UPAYA MENINGKATKAN READING COMPREHENSION DALAM TEKS BAHASA INGGRIS DENGAN GUESSING VOCABULARY DI SMAN 1 JASINGA

 

 

Eni Kurniasari

SMA Negeri 1 Jasinga, Jawa Barat, Indonesia

enikurniasari1970@gmail.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Agustus 2022

10 Agustus 2022

20 Agustus 2022

Latar Belakang : Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan memahami membaca teks Bahasa Inggris dengan guessing vocabulary Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 Jasinga untuk memahami wacana bahasa Inggris.

Tujuan : Secara khusus bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik; (2) meningkatkan keterampilan guru dalam membelajarkan Peserta didik; dan (3)mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan.

Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas.

Hasil : Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan yang dialami guru atau penulis ketika membelajarkan Peserta didik untuk memahami wacana teks berbahasa Inggris tulisan khususnya dalam menjawab pertanyaan reading comprehension.   

Kesimpulan : Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan kelas dapat ditarik kesimpulan Pembelajaran bahasa Inggris dalam meningkatkan reading comprehention dengan guessing vocabulary melalui Teknik dan tahapan-tahapan.

 

Kata Kunci : Reading comprehension; Guessing vocabulary; Teks Bahasa Inggris;

 

 

 

 

Abstract

 

Background: Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan memahami membaca teks Bahasa Inggris dengan guessing vocabulary Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 Jasinga untuk memahami wacana bahasa Inggris.

Objectives: Secara khusus bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik; (2) meningkatkan keterampilan guru dalam membelajarkan Peserta didik; dan (3)mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan.

Methods: Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas.

Results: Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan yang dialami guru atau penulis ketika membelajarkan Peserta didik untuk memahami wacana teks berbahasa Inggris tulisan khususnya dalam menjawab pertanyaan reading comprehension.

Conclusion: Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan kelas dapat ditarik kesimpulan Pembelajaran bahasa Inggris dalam meningkatkan reading comprehention dengan guessing vocabulary melalui Teknik dan tahapan-tahapan.

 

Keywords: Reading comprehension; Guessing vocabulary; Teks Bahasa Inggris;

*Correspondent Author : Eni Kurniasari

Email : enikurniasari1970@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Kesulitan paling esensi yang penulis alami ketika membelajarkan Peserta didik bahasa Inggris adalah bagaimana cara membelajarkan Peserta didik untuk membaca memahami teks  wacana bahasa Inggris secara lisan dan tulisan. walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus lisan dan tulisan. Beberapa cara sudah penulis lakukan antara lain, Peserta didik diberi tugas untuk belajar memahami wacana teks tulis dan lisan dalam bahasa Inggris  di sekolah atau di rumah  secara berkelompok tetapi hasilnya masih kurang memuaskan karena masih 92% Peserta didik belum memahami wacana teks tulis dan lisan dalam bahasa Inggris. Sedangkan yang mampu hanya 8%.. Inilah fenomena kesulitan yang dialami oleh penulis di dalam membelajarkan Peserta didik di sekolah. Berdasarkan masalah yang sedang terjadi adalah kesulitan Peserta didik dalam memahami teks atau reading comprehention tulis dan lisan dalam  bahasa Inggris (Soemantri, 2011). Sehingga penulis mencoba untuk meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa Inggris dengan guessing vocabulary sebagai upaya agar peserta didik mampu memahami wacana teks tulis dan lisan dengan lebih mudah (Yuliani, 2017).

Reading atau membaca merupakan componen keterampilan yang sangat penting dalam pengajaran bahasa Inggris disamping komponen keterampilan lainnya seperti listening, speaking dan writing. Reading mempunyai peranan yang sangat vital. Jika seorang pesrta didik lemah dalam pemahamani reading, maka tidak akan mampu membaca text dengan baik yang merupakan bahan ajar disekolah maupun yang ada pada majalah, surat kabar dan sebagainya. Sehingga tidak dapat mengkomunikasikan pikiran dan idenya dengan jeias seperti yang diinginkannya baik lisan maupun tulisan. Demikan juga kemampuan dalam menyimak dan membaca akan terkendala dengan penguasaan kosakata yang terbatas. Sudah merupakan pendapat umum, memiliki kosakata yang memadai merupakan modal  untuk lancarnya berkomunikasi (Amaral, 2010). Tetapi penguasaan sukukata atau vocabulay membutuhkan banyak waktu, tidak bisa instan. Kesimpulannya, sebagian besar Peserta didik kelas XII IPS 2 SMAN 1 jasinga tidak mampu memahami teks Bahasa Inggris yang dibaca. Dari kondisi tersebut, timbul pertanyaan bagaimana meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa Inggris di SMAN 1 Jasinga? Dan banyak  keluhan guru-guru tentang sulitnya mengajarkan Bahasa Inggris kepada para Peserta didik yang diasuhnya. Dari pengalaman penulis selama 20 tahun mengajar Bahasa Inggris di SMA, ada strategi mengajarkan meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa Inggris yang dirasa relatif cukup berhasil. Penulis mengajarkan dengan guessing vocabulary atau suku kata (Shokouhi & Askari, 2010). Teknik yang digunakan ini dirasakan cukup berhasil dalam meningkatkan pemahaman membaca teks bahasa Inggris, tapi belum pemah dibuktikan dalam penelitian tertulis secara ilmiah. Dengan alasan inilah penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas untuk menguji Kebenaranya.

(Puskur, 2004) juga menjelaskan ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA meliputi: Pertama, kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional, kedua, kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, news item dan report, ketiga, kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik, yaitu menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis, kompetensi sosiokultural, yaitu menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi, kompetensi strategi, sebagai upaya untuk mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung, dan kompetensi pembentuk wacana , yaitu menggunakan piranti pembentuk wacana.

Permasalahan yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini berdasarkan uraian pada pendahuluan di atas adalah ketidak mampuan Peserta didik kelas XII untuk memahami teks bahasa Inggris. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Peserta didik kelas XII untuk memahami teks wacana bahasa Inggris dengan guessing vocabulary diI SMA Negeri 1 Jasinga. Meningkatkan keterampilan guru dalam kegitan belajar mengajar bahasa Inggris. Mengetahui keunggulan dan hambatan-hambatan ketika strategi ini diterapkan Dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana memahami teks wacana bahasa Inggris dengan pokok bahasan News items dan sub bahasan Tangerang flood water rose yang terkait dengan Direct sentence dan Indirect sentence Sebagai fungsi sosial (Life kills) dan struktur teks dalam pembelajaran ini maka salah satu Peserta didik diintruksikan untuk membaca teks Bahasa Inggris ( reading conprehention ). Apabila ada sukukata yang tidak tahu artinya disarankan untuk guessing sukukata berdasarkan kalimat yang dimaksud. peserta didik harus terbiasa melakukannya  dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharap bermanfaat bagi pengembangan strategi pengajaran Bahasa Inggris baik bagi perorangan dan instansi antara lain bagi Peserta didikdapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris Peserta didik, meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris. Bagi gurumendapatkan bahan masukan bagi guru dalam mengajar bahasa Inggris, terutama dalam mengajarkan reading comprehention. Sebagai strategi alternatif bagi guru dalam memilih strategi mengajar   kosakata bahasa Inggris. Bagi sekolah dapat meningkatkan efektifitas pengajaran bahasa Inggris dan prestasi sekolah. Masukan bagi sekolah untuk memaksimalkan usaha-usaha meningkatkan kemampuan guru dalam memilih strategi pengajaran yang tepat.

 

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Permasalahan ini ditindak lanjuti dengan cara menerapkan sebuah model pembelajaran yang diamati kemudian dianalisis dan direfleksi. Hasil revisi kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, model (Kemmis & TAGGART, 1998) yang diadopsi oleh (SURANTO, 2000). Model ini menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk suatu ancang-ancang pemecahan masalah. Seperti yang diungkapkan oleh (Mills, 2000) “Stephen Kemmis has created a well known representation of the action research spiral …”. Peneliti menggunakan model ini karena dianggap paling praktis dan aktual. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan dua siklus, Pra siklus, siklus I dan  siklus II, masing-masing siklus menggunakan empat tahapan, yaitu (1) menyusun rencana tindakan, (2) melaksanakan tindakan, (3) melakukan observasi, (4) membuat analisis dilanjutkan dengan melakukan refleksi. Masing-masing siklus menggunakan waktu 2 x 45 menit. Dalam penelitian ini yang melakukan kegiatan pembelajaran adalah guru yang sekaligus berperan sebagai peneliti dan dibantu oleh dua orang selaku pengamat yang bertugas mengamati proses pembelajaran dan memberi masukan bagi guru atau peneliti untuk perbaikan tindakan berikutnya.

Langkah berikutnya Dengan bimbingan dan arahan guru, Peserta didik  diminta untuk membaca teks berita bahasa Inggris yang disediakan oleh guru Peserta didik mengamati bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dari teks berita yang disediakan oleh guru .Dengan arahan guru, Peserta didik mengamati bentuk kalimat lampau (past form) dari teks berita yang disediakan oleh guru. Peserta didik menjawab pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja dibacanya. Lembar jawaban Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai jawaban Peserta didik 92% dibawah nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM). Guru menanyakan kepada Peserta didik masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh Peserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Peserta didik menjawab, karena mereka tidak memahami informasi atau maksud dari wacana  teks yang dibacanya.Sehingga Peneliti berhipotesa bahwa  Peserta didik kelas XII IPS 2  masih kurang kemampuannya mengenai  vocabulary bahasa Inggris. Kemudian peneliti mencari solusi“ Bagaimana cara meningkatkan kemampuan vocabulary Peserta didik kelas XII untuk memahami teks wacana bahasa Inggris. Guru meminta Peserta didik mencari arti vocabulary yang tidak tahu dalam wacana teks yang dibaca, kemudian ditulis dalam buku catatan  untuk meningkatkan kemampuan reading comprehention dengan cara guessing vocabulary. Guru meminta Peserta didik untuk mencari berita dari sumber lainnya misalnya internet, surat kabar, majalah, dll. Peserta didik membaca berita yang ditemukannya dan menulis rangkuman berita yang dianggap penting. Peserta didik duduk berdasarkan kelompok yang terdiri dari empat orang, dan masing-masing anggota mengatakan berita yang telah dirangkumnya. Peserta didik duduk didalam kelompok lain dan mengatakn salah satu rangkuman berita temannya kepada kelompok lain ( Indirect sentence ).  Diskusi guru dan Peserta didik menyatakan kesulitan yang ditemukan ketika membaca news item, kemudian meminta saran kepada guru dan teman untuk mengatasi masalahnya. Guru mengingatkan agar Peserta didik mempelajari vocabulary yang telah dicatatnya atau membaca teks yang telah dibacanya, kemudian pada pertemuan berikutnya guru akan menanyakan kepada masing-masing Peserta didik tentang arti vocabulary  (yang sudah dicatatnya)secara lisan.

Fasilitas yang dipersiapkan untuk membelajarkan Peserta didik adalah standar isi, Silabus Pembelajaran, Rencana Pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran berupa gambar , instrumen penilaian atau alat penilaian. Untuk mengetahui hasil penelitian maka diperlukan data. Untuk mengumpulkan  data dibutuhkan alat pengumpul data. Dalam penelitian ini dibutuhkan dua macam alat pengumpul data yaitu lembar observasi yang dipergunakan untuk mengamati aktivitas Peserta didik dan guru, dan angket untuk melakukan klarifikasi antara hasil observasi oleh pengamat dengan responden selaku obyek yang diteliti dalam upaya meminimalkan kesenjangan hasil penelitian yang diperoleh dari pengolahan data. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis kualitatif dan kuantitaif. Analisis kualitatif dipergunakan untuk mengelolah data hasil pengamatan selama proses pembelajaran, sedangkan analisis kuantatif dipergunakan untuk mengolah data hasil belajar untuk mengetahui peningkatan Upaya meningkatkan reading comprehention Peserta didik kelas XII untuk memahami teks bahasa Inggris dengan cara guessing vocabulary di SMA Negeri 1 Jasinga.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian tindakan kelas ini berangkat dari kesulitan yang dialami guru atau penulis ketika membelajarkan Peserta didik untuk memahami wacana teks berbahasa Inggris tulisan khususnya dalam menjawab pertanyaan reading comprehension (Elihami & Ismail, 2017). Pada umumnya Peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Jasinga masih lemah pemahaman membaca dalam wacana bahasa Inggris. walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus tulisan. Masih terdapat 92% Peserta didik belum terampil memahami wacana teks bahasa Inggris. Sedangkan 8% sudah mencapai kreteria ketuntasan minimal (KKM). Data ini diambil dari penilaian  harian Peserta didik kelas XII IPS 2 pada semester genap tahun plajaran 2021/2022. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tindakan kelas dan disusunlah suatu rencana pembelajaran yang menggunakan model Contextual Learning  yang dirancang dalam tiga siklus pembelajaran. Secara berturut-turut hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:

A.   Sebelum Tindakan Penelitian ( Pra Siklus )

1.    Persiapan Tindakan Pra siklus

Sebelum melaksanakan tindakan guru menyusun rencana pembelajaran teks wacana bahasa Inggris news item  sederhana yang berterima  menggunakan model Contextual Learning  untuk Peserta didik kelas XII IPS 2, SMA Negeri 1 Jasinga berdasarkan silabus. Untuk kelancaran proses pembelajaran maka rencana pembelajaran tersebut dilengkapi dengan bahan ajar, media pembelajaran berupa gambar-gambar  dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan hasil penelitian dipersiapkan juga alat observasi  untuk Peserta didik dan guru dan angket untuk Peserta didik. Pada tahap awal guru melakukan observasi kelas mengenai jumlah dan tatanan ruang atau susunan bangku Peserta didik, melakukan pengecekan kehadiran Peserta didik dan memberi semangat belajar Peserta didik.

2.    Pelaksanaan Tindakan Pra siklus

Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam waktu 2 kali 45 menit dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

a.     Pertama, pada tahap Introduce  (mengenalkan) guru menjelaskan tujuan pembelajaran news item  dengan melakukan  pembentukan sikap Peserta didik dengan menyapa “how ar you today/” kepada Peserta didik dan Peserta didik meresponI’m fine” kemudian Peserta didik mendengarkan informasi guru.

b.    Kemudian menghubungkan (Connect) pembelajaran dengan curah pendapat tentang news dan melakukan klarifikasi pengetahuan Peserta didik tentang newsworthy. Guru menyebutkan nama-nama surat kabar dan program- program berita di TV, di internet, dll. dan Peserta didik ditanya apa yang mereka ketahui tentang berita.Pernahkah anda membaca atau menyimak berita di surat kabar, majalah, TV, intent dll?. Berita apa  yang pernah anda ketahui?

c.     Langkah berikutnya dengan bimbingan dan arahan guru, Peserta didik  diminta untuk membaca wacana teks berita bahasa Inggris yang disediakan oleh guru

d.    Peserta didik mengamati bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dari teks berita yang disediakan oleh guru.

e.     Dengan arahan guru, Peserta didik mengamati bentuk kalimat lampau (past form) dari teks berita yang disediakan oleh guru.

f.     Peserta didik menjawab pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja dibacanya. Lembar jawaban Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai  jawaban Peserta didik 75% dibawah nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM).

g.    Guru menanyakan kepada Peserta didik masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh Peserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

h.    Guru meminta Peserta didik untuk mencari berita dari sumber lainnya misalnya internet, surat kabar, majalah, dll. Peserta didik membaca berita yang ditemukannya dan menulis rangkuman berita yang dianggap penting.

i.      Peserta didik duduk berdasarkan kelompok yang terdiri dari empat orang, dan masing-masing anggota mengatakan berita yang telah dirangkumnya.

j.      Peserta didik duduk didalam kelompok lain dan mengatakn salah satu rangkuman berita temannya kepada kelompok lain ( Indirect sentence ). 

k.    Diskusi guru dan Peserta didik menyatakan kesulitan yang ditemukan ketika membaca news item, kemudian meminta saran kepada guru dan teman untuk mengatasi masalahnya.

l.      Guru mengingatkan agar Peserta didik mempelajari vocabulary yang telah dicatatnya atau membaca teks yang telah dibacanya, kemudian pada pertemuan berikutnya guru akan menanyakan kepada masing-masing Peserta didik tentang arti vocabulary  (yang sudah dicatatnya)secara lisan.

3.    Observasi

Pada awal pembelajaran (Introduce) Peserta didik terlihat sangat senang dan antusias mendengarkan guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran news item yang dapat dipergunakan untuk menginformasikan berita-berita yang penting yang harus diketahui oleh orang-orang. Peserta didik  diminta untuk membaca teks berita bahasa Inggris yang disediakan oleh guru Peserta didik mengamati bentuk kalimat langsung dan tidak langsung dari teks berita yang disediakan oleh guru. Dengan arahan guru, Peserta didik mengamati bentuk kalimat lampau (past form) dari teks berita yang disediakan oleh guru. Peserta didik menjawab pertanyaan tertulis berdasarkan teks yang baru saja dibacanya. Lembar jawaban Peserta didik diperiksa oleh guru, hasil nilai  jawaban Peserta didik 92% dibawah nilai kreteria ketuntasan minimal (KKM). Guru menanyakan kepada Peserta didik masalah atau kesulitan yang dihadapi oleh Peserta didik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Peserta didik menjawab, karena mereka tidak memahami informasi atau maksud dari wacana  teks yang dibacanya.Sehingga Peneliti berhipotesa bahwa  Peserta didik kelas XII IPS 2 masih kurang dalam reading comprehention bahasa Inggris. Kemudian peneliti mencari solusi “ Bagaimana cara meningkatkan reading comprehention Peserta didik kelas XII untuk memahami teks wacana bahasa Inggris.

4.    Hasil analisis angket Peserta didik

Dari hasil angket yang dipergunakan sebagai informasi klarifikasi antara pengamat dengan peserta didik yang mengalami pembelajaran, dijelaskan sebagai bahwa selama proses pembelajaran, langkah-langkah yang dilakukan guru sesuai dengan rencana pembelajaran. Hal ini dapat diperoleh dari 34 peserta didik memberi centangan “ya” Pada hasil pembelajaran seluruh peserta didik menyatakan pembelajaran tersebut tidak menyenangkan, membuat mereka belum percaya diri, dan peserta didik merasa  aktivitas belajarnya kurang. (Rombot, Boeriswati, & Suparman, 2020) sehingga harus diperbaiki dengan mencari motode yang menyenangkan dan menarik dengan cara upaya meningkatkan reading comprehension dalam teks bahasa inggris dengan guessing vocabulary di SMAN  1 Jasinga yang akan dilaksanakan pada siklus I.

Nilai pengetahauan pada Pra siklus (terlampir)

Nilai keterampilan  produk pada pra siklus (terlampir)

Nilai peserta didik = skor yang diperoleh peserta didik X 100

                                     Skor total ( 10 )

 

Tabel 1

Nilai-Nilai Peserta Didik

No

Skor

Keterangan

1

90-100

Memahami semua wacana tanpa mengalami kesulitan

 

2

80-89

Memahami hampir semuanya, walau ada sedikit kesulitan  pada bagian tertentu

 

3

70-79

Memahami sebagian besar wacana teks

4

50-69

Memahami sebagian kecil wacana teks

5

30-49

Memahami hanya sedikit wacana  teks.

 

6

10-29

Tidak  memahami wacana  teks sedikitpun

 

Jumlah Peserta didik yang di kelas XII IPS 2 adalah 34 (tiga puluh empat) Peserta didik,. Secara kuantitatif hasil belajar Peserta didik tentang wacana teks news item  yang berterima menggunakan sistim contextual learning dapat dipaparkan sebagai berikut: Skor Rata-rata nilai pemahaman Peserta didik 1844 : 34 = 55,88. Artinya bila dikonversikan dengan kriteria penilaian sebelum dilakukan penelitian tindakan kelas. (Kriteria penilaian terlampir) , maka Peserta didik yang Memahami wacana  teks bahsa inggris hanya 22 %. Dan yang belum memahami 78%. Sehingga pada pembelajaran yang akan datang perlu ditingkatkan  pemahaman reading conprehention.

B.   Siklus I

1.    Persiapan Tindakan

Seperti yang telah dilakukan pada persiapan tidakan pada pra siklus  sebelum melakukan tindakan guru menyusun rencana pembelajaran berdasarkan silabus yang telah disusun. Pada siklus I ini rencana pembelajaran bahasa Inggris wacana teks news item sederhana yang berterima  menggunakan  sistim contextual learning  untuk Peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Jasinga dirancang berdasarkan silabus kurikulum 2013, dengan topik bahasan tentang Tangerang floodwaters rose, target Peserta didik dapat menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan wacana yang telah dipelajarinya. Untuk kelancaran proses pembelajaran maka rencana pembelajaran tersebut dilengkapi dengan bahan ajar, media pembelajaran berupa video pembelajaran, gambar-gambar dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan hasil penelitian yang optimal dipersiapkan juga alat observasi  untuk Peserta didik dan guru dan angket untuk Peserta didik. Awal guru melakukan observasi kelas mengenai jumlah dan tatanan ruang atau susunan bangku, pada siklus I ini Peserta didik dibagi dalam kelompok  agar mudah untuk dipantau selama proses pembelajaran. Peneliti juga mengajak Peserta didik berdo’a, membaca Al’Quran, melakukan pengecekan kehadiran Peserta didik dan memberi semangat belajar Peserta didik.

C.   Siklus II

1.    Persiapan Tindakan

Berdasarkan hasil paparan analisis dan refleksi pada siklus I bahwa pada umumnya Peserta didik telah mencapai Discourse Competence untuk memahami wacana teks pembelajaran bahasa Inggris. dan menunjukkan kemampuan menjawab pertanyaan dengan benar, dimana unsur-unsur kompetensi pendukungnya juga pada umumnya  telah dikuasai Peserta didik, maka tim penelitian sepakat pada siklus II, merancang untuk membelajarkan 4 Peserta didik yang belum capai nilai KKM pada siklus I. Seperti pada siklus-siklus yang lalu, sebelum guru melaksanakan tindakan, guru menyusun rencana pembelajaran berdasarkan silabus yang telah disusun. Untuk proses pembelajaran maka rencana pembelajaran dilengkapi dengan bahan ajar, media pembelajaran berupa gambar dan alat penilaian. Untuk kepentingan perolehan hasil penelitian dipersiapkan juga alat observasi  untuk Peserta didik dan guru juga angket untuk Peserta didik. Pada tahap awal guru melakukan observasi kelas mengenai jumlah dan tatanan ruang atau susunan bangku Peserta didik, mengajak Peserta didik berdo’a kemudian melakukan pengecekan kehadiran Peserta didik, melakukan pembelajaran sikap dan memberi semangat belajar Peserta didik.

Menurut Decentralized Basic Education (DBE) 2006;23 menyatakan bahwa:”Tujuan dari pendidikan kecakapan hidup adalah untuk memberdayakan anak-anak agar dapat melanjutkan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan sehingga mereka dapat hidup dimanapun dan mampu menggunakan sarana-prasarana di sekitar mereka untuk mendukung mengembangkan kualitas hidup mereka”, oleh karena itu dalam pembelajaran bahasa Inggris upaya meningkatkan reading comprehention teks wacana bahasa Inggris  sangat penting sehingga pengetahuan mereka menjadi bermakna, Peserta didik akhirnya senang belajar untuk mengembangkan kualitas hidup mereka. Pada saat Peserta didik melakukan penilaian individu menunjukkan bahwa mereka harus mengikuti kriteria penilaian yang merujuk pada pencapaian Discourse Competence dengan kompetensi pendukungnya Actional Competence, Linguistic Competence, Sociocultural Competence dan Strategic Competence. Kompetensi inilah yang akan membawa Peserta didik mampu bersaing di dunia internasional, sebab mereka memiliki kompetensi berbahasa Inggris yang berterima.

Terbukti dari analisis data secara kuantitatif menunjukkan bahwa nilai hasil belajar Peserta didik pada umumnya diatas Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) bahasa Inggris yaitu 75. Di samping itu terbentuk sikap percaya diri Peserta didik, sikap bersosial, toleransi, dan minat belajar untuk aktualisasi diri. Adapun gambaran peningkatan reading comprehention  Peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Jasinga  dapat dipaparkan sebagai berikut. (a) 95% Peserta didik telah mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang ditunjukkan dari hasil proses  pembelajaran, dengan mencapai nilai yang variatif. (c) Secara kualitatif terlihat rasa percaya diri Peserta didik meningkat dan Peserta didik senang mendapatkan pembelajaran. (d) Hasil analisis angket Peserta didik juga menunjukkan bahwa dari 34 Peserta didik memberi centangan pada kolom “ya” pada angket proses pembelajaran sesuai yang dialami Peserta didik. Seluruh Peserta didik juga menyatakan bahwa selama  pembelajaran melalui aktivitas curah pendapat ini menyenangkan, membuat mereka percaya diri, Peserta didik lebih sering mengungkapkan dengan bahasa mereka sendiri dan Peserta didik merasa kemampuan reading comprehention bahasa Inggris mereka meningkat.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil paparan data penelitian tindakan kelas dapat ditarik kesimpulan yaitu pembelajaran bahasa Inggris dalam meningkatkan reading comprehention dengan guessing vocabulary melalui Teknik dan tahapan-tahapan peserta didik diberi wacana teks bahasa Inggris, setiap  Peserta didik harus membaca teks tersebut. Peserta didik tidak diperkenankan untuk mencari arti vocabulary di kamus. Tetapi harus menerka arti kosakata yag tidak diketahui artinya dengan Teknik Pertama Melihat kosakata yang ada di sebelah kiri dari kosakata yang akan di terka. Apabila belum di temukan yang sesuai dengan kalimatnya. Maka dilanjutkan dengan melihat kosakata yang ada disebelah kanan dari kosakata yang akan diterka, Jika belum di temukan juga dilanjutkan ke kosakata berikutya samapai ditemukan arti yang sesuai dan cocok dengan kalimat atau wacana yang dimaksud. Menerka arti vocabulary juga dapat dengan Memperdakan tanda baca, koma ( , ), Tutup dan buka kurung [  ], dengan pemberian example, juga dengan kata penghubung. Bila arti vocabulary sudah ditemukan maka harus dicatat di buku, kemudian di baca Kembali dirumah masing-masing.

Pada Pertemuan berikutnya cara ini  diterapkan di SMA Negeri 1 Jasing,a cukup efektif dan dapat meningkatkan perolehan nilai Peserta didik. Persentase daya serap Peserta didik setelah diadakan penilaian proses kegiatan belajar mengajar berlangsung adalah 22% Jadi 95% Peserta didik mencapai nilai KKM. Berdasarkan data diatas pengajaran reading comprehention melalui tahapan ini cukup  efektif dan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pemahaman wacana Bahasa Inggris. Dalam mempelajari bahasa Inggris, keterampilan reading comprehention sangatlah penting, yang harus dikuasai Peserta didik, yang akan menghasilkan penambahan pengetahuan vocabulary Bahasa Inggris, dengan cara guessing berdasarkan teks yang dibacanya akan lebih mudah, efektif dan efisien. Kosa kata yang telah dipelajari dan baru ditemukan, harus dicatat oleh Peserta didik dan dibaca  serta  dipelajari lagi dirumah dan harus sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

 

BIBLIOGRAFI

 

Amaral, Peregrina Maria Gusmão Amaral. (2010). SISTEM INFORMASI TEST KOSAKATA BAHASA INGGRIS SECARA ONLINE DI SMU KOLESE SANTO YOSEF DILI–TIMOR LESTE. STMIK AKAKOM Yogyakarta. Google Scholar

 

Elihami, Elihami, & Ismail, Ismail. (2017). INCREASING STUDENTS’READING COMPREHENSION THROUGH COGNITIVE STRATEGIES OF SENIOR HIGH SCHOOL OF SIDENRENG RAPPANG REGENCY. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 1(2), 61–70. Google Scholar

 

Kemmis, Stephen, & TAGGART, M. C. (1998). Robin: Cómo planificar la investigación-acción. Barcelona: Editorial Leartes. Google Scholar

 

Mills, Geoffrey E. (2000). Action research: A guide for the teacher researcher. ERIC. Google Scholar

 

Puskur, Balitbang. (2004). Depdiknas.(2003). Kurikulum Hasil Belajar. Rumpun Pelajaran Kesenian. Google Scholar

 

Rombot, Olifia, Boeriswati, Endry, & Suparman, M. Atwi. (2020). Improving reading comprehension skills of international elementary school students through blended learning. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 7(1), 56–68. Google Scholar

 

Shokouhi, Hossein, & Askari, Hamdollah. (2010). The effect of guessing vocabulary in reading authentic texts among pre-univeristy students. Journal of Second Language Acquisition and Teaching, 17, 75–89. Google Scholar

 

Soemantri, Anie Susany. (2011). Reading comprehension problems encounted by the students of higher education. Jurnal Computech & Bisnis, 5(2), 74–80. Google Scholar

 

SURANTO, SURANTO. (2000). Electrophoresis Studies of Ranunculus triplodontus Populations. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 1(1), 1–7. Google Scholar

 

Yuliani, Sri. (2017). Teaching English vocabulary by using guessing game to the fifth grade students 117 Palembang. English Community Journal, 1(2), 123–129. Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).