PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS PT BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK

(Studi Kasus Bank Muamalat KCP Tulungagung)

 

 

Siti Miftakul Isma, Lativa Hartiningtyas

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

miftakulisma@gmail.com,

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Juli 2022

10 Juli 2022

01 Agustus 2022

Latar Belakang : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat profitabilitas dan likuiditas bank yang terdampak oleh adanya Pandemi Covid-19 ditandai oleh penurunan laba dan likuiditas beberapa perbankan.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19, cara yang diterapkan, kendala yang dihadapi, solusi yang diterapkan dan strategi untuk meningkatkan profitabilitas dan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung.

Metode : Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus.

Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah cara yang diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk mempertahankan tingkat profitabilitas dan likuiditasnya selama pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan, digital banking, dan perubahan orientasi bisnis.  

Kesimpulan : Kesimpulannya, pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap profitabilitas dan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung yang ditandai pada perbedaan jumlah nasabah.

 

Kata Kunci : Covid-19; Profitabilitas; dan Likuiditas

 

 

 

 

Abstract

 

Background: This research was motivated by the level of profitability and liquidity of banks affected by the Covid-19 Pandemic marked by a decrease in profits and liquidity of several banks.

Objectives: This study aims to determine the impact of the Covid-19 pandemic, the way it is applied, the obstacles faced, the solutions implemented and strategies to increase the profitability and liquidity of Bank Muamalat KCP Tulungagung.

Methods: The approach used is a qualitative approach with a type of case study research.

Results: The result of this study is the way that Bank Muamalat KCP Tulungagung applies to maintain its level of profitability and liquidity during the Covid-19 pandemic is by restructuring financing, digital banking, and changing business orientation.

Conclusion: In conclusion, the Covid-19 pandemic affected the profitability and liquidity of Bank Muamalat KCP Tulungagung, which was marked by differences in the number of customers.

 

Keywords: Covid-19; Profitability; and Liquidity;

*Correspondent Author : Siti Miftakul Isma

Email : miftakulisma@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Coronavirus Disease 2019 atau disebut Covid-19 adalah penyakit menular yang menyebabkan penyakit paru-paru serius. Kasus Covid-19 ditemukan pertama kali di Tiongkok pada November 2019. Covid-19 diketahui sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru dengan tingkat persebaran sangat cepat. Berdasarkan data terbaru dari World o Meters dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 119.088.047 pada Jum’at 12 Maret 2021 pagi WIB (Putra, 2021). Dalam masa pandemi, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperhatikan tiga sektor penting, yaitu kesehatan, sektor riil dan perbankan. Pandemi Covid-19 menjadi tantangan bagi perbankan, karena dapat memicu permasalahan di sektor riil atau dunia usaha yang berpotensi menimbulkan persoalan di sektor perbankan. Hal ini tentu saja bisa terjadi, dikarenakan sektor perbankan merupakan lembaga intermediasi atau perantara yang mendukung kebutuhan dana investasi bagi dunia usaha (Thamrin, 2021). 

Selama Pandemi Covid-19, PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk tidak melakukan kegiatan operasional dalam upaya menyalurkan pembiayaan yang lebih besar. Hal ini mungkin didasarkan pada beberapa faktor yaitu, situasi pandemi Covid-19 yang menjadi penyebab terhambatnya berbagai kegiatan ekonomi dipahami sebagai risiko pembiayaan yang tinggi. Apabila aktivitas ekonomi terhambat, maka keuntungan yang dapat diperoleh masing-masing badan usaha cenderung menurun, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian usaha. Oleh karena itu, kemampuan membayar yang dimiliki debitur kepada bank otomatis akan berkurang. PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk yang menyadari potensi perlambatan ekonomi saat pandemi Covid-19 memilih menerapkan strategi peningkatan laba secara hati-hati, baik strategi jangka pendek maupun jangka panjang (Pringgabayu, Afgani, & Ricederia, 2021).

Profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan.  Profitabilitas suatu Bank akan mempengaruh kebijakan para investor atas investasi yang dilakukan. Kemampuan Bank dalam menghasilkan laba akan dapat menarik para investor untuk menanamkan dananya guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan menyebabkan para investor menarik dananya. Sedangkan bagi suatu Bank, profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan badan usaha tersebut. Dalam kegiatan operasional Bank, profitabilitas merupakan elemen penting dalam menjamin kelangsungan hidup Bank dengan adanya kemampuan memperoleh laba dengan menggunakan semua sumber daya (Harinowo, Leon, & Ericson, 2007). Dalam rasio profitabilitas terdapat perhitungan Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). ROA merupakan rasio yang terpenting diantara rasio profitabilitas yang ada. Semakin besar ROA, berarti semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang lebih besar, dan sebaliknya. ROA diperoleh dengan cara membandingkan laba bersih setelah pajak terhadap total aktiva. Sedangkan tujuan dari perhitungan ROE ini yaitu untuk mengukur kemampuan modal disetor Bank dalam menghasilkan laba. Semakin besar rasio ini menunjukan kemampuan modal disetor Bank dalam menghasilkan laba bagi pemegang saham semakin besar (Rival, 2011). Selajutnya, Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam melunasi utang serta kewajiban jangka pendek yang dimiliki. Untuk menilai suatu likuiditas baik atau tidak dalam perusahaan dapat diukur dengan rasio cepat, rasio lancar, dan rasio kas. Semakin tinggi nilai rasio di atas maka semakin baik pula kinerja perusahaan, begitu juga sebaliknya. Dalam perbankan, likuiditas adalah hal yang sangat penting. Bank diharuskan memiliki kemampuan likuiditas untuk memelihara kepercayaan masyarakat. Karena itu, bank harus mempertahankan rasio likuiditas dengan memperkecil dana yang menganggur serta meningkatkan pendapatan dengan risiko sekecil mungkin untuk memenuhi kebutuhan cash flow (Sudana & Arlindania, 2011).

 

Tabel 1

Nilai Rasio Profitabilitas dan Rasio Likuiditas

Tahun

Profitabilitas

Likuiditas

ROA

ROE

Lancar

Cepat

Kas

2019 Kuarter 1

0,02%

0,25%

1,081392

1,081392

0,270182

2019 Kuarter 2

0,02%

0,27%

1,072923

1,072923

0,275924

2019 Kuarter 3

0,02%

0,26%

1,077632

1,077632

0,29331

2019 Kuarter 4

0,05%

0,45%

1,188479

1,188479

0,317883

2020 Kuarter 1

0,03%

0,30%

1,364058

1,364058

0,290145

2020 Kuarter 2

0,03%

0,30%

1,112509

1,112509

0,313553

2020 Kuarter 3

0,03%

0,29%

1,111907

1,111907

0,310606

2020 Kuarter 4

0,03%

0,29%

1,094793

1,094793

0,311099

2021 Kuarter 1

0.02%

0,23%

1,064342

1,064342

0,336594

Sumber: Laporan keuangan triwulan PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk

 

Profitabilitas dan likuiditas bank tentunya terdampak oleh adanya Pandemi Covid-19 yang ditandai oleh penurunan laba dan likuiditas beberapa perbankan. Namun demikian, pemerintah dan perbankan bersama-sama membuat kebijakan dan strategi untuk menekan penurunan kemampuan profitabilitas dan likuiditas tersebut, dengan harapan bahwa perlahan-lahan profitabilitas dan likuiditas yang sempat menurun akan membaik dengan seiringnya waktu. Merujuk pada permasahalan di atas, peneliti bermaksud menjadikan topik tersebut ke dalam sebuah penelitian dengan judul pengaruh pandemi covid-19 terhadap profitabilitas dan likuiditas PT bank muamalat indonesia, Tbk (Studi Kasus Bank Muamalat KCP Tulungagung).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui dokumen (Sugiyono & Kuantitatif, 2009). Penelitian ini dilakukan di Bank Muamalat KCP Tulungagung yang terletak di Ruko Panglima Sudirman, Jl. Hasanuddin No. 2, Kenayan, Kec. Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, 66212. Dengan total tiga narasumber yaitu Bapak Joko Saputra sebagai Sub Branch Manager, Ibu Siti Romdiyah sebagai Sub Branch Operation Supervisor, dan Ibu Ayu Wandawisesa sebagai Relationship Manager. Data primer penelitian diperoleh melalui prosedur dan teknik pengambilan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara menyusun panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti kemudian dilakukan wawancara mendalam yang berkaitan dengan tema penelitian ini yaitu, Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Proftabilitas dan Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung. Data yang telah diperoleh kemudian diproses melalui pencatatan, pengetikan, dan penyuntingan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif dan selanjutnya disajikan dalam bentuk narasi dan dilakukan pembahasan dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Dampak yang Ditimbulkan Covid-19 terhadap Tingkat Profitabililtas dan Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung

Dibandingkan dampak yang dirasakan oleh bank konvensional, bank Syariah memiliki potensikerugian yang jauh lebih besar. Hal ini disebabkan karena sistem pada bank syariah mengacu pada bagi hasil atas keuntungan usaha dari nasabah, sehingga ketika kegiatan ekonomi nasabah tidak mampu mencapai profit yang ditargetkan maka bagi hasil yang didapatkan juga semakin menurun (Sudana & Rachmawati, 2017). Dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap Bank Muamalat KCP Tulungagung itu sebenarnya sama dengan global. Untuk dampak Covid-19 pada profitabilitas terjadi karena profit bank diperoleh dari margin keuntungan pembiayaan dan Fee Based Income. Nah dalam margin segi keuntungan pembiayaan banyak bergejolak. Nasabah-Nasabah yang mempunyai pinjaman atau pembiayaan pasti mengalami penunggakan. Tunggakan-tunggakan tersebut yang mengakibatkan keuntungan yang diperoleh bank terganggu. Sedangkan Fee Based Income diperoleh dari biaya administrasi tabungan, transaksional seperti transfer antar bank, nasabah takut jika melakukan transaksi di kantor Bank Muamalat, nantinya akan terjangkit atau tertular Covid-19. Sehingga hal ini menjadikan jumlah nasabah bank berkurang (Muamalat, 2022). 

Kemudian dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung ini mengakibatkan nasabah takut melakukan transaksi dan datang ke kantor. Selain itu, nasabah mulai menarik tabungan yang ada dalam rekening karena selama 2 tahun terakhir ini mereka juga harus bertahan hidup di tengah Pandemi Covid-19 ini (Soliman, Hagar, Ibid, & El Sayed, 2015). Menurut Ibu Siti Romdiyah memang ada perubahan jumlah nasabah antara sebelum dan setelah adanya pandemi Covid-19 karena minat masyarakat atas kebutuhan perbankan berkurang pada produk tabungan dan deposito. Kebanyakan nasabah memiliki kebutuhan lain seperti konsumsi, pendidikan, dan kebutuhan sehari hari lainnya. Setelah adanya pandemi Covid-19 pola pikir masyarakat menjadi berubah, uang yang seharusnya ditabung digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan sehari hari akibat efek pandemi Covid-19 (Supervisor, 2022).

 

 

B.   Cara yang Diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan Likuiditas

Bank syariah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi atau perantara keuangan yang mempertemukan antara masyarakat yang kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana. Namun disisi lain ancaman terhadap paparan virus Covid-19 menjadi tantangan bagi lembaga perbankan. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan perbankan untuk tetap dapat bertahan ditengah pandemi Covid-19 (Sumadi, 2020). Hal terpenting untuk dunia bisnis dalam menghadapi covid-19 ini adalah bisa bertahan terlebih dahulu sambil melakukan ekspansi yang sekiranya mampu untuk dilakukan untuk mempertahankan profitabilitas dan likuiditas. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra selaku Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah bahwa beberapa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung ini diantaranya (Muamalat, 2022):

1.    Restrukturisasi

Jika nasabah masih memiliki niat bayar namun tidak maksimal maka dilakukan restrukturisasi atau penyegaran atau perbaikan angsuran, supaya berapapun nilainya angsuran yang dibayarkan nasabah dan bank tetap memperoleh margin keuntungan. misalnya angsuran nasabah yang mulanya sebesar Rp. 1.000.000 diturunkan menjadi Rp. 500.000, setidaknya dengan cara tersebut bank masih mengalami keuntungan walupun tidak besar.

2.    Digital Banking

Sedangkan untuk produk perbankan seperti tabungan, agar nasabah tetap dapat melakukan transaksi, bank berevolusi untuk menerapkan kebijakan digital banking tanpa harus melakukan tatap muka di kantor bank. Nasabah cukup menggunakan aplikasi Muamalat DIN untuk membuka rekening tabungan dan deposito Bank Muamalat KCP Tulungagung juga menaikkan batas limit transaksi per hari melalui Muamalat DIN dan internet banking selama masa pandemic.

3.    Orientasi Bisnis

Arah bisnis menjadi berubah, yang semula berorientasi pada profit pembiayaan menjadi bentuk digital banking dengan berbagai fasilitas seperti pembukaan rekening, deposito, dan giro secara mandiri tanpa perlu datang ke kantor bank. Serta fitur lain seperti dompet digital.

C.   Kendala yang Dihadapi Bank Muamalat KCP Tulungagung dalam Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan Likuiditas

Menurut Ibu Ayu Wandawisesa selaku Relationship Managaer Bank Muamalat KCP Tulungagung, kendala yang dialami Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk mempertahankan profitabilitas dan likuiditas dihadapi ketika awal pandemi Covid-19 karena adanya kebijakan pemerintah untuk lockdown.  Kemudian Ibu Siti Romdiyah menjelaskan bahwa kendala yang dialami Bank Muamalat KCP Tulungagung selama pandemi Covid-19 diantaranya nasabah cenderung melakukan kegiatan tabungan jangka pendek dimana kebanyakan nasabah menabung untuk ditarik kembali dalam waktu singkat. Lalu, jika sebelum Covid-19 nasabah melakukan porsi haji karena ajakan, tawaran, dan kisah saudara atau tetangga sekitar yang melakukan haji dengan salah satu produk Bank Muamalat KCP Tulungagung, namun setelah ada pandemi Covid-19 sebagian besar nasabah yang menunda melakukan haji karena kebijakan pemerintah untuk penundaan keberangkatan haji (Supervisor, 2022).

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra selaku Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah bahwa kendala yang dihadapi oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung selama masa pandemi, yaitu diantaranya (Muamalat, 2022):

Nasabah sulit dan takut untuk ditemui karena adanya Covid-19

1)    Karena adanya Covid-19 semua lini bisnis menerapkan sales call tanpa melakukan tatap muka dan visit. Nah kendala yang dihadapi dalam sales call ini diantaranya nomor nasabah tidak aktif, tidak diangkat, bahkan dikira penipuan karena kebiasaan perusahaan yang berubah.

2)    Nasabah tidak kooperatif, misal nasabah tidak mampu bayar tetapi tidak konfirmasi ke bank.

3)    Nasabah mempersulit dirinya sendiri, misalnya bank sudah membantu tapi nasabah tidak bergerak dengan cepat sesuai instruksi bank. Bank akan tetap mendukung dan mendampingi selama nasabah tetap kooperatif.

D.   Solusi yang Diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk Mengatasi Kendala yang Ditimbulkan Covid-19 dalam Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan Likuiditas

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra selaku Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah bahwa solusi yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung dalam rangka mengatasi kendala yang ditimbulkan Covid-19 untuk mempertahankan profitabilitas yaitu dengan menyusun sistem restrukturisasi Covid-19. Jika terdapat nasabah yang tidak mampu bayar maka akan diterbitkan surat permohonan yang selanjutnya akan diproses oleh Bank Muamlat KCP Tulungagung seperti agendum akad (Muamalat, 2022). Sedangkan untuk mempertahankan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung melakukan transaksi dengan sistem digital banking. Selama proses sales call nasabah diberikan solusi oleh pihak bank agar nasabah tetap dapat bertransaksi. Selain itu Bank Muamalat KCP Tulungagung juga menerapkan sms blast kepada nasabah mengenai produk-produk yang ditawarkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung ini.  Berdasarkan penjelasan Ibu Siti  Romdiyah, pemasaran produk melalui sms blast disasarkan pada semua nasabah dari segala kalangan. Karena pada Bank Muamalat KCP Tulungagung terdapat list nasabah potensial. Misalnya produk haji, ditawarkan pada nasabah yang belum pernah daftar haji atau putra putri nasabah yang berumur lebih dari 12 tahun (Supervisor, 2022).

Kemudian menurut Ibu Siti Romdiyah, beberapa produk yang diunggulkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk meningkatkan profitabilitas dan likuiditas diantaranya (Soliman et al., 2015):

1)    Tabungan IB Hijrah

Nasabah dapat menabung tanpa ada biaya administrasi bulanan dan mendapat ATM yang dapat ditarik tunai di bank manapun.

2)    Pembiayaan Ibadah Haji

Nasabah dapat memporsikan haji terlebih dahulu kemudian nasabah dianggap memiliki ujrah ke bank muamalat yang dapat dibayar setiap bulan ke Bank Muamalat.

E.   Strategi yang Diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan Likuiditas Setelah Adanya Pandemi Covid-19

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra selaku Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung setelah adanya Covid-19 untuk meningkatkan profitabilitas dan likuditas yaitu dengan meningkatkan pemasaran program pembiayaan, yaitu diantaranya (Muamalat, 2022):

1)    Program pembiayaan multiguna porsi haji.

2)    EBP (Employee Benefit Program) atau Program pembiayaan multiguna untuk karyawan khususnya PNS dan pegawai BUMN;

3)    Program smart school; bank menyediakan pembiayaan untuk pembayaran SPP, gaji guru, dan transaksional sehari-hari tanpa agunan.

4)    Pembiayaan small medium enterprise untuk rumah sakit yang berada di bawah organisasi masyarakat Islam, seperti Muhamadiyah, Hidayatullah, atau NU. Bank memberikan solusi jika unit usaha tersebut ingin melakukan ekspansi seperti pembangunan atau pembelian lahan.

Kemudian menurut Ibu Siti Romdiyah, Beliau menyebutkan beberapa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk meningkatkan profitabilitas dan likuiditas. Pertama dan paling utama yaitu menjaga tingkat kepercayaan nasabah, misalkan selama masa pandemic Covid-19 nasabah ingin melakukan penarikan sewaktu-waktu, pihak Bank Muamalat KCP Tulungagung tidak akan menghalangi niat tersebut. Kedua, Melakukan kerjasama dengan berbagai merchant, pondok, yayasan, dan lain sebagainya untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk bank. Ketiga, menerapkan sistem mobile banking. Terakhir, karena pandemi Covid-19 mulai mereda, Bank Mualamat KCP Tulungagung mulai mempromosikan produk melalui seminar melalui acara-acara tertentu (Supervisor, 2022).   

 

KESIMPULAN

Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap profitabilitas dan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung yang ditandai pada perbedaan jumlah nasabah antara sebelum dan setelah pandemi Covid-19, serta beberapa nasabah mengalami gagal bayar atau penunggakan pembayaran. Cara yang diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk mempertahankan tingkat profitabilitas dan likuiditasnya selama pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan, digital banking, dan perubahan orientasi bisnis. Kendala yang dihadapi Bank Muamalat KCP Tulungagung adalah ketika awal munculnya pandemi Covid-19 karena kebijakan lockdown pemerintah yang berdampak pada kegiatan operasionalnya serta beberapa kendala dari nasabah yang tidak kooperatif. Solusi yang diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung setelah adanya pandemi Covid-19 adalah dengan mengenalkan dan memasarkan produk unggulan yaitu Tabungan IB Hijrah dan pembiyaan haji ke segala kalangan masyarakat. Strategi yang dilakukan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk meningkatkan tingkat profitabilitas dan likuiditas adalah dengan melakukan seminar untuk mengenalkan dan memasarkan produk ke berbagai acara.

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Harinowo, Cyrillus, Leon, Boy, & Ericson, Sonny. (2007). Manajemen Aktiva Pasiva Bank Devisa. PT. Grasindo, Jakarta. Google Scholar

 

Muamalat, Manager bank. (2022). Dirangkum dari hasil wawancara dengan Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung. Tulungangung. Google Scholar

 

Pringgabayu, Dematria, Afgani, Kurnia Fajar, & Ricederia, Alda. (2021). Perbedaan NPF dan FDR Bank Muamalat antara Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah), 4(2), 122–134. Google Scholar

 

Putra, Billy Mulya. (2021). Update Covid-19 Dunia 12 Maret 2021: Jumlah Kasus Hampir Tembus 120 Juta Jiwa. Retrieved from https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-011577880/update-covid-19-dunia-12-maret-2021-jumlah-kasus-hampir-tembus-120-juta-jiwa?page=2. Google Scholar

 

Rival, Veithzal. (2011). Financial Institution Management(Manajemen Kelembagaan Keuangan). Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Google Scholar

 

Soliman, Saied M., Hagar, Mohamed, Ibid, Farahate, & El Sayed, H. (2015). Experimental and theoretical spectroscopic studies, HOMO–LUMO, NBO analyses and thione–thiol tautomerism of a new hybrid of 1, 3, 4-oxadiazole-thione with quinazolin-4-one. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy, 145, 270–279. Google Scholar

 

Sudana, I. Made, & Arlindania, Putu Ayu. (2011). Corporate governance dan pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan go-public di bursa efek Indonesia. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 4(1). Google Scholar

 

Sudana, I. Made, & Rachmawati, Heti. (2017). Market Performance, Roe, Cash Flow Dan Keputusan Investasi Dengan Cash Holdings Sebagai Moderasi Pada Perusahaan Manufaktur Di Indonesia. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 10(1), 70–82. Google Scholar

 

Sugiyono, M. P. P., & Kuantitatif, P. (2009). Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Cet. Vii. Google Scholar

 

Sumadi, S. (2020). MENAKAR DAMPAK FENOMENA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERBANKAN SYARIAH. Retrieved from http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JHES/article/view/8761. Google Scholar

 

Supervisor. (2022). Dirangkum dari hasil wawancara dengan Sub Branch Operation Supervisor Bank Muamalat KCP Tulungagung. Tulungangung. Google Scholar

 

Thamrin, Husni. (2021). Analisis dampak covid 19 terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di indonesia. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 4(1), 37–45. Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).