DESAIN PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

 

 

Siti Ayu Rosida, Masodah Wibisono

Universitas Gunadarma, Jawa Barat, Indonesia

sitiayurosida@gmail.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Agustus 2022

10 Agustus 2022

20 Agustus 2022

Latar Belakang : SMP Nurul Iman Kota Depok merupakan lembaga pendidikan swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Alijandu Sejahtera. Saat ini pengelolaan aset tetap di SMP Nurul Iman Kota Depok masih menggunakan sistem spreadsheet dalam bentuk daftar inventaris aset yang belum terkelola dengan baik.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencari adanya tim assessor akreditasi sekolah yang mengalami kesulitan ketika ingin mengetahui data aset tetap sekolah secara keseluruhan guna menilai pengelolaan standar sarana dan prasarana agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah.

Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan berorientasi objek (Object Oriented Analysis and Design) menggunakan UML (unified modelling language) yaitu use case diagram, class diagram, activity diagram dan sequence diagram.

Hasil : Maka dari itu penulis menerapkan sebuah sistem informasi manajemen aset tetap menggunakan konfigurasi database Hypersonic 2 (H2) yang dibangun dari Java (Pure Java). Teknik analisis yang di gunakan yaitu Rational Unified Process (RUP) yaitu bahasa pemodelan Unified Modelling Languange (UML).   

Kesimpulan : Sistem Informasi Manajemen Aset Tetap pada SMP Nurul Iman Kota Depok dapat menghasilkan laporan aset tetap yang efektif dan efisien guna meningkatkan mutu pendidikan agar menjadi lebih baik.

 

Kata Kunci : Desain Pengelolaan; Sistem Informasi; Manajemen Aset

 

 

 

 

Abstract

 

Background: SMP Nurul Iman Kota Depok is a private educational institution under the auspices of the Alijandu Sejahtera Foundation. Currently, the management of fixed assets at SMP Nurul Iman, Depok City, still uses a spreadsheet system in the form of an inventory list of assets that have not been managed properly.

Objectives: This study aims to find out the existence of a team of school accreditation assessors who have difficulties when they want to know the data on school fixed assets as a whole in order to assess the management of facilities and infrastructure standards in accordance with the Regulation of the Minister of National Education of the Republic of Indonesia No. 24 of 2007 concerning Standards for School Facilities and Infrastructure.

Methods: The method used is an object-oriented approach (Object Oriented Analysis and Design) using UML (unified modelling language), namely use case diagrams, class diagrams, activity diagrams and sequence diagrams.

Results: Therefore, the author implements a fixed asset management information system using the Hypersonic 2 (H2) database configuration built from Java (Pure Java). The analysis technique used is the Rational Unified Process (RUP), which is the Unified Modelling Languange (UML) modeling language.

Conclusion: The Fixed Asset Management Information System at SMP Nurul Iman, Depok City, can produce effective and efficient fixed asset reports to improve the quality of education for the better.

 

Keywords: Management Design; Information Systems; Asset Management

*Correspondent Author : Siti Ayu Rosida

Email : sitiayurosida@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Kebutuhan informasi mengenai data suatu aset sangatlah penting guna memperbaiki kinerja di dalam sebuah instansi. Oleh karena itu, pada masa sekarang sudah sangat dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan aset yang dapat digunakan secara efektif dan efisien. Menurut (Jogiyanto, 2010) Implementasi sistem informasi manajemen aset pada hakekatnya adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset. Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan dokumen yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib administrasi lebih dimaksudkan pada upaya membangun prosedur pengelolaan aset mulai saat pengadaan, perubahan data, hingga penghapusan aset. Maka dari itu penilaian mutu suatu instansi dapat dilihat melalui pengelolaan asetnya. Salah satunya dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Iman Depok, atau biasa disebut sebagai SMP Nurul Iman Depok, merupakan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Yayasan Alijandu Sejahtera. Didirikan tahun 2013, dan resmi dibuka pada tanggal 11 Mei 2016, lokasinya terletak di Jl. Curugan No.94 Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Saat ini pengelolaan aset di SMP Nurul Iman Kota Depok masih menggunakan sistem spreadsheet dalam bentuk daftar inventaris aset yang belum terkelola dengan baik. Pencatatan aset barang menggunakan Excel memiliki keterbatasan-keterbatasan antara lain:

1.    Tidak ada record menyangkut detail aset seperti spesifikasi, tanggal pengadaan, harga pembelian, nilai susut dan nilai current aset, status aset dll.

2.    Kesulitan melakukan operasi perhitungan yang kompleks seperti penghitungan penyusutan (depresiasi), dan penghitungan nilai aset,

3.    Pengelolaan data aset yang tidak efisien,

4.    Update data tidak dilakukan setiap saat, sehingga informasi yang di berikan tidak realtime dan tidak relevan.

Permasalahan ini juga dilatar belakangi oleh adanya tim assessor akreditasi sekolah yang mengalami kesulitan ketika ingin mengetahui data aset sekolah secara keseluruhan guna menilai pengelolaan standar sarana dan prasarana agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007[2] tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) yang nantinya akan disesuaikan dengan bukti fisik, serta pelaksanaan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana. Maka dari itu untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah dengan menerapkan sebuah sistem informasi manajemen aset yang dapat menjalankan proses manajemen sarana dan prasarana sekolah dalam merencanakan kebutuhan fasilitas, mengelola pengadaan fasilitas, mengelola pemeliharaan fasilitas, mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana, serta kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah.  Menurut (Matin, 2016) mendefinisikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu sumber daya yang penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan program pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah dan oleh optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatannya.

A.   Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan (Arizka dan Jazman, 2016:129).

B.   Aset

Asset (aset) adalah barang yang dalam pengertian hukum disebut benda, yang terdiri dari benda tidak bergerak dan benda bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible), yang tercakup dalam aktiva/kekayaan atau harta kekayaan dari suatu instansi, organisasi, badan usaha atau individu perorangan (Yaakub & Devitra, 2017).

C.   Sistem Informasi Manajemen Aset

Sistem Informasi Manajemen merupakan salah satu bagian dari sistem informasi. Definisi Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi adalah data yang telah diolah sehingga lebih bermakna (Ariska & Jazman, 2016).

D.   Pengertian Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Sarana prasarana merupakan fasilitas pendukung yang dapat menunjang proses kegiatan dalam organisasi apa saja termasuk di dalamnya adalah satuan pendidikan atau sekolah (Ismaya, 2020). Sedangkan menurut (Wahyuningrum, 2000), sarana pendidikan adalah segala fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat meliputi barang bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan pembelajaran tercapai. Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sarana dan prasarana pendidikan yaitu segala perlengkapan/ fasilitas yang digunakan dalam proses pembelajaran baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti kursi, meja, ruang kelas dan lain-lain dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.

E.   Ruang Lingkup Sarana Prasarana Pendidikan

Menurut (Minarti, 2011) menjelaskan prasarana pendidikan bisa diklasifikasikan menjadi dua macam.  Pertama, prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium. Kedua, prasarana pendidikan yang keberadaanya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, seperti ruang kantor, kantin, masjid/mushala, tanah, jalan menuju lembaga, kamar kecil, ruang uks, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan.

F.    Database

DBMS merupakan software dalam mengoperasikan melalui dari membuat, pemeliharaan, pemrosesan, dan penggunaan basis data dalam skala besar. sehingga keluar masuknya data ke database akan ditangani oleh DBMS. Adapun DBMS ini merupakan bagian penghubung database ke aplikasi untuk memastikan jika database tetap terorganisasi secara selaras serta dapat dengan mudah diakses (Jumardi, Osmond, & Saputra, 2019).

G.   Database Hypersonic 2 (H2)

H2 merupakan DBMS yang dibangun dari Java (Pure Java), sehingga akses nya dapat lebih mudah dan cepat untuk diakses. Struktur bahasa di H2 juga tidak berbeda jauh dengan SQL pada umumnya, kurang lebih hamper sama dengan SQL Lite [10].

Meskipun H2 kurang populer dikalangan database management system lainnya karena H2 digunakan hanya pada tahap pengembangan aplikasi saja. Namun H2 memiliki fitur dengan mode bawaan basis data yang lebih ringan dan cepat. Berikut fitur utama H2, Database Java SQL[10].

1.    Sangat cepat, open source, JDBC API

2.    Mode tertanam dan server; database dalam memori

3.    Aplikasi konsol berbasis browser

4.    Footprint kecil: ukuran file jar sekitar 2 MB

H.   Relational Unified Process

Rational Unified Process (RUP) merupakan salah satu proses rekayasa perangkat lunak yang menyediakan pendekatan untuk menentukan tugas dan tanggung jawab dalam pengembangan suatu organisasi, tujuannya adalah untuk memastikan produksi kualitas tinggi, software memenuhi dengan kebutuhan user sesuai dengan jadwal dan biaya yang telah dirancang (Taufik, Darwiyanto, & Puspitasari, 2015). RUP sendiri memiliki 4 tahap atau fase yang dilakukan secara iteratif.  Adapun tahapan – tahapan yang dimaksud adalah sebagi berikut :

1.    Inception (Permulaan)

Tahap ini membangun business case untuk sistem dan membatasi ruang lingkupnya, untuk melakukan hal ini diharuskan untuk mengidentifikasi semua entitas eksternal yang akan berinteraksi dengan sistem, dan mendefinisikan interaksi pada level tertentu.

2.    Elaboration (Perluasaan/Perencanaan)

Tujuan dari fase elaboration adalah menganalisis domain masalah, membuat sebuah dasar arsitektur, membangun rencana proyek, dan mengeliminasi resiko terbesar dari proyek. Contruction (Kontruksi)

3.    Contruction (Kontruksi)

Dalam fase ini semua komponen dan fitur aplikasi yang dibuat dan di integrasikan kedalam software. Dalam fase ini juga dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya, biaya, jadwal dan kualitas.

4.    Transition (Transisi)

Transition adalah fase dimana software diserahkan kepada client, dalam fase ini juga dilakukan pengujian terhadap software, dan apabila software telah diserahkan kepada client, developer masih memantau bagaimana kinerja dari software tersebut.

I.     Flowchart

Bagan alir (flowchart) adalah bagan atau (chart) yang menunjukan alir (flow) didalam program atau prosedur sistem secara logika (Lestari, Coyanda, & Dasrial, 2016).

J.     UML (Unified Modeling Language)

UML merupakan sebuah bahasa spesifikasi standar yang memvisualisasikan berdasarkan gambar untuk menspesifikasikan, membangun dan mendokumentasikan dari sebuah sistem pengembang software (Aditama, 2017).

K.   Use Case Diagram

Menurut (Aditama, 2017) Use case adalah teknik untuk memodelkan fungsional sistem, use case mendeskripsikan intraksi tipikal antara para pengguna sistem dengan sistem itu sendiri.

L.   Activity Diagram

Menurut (Aditama, 2017) activity diagram adalah sebuah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja.

M. Class Diagram

Menurut (Aditama, 2017) Class diagram menunjukan properti dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang terdapat dalam hubungan-hubungan objek.

N.   Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek (Yusmiarti & Kom, 2016).

O.   Teknik Pengujian Sistem

a.     White Box Testing

Menurut (Pressman, 2010) White Box testing yaitu sebuah filosofi rancang uji kasus yang menggunakan struktur control yang menjelaskan bagian dari komponen-level rancangan untuk memperoleh uji kasus.

b.    Black Box

Black-box testing adalah suatu pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Mengevaluasi hanya dari tampilan luarnya (interface-nya), fungsionalitas-nya tanpa mengetahui apa yang terjadi dalam proses detailnya (hanya mengetahui input dan output) (Szechyńska-Hebda et al., 2019).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis.  Adapun beberapa tahapannya sebagai berikut :

A.   Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur - unsur yang tampak dalam gejala - gejala di suatu objek penelitian. Metode ini dilakukan dengan cara mengamati langsung objek yang berhubungan dengan data (Pritandhari, 2016). Sehingga penulis melakukan penelitian langsung dan mengumpulkan data dengan cara mengamati proses kerja secara langsung pada SMP Nurul Iman Kota Depok.

B.   Wawancara

Wawancara dilakukan ditempat penelitian untuk memperoleh data dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak yang bersangkutan seperti bagian staff sarana dan prasarana. Hasil pengamatan berupa proses penginputan data aset menggunakan spreadsheet.

C.   Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dengan metode yang digunakan adalah pendekatan berorientasi objek (Object Oriented Analysis and Design) menggunakan UML (unified modelling language) yaitu use case diagram, class diagram, activity diagram dan sequence diagram.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Evaluasi Sistem Berjalan

Setelah melakukan analisis terhadap sistem berjalan, maka diperlukan suatu evaluasi terhadap sistem berjalan. Sehingga dapat diidentifikasi terkait beberapa penyebab terjadinya masalah pada sistem yang berjalan sebagai berikut :

Tabel 1

Identifikasi Masalah dan Penyebab Masalah

Identifikasi Masalah

Penyebab Masalah

Tidak ada record menyangkut detail aset seperti spesifikasi, tanggal pengadaan, harga pembelian, nilai susut dan nilai current aset, status aset, dll.

Karena masih menggunakan excel manual, dan tersebar menjadi beberapa sheet, serta kurangnya update data inventaris aset.

Kesulitan melakukan operasi perhitungan yang kompleks seperti penghitungan penyusutan (depresiasi), dan penghitungan nilai aset.

Kurangnya pemahaman staff sarana dan prasarana terkait perhitungan penyusutan dan perhitungan aset, sehingga data tidak terverifikasi dengan baik.

Tidak efisien dalam pengelolaan data aset.

Proses pembuatan laporan aset dan inventarisasi aset menjadi lebih lama dan tidak akurat.

 

Laporan Aset Sekolah yang belum relevan.

Masih menggunakan cara manual dalam pencatatan data aset yaitu pencatatan dibuku yang kemudian diinput ke peranti lunak lembar.

 

B.   Flowchart Sistem Usulan

Berdasarkan hasil evaluasi dari sistem berjalan pada SMP Nurul Iman Kota Depok, bahwa pencatatan semua aset yang dilakukan oleh staff sarana dan prasarana tersebut dilakukan melalui excel yang masih tersebar dan belum tersusun dengan rapi. Keadaan ini menimbulkan permasalahan yaitu sulitnya mengetahui jumlah total dan detail aset yang dimiliki serta kondisinya. Maka dari itu diperlukan adanya sistem informasi yang dapat merangkum, dan melakukan inventaris data dengan relevan sehingga dapat terwujudnya upaya tertib administrasi dalam pengelolaan aset. Berikut Gambar 1. Flowchart Sistem Usulan :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1

Flowchart Sistem

 

1.    Use Case Diagram Usulan

Berikut Gambar 2. Use Case Diagram Usulan yang terdapat pada SMP Nurul Iman Kota Depok, terlihat pada Gambar  2, terdapat 3 actor yaitu : Admin, Staff Sarana dan Prasarana serta Kepala Sekolah sebagai berikut :

Gambar 2

 Use Case Diagram Usulan

 

2.    Class Diagram Usulan

Class diagram memiliki struktur database yang terdiri dari atribut, operasi yang di hubungan oleh antar kelas. Sehingga sistem yang akan dijalankan nantinya dapat di akses dengan mudah, cepat dan relevan.

 

 

 

                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3

Class Diagram Usulan

 

3.    Activity Diagram Sistem Usulan

Berikut Gambar 4 merupakan activity diagram user pada sistem usulan Sistem Informasi Manjemen Aset Sekolah  SMP Nurul Iman Kota Depok :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4

Activity Diagram User

 

Berikut merupakan Gambar 5 activity diagram menu aset pada sistem usulan Sistem Informasi Manajemen Aset Sekolah Kota Depok :

Gambar 5

Activity Diagram Menu Aset

 

4.    Sequence Diagram Usulan

Berikut Gambar 6 Sequence Diagram Staff Sarana & Prasarana yang memiliki akses penuh pada sistem. Mulai dari kelola username dan password, tambah, edit, hapus dan export laporan data aset, jenis aset, kategori aset, kondisi aset, lokasi hingga alokasi aset.

Gambar 6

Sequence Diagram Staff Sarana dan Prasarana

 

5.    Tampilan Sistem Informasi Manajemen Aset Tetap Sekolah

1.    Tampilan Halaman Login

Berikut Gambar 8 Tampilan halaman login apabila pengguna ingin masuk ke dalam sistem informasi manajemen aset tetap sekolah SMP Nurul Iman Kota Depok dengan memasukkan username dan password.

Gambar 7

Tampilan Halaman Login

 

2.    Tampilan Halaman Dashboard

Berikut Gambar 9 Tampilan halaman dashboard yang menunjukkan hasil output pada persebaran aset serta menampilkan menu pada sistem :

Gambar 8

Tampilan Halaman Dashboard

 

3.    Pengujian Perangkat Lunak Dengan Blackbox

Berikut Tabel 2 merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada Halaman Utama Sistem Informasi Manajemen Aset SMP Nurul Iman Kota Depok :

Tabel 2

Pengujian Halaman Utama Sistem

Data Masukan

Yang di harapkan

Pengamatan

Kesimpulan

Input Username Pengguna

Input sesuai dan dapat masuk ke halaman login

Dapat masuk ke sistem dan menampilkan  halaman dashborad dan menu jika username benar

(v)Diterima

(  )Ditolak

Input Password Pengguna

Input sesuai dan dapat masuk ke halaman login

Dapat masuk ke sistem dan menampilkan  halaman dashborad dan menu jika password benar

(v)Diterima

(  )Ditolak

 

Berikut Tabel 3 merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada Halaman Dashboard dan Menu Sistem Informasi Manajemen Aset SMP Nurul Iman Kota Depok :

Tabel 3

Pengujian Halaman Dashboard dan Menu

Data Masukan

Yang diharapkan

Pengamatan

Kesimpulan

Login ke sistem

Menampilkan persebaran aset de

Persebaran aset sesuai dengan data yang di input di menu alokasi

(v)Diterima

(  )Ditolak

Klik menu user

Menampilkan kelola data user yang terdiri dari username, password dan hak akses

Menampilkan data kelola user yang

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu aset

Menampilkan kelola data aset serta daftar aset yang terdiri dari kode aset, nama aset, jenis aset, kategori aset, tanggal terima, pemakaian, nilai aset dan kondisi aset

Dapat melakukan edit data aset di form aset, tambah data aset di form aset, dan hapus data aset serta export data aset ke perangkat

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu lokasi

Menampilkan daftar lokasi aset yang terdiri dari kode lokasi aset dan nama lokasi aset

Dapat melakukan edit, tambah dan hapus data lokasi aset di form lokasi aset

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu kategori

Menampilkan daftar kategori aset yang terdiri dari kode kategori aset, dan nama kategori aset

Dapat melakukan edit, tambah, dan hapus data kategori aset di form kategori aset

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu kondisi

Menampilkan daftar kondisi aset yang terdiri dari kode kondisi aset, dan nama kondisi aset

Dapat melakukan edit, tambah, dan hapus data kondisi aset di form kondisi aset

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu jenis

Menampilkan daftar jenis aset 4yang terdiri dari kode jenis aset, dan nama jenis aset

Dapat melakukan edit, tambah, dan hapus data jenis aset di form jenis aset

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu penyusutan

Menampilkan daftar jenis penyusutan aset

Dapat memonitor daftar penyusutan aset dan melihat nilai penyusutan setiap tahun nya

(v) Diterima

(  ) Ditolak

Klik menu Alokasi

Menampilkan daftar lokasi aset dan dapat mengalokasikan aset tersebut di dashboard sehingga dapat dengan mudah untuk di lakukan pengecekan lokasi aset

Dapat melakukan edit, tambah, dan hapus data alokasi aset di form alokasi aset

(v) Diterima

(  ) Ditolak

 

 

KESIMPULAN

Desain Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Aset Tetap pada SMP Nurul Iman Kota Depok yang telah di rancang dan di implementasikan tersebut berjalan dengan baik. Dengan konfigurasi database H2, perangkat lunak berbasis desktop tersebut dapat berfungsi lebih cepat, mudah dan tidak mengambil ruang penyimpanan terlalu besar. Selain itu, Staf Sarana dan Prasarana dapat lebih mudah melakukan perhitungan terkait penyusutan aset tetap sekolah. Sehingga Sistem Informasi Manajemen Aset Tetap pada SMP Nurul Iman Kota Depok dapat menghasilkan laporan aset sekolah secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharan, penyimpanan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan agar menjadi lebih baik. Suatu sistem akan mengalami pengembangan sesuai kebutuhan. Sama hal nya dengan SMP Nurul Iman Kota Depok, yang mana dimasa mendatang akan mengalami perubahan dalam segi peningkatan sarana dan parasana, serta administrasi sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan mutu program pendidikan sekolah. Maka dari itu penulis memberikan saran antara lain sistem dapat di rancang menjadi berbasis website, sehingga fitur-fitur yang di kembangkan akan lebih beragam. Sistem dapat di rancang dengan tambahan versi mobile agar memudahkan pengguna dalam memonitor dan mengevaluasi data aset sekolah secara real time.

 

BIBLIOGRAFI

 

Aditama, Roki. (2017). Web Service Pembayaran Uang Kuliah Online dengan PHP dan SOAP WSDL. Yogyakarta: Lokomedia. Google Scholar

 

Ariska, Jery, & Jazman, M. (2016). Rancang bangun sistem informasi manajemen aset sekolah menggunakan teknik labelling QR code (Studi Kasus: MAN 2 Model Pekanbaru). Jurnal Ilmiah Rekayasa Dan Manajemen Sistem Informasi, 2(2), 127–136. Google Scholar

 

Ismaya, Bambang. (2020). Pengelolaan Pendidikan. Google Scholar

 

Jogiyanto, Hartono. (2010). Teori portofolio dan analisis investasi. Edisi Ketujuh. BPFE. Yogyakarta. Google Scholar

 

Jumardi, Jumardi, Osmond, Andrew Brian, & Saputra, Randy Efra. (2019). Aplikasi Back End Game Edukasi Berbasis Web Menggunakan Qr Code. EProceedings of Engineering, 6(1). Google Scholar

 

Lestari, Arinda, Coyanda, John Roni, & Dasrial, Dasrial. (2016). Sistem Infomasi Pelelangan Barang Secara Online Pada Pt. Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang Pasar 26 Ilir Palembang. Jurnal Informatika Global, 6(1). Google Scholar

 

Matin, Fuad Nurhattati. (2016). Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Google Scholar

 

Minarti, Sri. (2011). Manajemen sekolah: mengelola lembaga pendidikan secara mandiri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 24. Google Scholar

 

Pressman, Roger S. (2010). A practitioner’s approach. Software Engineering, 2, 41–42. Google Scholar

 

Pritandhari, Meyta. (2016). Penerapan komik strip sebagai media pembelajaran mata kuliah manajemen keuangan mahasiswa universitas Muhammadiyah metro. PROMOSI: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi, 4(2). Google Scholar

 

Szechyńska-Hebda, M., Marczyk, J., Ziejewska, C., Hordyńska, N., Mikuła, J., & Hebda, M. (2019). Neutral geopolymer foams reinforced with cellulose studied with the FT-Raman spectroscopy. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 706(1), 12017. IOP Publishing. Google Scholar

 

Taufik, Muhammad, Darwiyanto, Eko, & Puspitasari, Shinta Yulia. (2015). Analisis Dan Implementasi Perancangan Metode Rational Unified Process Pada Layanan Sdb Dan Metode Pengujian Product Metric Pada Bank Mandiri Cabang Palu Sam Ratulangi. EProceedings of Engineering, 2(3). Google Scholar

 

Wahyuningrum, H. (2000). Buku ajar manajemen fasilitas pendidikan. Yogyakarta: AP FIP UNY. Google Scholar

 

Yaakub, Saleh, & Devitra, Joni. (2017). Analisis Pemodelan Sistem Informasi Manajemen Aset Berbasis Web Pada Politeknik Jambi. Jurnal Manajemen Sistem Informasi, 2(3), 610–628. Google Scholar

 

Yusmiarti, Kusnita, & Kom, M. (2016). Perancangan Sistem Distribusi Produk Teh Hitam Berbasis Web Pada PTPN VII Gunung Dempo Pagar Alam. Jurnal Informatika, 4(2). Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).