PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS PT
BANK MUAMALAT INDONESIA, TBK
(Studi Kasus Bank Muamalat KCP Tulungagung)
Siti
Miftakul Isma, Lativa
Hartiningtyas
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Juli 2022 10 Juli 2022 01 Agustus 2022 |
Latar Belakang : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat profitabilitas dan likuiditas bank yang terdampak oleh adanya Pandemi Covid-19 ditandai oleh penurunan laba dan likuiditas beberapa perbankan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19, cara yang diterapkan, kendala yang dihadapi, solusi yang diterapkan dan strategi untuk meningkatkan profitabilitas dan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung. Metode : Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah cara yang diterapkan Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk mempertahankan tingkat profitabilitas dan likuiditasnya selama pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan, digital banking, dan perubahan orientasi bisnis. Kesimpulan : Kesimpulannya, pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap profitabilitas
dan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung yang ditandai pada perbedaan
jumlah nasabah. Kata
Kunci : Covid-19; Profitabilitas; dan
Likuiditas |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: This research was motivated by the level of
profitability and liquidity of banks affected by the Covid-19 Pandemic marked
by a decrease in profits and liquidity of several banks. Objectives: This study aims to
determine the impact of the Covid-19 pandemic, the way it is applied, the
obstacles faced, the solutions implemented and strategies to increase the
profitability and liquidity of Bank Muamalat KCP Tulungagung. Methods: The approach used is a
qualitative approach with a type of case study research. Results: The result of this study is the way that Bank Muamalat KCP Tulungagung
applies to maintain its level of profitability and liquidity during the
Covid-19 pandemic is by restructuring financing, digital banking, and
changing business orientation. Conclusion: In conclusion, the Covid-19 pandemic affected
the profitability and liquidity of Bank Muamalat
KCP Tulungagung, which was marked by differences in
the number of customers. Keywords: Covid-19; Profitability;
and Liquidity; |
|
*Correspondent Author :
Siti Miftakul Isma
Email : miftakulisma@gmail.com
PENDAHULUAN
Coronavirus Disease
2019 atau disebut Covid-19 adalah penyakit menular yang menyebabkan penyakit
paru-paru serius. Kasus Covid-19 ditemukan pertama kali di Tiongkok pada
November 2019. Covid-19 diketahui sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh
virus baru dengan tingkat persebaran sangat cepat. Berdasarkan data terbaru
dari World o Meters dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com
total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di seluruh dunia adalah sebanyak 119.088.047
pada Jum’at 12 Maret 2021 pagi WIB (Putra, 2021).
Dalam masa pandemi, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperhatikan tiga
sektor penting, yaitu kesehatan, sektor riil dan perbankan. Pandemi Covid-19
menjadi tantangan bagi perbankan, karena dapat memicu permasalahan di sektor
riil atau dunia usaha yang berpotensi menimbulkan persoalan di sektor perbankan.
Hal ini tentu saja bisa terjadi, dikarenakan sektor perbankan merupakan lembaga
intermediasi atau perantara yang mendukung kebutuhan dana investasi bagi dunia
usaha (Thamrin, 2021).
Selama
Pandemi Covid-19, PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk tidak melakukan kegiatan
operasional dalam upaya menyalurkan pembiayaan yang lebih besar. Hal ini
mungkin didasarkan pada beberapa faktor yaitu, situasi pandemi Covid-19 yang
menjadi penyebab terhambatnya berbagai kegiatan ekonomi dipahami sebagai risiko
pembiayaan yang tinggi. Apabila aktivitas ekonomi terhambat, maka keuntungan
yang dapat diperoleh masing-masing badan usaha cenderung menurun, bahkan
berpotensi menimbulkan kerugian usaha. Oleh karena itu, kemampuan membayar yang
dimiliki debitur kepada bank otomatis akan berkurang. PT Bank Muamalat
Indonesia, Tbk yang menyadari potensi perlambatan ekonomi saat pandemi Covid-19
memilih menerapkan strategi peningkatan laba secara hati-hati, baik strategi
jangka pendek maupun jangka panjang (Pringgabayu, Afgani, &
Ricederia, 2021).
Profitabilitas
adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan. Profitabilitas suatu Bank akan mempengaruh
kebijakan para investor atas investasi yang dilakukan. Kemampuan Bank dalam
menghasilkan laba akan dapat menarik para investor untuk menanamkan dananya
guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan
menyebabkan para investor menarik dananya. Sedangkan bagi suatu Bank,
profitabilitas dapat digunakan sebagai evaluasi atas efektivitas pengelolaan
badan usaha tersebut. Dalam kegiatan operasional Bank, profitabilitas merupakan
elemen penting dalam menjamin kelangsungan hidup Bank dengan adanya kemampuan
memperoleh laba dengan menggunakan semua sumber daya (Harinowo, Leon, &
Ericson, 2007). Dalam rasio profitabilitas
terdapat perhitungan Return On Assets
(ROA) dan Return On Equity (ROE). ROA merupakan rasio
yang terpenting diantara rasio profitabilitas yang
ada. Semakin besar ROA, berarti semakin efisien penggunaan aktiva perusahaan
atau dengan kata lain dengan jumlah aktiva yang sama bisa dihasilkan laba yang
lebih besar, dan sebaliknya. ROA diperoleh dengan cara membandingkan laba
bersih setelah pajak terhadap total aktiva. Sedangkan tujuan dari perhitungan
ROE ini yaitu untuk mengukur kemampuan modal disetor Bank dalam menghasilkan
laba. Semakin besar rasio ini menunjukan kemampuan
modal disetor Bank dalam menghasilkan laba bagi pemegang saham semakin besar (Rival, 2011). Selajutnya,
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam melunasi utang serta kewajiban
jangka pendek yang dimiliki. Untuk menilai suatu likuiditas baik atau tidak
dalam perusahaan dapat diukur dengan rasio cepat, rasio lancar, dan rasio kas.
Semakin tinggi nilai rasio di atas maka semakin baik pula kinerja perusahaan,
begitu juga sebaliknya. Dalam perbankan, likuiditas adalah hal yang sangat
penting. Bank diharuskan memiliki kemampuan likuiditas untuk memelihara
kepercayaan masyarakat. Karena itu, bank harus mempertahankan rasio likuiditas
dengan memperkecil dana yang menganggur serta meningkatkan pendapatan dengan
risiko sekecil mungkin untuk memenuhi kebutuhan cash flow (Sudana & Arlindania,
2011).
Tabel 1
Nilai Rasio Profitabilitas dan
Rasio Likuiditas
|
Tahun |
Profitabilitas |
Likuiditas |
||||
|
ROA |
ROE |
Lancar |
Cepat |
Kas |
||
|
2019
Kuarter 1 |
0,02% |
0,25% |
1,081392 |
1,081392 |
0,270182 |
|
|
2019
Kuarter 2 |
0,02% |
0,27% |
1,072923 |
1,072923 |
0,275924 |
|
|
2019
Kuarter 3 |
0,02% |
0,26% |
1,077632 |
1,077632 |
0,29331 |
|
|
2019
Kuarter 4 |
0,05% |
0,45% |
1,188479 |
1,188479 |
0,317883 |
|
|
2020 Kuarter 1 |
0,03% |
0,30% |
1,364058 |
1,364058 |
0,290145 |
|
|
2020
Kuarter 2 |
0,03% |
0,30% |
1,112509 |
1,112509 |
0,313553 |
|
|
2020
Kuarter 3 |
0,03% |
0,29% |
1,111907 |
1,111907 |
0,310606 |
|
|
2020
Kuarter 4 |
0,03% |
0,29% |
1,094793 |
1,094793 |
0,311099 |
|
|
2021
Kuarter 1 |
0.02% |
0,23% |
1,064342 |
1,064342 |
0,336594 |
|
Sumber: Laporan keuangan
triwulan PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk
Profitabilitas
dan likuiditas bank tentunya terdampak oleh adanya Pandemi Covid-19 yang
ditandai oleh penurunan laba dan likuiditas beberapa perbankan. Namun demikian,
pemerintah dan perbankan bersama-sama membuat kebijakan dan strategi untuk
menekan penurunan kemampuan profitabilitas dan likuiditas tersebut, dengan
harapan bahwa perlahan-lahan profitabilitas dan likuiditas yang sempat menurun
akan membaik dengan seiringnya waktu. Merujuk pada permasahalan
di atas, peneliti bermaksud menjadikan topik tersebut ke dalam sebuah
penelitian dengan judul pengaruh pandemi covid-19 terhadap profitabilitas dan
likuiditas PT bank muamalat indonesia, Tbk (Studi
Kasus Bank Muamalat KCP Tulungagung).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh melalui
data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang
langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan sumber data sekunder
adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,
misalnya melalui dokumen (Sugiyono &
Kuantitatif, 2009). Penelitian ini dilakukan di
Bank Muamalat KCP Tulungagung yang terletak di Ruko Panglima Sudirman, Jl.
Hasanuddin No. 2, Kenayan, Kec. Tulungagung,
Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, 66212. Dengan total tiga narasumber yaitu
Bapak Joko Saputra sebagai Sub Branch Manager, Ibu Siti Romdiyah
sebagai Sub Branch Operation
Supervisor, dan Ibu Ayu Wandawisesa sebagai Relationship Manager. Data primer
penelitian diperoleh melalui prosedur dan teknik pengambilan data berupa
observasi, dokumentasi, dan wawancara. Proses pengumpulan data dilakukan dengan
cara menyusun panduan wawancara yang dibuat oleh peneliti kemudian dilakukan
wawancara mendalam yang berkaitan dengan tema penelitian ini yaitu, Pengaruh
Pandemi Covid-19 terhadap Proftabilitas dan
Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung. Data yang telah diperoleh kemudian
diproses melalui pencatatan, pengetikan, dan penyuntingan, yang kemudian
dianalisis secara kualitatif dan selanjutnya disajikan dalam bentuk narasi dan
dilakukan pembahasan dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Dampak yang Ditimbulkan
Covid-19 terhadap Tingkat Profitabililtas dan
Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung
Dibandingkan dampak yang dirasakan oleh bank
konvensional, bank Syariah memiliki potensikerugian
yang jauh lebih besar. Hal ini disebabkan karena sistem pada bank syariah
mengacu pada bagi hasil atas keuntungan usaha dari nasabah, sehingga ketika
kegiatan ekonomi nasabah tidak mampu mencapai profit yang ditargetkan maka bagi
hasil yang didapatkan juga semakin menurun (Sudana &
Rachmawati, 2017). Dampak yang ditimbulkan
oleh Covid-19 terhadap Bank Muamalat KCP Tulungagung itu sebenarnya sama dengan
global. Untuk dampak Covid-19 pada profitabilitas terjadi karena profit bank
diperoleh dari margin keuntungan pembiayaan dan Fee Based Income. Nah dalam margin
segi keuntungan pembiayaan banyak bergejolak. Nasabah-Nasabah
yang mempunyai pinjaman atau pembiayaan pasti mengalami penunggakan.
Tunggakan-tunggakan tersebut yang mengakibatkan keuntungan yang diperoleh bank
terganggu. Sedangkan Fee Based
Income diperoleh dari biaya administrasi tabungan, transaksional seperti transfer antar bank, nasabah takut
jika melakukan transaksi di kantor Bank Muamalat, nantinya akan terjangkit atau
tertular Covid-19. Sehingga hal ini menjadikan jumlah nasabah bank berkurang
(Muamalat, 2022).
Kemudian dampak yang ditimbulkan Covid-19 terhadap
Likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung ini mengakibatkan nasabah takut
melakukan transaksi dan datang ke kantor. Selain itu, nasabah mulai menarik
tabungan yang ada dalam rekening karena selama 2 tahun terakhir ini mereka juga
harus bertahan hidup di tengah Pandemi Covid-19 ini (Soliman, Hagar,
Ibid, & El Sayed, 2015). Menurut Ibu Siti Romdiyah memang ada perubahan jumlah nasabah antara sebelum
dan setelah adanya pandemi Covid-19 karena minat masyarakat atas kebutuhan
perbankan berkurang pada produk tabungan dan deposito. Kebanyakan nasabah
memiliki kebutuhan lain seperti konsumsi, pendidikan, dan kebutuhan sehari hari
lainnya. Setelah adanya pandemi Covid-19 pola pikir masyarakat menjadi berubah,
uang yang seharusnya ditabung digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan sehari
hari akibat efek pandemi Covid-19 (Supervisor, 2022).
B. Cara yang Diterapkan Bank
Muamalat KCP Tulungagung untuk Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan
Likuiditas
Bank syariah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga
intermediasi atau perantara keuangan yang mempertemukan antara masyarakat yang
kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana. Namun disisi lain
ancaman terhadap paparan virus Covid-19 menjadi tantangan bagi lembaga
perbankan. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan perbankan untuk tetap dapat
bertahan ditengah pandemi Covid-19 (Sumadi, 2020). Hal terpenting untuk
dunia bisnis dalam menghadapi covid-19 ini adalah bisa bertahan terlebih dahulu
sambil melakukan ekspansi yang sekiranya mampu untuk dilakukan untuk
mempertahankan profitabilitas dan likuiditas. Berdasarkan hasil wawancara
dengan Bapak Joko Saputra selaku Sub Branch Manager Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah
bahwa beberapa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung ini
diantaranya (Muamalat, 2022):
1. Restrukturisasi
Jika nasabah masih memiliki niat bayar namun tidak
maksimal maka dilakukan restrukturisasi atau penyegaran atau perbaikan
angsuran, supaya berapapun nilainya angsuran yang
dibayarkan nasabah dan bank tetap memperoleh margin keuntungan. misalnya
angsuran nasabah yang mulanya sebesar Rp. 1.000.000 diturunkan menjadi Rp.
500.000, setidaknya dengan cara tersebut bank masih mengalami keuntungan walupun tidak besar.
2. Digital Banking
Sedangkan untuk produk perbankan seperti tabungan, agar
nasabah tetap dapat melakukan transaksi, bank berevolusi untuk menerapkan
kebijakan digital banking tanpa harus melakukan tatap
muka di kantor bank. Nasabah cukup menggunakan aplikasi Muamalat DIN untuk
membuka rekening tabungan dan deposito Bank Muamalat KCP Tulungagung juga menaikkan
batas limit transaksi per hari melalui Muamalat DIN dan internet banking selama masa pandemic.
3. Orientasi Bisnis
Arah bisnis menjadi berubah, yang semula berorientasi
pada profit pembiayaan menjadi bentuk digital banking
dengan berbagai fasilitas seperti pembukaan rekening, deposito, dan giro secara
mandiri tanpa perlu datang ke kantor bank. Serta fitur lain seperti dompet
digital.
C. Kendala yang Dihadapi Bank
Muamalat KCP Tulungagung dalam Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan
Likuiditas
Menurut Ibu Ayu Wandawisesa
selaku Relationship Managaer
Bank Muamalat KCP Tulungagung, kendala yang dialami Bank Muamalat KCP
Tulungagung untuk mempertahankan profitabilitas dan likuiditas dihadapi ketika
awal pandemi Covid-19 karena adanya kebijakan pemerintah untuk lockdown. Kemudian
Ibu Siti Romdiyah menjelaskan bahwa kendala yang
dialami Bank Muamalat KCP Tulungagung selama pandemi Covid-19 diantaranya nasabah cenderung melakukan kegiatan tabungan
jangka pendek dimana kebanyakan nasabah menabung
untuk ditarik kembali dalam waktu singkat. Lalu, jika sebelum Covid-19 nasabah
melakukan porsi haji karena ajakan, tawaran, dan kisah saudara atau tetangga
sekitar yang melakukan haji dengan salah satu produk Bank Muamalat KCP
Tulungagung, namun setelah ada pandemi Covid-19 sebagian besar nasabah yang
menunda melakukan haji karena kebijakan pemerintah untuk penundaan
keberangkatan haji (Supervisor, 2022).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra
selaku Sub Branch Manager
Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah bahwa kendala yang dihadapi
oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung selama masa pandemi, yaitu diantaranya (Muamalat, 2022):
Nasabah sulit dan takut untuk ditemui karena adanya
Covid-19
1)
Karena adanya Covid-19 semua lini bisnis menerapkan sales call tanpa melakukan tatap
muka dan visit. Nah kendala yang dihadapi dalam sales call ini diantaranya nomor nasabah tidak aktif, tidak diangkat,
bahkan dikira penipuan karena kebiasaan perusahaan yang berubah.
2)
Nasabah tidak kooperatif, misal nasabah tidak mampu bayar
tetapi tidak konfirmasi ke bank.
3)
Nasabah mempersulit dirinya sendiri, misalnya bank sudah
membantu tapi nasabah tidak bergerak dengan cepat sesuai instruksi bank. Bank
akan tetap mendukung dan mendampingi selama nasabah tetap kooperatif.
D. Solusi yang Diterapkan
Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk Mengatasi Kendala yang Ditimbulkan Covid-19
dalam Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan Likuiditas
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra
selaku Sub Branch Manager
Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkah bahwa solusi yang diterapkan
oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung dalam rangka mengatasi kendala yang
ditimbulkan Covid-19 untuk mempertahankan profitabilitas yaitu dengan menyusun
sistem restrukturisasi Covid-19. Jika terdapat nasabah yang tidak mampu bayar
maka akan diterbitkan surat permohonan yang selanjutnya akan diproses oleh Bank
Muamlat KCP Tulungagung seperti agendum
akad (Muamalat, 2022). Sedangkan untuk
mempertahankan likuiditas Bank Muamalat KCP Tulungagung melakukan transaksi
dengan sistem digital banking. Selama proses sales call nasabah diberikan
solusi oleh pihak bank agar nasabah tetap dapat bertransaksi. Selain itu Bank
Muamalat KCP Tulungagung juga menerapkan sms blast kepada nasabah mengenai produk-produk yang ditawarkan
oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung ini.
Berdasarkan penjelasan Ibu Siti Romdiyah, pemasaran produk melalui sms
blast disasarkan pada semua nasabah dari segala
kalangan. Karena pada Bank Muamalat KCP Tulungagung terdapat list nasabah potensial. Misalnya produk haji, ditawarkan
pada nasabah yang belum pernah daftar haji atau putra putri nasabah yang
berumur lebih dari 12 tahun (Supervisor, 2022).
Kemudian menurut Ibu Siti Romdiyah,
beberapa produk yang diunggulkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk
meningkatkan profitabilitas dan likuiditas diantaranya
(Soliman et al., 2015):
1) Tabungan IB Hijrah
Nasabah dapat menabung tanpa ada biaya administrasi
bulanan dan mendapat ATM yang dapat ditarik tunai di bank manapun.
2) Pembiayaan Ibadah Haji
Nasabah dapat memporsikan haji
terlebih dahulu kemudian nasabah dianggap memiliki ujrah
ke bank muamalat yang dapat dibayar setiap bulan ke Bank Muamalat.
E. Strategi yang Diterapkan
Bank Muamalat KCP Tulungagung untuk Mempertahankan Tingkat Profitabilitas dan
Likuiditas Setelah Adanya Pandemi Covid-19
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Joko Saputra
selaku Sub Branch Manager
Bank Muamalat KCP Tulungagung, Beliau menyebutkan bahwa strategi yang
diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Tulungagung setelah adanya Covid-19 untuk
meningkatkan profitabilitas dan likuditas yaitu
dengan meningkatkan pemasaran program pembiayaan, yaitu diantaranya
(Muamalat, 2022):
1) Program pembiayaan
multiguna porsi haji.
2) EBP (Employee
Benefit Program) atau Program pembiayaan multiguna
untuk karyawan khususnya PNS dan pegawai BUMN;
3) Program smart school; bank menyediakan
pembiayaan untuk pembayaran SPP, gaji guru, dan transaksional
sehari-hari tanpa agunan.
4) Pembiayaan small medium enterprise untuk
rumah sakit yang berada di bawah organisasi masyarakat Islam, seperti Muhamadiyah, Hidayatullah, atau NU. Bank memberikan solusi
jika unit usaha tersebut ingin melakukan ekspansi seperti pembangunan atau
pembelian lahan.
Kemudian menurut Ibu Siti Romdiyah,
Beliau menyebutkan beberapa kebijakan yang diterapkan oleh Bank Muamalat KCP
Tulungagung untuk meningkatkan profitabilitas dan likuiditas. Pertama dan
paling utama yaitu menjaga tingkat kepercayaan nasabah, misalkan selama masa pandemic Covid-19 nasabah ingin melakukan penarikan
sewaktu-waktu, pihak Bank Muamalat KCP Tulungagung tidak akan menghalangi niat
tersebut. Kedua, Melakukan kerjasama dengan berbagai merchant, pondok, yayasan, dan lain sebagainya untuk
memperkenalkan dan memasarkan produk-produk bank. Ketiga, menerapkan sistem mobile banking. Terakhir, karena
pandemi Covid-19 mulai mereda, Bank Mualamat KCP Tulungagung mulai
mempromosikan produk melalui seminar melalui acara-acara tertentu (Supervisor, 2022).
KESIMPULAN
Harinowo, Cyrillus, Leon, Boy, & Ericson, Sonny. (2007).
Manajemen Aktiva Pasiva Bank Devisa. PT. Grasindo, Jakarta. Google Scholar
Muamalat, Manager
bank. (2022). Dirangkum dari hasil wawancara dengan Sub Branch Manager Bank
Muamalat KCP Tulungagung. Tulungangung. Google
Scholar
Pringgabayu, Dematria,
Afgani, Kurnia Fajar, & Ricederia, Alda. (2021). Perbedaan NPF dan FDR Bank
Muamalat antara Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Maps (Manajemen
Perbankan Syariah), 4(2), 122–134. Google
Scholar
Putra, Billy Mulya.
(2021). Update Covid-19 Dunia 12 Maret 2021: Jumlah Kasus Hampir Tembus 120
Juta Jiwa. Retrieved from
https://www.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-011577880/update-covid-19-dunia-12-maret-2021-jumlah-kasus-hampir-tembus-120-juta-jiwa?page=2.
Google Scholar
Rival, Veithzal.
(2011). Financial Institution Management(Manajemen Kelembagaan Keuangan).
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Google Scholar
Soliman, Saied M.,
Hagar, Mohamed, Ibid, Farahate, & El Sayed, H. (2015). Experimental and
theoretical spectroscopic studies, HOMO–LUMO, NBO analyses and thione–thiol
tautomerism of a new hybrid of 1, 3, 4-oxadiazole-thione with quinazolin-4-one.
Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy, 145,
270–279. Google Scholar
Sudana, I. Made, &
Arlindania, Putu Ayu. (2011). Corporate governance dan pengungkapan corporate
social responsibility pada perusahaan go-public di bursa efek Indonesia. Jurnal
Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 4(1).
Google Scholar
Sudana, I. Made, &
Rachmawati, Heti. (2017). Market Performance, Roe, Cash Flow Dan Keputusan
Investasi Dengan Cash Holdings Sebagai Moderasi Pada Perusahaan Manufaktur Di
Indonesia. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied
Management, 10(1), 70–82. Google Scholar
Sugiyono, M. P. P.,
& Kuantitatif, P. (2009). Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta. Cet.
Vii. Google Scholar
Sumadi, S. (2020). MENAKAR
DAMPAK FENOMENA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERBANKAN SYARIAH. Retrieved from
http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JHES/article/view/8761. Google Scholar
Supervisor. (2022). Dirangkum
dari hasil wawancara dengan Sub Branch Operation Supervisor Bank Muamalat KCP
Tulungagung. Tulungangung. Google Scholar
Thamrin, Husni.
(2021). Analisis dampak covid 19 terhadap kinerja keuangan perbankan syariah di
indonesia. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 4(1),
37–45. Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |