TEORI BELAJAR DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

 

 

Sukatin, Lailatun Nuri, M. Yusril Naddir, Suci Nur Indah Sari, Winda Indriani Y

Fakultas Manajemen Pendidikan Islam, Institut Agama Islam (IAI) Nusantara Batang Hari, Jambi, Indonesia

shukatin@gmail.com, lailatunnuri1308@gmail.com, yusrilc689@gmail.com, sucibulian858@gmail.com, windaindriani1602@gmail.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Juni 2022

10 Juli 2022

28 Juli 2022

Latar Belakang : Dalam dunia pendidikan terdapat berbagai macam metode mengajar yang dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan berbagai hal, seperti situasi dan kondisi kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung, fasilitas yang tersedia, dan sebagainya harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan yang anda dicapai.

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agara tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.

Metode : Dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil : Para guru tentu saja ingin senantiasa meningkatkan diri, untuk meningkatkan mutu belajar, serta menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa sehingga dapat dipahami. selain itu para guru ingin membuat proses pengajaran menjadi fungsional, ini berarti seorang guru harus menguasai metode mengajar .dalam didak tik khusus yang di dalamnya terdapat beberapa teori tentang metode mengajar.  

Kesimpulan : Materi pelajaran yang mudah pun kadang kadang sulit berkembang dan sulit diterima oleh peserta didik karena cara atau metode yang digunakan nya kurang tepat .namun sebaliknya suatu pelajaran yang sulit akan mudah diterima oleh peserta didik, karena penyampaian dan metode yang digunakan mudah dipahami  tepat dan menarik.

 

Kata Kunci : Teori belajar; Strategi pembelajaran; Pembelajaran

 

 

 

 

Abstract

 

Background: In the world of education, there are various kinds of teaching methods that in their use must be adapted to various things, such as the situation and conditions of ongoing teaching and learning activities, available facilities, and so on must be adjusted to the educational goals you achieve.

Objectives: This study aims to find out the learning strategies that must be done by teachers and students so that learning objectives can be achieved effectively and efficiently.

Method: By using the method of collecting observational data, interviews and documentation.

Methods: By using the methods of collecting observational data, interviews and documentation.

Results: Teachers, of course, want to always improve themselves, to improve the quality of learning, and to deliver teaching materials to students so that they can be understood. in addition, the teachers want to make the teaching process functional, this means that a teacher must master the teaching method .in a special didak tik in which there are several theories about teaching methods.

Conclusion: Even easy subject matter is sometimes difficult to develop and difficult for students to accept because the method or methods used are not right.

 

Keywords: Learning theory; Learning strategies; Learning

*Correspondent Author : Sukatin

Email : shukatin@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Metode pembelajaran adalah cara sistematis dalam bentuk konkret berupa langkah-langkah untuk mengefektifkan pelaksanaan suatu pembelajaran. Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat (dan Sunendar, 2011) yang mengatakan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran juga mencapai tujuan yang diinginkan untuk ditentukan. Sementara itu (Sutikno, 2021) berpendapat bahwa pengertian "metode" secara harfiah berarti "cara" metode adalah suatu cara untuk prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya. Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan. Jadi dapat dikatakan Teori belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita semua memahami proses inhern yang kompleks dari belajar.

 

METODE PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah yang diberikan. Penelitian ini berbentuk deskripsi kualitatif yang dimaksud untuk mengetahui teori belajar dan strategi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas belajar dan strategi pembelajaran pada sekolah ditahun ajaran 2021/2022 (Herliani, Boleng, & Maasawet, 2021). Dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini yaitu adalah kepala sekolah dan tenaga pendidik dengan menggunakan strategi pembelajaran diskoveri dengan bimbingan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung, hasil belajar  siswa yang memiliki minat belajar tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat belajar rendah dan  terdapat interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran dengan minat belajar dalam mempengaruhi hasil belajar (Djamaluddin, 2019). Langkah terakhir yang dilakukan yaitu penulis melakukan triagulasi dan keabsahan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.   Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (Suriansyah, Aslamiah, Sulaiman, & Noorhafizah, 2014). Rumusan lain adalah: belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai penghasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dikatakan (Prawira, Zulaikha, Negara, & Ke, 2014) bahwa: menurut komisi pendidikan untuk abad XXI (Subandowo, 2009), bahwa hakikat pendidikan sesungguhnya adalah belajar ( learning). Pendidikan bertumpuh pada 4 pilar menurut (Subandowo, 2009), sebagai berikut: 1) Learning to know, upaya memahami instrumen-instrumen pengetahuan baik sebagai alat maupun sebagai tujuan, 2) learning to do,lebih ditekankan pada bagaimana mengajarkan anak-anak untuk mempraktekkan segala sesuatu yang telah dipelajari dan dapat mengadaptasikan pengetahuan-pengetahuan yang telah diperolehnya tersebut dengan pekerjaan-pekerjaan dimasa depan, 3) learning to live together, leraning to live with other, pada dasarnya manusia adalah mengajarkan, melatih dan membimbing peserta didik agar dapat menciptakan hubungan melalui komunikasi yang baik, menjauhi prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan dan konflik, 4) to learning be, sebagaimana diungkapkan secara tegas oleh komisi pendidikan, bahwa prinsip kontribusi untuk perkembangan seutuhnya setiap orang, jiwa dan raga, intelegensi, kepekaan, rasa etika, tanggung jawab pribadi dan nilai-nilai spiritual. Pendidikan merupakan media bagi setiap individu untuk lebih terarah dalam mengembangkan kehidupan menuju arah yang lebih cerah, arah ini merupakan tujuan hidup masing-masing individu.

Proses ke arah yang lebih cerah tersebut, didukung oleh berbagai temuan dari ranah psikologi yang membuktikan bahwa pendidikan merupakan alat untuk menopang kehidupan manusia secara utuh. Sedangkan di dalam proses pertumbuhan setiap individu, banyak faktor yang mendasari atau pemantik pada suatu proses, yang bisa di istilahkan sebagai faktor internal dan eksternal. Lebih lanjut, manusia yang dibedakan menjadi individu-individu yang unik, pastinya memiliki tujuan dalam menggapai cita-cita lewat tubuh  pendidikan. Maka sudah sepatutnya pendidikan itu menjawab kebutuhan setiap individu dalam menopang setiap proses pembelajaran. Efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran secara otomatis terkait dengan proses interaksi yang mencakup semua hal, maka psikologi hadir sebagai cabang ilmu yang mendukung di dalam pendidikan.  Proses interaksi individu terbentuk di dalam tiga variabel yang tidak bisa dipisah, yaitu kognisif, efektif, dan psikomotorik. Maka di dalam urgensi proses pendidikan, pendidik memegang peranan penting di dalam setiap proses pembelajaran entah di saat atau selesai pembelajaran.

Definisi belajar dapat juga diartikan sebagai segala aktivitas psikis yang dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Belajar merupakan sesuatu yang berproses dan merupakan unsur yang fundamental dalam masing-masing tingkatan pendidikan.  Arti belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut pendapat S. Nasution MA mendefinisikan belajar sebagai perubahan kelakuan, pengalam dan latihan. Jadi belajar membawa suatu perubahan pada diri individu yang belajar. Perubahan ini tidak hanya mengenai  sejumlah pengalaman, pengetahuan, melainkan juga membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, minat, penyesuaian diri. Belajar merupakan upaya untuk mendeskripsikan bagaimana manusia belajar, sehingga membantu kita memahami proses intren yang kompleks dari belajar. Teori belajar berpangkal pada pandangan hakikat manusia, yaitu manusia merupakan organisme yang pasif. Locke menganggap bahwa manusia seperti kertas putih, hendak ditulisi apa kertas itu sangat tergantung pada orang yang menulisnya. Dari padangan ini muncul aliran pelajar behavioristik- elementeristik.

B.   Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien (dan Salim, 2012). Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan sebagai metode pembelajaran tertentu (Mulyono & Wekke, 2018). Dengan kata lain, strategi merupakan ” a plan of operation achieving something”.Tujuan pembelajaran ini adalah agar mahasiswa memiliki kemampuan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Pembelajaran dikatakan sebagai suatu sistem karena pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan, untuk membelajarkan siswa. Proses pembelajaran itu merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai komponen. melalui pemahaman, minimal setiap guru akan memahami puncak tentang tujuan pembelajaran atau hasil yang diharapkan, proses kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan, pemanfaatan setiap komponen dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan dan bagaimana mengetahui keberhasilan pencapaian tersebut. Pembelajaran sebagai suatu sistem dapat membentuk menjadi sistem yang lebih kecil yang memiliki subsistem-subsistem yang lebih kecil misalnya subsistem media, subsistem strategi dan lain sebagainya. 

Salah satu strategi yang paling banyak dibicarakan komunitas pendidikan adalah bukan sekedar memberi informasi berfikir peserta didik, akan tetapi pendidikan juga harus mendorong mereka untuk mengeksplorasi dunianya, menemukan pengetahuan, merenung dan berpikir secara kritis. Pembelajaran yang efektif dan efisien harus melibatkan banyak campur tangan (intervensi) pendidikan tetapi juga harus memberikan waktu yang cukup untuk mengeksplorasi dunia mereka dan menemukan pengetahuan. Strategi pembelajaran termasuk ke dalam ranah perancangan pembelajaran. Strategi pembelajaran sebagai suatu ilmu mengalami perkembangan yang diawali dari dunia militer, dan selanjutnya digunakan dalam lapangan pendidikan dan pembelajaran. Strategi  pembelajaran merupakan pendekatan umum serta serangkaian tindakan yang akan diambil dan digunakan guru untuk memilih beberapa metode pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran. Misalnya strategi pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif peserta didik tentunya tak akan banyak menggunakan metode ceramah akan tetapi metode-metode lainnya seperti seminar, kerja proyek kelompok, tutorial perorangan atau paket-paket belajar mandiri.

Strategi pembelajaran merupakan suatu proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan memotivasi peserta didik untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari hari ( konteks pribadi, sosial, dan kultural) . istilah strategi mula-mula dipakai di kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar. Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain.

 

KESIMPULAN

Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan formal disekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran. Pembelajaran itu sendiri bermakna sebagai upaya untuk membelajarkan seseorang atau kelompok orang melalui berbagai upaya dan berbagi strategi, metode dan pendekatan ke arah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Pada dasarnya pembelajaran itu merupakan kegiatan terencana yang mengkondisikan/merangsang seseorang agar bia belajar dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran guru mempunyai beberapa peran utama yaitu merencanakan pembelajaran , mengevaluasi pembelajaran, dan memberikan umpan balik. Strategi pembelajaran yaitu pendekatan dalam mengelola kegiatan dengan mengintegrasikan urutan kegiatan, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran yang telah ditentukan secara aktif dan efesien. Ada beberapa jenis strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran cooperative learning, strategi pembelajaran problem solving, strategi mengulang, strategi elaborasi dan strategi organisasi. Metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai seperangkat penyampaian pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran, dengan situasi yang sesuai dengan model, pendekatan dan strategi yang telah ditentukan dan adanya guru sebagai pembawa pesan. Ada beberapa jenis metode pembelajaran yaitu ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, metode penguasaan, metode eksperimen dan metode diskusi.

 

BIBLIOGRAFI

 

dan Salim, Haidir. (2012). Strategi Pembelajaran. Medan: Perdana Publishing. Google Scholar

 

dan Sunendar, Iskandarwassid. (2011). Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosda Karya. Google Scholar

 

Djamaluddin, Ahdar. (2019). Wardana, Belajar dan Pembelajaran 4 Pilar Peningkatan Kompetensi Pedagogis. Sulawesi Selatan: CV Kaffah Learning Center. Google Scholar

 

Herliani, M. Pd, Boleng, Didimus Tanah, & Maasawet, Elsye Theodora. (2021). TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN. Penerbit Lakeisha. Google Scholar

 

Mulyono, H., & Wekke, Ismail Suardi. (2018). Strategi Pembelajaran di Abad Digital. Gawe Buku. Gawe Buku. Google Scholar

 

Prawira, Si Ngurah Putu Suta, Zulaikha, Siti, Negara, I. Gusti Agung Oka, & Ke, S. Pd M. (2014). Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Index Card Match Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD. MIMBAR PGSD Undiksha, 2(1). Google Scholar

 

Subandowo, Subandowo. (2009). Peningkatan Produktivitas Guru dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan pada Era Global. Khazanah Pendidikan, 1(2). Google Scholar

 

Suriansyah, Ahmad, Aslamiah, A., Sulaiman, S., & Noorhafizah, N. (2014). Strategi pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Google Scholar

 

Sutikno, M. Sobry. (2021). Strategi Pembelajaran. Penerbit Adab. Google Scholar

 

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).