DESAIN
PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET TETAP UNTUK MENINGKATKAN MUTU
PENDIDIKAN PADA SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
Siti
Ayu Rosida, Masodah
Wibisono
Universitas Gunadarma, Jawa Barat, Indonesia
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Agustus 2022 10 Agustus 2022 20 Agustus 2022 |
Latar Belakang : SMP Nurul Iman Kota Depok merupakan lembaga pendidikan swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Alijandu Sejahtera. Saat ini pengelolaan aset tetap di SMP Nurul Iman Kota Depok masih menggunakan sistem spreadsheet dalam bentuk daftar inventaris aset yang belum terkelola dengan baik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mencari adanya tim assessor akreditasi sekolah yang mengalami kesulitan ketika ingin mengetahui data aset tetap sekolah secara keseluruhan guna menilai pengelolaan standar sarana dan prasarana agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah. Metode : Metode yang digunakan adalah pendekatan berorientasi objek (Object Oriented Analysis and Design) menggunakan UML (unified modelling language) yaitu use case diagram, class diagram, activity diagram dan sequence diagram. Hasil : Maka dari itu penulis menerapkan sebuah sistem informasi manajemen aset tetap menggunakan konfigurasi database Hypersonic 2 (H2) yang dibangun dari Java (Pure Java). Teknik analisis yang di gunakan yaitu Rational Unified Process (RUP) yaitu bahasa pemodelan Unified Modelling Languange (UML). Kesimpulan : Sistem Informasi Manajemen Aset Tetap pada SMP Nurul Iman Kota Depok dapat menghasilkan laporan aset tetap yang efektif dan efisien guna meningkatkan mutu pendidikan agar menjadi lebih baik. Kata Kunci : Desain
Pengelolaan; Sistem Informasi; Manajemen Aset |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: SMP Nurul Iman Kota Depok is a private
educational institution under the auspices of the Alijandu
Sejahtera Foundation. Currently, the management of fixed assets at SMP Nurul
Iman, Depok City, still uses a spreadsheet system in the form of an inventory
list of assets that have not been managed properly. Objectives: This study aims to find
out the existence of a team of school accreditation assessors who have
difficulties when they want to know the data on school fixed assets as a
whole in order to assess the management of facilities and infrastructure
standards in accordance with the Regulation of the Minister of National
Education of the Republic of Indonesia No. 24 of 2007 concerning Standards
for School Facilities and Infrastructure. Methods: The method used is an
object-oriented approach (Object Oriented Analysis and Design) using UML
(unified modelling language), namely use case diagrams, class diagrams,
activity diagrams and sequence diagrams. Results: Therefore, the author implements a fixed asset
management information system using the Hypersonic 2 (H2) database
configuration built from Java (Pure Java). The analysis technique used is the
Rational Unified Process (RUP), which is the Unified Modelling Languange (UML) modeling language. Conclusion: The Fixed Asset Management
Information System at SMP Nurul Iman, Depok City, can produce effective and
efficient fixed asset reports to improve the quality of education for the
better. Keywords: Management Design;
Information Systems; Asset Management |
|
*Correspondent Author : Siti Ayu Rosida
Email : sitiayurosida@gmail.com
PENDAHULUAN
Kebutuhan
informasi mengenai data suatu aset sangatlah penting
guna memperbaiki kinerja di dalam sebuah instansi. Oleh karena itu, pada masa
sekarang sudah sangat dibutuhkan sebuah sistem pengelolaan aset yang dapat
digunakan secara efektif dan efisien. Menurut (Jogiyanto, 2010)
Implementasi sistem informasi manajemen aset pada hakekatnya
adalah upaya untuk tertib dokumen dan tertib administrasi pengelolaan aset.
Tertib dokumen aset berkaitan dengan upaya penyediaan dan pendataan dokumen
yang menyertai keberadaan aset, sedangkan tertib administrasi lebih dimaksudkan
pada upaya membangun prosedur pengelolaan aset mulai saat pengadaan, perubahan
data, hingga penghapusan aset. Maka dari itu penilaian mutu suatu instansi
dapat dilihat melalui pengelolaan asetnya. Salah satunya dalam pengelolaan
sarana dan prasarana. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Iman Depok, atau
biasa disebut sebagai SMP Nurul Iman Depok, merupakan lembaga pendidikan yang
berada dibawah naungan Yayasan Alijandu
Sejahtera. Didirikan tahun 2013, dan resmi dibuka pada tanggal 11 Mei 2016, lokasinya
terletak di Jl. Curugan No.94 Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Saat ini pengelolaan
aset di SMP Nurul Iman Kota Depok masih menggunakan sistem spreadsheet
dalam bentuk daftar inventaris aset yang belum terkelola dengan baik.
Pencatatan aset barang menggunakan Excel memiliki keterbatasan-keterbatasan
antara lain:
1.
Tidak ada record
menyangkut detail aset seperti spesifikasi, tanggal pengadaan, harga pembelian,
nilai susut dan nilai current aset, status aset dll.
2.
Kesulitan melakukan operasi perhitungan yang
kompleks seperti penghitungan penyusutan (depresiasi), dan penghitungan nilai
aset,
3.
Pengelolaan data aset yang tidak efisien,
4.
Update data
tidak dilakukan setiap saat, sehingga informasi yang di berikan tidak realtime dan tidak relevan.
Permasalahan
ini juga dilatar belakangi oleh adanya tim assessor
akreditasi sekolah yang mengalami kesulitan ketika ingin mengetahui data aset
sekolah secara keseluruhan guna menilai pengelolaan standar sarana dan
prasarana agar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia No. 24 Tahun 2007[2] tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)
yang nantinya akan disesuaikan dengan bukti fisik, serta pelaksanaan dalam
pemeliharaan sarana dan prasarana. Maka dari itu untuk membantu mengatasi
permasalahan yang dihadapi oleh pihak sekolah adalah dengan menerapkan sebuah
sistem informasi manajemen aset yang dapat menjalankan proses manajemen sarana
dan prasarana sekolah dalam merencanakan kebutuhan fasilitas, mengelola
pengadaan fasilitas, mengelola pemeliharaan fasilitas, mengelola kegiatan
inventaris sarana dan prasarana, serta kegiatan penghapusan barang inventaris
sekolah. Menurut (Matin,
2016)
mendefinisikan sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu sumber daya
yang penting dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan
program pendidikan di sekolah sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana dan
prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah dan oleh optimalisasi pengelolaan
dan pemanfaatannya.
A.
Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah kerangka kerja yang
mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai
sasaran-sasaran perusahaan (Arizka dan Jazman, 2016:129).
B.
Aset
Asset (aset)
adalah barang yang dalam pengertian hukum disebut benda, yang terdiri dari
benda tidak bergerak dan benda bergerak, baik yang berwujud (tangible) maupun yang tidak berwujud (intangible),
yang tercakup dalam aktiva/kekayaan atau harta kekayaan dari suatu instansi,
organisasi, badan usaha atau individu perorangan (Yaakub
& Devitra, 2017).
C.
Sistem Informasi Manajemen Aset
Sistem Informasi Manajemen merupakan salah satu
bagian dari sistem informasi. Definisi Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai
sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang
memiliki kebutuhan yang sama. Informasi adalah data yang telah diolah sehingga
lebih bermakna (Ariska
& Jazman, 2016).
D.
Pengertian Sarana Dan Prasarana Pendidikan
Sarana prasarana merupakan fasilitas pendukung
yang dapat menunjang proses kegiatan dalam organisasi apa saja termasuk di
dalamnya adalah satuan pendidikan atau sekolah (Ismaya,
2020).
Sedangkan menurut (Wahyuningrum,
2000), sarana
pendidikan adalah segala fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran,
yang dapat meliputi barang bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan
pembelajaran tercapai. Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sarana dan prasarana
pendidikan yaitu segala perlengkapan/ fasilitas yang digunakan dalam proses
pembelajaran baik yang bergerak maupun tidak bergerak seperti kursi, meja,
ruang kelas dan lain-lain dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.
E.
Ruang Lingkup Sarana Prasarana Pendidikan
Menurut (Minarti,
2011)
menjelaskan prasarana pendidikan bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. Pertama, prasarana pendidikan yang secara
langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang
perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium. Kedua,
prasarana pendidikan yang keberadaanya tidak
digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat
menunjang terjadinya proses belajar mengajar, seperti ruang kantor, kantin,
masjid/mushala, tanah, jalan menuju lembaga, kamar kecil,
ruang uks, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan
tempat parkir kendaraan.
F.
Database
DBMS merupakan software
dalam mengoperasikan melalui dari membuat, pemeliharaan, pemrosesan, dan
penggunaan basis data dalam skala besar. sehingga keluar masuknya data ke database akan ditangani oleh DBMS. Adapun DBMS ini
merupakan bagian penghubung database ke aplikasi
untuk memastikan jika database tetap terorganisasi
secara selaras serta dapat dengan mudah diakses (Jumardi,
Osmond, & Saputra, 2019).
G.
Database Hypersonic 2 (H2)
H2 merupakan DBMS yang dibangun dari Java (Pure
Java), sehingga akses nya dapat lebih mudah dan cepat
untuk diakses. Struktur bahasa di H2 juga tidak berbeda jauh dengan SQL pada
umumnya, kurang lebih hamper sama dengan SQL Lite [10].
Meskipun H2 kurang populer dikalangan
database management system lainnya karena H2 digunakan hanya pada tahap
pengembangan aplikasi saja. Namun H2 memiliki fitur dengan mode bawaan basis
data yang lebih ringan dan cepat. Berikut fitur utama H2, Database
Java SQL[10].
1.
Sangat cepat, open source,
JDBC API
2.
Mode tertanam dan server; database
dalam memori
3.
Aplikasi konsol berbasis browser
4.
Footprint kecil:
ukuran file jar sekitar 2
MB
H.
Relational Unified Process
Rational Unified Process (RUP) merupakan
salah satu proses rekayasa perangkat lunak yang menyediakan pendekatan untuk
menentukan tugas dan tanggung jawab dalam pengembangan suatu organisasi,
tujuannya adalah untuk memastikan produksi kualitas tinggi, software
memenuhi dengan kebutuhan user sesuai dengan jadwal
dan biaya yang telah dirancang (Taufik,
Darwiyanto, & Puspitasari, 2015). RUP
sendiri memiliki 4 tahap atau fase yang dilakukan secara iteratif. Adapun tahapan – tahapan yang dimaksud adalah
sebagi berikut :
1.
Inception
(Permulaan)
Tahap ini membangun business
case untuk sistem dan membatasi ruang lingkupnya,
untuk melakukan hal ini diharuskan untuk mengidentifikasi semua entitas
eksternal yang akan berinteraksi dengan sistem, dan mendefinisikan interaksi
pada level tertentu.
2.
Elaboration (Perluasaan/Perencanaan)
Tujuan dari fase elaboration
adalah menganalisis domain masalah, membuat sebuah dasar arsitektur, membangun
rencana proyek, dan mengeliminasi resiko terbesar
dari proyek. Contruction (Kontruksi)
3.
Contruction (Kontruksi)
Dalam fase ini semua komponen dan fitur
aplikasi yang dibuat dan di integrasikan kedalam software. Dalam fase ini juga dituntut untuk mengoptimalkan
sumber daya, biaya, jadwal dan kualitas.
4.
Transition
(Transisi)
Transition adalah
fase dimana software
diserahkan kepada client, dalam fase ini juga
dilakukan pengujian terhadap software, dan apabila software telah diserahkan kepada client,
developer masih memantau bagaimana kinerja dari software
tersebut.
I.
Flowchart
Bagan alir (flowchart)
adalah bagan atau (chart) yang menunjukan
alir (flow) didalam program
atau prosedur sistem secara logika (Lestari,
Coyanda, & Dasrial, 2016).
J.
UML (Unified Modeling
Language)
UML merupakan sebuah bahasa spesifikasi standar
yang memvisualisasikan berdasarkan gambar untuk menspesifikasikan,
membangun dan mendokumentasikan dari sebuah sistem pengembang software (Aditama,
2017).
K.
Use Case Diagram
Menurut (Aditama,
2017) Use case adalah teknik untuk memodelkan fungsional sistem, use case mendeskripsikan intraksi tipikal antara para pengguna sistem dengan sistem
itu sendiri.
L.
Activity Diagram
Menurut (Aditama,
2017) activity diagram adalah sebuah teknik untuk menggambarkan
logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja.
M. Class Diagram
Menurut (Aditama,
2017) Class diagram menunjukan properti
dan operasi sebuah class dan batasan-batasan yang
terdapat dalam hubungan-hubungan objek.
N.
Sequence Diagram
Sequence diagram
menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan pesan
yang dikirimkan dan diterima antar objek (Yusmiarti
& Kom, 2016).
O.
Teknik Pengujian Sistem
a.
White Box
Testing
Menurut (Pressman,
2010) White Box testing yaitu sebuah filosofi rancang uji kasus
yang menggunakan struktur control yang menjelaskan
bagian dari komponen-level rancangan untuk memperoleh uji kasus.
b.
Black Box
Black-box testing
adalah suatu pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui
data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Mengevaluasi hanya dari
tampilan luarnya (interface-nya), fungsionalitas-nya
tanpa mengetahui apa yang terjadi dalam proses detailnya (hanya mengetahui input dan output) (Szechyńska-Hebda
et al., 2019).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Adapun beberapa tahapannya sebagai berikut :
A. Observasi
Observasi adalah pengamatan
dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur - unsur yang tampak dalam
gejala - gejala di suatu objek penelitian. Metode ini dilakukan dengan cara
mengamati langsung objek yang berhubungan dengan data (Pritandhari, 2016). Sehingga penulis melakukan
penelitian langsung dan mengumpulkan data dengan cara mengamati proses kerja
secara langsung pada SMP Nurul Iman Kota Depok.
B. Wawancara
Wawancara dilakukan ditempat penelitian untuk memperoleh data dengan cara
mengajukan beberapa pertanyaan kepada pihak yang bersangkutan seperti bagian staff sarana dan prasarana. Hasil pengamatan berupa proses penginputan data aset menggunakan spreadsheet.
C. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dengan
metode yang digunakan adalah pendekatan berorientasi objek (Object
Oriented Analysis and Design) menggunakan UML (unified
modelling language) yaitu use case diagram, class diagram, activity diagram
dan sequence diagram.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Evaluasi Sistem Berjalan
Setelah melakukan analisis terhadap sistem berjalan, maka
diperlukan suatu evaluasi terhadap sistem berjalan. Sehingga dapat
diidentifikasi terkait beberapa penyebab terjadinya masalah pada sistem yang
berjalan sebagai berikut :
Tabel 1
Identifikasi Masalah dan Penyebab Masalah
|
Identifikasi Masalah |
Penyebab Masalah |
|
Tidak ada record menyangkut detail aset seperti spesifikasi,
tanggal pengadaan, harga pembelian, nilai susut dan nilai current
aset, status aset, dll. |
Karena masih menggunakan excel
manual, dan tersebar menjadi beberapa sheet, serta
kurangnya update data inventaris aset. |
|
Kesulitan melakukan operasi perhitungan yang kompleks seperti penghitungan penyusutan (depresiasi), dan penghitungan nilai aset. |
Kurangnya pemahaman staff sarana dan prasarana terkait perhitungan penyusutan dan perhitungan aset, sehingga data tidak terverifikasi dengan baik. |
|
Tidak efisien dalam pengelolaan data aset. |
Proses pembuatan laporan aset dan inventarisasi aset menjadi lebih lama dan tidak akurat. |
|
Laporan Aset Sekolah
yang belum relevan. |
Masih menggunakan cara manual dalam
pencatatan data aset yaitu pencatatan dibuku yang kemudian diinput ke peranti lunak lembar. |
B. Flowchart Sistem
Usulan
Berdasarkan hasil evaluasi
dari sistem berjalan pada SMP Nurul Iman Kota Depok, bahwa pencatatan semua aset yang dilakukan
oleh staff sarana dan prasarana tersebut
dilakukan melalui excel yang masih
tersebar dan belum tersusun dengan rapi. Keadaan
ini menimbulkan permasalahan yaitu sulitnya mengetahui jumlah total dan
detail aset yang dimiliki serta
kondisinya. Maka dari itu diperlukan adanya sistem informasi yang dapat merangkum,
dan melakukan inventaris
data dengan relevan sehingga
dapat terwujudnya upaya tertib administrasi
dalam pengelolaan aset. Berikut Gambar
1. Flowchart Sistem Usulan :
Gambar 1
Flowchart Sistem
1. Use Case
Diagram Usulan
Berikut Gambar 2. Use Case
Diagram Usulan yang terdapat pada SMP Nurul Iman Kota Depok, terlihat pada
Gambar 2, terdapat 3 actor
yaitu : Admin, Staff Sarana dan Prasarana serta
Kepala Sekolah sebagai berikut :
Gambar 2
Use Case Diagram Usulan
2. Class Diagram Usulan
Class diagram memiliki struktur database
yang terdiri dari atribut, operasi yang di hubungan oleh antar kelas. Sehingga
sistem yang akan dijalankan nantinya dapat di akses dengan mudah, cepat dan
relevan.
Gambar 3
Class
Diagram Usulan
3.
Activity
Diagram Sistem Usulan
Berikut Gambar 4 merupakan activity diagram user pada sistem
usulan Sistem Informasi Manjemen Aset Sekolah SMP Nurul Iman Kota Depok :
Gambar
4
Activity
Diagram User
Berikut merupakan Gambar 5 activity diagram menu aset pada sistem usulan Sistem
Informasi Manajemen Aset Sekolah Kota Depok :
Gambar
5
Activity
Diagram Menu Aset
4.
Sequence
Diagram Usulan
Berikut Gambar 6 Sequence Diagram Staff Sarana
& Prasarana yang memiliki akses penuh pada sistem. Mulai dari kelola username dan password, tambah,
edit, hapus dan export laporan data aset, jenis aset,
kategori aset, kondisi aset, lokasi hingga alokasi aset.
Gambar 6
Sequence
Diagram Staff Sarana dan Prasarana
5.
Tampilan Sistem Informasi
Manajemen Aset Tetap Sekolah
1.
Tampilan Halaman Login
Berikut
Gambar 8 Tampilan halaman login apabila pengguna
ingin masuk ke dalam sistem informasi manajemen aset tetap sekolah SMP Nurul
Iman Kota Depok dengan memasukkan username dan password.
Gambar
7
Tampilan Halaman Login
2.
Tampilan Halaman Dashboard
Berikut
Gambar 9 Tampilan halaman dashboard yang menunjukkan
hasil output pada persebaran aset serta menampilkan
menu pada sistem :
Gambar
8
Tampilan
Halaman Dashboard
3.
Pengujian Perangkat Lunak
Dengan Blackbox
Berikut
Tabel 2 merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada Halaman Utama Sistem
Informasi Manajemen Aset SMP Nurul Iman Kota Depok :
Tabel 2
Pengujian Halaman Utama Sistem
|
Data Masukan |
Yang di harapkan |
Pengamatan |
Kesimpulan |
|
Input Username Pengguna |
Input sesuai dan dapat masuk ke halaman login |
Dapat masuk ke
sistem dan menampilkan halaman dashborad
dan menu jika username benar |
(v)Diterima ( )Ditolak |
|
Input Password Pengguna |
Input sesuai dan dapat masuk ke halaman login |
Dapat masuk ke
sistem dan menampilkan halaman dashborad
dan menu jika password benar |
(v)Diterima ( )Ditolak |
Berikut
Tabel 3 merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada Halaman Dashboard dan
Menu Sistem Informasi Manajemen Aset SMP Nurul Iman Kota Depok :
Tabel 3
Pengujian Halaman Dashboard dan Menu
|
Data Masukan |
Yang
diharapkan |
Pengamatan |
Kesimpulan |
|
Login ke sistem |
Menampilkan
persebaran aset de |
Persebaran aset
sesuai dengan data yang di input di menu alokasi |
(v)Diterima ( )Ditolak |
|
Klik menu user |
Menampilkan
kelola data user yang terdiri dari username, password dan hak akses |
Menampilkan data kelola
user yang |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu aset |
Menampilkan
kelola data aset serta daftar aset yang terdiri dari kode aset, nama aset,
jenis aset, kategori aset, tanggal terima, pemakaian, nilai aset dan kondisi
aset |
Dapat melakukan
edit data aset di form aset, tambah data aset di form aset, dan hapus data
aset serta export data aset ke perangkat |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu lokasi |
Menampilkan
daftar lokasi aset yang terdiri dari kode lokasi aset dan nama lokasi aset |
Dapat melakukan
edit, tambah dan hapus data lokasi aset di form lokasi aset |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu
kategori |
Menampilkan
daftar kategori aset yang terdiri dari kode kategori aset, dan nama kategori
aset |
Dapat melakukan
edit, tambah, dan hapus data kategori aset di form kategori aset |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu kondisi |
Menampilkan
daftar kondisi aset yang terdiri dari kode kondisi aset, dan nama kondisi
aset |
Dapat melakukan
edit, tambah, dan hapus data kondisi aset di form kondisi aset |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu
jenis |
Menampilkan
daftar jenis aset 4yang terdiri dari kode jenis aset, dan nama jenis aset |
Dapat melakukan
edit, tambah, dan hapus data jenis aset di form jenis aset |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu
penyusutan |
Menampilkan
daftar jenis penyusutan aset |
Dapat memonitor
daftar penyusutan aset dan melihat nilai penyusutan setiap tahun nya |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
|
Klik menu Alokasi |
Menampilkan
daftar lokasi aset dan dapat mengalokasikan aset tersebut di dashboard
sehingga dapat dengan mudah untuk di lakukan pengecekan lokasi aset |
Dapat melakukan
edit, tambah, dan hapus data alokasi aset di form alokasi aset |
(v) Diterima ( ) Ditolak |
KESIMPULAN
Aditama, Roki.
(2017). Web Service Pembayaran Uang Kuliah Online dengan PHP dan SOAP WSDL. Yogyakarta:
Lokomedia. Google Scholar
Ariska, Jery, &
Jazman, M. (2016). Rancang bangun sistem informasi manajemen aset sekolah menggunakan
teknik labelling QR code (Studi Kasus: MAN 2 Model Pekanbaru). Jurnal Ilmiah
Rekayasa Dan Manajemen Sistem Informasi, 2(2), 127–136. Google Scholar
Ismaya, Bambang.
(2020). Pengelolaan Pendidikan. Google
Scholar
Jogiyanto, Hartono.
(2010). Teori portofolio dan analisis investasi. Edisi Ketujuh. BPFE.
Yogyakarta. Google Scholar
Jumardi, Jumardi,
Osmond, Andrew Brian, & Saputra, Randy Efra. (2019). Aplikasi Back End Game
Edukasi Berbasis Web Menggunakan Qr Code. EProceedings of Engineering, 6(1). Google Scholar
Lestari, Arinda,
Coyanda, John Roni, & Dasrial, Dasrial. (2016). Sistem Infomasi Pelelangan
Barang Secara Online Pada Pt. Pegadaian (Persero) Unit Pelayanan Cabang Pasar
26 Ilir Palembang. Jurnal Informatika Global, 6(1). Google Scholar
Matin, Fuad
Nurhattati. (2016). Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Konsep dan
Aplikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Google
Scholar
Minarti, Sri. (2011).
Manajemen sekolah: mengelola lembaga pendidikan secara mandiri. Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media, 24. Google Scholar
Pressman, Roger S.
(2010). A practitioner’s approach. Software Engineering, 2,
41–42. Google Scholar
Pritandhari, Meyta.
(2016). Penerapan komik strip sebagai media pembelajaran mata kuliah manajemen
keuangan mahasiswa universitas Muhammadiyah metro. PROMOSI: Jurnal Program
Studi Pendidikan Ekonomi, 4(2). Google
Scholar
Szechyńska-Hebda,
M., Marczyk, J., Ziejewska, C., Hordyńska, N., Mikuła, J., &
Hebda, M. (2019). Neutral geopolymer foams reinforced with cellulose studied
with the FT-Raman spectroscopy. IOP Conference Series: Materials Science and
Engineering, 706(1), 12017. IOP Publishing. Google
Scholar
Taufik, Muhammad,
Darwiyanto, Eko, & Puspitasari, Shinta Yulia. (2015). Analisis Dan
Implementasi Perancangan Metode Rational Unified Process Pada Layanan Sdb Dan
Metode Pengujian Product Metric Pada Bank Mandiri Cabang Palu Sam Ratulangi. EProceedings
of Engineering, 2(3). Google Scholar
Wahyuningrum, H.
(2000). Buku ajar manajemen fasilitas pendidikan. Yogyakarta: AP FIP UNY.
Google Scholar
Yaakub, Saleh, &
Devitra, Joni. (2017). Analisis Pemodelan Sistem Informasi Manajemen Aset
Berbasis Web Pada Politeknik Jambi. Jurnal Manajemen Sistem Informasi, 2(3),
610–628. Google Scholar
Yusmiarti, Kusnita,
& Kom, M. (2016). Perancangan Sistem Distribusi Produk Teh Hitam Berbasis
Web Pada PTPN VII Gunung Dempo Pagar Alam. Jurnal Informatika, 4(2).
Google Scholar
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |