traffic Unit, dated September 1, 2020
with No.
Methods: anamnesis to investigators from witness
testimony who saw the victim directly at the scene of
the case, the victim was walking on the side of the
highway, which was then hit by a motorized vehicle
driver and the victim was thrown off the side of the
road and fell down and the victim's head hit the
sidewalk on the side of the road.
Results: From the results of external examination
found open wounds on the head, forehead, upper
limbs, found brain tissue that came out, found signs
of cheekbone fractures, found the tips of the fingers
of the upper and lower limbs were bluish, Internal
examination found bleeding spots on the brain right
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 378
378
side, fatty and plaque in the large blood vessels in
the right neck, thickening in the right lung feels
rough, thickening in the coronary arteries, a lump
appears on the surface of the upper right kidney.
Conslusion: external and internal examination, it
can be concluded that the estimated time of death of
the victim was 8-12 hours, the cause of death of the
victim was due to a fracture of the skull base at the
front which caused an increase in intracranial
pressure due to the compression of the large space in
the brain stem resulting in the cessation of organ
function which caused death, accompanied by
expulsion of brain tissue due to a blunt object.
Keywords: Base skull fracture; Subarachnoid
hemorrhage; Asphyxia.
*Correspondent Author : Eben Ezer Debora Purba
Email : deborapurbamail@gmail.com
PENDAHULUAN
Trauma dan kematian akibat kecelakaan lalu lintas (KLL) merupakan
masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang. Kecelakaan
lalu lintas memerlukan penanganan dengan pendekatan multidisipliner. Angka
trauma dan kematian akibat kecelakaan di dunia terbilang masih tinggi (Inayah,
2021). Dikutip dari Global Status Report On Road Safety 2015, WHO, angka
kematian akibat KLL didunia dari tahun 2007 2013 cukup konstan yaitu sekitar
1,25 juta jiwa disamping terjadi peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan
jumlah populasi manusia. Di Indonesia sendiri berdasarkan data yang didapat dari
catatan kecelakaan di Indonesia dalam buku “Polantas Dalam Angka Tahun 2013”
sebanyak 100.106 kecelakaan dengan catatan 26.416 meninggal dunia, 28.438
korban luka berat ((Paulus, Lester, & Dempster, 2013), 110.448 korban luka
ringan. Kecelakaan lalu lintas adalah kasus yang paling banyak terjadi di
Indonesia karena banyak rakyat Indonesia tidak perduli akan keselamatan
berkendaraan. Dalam hal ini kecelakaan lalu lintas itu sangat banyak
mengakibatkan korban yang mati dan sangat sedikit yang mengakibatkan korban
hidup ataupun luka. Menurut data Kepolisian, di Indonesia, rata-rata 3 orang
meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan. Data tersebut juga menyatakan
bahwa besarnya jumlah kecelakaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 379
379
61 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia yaitu yang terkait dengan
kemampuan serta karakter pengemudi, 9 % disebabkan karena faktor kendaraan
(terkait dengan pemenuhan persyaratan teknik laik jalan) dan 30 % disebabkan
oleh faktor prasarana dan lingkungan (Asgar & Bilqisthi, 2021).
Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta
hubunganya berbagai kekerasan (ruda paksa). Benturan pada kepala dengan
kecepatan ± 20 km/jam, sudah cukup untuk membuat patah tulang impressi atau
retaknya tulang tengkorak kepala. Sedangkan benturan antara dua kepala, maka
akan menyebabkan pecahnya tulang tengkorak kepala salah satunya yaitu kepala
dengan kecepatan yang lebih rendah. Cedera kepala dapat menyebabkan
perdarahan pada epidural, subdural, subarakhnoid (DiMaio & Molina, 2021).
Fraktur basis cranii adalah fraktur yang lokasinya terletak pada dasar
cranium, yang dapat terjadi pada fossa aterior, fossa media, maupun fossa
posterior. Fraktur jenis ini merupakan kondisi yang serius, dapat berakibat fatal,
dan memiliki komplikasi yang tidak ringan. Beberapa literatur memberikan
perkiraan kasus fraktur basis cranii mencapai 3 - 24 % dari total seluruh kasus
cedera kepala (Chadha, 1995).
METODE PENELITIAN
Traumatologi berasal dari kata trauma dan logos.Trauma adalah
pengetahuan tentang alat atau benda yang dapat menimbulkan gangguan
kesehatan seseorang / untuk membuat terang suatu tindak kekerasan yang terjadi
pada seseorang. Kekerasan Tumpul, Luka memar (bruise, contusion), Luka Lecet
(abrasion), Luka Robek (laceration), Patah tulang, pergeseran sendi (fracture,
dislocation), Patah atau retaknya tulang akibat kekerasan benda tumpul mudah
dibedakan dengan patah atau retaknya tulang akibat benda tajam atau senjata api,
dimana bagian yang patah tersebut akan mengalami penekanan ke dalam (fraktur
kompresi). Fraktur pada tulang dibedakan menjadi tiga yakni fraktur yang terjadi
antemortem, perimortem, atau postmortem. Apabila fraktur terjadi sebelum
meninggal, perlu dibedakan antara fraktur yang baru menyembuh yang terjadi saat
kematian (perimortem) dan fraktur lama yang telah lama menyembuh
(antemortem).
A. Akibat-Akibat Dari Trauma Tumpul Pada kepala; Benturan pada kepala
dengan kecepatan ± 20 km/jam, sudah cukup untuk membuat patah tulang
impressi atau retaknya tulang tengkorak kepala. Sedangkan benturan antara dua
kepala, maka akan menyebabkan pecahnya tulang tengkorak kepala salah satunya
yaitu kepala dengan kecepatan yang lebih rendah. Cedera kepala dapat
menyebabkan perdarahan pada epidural, subdural, subarakhnoid. Cedera Kepala
pada Penutup Otak, Perdarahan Subdural (Hematoma), Perdarahan Subarakhnoid,
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 380
380
Perdarahan subarakhnoid, Fraktura Basis Cranii (patah dasar tengkorak), Fossa
anterior, Fossa media, Fossa posterior, Gegar Otak /Commotio Cerebri/Cerebral
Contussion, Memar Otak/Contusio Cerebri, Robek Otak (Laceratio Cerebri),
Sembab Otak (Edema Cerebri).
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pemeriksaan
Identifikasi umum: Diperiksa sesosok jenazah dikenal, jenis kelamin laki-
laki, berkhitan, umur 67 tahun, perawakan kurus, warna kulit sawo matang,
panjang badan 160 cm, rambut ikal berwarna hitam bercampur uban.
Pemeriksaan Luar: Kepala: Dijumpai luka terbuka yang luas, pada kepala
bagian atas, pinggir luka tidak, rata, kedua sudut luka tumpul, dijumpai, jembatan
jaringan dan disertai luka lecet, pada pinggiran luka dengan ukuran panjang, 14
cm, lebar 10 cm, dalam 0,2 cm setentang, dengan garis tengah tubuh, dijumpai
patah, tulang kepala berkeping-keping setentang luka terbuka dengan ukuran
panjang 12 cm, dijumpai jaringan otak yang keluar dan lebar 10 cm.
Dahi : Dijumpai luka terbuka pada dahi
sebelah kanan lanjutan dari luka terbuka
Hidung: Dijumpai cairan darah keluar dari kedua lubang hidung, Pada perabaan
dijumpai tanda-tanda patah tulang hidung Pipi : Pada perabaan dijumpai tanda-
tanda, patah tulang pipi sebelah kanan Anggota gerak atas, Kanan, Dijumpai luka
terbuka pada lengan, atas dengan pinggir luka tidak rata, kedua, sudut luka
tumpul, dijumpai jembatan, jaringan ukuran panjang 2 cm, lebar 1,5 cm, jarak
dari siku tiga belas sentimeter, jarak dari puncak bahu 22 cm.
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 381
381
Dijumpai luka lecet pada lengan bawah, ukuran panjang 3,5 cm, lebar 3 cm, jarak
dari lipatan lengan 3 cm, jarak dari pergelangan tangan 20 cm.
Pada perabaan dijumpai tanda-tanda patah tulang pada punggung
tangan. Dijumpai luka terbuka pada punggung tangan dengan ukuran panjang 1,5
cm, lebar 1,2 cm, jarak dari pergelangan tangan 4,5 cm, jarak dari ibu jari 11 cm.
Kiri : Dijumpai luka terbuka pada jari kelingking, ukuran panjang 2 cm, lebar 1
cm, jarak dari ujung jari kelingking 4 cm, jarak dari pergelangan tangan 13 cm,
pada perabaan dijumpai tanda-tanda patah tulang jari kelingking. Ujung jari-jari
tangan warna kebiruan.
Anggota gerak bawah : Kanan : Dijumpai luka lecet pada punggung, kaki, ukuran
panjang 10 cm, lebar 1 cm, jarak 8 cm dari ujung ibu jari dan 13 cm dari mata
kaki, Ujung jari-jari tangan warna kebiruan.
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 382
382
Pemeriksaan Dalam : Kepala : Pada pembukaan kulit kepala, dijumpai
resapan darah yang luas pada kulit, kepala sebelah kanan dengan ukuran, panjang
14 cm, lebar 12 cm setentang garis, tengah tubuh dan 13 cm dari telinga kanan,
dijumpai patah tulang kepala yang berkeping-keping, ukuran panjang 14 cm,
lebar 10 cm. Pada pembukaan tulang kepala, dijumpai resapan darah pada
permukaan, selaput tebal otak, dijumpai jaringan otak yang tidak utuh, pada
pembukaan selaput, tipis otak dijumpai pelebaran pembuluh darah otak.
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 383
383
Kanan: Berat paru 310 gr, Paru berwana, pucat berbintik hitam, paru
teraba kenyal seperti spons, pada pemotongan paru. dijumpai darah bercampur
buih halus yang sukar pecah. Kiri: Berat paru 250 gr, Paru berwana pucat
berbintik hitam, paru teraba kenyal seperti spons , pada pemotongan paru
dijumpai darah bercampur buih halus yang sukar pecah, Jantung: Berat 290 gr ,
pada pembukaan atrium kanan panjang katup tiga daun 10 cm, tidak dijumpai
tanda-tanda kekerasan, pada pembukaan ventrikel kanan tidak dijumpai tanda-
tanda kekerasan, panjang, katub pulmonalis 7 cm, pada pembukaan atrium kiri
panjang katub dua daun 8 cm, pada pembukaan ventrikel kiri tidak dijumpai
tanda-tanda kekerasan, pada katub aorta panjang 6 cm. Pada permukaan jantung
teraba seperti kawat. Pada pemotongan jantung dijumpai penebalan
pada arteri coronaria, dijumpai sumbatan
75%
Pemeriksaan Penunjang : Dikirim jaringan otak besar sebelah kanan dan
kiri, pembuluh darah besar di leher bagian kanan, jantung,paru, hati dan ginjal
sebelah kanan ke laboratorium patologi anatomi RSUD Deli serdang untuk
pemeriksaan histo patologi. Hasil :Paru Kanan : kesan penyakit obstruktif
menahun, Paru Kiri : kesan penyakit obstruksi menahun, Jantung : Otot jantung
dan pembuluh darah dalam batas normal, Ginjal : Dijumpai tanda radang kronik
non spesifik ringan dan beberapa glomerulus atrofik, Otak Besar : Dijumpai
fokus-fokus perdarahan interstitial (resapan darah) ringan pada intraserebral
disertai tanda asfiksia ringan
B. Pembahasan
Dari pemeriksaan jenazah ditemukan lebam mayat pada punggung,
pinggang, pinggang dan tidak hilang pada penekanan, dijumpai kaku mayat pada
rahang atas dan bawah, kaki kanan dan kiri, anggota gerak atas dan bawah, dan
tanda-tanda pembusukan tidak dijumpai, maka perkiraan waktu kematian adalah
8-12 jam. Pada pemeriksaan luar dijumpai luka memar pada anggota gerak atas,
dijumpai luka lecet kepala dan anggota gerak bawah. Dijumpai luka robek pada
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 384
384
kepala, dahi, dan anggota gerak atas. Dijumpai tanda-tanda patah tulang tulang
kepala berkeping keping,dijumpai jaringan otak yang keluar, dijumpai patah
tulang pipi kanan dan hidung.
Dijumpai kedua kelopak mata berwarna pucat, bibir berwarna kebiruan,
ujung jari tangan dan kaki berwarna biru, berdasarkan teori diatas ini
menunjukkan bahwa korban mengalami asfiksia, Dijumpai keluar cairan darah
dari kedua lobang hidung. Pada pemeriksaan dalam dijumpai resapan darah yang
luas pada kulit kepala bagian dalam sententang luka robek, pada pembukaan
selaput tebal otak, pada pembukaan selaput tipis otak dijumpai pelebaran
pembuluh darah otak. Pada pemotongan jantung dijumpai penebalan pada arteri
coronaria, dijumpai sumbatan 75% .
KESIMPULAN
Telah diperiksa sesosok jenazah dikenal, jenis kelamin laki-laki berkhitan,
umur 67 tahun, warna kulit sawo matang, panjang badan 160 cm, perawakan
sedang, rambut pendek dan tidak mudah dicabut, pada pemeriksaan luar dijumpai
luka terbuka pada kepala, dahi, anggota gerak atas, dijumpai tanda-tanda patah
tulang kepala berkeping keeping, dijumpai patah tulang pipi, dijumpai ujung-
ujung jari anggota gerak atas dan bawah berwarna kebiruan, Pemeriksaan dalam
dijumpai jaringan otak yang tidak utuh, perlemakan dan flak di pembuluh darah
besar di leher bagian kanan, penebalan di paru bagian kanan teraba kasar,
penebalan pada arteri coronaria, tampak benjolan di permukaan ginjal bagian atas
sebelah kanan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, teori dan pembahasan diatas, maka
diambil kesimpulan bahwa perkiraan waktu meninggal korban adalah 812 jam
dan penyebab kematian korban akibat patah tulang dasar tengkorak pada bagian
depan yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial oleh karena
penekanan ruang besar pada batang otak sehingga terhentinya fungsi organ yang
menyebabkan kematian, disertai keluarnya jaringan otak akibat benda tumpul.
BIBLIOGRAFI
Asgar, Ali, & Bilqisthi, Putri. (2021). Laporan Penelitian: Analisis Kasus
Tidndak Pidana Yang Dilakukan oleh Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis
(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Meulaboh Perkara No. 75/Pid.
Sus/2019/PN Mbo).
Chadha, P. Vijay. (1995). Ilmu Forensik dan Toksikologi. Edisi Bahasa V, Widya
Medika, Jakarta.
DiMaio, Vincent J. M., & Molina, D. Kimberley. (2021). DiMaios forensic
Eben Ezer Debora Purba
1
, Asan Petrus
2
, Doaris ingrid
3
/ JOSR: Journal of Social Research,
1(11), 376-385
Kematian Akibat Trauma Tumpul Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Yang
Menyebabkan Kerusakan Jaringan Otak 385
385
pathology. CRC Press.
Inayah, Hidayah Rohmah. (2021). IMPLEMENTASI PERATURAN BADAN
KEPEGAWAIAN NEGARA (BKN) NOMOR 03 TAHUN 2020 TENTANG
PETUNJUK TEKNIS PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN
SELATAN. Universitas Islam Kalimantan MAB.
Paulus, Trena, Lester, Jessica, & Dempster, Paul. (2013). Digital tools for
qualitative research. Sage.
© 2021 by the authors. Submitted for possible open access publication under
the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA)
license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).