
Sudaryo
1,
Mesenu
2
JOSR: Journal of Social Research, 1(11), 298-309
Analisis Distribusi Ikan Pada Cahaya Lampu Gas Dan Lampu Celup Bawah
Air Di Rumpon Perairan Hitu 301
takut (flickering light), untuk itu diperlukan modifikasi terhadap penggunaan
lampu dengan meletakan lampu pada posisi di bawah permukaan air (underwater
lamp). Hal ini sejalan dengan penelitian Haruna (Utami, 2009), (2008)
mengatakan bahwa illuminasi cahaya pada penangkapan light fishing bagan
perahu di Perairan Maluku Tengah dipengaruhi oleh kondisi arus maupun
gelombang. Menurut Ayodhya (Putra, 2018), (1981) bahwa fungsi penggunaan
lampu bawah air antara lain; cahaya dapat lebih efisien, waktu yang diperlukan
untuk mengumpulkan ikan lebih sedikit, dan ikan yang terkumpul disekitar lampu
relatif lebih tenang. Hasil penelitian tentang distribusi dan tingkah laku ikan
hubungannya dengan besarnya intensitas cahaya maupun menggunakan lampu
bawah air pada rumpon di Maluku Tengah dengan pengamatan bawah air sampai
saat ini belum banyak diketahui (Harefa, 2013). Oleh karena itu penelitian ini
mencoba mengkaji informasi-informasi yang berhubungan dengan tingkah laku
ikan dibawah cahaya lampu melalui pendekatan akustik (LAKU, n.d.).
Tertariknya ikan pada sumber cahaya disebut fototaksis positif dimana
tingkah laku ikan yang mendatangi sumber cahaya dapat dibedakan yaitu
tertariknya ikan secara langsung oleh cahaya dan tertarik mendekati cahaya
karena mencari makan (Parrish, 1999). Tingkah laku yang demikian inilah yang
dimanfaatkan nelayan dimalam hari dengan berbagai alat penangkapan ikan
seperti bagan (Knudsen, Fosseidengen, Oppedal, Karlsen, & Ona, 2004), purse
seine dan pancing. Selama ini keberadaan ikan banyak diduga oleh nelayan
dengan adanya gelembung-gelembung udara yang dikeluarkan ikan tetapi posisi
ikan pada catchable area belum banyak diketahui. Oleh karena itu pengamatan
bawah air (underwater observation) merupakan salah satu aspek yang disarankan
dalam pengamatan tingkah laku ikan (Nadir, 2000).
Pengetahuan tingkah laku ikan dalam proses penangkapan ikan yang
menggunakan cahaya dan rumpon sebagai alat bantu penting diketahui khususnya
tingkah laku di sekitar pencahayaan dengan melakukan pengamatan akustik untuk
mengetahui antara lain; waktu kedatangan ikan (Nicol, 1963), distribusi
kedalaman renang ikan di sekitar areal pencahayaan sebelum dan sesudah tengah
malam pada tingkat intensitas tertentu, banyak tidaknya ikan yang terbaca pada
echogram dan pola pergerakan ikan di sekitar pencahayaan pada catchable area
rumpon (Nikonorov & Nikonorov, 1975).
Menurut Nybakken (1988), Sudirman, (2003), Tupamahu (2003), dan
Sulaiman (2006) bahwa illuminasi cahaya dipengaruhi oleh absorbsi cahaya dan
partikel-partikel air (Subani & Barus, 1989), kecerahan dan pemantulan cahaya
oleh permukaan laut. Nilai iluminasi (lux) suatu sumber cahaya akan menurun
dengan semakin meningkatnya jarak dari sumber cahaya tersebut dan nilainya
akan berkurang apabila cahaya tersebut masuk ke dalam air karena mengalami
pemudaran (Monintja, Baskoro, Purbayanto, & Arimoto, n.d.). Nicol (1963)
melakukan review mengenai penglihatan dan penerimaan cahaya oleh ikan dan