(Studi Pada Pengguna Aplikasi Shopee
di Kota Medan )
Anggi
Khairunnisa Ginting, Kartini Harahap
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
anggikhairunnisa14@gmail.com, kartiniharahapmsi@yahoo.co.id
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Juni 2022 10 Juli 2022 20 Juli 2022 |
Latar Belakang: Perkembangan teknologi yang terus meningkat mempengaruhi perkembangan bisnis online belakangan ini. Fitur Shopee Live menjadikan Shopee sebagai platform belanja online populer di Indonesia karena memberikan pengalaman baru kepada konsumen untuk berinteraksi langsung dengan penjual dan sesama konsumen dalam melakukan transaksi belanja online. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh direct marketing
dan product quality
terhadap repurchase intention
konsumen pengguna aplikasi Shopee di kota Medan secara parsial dan simultan pada live streaming marketing Shopee Live. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel direct marketing (X1) dan variabel product quality (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel repurchase intention (Y) secara parsial dan simultan. Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan direct marketing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap repurchase intention konsumen. Kata
Kunci : Direct Marketing;
Live Streaming Marketing;
Product Quality; Repurchase Intention |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Perkembangan teknologi yang terus
meningkat mempengaruhi perkembangan bisnis online
belakangan ini. Fitur Shopee Live menjadikan Shopee sebagai platform belanja online
populer di Indonesia karena memberikan pengalaman baru kepada konsumen untuk
berinteraksi langsung dengan penjual dan sesama konsumen dalam melakukan
transaksi belanja online. Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengaruh direct marketing
dan product quality
terhadap repurchase intention
konsumen pengguna aplikasi Shopee di kota Medan secara parsial dan simultan pada live streaming marketing Shopee Live. Methods: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Results: Hasil
penelitian menunjukkan bahwa variabel direct marketing (X1) dan variabel product
quality (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel repurchase intention(Y)
secara parsial dan simultan. Conclusion: Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil
penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan direct marketing berpengaruh positif dan signifikan secara
parsial terhadap repurchase intention
konsumen. Keywords: Direct Marketing; Live
Streaming Marketing; Product Quality; Rrepurchase
Intention; |
|
*Correspondent Author :
Anggi Khairunnisa Ginting
Email : Anggikhairunnisa14@gmail.com
PENDAHULUAN
Internet sudah tidak menjadi hal yang asing
bagi masyarakat di dunia pada era globalisasi yang semakin berkembang. Internet
dapat menghubungkan jutaan pengguna tanpa ada batasan ruang dan waktu. Internet
tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui satu
media melainkan juga sebagai sarana untuk melakukan transaksi jual –beli yang
luas tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Di tengah pandemi COVID-19 saat ini,
terdapat banyak perubahan pada perkembangan bisnis di dunia, khususnya di
Indonesia. Dapat di lihat bahwa perubahan yang
paling spesifik yaitu mengenai digitalisasi bisnis. Era new normal diyakini mempercepat proses digitalisasi untuk
semakin berkembang serta membuka peluang bagi pengusaha untuk merintis bisnis diberbagai sektor (Maria, Yoanita, & Aritonang, 2020).
Menurunnya pendapatan para pelaku bisnis yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19
membuat mereka harus melakukan transformasi untuk menyesuaikan diri dengan era
digital. Perubahan dilakukan dengan mengandalkan kecanggihan teknologi internet
seperti media digital di era revolusi industri 4.0 yang berkembang pesat saat
ini. Perubahan ini terjadi karena arahan pemerintah yang membatasi interaksi
langsung serta menjaga jarak antar masyarakat. Teknologi menjadi solusi yang
efektif dimana segala sesuatu dapat dijangkau dalam
waktu yang singkat serta lebih efisien dengan teknologi. Dengan adanya batasan
dalam melakukan kegiatan dan interaksi secara langsung guna menghindari kontak
fisik dan memutus rantai penyebaran COVID-19, hal ini mengakibatkan
terjadinya peningkatakan
yang cukup signifikan pada jumlah penduduk Indonesia yang terhubung ke
internet. Mayoritas penduduk Indonesia menggunakan internet dalam beraktivitas
dan pemenuhan kebutuhan.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi
Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2020, dapat
dilihat bahwa 73,7% penduduk Indonesia yang telah terhubung ke internet,
mengalami kenaikan sebesar 8,9% dari tahun 2019. Merujuk proyeksi BPS, populasi
Indonesia 2020 adalah 266,9 juta jiwa, sehingga pengguna internet Indonesia
adalah 196,7 juta pengguna. Survei tersebut menggambarkan ada kenaikan jumlah
pengguna internet Indonesia sebesar 8,9% atau setara dengan 25,5 juta pengguna
di tahun ini (Blog.APJII.or.id:2020). Survei
yang dilakukan oleh APJJI (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) juga
menyoroti perilaku pengguna internet khususnya pada masa pandemi COVID19 saat
ini. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pengguna mengakses internet lebih
dari 8 jam dalam 1 hari. Terdapat pergeseran perilaku pengguna selama pandemi,
antara lain dari konten atau media sosial yang di akses. Salah satunya adalah
belanja online. Selama masa pandemi COVID19,belanja online menjadi alternatif
pengguna dalam berbelanja. Produk kecantikan, produk rumah tangga, dan
produk elektronik adalah tiga produk yang banyak dibeli pengguna saat belanja online (Blog.APJII.or.id, 2020). Semakin
banyaknya penduduk Indonesia yang terhubung dan menggunakan internet, maka
semakin besar pula peluang pasar para pebisnis E-commerce
di Indonesia. Indonesia merupakan negara 10 terbesar pertumbuhan e-commerce dengan pertumbuhan 78% dan berada di peringkat
ke-1 (Kemkominfo.go.id,2019).
Era
digitalisasi bisnis ini, pelaku bisnis sudah dimudahkan dalam memasarkan
produk/jasa. Terdapat banyak wadah dan fitur bagi para pelaku bisnis untuk bisa
berinteraksi langsung dengan para pembeli produk/jasa mereka meskipun tidak
berada pada lingkungan fisik yang sama. Salah satunya adalah live streaming marketing, seseorang bisa melakukan siaran langsung melalui
aplikasi tertentu dan berinteraksi dengan penonton secara real-time, terlebih lagi dalam kondisi pandemi COVID 19 saat
ini. Untuk dapat bertahan memenangkan pasar e-commerce
Indonesia, Shopee merilis fitur Live streaming marketing yaitu Shopee Live. Fitur Shopee Live
merupakan salah satu media pemasaran langsung di Shopee.
Sesuai dengan namanya, Shopee Live menjadi cara baru
bagi penjual Shopee untuk melakukan direct marketing yakni berjualan
sekaligus berinteraksi secara langsung dengan pembeli secara live streaming di aplikasi Shopee.
Gambar 1
Keunggulan
Shopee Live
Sumber :
Shopee.co.id (2019)
Saat ini, Shopee
Live menjadi salah satu cara promosi terbaik bagi penjual Shopee untuk melakukan penjualan langsung. Berbagai
keunggulan Shopee Live dirasakan oleh
para penjual mengingat siaran langsung toko mereka bisa dikunjungi hingga
ratusan ribu penonton setiap harinya. Shopee melalui
fitur Shopee Live meraih 2 penghargaan
rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori “Live stream
toko daring terlama & Live stream toko
daring penonton terbanyak” pada tahun 2020. Pada bulan April 2020, penonton Shopee Live mencapai 120 juta kali, meningkat
70% dibandingkan sebelum pandemi COVID19 pada bulan Februari (Canggih.id,2020). Dapat
dilihat bahwa pada pandemi COVID19, antusiasme masyarakat dalam belanja online meningkat. Hal ini menjadi peluang bagi para pelaku
bisnis online yang menggunakan Shopee
sebagai media untuk melakukan penjualan dengan melakukan pemasaran langsung
melalui fitur Shopee Live dalam mempertahankan
pelanggan serta meningkatkan repurchase intention konsumen di tengah pandemi COVID 19.
Pemenuhan kepuasan pelanggan dengan trend pemasaran Live streaming
diharapkan mampu mendorong niat beli kembali konsumen. Hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Wongkitrungrueng,
Dehouche, & Assarut, 2020) menunjukkan
faktor evaluasi produk yaitu kualitas yang dipersepsikan oleh konsumen penting
dalam menentukan minat beli kembali (repurchase
intention) konsumen. Hal tersebut membuktikan
bahwa product quality
menjadi salah satu faktor penentu konsumen melakukan repurchase
intention atas produk/jasa yang mereka beli atau
konsumsi. Hal ini dikarenkan kualitas produk akan
menimbulkan kepuasan konsumen sehingga mempengaruhi minat konsumen untuk
melakukan pembelian ulang (repurchase intention). Berdasarkan uraian latar belakang tersebut,
tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Direct Marketing
dan Product Quality
secara parsial dan silmultan terhadap Repurchase Intention
Pengguna Aplikasi Shopee di Kota Medan pada Live Streaming Marketing Shopee Live.
A.
Direct Marketing
Menurut (Tjiptono
& Chandra, 2017) direct & online marketing merupakan sistem pemasaran interaktif yang
menggunakan berbagai media komunikasi untuk meningkatkan respon
langsung yang sifatnya spesifik dan terukur. Menurut (Kotler
& Armstrong, 2012b) Direct marketing
merupakan hubungan secara langsung secara hati-hati yang ditargetkan kepada
konsumen untuk mendapatkan tanggapan langsung dari keduanya dan dapat memupuk
hubungan baik dengan pelanggan. Menurut Heri dan (Jusmawi
2017) Pemasaran langsung merupakan bentuk
tahapan-tahapan proses implementasi pemasaran yang dimulai dari penyediaan
produk berupa barang/jasa, kemudian dilanjutkan dengan implementasi transaksi
antara penjual dan pembeli, yang membentuk adanya perilaku berupa sikap dan
tanggapan terhadap pemasaran yang diberikan berdasarkan tingkat preferensi,
keyakinan dan tindakan pembelian. Menurut (Lupiyoadi 2016)
Terdapat 6 area /saluran dari direct marketing, yaitu : Direct
Mail, Direct Order, Direct Response, Direct Selling, Telemarketing dan Digital
Marketing. Menurut (Tjiptono
& Chandra, 2017),
terdapat 3 indikator dari pemasaran langsung (direct
marketing): Target Marketing,
Information Access dan Creativity.
B.
Live Streaming Marketing
Menurut (Zhang,
Qin, Wang, & Luo, 2020) Live
streaming Marketing
mengacu pada siaran langsung (online) dalam waktu
nyata yang memfasilitasi komunikasi bisnis ke
bisnis (B to B) atau bisnis ke konsumen (B to C). (Zhang
et al., 2020) juga
menerangkan bahwa Live Streaming Marketing dianggap sebagai tindakan pengecer elektronik
yang mendistribusikan video peristiwa waktu nyata untuk mendorong pertumbuhan
penjualan dengan menciptakan lingkungan interaksi yang intim dengan pelanggan
mereka. Ini adalah layanan terintegrasi yang melibatkan teknologi informasi dan
interaksi sosial.
C.
Product Quality
Menurut (Kotler & Armstrong, 2012a)
kualitas produk adalah karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada
kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan tertulis atau
tersirat. Menurut (Sudaryono, 2016),
kualitas produk didefinisikan sebagai evaluasi menyeluruh pelanggan atas
kebaikan kinerja barang atau jasa. Menurut (Kotler & Keller, 2016)
kualitas produk adalah kemampuan produk untuk memberikan hasil atau kinerja
yang sesuai bahkan melebihi keinginan pelanggan. Menurut (Tjiptono & Chandra, 2017)
kualitas produk memiliki indikator -indikator sebagai berikut : Kinerja (Performance),
Fitur (Feature), Kesesuaian dengan spesifikasi
(Conformance to Spesification), Ketahanan (Durability),
Keandalan (Realibility), Serviceability,
Estetika, Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality).
D.
Repurchase Intention
Menurut (Hasan & SE, 2014)
minat beli ulang merupakan minat pembelian yang di dasarkan atas pengalaman
pembelian yang telah dilakukan sebelumnya. Minat beli ulang yang tinggi
mencerminkan kepuasan yang tinggi dari konsumen. (Putri, 2016) minat
beli ulang merupakan salah satu dari perilaku pembelian konsumen yang mana
terdapat keseuaian antara nilai dari barang atau jasa
yang dapat menghasilkan minat konsumen untuk mengkonsumsinya
lagi di kemudian hari. Keinginan konsumen untuk melakukan pembelian ulang suatu
barang, sebagian besar didasarkan pada rasa percara
dan value yang berkaitan dengan penggunaan
barang tersebut. Menurut (Tjiptono & Chandra, 2017),
repurchase intention
muncul pada konsumen karena konsumen sudah pernah melakukan pembelian pada
waktu sebelumnya. Menurut Ali (Hasan & SE, 2014)minat
beli ulang (repurchase intention)
dapat diidentifikasikan melalui indikator-indikator diantaranya:
Minat Transaksional, Minat Referensial, Minat Preferensial dan Minat Eksploratif.
E.
Kerangka Berpikir
Gambar 2
Kerangka
Berpikir
Sumber :
Peneliti (2021)
METODE PENELITIAN
Bentuk penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan
asosiatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk
meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan (dalam Sugiyono, 2017).
Pada kondisi ditengah pandemi COVID-19, peneliti
memutuskan untuk menyebarkan kuesioner penelitian ini melalui google form dan disebarkan kepada
masyarakat kota Medan yang merupakan pengguna aplikasi Shopee
dan memenuhi kriteria responden yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Juni 2021. Penelitian ini berlangsung di kota Medan, Sumatera Utara.
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengguna aplikasi Shopee di Kota Medan. Jumlah populasi pengguna aplikasi Shopee di kota Medan belum pernah dilakukan pengukuran
sehingga jumlah populasi tidak diketahui secara pasti. Jumlah sampel yang akan
digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden.
Adapun sumber data yang
didapat dari penelitian ini adalah: Data
Primer, Data primer merupakan data yang diperoleh dari responden penelitian
dengan menggunakan alat pengukuran berupa kuesioner melalui google
form. Data Sekunder, penelitian ini menggunakan data
sekunder yang diperoleh dari studi pustaka, penelitian terdahulu, buku, jurnal
dan website yang terkait dengan penelitian ini. Skala
pengukuran data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert, yaitu untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi,
seseorang atau sekelompok orang dalam menilai Repurchase
Intention pengguna aplikasi Shopee
di Kota Medan pada fitur Shopee Live.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Uji Instrumen
1. Uji Validitas
Uji validitas pernyataan kuesioner untuk Variabel
Kebudayaan, Sosial, Pribadi, Psikologis, dan Keputusan Pembelian menggunakan rtabel sebesar 0,1966 dengan jumlah 100 responden. Sehingga
pernyataan setiap variabel ini akan valid jika rhitung
>0,1966. Hasil dari uji validitas disajikan pada tabel 2, sebagai berikut:
Tabel 1
Uji Validitas
|
Variabel |
Pernyataan |
rhitung |
rtabel |
Keterangan |
|
Direct Marketing |
X1.1 |
0,579 |
0,196 |
Valid |
|
X1.2 |
0,706 |
|||
|
X1.3 |
0,653 |
|||
|
X1.4 |
0,758 |
|||
|
X1.5 |
0,782 |
|||
|
X1.6 |
0,801 |
|||
|
X1.7 |
0,742 |
|||
|
X1.8 |
0,779 |
|||
|
X1.9 |
0,663 |
|||
|
Product Quality |
X2.1 |
0,712 |
||
|
X2.2 |
0,810 |
|||
|
X2.3 |
0,693 |
|||
|
X2.4 |
0,782 |
|||
|
X2.5 |
0,771 |
|||
|
X2.6 |
0,592 |
|||
|
X2.7 |
0,791 |
|||
|
X2.8 |
0,760 |
|||
|
X2.9 |
0,743 |
|||
|
X2.10 |
0,736 |
|||
|
X2.11 |
0,770 |
|||
|
X2.12 |
0,770 |
|||
|
X2.13 |
0,750 |
|||
|
X2.14 |
0,767 |
|||
|
X2.15 |
0,788 |
|||
|
X2.16 |
0,772 |
|||
|
Repurchase Intention |
Y1 |
0,821 |
||
|
Y2 |
0,831 |
|||
|
Y3 |
0,738 |
|||
|
Y4 |
0,763 |
|||
|
Y5 |
0,808 |
|||
|
Y6 |
0,773 |
|||
|
Y7 |
0,702 |
|||
|
Y8 |
0,680 |
Sumber : Peneliti (2021)
Tabel 1 menunjukan bahwa
variabel Direct Marketing,
Product Quality dan Repurchase Intention
untuk setiap item pernyataannya adalah valid. Sehingga setiap pernyataan
masing-masing variabel tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur pada
penelitian ini.
2. Uji Reliabilitas
Tabel 2
Hasil Uji Reliabilitas
|
Reliability Statistics |
||
|
Variabel |
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
Direct Marketing |
.886 |
9 |
|
Product Quality |
.948 |
16 |
|
Repurchase Intention |
.899 |
8 |
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan tabel 2, Uji Reliabilitas variabel Direct Marketing, Product Quality, dan Repurchase Intention
menunjukan bahwa nilai koefisien reliabilitas
terhadap setiap item mendapatkan hasil sebesar 0.886, 0.948, dan 0.899. Hasil
ini lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap item
pernyataan variabel Direct Marketing, Product Quality dan Repurchase
Intention dalam penelitian ini reliabel.
B. Uji Asumsi Klasik
1.
Uji Normalitas
Tabel 3
Hasil Uji Normalitas- Kolmogorov Smirnov
|
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test |
||
|
|
Unstandardized Residual |
|
|
N |
100 |
|
|
Normal
Parametersa,b |
Mean |
.0000000 |
|
Std. Deviation |
2.25843038 |
|
|
Most Extreme Differences |
Absolute |
.073 |
|
Positive |
.048 |
|
|
Negative |
-.073 |
|
|
Test Statistic |
.073 |
|
|
Asymp. Sig. (2-tailed) |
.200c,d |
|
|
a. Test distribution is Normal. |
||
|
b. Calculated from data. |
||
|
c. Lilliefors Significance Correction. |
||
|
d. This is a lower
bound of the true significance. |
||
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 3 dapat
dilihat bahwa nilai Asymp. Sig
pada uji Kolmogorov – Smirnov
sebesar 0,200. Nilai tersebut memenuhi ketentuan untuk menyatakan kenormalan data, yaitu nilai Asymp.
Sig harus lebih besar dari 0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa data yang digunakan terdistribusi dengan normal.
2.
Uji Multikolinearitas
Tabel 4
Hasil Uji Multikolinearitas
|
Coefficientsa |
||||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
Collinearity Statistics |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
||||
|
1 |
(Constant) |
-.270 |
1.721 |
|
-.157 |
.876 |
|
|
|
Direct Marketing |
.354 |
.093 |
.369 |
3.820 |
.000 |
.236 |
4.238 |
|
|
Product Quality |
.298 |
.053 |
.546 |
5.653 |
.000 |
.236 |
4.238 |
|
|
a. Dependent Variable: Repurchase Intention |
||||||||
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan tabel 4
diatas dapat dilihat bahwa nilai Tolerance untuk variabel Direct Marketing dan Product Quality sebesar 0,236 yang berarti lebih besar dari >
0,10 dan nilai VIF sebesar 4,238 yang berarti lebih kecil daripada < 10,00.
Pada hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas atau tidak adanya interkorelasi
antar variabel independen serta model regresi dikatakan layak dan dapat
digunakan untuk persamaan regresi.
3.
Uji Heteroskedastisitas
Gambar 3
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat bahwa titik-titik data
menyebar secara abstrak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Titik-titik
data juga menyebar di area atas dan bawah garis 0 (nol) sehingga dapat dilihat
bahwa data tersebar secara acak. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak
terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi
dalam penelitian ini.
C. Analisis Regresi Linear
Berganda
Tabel 5
Hasil Regresi
Linear Berganda
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-.270 |
1.721 |
|
-.157 |
.876 |
|
Direct Marketing |
.354 |
.093 |
.369 |
3.820 |
.000 |
|
|
Product Quality |
.298 |
.053 |
.546 |
5.653 |
.000 |
|
|
a. Dependent Variable: Repurchase Intention |
||||||
Sumber :
Peneliti (2021)
Berdasarkan tabel 5 hasil uji regresi diatas,
model analisis regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini
dapat dirumuskan sebagai berikut :
Y = ɑ + b1.X1+ b1.X2
Y= -270 + 0,354X1 + 0,298X2
Pada persamaan regresi tersebut dapat disimpulkan:
1) Koefisien konstanta
sebesar -270 yang berarti jika nilai variabel independen Direct
Marketing (X1) dan Product
Quality (X2) adalah nol, maka nilai Repurchase Intention
akan tetap sebesar -270.
2) Nilai koefisien regresi Direct Marketing
(X1 ) sebesar 0,354 yang berarti setiap kenaikan variabel Direct
Marketing (X1) sebesar satu satuan, maka variabel
Repurchase Intention
(Y) mengalami peningkatan sebesar 0,354. Nilai variabel direct
marketing (X1) terhadap variabel Repurchase Intention
(Y) bernilai positif, artinya semakin tinggi nilai variabel X1, maka semakin
tinggi pula nilai variabel Y.
3) Nilai Koefisien regresi Product Quality
(X2) sebesar 0,298 yang berarti setiap kenaikan variabel Product
Quality (X2) setiap satu satuan, maka variabel Repurchase Intention
(Y) mengalami peningkatan sebesar 0,298. Nilai variabel Direct
Marketing (X2) terhadap variabel Repurchase Intention
(Y) bernilai positif, artinya semakin tinggi nilai variabel Direct
Marketing (X1)
maka semakin tinggi pula nilai variabel Repurchase
Intention (Y).
D. Uji Hipotesis
1.
Uji Parsial (T)
Tabel 6
Hasil Uji Parsial (T)
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-.270 |
1.721 |
|
-.157 |
.876 |
|
Direct Marketing |
.354 |
.093 |
.369 |
3.820 |
.000 |
|
|
Product Quality |
.298 |
.053 |
.546 |
5.653 |
.000 |
|
|
a. Dependent Variable: Repurchase Intention |
||||||
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan hasil Uji T
dengan menggunakan program SPSS (Statistical
Product and Service Solutions) pada tabel 6 diatas,
dapat dilihat bahwa :
1.
Variabel Direct Marketing (X1) berpengaruh secara parsial terhadap
Variabel Repurchase Intention
(Y). hal ini dapat dilihat dari nilai nilai thitung sebesar 3,820 dimana
nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel yaitu sebesar 1,984 (3,820 > 1,984) dengan nilai
signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan koefisien regresi
bernilai positif sebesar 0,354. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Direct Marketing
(X1) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan Repurchase
Intention (Y). Pada hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa Ha1 diterima.
2.
Variabel Product Quality (X2) berpengaruh secara parsial terhadap
Variabel Repurchase Intention
(Y). hal ini dapat dilihat dari nilai nilai thitung sebesar 5,653 dimana
nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel yaitu sebesar 1,984 (5,653 > 1,984) dengan nilai
signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan koefisien regresi
bernilai positif sebesar 0,298. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Product Quality
(X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Repurchase
Intention (Y). Pada hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa Ha2 diterima.
2.
Uji Simultan (F)
Tabel 7
Hasil Uji Simultan (F)
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
1859.960 |
2 |
929.980 |
178.647 |
.000b |
|
Residual |
504.950 |
97 |
5.206 |
|
|
|
|
Total |
2364.910 |
99 |
|
|
|
|
|
a. Dependent
Variable: Repurchase Intention |
||||||
|
b. Predictors:
(Constant), Product Quality, Direct Marketing |
||||||
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 7 dapat
dilihat bahwa nilai Fhitung yang diperoleh sebesar
178,647, yang berarti nilai Fhitung lebih besar
dibandingkan nilai Ftabel, yaitu 178,647 > 3,09
atau berdasarkan nilai signifikansi. yaitu 0,000 < 0,05. Hasil tersebut
berarti bahwa variabel independen yakni Direct
Marketing (X1) dan Product
Quality (X2) berpengaruh secara bersama-sama
(simultan) terhadap variabel dependen yaitu Repurchase
Intention (Y). berdasarkan hasil tersebut, dapat
disimpulkan bahwa Ha3 diterima.
E. Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 8
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
|
Model Summaryb |
|||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
Durbin-Watson |
|
1 |
.887a |
.786 |
.782 |
2.282 |
1.931 |
|
a. Predictors:
(Constant), Product Quality, Direct Marketing |
|||||
|
b. Dependent
Variable: Repurchase Intention |
|||||
Sumber : Peneliti (2021)
Berdasarkan hasil uji R2
pada tabel 8,dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi pada kolom R
sebesar 0,887 (88,7%), dimana nilai koefisien
korelasi menunjukkan hubungan antara Direct
Marketing dan Product
Quality terhadap Repurchase
Intention cukup kuat. Nilai koefisien determinasi
atau nilai R Square menunjukkan bahwa variabel Repurchase Intention
sebesar 78,6% dapat dijelaskan oleh variabel Direct
Marketing dan Product Quality,
sedangkan sisanya sebesar 21,4%
dipengaruhi oleh variabel lain seperti diskon, motivasi konsumen,
kualitas pelayanan dan variabel lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.
a. Direct Marketing
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase
Intention
Berdasarkan perhitungan
hasil uji parsial (uji T), diperoleh hasil bahwa direct
marketing berpengaruh positif dan signifikan
terhadap repurchase intention.
Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel direct
marketing yaitu Sig.
0,000< 0,05 dan nilai thitung sebesar 3,820 > ttabel 1,984. Hal
ini menunjukkan bahwa Ha1 diterima, yaitu direct
marketing berpengaruh terhadap repurchase intention.
Apabila direct marketing
meningkat maka repurchase intenion (minat beli ulang) konsumen juga dapat
meningkat. Minat beli ulang dipengaruhi oleh faktor kepuasan atas pelayanan
yang diberikan. Bagaimana pengalaman yang dialami konsumen dalam berbelanja online saat memperoleh akses informasi produk, merasa
nyaman dan senang dengan kreativitas penjual melakukan pelayanan, kesesuaian
dengan sasaran pemasaran yang diberikan dipercaya dapat meningkatkan minat
konsumen dalam melakukan pembelian berulang (repurchase
intention). Oleh karena itu, direct
marketing dengan live streaming mampu meingkatkan minat
beli ulang konsumen dalam berbelanja online karena
hal ini dipercaya dapat mengurangi kekhwatarian dan
ketidakpastian atas kesesuaian produk yang ditawarkan.
b. Product Quality berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Repurchase Intention
Berdasarkan perhitungan
hasil uji parsial (uji T), diperoleh hasil bahwa product
quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention
pada live streaming
marketing Shopee Live
pengguna aplikasi Shopee di kota Medan. Hal ini dapat
dilihat dari nilai signifikansi variabel product quality yaitu Sig. 0,000< 0,05
dan nilai thitung sebesar 5,653 > ttabel 1,984. Hal
ini menunjukkan bahwa Ha2 diterima, yaitu product quality berpengaruh terhadap repurchase
intention pada live streaming marketing Shopee Live pengguna aplikasi Shopee
di kota Medan. Apabila product quality
meningkat maka repurchase intenion
(minat beli ulang) konsumen juga dapat meningkat.
c.
Direct Marketing dan Product Quality Berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention
Berdasarkan perhitungan
hasil uji simultan (uji F), dapat dilihat bahwa nilai Fhitung
yang diperoleh lebih besar dibandingkan nilai Ftabel,
yaitu 178,647 > 3,09 atau berdasarkan nilai signifikansi. yaitu 0,000 <
0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel independen yakni direct marketing (X1) dan product quality (X2) berpengaruh
secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen yaitu repurchase intention (Y). selain
itu, diperoleh hasil nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0,887 (88,7%), dimana nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan antara
direct marketing dan product quality terhadap repurchase intention cukup kuat.
Sedangkan nilai R Square sebesar 0,786. Ini
menunjukkan bahwa direct marketing
dan product quality
mempengaruhi repurchase intention
konsumen sebesar 78,6% sedangkan sisanya sebesar 21,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
dibahas pada penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa Ha3 diterima, yaitu direct marketing
dan product quality
berpengaruh terhadap repurchase intention
pengguna aplikasi Shopee di kota Medan pada live streaming marketing Shopee Live.
KESIMPULAN
dalam Sugiyono, Suriasumantri. (2017). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV. Google
Scholar
Hasan, Ali, & SE,
M. M. (2014). Marketing dan Kasus-kasus Pilihan (Cetakan Kedua). Yogyakarta:
CAPS (Center for Academic Publishing Service). Google Scholar
Kotler, Philip, &
Armstrong, Gary. (2012a). Principles of marketing 14th edition. New Jearsey:
Pearson Education Inc, 67. Google Scholar
Kotler, Philip, &
Armstrong, Gary. (2012b). Prinsip-Prinsip Pemasaran Edisi 12 penerbit Erlangga.
Kotler, P. Dan K. Google Scholar
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2016). Manajemen Pemasaran Edisi Ke-12 Jilid Pertama. Jakarta
(ID): Indeks. Google Scholar
Maria, Franzisca
Irenne, Yoanita, Desi, & Aritonang, Agusly Irawan. (2020). Analisis Framing
Pemberitaan Afiliasi Politik Basuki Tjahaja Purnama di Tirto. id, Kompas. com,
dan Liputan6. com. Jurnal E-Komunikasi, 8(1). Google
Scholar
Putri, Laurensia
Hanjani. (2016). Faktor-Faktor yang mempengaruhi minat pembelian ulang konsumen
terhadap produk naget delicy. PERFORMA: Jurnal Manajemen Dan Start-Up Bisnis,
1(2), 162–170. Google Scholar
Sudaryono, Dr. (2016).
Manajemen Pemasaran teori dan implementasi. Yogyakarta: Andi. Google
Scholar
Tjiptono, F., &
Chandra, G. (2017). Pemasaran Strategik: Mengupas Pemasaran Strategik,
Branding Strategik, Customer Satisfaction, Strategi Kompetitif Hingga
E-Marketing. Andi Offset. Google Scholar
Wongkitrungrueng,
Apiradee, Dehouche, Nassim, & Assarut, Nuttapol. (2020). Live streaming
commerce from the sellers’ perspective: implications for online relationship
marketing. Journal of Marketing Management, 36(5–6), 488–518. Google
Scholar
Zhang, Min, Qin, Fang,
Wang, G. Alan, & Luo, Cheng. (2020). The impact of live video streaming on
online purchase intention. The Service Industries Journal, 40(9–10),
656–681. Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |