Universitas Widya Kartika, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Feliciaapriliasetiawan@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01-08-2022 10-08-2022 20-08-2022 |
Latar Belakang : Setiap perusahaan baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, harus memiliki kinerja keuangan yang baik. Penilaian atas kinerja perusahaan penting untuk diketahui agar pemilik perusahaan mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan guna untuk pengambilan keputusan dimasa mendatang. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui hasil atas analisis common size untuk menilai kinerja keuangan pada 3 perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2018– 2020 yang terkena dampak Covid-19. Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang digunakan untuk menguji, menghitung serta menganalisis laporan keuangan dan mengetahui bagaimana kinerja 3 perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan menggunakan analisis common size. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata kinerja keuangan 3 perusahan Badan Usaha Milik Negara terkena dampak Covid-19. Utamanya PT.Bukit Asam. Tbk dan PT.Timah. Tbk yang lebih banyak mengalami penurunan dari pada PT.Antam. Tbk yang meningkat. Kesimpulan : Dari analisis tersebut, dapat diketahui apakah kebijakan maupun tindakan yang dilakukan sudah tepat atau belum. Salah satu analisis yang digunakan untuk menganalisa laporan keuangan adalah dengan melakukan analisis common size. Kata
Kunci : Common Size;
Kinerja Keuangan; Badan Usaha Milik Negara; Pertambangan; Covid-19 |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Every company, whether it is a private company
or a state-owned enterprise, must have good financial performance. The
assessment of the company's performance is important to know so that the
company owner knows how the company is doing and the use for decision making
in the future. Objectives: The purpose of this study
is to find out the results of the common size analysis to assess the financial
performance of 3 state-owned enterprises in the mining sector listed on the
Indonesia Stock Exchange for the 2018-2020 period affected by Covid-19. Methods: The research method used
in this study is descriptive quantitative which is used to test, calculate
and analyze financial statements and find out how the performance of 3
State-Owned Enterprise companies using common size analysis. Results: The results showed that it turned out that the
financial performance of 3 state-owned enterprises was affected by Covid-19.
Mainly PT. Acid Hill. Tbk and PT. Tin. Tbk which has decreased more than PT. Antam.
It's on the rise. Conclusion: From this analysis, it can
be known whether the policies and actions taken are appropriate or not. One
of the analyzes used to analyze financial statements is to conduct a common
size analysis. Keywords: Common Size; Financial Performance; State-Owned Enterprises;
Mining; Covid-19 |
|
*Correspondent Author :
Felicia
Aprilia Setiawan
Email : Feliciaapriliasetiawan@gmail.com
PENDAHULUAN
Dalam
prosesnya, perkembangan pada suatu bangsa salah satunya tidak lepas dari peran
suatu perusahan baik itu perusahaan swasta ataupun
perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (Koto, 2021)
(Ikhwansyah,
Chandrawulan, & Amalia, 2018). Dengan
berkembangnya suatu perekonomian bangsa, maka perusahaan pun dituntut pula
untuk berkembang dengan cepat (Dewi,
2014). Namun
hal itu berakhir dengan dampak negatif tersendiri yaitu adanya perusahaan yang
gulung tikar atau bangkrut dikarenakan tidak dapat menjalankan usahanya dengan
baik yang disebabkan oleh krisis berkepanjangan. Dilain pihak, dengan cepatnya
perkembangan suatu perusahaan, maka membuat perusahaan tersebut mendapatkan
perhatian lebih entah dari masyarakat maupun pemerintah (NEGARA,
2002). Setiap
perusahaan baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, harus memiliki kinerja
keuangan yang baik (Mills,
2000).
Penilaian atas kinerja perusahaan penting untuk diketahui agar pemilik
perusahaan mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan guna untuk pengambilan
keputusan dimasa mendatang. Dalam prosesnya untuk mengetahui bagaimana
perkembangan kinerja keuangan perusahaan, perlu dilakukan suatu analisis. Dan
dari analisis tersebut, dapat diketahui apakah kebijakan maupun tindakan yang
dilakukan sudah tepat atau belum. Salah satu analisis yang digunakan untuk menganalisa laporan keuangan adalah dengan melakukan
analisis common size.
Hasil
yang didapatkan melalui analisis common size ini diharapkan bermanfaat bagi masing-masing perusahaan.
Hasil tersebut berupa suatu pemahaman mengenai perubahan atas peningkatan atau
penurunan yang terjadi pada neraca dan laporan laba rugi atas perusahaan
miliknya. Perubahan yang terjadi tersebut tidak dapat dinilai apakah baik atau
buruk untuk perusahaan tanpa melihat bagaimana proporsi dari setiap pos
terhadap total nilai yang akan dijadikan angka dasar untuk perhitungan presentase. Dari dilakukannya analisis common
size maka dapat menunjukkan bagaimana pendistribusian
dari hutang dan modal dari pemilik yang ditanam dalam berbagai bentuk aktiva.
Apabila presentase total hutang lebih besar, maka
beban perusahaan pun semakin besar dan margin of safety bagi kreditur pun menjadi rendah. Namun, bila presentase modal lebih besar dibanding dengan hutang, margin
of safety untuk kreditur
pun meningkat dan posisi keuangan perusahaan menguat. Pada laporan laba rugi,
analisis common size setiap
pos berhubungan dengan pos penjualan. Dalam hal ini, penjualan selalu
mempengaruhi hampir seluruh beban dan memiliki manfaat untuk mengetahui berapa
persen dari penjualan yang mewakili setiap pos beban. Didalam
laporan laba rugi, dapat dilihat bila presentase
harga pokok penjualan menurun maka gross margin pun
akan meningkat. Dari hal tersebut, dapat dilihat bahwa perusahaan telah
berhasil dalam menjalankan hal usahanya. Dan artinya, kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba bersih meningkat berdasarkan tingkat penjualan yang
semakin membaik sehingga kinerja keuangan perusahaan juga semakin membaik.
Pada
penelitian yang akan dilakukan, objek penelitiannya adalah perusahaan Badan
Usaha Milik Negara sektor Pertambangan yang telah go public dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alasan
peneliti memilih perusahaan Badan Usaha Milik Negara adalah karena saat
dilakukan pencarian mengenai kinerja keuangan yang mengalami kenaikan atau
penurunan, peneliti menemukan bahwa ternyata BUMN secara mayoritas mengalami
masalah. Alasan lain peneliti memilih perusahaan BUMN yang listing
di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian dikarenakan perusahaan BUMN
adalah perusahaan milik negara yang berskala besar jika dibandingkan dengan
perusahaan lain sehingga dapat melakukan perbandingan antara perusahaan satu
dengan perusahaan lain dan juga dengan listing-nya
suatu perusahaan di Bursa Efek Indonesia, maka informasi seperti laporan
keuangan maupun data perusahaan yang diperlukan dalam penelitian dapat
diperoleh dengan lengkap. Pemilihan pada Badan Usaha Milik Negara sektor
Pertambangan juga dipengaruhi oleh adanya berita yang menyatakan bahwa sektor
pertambangan utamanya milik BUMN (Lisnawati,
Siregar, & Amelia, 2020),
kinerjanya mengalami penurunan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka
peneliti tertarik untuk melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan Badan
Usaha Milik Negara sektor Pertambangan dengan menggunakan analisis common size pada periode 2018 hingga
periode 2020. Dan oleh karena hal itu pula, peneliti ingin mengetahui lebih
jauh lagi bagaimana perbedaan persentase ataupun hasil dari setiap perusahaan
Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan yang go public. Maka peneliti pun mengangkat judul analisis common size untuk menilai kinerja
keuangan pada perusahaan badan usaha milik negara sektor pertambangan yang listing di bursa efek indonesia
periode 2018-2020 (Devanka,
Endiana, & Kumalasari, 2022) (Lestari,
Effendi, & Tarigan, 2020). Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil atas analisis common
size untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan
Badan Usaha Milik Negara sektor pertambangan yang listing
di Bursa Efek Indonesia periode 2018– 2020.
Manfaat
penelitian ini hasil dari dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat
menambah, memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan menambah referensi yang telah
ada bagi penelitian selanjutnya. Bagi pihak perusahaan, hasil dari penelitian
ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait, baik
untuk pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan agar dapat
menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Bagi peneliti,
penelitian yang dilakukan sangat bermanfaat karena dari penelitian yang
dilakukan, dapat memberikan kesempatan peneliti untuk memperluas wawasan dan
pengetahuan dengan meneliti secara langsung keadaan yang sebenarnya dan kolerasinya dengan teori-teori yang telah penulis dapat.
Bagi publik, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan
dalam rangka pembuatan karya ilmiah yang selanjutnya dan memberikan gambaran
tentang referensi kinerja keuangan perusahaan.
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini, metode penelitian kuantitatif
deskriptif digunakan untuk menguji, menghitung serta menganalisa
laporan keuangan dan mengetahui bagaimana kinerja atas 3 perusahaan Badan Usaha
Milik Negara dengan menggunakan analisis common size. Jenis data yang dikumpulkan untuk diolah dan
dianalisis adalah data kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka. Sumber data
pada penelitian ini berupa data sekunder yang didapatkan secara tidak langsung
yaitu berupa laporan keuangan tahunan (annual report) perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor
Pertambangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN sektor pertambangan
yang listing di Bursa Efek Indonesia periode
2018-2020. Dengan sampel 3 perusahaan BUMN sektor pertambangan yaitu, PT.Aneka Tambang. Tbk, PT.Bukit
Asam. Tbk, dan PT.Timah. Tbk.
HASIL DAN PEMBAHASAN
PT.Aneka Tambang. Tbk atau Antam dahulu
merupakan Perusahaan Negara, didirikan dengan nama “Perusahaan Negara (PN)
Aneka Tambang” di Republik Indonesia pada tanggal 5 juli
1968 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1968 merger dari Badan
Pimpinan Umum Perusahaan-Perusahaan Tambang Umum
Negara, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, PerusahaanTambang
Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Logam Mulia, PT
Nikel Indonesia, Proyek Tambang Intan Kalimantan Selatan dan Proyek-Proyek eks Bapetamb. Pada tanggal 14 Juni 1974, berdasarkan PP No. 26
Tahun 1974, bentuk Perseroan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan
Perseroan (PERSERO) dan sejak itu dikenal sebagai “Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Aneka Tambang”. Nama Perseroan kemudian diubah menjadi “PT Aneka
Tambang (Persero)” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 320 tanggal 30
Desember 1974. Untuk mendukung pendanaan
proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 ANTAM menawarkan 35% sahamnya ke public dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Kemudian
nama Perseroan berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang
Tbk, disingkat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang
Tbk No. 48 tanggal 15 September 1997. Pada tahun 1999, ANTAM mencatatkan sahamya di Australia dalam bentuk Chess
Depository Interest (CDI)
di Australian Securities Exchange dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi
ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.
Tujuan perusahaan saat ini
berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham. Hal ini dilakukan melalui
penurunan biaya seiring usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan yang
berkelanjutan. Strategi perusahaan adalah berfokus pada komoditas inti nikel,
emas dan bauksit melalui peningkatan output produksi
untuk meningkatkan pendapatan serta menurunkan biaya per unit. ANTAM berencana
untuk mempertahankan pertumbuhan melalui proyek ekspansi terpercaya, aliansi
strategis, peningkatan kualitas cadangan serta peningkatan nilai melalui
pengembangan bisnis hilir. ANTAM juga akan mempertahankan kekuatan finansial
perusahaan. PT.Bukit Asam. Tbk, pada periode tahun
1923 hingga 1940, Tambang Air Laya mulai menggunakan metode penambangan bawah
tanah. Dan pada periode tersebut mulai dilakukan produksi untuk kepentingan
komersial, tepatnya sejak tahun 1938. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan
kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang
menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950,
Pemerintah Republik Indonesia kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan
Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Pada tanggal 1 Maret 1981, PN TABA
kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bukit Asam
(Persero), yang selanjutnya disebut PTBA atau Perseroan. Dalam rangka
meningkatkan pengembangan industri batu baradi
Indonesia, pada 1990 pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara
dengan Perseroan. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional,
pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batu
bara. Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan
publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan “PTBA”. PT TIMAH Tbk
selanjutnya disebut (“Perseroan”) memiliki sejarah yang panjang di industri
pertambangan di Indonesia, khususnya pertambangan timah. Sejarah perseroan
telah dimulai sejak era Pemerintahan Hindia Belanda yang melakukan penambangan
timah di daratan dan perairan sekitar kepulauan Bangka, Belitung dan Singkep.
Penambangan timah di Bangka dikelola oleh badan usaha milik Pemerintah Hindia
Belanda yang bernama Banka Tin Winning
Bedrijf (BTW), penambangan di Belitung dikelola oleh
perusahaan swasta Belanda bernama Gemeenschappelijke Mijnbouw Billiton Maatschappij (GMB) dan di Singkep oleh perusahaan swasta
Belanda NV. Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV. SITEM).
Tabel 1
Perhitungan Common Size PT.Aneka Tambang.Tbk
|
PT. ANTAM. Tbk |
||||
|
|
COMMON SIZE |
Keterangan |
||
|
Aset Lancar |
2020 |
2019 |
2018 |
|
|
Kas dan Setara Kas |
12,56% |
12,04% |
13,35% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Piutang Usaha, Bersih |
|
|||
|
Pihak Ketiga |
4,13% |
3,22% |
2,93% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pihak Berelasi |
0,11% |
0,10% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Piutang Lain-Lain
Bersih |
1,48% |
1,42% |
0,16% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Persediaan |
8,28% |
5,95% |
5,73% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pajak Dibayar Dimuka |
|
|||
|
Pajak Lain-Lain |
0,73% |
1,46% |
0,33% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Pajak Penghasilan Badan |
0,73% |
0,94% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 meningkat.
Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Biaya Dibayar Dimuka |
0,03% |
0,05% |
0,08% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Aset Lancar Lain-Lain |
0,80% |
0,22% |
0,23% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Aset Lancar |
28,84% |
25,39% |
22,80% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Aset Tidak Lancar |
|
|||
|
Kas Yang Dibatasi Penggunaannya |
0,45% |
0,39% |
0,34% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Piutang Lain-Lain |
|
|||
|
Pihak Ketiga |
0,00% |
0,00% |
1,41% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Pihak Berelasi |
0,00% |
0,00% |
0,00% |
|
|
Piutang Derivatif |
0,00% |
0,00% |
0,01% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Investasi Pada Entitas Asosiasi
, Bersih |
3,38% |
2,47% |
3,56% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Investasi Pada Ventura |
0,00% |
0,00% |
0,00% |
|
|
Aset Tetap |
57,51% |
62,48% |
60,54% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Properti Pertambangan |
2,26% |
2,49% |
2,21% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Aset Eksplorasi Dan Evaluasi |
2,12% |
2,18% |
2,15% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Biaya Tangguhan |
0,00% |
0,00% |
0,00% |
|
|
Aset Tak Berwujud |
0,15% |
0,14% |
0,16% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Pajak Dibayar Di Muka |
|
|||
|
Pajak Lain-Lain |
2,05% |
1,50% |
3,20% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Pajak Penghasilan Badan |
1,24% |
1,06% |
1,25% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Goodwill |
0,22% |
0,23% |
0,32% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Aset Pajak Tangguhan |
0,55% |
0,43% |
0,44% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Aset Tidak Lancar Lain Lain |
1,23% |
1,26% |
1,62% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Aset Tidak Lancar |
71,16% |
74,61% |
77,20% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Aset |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Liabilitas |
|
|
|
|
|
Liabilitas Jangka Pendek |
|
|
|
|
|
Hutang Usaha |
2,12% |
2,45% |
2,70% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Hutang Pihak Ketiga |
0,00% |
2,13% |
1,25% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Hutang Pihak Berelasi |
0,00% |
0,32% |
1,44% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Beban Akrual |
1,97% |
1,46% |
2,44% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Liabilitas Imbalan Karyawan
Jangka Pendek |
0,49% |
0,25% |
0,37% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Uang Muka Pelanggan |
2,05% |
0,66% |
0,98% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Liabilitas Derivatif |
0,03% |
0,03% |
0,01% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 stabil. |
|
Utang Pajak |
|
|||
|
Pajak Penghasilan Badan |
0,97% |
0,06% |
0,03% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pajak Lain-Lain |
0,46% |
0,26% |
0,45% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Liabilitas Sewa Yang Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun |
0,23% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil.
Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Pinjaman Bank Jangka Pendek |
3,38% |
4,66% |
4,51% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Utang Obligasi Yang Jatuh Tempo
Dalam Satu Tahun |
6,62% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil.
Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Pinjaman Investasi Yang Jatuh
Tempo Dalam Satu Tahun |
3,26% |
5,25% |
3,48% |
Tahun 2018 menuju 2019 meningkat.
Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Provisi Atas Pengelolaan Dan
Reklamasi Lingkungan Hidup Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
0,16% |
0,10% |
0,08% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Utang Lain-Lain |
2,07% |
2,34% |
2,23% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
23,81% |
17,53% |
17,28% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
|
|
|||
|
Liabilitas Jangka Panjang |
|
|||
|
Liabilitas Sewa Setelah
Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
0,28% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil.
Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Utang Obligasi Setelah
Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
0,00% |
6,95% |
6,52% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Pinjaman Investasi Setelah
Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
10,68% |
11,48% |
16,31% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Provisi Atas Pengelolaan Dan
Reklamasi Lingkungan Hidup, Setekah Dikurangi
Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
2,27% |
1,96% |
1,26% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Kewajiban Pensiun Dan Imbalan Pascakerja Lainnya |
2,89% |
2,00% |
1,28% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Liabilitas Jangka Panjang
Lainnya |
0,07% |
0,02% |
0,06% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang |
16,19% |
22,42% |
25,42% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Liabilitas |
39,99% |
39,95% |
42,70% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Ekuitas |
60,01% |
60,05% |
57,30% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Total Liabilitas Dan Ekuitas |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Laba Rugi |
|
|||
|
Penjualan |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
Bpp |
-83,65% |
-86,41% |
-81,56% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Laba Kotor |
16,35% |
13,59% |
18,44% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Beban Usaha |
|
|||
|
Umum Dan Administrasi |
-6,98% |
-6,26% |
-7,07% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Penjualan Dan Pemasaran |
-1,95% |
-4,41% |
-5,22% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Jumlah Beban Usaha |
-8,93% |
-10,67% |
-12,29% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Laba Usaha |
7,42% |
2,92% |
6,16% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
|
|
|||
|
(Beban)/ Penghasilan Lain-Lain |
|
|||
|
Bagian Kerugian Entitas
Asosiasi Dan Ventura Bersama |
0,47% |
-0,27% |
-4,99% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pendapatan Keuangan |
0,40% |
0,37% |
1,03% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Beban Keuangan |
-2,07% |
-0,71% |
-4,47% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Keuntungan Dan Akuisisi |
0,00% |
0,00% |
8,81% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
(Kerugian)/ Keuntungan Selisih
Kurs |
-0,49% |
-0,72% |
1,09% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Penghasilan Lain-Lain
Bersih |
0,26% |
0,51% |
0,33% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Beban / Penghasilan Lain-Lain Bersih |
-1,43% |
-0,82% |
1,81% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Laba Sebelum Pajak Penghasilan |
6,00% |
2,10% |
7,96% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
|
|
|||
|
Beban Pajak Pengahasilan |
-1,80% |
-1,51% |
-1,49% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Laba Tahun Berjalan |
4,20% |
0,59% |
6,47% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Penghasilan / Rugi Komprehensif
Lain |
|
|||
|
Pos Yang Tidak Akan
Direklasifikasi Ke Laba Rugi : |
|
|||
|
Kenaikan Nilai Tanah Dari Revaluasi |
0,00% |
0,00% |
1,70% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Pengukuran Kembali Kewajiban Pensiun Dan
Pascakerja Lainnya |
-0,98% |
-0,52% |
-0,02% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Dampak Pajak Pengukuran Kembali
Kewajiban Pensiun Dan Pasca Kerja Lainnya |
0,22% |
0,13% |
0,01% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Bagian Penghasilan Komprehensif Lain
Dari Entitas Asosiasi Dan Ventura |
0,01% |
0,01% |
0,01% |
Tahun 2018 hingga 2020 stabil. |
|
Pos Yang Akan Direklasifikasi
Ke Laba Rugi: |
|
|||
|
Reklasifikasi Atas Selisih Kurs Karena
Penjabaran Lap.Keuangan |
0,00% |
0,00% |
-3,52% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 stabil. |
|
Penyesuaian Penjabaran Laporan Keuangan |
0,12% |
-0,24% |
0,63% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Rugi Komprehensif Lain Setelah
Pajak |
-0,64% |
-0,62% |
-1,20% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah (Rugi) / Penghasilan
Komprehensif Tahun Berjalan |
3,56% |
-0,03% |
5,27% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
Tabel 2
Perhitungan Common Size PT.Bukit Asam.Tbk
|
PT. Bukit Asam. Tbk |
||||
|
Aset |
COMMON SIZE |
Keterangan |
||
|
Aset
Lancar |
2020 |
2019 |
2018 |
|
|
Kas Dan
Setara Kas |
18,04% |
18,23% |
26,07% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Piutang
Usaha, Bersih |
6,56% |
9,51% |
10,43% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Aset
Keuangan Tersedia Untuk Dijual |
0,00% |
0,69% |
1,34% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Aset
Keuangan Yang Dinilai Pada Nilai Wajar |
1,25% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018
menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Persediaan |
3,35% |
5,30% |
6,42% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Biaya
Dibayar Dimuka Dan Uang Muka |
0,56% |
0,36% |
0,29% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Pajak
Dibayar Dimuka |
0,00% |
0,00% |
0,85% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Aset
Lancar Lain-Lain |
5,00% |
10,66% |
1,88% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Jumlah
Aset Lancar |
34,77% |
44,75% |
47,27% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
|
|
|||
|
Aset Tidak
Lancar |
|
|||
|
Piutang
Usaha Bersih |
1,69% |
0,92% |
1,08% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Piutang
Lainnya Dari Pihak Berelasi |
0,45% |
0,21% |
0,22% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Biaya
Dibayar Dimuka Dan Uang Muka |
0,07% |
0,11% |
0,24% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Investasi
Pada Entitas Asosiasi |
0,10% |
0,26% |
0,71% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Investasi
Pada Ventura Bersama |
16,32% |
11,17% |
10,13% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Properti
Pertambangan |
7,61% |
7,28% |
6,95% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Aset Tetap |
32,69% |
27,87% |
27,09% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Tanaman Produktif |
0,25% |
0,54% |
0,83% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Pajak
Dibayar Di Muka |
2,50% |
3,23% |
1,06% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Aset Pajak
Tangguhan |
2,26% |
2,46% |
3,00% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Goodwill |
0,42% |
0,39% |
0,42% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Aset Tidak
Lancar Lainnya |
0,88% |
0,81% |
1,01% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah
Aset Tidak Lancar |
65,23% |
55,25% |
52,73% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Jumlah
Aset |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Liabilitas |
|
|
|
|
|
Liabilitas
Jangka Pendek |
|
|||
|
Utang
Usaha |
2,90% |
3,91% |
4,34% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Biaya Yang
Masih Harus Dibayar |
5,70% |
6,25% |
5,27% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Liabilitas
Imbalan Kerja Jangka Pendek |
1,88% |
2,78% |
4,16% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Utang
Pajak |
0,90% |
1,19% |
2,01% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Pinjaman
Bank Jangka Pendek |
0,00% |
0,00% |
0,22% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Bagian
Jangka Pendek Atas Pinjaman Jangka Panjang : |
|
|||
|
Pinjaman Bank |
0,44% |
0,58% |
0,13% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Liabilitas Sewa |
1,77% |
0,65% |
1,19% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Provisi
Reklamasi Lingkungan |
0,44% |
0,41% |
0,39% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Bagian
Jangka Pendek Dari Liabilitas Imbalan |
1,54% |
1,66% |
2,12% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Utang
Jangka Pendek Lainnya |
0,52% |
0,55% |
0,59% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah
Liabilitas Jangka Pendek |
16,10% |
17,98% |
20,42% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
|
|
|||
|
Liabilitas
Jangka Panjang |
|
|||
|
Pinjaman
Jangka Panjang Setelah Di Kurangi Jatuh Tempo |
|
|||
|
Pinjaman Bank |
0,02% |
0,04% |
0,97% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Liabilitas Sewa Pembiayaan |
1,64% |
1,14% |
0,94% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Provisi
Reklamasi Lingkungan Dan Penutupan Tambang |
3,02% |
2,91% |
2,16% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Liabilitas
Imbalan Pasca Kerja |
8,47% |
7,12% |
8,02% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Liabilitas
Tangguhan |
0,34% |
0,23% |
0,19% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Jumlah
Liabilitas Jangka Panjang |
13,49% |
11,43% |
12,28% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah
Liabilitas |
29,59% |
29,41% |
32,69% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Total
Ekuitas |
70,41% |
70,59% |
67,31% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Total Liabilitas
Dan Ekuitas |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Laba Rugi |
|
|
|
|
|
Pendapatan |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
Bpp |
-73,64% |
-65,06% |
-59,63% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Laba Bruto |
26,36% |
34,94% |
40,37% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Beban Umum
Dan Administrasi |
-8,31% |
-8,88% |
-8,58% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Beban
Penjualan Dan Pemasaran |
-4,00% |
-3,80% |
-3,97% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Penghasilan
Lainnya, Neto |
0,50% |
0,76% |
1,58% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Laba Usaha |
14,55% |
23,01% |
29,40% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
|
|
|||
|
Penghasilan
Keuangan |
2,09% |
1,79% |
1,54% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Biaya Keuangan |
-0,76% |
-0,59% |
-0,49% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Bagian
Atas Keuntungan Neto |
2,78% |
0,82% |
1,66% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Laba
Sebelum Pajak Penghasilan |
18,65% |
25,04% |
32,12% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Beban
Pajak Penghasilan |
-4,75% |
-6,49% |
-7,93% |
Tahun 2018
menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya. |
|
Laba Tahun
Berjalan |
13,90% |
18,54% |
24,19% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
(Kerugian)
/ Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan : |
|
|||
|
Pos-Pos
Yang Tidak Akan Direklasifikasi : |
|
|||
|
Pengukuran
Kembali Liabilitas Imbalan Pasca Kerja |
-1,21% |
-0,29% |
3,68% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Beban
Pajak Penghasilan Terkait |
-0,01% |
0,07% |
-0,92% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Pos Yang
Direklasifikasi : |
|
|||
|
Selisih
Kurs Penjabaran Laporan Keuangan Entitas Anak |
0,08% |
-0,35% |
-0,03% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Bagian
Atas Kerugian / Penghasilan Komprehensif Lain Dari Entitas Ventura Bersama |
0,12% |
-0,43% |
0,81% |
Tahun 2018
hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Peubahan Nilai Wajar- Perubahan Nilai Wajar Aset Keuangan Yang Dinilai Pada
Nilai Melalui Pendapatan Komprehensif Lain |
0,11% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018
menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Perubahan
Nilai Wajar Dari Asset Keuangan Tersedia Untuk
Dijual |
0,08% |
-0,04% |
Tahun 2018
menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
|
Jumlah
Pendapatan Komprehensif Lain Setelah Pajak |
-0,91% |
-0,90% |
3,50% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah
Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan |
12,98% |
17,64% |
27,69% |
Tahun 2018
hingga 2020 menurun. |
Tabel 3
PT.Timah.Tbk
|
PT. Timah. Tbk |
||||
|
Aset |
COMMON SIZE |
Keterangan |
||
|
Aset Lancar |
2020 |
2019 |
2018 |
|
|
Kas Dan Setara Kas |
5,56% |
7,85% |
5,15% |
Tahun 2018 menuju 2019 meningkat.
Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Piutang Usaha |
8,25% |
7,96% |
12,62% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Piutang Lain-Lain |
0,27% |
0,30% |
0,29% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Persediaan |
19,85% |
31,93% |
26,99% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Aset Real Estate |
0,38% |
0,41% |
0,71% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Pajak Dibayar Dimuka : |
|
|||
|
Pajak Lain-Lain |
7,86% |
9,77% |
8,65% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Pajak Penghasilan Badan |
0,00% |
0,00% |
0,25% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Aset Keuangan Lainnya |
0,00% |
0,01% |
0,01% |
Tahun 2018 hingga 2019 stabil.
Tahun 2019 hingga 2020 menurun. |
|
Aset Lainnya |
1,69% |
0,76% |
2,61% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual |
1,31% |
1,46% |
1,96% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Aset Lancar |
45,17% |
60,44% |
59,24% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
|
|
|||
|
Aset Tidak Lancar |
|
|||
|
Kas Yang Di Batasi
Penggunaannya |
0,53% |
0,24% |
0,28% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Piutang Lain-Lain |
0,21% |
0,18% |
0,51% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Persediaan |
5,19% |
3,86% |
4,17% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Penyertaan Saham |
0,59% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun
2019 menuju 2020 meningkat. |
|
Investasi Pada Entitas Asosiasi |
1,40% |
0,64% |
1,01% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Aset Tetap |
23,67% |
17,69% |
20,37% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Aset Real Estate |
0,91% |
0,10% |
0,23% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Properti Investasi |
11,20% |
7,36% |
8,15% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Properti Pertambangan |
2,91% |
1,90% |
1,46% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pajak Dibayar Dimuka |
|
|||
|
Pajak Penghasilan Badan |
3,11% |
3,09% |
1,78% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Pajak Lainnya |
0,74% |
1,66% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Aset Pajak Tangguhan |
2,38% |
1,60% |
1,29% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Aset Lainnya |
1,99% |
1,23% |
1,52% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Aset Tidak Lancar |
54,83% |
39,56% |
40,76% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Aset |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Liabilitas |
|
|
|
|
|
Liabilitas Jangka Pendek |
|
|||
|
Utang Usaha |
6,09% |
9,67% |
8,68% |
Tahun 2018 menuju 2019 meningkat.
Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Beban Akrual |
0,70% |
0,93% |
1,43% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Pinjaman Bank Jangka Pendek |
31,42% |
43,17% |
30,51% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Utang Pajak |
|
|||
|
Pajak Penghasilan Badan |
0,14% |
0,01% |
0,11% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Pajak Lainnya |
0,13% |
0,13% |
0,32% |
|
|
Liabilitas Jangka Pendek
Lainnya |
0,86% |
0,63% |
0,92% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Utang Dividen |
0,00% |
0,00% |
0,00% |
|
|
Imbalan Kerja Jangka Pendek |
0,32% |
0,24% |
0,60% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Bagian Lancar Atas Liabilitas
Jangka Panjang : |
|
|||
|
Pinjaman |
0,00% |
0,33% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Provisi Biaya Rehabilitasi Lingkungan
Dan Penutupan Tambang |
0,41% |
0,24% |
0,12% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Utang Obligasi |
0,00% |
2,95% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Liabilitas Yang Terkait
Langsung Dengan Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual |
0,32% |
0,42% |
0,90% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek |
40,40% |
58,73% |
43,59% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
|
|
|||
|
Liabilitas Jangka Panjang |
|
|||
|
Liabilitas Jangka Panjang
Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun |
|
|||
|
Pinjaman |
2,45% |
0,04% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Provisi Biaya Rehabilitasi Lingkungan
Dan Penutupan Tambang |
1,84% |
1,19% |
1,78% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Utang Obligasi Dan Sukuk Ijarah |
14,42% |
10,28% |
9,86% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Liabilitas Jangka Panjang
Lainnya |
0,08% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil.
Tahun 2019 menuju 2020 meningkat. |
|
|
Kewajiban Imbalan Pascakerja |
6,77% |
3,93% |
4,38% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang |
25,57% |
15,44% |
16,01% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Liabilitas |
65,97% |
74,17% |
59,61% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Jumlah Ekuitas |
34,03% |
25,83% |
40,39% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
|
|
|||
|
Laba Rugi |
|
|||
|
Operasi Yang Dilanjutkan |
|
|
|
|
|
Pendapatan |
100,00% |
100,00% |
100,00% |
|
|
Bpp |
-92,64% |
-94,09% |
-90,25% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Laba Bruto |
7,36% |
5,91% |
9,75% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Beban Umum Dan Administrasi |
-5,47% |
-5,52% |
-7,53% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Beban Penjualan |
-0,46% |
-0,80% |
-1,00% |
Tahun 2018 menuju tahun 2020
meningkat setiap tahunnya. |
|
Keuntungan Atas Revaluasi
Properti Investasi |
0,37% |
0,94% |
2,31% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Rugi Penurunan Nilai Aset Tetap |
-0,36% |
0,00% |
0,00% |
Tahun 2018 menuju 2019 stabil.
Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Beban / Pendapatan Lain-Lain |
0,63% |
-0,31% |
1,05% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Beban Keuangan |
-3,99% |
-4,04% |
-3,20% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Pendapatan Keuangan |
0,20% |
0,15% |
0,35% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Bagian Atas Rugi / Laba Netto Entitas Asosiasi |
-0,05% |
-0,05% |
0,07% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 stabil. |
|
Rugi / Laba Sebelum Pajak
Penghasilan |
-1,77% |
-3,73% |
1,81% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Manfaat / Beban Pajak
Penghasilan |
-0,44% |
0,59% |
-0,14% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Rugi / Laba Tahun Berjalan Dari
Operasi Yang Dilanjutkan |
-2,21% |
-3,14% |
1,67% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
|
|
|||
|
Operasi Yang Di Hentikan |
|
|||
|
Rugi Tahun Berjalan Dari
Operasi Yg Di Hentikan |
-0,03% |
-0,02% |
-0,47% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Rugi Tahun Berjalan |
-2,24% |
-3,16% |
1,20% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Pos Yang Tidak Di Reklasifikasi
Ke Laba Rugi |
|
|||
|
Pengukuran Kembali Kewajiban
Imbalan Pasca Kerja Setelah Pajak |
-1,03% |
-0,39% |
0,78% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Bagian Pendapatan Komprehensif
Lain Dari Investasi Pada Entitas Asosiasi, Setelah Pajak |
0,00% |
-0,07% |
-0,01% |
Tahun 2018 menuju 2019
meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun. |
|
Revaluasi Properti Investasi |
0,81% |
0,00% |
0,48% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
|
Pos-Pos Yang Nantinya Dapat
Direklasifikasi Ke Laba Rugi |
|
|||
|
Selisih Kurs Karena Penjabaran
Laporan Keuangan |
-0,05% |
-0,02% |
0,08% |
Tahun 2018 hingga 2020 menurun. |
|
Jumlah Rugi / Laba Komprehensif
Tahun Berjalan |
-2,51% |
-3,64% |
2,53% |
Tahun 2018 hingga 2019 menurun.
Tahun 2019 hingga 2020 meningkat. |
KESIMPULAN
Sesuai
dengan latar belakang pembahasan yang menyebutkan bahwa kinerja keuangan Badan
Usaha Milik Negara menurun akibat pandemi Covid-19, terbukti benar adanya dari
ketiga perusahaan, PT.ANTAM Tbk sebagai badan usaha milik negara merupakan
perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik daripada PT.Timah
Tbk dan PT.Bukit Asam Tbk. Hal ini terbukti dari
total asset lancar, total asset
tidak lancar, laba bruto, laba/rugi komprehensif tahun berjalan dan laba rugi
tahun berjalan yang dapat dilihat pada tabel.
Devanka, Della,
Endiana, I. Dewa Made, & Kumalasari, Putu Diah. (2022). Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020. Kumpulan Hasil Riset
Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 4(1), 85–96. Google
Scholar
Dewi, Amelia Sri
Kusuma. (2014). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Upaya Dalam
Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Serta Menumbuhkan Perekonomian Desa. Journal
of Rural and Development, 5(1). Google
Scholar
Ikhwansyah, Isis,
Chandrawulan, An An, & Amalia, Prita. (2018). Optimalisasi Peran Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) pada Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal
Media Hukum, 25(2), 150–161. Google
Scholar
Koto, Ismail. (2021).
Peran Badan Usaha Milik Negara Dalam Penyelenggaraan Perekonomian Nasional Guna
Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Seminar Nasional Teknologi Edukasi
Sosial Dan Humaniora, 1(1), 461–470. Google
Scholar
Lestari, Cynthia Ayu,
Effendi, Ihsan, & Tarigan, Eka Dewi Setia. (2020). Hubungan Dana Pihak
Ketiga Terhadap Kredit Bank Pemerintah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Periode 2003–2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI), 1(2).
Google Scholar
Lisnawati, Ayu,
Siregar, M. Yamin, & Amelia, Wan Rizca. (2020). Pengaruh Capital Adequancy
Ratio (Car) Dan Nonperforming Loan (Npl) Terhadap Return On Asset (Roa) Pada
Bank Bumnyang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Jurnal
Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI), 1(2). Google
Scholar
Mills, Geoffrey E.
(2000). Action research: A guide for the teacher researcher. ERIC. Google Scholar
NEGARA, MENTERI BADAN
USAHA MILIK. (2002). Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:
KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Jakarta:
Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Google
Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |