Oky
Roymando Purba, Posma Lumban Raja
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
okyroymando@gmail.com, posmalr@yahoo.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Agustus 2022 10 Agustus 2022 20 Agustus 2022 |
Latar Belakang : Perkembangan teknologi khusunya dibidang internet saat ini terus berkembang pesat. Melalui internet keterbatasan waktu jarak dan biaya dapat teratasi dengan mudah Kemudahan yang diberikan sangat menguntungkan bagi banyak pihak karena berbagai manfaat yang bisa didapatkan. Tujuan : Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Kemudahan dan Kepercayaan konsumen menggunakan e-commerce terhadap keputusan pembelian pada pengguna Shopee. Metode : Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian pada uji signifikasi parsial (uji-t) menunjukan bahwa variabel kemudahan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian . Variabel Kepercayaan (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Berdasarkan hasil koefisien Determinasi hubungan antara variabel Kemudahan (X1) dan Kepercayaan (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) adalah sebesar 82,5%. Kesimpulan : Hal ini berarti Kemudahan (X1),Kepercayaan (X2) dan Keputusan Pembelian (Y) memiliki hubungan yang cukup erat. Kata Kunci : Kemudahan;
Kepercayaan; Keputusan Pembelian; Kota Medan |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The development of technology,
especially in the field of the internet, continues to grow rapidly. Through
the internet, the limitations of distance time and costs can be resolved
easily The convenience provided is very profitable for many parties because
of the various benefits that can be obtained. Objectives: This study was conducted with the aim of determining the influence of
ease and trust of consumers using e-commerce on purchasing decisions on
Shopee users. Methods: This form of research is quantitative research with an associative
approach. Results: Based on the results of research on the partial signification test
(t-test) shows that the convenience variable (X1) has a positive and
significant effect on purchasing decisions. The Trust Variable (X2) has a
positive and significant effect on purchasing decisions (Y). Based on the
results of the coefficient of Determination, the relationship between the
variables Ease (X1) and Trust (X2) to the Purchase Decision (Y) is 82.5%. Conclusion: This means Ease (X1), Trust (X2) and Purchase Decision (Y) have a fairly
close relationship. Keywords: Ease; Trust; Purchasing
Decision; Medan City |
|
*Correspondent Author :
Oky
Roymando Purba
Email : okyroymando@gmail.com
PENDAHULUAN
Pesatnya
perkembangan teknologi internet saat ini sangat berdampak terhadap hampir semua
sisi kehidupan masyarakat tanpa mengenal batas. Perkembangan teknologi internet
yang ada bukan sekedar mengubah gerak, teknologi internet memberi kemudahan
dalam berkomunikasi ataupun mengakses informasi tanpa dibatasi oleh jarak,
waktu mapun wilayah. Pertumbuhan pengguna internet semakin hari semakin
meningkat, karena internet sudah menjadi kebutuhan untuk menunjang kehidupan.
Hal tersebut dapat dilihat dengan peningkatan pengguna internet di Indonesia
setiap tahun. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia
(APJII) pada tahun 2019 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7
juta jiwa, jumlah tersebut meningkat 23,5 juta jiwa dari tahun 2018. Sumatera
Utara menjadi salah satu provinsi terbesar pengguna internet.
Tabel 1
Provinsi dengan jumlah pengguna internet
terbesar di Indonesia
|
No |
Provinsi |
Jumlah Pengguna |
|
1 |
Jawa Barat |
35,1 Juta |
|
2 |
Jawa Tengah |
26,5 Juta |
|
3 |
Jawa Timur |
26,3 Juta |
|
4 |
Sumatera Utara |
11,7 Juta |
|
5 |
Banten |
9,9 Juta |
Salah
satu industri yang mendapatkan dampak dengan perkembangan tersebut adalah
industri Elektronic Commerce (E-Commerce). E-Commerce menjelaskan berbagai
macam teknologi, proses, dan praktik yang dapat melakukan transaksi tanpa
menggunakan kertas sebagai alat mekanisme transaksi. Hal ini berdampak besar
pada pertumbuhan ekonomi. Perlu disadari dengan adanya e-commerce ini, biaya
operasional dapat ditekan dan permintaan untuk produk atau jasa yang
diperjualbelikan semakin meningkat. Badan Pusat Statistik mencatat selama tahun
2018 jumlah transaksi dari 13.485 usaha e-commerce sebanyak 24.821.916 transaksi,
dengan nilai transaksi yang mencapai 17,21 triliun rupiah. Dari data tersebut
bisa dikatakan bahwa rata-rata setiap usaha e-commerce melakukan transaksi
selama tahun 2018 sebanyak 1.841 kali dengan rata-rata nilai transaksinya
sebanyak 694 ribu rupiah.
Tabel 2
E-Commerce dengan pengunjung terbesar di Indonesia
|
No |
E-Commerce |
Kunjungan |
Traffic share |
|
1 |
Tokopedia |
126,4
Juta |
33,7 % |
|
2 |
Shopee |
117
Juta |
29.73 % |
|
3 |
Bukalapak |
31,27
Juta |
7,79
% |
|
4 |
Lazada |
28,20 Juta |
7,45
% |
|
5 |
Blibli |
18,54
Juta |
4,86
% |
Shopee
adalah salah satu e-commerce tempat layanan jual beli berbasis yang mudah dan
cepat. Berbagai macam produk-produk mulai dari produk fashion sampai dengan
produk untuk kebutuhan pokok rumah tangga
dapat di temukan di Shopee. Aplikasi Shopee dapat di peroleh dengan mengunduhnya di
Playstore dan App store. Hadirnya Shopee
dalam bentuk aplikasi mobile memiliki tujuan untuk memberi kemudahan bagi
konsumen dan penjual untuk melakukan transaksi pembelian produk kapan saja dan
dimana saja. Kemudahan yang diberikan diharapkan dapat terus meningkatkan
keinginan konsumen berbelanja. Berdasarkan data dari I-Price dimulai dari
kuartal 1- kuartal 4 tahun 2020 Shopee menduduki peringkat 1 sebagai aplikasi
yang banyak dikunjungi, peringkat 1 aplikasi terpopuler di play store dan app
store. Pengunjung Shopee bertumbuh secara konsisten di tahun 2020 tanpa ada
penurunan jumlah pengunjung. Namun demikian, Persaingan e-commerce di Indonesia
semakin tinggi. Semua menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja
untuk meningkatkan minat konsumen dalam berbelanja. Ditengah kemudahan yang
ditawarkan muncul keluhan konsumen terhadap e-commerce. Menurut Yayasan Lembaga
Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat, sepanjang 2019, terdapat 34 kasus komplain
pelanggan terhadap e-commerce. Mayoritas Konsumen mengeluh soal barang yang
tidak diterima sebesar (28,2 persen), Barang Tidak sesuai pesanan meliputi
(15,3 persen), dan pengembalian dana atau refund (15,3 persen). Selanjutnya,
keluhan terhadap sistem transaksi (12,8 persen), penipuan (12 persen),
lain-lain (7 persen), sistem server (5,1 persen), dan sistem pembajakan akun
(2,5 persen). Berdasarkan data YLKI untuk e-commerce yang mendapat aduan
berasal dari Bukalapak dan JD.ID sama sama sebesar (17,6), Shopee (14,7
persen), Tokopedia (8,8 persen), Harga Dunia (5,8 persen). Lalu, OYO (5,8
persen), Tiket.com (5,8 persen). Ditengah persaingan yang kompetitif dalam
memberikan pelayanan terbaik. Perusahan juga harus mampu memelihara kepercayaan
konsumen untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Hal tersebutlah yang melatar
belakangi penulis untuk melaksanakan penelitian yang berjudul “Pengaruh
Kepercayaan dan Kemudahan Konsumen Menggunakan E-Commerce Terhadap Keputusan
Pembelian Studi Pengguna Shopee Kota Medan”
Adapun
yang menjadi tujuan dari penelitian ini, adalah:
1.
Untuk mengetahui Pengaruh Kemudahan menggunakan
E-Commerce terhadap Keputusan Pembelian pada pengguna Shopee di kota Medan?
2.
Untuk mengetahui pengaruh Kepercayaan
menggunakan E-Commerce terhadap Keputusan Pembelian pada pengguna Shopee di
kota Medan?
3.
Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan
kemudahan penggunaan E-Commerce terhadap keputusan pembelian pada pengguna
Shopee di kota Medan?
A.
Perilaku Konsumen
Perilaku Konsumen menurut (Firmansyah & Mahardhika, 2018)
merupakan suatu proses pengambilan keputusan oleh konsumen dalam memilih,
membeli, memakai serta memanfaatkan produk, jasa, serta gagasan, atau pengalaman
dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat konsumen. Menurut Hiffman dan Kanuk
(Rini, Shinta, & Isaskar, 2012)
istilah perilaku konsumen dapat diartikan sebagai sebuah perilaku yang
diperlihatkan konsumen dalam melakukan pencarian, membeli, menggunakan,
mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan
memberikan kepuasank kebutuhan mereka. Menurut (Firmansyah, 2019)
pada dasarnya, secara umum perilaku konsumen dibagi menjadi dua perilaku
konsumen yang bersifat rasional dan irasional. Perilaku konsumen yang bersifat
rasional adalah tindakan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian suatu
barang dan jasa yang mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum, yaitu
seperti tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan utama, serta manfaat produk itu
sendiri terhadap konsumen pembelinya. Sedangkan perilaku konsumen yang bersifat
irasional adalah perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh rayuan penjual dari
suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan atau kepentingan.
B.
Kemudahan
Kemudahan penggunaan diartikan sebagai kepuasan
pengguna terhadap kenyamanan atau keramahan dalam menggunakan sistem seperti
proses entri data, pemprosesan data, dan pencarian informasi yang dibutuhkan
menurut Mohammed (Limpo, n.d.).
Kemudahan Penggunaan menurut Davis (Monisa, 2013)
adalah tingkatan seseorang mempercayai penggunaan teknologi hanya membutuhkan
sedikit usaha. Kemudahan memiliki makna tanpa kesulitan atau tidak memerlukan
usaha yang besar ketika pengoperasian teknologi tersebut. Indikator Kemudahan
Penggunaan. Terdapat 4 indikator persepsi kemudahan penggunaan menurut Davis
dalam (Limpo, n.d.).
1.
Kemudahan untuk dipelajari
Kemudahan untuk mempelajari dan mengakses
aplikasi Shopee dalam berbelanja online
2.
Kemudahan yang sesuai dengan konsumen
Pengoperasian Teknologi informasi bekerja
dengan mudah sesuai keinginan pengguna.
3.
Kemudahan yang meningkatkan keterampilan
Kemudahan yang didapatkan pengguna dengan
menggunakan aplikasi Shopee meningkatkan keterampilan pengguna dalam
bertransaksi online .
4.
Kemudahan untuk dioperasikan.
Intensitas penggunaan aplikasi dan interaksi
antar pengguna juga akan menunjukkan kemudahan dalam menjalankan sistem.
C.
Kepercayaan
Menurut (Mowen & Minor, 2002)
Kepercayaan konsumen adalah pengetahuan yang diketahui oleh konsumen dan semua
keputusan yang dibuat oleh konsumen tentang manfaat,atribut dan objek dari
suatu produk atau jasa. Kepercayaan konsumen adalah pengetahuan konsumen
tentang suatu benda, atributnya, dan manfaatnya Menurut Sumarwan (Badir & Andjarwati, 2020).
Kepercayaan memiliki beberapa indikator yang terdiri dari 3 yaitu:
1.
Integritas (Integrity)
Integritas merupakan keyakinan konsumen bahwa
perusahaan akan melaksanakan prinsip-prinsip yang dapat diterima seperti
menepati janji, berperilaku sesuai etika dan jujur. Integritas tersebut
tergantung dari konsistensi
2.
Kebaikan (Benevolence)
Kebaikan adalah seberapa besar seseorang
percaya kepada penjual untuk berperilaku baik kepada konsumen.
3.
Kompetensi (Competence)
Kompetensi merupakan kemampuan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dan memenuhi segala keperluannya.
D.
Keputusan Pembelian
Menurut (Kotler & Amstrong, 2014)
Keputusan Pembelian adalah suatu porses membeli merk/produk yang di sukai. Menurut
(Djohan, 2016)
Proses pengambilan keputusan dibagi menjadi empat langkah:
1.
Fase Intelijen
Proses pembelian yang dilakukan konsumen
diawali setelah konsumen mengidentifikasi kebutuhan dan masalah
2.
Fase Desain
Pada fase ini, konsumen membuat kriteria atau
variabel ideal yang diinginkan untuk mengatasi masalah. Kriteria atau variabel
dijadikan sebagai indikator memilih alternatif yang ada.
3.
Fase Pemilihan
Pemilihan dilakukan secara rasional dengan
metode kuantitatif atau semi kuantitatif, agar terukur dan dapat dipertanggung
jawabkan.
4.
Evaluasi dan Tindak Lanjut Pascapembelian
Setelah melakukan pembelian suatu produk,
konsumen akan mengalami beberapa tingkat kepuasan atau tidak ada kepuasan.
METODE PENELITIAN
Bentuk penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.. Data penelitian ini
didapat dari kuisioner yang disebarkan menggunakan Google form keseluruh
responden yang kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 26. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2021. Populasi menurut (Sandu & Sodik, 2015)
merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek/subyek yang memiliki
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Responden yang dikehendaki untuk
memudahkan penelitian sehingga diambil sampel sebanyak 100 orang kota Medan
yang pernah melakukan pembelian pada aplikasi Shopee 3 bulan terakhir. Teknik
pengumpulan data untuk memperoleh data ataupun informasi yang diperlukan penelitian ini, Adapun jenis dan sumber data
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.
Metode Pengumpulan Data Primer
Data primer adalah data yang
diperoleh langsung dari objek yang akan diteliti (responden). Data primer dalam
penelitian ini didapat dengan memberikan kuesioner kepada responden yang sudah
ditentukan.
b.
Metode Pengumpulan Data
Sekunder
Data sekunder adalah data yang
tersedia sebelumnya yang dikumpulkan dari sumber sumber tidak langsung misalnya
dari sumber sumber tertulis milik pemerintah atau perpustakaan. Teknik
pengambilan data sekunder dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan,
yaitu pengumpulan data dari buku-buku karya ilmiah, pendapat ahli, skripsi yang
berhubugan dan relevan dengan masalah
yang akan diteliti, hingga internet.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Uji-T
Hasil
Uji Signifikansi Parsial (Uji T) adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Uji Parsial (Uji T)
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
4.316 |
1.774 |
|
2.434 |
0.017 |
|
Kemudahan Kepercayaan |
0.630 0.330 |
0.072 0.106 |
0.654 0.234 |
8.721 3.124 |
0.000 0.002 |
|
Berdasarkan hasil Uji T diatas dapat disimpulkan bahwa:
1.
Berdasarkan hasil uji
dengan menggunakan program software statistika, diperoleh hasil pengujian dan
berkaitan dengan teori variabel Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap
keputusan pembelian, hal ini dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan variabel
kemudahan dimana sig, 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 8,721 > t tabel
1.988 maka dengan hasil tersebut Ha1 dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa variabel Kemudahan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
variabel keputusan pembelian (Y).
2.
Berdasarkan hasil uji
dengan menggunakan program software statistika, diperoleh hasil pengujian dan
berkaitan dengan variabel kepercayaan
(X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Hal
ini dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan variabel kepercayaan dimana t
hitung > t tabel ( 3,124 > 1,988 ) dan sig, sebesar 0,002 < 0,05, maka
dengan hasil tersebut Ha2 dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel
keputusan pembelian (Y).
B. Uji F
Hasil uji Simultan (Uji F) yaitu pengujian variabel
independen terhadap variabel dependen secara bersama-sama (simultan) pada tabel
4, sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Uji F
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
1049.622 |
2 |
524.811 |
103.297 |
.000b |
|
Residual |
492.818 |
97 |
5.081 |
|
|
|
|
Total |
1542.440 |
99 |
|
|
|
|
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan
hasil pengolahan data diatas nilai F hitung yang diperoleh adalah sebesar
103,297. Dimana nilai F hitung lebih besar dari F tabel yaitu 103,297 > 3,09
dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Artinya secara bersama-sama variabel
Kemudahan (X1), dan Kepercayaan (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Keputusan Pembelian (Y), maka H3 diterima.
C. Uji R2 (Koefisien Determinasi)
Tabel 5
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
0.825a |
0.680 |
0.674 |
2.25402 |
|
a. Predictors: (Constant), Kepercayaan,
Kemudahan |
||||
Sumber: Hasil
Pengolahan Data (2021)
1.
R = 0,825 berarti
hubungan antara variabel Kemudahan (X1) dan Kepercayaan (X2) terhadap Keputusan
Pembelian (Y) adalah sebesar 82,5%. Hal ini berarti Kemudahan (X1) ,Kepercayaan
(X2) dan Keputusan Pembelian (Y) memiliki hubungan yang cukup erat.
2.
Angka R Square (R2)
sebesar 0,674 (67.4%) menunjukkan bahwa Kemudahan (X1) ,Kepercayaan (X2) mampu
menjelaskan Keputusan Pembelian (Y) sebesar 67.4%. Sedangkan sisanya sebesar
32. 6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
D. Pengaruh Kemudahan Terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Shopee
Berdasarkan penelitian variabel kemudahan , peneliti menemukan bahwa semua
butir pertanyaan yang dijawab oleh responden untuk mengukur variabel kemudahan
terhadap keputusan pembelian adalah valid dan reliable, dan semua data dalam
penelitian ini berdistribusi normal. Hasil analisis data dari penelitian ini
adalah terdapat pengaruh antara kemudahan terhadap keputusan pembelian konsumen
Shopee. Hal ini didapat dari uji hipotesis yang dilakukan yaitu pada uji
signifikasi parsial (uji-t), nilai thitung variabel kemudahan adalah 8,721
dengan tingkat signifikasi 0,000 dan nilai ttabel 1,988 maka thitung lebih
besar daripada ttabel yaitu (8,721 > 1,988 ) dan nilai signifikasinya 0,000
< 0,05 yang artinya Ha1 diterima secara parsial bahwa variabel kemudahan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil
penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Irianti
(2017) “Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan, Kepuasan dan Resiko
Terhadap Minat Pembeli Untuk Menggunakan Sistem E-Commerce”. Berdasarkan hasil
pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa variabel kemudahan memiliki
pengaruh terhadap minat pembeli untuk menggunakan sistem e-commerce, yang
ditunjukkan dengan hasil, uji parsial (uji-t) variabel kemudahan thitung lebih
besar dari t tabel.
E. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen Shopee
Berdasarkan penelitian variabel kepercayaan , peneliti menemukan bahwa
semua butir pertanyaan yang dijawab oleh responden untuk mengukur variabel
kepercayaan terhadap keputusan pembelian adalah valid dan reliable, dan semua
data dalam variable kepercayaan ini berdistribusi normal. Hasil analisis data
dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara kepercayaan terhadap
keputusan pembelian konsumen Shopee. Hal ini didapat dari uji hipotesis yang
dilakukan yaitu pada uji signifikasi parsial (uji-t), kepercayaan (X2)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Hal ini
dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan variabel kepercayaan dimana thitung
> ttabel ( 3,124 > 1,988 ) dan sig, sebesar 0,002 < 0,05, maka dengan
hasil tersebut Ha2 dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kepercayaan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian pada
konsumen. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh Lestari (2019) “Pengaruh Kepercayaan dan
Kemudahan Terhadap Keputusan Belanja Online (Studi Pada Pengguna Tokopedia)”.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan
memiliki pengaruh yang signifikan atau berpengaruh secara nyata terhadap
keputusan belanja online.
F. Pengaruh Kemudahan dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian pada
Konsumen Shopee
Berdasarkan hasil uji signifikansi simultan (uji F) yang bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen secara bersama-sama
terhadap variabel dependen. Hasil pengujian nilai F hitung yang diperoleh
adalah sebesar 103,297. Dimana nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu
103,297 > 3,09 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Artinya secara
bersama-sama variabel kemudahan (X1), dan kepercayaan (X2) berpengaruh positif
dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), maka Ha3 diterima. Hasil uji
analisis linier berganda terlihat bahwa variabel kemudahan memiliki pengaruh
terbesar terhadap keputusan pembelian dibandingkan yang lainnya. Apablila
variabel Kemudahan ditingkatkan satu satuan maka Keputusan pembelian akan
meningkat juga. Dalam hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa jika terjadi
perubahan pada variabel independen yaitu kemudahan dan kepercayaan konsumen
maka akan terjadi juga perubahan pada keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan
dengan hasil analisis R Square sebesar 0,674 yang berarti kemudahan dan
kepercayaan konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sebanyak
67,4% sedangkan sisanya 32,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
diteliti dalam penelitian ini.
KESIMPULAN
Badir, Mailal,
& Andjarwati, Anik Lestari. (2020). The Effect of E-WOM, Ease of Use and
Trust on Purchase Decisions (Study on Tokopedia Application Users). Jurnal
Minds: Manajemen Ide Dan Inspirasi, 7(1), 39–52. Google
Scholar
Djohan, Agustinus
Johanes. (2016). Manajemen & Strategi Pembelian. Malang: Media Nusa
Creative. Google Scholar
Firmansyah, M. Anang.
(2019). Pemasaran Produk dan Merek: Planning dan Strategy. Penerbit
Qiara Media. Google Scholar
Firmansyah, M. Anang,
& Mahardhika, Budi W. (2018). Pengantar Manajemen. Deepublish. Google
Scholar
Kotler, Philip, &
Amstrong, Gary. (2014). Principles of Marketing, Jilid 1 Terjemahan Bob Sabran
Jakarta: Erlangga. Komunikasi Pemasaran Terpadu. Google Scholar
Limpo, Lita. (n.d.).
Meryana.(2017). Effect of Trust and Easy on Decision Online Purchase toward
Special Fashion Products. International Journal of Science and Research
(IJSR), 6(10), 715–717. Google Scholar
Monisa, Martina.
(2013). Persepsi Kemudahan Dan Kegunaan Opac Perpustakaan Unair. Jurnal
UNAIR, 2(1). Google Scholar
Mowen, John C., &
Minor, Michael. (2002). Perilaku konsumen. Jakarta: Erlangga, 90.
Google
Scholar
Rini, Dwiastuti,
Shinta, Agustina, & Isaskar, Riyanti. (2012). Ilmu perilaku konsumen.
Malang. Universitas Brawijaya Press. Google Scholar
Sandu, Siyoto, &
Sodik, M. Ali. (2015). Dasar metodologi penelitian. Yogyakarta: Literasi
Media Publishing, 3. Google Scholar
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |