UPAYA
MENINGKATKAN READING COMPREHENSION DALAM TEKS BAHASA INGGRIS DENGAN GUESSING
VOCABULARY DI SMAN 1 JASINGA
SMA Negeri 1 Jasinga, Jawa Barat, Indonesia
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Agustus 2022 10 Agustus 2022 20 Agustus 2022 |
Latar Belakang : Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan memahami membaca teks Bahasa Inggris dengan guessing vocabulary Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 Jasinga untuk memahami wacana bahasa Inggris. Tujuan : Secara khusus bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik; (2) meningkatkan keterampilan guru dalam membelajarkan Peserta didik; dan (3)mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan. Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Hasil : Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan yang dialami guru atau penulis ketika membelajarkan Peserta didik untuk memahami wacana teks berbahasa Inggris tulisan khususnya dalam menjawab pertanyaan reading comprehension. Kesimpulan : Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan kelas dapat ditarik kesimpulan Pembelajaran bahasa Inggris dalam meningkatkan reading comprehention dengan guessing vocabulary melalui Teknik dan tahapan-tahapan. Kata
Kunci : Reading comprehension;
Guessing vocabulary; Teks Bahasa Inggris; |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan memahami membaca teks
Bahasa Inggris dengan guessing vocabulary
Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 Jasinga untuk
memahami wacana bahasa Inggris. Objectives: Secara khusus bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas
pembelajaran peserta didik; (2) meningkatkan keterampilan guru dalam
membelajarkan Peserta didik; dan (3)mengetahui keunggulan dan
hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan. Methods: Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan
kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena
terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Results: Penelitian
tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan yang dialami guru atau penulis
ketika membelajarkan Peserta didik untuk memahami wacana teks berbahasa
Inggris tulisan khususnya dalam menjawab pertanyaan reading
comprehension. Conclusion: Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan
kelas dapat ditarik kesimpulan Pembelajaran bahasa Inggris dalam meningkatkan
reading comprehention
dengan guessing vocabulary
melalui Teknik dan tahapan-tahapan. Keywords: Reading comprehension;
Guessing vocabulary; Teks Bahasa Inggris; |
|
*Correspondent Author :
Eni Kurniasari
Email : enikurniasari1970@gmail.com
PENDAHULUAN
Kesulitan
paling esensi yang penulis alami ketika membelajarkan Peserta didik bahasa
Inggris adalah bagaimana cara membelajarkan Peserta didik untuk membaca
memahami teks wacana bahasa Inggris
secara lisan dan tulisan. walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam
beberapa bahasan pada siklus lisan dan tulisan. Beberapa cara sudah penulis
lakukan antara lain, Peserta didik diberi tugas untuk belajar memahami wacana
teks tulis dan lisan dalam bahasa Inggris
di sekolah atau di rumah secara
berkelompok tetapi hasilnya masih kurang memuaskan karena masih 92% Peserta
didik belum memahami wacana teks tulis dan lisan dalam bahasa Inggris. Sedangkan
yang mampu hanya 8%.. Inilah fenomena kesulitan yang dialami oleh penulis di
dalam membelajarkan Peserta didik di sekolah. Berdasarkan masalah yang sedang
terjadi adalah kesulitan Peserta didik dalam memahami teks atau reading comprehention tulis dan
lisan dalam bahasa Inggris (Soemantri, 2011).
Sehingga penulis mencoba untuk meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa
Inggris dengan guessing vocabulary
sebagai upaya agar peserta didik mampu memahami wacana teks tulis dan lisan
dengan lebih mudah (Yuliani, 2017).
Reading atau
membaca merupakan componen keterampilan yang sangat
penting dalam pengajaran bahasa Inggris disamping
komponen keterampilan lainnya seperti listening, speaking dan writing. Reading mempunyai peranan yang sangat vital. Jika seorang pesrta didik lemah dalam pemahamani
reading, maka tidak akan mampu membaca text dengan baik yang merupakan bahan ajar disekolah maupun
yang ada pada majalah, surat kabar dan sebagainya. Sehingga tidak dapat
mengkomunikasikan pikiran dan idenya dengan jeias
seperti yang diinginkannya baik lisan maupun tulisan. Demikan
juga kemampuan dalam menyimak dan membaca akan terkendala dengan penguasaan
kosakata yang terbatas. Sudah merupakan pendapat umum, memiliki kosakata yang
memadai merupakan modal untuk lancarnya
berkomunikasi (Amaral, 2010).
Tetapi penguasaan sukukata atau vocabulay
membutuhkan banyak waktu, tidak bisa instan. Kesimpulannya, sebagian besar
Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 jasinga tidak
mampu memahami teks Bahasa Inggris yang dibaca. Dari kondisi tersebut, timbul
pertanyaan bagaimana meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa Inggris di SMAN
1 Jasinga? Dan banyak
keluhan guru-guru tentang sulitnya mengajarkan Bahasa Inggris kepada
para Peserta didik yang diasuhnya. Dari pengalaman penulis selama 20 tahun
mengajar Bahasa Inggris di SMA, ada strategi mengajarkan meningkatkan pemahaman
membaca teks bahasa Inggris yang dirasa relatif cukup berhasil. Penulis
mengajarkan dengan guessing vocabulary
atau suku kata (Shokouhi & Askari, 2010).
Teknik yang digunakan ini dirasakan cukup berhasil dalam meningkatkan pemahaman
membaca teks bahasa Inggris, tapi belum pemah
dibuktikan dalam penelitian tertulis secara ilmiah. Dengan alasan inilah
penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas untuk menguji Kebenaranya.
(Puskur, 2004)
juga menjelaskan ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA meliputi:
Pertama, kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan
teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan
berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu
untuk mencapai tingkat literasi functional,
kedua, kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan
monolog serta esei berbentuk procedure,
descriptive, recount, narrative, news item dan report, ketiga, kompetensi pendukung, yakni kompetensi
linguistik, yaitu menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata
tulis, kompetensi sosiokultural, yaitu menggunakan ungkapan dan tindak bahasa
secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi, kompetensi strategi,
sebagai upaya untuk mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi
dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung, dan kompetensi
pembentuk wacana , yaitu menggunakan piranti pembentuk wacana.
Permasalahan
yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini berdasarkan uraian pada
pendahuluan di atas adalah ketidak mampuan Peserta didik kelas XII untuk memahami teks bahasa
Inggris. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukan diatas, maka penelitian
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik kelas XII untuk
memahami teks wacana bahasa Inggris dengan guessing vocabulary diI SMA Negeri 1 Jasinga. Meningkatkan keterampilan guru dalam kegitan belajar mengajar bahasa Inggris. Mengetahui
keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan Dalam
penelitian ini membahas tentang bagaimana memahami teks wacana bahasa Inggris
dengan pokok bahasan News items dan sub bahasan
Tangerang flood water rose yang terkait dengan Direct sentence dan Indirect sentence Sebagai fungsi sosial (Life kills)
dan struktur teks dalam pembelajaran ini maka salah satu Peserta didik diintruksikan untuk membaca teks Bahasa Inggris ( reading conprehention ). Apabila
ada sukukata yang tidak tahu artinya disarankan untuk
guessing sukukata
berdasarkan kalimat yang dimaksud. peserta didik harus terbiasa
melakukannya dan mempraktikannya
dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharap bermanfaat bagi
pengembangan strategi pengajaran Bahasa Inggris baik bagi perorangan dan
instansi antara lain bagi Peserta didikdapat meningkatkan
penguasaan kosakata bahasa Inggris Peserta didik, meningkatkan motivasi dalam
belajar bahasa Inggris. Bagi gurumendapatkan bahan
masukan bagi guru dalam mengajar bahasa Inggris, terutama dalam mengajarkan reading comprehention. Sebagai strategi
alternatif bagi guru dalam memilih strategi mengajar kosakata bahasa Inggris. Bagi sekolah dapat
meningkatkan efektifitas pengajaran bahasa Inggris
dan prestasi sekolah. Masukan bagi sekolah untuk memaksimalkan usaha-usaha
meningkatkan kemampuan guru dalam memilih strategi pengajaran yang tepat.
METODE PENELITIAN
Pendekatan yang dipergunakan
dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab
penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas.
Permasalahan ini ditindak lanjuti dengan cara menerapkan sebuah model
pembelajaran yang diamati kemudian dianalisis dan direfleksi. Hasil revisi
kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya. Penelitian ini
adalah penelitian tindakan kelas, model (Kemmis & TAGGART, 1998)
yang diadopsi oleh (SURANTO, 2000).
Model ini menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana,
tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar
untuk suatu ancang-ancang pemecahan masalah. Seperti yang diungkapkan oleh (Mills, 2000)
“Stephen Kemmis has created
a well known representation of the action research
spiral …”. Peneliti menggunakan model ini karena dianggap paling praktis dan
aktual. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan dua siklus, Pra siklus,
siklus I dan siklus II, masing-masing
siklus menggunakan empat tahapan, yaitu (1) menyusun rencana tindakan, (2)
melaksanakan tindakan, (3) melakukan observasi, (4) membuat analisis
dilanjutkan dengan melakukan refleksi. Masing-masing siklus menggunakan waktu 2
x 45 menit. Dalam penelitian ini yang melakukan kegiatan pembelajaran adalah
guru yang sekaligus berperan sebagai peneliti dan dibantu oleh dua orang selaku
pengamat yang bertugas mengamati proses pembelajaran dan memberi masukan bagi
guru atau peneliti untuk perbaikan tindakan berikutnya.
Langkah berikutnya Dengan
bimbingan dan arahan guru, Peserta didik
diminta untuk membaca teks berita bahasa Inggris yang disediakan oleh
guru Peserta didik mengamati bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dari
teks berita yang disediakan oleh guru .Dengan arahan guru, Peserta didik
mengamati bentuk kalimat lampau (past form) dari teks berita yang disediakan oleh guru. Peserta
didik menjawab pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja dibacanya.
Lembar jawaban Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai jawaban Peserta
didik 92% dibawah nilai kreteria
ketuntasan minimal (KKM). Guru menanyakan kepada Peserta didik masalah atau
kesulitan yang dihadapi oleh Peserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut. Peserta didik menjawab, karena mereka tidak memahami informasi atau
maksud dari wacana teks yang dibacanya.Sehingga Peneliti berhipotesa
bahwa Peserta didik kelas XII IPS 2 masih kurang kemampuannya mengenai vocabulary bahasa
Inggris. Kemudian peneliti mencari solusi“ Bagaimana cara meningkatkan
kemampuan vocabulary Peserta didik kelas XII untuk
memahami teks wacana bahasa Inggris. Guru meminta Peserta didik mencari arti vocabulary yang tidak tahu dalam wacana teks yang dibaca,
kemudian ditulis dalam buku catatan
untuk meningkatkan kemampuan reading comprehention dengan cara guessing
vocabulary. Guru meminta Peserta didik untuk mencari
berita dari sumber lainnya misalnya internet, surat kabar, majalah, dll.
Peserta didik membaca berita yang ditemukannya dan menulis rangkuman berita
yang dianggap penting. Peserta didik duduk berdasarkan kelompok yang terdiri
dari empat orang, dan masing-masing anggota mengatakan berita yang telah
dirangkumnya. Peserta didik duduk didalam kelompok
lain dan mengatakn salah satu rangkuman berita
temannya kepada kelompok lain ( Indirect sentence ). Diskusi
guru dan Peserta didik menyatakan kesulitan yang ditemukan ketika membaca news item, kemudian meminta saran kepada guru dan teman
untuk mengatasi masalahnya. Guru mengingatkan agar Peserta didik mempelajari vocabulary yang telah dicatatnya atau membaca teks yang
telah dibacanya, kemudian pada pertemuan berikutnya guru akan menanyakan kepada
masing-masing Peserta didik tentang arti vocabulary (yang sudah dicatatnya)secara lisan.
Fasilitas yang dipersiapkan
untuk membelajarkan Peserta didik adalah standar isi, Silabus Pembelajaran,
Rencana Pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran berupa gambar , instrumen
penilaian atau alat penilaian. Untuk mengetahui hasil penelitian maka
diperlukan data. Untuk mengumpulkan data
dibutuhkan alat pengumpul data. Dalam penelitian ini dibutuhkan dua macam alat
pengumpul data yaitu lembar observasi yang dipergunakan untuk mengamati
aktivitas Peserta didik dan guru, dan angket untuk melakukan klarifikasi antara
hasil observasi oleh pengamat dengan responden selaku obyek yang diteliti dalam
upaya meminimalkan kesenjangan hasil penelitian yang diperoleh dari pengolahan
data. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis kualitatif dan kuantitaif. Analisis kualitatif dipergunakan untuk mengelolah data hasil pengamatan selama proses
pembelajaran, sedangkan analisis kuantatif
dipergunakan untuk mengolah data hasil belajar untuk mengetahui peningkatan
Upaya meningkatkan reading comprehention
Peserta didik kelas XII untuk memahami teks bahasa Inggris dengan cara guessing vocabulary di SMA Negeri
1 Jasinga.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan
yang dialami guru atau penulis ketika membelajarkan Peserta didik untuk
memahami wacana teks berbahasa Inggris tulisan khususnya dalam menjawab
pertanyaan reading comprehension
(Elihami & Ismail, 2017).
Pada umumnya Peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Jasinga
masih lemah pemahaman membaca dalam wacana bahasa Inggris. walaupun mereka
telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus tulisan. Masih
terdapat 92% Peserta didik belum terampil memahami wacana teks bahasa Inggris.
Sedangkan 8% sudah mencapai kreteria ketuntasan
minimal (KKM). Data ini diambil dari penilaian
harian Peserta didik kelas XII IPS 2 pada semester genap tahun plajaran 2021/2022. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
maka dilakukan penelitian tindakan kelas dan disusunlah suatu rencana
pembelajaran yang menggunakan model Contextual Learning yang
dirancang dalam tiga siklus pembelajaran. Secara berturut-turut hasil
penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:
A. Sebelum Tindakan
Penelitian ( Pra Siklus )
1. Persiapan Tindakan Pra
siklus
Sebelum melaksanakan tindakan guru menyusun rencana
pembelajaran teks wacana bahasa Inggris news
item sederhana yang berterima menggunakan model Contextual
Learning untuk
Peserta didik kelas XII IPS 2, SMA Negeri 1 Jasinga
berdasarkan silabus. Untuk kelancaran proses pembelajaran maka rencana
pembelajaran tersebut dilengkapi dengan bahan ajar, media pembelajaran berupa
gambar-gambar dan alat penilaian. Untuk
kepentingan perolehan hasil penelitian dipersiapkan juga alat observasi untuk Peserta didik dan guru dan angket untuk
Peserta didik. Pada tahap awal guru melakukan observasi kelas mengenai jumlah
dan tatanan ruang atau susunan bangku Peserta didik, melakukan pengecekan
kehadiran Peserta didik dan memberi semangat belajar Peserta didik.
2. Pelaksanaan Tindakan Pra
siklus
Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam waktu 2 kali 45
menit dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
a. Pertama, pada tahap Introduce
(mengenalkan) guru menjelaskan tujuan pembelajaran news
item dengan melakukan pembentukan sikap Peserta didik dengan
menyapa “how ar you today/” kepada Peserta didik
dan Peserta didik merespon “I’m
fine” kemudian Peserta didik mendengarkan informasi
guru.
b. Kemudian menghubungkan (Connect) pembelajaran dengan curah pendapat tentang news dan melakukan klarifikasi pengetahuan Peserta didik
tentang newsworthy. Guru menyebutkan nama-nama surat
kabar dan program- program berita di TV, di internet, dll. dan Peserta didik
ditanya apa yang mereka ketahui tentang berita.Pernahkah anda membaca
atau menyimak berita di surat kabar, majalah, TV, intent
dll?. Berita apa
yang pernah anda ketahui?
c. Langkah berikutnya dengan
bimbingan dan arahan guru, Peserta didik
diminta untuk membaca wacana teks berita bahasa Inggris yang disediakan
oleh guru
d. Peserta didik mengamati
bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dari teks berita yang disediakan
oleh guru.
e. Dengan arahan guru,
Peserta didik mengamati bentuk kalimat lampau (past form) dari teks berita yang disediakan oleh guru.
f. Peserta didik menjawab
pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja dibacanya. Lembar jawaban
Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai
jawaban Peserta didik 75% dibawah nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM).
g. Guru menanyakan kepada
Peserta didik masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh Peserta didik dalam
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
h. Guru meminta Peserta didik
untuk mencari berita dari sumber lainnya misalnya internet, surat kabar,
majalah, dll. Peserta didik membaca berita yang ditemukannya dan menulis
rangkuman berita yang dianggap penting.
i.
Peserta didik duduk berdasarkan kelompok yang terdiri
dari empat orang, dan masing-masing anggota mengatakan berita yang telah
dirangkumnya.
j.
Peserta didik duduk didalam
kelompok lain dan mengatakn salah satu rangkuman
berita temannya kepada kelompok lain ( Indirect sentence ).
k. Diskusi guru dan Peserta
didik menyatakan kesulitan yang ditemukan ketika membaca news
item, kemudian meminta saran kepada guru dan teman untuk mengatasi masalahnya.
l.
Guru mengingatkan agar Peserta didik mempelajari vocabulary yang telah dicatatnya atau membaca teks yang
telah dibacanya, kemudian pada pertemuan berikutnya guru akan menanyakan kepada
masing-masing Peserta didik tentang arti vocabulary (yang sudah dicatatnya)secara lisan.
3. Observasi
Pada awal pembelajaran (Introduce)
Peserta didik terlihat sangat senang dan antusias mendengarkan guru menjelaskan
tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran news
item yang dapat dipergunakan untuk menginformasikan berita-berita yang penting
yang harus diketahui oleh orang-orang. Peserta didik diminta untuk membaca teks berita bahasa
Inggris yang disediakan oleh guru Peserta didik mengamati bentuk kalimat
langsung dan tidak langsung dari teks berita yang disediakan oleh guru. Dengan
arahan guru, Peserta didik mengamati bentuk kalimat lampau (past
form) dari teks berita yang disediakan oleh guru.
Peserta didik menjawab pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja
dibacanya. Lembar jawaban Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai jawaban Peserta didik 92% dibawah
nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM). Guru
menanyakan kepada Peserta didik masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh
Peserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Peserta didik
menjawab, karena mereka tidak memahami informasi atau maksud dari wacana teks yang dibacanya.Sehingga
Peneliti berhipotesa bahwa Peserta didik kelas XII IPS 2 masih kurang
dalam reading comprehention
bahasa Inggris. Kemudian peneliti mencari solusi “ Bagaimana cara meningkatkan reading comprehention Peserta
didik kelas XII untuk memahami teks wacana bahasa Inggris.
4. Hasil analisis angket
Peserta didik
Dari hasil angket yang dipergunakan sebagai informasi
klarifikasi antara pengamat dengan peserta didik yang mengalami pembelajaran,
dijelaskan sebagai bahwa selama proses pembelajaran, langkah-langkah yang
dilakukan guru sesuai dengan rencana pembelajaran. Hal ini dapat diperoleh dari
34 peserta didik memberi centangan “ya” Pada hasil pembelajaran seluruh peserta
didik menyatakan pembelajaran tersebut tidak menyenangkan, membuat mereka belum
percaya diri, dan peserta didik merasa
aktivitas belajarnya kurang. (Rombot, Boeriswati, & Suparman, 2020)
sehingga harus diperbaiki dengan mencari motode yang
menyenangkan dan menarik dengan cara upaya meningkatkan reading
comprehension dalam teks bahasa inggris dengan guessing vocabulary di SMAN 1 Jasinga yang akan
dilaksanakan pada siklus I.
Nilai pengetahauan pada Pra
siklus (terlampir)
Nilai keterampilan
produk pada pra siklus (terlampir)
Nilai peserta didik = skor yang diperoleh peserta didik X
100
Skor total
( 10 )
Tabel 1
Nilai-Nilai Peserta Didik
|
No |
Skor |
Keterangan |
|
1 |
90-100 |
Memahami semua wacana
tanpa mengalami kesulitan |
|
2 |
80-89 |
Memahami hampir semuanya,
walau ada sedikit kesulitan pada
bagian tertentu |
|
3 |
70-79 |
Memahami sebagian besar
wacana teks |
|
4 |
50-69 |
Memahami sebagian kecil
wacana teks |
|
5 |
30-49 |
Memahami hanya sedikit
wacana teks. |
|
6 |
10-29 |
Tidak memahami wacana teks sedikitpun |
Jumlah Peserta didik
yang di kelas XII IPS 2 adalah
34 (tiga puluh empat) Peserta didik,. Secara kuantitatif hasil belajar Peserta
didik tentang wacana teks news item yang berterima menggunakan sistim contextual learning dapat dipaparkan sebagai berikut: Skor Rata-rata nilai pemahaman Peserta didik 1844 : 34 = 55,88. Artinya bila
dikonversikan dengan kriteria penilaian sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas. (Kriteria penilaian terlampir) , maka Peserta
didik yang Memahami wacana teks bahsa inggris hanya
22 %. Dan yang belum memahami 78%. Sehingga
pada pembelajaran yang akan datang perlu ditingkatkan pemahaman
reading conprehention.
B. Siklus I
1.
Persiapan Tindakan
Seperti yang
telah dilakukan pada persiapan tidakan pada pra siklus sebelum
melakukan tindakan guru menyusun
rencana pembelajaran berdasarkan silabus yang telah disusun.
Pada siklus I ini rencana pembelajaran
bahasa Inggris wacana teks news item sederhana yang berterima menggunakan sistim contextual learning untuk Peserta didik kelas
XII IPS 2 SMA Negeri 1 Jasinga
dirancang berdasarkan silabus kurikulum 2013, dengan topik bahasan tentang Tangerang floodwaters rose, target Peserta
didik dapat menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan wacana yang
telah dipelajarinya. Untuk kelancaran proses pembelajaran maka rencana pembelajaran
tersebut dilengkapi dengan bahan ajar,
media pembelajaran berupa
video pembelajaran, gambar-gambar
dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan hasil penelitian yang optimal dipersiapkan juga alat observasi untuk
Peserta didik dan guru dan angket
untuk Peserta didik. Awal guru melakukan observasi kelas mengenai jumlah dan tatanan ruang
atau susunan bangku, pada siklus
I ini Peserta didik dibagi dalam
kelompok agar mudah untuk dipantau selama proses pembelajaran.
Peneliti juga mengajak Peserta didik berdo’a, membaca Al’Quran, melakukan pengecekan kehadiran Peserta didik dan
memberi semangat belajar Peserta didik.
C. Siklus II
1. Persiapan Tindakan
Berdasarkan hasil paparan analisis dan refleksi pada
siklus I bahwa pada umumnya Peserta didik telah mencapai Discourse
Competence untuk memahami wacana teks pembelajaran
bahasa Inggris. dan menunjukkan kemampuan menjawab pertanyaan dengan benar, dimana unsur-unsur kompetensi pendukungnya juga pada
umumnya telah dikuasai Peserta didik,
maka tim penelitian sepakat pada siklus II, merancang untuk membelajarkan 4
Peserta didik yang belum capai nilai KKM pada siklus I. Seperti pada
siklus-siklus yang lalu, sebelum guru melaksanakan tindakan, guru menyusun
rencana pembelajaran berdasarkan silabus yang telah disusun. Untuk proses
pembelajaran maka rencana pembelajaran dilengkapi dengan bahan ajar, media
pembelajaran berupa gambar dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan
hasil penelitian dipersiapkan juga alat observasi untuk Peserta didik dan guru juga angket
untuk Peserta didik. Pada tahap awal guru melakukan observasi kelas mengenai
jumlah dan tatanan ruang atau susunan bangku Peserta didik, mengajak Peserta
didik berdo’a kemudian melakukan pengecekan kehadiran
Peserta didik, melakukan pembelajaran sikap dan memberi semangat belajar
Peserta didik.
Menurut Decentralized Basic Education
(DBE) 2006;23 menyatakan bahwa:”Tujuan dari
pendidikan kecakapan hidup adalah untuk memberdayakan anak-anak agar dapat
melanjutkan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan sehingga mereka dapat hidup
dimanapun dan mampu menggunakan sarana-prasarana di
sekitar mereka untuk mendukung mengembangkan kualitas hidup mereka”, oleh
karena itu dalam pembelajaran bahasa Inggris upaya meningkatkan reading comprehention teks wacana
bahasa Inggris sangat penting sehingga
pengetahuan mereka menjadi bermakna, Peserta didik akhirnya senang belajar untuk
mengembangkan kualitas hidup mereka. Pada saat Peserta didik melakukan
penilaian individu menunjukkan bahwa mereka harus mengikuti kriteria penilaian
yang merujuk pada pencapaian Discourse Competence dengan kompetensi pendukungnya Actional Competence, Linguistic Competence, Sociocultural Competence dan Strategic Competence. Kompetensi
inilah yang akan membawa Peserta didik mampu bersaing di dunia internasional,
sebab mereka memiliki kompetensi berbahasa Inggris yang berterima.
Terbukti dari analisis
data secara kuantitatif menunjukkan bahwa nilai hasil belajar Peserta didik
pada umumnya diatas Standar Ketuntasan Belajar
Minimal (SKBM) bahasa Inggris yaitu 75. Di samping itu terbentuk sikap percaya
diri Peserta didik, sikap bersosial, toleransi, dan minat belajar untuk
aktualisasi diri. Adapun gambaran peningkatan reading
comprehention
Peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Jasinga dapat dipaparkan sebagai berikut. (a) 95%
Peserta didik telah mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang
ditunjukkan dari hasil proses
pembelajaran, dengan mencapai nilai yang variatif. (c) Secara kualitatif
terlihat rasa percaya diri Peserta didik meningkat dan Peserta didik senang
mendapatkan pembelajaran. (d) Hasil analisis angket Peserta didik juga
menunjukkan bahwa dari 34 Peserta didik memberi centangan pada kolom “ya” pada
angket proses pembelajaran sesuai yang dialami Peserta didik. Seluruh Peserta
didik juga menyatakan bahwa selama pembelajaran
melalui aktivitas curah pendapat ini menyenangkan, membuat mereka percaya diri,
Peserta didik lebih sering mengungkapkan dengan bahasa mereka sendiri dan
Peserta didik merasa kemampuan reading comprehention bahasa Inggris mereka meningkat.
KESIMPULAN
Amaral, Peregrina Maria Gusmão Amaral. (2010). SISTEM
INFORMASI TEST KOSAKATA BAHASA INGGRIS SECARA ONLINE DI SMU KOLESE SANTO YOSEF
DILI–TIMOR LESTE. STMIK AKAKOM Yogyakarta. Google Scholar
Elihami, Elihami,
& Ismail, Ismail. (2017). INCREASING STUDENTS’READING COMPREHENSION THROUGH
COGNITIVE STRATEGIES OF SENIOR HIGH SCHOOL OF SIDENRENG RAPPANG REGENCY. Edumaspul:
Jurnal Pendidikan, 1(2), 61–70. Google Scholar
Kemmis, Stephen, &
TAGGART, M. C. (1998). Robin: Cómo planificar la investigación-acción. Barcelona:
Editorial Leartes. Google Scholar
Mills, Geoffrey E.
(2000). Action research: A guide for the teacher researcher. ERIC. Google
Scholar
Puskur, Balitbang.
(2004). Depdiknas.(2003). Kurikulum Hasil Belajar. Rumpun Pelajaran Kesenian.
Google
Scholar
Rombot, Olifia,
Boeriswati, Endry, & Suparman, M. Atwi. (2020). Improving reading
comprehension skills of international elementary school students through
blended learning. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 7(1),
56–68. Google Scholar
Shokouhi, Hossein,
& Askari, Hamdollah. (2010). The effect of guessing vocabulary in reading
authentic texts among pre-univeristy students. Journal of Second Language
Acquisition and Teaching, 17, 75–89. Google Scholar
Soemantri, Anie
Susany. (2011). Reading comprehension problems encounted by the students of
higher education. Jurnal Computech & Bisnis, 5(2), 74–80. Google
Scholar
SURANTO, SURANTO.
(2000). Electrophoresis Studies of Ranunculus triplodontus Populations. Biodiversitas
Journal of Biological Diversity, 1(1), 1–7. Google Scholar
Yuliani, Sri. (2017).
Teaching English vocabulary by using guessing game to the fifth grade students
117 Palembang. English Community Journal, 1(2), 123–129. Google
Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |