PERANAN PENDIDIKAN TASAWUF SANTRI PADA KEHIDUPAN MODERN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT IDEALISME

 

 

Kahari, Maryadi, Endang Fauziyati

Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

misterkahari@gmail.com, mar243@ums.ac.id, endang.fauziati@ums.ac.id

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Agustus 2022

10 Agustus 2022

20 Agustus 2022

Latar Belakang : Pendidikan berkontribusi untuk mengembangkan kemampuan potensi dirinya sehingga menjadikan masyarakat berkualitas. Semakin jauhnya manusia modern dari visi keilahian akan menimbulkan gejala psikologis dan problem spiritual berupa kehampaan dan kegersangan spiritual dan untuk menyeimbangkan maka dibutuhkan pendidikan dengan pendekatan tasawuf.

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan nilai-nilai pendidikan tasawuf diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, dan pendidikan tasawuf santri pada kehidupan modern dalam perspektif Idealisme.

Metode : Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diperoleh melalui sumber data sekunder dari buku, jurnal penelitian, tesis, artikel media masa, dan referensi lain yang berkaitan dengan judul penelitian dengan analisis deskriptif kualitatif.

Hasil : Hasil penelitian yaitu nilai-nilai pendidikan tasawuf sangat ditekankan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo karena berbanding lurus pada eksistensi Pesantren sebagai lembaga pendidikan moral

Kesimpulan : Semakin jauhnya manusia modern dari visi keilahian akan menimbulkan gejala psikologis dan problem spiritual berupa kehampaan dan kegersangan spiritual dan untuk menyeimbangkan maka dibutuhkan pendidikan dengan pendekatan tasawuf.

 

Kata Kunci : Pendidikan Tasawuf; Filsafat Idealisme;  Kehidupan Modern

 

 

 

 

Abstract

 

Background: Education contributes to developing his potential abilities so as to make society quality. The further away modern man is from the vision of divinity will cause psychological symptoms and spiritual problems in the form of void and spiritual aridity and to balance it requires education with a Sufism approach.

Objectives: The purpose of this study is to describe the values of Sufism education applied in Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, and sufism education in modern life in the perspective of Idealism.

Methods: This type of research is a literature study obtained through secondary data sources from books, research journals, theses, mass media articles, and other references related to research titles with qualitative descriptive analysis.

Results: The results of the study, namely the values of Sufism education, are highly emphasized in Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo because it is directly proportional to the existence of Pesantren as a moral educational institution.

Conclusion: The further away modern man is from the vision of divinity will cause psychological symptoms and spiritual problems in the form of emptiness and spiritual aridity and to balance it requires education with a Sufism approach.

 

Keywords: Sufism Education; Philosophy of Idealism;  Modern Life

*Correspondent Author : Kahari

Email : misterkahari@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Pendidikan berkontribusi untuk mengembangkan kemampuan potensi dirinya sehingga menjadikan masyarakat berkualitas. Pendidikan menurut UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan dari pendidikan nasional adalah tercapainya bangsa Indonesia yang bermartabat. Indikator bangsa yang bermartabat di antaranya adalah beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sistem pendidikan nasional memiliki tantangan pada kehidupan modern, khususnya para remaja yang lekat dengan dunia teknologi dan internet. Salah satu dampak perkembangan teknologi yaitu pada penurunan karakter remaja yang mulai lebih fokus pada kehidupan duniawi. Tidak menutup kemungkinan juga adanya perilaku remaja yang menyimpang dari nilai-nilai ajaran agama karena sebagian para remaja tidak mengindahkan tuntutan agama.  Sisi lain pendidikan menunjukkan bahwa belakangan ini telah terjadi penurunan rasa hormat peserta didik kepada gurunya (Kurniawan, 2016).

Peserta didik tidak lagi memiliki rasa bahwa guru adalah seseorang yang berjasa atas ilmu dan pengetahuan yang diberikan sehingga guru harus dipanuti, dihormati, dan disegani (Nafi’a, Naufal, & Gumiandari, 2022). Menurut (Chalifah & Sodiq, 2015), semakin jauhnya manusia modern dari visi keilahian, yang pada gilirannya menimbulkan gejala psikologis dan problem spiritual berupa kehampaan dan kegersangan spiritual. Dampak terburuknya, adalah banyak dijumpai orang-orang yang terkena beban psikologis seperti stres, resah, bingung, gelisah, dan sebagainya, karena tidak memiliki pegangan hidup yang kuat yang berpusat pada Tuhan. Oleh karena itu, untuk mendukung tujuan Pemerintah dalam upaya mewujudkan pendidikan nasional maka dibutuhkan pendidikan dengan pendekatan tasawuf. Pendidikan tasawuf berfungsi untuk menjadikan manusia berkepribadian shalih dan memiliki laku lampah yang baik dan mulia serta mempunyai ibadah yang berkualitas menghasilkan output berupa manusia yang jujur, istoqamah dan tawaadu. Pendidikan tasawuf adalah sarana untuk seseorang mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian jiwa dan hati. Pendidikan tasawuf perlu dikemas dengan pendekatan-pendekatan yang terkini agar relate dengan para remaja milennial, khususnya untuk remaja santri. Agar terciptanya remaja yang mempunyai akhlakul karimah dan menjaga pribadinya dari krisis rohani (Nafi’a et al., 2022). Tasawuf seperti mengalami fase Revitalisasi di era generasi milennial ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak diimbangi dengan ajaran agama yang luhur membuat generasi millennial menjadi rakus dan jauh dari Tuhan. Kehadiran Tasawuf semakin bermakna, ketika tasawuf mampu menjadi oase di padang pasir yang tandus dan gersang bagi masyarakat modern yang mengalami krisis spiritual (Nuraini & Marhayati, 2019).

Tasawuf merupakan upaya mensucikan diri dengan cara menjauhkan pengaruh kehidupan dunia, dan memusatkan perhatian hanya kepada Allah SWT. Adanya konsep pensucian dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat digunakan sebagai paradigma pendidikan spiritual dan akhlak, hal ini dikarenakan tasawuf mengajarkan untuk kembali kepada Allah SWT yang merupakan fitrah manusia (Syafi’i & Nugroho, 2021). Sehingga pendidikan merupakan kegiatan proses belajar mengajar yang sistem pendidikannya senantiasa berbeda dari satu masyarakat dengan masyarakat lain. Hal ini disebabkan, setiap masyarakat itu memiliki sistem sosial, filsafat dan gaya hidup tertentu yang sesuai dengan tujuan dasar maupun nilai – nilai yang terdapat dimasyarakat tersebut. Peran filsafat dalam dunia pendidikan adalah memberikan acuan bidang filsafat pendidikan guna mewujudkan cita-cita pendidikan yang diharapkan oleh suatu masyarakat atau bangsa. Salah satu aliran yang ter filsafat untuk berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan adalah aliran idealisme. Filosof  idealis  pertama  yang  dikenal  memiliki  teori ide  secara  sistematis adalah  Plato  Hatta (1996:  44). Dalam dunia pemikiran moden, idealisme dikembangkan oleh para filsuf seperti , George Berkeley (1685-1753), Immanuel Kant (1724- 1804) dan George Hegel (1770- 1831). Tokoh idealisme yang menerapkan gagasan-gagasan idealisme pada pendidikan modern di antaranya adalah J. Donald Butler dan Herman H. Horne berpandangan idealisme berkaitan dengan agama yang berfokus pada aspek spiritual dan moral (Rusdi, 2013). Sehingga pandangan filsafat idealisme dapat dilihat dari kajian ontologi yaitu realitas akal pikiran, kajian epistemologi yaitu kebenaran sebagai ide dan gagasan, dan kajian aksiologi sebagai nilai-nilai dari dunia ide.

Berdasarkan landasan permasalahan tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut

a.     Bagaimana nilai-nilai pendidikan tasawuf diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo?

b.    Bagaimana pendidikan tasawuf santri pada kehidupan modern dalam perspektif Idealisme?

 

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan yang diperoleh melalui sumber data sekunder dari buku, jurnal penelitian, tesis, artikel media masa, dan referensi lain yang berkaitan dengan judul penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan nilai-nilai pendidikan tasawuf bagi santri pondok, dan fenomena pendidikan tasawuf bagi santri dalam kehidupan modern perspektif filsafat idealisme. Peneliti berusaha mendeskripsikan secara mendalam dan subyektif dari sudut pandang berbagai sumber dengan menganalisis data-data hasil telaah referensi yang saling berkaitan.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Nilai-Nilai Pendidikan Tasawuf Diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo

Pola pembinaan disiplin mahasiswa di Gontor berbasis sistem pesantren dengan pola asuh 24 jam dengan pengaturan disiplin keamanan, disiplin masuk kelas, dan disiplin bahasa. Pelaksanaan manajemen kemahasiswaan di Gontor dilakukan oleh staf bimbingan bekerjasama dengan staf KMI dan dewan pembimbing bahasa. Menerapkan sistem POACE (Planning, Organizing, Actuating, Controlling, and Evaluating) untuk menerapkan disiplin. Penerapan manajemen kemahasiswaan di Gontor merupakan upaya untuk menjaga eksistensi Pesantren sebagai lembaga pendidikan moral. Upaya peningkatan moral mahasiswa dilakukan dengan menerapkan kinerja POACE dalam penerapan manajemen mahasiswa (Sista & Sodiqin, 2022). Pengelolaan santri di Pondok Modern Gontor dilakukan dengan menggunakan kinerja POACE. Kedisiplinan yang di terapkan membawa aura positif bagi kehidupan siswa di Gontor. (Syam, 2015) Melakukan kegiatan POACE dalam sistem manajemen merupakan bukti bahwa Pondok Modern Gotor mendidik santrinya tidak sembarangan.

Pada kajian lain gaya kepemimpinan dan manajemen yang diterapkan pada Pondok Modern Darussalam Gontor memberikan gambaran bahwa nilai-nilai pendidikan tasawuf sangat ditekankan karena berbanding lurus pada eksistensi Pesantren sebagai lembaga pendidikan moral. Pendidikan tasawuf berfungsi untuk menjadikan manusia berkepribadian shalih dan memiliki laku lampah yang baik dan mulia serta mempunyai ibadah yang berkualitas menghasilkan output berupa manusia yang jujur, istoqamah dan tawaadu. Pendidikan tasawuf adalah sarana untuk seseorang mendekatkan diri kepada Allah melalui penyucian jiwa dan hati. Selanjutnya, manajemen komunikasi bagian penggerak bahasa dalam meningkatkan keterampilan berbahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor, berfokus pada pendidikan bahasa dan manajemen komunikasi (Putra & Asy’ari, 2019). Gaya kepemimpinan dalam pendidikan karakter di Pondok Modern Darussalam Gontor, yang hanya berfokus pada potret pemimpin institusional dalam kegiatan pendidikan karakter di Gontor juga mendukung pendidikan tasawuf (Dacholfany, 2015).

B.   Pendidikan Tasawuf Santri pada Kehidupan Modern dalam Perspektif Filsafat Idealisme

Pada hakikatnya, tasawuf bukanlah ilmu yang menjauhkan kehidupan modern dari seorang hamba, melainkan ilmu yang memfasilitasi dan menjadi ‘obat’ bagi dunia modern dengan berbagai macam dinamika yang penuh kesukaran. Tasawuf juga menjadi jalan penyeimbang problema manusia modern tersebut. Melalui ilmu tasawuf yang dikemas dengan pendekatan modern, manusia-manusia yang berkarakter dan berkualitas seharusnya dapat terbentuk (Andrian, 2019). Keberadaan tasawuf modern dalam pembentukan karakter manusia juga ditekankan oleh Hamka (Supriyadi & Jannah, 2020). Eksistensi tasawuf modern adalah untuk menegakkan karakter manusia yang seimbang atau Hamka menyebutnya dengan istilah “i’tidal”, yaitu manusia yang hidupnya dijadikan proses untuk membentuk karakter yang baik dan menghindarkan dari penyakit rohani (Nafi’a et al., 2022). Bertasawuf sangat diperlukan bahkan dianjurkan untuk mengendalikan diri dari arus globalisasi ini. Tasawuf melatih jiwa dan mental dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan diri dari pengaruh dunia, sehingga tercermin perilaku mulia serta dekat dengan Allah SWT. Dengan kata lain tasawuf adalah pembinaan mental rohaniah agar selalu dekat dengan Tuhan. Intinya adalah tasawuf merupakan ajaran Islam yang bertujuan untuk membimbing manusia agar lebih dekat dengan Tuhan, menjaga hubungan baik sesama manusia, menunjukkan pribadi yang bermoral dan penuh nilai-nilai kemanusiaan, sehingga terciptanya ketenangan diri bagi seseorang, kondisi jiwa yang baik dan stabil akan memberikan dorongan semangat dalam berinteraksi dengan dunia modern serta menyikapi perkembangan zaman dengan tetap berpedoman kepada ajaran agama.

Menurut aliran filsafat idealisme tujuan pendidikan tasawuf bertujuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan semata-mata untuk ilmu pengetahuan itu sendiri sebagai ibadah kepada Allah, dan tujuan utamanya adalah pembentukan karakter akhlaq karimah, serta mengantarkan pada santri mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Aliran idealisme melihat santri merupakan seorang pribadi tersendiri, sebagai makhluk spiritual. Bagi yang menganut paham idealisme senantiasa memperlihatkan bahwa apa yang mereka lakukan merupakan ekspresi dari keyakinannya, sebagai pusat utama pengalaman pribadinya sebagai makhluk spiritual (Yanuarti, 2016). Untuk membentuk karakter terebut maka membutuhkan peran dari guru yang tidak cukup hanya mengajar siswa tentang bagaimana berpikir, tetapi lebih dari itu yaitu untuk pembentukan karakter dengan pendekatan tasawuf modern. Sehingga guru membutuhkan keunggulan moral dan intelektualnya. Aliran Idealisme memandang peran guru adalah bekerja sama dengan alam dalam proses pengembangan manusia, terutama bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan pendidikan santri (Afianto, 2022). Sehingga peran guru dalam pendidikan tasawuf adalah upaya guru berusaha membimbing, meningkatkan, menyempurnakan, dan menyucikan hati peserta didik sehingga menjadi dekat dengan Penciptanya. Peran ini dilandaskan pada pandangan bahwa manusia merupakan makhluk yang mulia.

 

KESIMPULAN

Pendidikan berkontribusi untuk mengembangkan kemampuan potensi dirinya sehingga menjadikan masyarakat berkualitas. Semakin jauhnya manusia modern dari visi keilahian akan menimbulkan gejala psikologis dan problem spiritual berupa kehampaan dan kegersangan spiritual dan untuk menyeimbangkan maka dibutuhkan pendidikan dengan pendekatan tasawuf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan nilai-nilai pendidikan tasawuf diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, dan pendidikan tasawuf santri pada kehidupan modern dalam perspektif Idealisme. Hasil penelitian yaitu 1) nilai-nilai pendidikan tasawuf sangat ditekankan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo karena berbanding lurus pada eksistensi Pesantren sebagai lembaga pendidikan moral. Pendidikan tasawuf berfungsi untuk menjadikan manusia berkepribadian shalih dan memiliki laku lampah yang baik dan mulia serta mempunyai ibadah yang berkualitas menghasilkan output berupa manusia yang jujur, istoqamah dan tawaadu. 2) Perspektif aliran filsafat idealisme pada pendidikan tasawuf berguna untuk mempelajari ilmu pengetahuan semata-mata untuk ilmu pengetahuan itu sendiri sebagai ibadah kepada Allah, dan tujuan utamanya adalah pembentukan karakter akhlaq karimah, serta mengantarkan pada santri mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

BIBLIOGRAFI

 

Afianto, Muhammad. (2022). Pemikiran Idealisme dalam Filsafat Pendidikan. Gugusan Aksara Edukasi, 73. Google Scholar

 

Andrian, Restu. (2019). Modernisasi Tasawuf Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 9(1), 36–50. Google Scholar

 

Chalifah, Ela, & Sodiq, Amirus. (2015). Pengaruh Pendapatan Mudharabah dan Musyarakah Terhadap Profitabilitas (ROA) Bank Syariah Mandiri Periode 2006-2014. Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 28–47. Google Scholar

 

Dacholfany, M. Ihsan. (2015). Leadership Style in Character Education at The Darussalam Gontor Islamic Boarding. Al-Ulum, 15(2), 447–464. Google Scholar

 

Kurniawan, Asep. (2016). Peran Tasawuf dalam Pembinaan Akhlak di Dunia Pendidikan di Tengah Krisis Spiritualitas Masyarakat Modern. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 2(1). Google Scholar

 

Nafi’a, Ilman, Naufal, Muhammad Ziyan, & Gumiandari, Septi. (2022). Urgensi Pendidikan Tasawuf pada Remaja Milenial. AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal), 32(1), 63–80. Google Scholar

 

Nuraini, Nuraini, & Marhayati, Nelly. (2019). NILAI-NILAI TASAWUF GENERASI MILENIAL. Nuansa: Jurnal Studi Islam Dan Kemasyarakatan, 12(2). Google Scholar

 

Putra, Muhammad Aldi Pratama, & Asy’ari, Nur Aini Shofiya. (2019). Manajemen komunikasi bagian penggerak bahasa dalam peningkatan kemampuan bahasa di Pondok Modern Darussalam Gontor. Journal of Islamic Comunication, 2(1). Google Scholar

 

Rusdi, Rusdi. (2013). Filsafat Idealisme: Implikasinya dalam Pendidikan. Dinamika Ilmu. Google Scholar

 

Sista, Taufik Rizki, & Sodiqin, Albab. (2022). The Implementation of Student Management in Discipline Guidance at Modern Islamic Boarding Schools Gontor. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 8(01), 103–112. Google Scholar

 

Supriyadi, Supriyadi, & Jannah, Miftahol. (2020). Pendidikan karakter dalam tasawuf modern hamka dan tasawuf transformatif kontemporer. Halaqa: Islamic Education Journal, 3(2), 91–95. Google Scholar

 

Syafi’i, Imam, & Nugroho, Irzak Yuliardy. (2021). WAWASAN AL-QURAN DALAM MODERASI BERAGAMA: PERKEMBANGAN PARADIGMA. Jurnal Islam Nusantara, 5(2), 52–66. Google Scholar

 

Syam, Aldo Redho. (2015). Manajemen pendidikan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren: Studi kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Google Scholar

 

Yanuarti, Eka. (2016). Pendidikan Islam Dalam Perspektif Filsafat Idealisme. BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2). Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).