
Hari Setiawan Saragih
1
, Zuhrinal M Nawawi
2
/ JOSR: Journal of Social Research, 1(2), 1-11
New Business Idea Pada Masa New Normal 3
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) guna memutus rantai penularan virus,
namun banyak bisnis yang semakin lesu bahkan sudah menutup gerainya dan
merumahkan sementara karyawannya. Sebagai pemilik bisnis, dengan terpaksa
memikirkan ide baru agar bisnis tetap berjalan atau mungkin memulai bisnis baru.
Adanya pandemic Covid-19 yang melanda tidak hanya Indonesia, tapi
juga dunia, mau tidak mau memaksa masyarakat dunia menjalani pola hidup
“baru” yang berbeda dengan gaya hidup sebelumnya yang dikenal dengan istilah
new normal. Hal ini membuat para pelaku usaha harus beradaptasi dengan new
normal. Termasuk dengan mereka yang tengah merintis atau hendak memulai
bisnisnya secara mandiri. Jenis usaha yang dipilih harus disesuaikan dengan pola
hidup new normal. Kendati begitu, di era new normal ini bukan berarti peluang
untuk berbisnis tertutup, justru sebaliknya, ada jenis-jenis usaha yang berpotensi
menambah pundi-pundi penghasilan yang menguntungkan bagi pelaku bisnis
tersebut. Ada empat macam bisnis berdasarkan siapa pembelinya dan apa yang
ditawarkan. Dari sisi siapa pembelinya, ada dua macam bisnis, yaitu a) bisnis
yang pembeli akhirnya adalah individu atau kelompok individu yang membeli
sesuatu untuk dipakai sendiri. Bisnis semacam itu disebut sebagai bisnis ke
konsumen (business to consumers atau B2C/”bi-tu-si”. b) bisnis yang pembeli
akhirnya adalah perusahaan yang membeli sesuatu untuk menjadi bagian dari
kegiatan usaha atau bagian dari produk/layanan akhir meraka. Bisnis semacam itu
disebut sebagai bisnis ke bisnis (business to business, atau B2B/”bi-tu-bi) (Sidik,
2013).
Namun, untuk menentukan jenis bisnis apa yang akan dijalankan apalagi
pada masa new normal ini dibutuhkan “ide atau gagasan” yang tentunya bukan
sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis
dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang
mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial
tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang
numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau
dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.
Tulisan ini mencoba mengupas tentang bagaimana merencanakan bisnis,
dengan harapan dapat digunakan sebagai pengetahuan ataupun menyiapkan
langkah awal bagaimana untuk menggali, menumbuhkan atau menjaring ide-ide
atau gagasan bisnis dan sekaligus menuangkannya dalam sebuah rencana
usaha/bisnis sehingga menemukan new business idea yang cocok dijalankan di
masa new normal ini. Realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak
ide/gagasan-gagasan bisnis hebat dan ide-ide orisinil yang justru lahir dari para
kawula muda. Tentunya kalau peluang atau kemampuan ini dikemas dengan baik
dan mampu dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dikemas sebagai rencana
usaha/bisnis yang layak dan mampu diterapkan ke dalam sebuah bisnis riil,
tentunya akan banyak memberi manfaat bagi para kawula muda sendiri dan
sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungannya.