EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENDIDIKAN ENTERPRENEURSHIP

 

Arnaini

Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palembang, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

arnainisaiful123@gmail.com

 

 

Abstrak

Received:

Revised  :

Accepted:

01 Juni 2022

10 Juli 2022

20 Juli 2022

Latar Belakang : Penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian Tesis penulis sendiri pada penyelesaian studi pendidikan pada Magister di STISIPOL (Sekolah Tinggi Ilmu Politis) Candra Dimuka.

Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palembang.

Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan survey, yakni penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat pengumpul data uang utama.

Hasil : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa : Pada aspek input, materi pembelajaran sudah efektif dikembangkan melalui pelaksanaan Pendidikan entrepreneurship di MTs Negeri 1 Palembang, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Keterampilan.

Kesimpulan : Kesimpulannya, Pada aspek output, peningkatan kreatifitas berpikir siswa belum terlihat, ketergantungan pada ide guru masih terjadi, sedangkan peningkatan pola piker dan jiwa entrepreneur secara bertahap sudah ada peningkatan.

 

Kata Kunci : Efektivitas; Pelaksanaan; Pendidikan Enterpreneurship

 

 

 

 

Abstract

 

Background: This research is based on the results of the author's own thesis research on the completion of educational studies at the Masters at STISIPOL (College of Political Sciences) Candra Dimu muka.

Objectives: The purpose of this study was to determine the effectiveness of the implementation of entrepreneurship education in Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Palembang.

Methods: The research method used in this study is a qualitative method with a survey approach, namely research that takes data using interviews as the main money data collection tool.

Results: Based on the results of the research and discussion above, it can be concluded that: In the input aspect, learning materials have been effectively developed through the implementation of entrepreneurship education in MTs Negeri 1 Palembang, especially in the subject of Skills Education.

Conclusion: In conclusion, In the output aspect, the increase in students' thinking creativity has not been seen, dependence on the teacher's ideas is still occurring, while the gradual increase in the pattern of piker and entrepreneurial spirit has increased.

 

Keywords: Effectiveness; Implementation; Entrepreneurship Education

*Correspondent Author : Arnaini

Email : arnainisaiful123@gmail.com

 

PENDAHULUAN

Negara yang maju, adalah banyak pendudukan tamat jenjang pendidikan mengah dan tinggi, maka masyarakat mampu mandiri sebagai wira usaha, oleh karena itu mereka makmur dan tidak membebani Negara, karena mereka bekerja sebagai wira usahawan dan dapat membuka lapangan pekerjaan bukan untuk dirinya sendiri tetapi buat orang lain, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah karena kemampuan yang terbatas, disinilah enterpreneurship menjadi daya dukung menuju kemakmuran suatu  Negera, demikian juga Indonesia. Wirausaha (entrepreneur) memegang peranan yang sangat penting dalam memajukan ekonomi suatu negara. Banyaknya jumlah entrepreneur (wirausaha) yang dimiliki oleh suatu negara, maka dua indikator penting dalam suatu negara maju dan makmur secara ekonomi akan terpenuhi, yaitu rendahnya angka pengangguran dan tingginya devisa terutama dari hasil barang-barang ekspor yang dihasilkan.

Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa jumlah wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan. Kewirausahaan bukan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir tetapi merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan diajarkan. Di negara Indonesia pengetahuan kewirausahaan sudah diajarkan di sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi dan di berbagai kursus bisnis. Stratefi pelaksanaan kewirausahaan harus dilaksanakan sejak anak masih balita dengan  jalan  membiasakan mereka mematuhi peraturan yang baik, benar, jujur, dan adil. (Narwanti, 2011) Permasalahan di dalam penelitian ini adalah: rendahnya keadaan minat siswa untuk mau mengembangkan potensi diri merka yang mereka miliki di dalam menusai aspek entrepreneurship, bila diperhatikan dari sisi dana yang dimiliki untuk dapat melaksanakan pengajaran dan pelatihan jiwa wirausaha siswa agar untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki di dapal prinsip prinsip wirausaha, dan pelaksanaan pendidikan entrepreneurship belum disapaikan bagaimana penerpan prinsip-prinsip pengembangan usaha, hal itu terbatas pada pengetahuan belaka pada siswa, belum menjadi internalisasi prinsip prinsip wirausaha dengan menerapkan prinsip itu yang telah dimiliki siswa dari proses pembalajaran pada dunia usaha (Ir Ciputra, 2013).

Perspektif pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei, yakni penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat pengumpul data yang utama. Para pelaku entrepreneur adalah menjadi prasyarat kemajuan dan kemakmuran, bangsa, karena jumlah pengangguran dalam kendali pemerintah. Telah dilakukan suatu pengamatan lapangan di lokasi penelitian, didapat data peserta didik di lokasi yang cenderung menunjukan keinginannya pada bidang bidang entrepreneurship dianatarnya  adalah sebagai berikut ini.

 

No

Bidang usaha

Peminat

A

B

C

D

Pembuatan pupuk kompos dari sampah

Pembuatan biogas dari sampah

Membuat VCO dari kelapa

Kerajinan tangan dari barang bekas

25%

17%

23%

35%

 

Jumlah peserta didik yang diminta pendapatnya pada pilihan jawaban

100%

Sumber data: Pengamatan pada 100 orang peserta didik di MTs Negeri 1 Palembang

 

MTsN 1 Palembang, pembelajaran mengenai entrepreneurship telah berjalan, karena pada materi ajar hal ini,  maka itu pula bahwa  kewirausahaan  menjadi  perhatian dan dikembangkan pada pembelajaran. Dari apa yang telah dijelaskan di atas, maka penelitian ini di berjudul : “Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan Enterpreneurship di  MTsN 1 Palembang” (Rahmah, Nelisa, & Marlini, 2011).

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu data yang ditemukan adalah data mengenai pendapat responden penelitian, mengenai semangat untuk melakukan usaha. Usaha itu misalnya usaha membuat pupuk kompos, atau kerajinan membuat berbagai souvenir sebagai cindera mata para wisatawan baik wisatawan local dan wisatawan manca negara. Metode penelitian itu, dilakukan adalah untuk mencapai tujuan penelitian ini itu sendiri, yaitu untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di lokasi (A. Ciputra & Tanan, 2011). Penelitian ini menggunakan suatu metode kualitatif, pelaksanaan metode kualitatig kali memakai pendekatan survey, yakni penelitian yang mengambil data menggunakan wawancara sebagai alat pengumpulan data yang utama. Selain metode wawancara, pendekatan metode yang juga digunakan adalah metode kepustakaan,  yaitu menemukan pendapat ahli pada buku sebagai referensi dalam penelitian. tertentu. Guna menguatkan data yang ditemukan, maka pedekatan metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang nama nama siswa guru dan nama pimpinan lembaga ini.

Adapun hasil penelitian yang diharapkan adalah hal hal yang berkaitan pada aspek input, aspek ini meliputi hal hal, yaitu materi ajar, sarana prasarana pendukung. Pada aspek proses, aspek ini meliputi hal hal, yaitu kreatif siswa, pendampingan, pada pelaksanaan pendidikan entrepreneurship bagi siswa (Dees, 1998). Pada aspek output, aspek ini meliputi hal hal, yaitu ide guru dengan entrepreneur (Putra, 2011). Data itu, diperoleh dari guru, siswa, pimpinan, dengan melakukan wawancara dan sebagai metode dokumenasi, berupa nama siswa dan guru yang mengajar. Semua data yang diperoleh akan dilakukan analisis data hasil penelitian yang diperoleh yang dikumpulkan dari sumber data, karena dengan cara itu nantinya hasil data penelitian ini dapat di peroleh, sedemikian yang dapat memberikan informasi yang benar mengenai keadaan sebenarnya mengenai efektivitas pendidikan kewirwusahaan itu pada siswanya, hingga siswanya memiliki persepsi yang baik mengenai persepsi kewirausahaan bagi dirinya untuk masa depan nantinya.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini mengumpulkan data untuk mengetahui pendidikan entrepreneurship di lokasi yang menjadi tempat penelitian (Permana et al., 2021). Data yabg dikumpulkan adalah data mengenai hal hal diantaranya, adalah data penelitian tentang semangat kejiwaan yang kreatif, dan juga data mengenai sikap yang bersifat inovatisi. Pada pendidikan enterpreneuship yang dilakukan, telah dapat mencapai target yang diinginkan, seperti makna dari entrepreneurship, dimana datanya dikumpulkan dengan metode penelitian yang disebutkan di atas tadi, kalau target tercapai maka pendidikan enterprneurship yang dimaksud itu dapat dikatakan efektif, karena telah mencapai target pendidikan enterpreneursif, maka jika itu terjadi disimpulkan pendidikan enterprenurship itu, adalah efektivif. Efektivitas dalam tinjaan teori, aktifitas telah mencapai target yang ditetapkan, Sebagai ciri ukuran efektif itu aneka ragam, dalam hal ciri mengukur efektif tidaknya suatu proses yang telah dilakukan. Hal penelaahan suatu teori efektivitas, sutau penelitian yang melibatkan teori efektivitas. Efektivitas suatu hal diartikan sebagai keberhasilan dalam pencapaian target atau tujuan yuang telah ditetapkan.

Efektivitas memiliki beragam jenis, salah satunya adalah efektivitas organisasi. Sama halnya dengan teori efektivotas secara umum, para ahli pun memiliki beragam pandangan terkait dengan konsep efektivitas organisasi. Menurut Ndraha,  misalnya menyatakan bahwa : “Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan pencapaian tujuan organisasi (target) atau dengan rumus E = R/T. E:Efektivitas, R”Realisasi, T:Target. R adalah proses dalam hal ini proses produksi, dan setiap proses terdiri dari input, throughput dan output (Ariyanto, 2015). Jika makna efektivitas dari teori tersebut, maka efektivitas merupakan penilaian terhadap kaitan sasaran yang direncanakan dengan realisasi yang dicapai. Realisasi merupakan sebuah proses yang terdiri dari input, proses, dan output. Umunya teori efektivitas organisasi masih terkait dengan targetan dan tujuan organisasi, walaupun indicator penilaian pencapaian target tersebut berbeda-beda.

Menurut Steers misalnya menyatakan : “Makin rasional suatu organisasi, makin besar upayanya pada kegiatan yang mengarah ke tujuan. Makin besar kemajuan yang diperoleh ke arah tujuan, organisasi makin efektif pula. Efektivitas dipandang sebagai tujuan akhir organisasi” (Gill, Owens, Fent, & Fulton, 1979). Pernyataan Steers menegaskan bahwa, efektivitas adalah tujuan akhir dari suatu organisasi. Organisasi-organisasi yang rasional, akan mengarahkan segala tindakannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan ditetapkan oleh organisasi. Steers menambahkan, bahwa cara yang terbaik untuk meneliti efektivitas ialah memperhatikan secara serempak tiga buah konsep yang saling berhubungan : (1) faham mengenai optimasi tujua, (2) perspektif sistematika, dan (3) tekanan pada segi perilaku menusia dalam susunan organisasi (Gill et al., 1979).

Selanjutnya, Steers melihat bahwa, penilaian efektivitas terkait pada tiga hal yaitu pemahaman terhadap optimasi tujuan organisasi, mengetahui perspektif sistematika, dan penekanan pada segi perilaku manusia dalam susunan organisasi. Ketiga hal ini adalah satu kesatuan yang membangun efektivitas. Agar dapat diukur, target harus dideduksi atau dijabarkan dari tujuan yang paling abstrak atau universal ke tujuan yang paling konkret. Selanjutnya, Steers berpendapat bahwa: “Tujuan tidak diperlakukan sebagai keadaan akhir yang statis, tetapi sebagai seseuatu yang dapat berubah dalam perjalanan waktu. Lagipula, tercapainya tujuan-tujuan jangka pendek tertentu dapat mempersembahkan masukan-masukan (faktor-faktor produksi) baru demi penentuan tujuan berikutnya. Jadi, tujuan mengikuti suatu daur dalam organisasi bila kita memakai perspektif system(Gill et al., 1979). Pernyataan Steers di atas menunjukkan bahwa, organisasi harus memiliki tujuan utama yang berjangka Panjang. Inilah yang dijadikan visi oleh organisasi. Tujuan ini tidak statis, artinya bisa dirubah sering perkembangan jalannya organisasi. Selain memiliki tujuan jangka Panjang, organisasi perlu juga membuat tujuan-tujuan jangka pendek yang disesuaikan dengan pencapaian tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek ini bisa jadi mempengaruhi tujuan jangka panjang.

Menurut (Handoko, 2006), Efektivitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti kegiatan yang bisa memberikan hasil yang memuaskan, dapat dikatakan juga bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dihasilkan, dan menunjukkan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai. Jadi pengertian efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan / disebabkan oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan. Pengertian efektivitas secara umum menunjukkan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlenih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektivitas menurut (Rahmat Hidayat, 1996) yang menjelaskan bahwa : “Efektivitas adalah suatu ukuran yang menyartakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar persentase target yang dicapai, makin tinggi efektivitasnya”.

Sedangkan penegrtian efektivitas menurut (Ranganathan et al., 1996) adalah sebagai berikut : “efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (OA) dengan output realisasi atau sesungguhnya (OS), jika (OA) > (OS) disebut efektif”. Adapun pengertian efektivitas menurut (Saksono, 1994) adalah : “Efektivitas adalah seberapa besar tingkat kelekatan output yang dicapai dengan output yang diharapkan dari sejumlah input”. Hasil data hasil penelitian  mengenai aspek ini, yaitu :

1)    Pada aspek input, materi pembelajaran sudah efektif dikembangkan melalui pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang, terutama pada mata pelajaran Seni Budya dan keterampilan. Selain itu sarana prasarana yang ada sudah dapat mendukung pelaksanaan pendidikan entrepreneurship tersebut.

2)    Pada aspek proses, keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa belum optimal dapat dikembangkan, proses pembimbingan dan pendampingan sudah dilakukan oleh guru pembina, namun siswa masih ketergantungan pada ide gurunya, kendatipun pelaksanaan pendidikan entrepreneurship difokuskan pada pembelajaran pola pikir siswa.

3)    Pada aspek output, peningkatan kreativitas berpikir siswa belum terlihat, ketergantungan pada ide guru, sedangkan peningkatan pola pikir dan jiwa entrepreneur  sudah ada pada jiwa siswa yang setelah ikut pembelajaran tentang wirausaha tersebut.

         Dari hasil metode wawancara dengan informan menunjukkan di peroleh data bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTs Negeri 1 Palembang secara keseluruhan sudah berdampak positif bagi sebagian siswa sebagai warga madrasah, bentuk dalam rekapitulasi sebagai berikut :

 

Tabel 4

Rekapitulasi Data Hasil Penelitian

No

Dimensi

Indikator

Hasil

1.

Input

·  Materi pembelajaran

·   Sarana prasarana

 

 

·   Anggaran

·       Sudah efektif untuk dikembangkan

·       Sudah efektif dalam mendukung pelaksanaan pendidikan entrepreneurship

·       Sudah efektif karena anggaran sehemat mungkin

2.

Proses

·    Keterampilan berpikir kreatif dan kritis

·    Membentuk pola pikir entrepreneur

·    Pembimbingan dan pendampingan

·       Belum efektif, siswa belum berpikir kreatif, masih mengharapkan ide dari gurunya

·       Sudah efektif dalam membentuk pola pikir siswa

·       Sudah edektif dilakukan oleh guru pembina ekskul

3.

Output

·   Peningkatan kreativitas berpikir

 

·   Peningkatan pola pikir dan jiwa entrepreneur

·   Keterlibatan peserta didik

·       Belum efektif terlaksana, siswa belum kreatif, masih tergantung pada ide guru

·       Secara bertahap sudah ada peningkatan

 

·       Baru sebatas dalam kegiatan promosi saja

 

Dari hasil rekapitulasi di atas, dapat dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTs Negeri 1 Palembang sudah berdampak positif tumbuh dan berkembangnya jiwa entrepreneur di madrasah (Quantum Leap Ciputra, 2008). Dari hasil penelitian di atas sudah sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini sejalan dengan pendapat dari (Roy, Smith, Anwar, & Elsworth, 2006) dalam bukunya: “Pendidikan Kecakapan Hidup”, menjelaskan bahwa : “ ... perubahan sikap dan perilaku manusia merupakan kecenderungan tingkah laku yang mengarah pada tujuan yang pasti, aktivitas-aktivitas atau pengalaman yang menarik dari tiap individu. Oleh karena itu, apabila individu atau seseorang menaruh minat terhadap sesuatu, maka itu berarti ia telah mendapatkan tujuan sebelumnya dan berupaya untuk memahami tujuan yang akan dicapai ... ”. Dari hasil penelitian dan pendapat para ahli di atas dapat dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang memerlukan kesadaran yang muncul dari dalam diri dan siswa yang ada di madrasah tersebut, agar diperoleh hasil yang optimal sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi efektif. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat dianalisis bahwa pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang sudah memberikan pengaruh positif bagi siswa.Hal ini sesuai dengan pendapat dari (Worthen, 1994), yang menjelaskan bahwa : “ ... dalam pelaksanaan suatu kegiatan dapat diketahui hasil perhitungan angka atau skor yang diperoleh siswa berdasarkan isian yang diberikan. Dari hasil isian tersebut akan diperoleh kelemahan-kelemahan selama pelaksanaan berlangsung, termasuk hal-hal yang baik untuk dipertahankan, agar diperoleh informasi mengenai keputusan yang akan ditetapkan, dan menginventarisir catatan-catatan lapangan mengenai hal-hal penting saat implementasi dilaksanakan ...”.

Dari hasil wawancara dengan informan dan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang sudah efektif dilaksanakan siswa. Hal ini dapat dianalisis bahwa siswa sudahmulai termotivasi untuk melakukan perubahan untuk memiliki jiwa entrepreneur di madrasah ini.Hal ini sesuai dengan pendapat ahli (Rahmah et al., 2011) dalam Jurnal Pendidikan, menjelaskan sebagai berikut : “ ... pembelajaran menekankan pada kompetensi siswa. Hal ini merupakan program pembelajaran yang dirancang untuk menggali potensi dan pengalaman belajar siswa agar mampu memenuhi pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan ... ”. Sebagai konsekuensi dari pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang, materi pembelajaran entrepreneurship yang dipilih haruslah yang memiliki sebagai upaya untuk disosialisasikan kepada stakeholder lokasi penelitian kepada orangtua siswa, dan juga masyarakat pada umumnya

 

KESIMPULAN

Berdasarkan data penelitian ini, maka dapat disimpulan sebagai berikut : Pada aspek input, materi pembelajaran sudah efektif dikembangkan melalui pelaksanaan pendidikan entrepreneurship di MTsN 1 Palembang, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Keterampilan. Selain itu sarana prasarana yang ada sudah dapat mendukung pelaksanaan pendidikan entrepreneurship tersebut. Pada aspek proses, keterampilan berpikir kreatif dan kritis siswa belum optimal dapat dikembangkan, proses pembimbingan dan pendampingan sudah dilakukan oleh guru pembina, namun siswa masih ketergantungan pada ide gurunya, kendatipun pelaksanaan pendidikan entrepreneurship difokuskan pada pembelajaran pola pikir siswa. Pada aspek output, peningkatan kreativitas berpikir siswa belum terlihat, ketergantungan pada ide guru masih terjadi, sedangkan peningkatan pola pikir dan jiwa entrepreneur secara bertahap sudah ada peningkatan.

 

BIBLIOGRAFI

 

Ariyanto, Johan Arifin. (2015). PENGARUH DISIPLIN KERJA, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJATERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. GLORA KARYA MAKMUR DI BAWEN KABUPATEN SEMARANG. Artikel. Google Scholar

 

Ciputra, A., & Tanan, A. Waluyo. (2011). Ciputra Quantum Leap 2: Kenapa dan Bagaimana Entrepreneurship mengubah masa depan Bangsa dan masa depan Anda. Jakarta: Elex Media Komputindo. Google Scholar

 

Ciputra, Ir. (2013). CIPUTRA QUANTUM LEAP (Vol. 1). Elex Media Komputindo. Google Scholar

 

Ciputra, Quantum Leap. (2008). Bagaimana Entrepreneurship Dapat Mengubah Masa Depan Anda dan Masa Depan Bangsa. Cetakan Pertama, Penerbit PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Google Scholar

 

Dees, J. Gregory. (1998). The Meaning of “Social Entrepreneurship” Entrepreneur in Residence Kauffman Center for Entrepreneurial Leadership Ewing Marion Kauffman Foundation. School of Business Stanford University. Google Scholar

 

Gill, D. R., Owens, F. N., Fent, R. W., & Fulton, R. K. (1979). Thiopeptin and roughage level for feedlot steers. Journal of Animal Science, 49(5), 1145–1150. Google Scholar

 

Handoko, Rudolph Setiaji. (2006). Analisis Pengaruh Kredibilitas Endorser dan Kreatifitas Iklan Terhadap Efektivitas Iklan yang Mempengaruhi Sikap Terhadap Merek (Studi Kasus Iklan Televisi Pada Konsumen Sepeda Motor Honda Di Kota Semarang). Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro. Google Scholar

 

Narwanti, Sri. (2011). Pendidikan karakter. Yogyakarta: Familia, 15, 21. Google Scholar

 

Permana, Asep Yudi, Rahayu, Rd Diah Srihartati, Akbardin, Juang, Setiawan, Agung, Jatnika, Dudung, Rohmat, Rohmat, & Rustandi, Wandi. (2021). Pelatihan technopreneur calon arsitek dalam membangun jiwa wirausaha. Lentera Karya Edukasi, 1(1), 16–24. Google Scholar

 

Putra, Dedi Tri. (2011). Most Wanted Entrpreneur. Yogyakarta: CV Andi Offiset. Google Scholar

 

Rahmah, Elva, Nelisa, Malta, & Marlini, Marlini. (2011). Kajian Bibliometrika Menggunakan Anaalisis Sitiran Terhadap Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Google Scholar

 

Rahmat Hidayat, Singgih W. S. (1996). Anteseden perkembangan dari kepencemasan sosial. Jurnal Psikologi, 23(1996). Google Scholar

 

Ranganathan, Darshan, Haridas, V., Madhusudanan, K. P., Roy, Raja, Nagaraj, R., John, G. B., & Sukhaswami, M. B. (1996). Design, Synthesis, and Ion‐Transport Properties of a Novel Family of Cyclic, Adamantane‐Containing Cystine Peptides. Angewandte Chemie International Edition in English, 35(10), 1105–1107. Google Scholar

 

Roy, Niloy, Smith, Matthew, Anwar, Mohammed, & Elsworth, Christopher. (2006). Delayed release of drain in total knee replacement reduces blood loss. A prospective randomised study. Acta Orthopaedica Belgica, 72(1), 34. Google Scholar

 

Saksono, R. Y. (1994). Penyerahan Markas Intelijen Irak Oleh Amerika Serikat Ditinjau Dari Segi Hukum Internasional. Google Scholar

 

Worthen, Blaine R. (1994). Is evaluation a mature profession that warrants the preparation of evaluation professionals? New Directions for Program Evaluation, 1994(62), 3–15. Google Scholar

 

 

© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).