ANALISIS COMMON SIZE UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA SEKTOR PERTAMBANGAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2018-2020

 

 

Felicia Aprilia Setiawan

Universitas Widya Kartika, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Feliciaapriliasetiawan@gmail.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01-08-2022

10-08-2022

20-08-2022

Latar Belakang : Setiap perusahaan baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, harus memiliki kinerja keuangan yang baik. Penilaian atas kinerja perusahaan penting untuk diketahui agar pemilik perusahaan mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan guna untuk pengambilan keputusan dimasa mendatang.

Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui hasil atas analisis common size untuk menilai kinerja keuangan pada 3 perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2018– 2020 yang terkena dampak Covid-19.

Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang digunakan untuk menguji, menghitung serta menganalisis laporan keuangan dan mengetahui bagaimana kinerja 3 perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan menggunakan analisis common size.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata kinerja keuangan 3 perusahan Badan Usaha Milik Negara terkena dampak Covid-19. Utamanya PT.Bukit Asam. Tbk dan PT.Timah. Tbk yang lebih banyak mengalami penurunan dari pada PT.Antam. Tbk yang meningkat.   

Kesimpulan : Dari analisis tersebut, dapat diketahui apakah kebijakan maupun tindakan yang dilakukan sudah tepat atau belum. Salah satu analisis yang digunakan untuk menganalisa laporan keuangan adalah dengan melakukan analisis common size.

 

Kata Kunci : Common Size; Kinerja Keuangan; Badan Usaha Milik Negara; Pertambangan; Covid-19

 

 

 

 

Abstract

 

Background: Every company, whether it is a private company or a state-owned enterprise, must have good financial performance. The assessment of the company's performance is important to know so that the company owner knows how the company is doing and the use for decision making in the future.

Objectives: The purpose of this study is to find out the results of the common size analysis to assess the financial performance of 3 state-owned enterprises in the mining sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2020 period affected by Covid-19.

Methods: The research method used in this study is descriptive quantitative which is used to test, calculate and analyze financial statements and find out how the performance of 3 State-Owned Enterprise companies using common size analysis.

Results: The results showed that it turned out that the financial performance of 3 state-owned enterprises was affected by Covid-19. Mainly PT. Acid Hill. Tbk and PT. Tin. Tbk which has decreased more than PT. Antam. It's on the rise.

Conclusion: From this analysis, it can be known whether the policies and actions taken are appropriate or not. One of the analyzes used to analyze financial statements is to conduct a common size analysis.

 

Keywords: Common Size; Financial Performance; State-Owned Enterprises; Mining; Covid-19

*Correspondent Author : Felicia Aprilia Setiawan

Email : Feliciaapriliasetiawan@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Dalam prosesnya, perkembangan pada suatu bangsa salah satunya tidak lepas dari peran suatu perusahan baik itu perusahaan swasta ataupun perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (Koto, 2021) (Ikhwansyah, Chandrawulan, & Amalia, 2018). Dengan berkembangnya suatu perekonomian bangsa, maka perusahaan pun dituntut pula untuk berkembang dengan cepat (Dewi, 2014). Namun hal itu berakhir dengan dampak negatif tersendiri yaitu adanya perusahaan yang gulung tikar atau bangkrut dikarenakan tidak dapat menjalankan usahanya dengan baik yang disebabkan oleh krisis berkepanjangan. Dilain pihak, dengan cepatnya perkembangan suatu perusahaan, maka membuat perusahaan tersebut mendapatkan perhatian lebih entah dari masyarakat maupun pemerintah (NEGARA, 2002). Setiap perusahaan baik itu perusahaan swasta maupun BUMN, harus memiliki kinerja keuangan yang baik (Mills, 2000). Penilaian atas kinerja perusahaan penting untuk diketahui agar pemilik perusahaan mengetahui bagaimana kondisi perusahaan dan guna untuk pengambilan keputusan dimasa mendatang. Dalam prosesnya untuk mengetahui bagaimana perkembangan kinerja keuangan perusahaan, perlu dilakukan suatu analisis. Dan dari analisis tersebut, dapat diketahui apakah kebijakan maupun tindakan yang dilakukan sudah tepat atau belum. Salah satu analisis yang digunakan untuk menganalisa laporan keuangan adalah dengan melakukan analisis common size.

Hasil yang didapatkan melalui analisis common size ini diharapkan bermanfaat bagi masing-masing perusahaan. Hasil tersebut berupa suatu pemahaman mengenai perubahan atas peningkatan atau penurunan yang terjadi pada neraca dan laporan laba rugi atas perusahaan miliknya. Perubahan yang terjadi tersebut tidak dapat dinilai apakah baik atau buruk untuk perusahaan tanpa melihat bagaimana proporsi dari setiap pos terhadap total nilai yang akan dijadikan angka dasar untuk perhitungan presentase. Dari dilakukannya analisis common size maka dapat menunjukkan bagaimana pendistribusian dari hutang dan modal dari pemilik yang ditanam dalam berbagai bentuk aktiva. Apabila presentase total hutang lebih besar, maka beban perusahaan pun semakin besar dan margin of safety bagi kreditur pun menjadi rendah. Namun, bila presentase modal lebih besar dibanding dengan hutang, margin of safety untuk kreditur pun meningkat dan posisi keuangan perusahaan menguat. Pada laporan laba rugi, analisis common size setiap pos berhubungan dengan pos penjualan. Dalam hal ini, penjualan selalu mempengaruhi hampir seluruh beban dan memiliki manfaat untuk mengetahui berapa persen dari penjualan yang mewakili setiap pos beban. Didalam laporan laba rugi, dapat dilihat bila presentase harga pokok penjualan menurun maka gross margin pun akan meningkat. Dari hal tersebut, dapat dilihat bahwa perusahaan telah berhasil dalam menjalankan hal usahanya. Dan artinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih meningkat berdasarkan tingkat penjualan yang semakin membaik sehingga kinerja keuangan perusahaan juga semakin membaik.

Pada penelitian yang akan dilakukan, objek penelitiannya adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan yang telah go public dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Alasan peneliti memilih perusahaan Badan Usaha Milik Negara adalah karena saat dilakukan pencarian mengenai kinerja keuangan yang mengalami kenaikan atau penurunan, peneliti menemukan bahwa ternyata BUMN secara mayoritas mengalami masalah. Alasan lain peneliti memilih perusahaan BUMN yang listing di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian dikarenakan perusahaan BUMN adalah perusahaan milik negara yang berskala besar jika dibandingkan dengan perusahaan lain sehingga dapat melakukan perbandingan antara perusahaan satu dengan perusahaan lain dan juga dengan listing-nya suatu perusahaan di Bursa Efek Indonesia, maka informasi seperti laporan keuangan maupun data perusahaan yang diperlukan dalam penelitian dapat diperoleh dengan lengkap. Pemilihan pada Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan juga dipengaruhi oleh adanya berita yang menyatakan bahwa sektor pertambangan utamanya milik BUMN (Lisnawati, Siregar, & Amelia, 2020), kinerjanya mengalami penurunan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan dengan menggunakan analisis common size pada periode 2018 hingga periode 2020. Dan oleh karena hal itu pula, peneliti ingin mengetahui lebih jauh lagi bagaimana perbedaan persentase ataupun hasil dari setiap perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan yang go public. Maka peneliti pun mengangkat judul analisis common size untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan badan usaha milik negara sektor pertambangan yang listing di bursa efek indonesia periode 2018-2020 (Devanka, Endiana, & Kumalasari, 2022) (Lestari, Effendi, & Tarigan, 2020). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil atas analisis common size untuk menilai kinerja keuangan pada perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2018– 2020.

Manfaat penelitian ini hasil dari dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat menambah, memperluas wawasan ilmu pengetahuan dan menambah referensi yang telah ada bagi penelitian selanjutnya. Bagi pihak perusahaan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait, baik untuk pihak internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Bagi peneliti, penelitian yang dilakukan sangat bermanfaat karena dari penelitian yang dilakukan, dapat memberikan kesempatan peneliti untuk memperluas wawasan dan pengetahuan dengan meneliti secara langsung keadaan yang sebenarnya dan kolerasinya dengan teori-teori yang telah penulis dapat. Bagi publik, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam rangka pembuatan karya ilmiah yang selanjutnya dan memberikan gambaran tentang referensi kinerja keuangan perusahaan.

 

METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini, metode penelitian kuantitatif deskriptif digunakan untuk menguji, menghitung serta menganalisa laporan keuangan dan mengetahui bagaimana kinerja atas 3 perusahaan Badan Usaha Milik Negara dengan menggunakan analisis common size. Jenis data yang dikumpulkan untuk diolah dan dianalisis adalah data kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka. Sumber data pada penelitian ini berupa data sekunder yang didapatkan secara tidak langsung yaitu berupa laporan keuangan tahunan (annual report) perusahaan Badan Usaha Milik Negara sektor Pertambangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan BUMN sektor pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Dengan sampel 3 perusahaan BUMN sektor pertambangan yaitu, PT.Aneka Tambang. Tbk, PT.Bukit Asam. Tbk, dan PT.Timah. Tbk.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

PT.Aneka Tambang. Tbk atau Antam dahulu merupakan Perusahaan Negara, didirikan dengan nama “Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang” di Republik Indonesia pada tanggal 5 juli 1968 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 1968 merger dari Badan Pimpinan Umum Perusahaan-Perusahaan Tambang Umum Negara, Perusahaan Negara Tambang Bauksit Indonesia, PerusahaanTambang Emas Tjikotok, Perusahaan Negara Logam Mulia, PT Nikel Indonesia, Proyek Tambang Intan Kalimantan Selatan dan Proyek-Proyek eks Bapetamb. Pada tanggal 14 Juni 1974, berdasarkan PP No. 26 Tahun 1974, bentuk Perseroan diubah dari Perusahaan Negara menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO) dan sejak itu dikenal sebagai “Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang”. Nama Perseroan kemudian diubah menjadi “PT Aneka Tambang (Persero)” berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 320 tanggal 30 Desember 1974. Untuk mendukung  pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 ANTAM menawarkan 35% sahamnya ke public dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Kemudian nama Perseroan berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk, disingkat PT Aneka Tambang (Persero) Tbk berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk No. 48 tanggal 15 September 1997. Pada tahun 1999, ANTAM mencatatkan sahamya di Australia dalam bentuk Chess Depository Interest (CDI) di Australian Securities Exchange dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.

Tujuan perusahaan saat ini berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham. Hal ini dilakukan melalui penurunan biaya seiring usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan yang berkelanjutan. Strategi perusahaan adalah berfokus pada komoditas inti nikel, emas dan bauksit melalui peningkatan output produksi untuk meningkatkan pendapatan serta menurunkan biaya per unit. ANTAM berencana untuk mempertahankan pertumbuhan melalui proyek ekspansi terpercaya, aliansi strategis, peningkatan kualitas cadangan serta peningkatan nilai melalui pengembangan bisnis hilir. ANTAM juga akan mempertahankan kekuatan finansial perusahaan. PT.Bukit Asam. Tbk, pada periode tahun 1923 hingga 1940, Tambang Air Laya mulai menggunakan metode penambangan bawah tanah. Dan pada periode tersebut mulai dilakukan produksi untuk kepentingan komersial, tepatnya sejak tahun 1938. Seiring dengan berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah air, para karyawan Indonesia kemudian berjuang menuntut perubahan status tambang menjadi pertambangan nasional. Pada 1950, Pemerintah Republik Indonesia kemudian mengesahkan pembentukan Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA). Pada tanggal 1 Maret 1981, PN TABA kemudian berubah status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bukit Asam (Persero), yang selanjutnya disebut PTBA atau Perseroan. Dalam rangka meningkatkan pengembangan industri batu baradi Indonesia, pada 1990 pemerintah menetapkan penggabungan Perum Tambang Batubara dengan Perseroan. Sesuai dengan program pengembangan ketahanan energi nasional, pada 1993 Pemerintah menugaskan Perseroan untuk mengembangkan usaha briket batu bara. Pada 23 Desember 2002, Perseroan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan “PTBA”. PT TIMAH Tbk selanjutnya disebut (“Perseroan”) memiliki sejarah yang panjang di industri pertambangan di Indonesia, khususnya pertambangan timah. Sejarah perseroan telah dimulai sejak era Pemerintahan Hindia Belanda yang melakukan penambangan timah di daratan dan perairan sekitar kepulauan Bangka, Belitung dan Singkep. Penambangan timah di Bangka dikelola oleh badan usaha milik Pemerintah Hindia Belanda yang bernama Banka Tin Winning Bedrijf (BTW), penambangan di Belitung dikelola oleh perusahaan swasta Belanda bernama Gemeenschappelijke Mijnbouw Billiton Maatschappij (GMB) dan di Singkep oleh perusahaan swasta Belanda NV. Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV. SITEM).

Tabel 1

Perhitungan Common Size PT.Aneka Tambang.Tbk

PT. ANTAM. Tbk

 

COMMON SIZE

Keterangan

Aset Lancar

2020

2019

2018

 

Kas dan Setara Kas

12,56%

12,04%

13,35%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Piutang Usaha, Bersih

 

        Pihak Ketiga

4,13%

3,22%

2,93%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

        Pihak Berelasi

0,11%

0,10%

0,00%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Piutang Lain-Lain Bersih

1,48%

1,42%

0,16%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Persediaan

8,28%

5,95%

5,73%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Pajak Dibayar Dimuka

 

      Pajak Lain-Lain

0,73%

1,46%

0,33%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

      Pajak Penghasilan Badan

0,73%

0,94%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Biaya Dibayar Dimuka

0,03%

0,05%

0,08%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Aset Lancar Lain-Lain

0,80%

0,22%

0,23%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Aset Lancar

28,84%

25,39%

22,80%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Aset Tidak Lancar

 

Kas Yang Dibatasi Penggunaannya

0,45%

0,39%

0,34%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Piutang Lain-Lain

 

     Pihak Ketiga

0,00%

0,00%

1,41%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

     Pihak Berelasi

0,00%

0,00%

0,00%

 

Piutang Derivatif

0,00%

0,00%

0,01%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

Investasi Pada Entitas Asosiasi , Bersih

3,38%

2,47%

3,56%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Investasi Pada Ventura

0,00%

0,00%

0,00%

 

Aset Tetap

57,51%

62,48%

60,54%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Properti Pertambangan

2,26%

2,49%

2,21%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Aset Eksplorasi Dan Evaluasi

2,12%

2,18%

2,15%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Biaya Tangguhan

0,00%

0,00%

0,00%

 

Aset Tak Berwujud

0,15%

0,14%

0,16%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Pajak Dibayar Di Muka

 

          Pajak Lain-Lain

2,05%

1,50%

3,20%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

          Pajak Penghasilan Badan

1,24%

1,06%

1,25%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Goodwill

0,22%

0,23%

0,32%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Aset Pajak Tangguhan

0,55%

0,43%

0,44%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Aset Tidak Lancar Lain Lain

1,23%

1,26%

1,62%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Aset Tidak Lancar

71,16%

74,61%

77,20%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Aset

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Liabilitas

 

 

 

 

Liabilitas Jangka Pendek

 

 

 

 

Hutang Usaha

2,12%

2,45%

2,70%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

          Hutang Pihak Ketiga

0,00%

2,13%

1,25%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

          Hutang Pihak Berelasi

0,00%

0,32%

1,44%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Beban Akrual

1,97%

1,46%

2,44%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Liabilitas Imbalan Karyawan Jangka Pendek

0,49%

0,25%

0,37%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Uang Muka Pelanggan

2,05%

0,66%

0,98%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Liabilitas Derivatif

0,03%

0,03%

0,01%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 stabil.

Utang Pajak

 

          Pajak Penghasilan Badan

0,97%

0,06%

0,03%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

          Pajak Lain-Lain

0,46%

0,26%

0,45%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Liabilitas Sewa Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

0,23%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Pinjaman Bank Jangka Pendek

3,38%

4,66%

4,51%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Utang Obligasi Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

6,62%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Pinjaman Investasi Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

3,26%

5,25%

3,48%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Provisi Atas Pengelolaan Dan Reklamasi Lingkungan Hidup Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

0,16%

0,10%

0,08%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Utang Lain-Lain

2,07%

2,34%

2,23%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

23,81%

17,53%

17,28%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

 

 

Liabilitas Jangka Panjang

 

Liabilitas Sewa Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

0,28%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Utang Obligasi Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

0,00%

6,95%

6,52%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Pinjaman Investasi Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

10,68%

11,48%

16,31%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Provisi Atas Pengelolaan Dan Reklamasi Lingkungan Hidup, Setekah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

2,27%

1,96%

1,26%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Kewajiban Pensiun Dan Imbalan Pascakerja Lainnya

2,89%

2,00%

1,28%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Liabilitas Jangka Panjang Lainnya

0,07%

0,02%

0,06%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

16,19%

22,42%

25,42%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Liabilitas

39,99%

39,95%

42,70%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Ekuitas

60,01%

60,05%

57,30%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Total Liabilitas Dan Ekuitas

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Laba Rugi

 

Penjualan

100,00%

100,00%

100,00%

 

Bpp

-83,65%

-86,41%

-81,56%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Laba Kotor

16,35%

13,59%

18,44%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Beban Usaha

 

     Umum Dan Administrasi

-6,98%

-6,26%

-7,07%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

     Penjualan Dan Pemasaran

-1,95%

-4,41%

-5,22%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Jumlah Beban Usaha

-8,93%

-10,67%

-12,29%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Laba Usaha

7,42%

2,92%

6,16%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

 

 

(Beban)/ Penghasilan Lain-Lain

 

Bagian Kerugian Entitas Asosiasi Dan Ventura Bersama

0,47%

-0,27%

-4,99%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Pendapatan Keuangan

0,40%

0,37%

1,03%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Beban Keuangan

-2,07%

-0,71%

-4,47%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Keuntungan Dan Akuisisi

0,00%

0,00%

8,81%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

(Kerugian)/ Keuntungan Selisih Kurs

-0,49%

-0,72%

1,09%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Penghasilan Lain-Lain Bersih

0,26%

0,51%

0,33%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Beban / Penghasilan Lain-Lain Bersih

-1,43%

-0,82%

1,81%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

6,00%

2,10%

7,96%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

 

 

Beban Pajak Pengahasilan

-1,80%

-1,51%

-1,49%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Laba Tahun Berjalan

4,20%

0,59%

6,47%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Penghasilan / Rugi Komprehensif Lain

 

Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasi Ke Laba Rugi :

 

     Kenaikan Nilai Tanah Dari Revaluasi

0,00%

0,00%

1,70%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

     Pengukuran Kembali Kewajiban Pensiun Dan Pascakerja Lainnya

-0,98%

-0,52%

-0,02%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

     Dampak Pajak Pengukuran Kembali Kewajiban Pensiun Dan Pasca Kerja Lainnya

0,22%

0,13%

0,01%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

     Bagian Penghasilan Komprehensif Lain Dari Entitas Asosiasi Dan Ventura

0,01%

0,01%

0,01%

Tahun 2018 hingga 2020 stabil.

Pos Yang Akan Direklasifikasi Ke Laba Rugi:

 

     Reklasifikasi Atas Selisih Kurs Karena Penjabaran Lap.Keuangan

0,00%

0,00%

-3,52%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 stabil.

     Penyesuaian Penjabaran Laporan Keuangan

0,12%

-0,24%

0,63%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Rugi Komprehensif Lain Setelah Pajak

-0,64%

-0,62%

-1,20%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah (Rugi) / Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan

3,56%

-0,03%

5,27%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

 

Tabel 2

Perhitungan Common Size PT.Bukit Asam.Tbk

PT. Bukit Asam. Tbk

Aset

COMMON SIZE

Keterangan

Aset Lancar

2020

2019

2018

 

Kas Dan Setara Kas

18,04%

18,23%

26,07%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Piutang Usaha, Bersih

6,56%

9,51%

10,43%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual

0,00%

0,69%

1,34%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Aset Keuangan Yang Dinilai Pada Nilai Wajar

1,25%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Persediaan

3,35%

5,30%

6,42%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Biaya Dibayar Dimuka Dan Uang Muka

0,56%

0,36%

0,29%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Pajak Dibayar Dimuka

0,00%

0,00%

0,85%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

Aset Lancar Lain-Lain

5,00%

10,66%

1,88%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Jumlah Aset Lancar

34,77%

44,75%

47,27%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

 

 

Aset Tidak Lancar

 

Piutang Usaha Bersih

1,69%

0,92%

1,08%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Piutang Lainnya Dari Pihak Berelasi

0,45%

0,21%

0,22%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Biaya Dibayar Dimuka Dan Uang Muka

0,07%

0,11%

0,24%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Investasi Pada Entitas Asosiasi

0,10%

0,26%

0,71%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Investasi Pada Ventura Bersama

16,32%

11,17%

10,13%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Properti Pertambangan

7,61%

7,28%

6,95%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Aset Tetap

32,69%

27,87%

27,09%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Tanaman Produktif

0,25%

0,54%

0,83%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Pajak Dibayar Di Muka

2,50%

3,23%

1,06%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Aset Pajak Tangguhan

2,26%

2,46%

3,00%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Goodwill

0,42%

0,39%

0,42%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Aset Tidak Lancar Lainnya

0,88%

0,81%

1,01%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Aset Tidak Lancar

65,23%

55,25%

52,73%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Jumlah Aset

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Liabilitas

 

 

 

 

Liabilitas Jangka Pendek

 

Utang Usaha

2,90%

3,91%

4,34%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Biaya Yang Masih Harus Dibayar

5,70%

6,25%

5,27%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek

1,88%

2,78%

4,16%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Utang Pajak

0,90%

1,19%

2,01%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Pinjaman Bank Jangka Pendek

0,00%

0,00%

0,22%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

Bagian Jangka Pendek Atas Pinjaman Jangka Panjang :

 

       Pinjaman Bank

0,44%

0,58%

0,13%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

       Liabilitas Sewa

1,77%

0,65%

1,19%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Provisi Reklamasi Lingkungan

0,44%

0,41%

0,39%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Bagian Jangka Pendek Dari Liabilitas Imbalan

1,54%

1,66%

2,12%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Utang Jangka Pendek Lainnya

0,52%

0,55%

0,59%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

16,10%

17,98%

20,42%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

 

 

Liabilitas Jangka Panjang

 

Pinjaman Jangka Panjang Setelah Di Kurangi Jatuh Tempo

 

        Pinjaman Bank

0,02%

0,04%

0,97%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

        Liabilitas Sewa Pembiayaan

1,64%

1,14%

0,94%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Provisi Reklamasi Lingkungan Dan Penutupan Tambang

3,02%

2,91%

2,16%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

8,47%

7,12%

8,02%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Liabilitas Tangguhan

0,34%

0,23%

0,19%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

13,49%

11,43%

12,28%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Liabilitas

29,59%

29,41%

32,69%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Total Ekuitas

70,41%

70,59%

67,31%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Total Liabilitas Dan Ekuitas

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Laba Rugi

 

 

 

 

Pendapatan

100,00%

100,00%

100,00%

 

Bpp

-73,64%

-65,06%

-59,63%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Laba Bruto

26,36%

34,94%

40,37%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Beban Umum Dan Administrasi

-8,31%

-8,88%

-8,58%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Beban Penjualan Dan Pemasaran

-4,00%

-3,80%

-3,97%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Penghasilan Lainnya, Neto

0,50%

0,76%

1,58%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Laba Usaha

14,55%

23,01%

29,40%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

 

 

Penghasilan Keuangan

2,09%

1,79%

1,54%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Biaya Keuangan

-0,76%

-0,59%

-0,49%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Bagian Atas Keuntungan Neto

2,78%

0,82%

1,66%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

18,65%

25,04%

32,12%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Beban Pajak Penghasilan

-4,75%

-6,49%

-7,93%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Laba Tahun Berjalan

13,90%

18,54%

24,19%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

(Kerugian) / Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan :

 

Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasi :

 

Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

-1,21%

-0,29%

3,68%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Beban Pajak Penghasilan Terkait

-0,01%

0,07%

-0,92%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Pos Yang Direklasifikasi :

 

Selisih Kurs Penjabaran Laporan Keuangan Entitas Anak

0,08%

-0,35%

-0,03%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Bagian Atas Kerugian / Penghasilan Komprehensif Lain Dari Entitas Ventura Bersama

0,12%

-0,43%

0,81%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Peubahan Nilai Wajar- Perubahan Nilai Wajar Aset Keuangan Yang Dinilai Pada Nilai Melalui Pendapatan Komprehensif Lain

0,11%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Perubahan Nilai Wajar Dari Asset Keuangan Tersedia Untuk Dijual

0,08%

-0,04%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Jumlah Pendapatan Komprehensif Lain Setelah Pajak

-0,91%

-0,90%

3,50%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan

12,98%

17,64%

27,69%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

 

Tabel 3

PT.Timah.Tbk

PT. Timah. Tbk

Aset

COMMON SIZE

Keterangan

Aset Lancar

2020

2019

2018

 

Kas Dan Setara Kas

5,56%

7,85%

5,15%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Piutang Usaha

8,25%

7,96%

12,62%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Piutang Lain-Lain

0,27%

0,30%

0,29%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Persediaan

19,85%

31,93%

26,99%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Aset Real Estate

0,38%

0,41%

0,71%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Pajak Dibayar Dimuka :

 

       Pajak Lain-Lain

7,86%

9,77%

8,65%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

       Pajak Penghasilan Badan

0,00%

0,00%

0,25%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

Aset Keuangan Lainnya

0,00%

0,01%

0,01%

Tahun 2018 hingga 2019 stabil. Tahun 2019 hingga 2020 menurun.

Aset Lainnya

1,69%

0,76%

2,61%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual

1,31%

1,46%

1,96%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Aset Lancar

45,17%

60,44%

59,24%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

 

 

Aset Tidak Lancar

 

Kas Yang Di Batasi Penggunaannya

0,53%

0,24%

0,28%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Piutang Lain-Lain

0,21%

0,18%

0,51%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Persediaan

5,19%

3,86%

4,17%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Penyertaan Saham

0,59%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Investasi Pada Entitas Asosiasi

1,40%

0,64%

1,01%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Aset Tetap

23,67%

17,69%

20,37%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Aset Real Estate

0,91%

0,10%

0,23%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Properti Investasi

11,20%

7,36%

8,15%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Properti Pertambangan

2,91%

1,90%

1,46%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Pajak Dibayar Dimuka

 

       Pajak Penghasilan Badan

3,11%

3,09%

1,78%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

       Pajak Lainnya

0,74%

1,66%

0,00%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Aset Pajak Tangguhan

2,38%

1,60%

1,29%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Aset Lainnya

1,99%

1,23%

1,52%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Aset Tidak Lancar

54,83%

39,56%

40,76%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Aset

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Liabilitas

 

 

 

 

Liabilitas Jangka Pendek

 

Utang Usaha

6,09%

9,67%

8,68%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Beban Akrual

0,70%

0,93%

1,43%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Pinjaman Bank Jangka Pendek

31,42%

43,17%

30,51%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Utang Pajak

 

       Pajak Penghasilan Badan

0,14%

0,01%

0,11%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

       Pajak Lainnya

0,13%

0,13%

0,32%

 

Liabilitas Jangka Pendek Lainnya

0,86%

0,63%

0,92%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Utang Dividen

0,00%

0,00%

0,00%

 

Imbalan Kerja Jangka Pendek

0,32%

0,24%

0,60%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Bagian Lancar Atas Liabilitas Jangka Panjang :

 

        Pinjaman

0,00%

0,33%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

        Provisi Biaya Rehabilitasi Lingkungan Dan Penutupan Tambang

0,41%

0,24%

0,12%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

        Utang Obligasi

0,00%

2,95%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Liabilitas Yang Terkait Langsung Dengan Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual

0,32%

0,42%

0,90%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

40,40%

58,73%

43,59%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

 

 

Liabilitas Jangka Panjang

 

Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun

 

        Pinjaman

2,45%

0,04%

0,00%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

        Provisi Biaya Rehabilitasi Lingkungan Dan Penutupan Tambang

1,84%

1,19%

1,78%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

        Utang Obligasi Dan Sukuk Ijarah

14,42%

10,28%

9,86%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Liabilitas Jangka Panjang Lainnya

0,08%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 meningkat.

Kewajiban Imbalan Pascakerja

6,77%

3,93%

4,38%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

25,57%

15,44%

16,01%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Liabilitas

65,97%

74,17%

59,61%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Jumlah Ekuitas

34,03%

25,83%

40,39%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Jumlah Liabilitas Dan Ekuitas

100,00%

100,00%

100,00%

 

 

 

Laba Rugi

 

Operasi Yang Dilanjutkan

 

 

 

 

Pendapatan

100,00%

100,00%

100,00%

 

Bpp

-92,64%

-94,09%

-90,25%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Laba Bruto

7,36%

5,91%

9,75%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Beban Umum Dan Administrasi

-5,47%

-5,52%

-7,53%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Beban Penjualan

-0,46%

-0,80%

-1,00%

Tahun 2018 menuju tahun 2020 meningkat setiap tahunnya.

Keuntungan Atas Revaluasi Properti Investasi

0,37%

0,94%

2,31%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Rugi Penurunan Nilai Aset Tetap

-0,36%

0,00%

0,00%

Tahun 2018 menuju 2019 stabil. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Beban / Pendapatan Lain-Lain

0,63%

-0,31%

1,05%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Beban Keuangan

-3,99%

-4,04%

-3,20%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Pendapatan Keuangan

0,20%

0,15%

0,35%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Bagian Atas Rugi / Laba Netto Entitas Asosiasi

-0,05%

-0,05%

0,07%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 stabil.

Rugi / Laba Sebelum Pajak Penghasilan

-1,77%

-3,73%

1,81%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Manfaat / Beban Pajak Penghasilan

-0,44%

0,59%

-0,14%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Rugi / Laba Tahun Berjalan Dari Operasi Yang Dilanjutkan

-2,21%

-3,14%

1,67%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

 

 

Operasi Yang Di Hentikan

 

Rugi Tahun Berjalan Dari Operasi Yg Di Hentikan

-0,03%

-0,02%

-0,47%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Rugi Tahun Berjalan

-2,24%

-3,16%

1,20%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Pos Yang Tidak Di Reklasifikasi Ke Laba Rugi

 

Pengukuran Kembali Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Setelah Pajak

-1,03%

-0,39%

0,78%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Bagian Pendapatan Komprehensif Lain Dari Investasi Pada Entitas Asosiasi, Setelah Pajak

0,00%

-0,07%

-0,01%

Tahun 2018 menuju 2019 meningkat. Tahun 2019 menuju 2020 menurun.

Revaluasi Properti Investasi

0,81%

0,00%

0,48%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

Pos-Pos Yang Nantinya Dapat Direklasifikasi Ke Laba Rugi

 

Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan

-0,05%

-0,02%

0,08%

Tahun 2018 hingga 2020 menurun.

Jumlah Rugi / Laba Komprehensif Tahun Berjalan

-2,51%

-3,64%

2,53%

Tahun 2018 hingga 2019 menurun. Tahun 2019 hingga 2020 meningkat.

 

 

KESIMPULAN

Sesuai dengan latar belakang pembahasan yang menyebutkan bahwa kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara menurun akibat pandemi Covid-19, terbukti benar adanya dari ketiga perusahaan, PT.ANTAM Tbk sebagai badan usaha milik negara merupakan perusahaan dengan kinerja keuangan terbaik daripada PT.Timah Tbk dan PT.Bukit Asam Tbk. Hal ini terbukti dari total asset lancar, total asset tidak lancar, laba bruto, laba/rugi komprehensif tahun berjalan dan laba rugi tahun berjalan yang dapat dilihat pada tabel.

Dari hasil dan pembahasan atas penelitian di perusahaan badan usaha milik negara tahun 2018 hingga 2020, maka peneliti mengemukakan beberapa kesimpulan serta  mencoba memberikan saran–saran berdasarkan hasil temuan yang mungkin dapat digunakan oleh pihak managemen perusahaan sebagai dasar dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat dikemukakan peeliti untuk pihak perusahaan adalah agar perusahaan menggunakan metode common size dalam menilai kinerja keuangannya agar perusahaan mengetahui apakah perusahaan dapat mengalokasikan dananya untuk melunasi hutangnya sehingga margin of safety menjadi rendah atau agar perusahaan mengetahui bagaimana kondisi kinerja keuangan antar perusahaan dalam sektor yang sama.

 

BIBLIOGRAFI

 

Devanka, Della, Endiana, I. Dewa Made, & Kumalasari, Putu Diah. (2022). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2020. Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 4(1), 85–96. Google Scholar

 

Dewi, Amelia Sri Kusuma. (2014). Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sebagai Upaya Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) Serta Menumbuhkan Perekonomian Desa. Journal of Rural and Development, 5(1). Google Scholar

 

Ikhwansyah, Isis, Chandrawulan, An An, & Amalia, Prita. (2018). Optimalisasi Peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Jurnal Media Hukum, 25(2), 150–161. Google Scholar

 

Koto, Ismail. (2021). Peran Badan Usaha Milik Negara Dalam Penyelenggaraan Perekonomian Nasional Guna Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Seminar Nasional Teknologi Edukasi Sosial Dan Humaniora, 1(1), 461–470. Google Scholar

 

Lestari, Cynthia Ayu, Effendi, Ihsan, & Tarigan, Eka Dewi Setia. (2020). Hubungan Dana Pihak Ketiga Terhadap Kredit Bank Pemerintah Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2003–2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI), 1(2). Google Scholar

 

Lisnawati, Ayu, Siregar, M. Yamin, & Amelia, Wan Rizca. (2020). Pengaruh Capital Adequancy Ratio (Car) Dan Nonperforming Loan (Npl) Terhadap Return On Asset (Roa) Pada Bank Bumnyang Terdaftardi Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI), 1(2). Google Scholar

 

Mills, Geoffrey E. (2000). Action research: A guide for the teacher researcher. ERIC. Google Scholar

 

NEGARA, MENTERI BADAN USAHA MILIK. (2002). Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).