EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN ENTERPRENEURSHIP
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palembang,
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Juni 2022 10 Juli 2022 20 Juli 2022 |
Latar Belakang : Penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian Tesis penulis sendiri pada penyelesaian studi pendidikan pada Magister di STISIPOL (Sekolah Tinggi Ilmu Politis) Candra Dimuka. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palembang. Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan survey, yakni penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat pengumpul data uang utama. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa : Pada aspek input, materi pembelajaran sudah efektif dikembangkan melalui pelaksanaan Pendidikan entrepreneurship di MTs Negeri 1 Palembang, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Keterampilan. Kesimpulan : Kesimpulannya, Pada aspek output, peningkatan kreatifitas berpikir siswa belum terlihat, ketergantungan pada ide guru masih terjadi, sedangkan peningkatan pola piker dan jiwa entrepreneur secara bertahap sudah ada peningkatan. Kata
Kunci : Efektivitas; Pelaksanaan;
Pendidikan Enterpreneurship |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: This research is based on the results of the
author's own thesis research on the completion of educational studies at the
Masters at STISIPOL (College of Political Sciences) Candra Dimu muka. Objectives: The purpose of this study
was to determine the effectiveness of the implementation of entrepreneurship
education in Madrasah Tsanawiyah Negeri 1
Palembang. Methods: The research method used
in this study is a qualitative method with a survey approach, namely research
that takes data using interviews as the main money data collection tool. Results: Based on the results of the research and
discussion above, it can be concluded that: In the input aspect, learning
materials have been effectively developed through the implementation of
entrepreneurship education in MTs Negeri 1 Palembang, especially in the
subject of Skills Education. Conclusion: In conclusion, In the
output aspect, the increase in students' thinking creativity has not been
seen, dependence on the teacher's ideas is still occurring, while the gradual
increase in the pattern of piker and entrepreneurial spirit has increased. Keywords: Effectiveness;
Implementation; Entrepreneurship Education |
|
*Correspondent Author :
Arnaini
Email : arnainisaiful123@gmail.com
PENDAHULUAN
Negara
yang maju, adalah banyak pendudukan tamat jenjang pendidikan mengah dan tinggi,
maka masyarakat mampu mandiri sebagai wira usaha, oleh karena itu mereka makmur
dan tidak membebani Negara, karena mereka bekerja sebagai wira usahawan dan
dapat membuka lapangan pekerjaan bukan untuk dirinya sendiri tetapi buat orang
lain, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah karena kemampuan yang
terbatas, disinilah enterpreneurship
menjadi daya dukung menuju kemakmuran suatu
Negera, demikian juga Indonesia. Wirausaha (entrepreneur) memegang peranan yang sangat penting dalam
memajukan ekonomi suatu negara. Banyaknya jumlah entrepreneur
(wirausaha) yang dimiliki oleh suatu negara, maka dua indikator penting dalam
suatu negara maju dan makmur secara ekonomi akan terpenuhi, yaitu rendahnya
angka pengangguran dan tingginya devisa terutama dari hasil barang-barang
ekspor yang dihasilkan.
Wirausaha
merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha
itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan
Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga
persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi
suksesnya pembangunan. Kewirausahaan bukan merupakan bakat yang dibawa sejak
lahir tetapi merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan diajarkan. Di negara
Indonesia pengetahuan kewirausahaan sudah diajarkan di sekolah dasar, sekolah
menengah, perguruan tinggi dan di berbagai kursus bisnis. Stratefi
pelaksanaan kewirausahaan harus dilaksanakan sejak anak masih balita
dengan jalan membiasakan mereka mematuhi peraturan yang
baik, benar, jujur, dan adil. (Narwanti, 2011)
Permasalahan di dalam penelitian ini adalah: rendahnya keadaan minat siswa
untuk mau mengembangkan potensi diri merka yang
mereka miliki di dalam menusai aspek entrepreneurship, bila diperhatikan dari sisi dana yang
dimiliki untuk dapat melaksanakan pengajaran dan pelatihan jiwa wirausaha siswa
agar untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki di dapal
prinsip prinsip wirausaha, dan pelaksanaan pendidikan
entrepreneurship belum disapaikan
bagaimana penerpan prinsip-prinsip pengembangan
usaha, hal itu terbatas pada pengetahuan belaka pada siswa, belum menjadi
internalisasi prinsip prinsip wirausaha dengan
menerapkan prinsip itu yang telah dimiliki siswa dari proses pembalajaran pada dunia usaha (Ir Ciputra, 2013).
Perspektif
pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei, yakni
penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat pengumpul
data yang utama. Para pelaku entrepreneur adalah
menjadi prasyarat kemajuan dan kemakmuran, bangsa, karena jumlah pengangguran
dalam kendali pemerintah. Telah dilakukan suatu pengamatan lapangan di lokasi
penelitian, didapat data peserta didik di lokasi yang cenderung menunjukan keinginannya pada bidang bidang
entrepreneurship dianatarnya adalah sebagai berikut ini.
|
No |
Bidang usaha |
Peminat |
|
A B C D |
Pembuatan pupuk kompos
dari sampah Pembuatan biogas dari sampah Membuat VCO dari kelapa Kerajinan tangan dari barang bekas |
25% 17% 23% 35% |
|
|
Jumlah peserta didik yang diminta pendapatnya pada pilihan jawaban |
100% |
Sumber
data: Pengamatan pada 100 orang peserta didik di MTs
Negeri 1 Palembang
MTsN 1
Palembang, pembelajaran mengenai entrepreneurship
telah berjalan, karena pada materi ajar hal ini, maka itu pula bahwa kewirausahaan
menjadi perhatian dan
dikembangkan pada pembelajaran. Dari apa yang telah dijelaskan di atas, maka
penelitian ini di berjudul : “Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan Enterpreneurship di MTsN 1 Palembang” (Rahmah, Nelisa, & Marlini, 2011).
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang
digunakan adalah metode kualitatif, yaitu data yang ditemukan adalah data
mengenai pendapat responden penelitian, mengenai semangat untuk melakukan
usaha. Usaha itu misalnya usaha membuat pupuk kompos, atau kerajinan membuat
berbagai souvenir sebagai cindera
mata para wisatawan baik wisatawan local dan
wisatawan manca negara. Metode penelitian itu,
dilakukan adalah untuk mencapai tujuan penelitian ini itu sendiri, yaitu untuk
mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan entrepreneurship
di lokasi (A. Ciputra & Tanan, 2011).
Penelitian ini menggunakan suatu metode kualitatif, pelaksanaan metode kualitatig kali memakai pendekatan survey,
yakni penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat
pengumpulan data yang utama. Selain metode wawancara, pendekatan metode yang
juga digunakan adalah metode kepustakaan,
yaitu menemukan pendapat ahli pada buku sebagai referensi dalam
penelitian. tertentu. Guna menguatkan data yang ditemukan, maka pedekatan metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh
data tentang nama nama siswa guru dan nama pimpinan
lembaga ini.
Adapun hasil penelitian yang
diharapkan adalah hal hal yang berkaitan pada aspek input, aspek ini meliputi hal hal,
yaitu materi ajar, sarana prasarana pendukung. Pada aspek proses, aspek ini
meliputi hal hal, yaitu kreatif siswa, pendampingan,
pada pelaksanaan pendidikan entrepreneurship bagi
siswa (Dees, 1998).
Pada aspek output, aspek ini meliputi hal hal, yaitu ide guru dengan entrepreneur
(Putra, 2011).
Data itu, diperoleh dari guru, siswa, pimpinan, dengan melakukan wawancara dan
sebagai metode dokumenasi, berupa nama siswa dan guru
yang mengajar. Semua data yang diperoleh akan dilakukan analisis data hasil
penelitian yang diperoleh yang dikumpulkan dari sumber data, karena dengan cara
itu nantinya hasil data penelitian ini dapat di peroleh,
sedemikian yang dapat memberikan informasi yang benar mengenai keadaan
sebenarnya mengenai efektivitas pendidikan kewirwusahaan
itu pada siswanya, hingga siswanya memiliki persepsi yang baik mengenai
persepsi kewirausahaan bagi dirinya untuk masa depan nantinya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini mengumpulkan data untuk mengetahui
pendidikan entrepreneurship di lokasi yang menjadi tempat penelitian (Permana et al., 2021).
Data yabg dikumpulkan adalah data mengenai hal hal diantaranya, adalah data
penelitian tentang semangat kejiwaan yang kreatif, dan juga data mengenai sikap
yang bersifat inovatisi. Pada pendidikan enterpreneuship yang dilakukan, telah dapat mencapai target
yang diinginkan, seperti makna dari entrepreneurship,
dimana datanya dikumpulkan dengan metode penelitian
yang disebutkan di atas tadi, kalau target tercapai maka pendidikan enterprneurship yang dimaksud itu dapat dikatakan efektif,
karena telah mencapai target pendidikan enterpreneursif,
maka jika itu terjadi disimpulkan pendidikan enterprenurship
itu, adalah efektivif. Efektivitas dalam tinjaan teori, aktifitas telah
mencapai target yang ditetapkan, Sebagai ciri ukuran efektif itu aneka ragam,
dalam hal ciri mengukur efektif tidaknya suatu proses yang telah dilakukan. Hal
penelaahan suatu teori efektivitas, sutau penelitian
yang melibatkan teori efektivitas. Efektivitas suatu hal diartikan sebagai
keberhasilan dalam pencapaian target atau tujuan yuang
telah ditetapkan.
Efektivitas memiliki beragam jenis, salah satunya adalah
efektivitas organisasi. Sama halnya dengan teori efektivotas
secara umum, para ahli pun memiliki beragam pandangan terkait dengan konsep
efektivitas organisasi. Menurut Ndraha,
misalnya menyatakan bahwa : “Efektivitas organisasi adalah tingkat
keberhasilan pencapaian tujuan organisasi (target) atau dengan rumus E = R/T.
E:Efektivitas, R”Realisasi, T:Target. R adalah proses
dalam hal ini proses produksi, dan setiap proses terdiri dari input, throughput dan output (Ariyanto, 2015).
Jika makna efektivitas dari teori tersebut, maka efektivitas merupakan
penilaian terhadap kaitan sasaran yang direncanakan dengan realisasi yang
dicapai. Realisasi merupakan sebuah proses yang terdiri dari input, proses, dan output. Umunya
teori efektivitas organisasi masih terkait dengan targetan dan tujuan
organisasi, walaupun indicator penilaian pencapaian
target tersebut berbeda-beda.
Menurut Steers misalnya
menyatakan : “Makin rasional suatu
organisasi, makin besar upayanya pada kegiatan yang mengarah ke tujuan. Makin
besar kemajuan yang diperoleh ke arah tujuan, organisasi makin efektif pula.
Efektivitas dipandang sebagai tujuan akhir organisasi” (Gill, Owens, Fent, & Fulton, 1979).
Pernyataan Steers menegaskan bahwa, efektivitas
adalah tujuan akhir dari suatu organisasi. Organisasi-organisasi yang rasional,
akan mengarahkan segala tindakannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan
ditetapkan oleh organisasi. Steers menambahkan, bahwa
cara yang terbaik untuk meneliti efektivitas ialah memperhatikan secara
serempak tiga buah konsep yang saling berhubungan : (1) faham
mengenai optimasi tujua, (2) perspektif sistematika,
dan (3) tekanan pada segi perilaku menusia dalam
susunan organisasi (Gill et al., 1979).
Selanjutnya, Steers melihat
bahwa, penilaian efektivitas terkait pada tiga hal yaitu pemahaman terhadap
optimasi tujuan organisasi, mengetahui perspektif sistematika, dan penekanan
pada segi perilaku manusia dalam susunan organisasi. Ketiga hal ini adalah satu
kesatuan yang membangun efektivitas. Agar dapat diukur, target harus dideduksi
atau dijabarkan dari tujuan yang paling abstrak atau universal ke tujuan yang
paling konkret. Selanjutnya, Steers berpendapat
bahwa: “Tujuan tidak diperlakukan
sebagai keadaan akhir yang statis, tetapi sebagai seseuatu
yang dapat berubah dalam perjalanan waktu. Lagipula,
tercapainya tujuan-tujuan jangka pendek tertentu dapat mempersembahkan
masukan-masukan (faktor-faktor produksi) baru demi penentuan tujuan berikutnya.
Jadi, tujuan mengikuti suatu daur dalam organisasi bila kita memakai perspektif
system” (Gill et al., 1979).
Pernyataan Steers di atas menunjukkan bahwa,
organisasi harus memiliki tujuan utama yang berjangka Panjang. Inilah yang
dijadikan visi oleh organisasi. Tujuan ini tidak statis, artinya bisa dirubah sering perkembangan jalannya organisasi. Selain
memiliki tujuan jangka Panjang, organisasi perlu juga membuat tujuan-tujuan
jangka pendek yang disesuaikan dengan pencapaian tujuan jangka panjang. Tujuan
jangka pendek ini bisa jadi mempengaruhi tujuan jangka panjang.
Menurut (Handoko, 2006),
Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan kemampuan untuk memilih
tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam kamus besar Bahasa
Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti kegiatan yang
bisa memberikan hasil yang memuaskan, dapat dikatakan juga bahwa efektivitas
merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dihasilkan, dan menunjukkan
derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai.
Jadi pengertian efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan / disebabkan oleh
adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat
keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan. Pengertian
efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu
tujuan yang terlenih dahulu ditentukan. Hal tersebut
sesuai dengan pengertian efektivitas menurut (Rahmat Hidayat, 1996)
yang menjelaskan bahwa : “Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyartakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan
waktu) telah tercapai. Dimana makin besar persentase
target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya”.
Sedangkan penegrtian
efektivitas menurut (Ranganathan et al., 1996)
adalah sebagai berikut : “efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (OA) dengan output realisasi atau sesungguhnya (OS), jika (OA) >
(OS) disebut efektif”. Adapun pengertian efektivitas menurut (Saksono, 1994)
adalah : “Efektivitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan
output yang dicapai dengan output
yang diharapkan dari sejumlah input”. Hasil data
hasil penelitian mengenai aspek ini,
yaitu :
1) Pada aspek input, materi pembelajaran sudah efektif dikembangkan
melalui pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang, terutama pada mata pelajaran Seni Budya dan keterampilan. Selain itu sarana prasarana yang
ada sudah dapat mendukung pelaksanaan pendidikan entrepreneurship
tersebut.
2) Pada aspek proses,
keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa belum optimal dapat
dikembangkan, proses pembimbingan dan pendampingan
sudah dilakukan oleh guru pembina, namun siswa masih ketergantungan pada ide
gurunya, kendatipun pelaksanaan pendidikan entrepreneurship
difokuskan pada pembelajaran pola pikir siswa.
3) Pada aspek output, peningkatan kreativitas berpikir siswa belum
terlihat, ketergantungan pada ide guru, sedangkan peningkatan pola pikir dan
jiwa entrepreneur
sudah ada pada jiwa siswa yang setelah ikut pembelajaran tentang
wirausaha tersebut.
Dari hasil
metode wawancara dengan informan menunjukkan di peroleh
data bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di
MTs Negeri 1 Palembang secara keseluruhan sudah
berdampak positif bagi sebagian siswa sebagai warga madrasah, bentuk dalam
rekapitulasi sebagai berikut :
Tabel 4
Rekapitulasi Data Hasil Penelitian
|
No |
Dimensi |
Indikator |
Hasil |
|
1. |
Input |
· Materi pembelajaran · Sarana prasarana · Anggaran |
· Sudah efektif untuk dikembangkan · Sudah efektif dalam mendukung pelaksanaan pendidikan entrepreneurship ·
Sudah efektif
karena anggaran sehemat mungkin |
|
2. |
Proses |
· Keterampilan berpikir kreatif dan kritis · Membentuk pola pikir entrepreneur · Pembimbingan dan pendampingan |
· Belum
efektif, siswa belum berpikir kreatif, masih mengharapkan ide dari gurunya · Sudah efektif dalam membentuk pola pikir siswa ·
Sudah edektif
dilakukan oleh guru pembina ekskul |
|
3. |
Output |
· Peningkatan kreativitas berpikir · Peningkatan pola pikir dan jiwa entrepreneur · Keterlibatan peserta didik |
· Belum
efektif terlaksana, siswa belum kreatif,
masih tergantung pada ide
guru · Secara bertahap sudah ada peningkatan ·
Baru sebatas dalam kegiatan promosi saja |
Dari hasil rekapitulasi di
atas, dapat dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship
di MTs Negeri 1 Palembang sudah berdampak positif
tumbuh dan berkembangnya jiwa entrepreneur di
madrasah (Quantum Leap Ciputra, 2008).
Dari hasil penelitian di atas sudah sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini
sejalan dengan pendapat dari (Roy, Smith, Anwar, & Elsworth, 2006)
dalam bukunya: “Pendidikan Kecakapan Hidup”, menjelaskan bahwa : “ ... perubahan sikap dan perilaku manusia
merupakan kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada tujuan yang pasti,
aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. Oleh
karena itu, apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu,
maka itu berarti ia telah mendapatkan tujuan sebelumnya dan berupaya untuk
memahami tujuan yang akan dicapai ... ”. Dari hasil penelitian dan pendapat
para ahli di atas dapat dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1
Palembang memerlukan kesadaran yang muncul dari dalam diri dan siswa yang ada
di madrasah tersebut, agar diperoleh hasil yang optimal sehingga pelaksanaan
kegiatan menjadi efektif. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat
dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship
di MTsN 1 Palembang sudah memberikan pengaruh positif
bagi siswa.Hal ini sesuai dengan pendapat dari (Worthen, 1994),
yang menjelaskan bahwa : “ ... dalam pelaksanaan suatu kegiatan dapat diketahui
hasil perhitungan angka atau skor yang diperoleh siswa berdasarkan isian yang
diberikan. Dari hasil isian tersebut akan diperoleh kelemahan-kelemahan selama
pelaksanaan berlangsung, termasuk hal-hal yang baik untuk dipertahankan, agar
diperoleh informasi mengenai keputusan yang akan ditetapkan, dan menginventarisir catatan-catatan lapangan mengenai hal-hal
penting saat implementasi dilaksanakan ...”.
Dari hasil wawancara
dengan informan dan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa proses
pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang sudah efektif dilaksanakan siswa. Hal ini
dapat dianalisis bahwa siswa sudahmulai termotivasi
untuk melakukan perubahan untuk memiliki jiwa entrepreneur
di madrasah ini.Hal ini sesuai dengan pendapat ahli (Rahmah et al., 2011)
dalam Jurnal Pendidikan, menjelaskan sebagai berikut : “ ... pembelajaran
menekankan pada kompetensi siswa. Hal ini merupakan program pembelajaran yang
dirancang untuk menggali potensi dan pengalaman belajar siswa agar mampu
memenuhi pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan ... ”. Sebagai konsekuensi
dari pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang, materi pembelajaran entrepreneurship
yang dipilih haruslah yang memiliki sebagai upaya untuk disosialisasikan kepada
stakeholder lokasi penelitian kepada orangtua siswa, dan juga masyarakat pada umumnya
KESIMPULAN
Ariyanto, Johan Arifin. (2015). PENGARUH DISIPLIN KERJA,
BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJATERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. GLORA
KARYA MAKMUR DI BAWEN KABUPATEN SEMARANG. Artikel. Google Scholar
Ciputra, A., &
Tanan, A. Waluyo. (2011). Ciputra Quantum Leap 2: Kenapa dan Bagaimana
Entrepreneurship mengubah masa depan Bangsa dan masa depan Anda. Jakarta:
Elex Media Komputindo. Google Scholar
Ciputra, Ir. (2013). CIPUTRA
QUANTUM LEAP (Vol. 1). Elex Media Komputindo. Google Scholar
Ciputra, Quantum Leap.
(2008). Bagaimana Entrepreneurship Dapat Mengubah Masa Depan Anda dan Masa Depan
Bangsa. Cetakan Pertama, Penerbit PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Google
Scholar
Dees, J. Gregory.
(1998). The Meaning of “Social Entrepreneurship” Entrepreneur in Residence
Kauffman Center for Entrepreneurial Leadership Ewing Marion Kauffman
Foundation. School of Business Stanford University. Google
Scholar
Gill, D. R., Owens, F.
N., Fent, R. W., & Fulton, R. K. (1979). Thiopeptin and roughage level for
feedlot steers. Journal of Animal Science, 49(5), 1145–1150. Google
Scholar
Handoko, Rudolph
Setiaji. (2006). Analisis Pengaruh Kredibilitas Endorser dan Kreatifitas
Iklan Terhadap Efektivitas Iklan yang Mempengaruhi Sikap Terhadap Merek (Studi
Kasus Iklan Televisi Pada Konsumen Sepeda Motor Honda Di Kota Semarang).
Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Google Scholar
Narwanti, Sri. (2011).
Pendidikan karakter. Yogyakarta: Familia, 15, 21. Google
Scholar
Permana, Asep Yudi,
Rahayu, Rd Diah Srihartati, Akbardin, Juang, Setiawan, Agung, Jatnika, Dudung,
Rohmat, Rohmat, & Rustandi, Wandi. (2021). Pelatihan technopreneur calon
arsitek dalam membangun jiwa wirausaha. Lentera Karya Edukasi, 1(1),
16–24. Google Scholar
Putra, Dedi Tri.
(2011). Most Wanted Entrpreneur. Yogyakarta: CV Andi Offiset. Google
Scholar
Rahmah, Elva, Nelisa,
Malta, & Marlini, Marlini. (2011). Kajian Bibliometrika Menggunakan
Anaalisis Sitiran Terhadap Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia. Google Scholar
Rahmat Hidayat,
Singgih W. S. (1996). Anteseden perkembangan dari kepencemasan sosial. Jurnal
Psikologi, 23(1996). Google Scholar
Ranganathan, Darshan,
Haridas, V., Madhusudanan, K. P., Roy, Raja, Nagaraj, R., John, G. B., &
Sukhaswami, M. B. (1996). Design, Synthesis, and Ion‐Transport Properties
of a Novel Family of Cyclic, Adamantane‐Containing Cystine Peptides. Angewandte
Chemie International Edition in English, 35(10), 1105–1107. Google
Scholar
Roy, Niloy, Smith,
Matthew, Anwar, Mohammed, & Elsworth, Christopher. (2006). Delayed release
of drain in total knee replacement reduces blood loss. A prospective randomised
study. Acta Orthopaedica Belgica, 72(1), 34. Google
Scholar
Saksono, R. Y. (1994).
Penyerahan Markas Intelijen Irak Oleh Amerika Serikat Ditinjau Dari Segi
Hukum Internasional. Google Scholar
Worthen, Blaine R.
(1994). Is evaluation a mature profession that warrants the preparation of
evaluation professionals? New Directions for Program Evaluation, 1994(62),
3–15. Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |