Desi
Kartini, Marlon Sihombing
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
desi.kartini98@gmail.com, mrlnsihombing@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Juni 2022 10 Juli 2022 20 Juli 2022 |
Latar Belakang : Perusahaan diharuskan dapat menghadapi tantangan dan persaingan yang sangat ketat. Sumber daya manusia yang berkompeten harus berperan aktif dalam merencanakan, melaksanakan dan mencapai tujuan perusahaan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi organisasi dan karakteristik individu terhadap prestasi kerja karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Metode : Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan asosiatif. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi organisasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Kesimpulan : Melalui hasil uji koefisiensi determinasi
nilai R sebesar 0,622 dan nilai R Square sebesar
39,7% menunjukkan bahwa hubungan antara komunikasi organisasi dan
karakteristik individu terhadap prestasi kerja cukup erat. Kata
Kunci : Komunikasi Organisasi;
Karakteristik Individu; Prestasi Kerja; Bank Mandiri |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Companies are required to be able to face
challenges and very tough competition. Competent human resources must play an
active role in planning, implementing and achieving
company goals. Objectives: This study aims to
determine the influence of organizational communication and individual
characteristics on the work performance of PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Ahmad Yani
Branch, Rantau Prapat Area. Methods: In this study, the method
used is quantitative research using an associative approach. Results: The results of this study
showed that the organizational communication variable (X1) did not have a
significant effect on the work performance of PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Ahmad Yani
Branch, Rantau Prapat Area. Conclusion: Through the results of the
coefficient of determination test of the R value of 0.622 and the R Square
value of 39.7%, it shows that the relationship between organizational
communication and individual characteristics to work performance is quite
close. Keywords: Organizational
Communications; Individual Characteristics; Work Performance; Bank Mandiri |
|
*Correspondent Author :
Erita Oktasari
Email : eritaoktasari@ubk.ac.id
PENDAHULUAN
Pertumbuhan
bisnis perbankan saat ini mengalami peningkatan yang sangat pesat, sehingga
menuntut perusahaan untuk terus berinovasi agar mampu menghadapi tantangan dan
persaingan yang ketat seperti pada masa disrupsi teknologi yang sedang terjadi
saat ini. Perusahaan perbankan harus merubah beberapa
strategi bisnisnya menjadi bentuk strategi bisnis baru yang menempatkan
teknologi digital sebagai faktor utamanya. Namun disrupsi teknologi perbankan
bukan hanya dipengaruhi oleh perkembangan digital saja, tetapi juga diakibatkan
oleh dampak negatif yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia
termasuk Indonesia sejak awal tahun 2020. Akibat pandemi Covid-19 menyebabkan
pemerintah harus bergegas mengeluarkan kebijakan, salah satu kebijakannya adalah
PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) guna mengurangi dan memutus
penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan pembatasan mobilitas aktivitas fisik
masyarakat. Dimana hal ini juga berdampak pada
kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan dituntut untuk merubah
sistem kerja karyawan yang bekerja di kantor menjadi sistem kerja WFH (work from home)
agar karyawan tetap dapat bekerja selama masa pandemi.
Hal
ini menggambarkan bahwa pandemi Covid-19 juga berdampak secara signifikan
terhadap sistem kerja perusahaan. Sistem kerja WFH berpengaruh kepada karyawan
secara langsung, dimana terjadi keterbatasan
berkomunikasi dalam lingkungan perusahaan. Akibat dari berkurangnya interaksi
yang terjadi membuat karyawan kesulitan untuk menjalin komunikasi antar karyawan
ataupun atasan saat menyelesaikan pekerjaannya, sehingga berdampak negatif
terhadap kerja tim yang dilakukan dan menyebabkan target kerja menjadi tidak
tercapai. Dalam hal ini karyawan yang berkompeten sangat dibutuhkan untuk
berperan aktif dalam merencanakan dan melaksanakan proses kegiatan. Tingkat
kecakapan karyawan dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan yang baik antar
karyawan untuk menyelesaikan tugas, akan menunjukkan kemampuan karyawan dalam
memenuhi ketentuan yang terdapat di dalam pekerjaannya. Dalam lingkungan
organisasi, komunikasi memegang peran yang sangat penting untuk
mengoordinasikan aktivitas yang terjadi dan untuk mempertahankan
keberlangsungan organisasi. Organisasi sangat membutuhkan komunikasi untuk
perkembangan dan kemajuannya. Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang
dilakukan dalam sebuah organisasi yang memiliki struktur dan batasan-batasan
yang jelas sehingga dapat dipahami. Komunikasi yang intens antara sesama
karyawan atau atasan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap kualitas
kerja karyawan dalam kondisi lingkungan kerja yang terus berubah dan tidak
pasti seperti pandemi saat ini. Karyawan dituntut untuk mampu mempertahankan
kualitas kerja, sikap, tingkah laku, dan jalinan komunikasi dengan sesama rekan
kerja agar tidak mengurangi nilai prestasi kerjanya.
Banyak
faktor yang dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan salah satunya adalah
dari diri karyawan itu sendiri. Karakteristik individu karyawan memiliki peran
penting dalam membangun kualitas dan kuantitas diri. Hal ini didukung
oleh penelitian (Purwanto et al., 2018) yang berjudul “Pengaruh
Motivasi, Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan dan Karakteristik
Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Studi Pada PT. Putra Indah Perkasa
Banjarbaru Kal-Sel)”. Di dalam penelitiannya ditemukan bahwa penurunan dari kinerja
perusahaan dipengaruhi oleh menurunnya prestasi kerja karyawan, dimana penurunan dari prestasi kerja tersebut dipengaruhi
oleh faktor-faktor tertentu seperti motivasi, karakteristik individu,
karakteristik pekerjaan dan karakteristik organisasi. Dalam meningkatkan
prestasi kerja karyawan dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak,
baik itu sesama rekan kerja ataupun dengan atasan. Namun dalam kondisi tertentu
beberapa karyawan lebih suka untuk bekerja secara individu dari pada bekerja dengan
tim. Akibatnya komunikasi yang terjalin tidak berjalan harmonis dan terjadi miskomunikasi antar karyawan atau dengan atasan. Jika miskomunikasi terus terjadi dan tidak ada pencegahan, maka
akan menyebabkan kesalahan dalam bekerja. Kesalahan bekerja akibat miskomunikasi yang dilakukan secara terus menerus akan
mengurangi kesatuan pandangan antara atasan dengan karyawan, sehingga kecakapan
karyawan diragukan dan prestasi kerja karyawan bisa dianggap tidak baik.
Berdasarkan
data dalam laporan tahunan Bank Mandiri tahun 2020 dalam mendukung peningkatan
kualitas kinerja perusahaan, Bank Mandiri melakukan monitoring
secara berkala setiap tahunnya terhadap tingkat turnover
karyawan baik yang mengundurkan diri maupun cuti diluar
tanggungan Bank (Atrition Rate). Mengingat dalam
beberapa situasi komunikasi organisasi dan karakteristik individu menjadi
faktor yang mempengaruhi kenyamanan karyawan dalam bekerja. Hal ini karena
karyawan membutuhkan lebih banyak motivasi dan perhatian dari atasan ataupun
sesama rekan kerja, sehingga karyawan mampu bekerja dengan baik yang akan
berdampak pada kinerja perusahaan. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan
kerja karyawan Bank Mandiri Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat adalah
berkaitan dengan karakteristik diri karyawan yang lebih suka untuk bekerja
secara individual dari pada kerja tim, ketidakmampuan karyawan menjalankan
kerja tim secara tidak langsung dapat mengganggu kegiatan operasional
perusahaan akibat menurunnya prestasi kerja karyawan. Team work
yang tidak terealisasi secara utuh mengakibatkan karyawan kurang memiliki
komunikasi yang efektif antar sesama karyawan ataupun dengan atasan, sehingga
ada kecenderungan untuk terjadi konflik yang dapat meningkatkan keinginan
karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Terkait dengan masalah tersebut, maka
perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh komunikasi
organisasi dan karakteristik individu terhadap prestasi kerja karyawan.
Tujuan
yang ingin dicapai oleh peneliti dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis
bagaimana pengaruh komunikasi organisasi terhadap prestasi kerja karyawan pada
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Untuk
menganalisis bagaimana pengaruh karakteristik individu terhadap prestasi kerja
karyawan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau
Prapat. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh komunikasi organisasi dan
karakteristik individu terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat.
A.
Komunikasi Organisasi
Komunikasi
organisasi adalah komunikasi antar manusia (human communication)
yang terjadi dalam konteks organisasi (Arni, 2005). Ketika organisasi dianggap
sebagai sekedar sekumpulan orang yang melakukan interaksi, maka komunikasi akan
berpusat pada simbol-simbol yang akan memungkinkan kehidupan suatu organisasi.
Komunikasi organisasi disebut sebagai sebuah proses untuk menciptakan dan
saling bertukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling bergantung satu
sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti
dan terus berubah-ubah (Tannady, 2017). Komunikasi diartikan sebagai
proses pemindahan suatu informasi, ide, pengertian, dari seorang kepada orang
lain dengan harapan orang lain tersebut dapat menjalankan atau
menginterpretasikan sesuai dengan tujuan yang dimaksud. (Thayer & Lane, 2000) berpendapat bahwa komunikasi
organisasi adalah arus data yang melayani komunikasi organisasi dan proses interkomunikasi dalam beberapa cara. Dengan demikian suatu
organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam suatu hubungan hierarkis
antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Unit
komunikasi organisasi adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan atau
posisi yang ada. Menurut Goldhaber (Ruliana, 2014), komunikasi organisasi dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1)
Komunikasi organisasi terjadi
dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya,
baik internal atau eksternal.
2)
Komunikasi organisasi
melibatkan pesan dan saluran, tujuan, arah, dan media.
3)
Komunikasi organisasi
melibatkan orang-orang dan sikap mereka, perasaan, hubungan, dan keterampilan.
4)
Komunikasi organisasi adalah
proses untuk menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan
yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak
pasti atau selalu berubah-ubah.
Komunikasi
organisasi dalam prosesnya memiliki empat tujuan menurut Liliweri
(Irene, 2020) yaitu:
1)
Menyatakan pikiran, pandangan
dan pendapat. Memberi peluang bagi para pemimpin organisasi dan para anggotanya
untuk menyatakan pikirannya, pandangan, dan pendapat yang berhubungan dengan tugas
dan fungsi yang mereka laksanakan.
2)
Membagi informasi. Memberi
peluang pada seluru anggota organisasi untuk membagi informasi dan memberi
makna yang sama atas visi, misi, tujuan pokok, fungsi organisasi, sub
organisasi, individu, atau kelompok kerja di dalam organisasi tersebut.
3)
Menyatakan perasaan dan emosi.
Memberi peluang bagi para pemimpin dan
anggota organisasi untuk bertukar informasi, solusi dan ide yang berkaitan
dengan perasaan dan emosi.
4)
Melakukan koordinasi.
Bertujuan untuk mengoordinasi sebagian atau seluruh tindakan yang berkaitan
dengan tugas dan fungsi organisasi yang telah dibagi habis ke dalam bagian atau
sub bagian organisasi. Organisasi tanpa koordinasi atau organisasi tanpa
komunikasi sama dengan organisasi yang hanya menampilkan aspek individual saja
dan bukan menggambarkan sebuah organisasi yang memiliki aspek kerja sama.
Pada
kehidupan sehari-hari komunikasi memiliki fungsi yang sangat penting, karena
komunikasi memiliki fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan. Fungsi
sosial memiliki tujuan untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain serta untuk
menjalin dan memelihara hubungan antara individu yang satu dengan individu yang
lainnya. Dalam fungsi pengambilan keputusan komunikasi bisa digunakan untuk
memutuskan atau melakukan sesuatu pada saat tertentu.
Adapun
indikator komunikasi organisasi menurut (Tannady, 2017) yaitu:
1.
Proses
Suatu
organisasi merupakan suatu sistem terbuka yang bersifat dinamis, menciptakan
dan saling bertukar pesan diantara anggotanya. Oleh
karena itu kegiatan menciptakan dan saling menukar informasi yang berjalan
secara terus menerus disebut sebagai proses dalam komunikasi organisasi.
2.
Pesan
Pesan
adalah susunan simbol yang penuh arti tentang orang, objek, kejadian yang
dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Komunikasi akan efektif apabila pesan
yang dikirim sesuai dengan apa yang dimaksud.
3.
Jaringan
Organisasi
terdiri dari beberapa individu yang memiliki peran berbeda-beda. Dimana ciptaan pertukaran dan komunikasi ini yang
menggunakan jalur untuk menyampaikannya, jalur ini dinamakan sebagai jaringan
komunikasi.
4.
Keadaan Saling Tergantung
Komunikasi
organisasi memiliki keadaan yang saling tergantung antara bagian yang satu
dengan yang lainnya. Hal ini yang menjadi sifat dari suatu organisasi yang
memiliki sistem terbuka.
5.
Hubungan
Hubungan
manusia dalam organisasi mulai dari yang sederhana yaitu hubungan dua orang,
sampai kepada hubungan yang kompleks seperti hubungan kelompok organisasi.
6.
Lingkungan
Lingkungan
adalah semua totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan dalam
pengambilan keputusan pada suatu sistem. Lingkungan ini dapat dibedakan atas
lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
7.
Ketidakpastian
Ketidakpastian
adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan.
Untuk mengurangi faktor ketidakpastian organisasi akan menciptakan dan menukar
pesan diantara anggota, melakukan suatu penelitian,
pengembangan organisasi, dan menghadapi tugas yang kompleks dengan integrasi
yang tinggi.
B.
Karakteristik Individu
Manusia
di dalam kehidupannya mempunyai karakteristik individu yang berbeda- beda diantara yang satu dengan yang lainnya. Setiap individu
memiliki karakteristik masing-masing, dimana
karakteristik tersebut seperti kemampuan, kepercayaan diri, harapan kebutuhan,
dan pengalaman masa lalu. Pengetahuan atas karakteristik individu merupakan hal
penting, dengan mengetahui dan memahami perilaku individu lain pada lingkungan
organisasi atau masyarakat maka seseorang dapat berpikir, bersikap dan
bertindak dengan tepat. Dengan demikian komunikasi yang terjadi bisa berjalan
secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Karakteristik
individu adalah ciri-ciri khusus, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi
pekerti yang dimiliki seseorang yang menjadi pembeda antar dirinya dengan orang
lain. Setiap individu memiliki perbedaan antara dirinya dengan orang lain,
sehingga dapat dikatakan bahwa karakteristik individu merupakan salah satu
pembeda utama antara individu yang satu dengan lainnya (Rivai, 2016).
Menurut
Robbins (Adamy, 2016) karakteristik individu adalah
perilaku atau karakter yang ada pada diri seorang karyawan, dimana
hal itu terdiri dari kemampuan, karakteristik-karakteristik biografis,
pembelajaran, sikap, kepribadian, persepsi, dan nilai.
Karakteristik-karakteristik ini sangat beragam, dimana
setiap organisasi tentunya dapat memilih seorang karyawan yang mempunyai
kriteria dan karakteristik yang baik. Menurut (Adamy, 2016) menjelaskan bahwa
individu dalam kehidupan
sehari- harinya selalu dilengkapi oleh raga, rasa, rasio, dan rukun,
sehingga individu dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Oleh karena itu, maka
faktor yang mempengaruhi
karakteristik
individu, antara lain:
1.
Usia
Usia
adalah lama waktu yang terlewat sejak kelahiran. Biasanya usia diukur dari
tahun kejadian hingga masa sekarang (masa kini).
2.
Jenis Kelamin
Manusia
dibedakan berdasarkan dengan jenis kelaminnya yaitu pria dan wanita. Robbins (Adamy, 2016), menjelaskan bahwa tidak ada
perbedaan yang konsisten antara pria dan wanita dalam kemampuan memecahkan
masalah.
3.
Masa Kerja
Masa
kerja menunjukkan seberapa lama seseorang bekerja pada masing-masing pekerjaan
atau jabatan di dalam sebuah organisasi. Masa kerja yang lama akan cenderung
membuat seorang karyawan lebih merasa betah pada suatu lingkungan organisasi.
4.
Jumlah Tanggungan
Jumlah
tanggungan adalah seluruh jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan
seseorang. Hal ini akan berkaitan dengan jumlah kinerja karyawan pada
organisasi, dimana jumlah tanggungan yang besar akan
membuat karyawan lebih giat dalam bekerja.
5.
Keahlian
Keahlian
adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dimana keahlian merupakan perhatian pertama dalam
kualifikasi perusahaan terhadap karyawannya.
6.
Pendidikan
Pendidikan
merupakan salah satu indikator penting yang dapat menentukan kemampuan kerja
karyawan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pendidikan adalah sebuah proses
pembelajaran yang dipersiapkan individu untuk mengasah kemampuan dan keahlian
yang dimilikinya.
7.
Pengalaman Kerja
Pengalaman
adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan dianggap sebagai
kesempatan untuk belajar. Pengalaman kerja adalah sebuah proses pembentukan
pengetahuan dan keterampilan seseorang tentang metode pekerjaan karena
keterlibatannya dalam pelaksanaan tugas pekerjaan.
Individu
merupakan sumber daya penting dalam pengembangan organisasi. Dalam sebuah
organisasi pengembangan sumber daya manusia harus mempertimbangkan
karakteristik dari setiap individu yang terlibat di dalam kegiatan operasional
organisasi. Dimensi karakteristik individu terdiri dari kemampuan dan sikap.
Menurut (Robbins, 2015) terdapat dua jenis kemampuan
seseorang sebagai berikut:
1.
Kemampuan Intelektual
Kemampuan
intelektual adalah kemampuan yang diperlukan
untuk melakukan atau menjalankan
kegiatan mental. Terdapat tujuh dimensi yang membentuk kemampuan intelektual,
yaitu:
a.
Kecerdasan numerik, dimana hal ini merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk
menghitung dengan cepat dan tepat.
b.
Pemahaman verbal yaitu
kemampuan seseorang memahami apa yang ia baca dan apa yang ia dengar.
c.
Kecepatan perseptual, merupakan kemampuan mengenal kemiripan dan perbedaan visual dengan cepat dan tepat.
d.
Penalaran induktif adalah
kemampuan mengenal suatu urutan logika dan menilai implikasi dari suatu
argumen.
e.
Penalaran deduktif yaitu kemampuan menggunakan logika dan menilai implikasi dari suatu argumen.
f.
Visualisasi ruang yaitu
kemampuan membayangkan bagaimana suatu objek akan tampak dalam posisi ruangan
yang diubah.
g.
Ingatan merupakan sebuah
kemampuan menahan dan mengenang kembali pengalaman dan pengetahuan di masa
lalu.
2.
Kemampuan Fisik
Kemampuan
fisik adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas yang menentukan kecekatan
dan keterampilan. Kemampuan intelektual berperan besar dalam pekerjaan yang
rumit namun, dalam kemampuan fisik individu hanya mengandalkan kapabilitas fisik.
Menurut (Robbins, 2015), sikap atau attitude adalah pernyataan evaluatif, baik yang
menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan terhadap objek, individu, atau
sebuah peristiwa. Sedangkan menurut (Sumarsono, 2004) terdapat empat faktor
pendukung sikap kerja yaitu:
a.
Kepuasan kerja atau job satisfaction dapat di artikan
sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil
dari sebuah evaluasi karakteristiknya.
b.
Minat adalah sesuatu yang
bersifat pribadi dan berhubungan dengan sikap. Minat juga dapat membuat
seseorang senang akan objek situasi atau dengan ide- ide tertentu. Hal ini juga
diikuti dengan perasaan yang senang, sehingga
memiliki kecenderungan untuk terus mencari objek tersebut. Dimana
minat sebagai salah satu faktor terpenting yang menentukan kesesuaian seseorang
dengan pekerjaanya.
c.
Keterlibatan pekerjaan atau job involvement mengukur tingkat
sampai mana individu secara
psikologis memihak pekerjaan mereka dan menganggap penting tingkat kinerja yang
dicapai sebagai bentuk penghargaan diri.
d.
Kepribadian adalah keseluruhan
cara seorang individu dalam bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain yang
berada di dalam lingkungan yang sama.
C.
Prestasi Kerja
Prestasi
kerja merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi organisasi untuk
mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan. Pada konteks pengembangannya,
prestasi kerja seorang karyawan dalam perusahaan sangat dibutuhkan untuk
menentukan dan mencapai keberhasilan dari karyawan itu sendiri ataupun untuk
perusahaan. Prestasi kerja juga dianggap sebagai penentu kesuksesan seseorang
dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Menurut (Sutrisno, 2019), prestasi kerja adalah
catatan (Sumarsono, 2004), tentang hasil yang diperoleh
dari pelaksanaan fungsi-fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun
waktu tertentu yang telah ditentukan. Soeprihanto (Priyono, 2010) berpendapat bahwa prestasi
kerja merupakan hasil kerja seseorang dalam periode tertentu dan dibandingkan
dengan beragam kemungkinan, misalnya standar, target, sasaran atau kriteria
yang telah ditentukan sebelumnya serta telah disepakati bersama. (S. P. Hasibuan, n.d.) mendefinisikan bahwa prestasi
kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam melakukan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan dengan pengalaman dan
kesungguhan serta ketetapan waktu tertentu.
Penilaian
prestasi kerja adalah sebagai ukuran dalam mengevaluasi dan menilai prestasi
kerja karyawan, dalam mencapai suatu tujuan kerja yang diharapkan. Penilaian
prestasi kerja memberikan suatu gambaran akurat mengenai prestasi kerja
karyawan. Untuk mencapai tujuan, sistem penilaian yang ada harus memiliki
hubungan dengan pekerjaan, praktis, mempunyai standar, dan menggunakan beragam
ukuran yang dapat diandalkan. Adapun tujuan dari penilaian prestasi kerja
menurut (Malayu S. P. Hasibuan,
2015) sebagai berikut:
1)
Sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan yang digunakan untuk promosi, demosi, pemberhentian, dan
penempaan besarnya balas jasa.
2)
Untuk mengukur prestasi kerja,
yaitu sejauh mana karyawan bisa sukses dalam pekerjaannya.
3)
Sebagai dasar untuk
mengevaluasi efektivitas seluruh kegiatan dalam perusahaan.
4)
Sebagai dasar untuk
mengevaluasi program pelatihan dan keefektifan jadwal kerja, metode kerja,
struktur organisasi, gaya pengawasan, kondisi kerja, dan peralatan kerja.
5)
Sebagai indikator untuk
menentukan kebutuhan akan latihan bagi karyawan yang berada dalam organisasi.
6)
Sebagai alat untuk
meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga dicapai tujuan kerja yang baik.
7)
Sebagai alat untuk bisa
melihat kekurangan atau kelemahan karyawan dimasa lampau dan meningkatkan
kemampuan karyawan pada masa selanjutnya.
8)
Sebagai kriteria di dalam
menentukan seleksi dan penempatan karyawan.
9)
Sebagai alat untuk
mengidentifikasi kelemahan-kelemahan personel dan dengan demikian bisa
dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar bisa diikutsertakan dalam program
pelatihan kerja.
10)
Dan sebagai alat untuk
memperbaiki atau mengembangkan kecakapan karyawan. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi prestasi kerja menurut (Sutrisno, 2019) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi
yaitu:
a)
Usaha (effort)
yang menunjukkan sejumlah sinergi fisik dan mental yang digunakan dalam
menyelenggarakan gerakan tugas.
b)
Kemampuan (abilities), yaitu sifat-sifat personal yang diperlukan untuk
melaksanakan suatu tugas.
c)
Role/task
perception (wewenang), yaitu segala perilaku dan
aktivitas yang dirasa perlu oleh individu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
Terdapat
beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi prestasi kerja diantaranya
adalah kondisi fisik, peralatan, waktu, material, pendidikan, supervisi, desain
organisasi, pelatihan, dan keberuntungan. Akan tetapi faktor ini tidak langsung
menentukan prestasi kerja seseorang, dimana pada
beberapa hal faktor lingkungan lebih dahulu mempengaruhi faktor individu.
Menurut
(Sutrisno, 2019), pengukuran prestasi kerja
dapat diukur melalui enam aspek yang merupakan bidang kunci prestasi kerja,
yaitu:
1. Hasil Kerja.
Tingkat
kuantitas merupakan kualitas yang telah dihasilkan dan sejauh mana pengawasan
dilakukan.
2. Pengetahuan Pekerjaan.
Tingkat
pengetahuan yang terkait dengan tugas pekerjaan yang akan berpengaruh langsung
terhadap kuantitas dan kualitas dari hasil kerja.
3. Inisiatif.
Tingkat
inisiatif selama melakukan tugas pekerjaan khususnya dalam hal penanganan
masalah-masalah yang timbul.
4. Kecekatan Mental.
Tingkat
kemampuan dan kecepatan dalam menerima instruksi kerja dalam menyesuaikan
dengan cara kerja serta situasi kerja yang ada.
5. Sikap.
Tingkat
semangat kerja serta sikap positif dalam melaksanakan tugas pekerjaan yang
diberikan.
6. Disiplin Waktu dan Absensi.
Tingkat
kecepatan waktu dan tingkat kehadiran, dimana hal ini
mengacu kepada ketaatan terhadap jadwal kerja sebagaimana yang telah
ditugaskan.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif.
Adapun lokasi penelitian ini adalah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad
Yani Area Rantau Prapat, di Jl. Jend. Ahmad Yani No.2, Rantau Prapat, Kab.
Labuhan Batu, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 September
2021 sampai tanggal 20 Oktober 2021. Pada penelitian ini sumber data yang
dikumpulkan menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu Pengumpulan Data
Primer, data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan kuesioner
yang disebarkan secara online melalui Google Form di kalangan karyawan yang menjadi sampel dalam
penelitian ini. Akibat kondisi pandemi perusahaan tidak mengizinkan peneliti
untuk menyebarkan kuesioner secara langsung. Penyebaran kuesioner dilakukan
oleh salah satu karyawan bagian personalia PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Pengumpulan pengumpulan
data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui studi
kepustakaan, penelitian terdahulu, data yang diperoleh dari internet, dan
data-data yang diperoleh dari perusahaan secara online
melalui Whatsapp. Pada penelitian ini digunakan
teknik analisis kuantitatif, yaitu menguji dan menganalisis data dengan
perhitungan kemudian menarik kesimpulan dari pengujian yang dilakukan melalui
uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier
berganda, dan uji hipotesis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 1
Tabel Coefficients
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardize d Coefficients |
Unstandardiz ed Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
|
||
|
1 |
(Constant) |
26,534 |
5,268 |
|
5,037 |
,000 |
|
Komunikasi Organisasi (X1) |
,074 |
,149 |
,077 |
,496 |
,623 |
|
|
Karakteristi k Individu (X2) |
,642 |
,174 |
,572 |
3,689 |
,001 |
|
|
a.Dependent Variable: Prestasi Kerja |
||||||
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda di dapat
nilai Constant (a) = 26,534, nilai komunikasi
organisasi X1 (b1) = 0,074, dan nilai karakteristik individu X2 (b2) = 0,642.
Pada persamaan regresi tersebut dapat disimpulkan:
1) Nilai konstanta (a)
sebesar 26,534 menyatakan bahwa, jika tidak ada nilai konstan variabel komunikasi
organisasi dan karakteristik individu (X=0) maka nilai prestasi kerja karyawan
sebesar 26,534.
2)
Koefisien regresi komunikasi organisasi X1 sebesar 0,074
menyatakan bahwa setiap kenaikan variabel X1 satu satuan X, maka akan
meningkatkan nilai prestasi kerja sebesar 0,074. Hal ini menunjukkan bahwa
variabel komunikasi organisasi terhadap prestasi kerja memberikan nilai
positif, sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai variabel X1 maka
semakin tinggi pula nilai variabel Y.
3)
Koefisien regresi karakteristik individu X2 sebesar 0,642
menyatakan bahwa setiap kenaikan variabel X2 satu satuan X, maka akan
meningkatkan nilai prestasi kerja sebesar 0,642. Hal ini menunjukkan bahwa
variabel karakteristik individu terhadap prestasi kerja memberikan nilai positif,
sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi nilai variabel X2 maka semakin
tinggi pula nilai variabel Y.
B. Uji Signifikansi Parsial
(Uji T)
Tabel 2
Uji Signifikansi Parsial
(Uji T)
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Unstandardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
|
||
|
1 |
(Constant) |
26,534 |
5,268 |
|
5,037 |
,000 |
|
Komunikasi Organisasi (X1) |
,074 |
,149 |
,077 |
,496 |
,623 |
|
|
Karakteristik Individu (X2) |
,642 |
,174 |
,572 |
3,689 |
,001 |
|
|
a.Dependent Variable: Prestasi Kerja |
||||||
Sumber: Hasil Pengolahan
Data (2021)
Berdasarkan hasil uji T maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan hasil uji
dengan menggunakan program software SPSS untuk
variabel komunikasi organisasi (X1) terhadap prestasi kerja (Y) diperoleh nilai
thitung sebesar 0,496 dimana
nilai dari thitung memiliki nilai lebih keci dari ttabel yaitu sebesar 2,01954 (0,496 < 2,01954). Dapat
juga dilihat dalam tabel Coefficienta bahwa nilai
signifikansi pada variabel X1 memiliki nilai 0,623 yang berarti lebih besar
dari 0,05 (0,623 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi
organisasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja
karyawan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau
Prapat, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini Ha1 ditolak dan
Ho1 diterima.
2. Berdasarkan hasil uji
dengan menggunakan program software SPSS untuk
variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) diperoleh
nilai thitung sebesar 3,689 dimana
nilai dari thitung memiliki nilai lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 2,01954 (3,689 > 2,01954). Dapat
juga dilihat dalam tabel Coefficienta bahwa nilai
signifikansi pada variabel X2 memiliki nilai 0,001 yang berarti lebih kecil
dari 0,05 (0,001 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel karakteristik
individu (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan
pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat,
sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini Ha2 diterima dan Ho2
ditolak.
C. Uji Signifikansi Simultan
(Uji F)
Tabel 3
Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regressio n |
548,714 |
2 |
274,357 |
12,923 |
,000b |
|
Residual |
870,468 |
41 |
21,231 |
|
|
|
|
Total |
1419,182 |
43 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y) |
||||||
|
b.Predictors: (Constant), Karakteristik Individu (X2), Komunikasi Organisasi (X1) |
||||||
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan
pada tabel di dapat bahwa nilai Fhitung yang
diperoleh sebesar 12,923 memiliki nilai yang lebih besar dari Ftabel sebesar 3,23 (12,923 > 3,23), atau berdasarkan
dengan nilai signifikan dapat dilihat bahwa Sig 0,000
< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi organisasi (X1) dan
karakteristik individu (X2) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap
variabel prestasi kerja (Y) karyawan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang
Ahmad Yani Area Rantau Prapat.
D.
Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 4
Uji Koefisien Determinasi
(R2)
|
Model
Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
1 |
,622a |
,387 |
,357 |
4,608 |
|
a.Predictors: (Constant), Karakteristik Individu (X2), Komunikasi Organisasi (X1) |
||||
|
b. Dependent Variable: Prestasi Kerja (Y) |
||||
Sumber: Hasil Pengolahan Data
(2021)
Berdasarkan
pengolahan data dapat dilihat dimana dapat diketahui
bahwa nilai R yaitu sebesar 0,622 menunjukkan hubungan antara variabel
komunikasi organisasi (X1) dan karakteristik individu (X2) memiliki hubungan
yang cukup erat terhadap prestasi kerja (Y). Jika nilai R memiliki jumlah yang
semakin besar atau semakin mendekati satu maka model dapat dikatakan baik untuk
digunakan. Nilai R square (R2) sebesar 0,387 berarti
variabel komunikasi organisasi dan karakteristik individu berkontribusi sebesar
38,7% terhadap prestasi kerja karyawan, sedangkan lainnya sebesar 61,3%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dan tidak dibahas dalam
penelitian ini.
1. Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Prestasi Kerja
Karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat
Penelitian
ini menggunakan 7 indikator komunikasi organisasi yang dijelaskan oleh (Tannady, 2017),
yaitu proses, pesan, jaringan, keadaan saling tergantung, hubungan, lingkungan
dan ketidakpastian. Dari ketujuh indikator yang digunakan terdapat 2 indikator
yang memiliki hasil persentase paling tinggi yaitu proses komunikasi sebesar
63,6% dan keadaan saling tergantung sebesar 77,3%. Komunikasi organisasi yang
baik dapat dilihat melalui proses interaksi komunikasi yang dilakukan antar
karyawan dengan atasan atau sesama rekan kerja, sehingga dapat menambah
semangat karyawan dalam bekerja. Sejalan dengan teori Koontz
(Ruliana, 2014)
bahwa tujuan dari komunikasi organisasi adalah membuat suatu perubahan dalam
mempengaruhi tindakan karyawan agar mengarah kepada kesejahteraan perusahaan.
Apabila tindakan komunikasi organisasi tidak berjalan dengan semestinya atau
kaku, maka bukan tidak mungkin akan mempengaruhi prestasi kerja karyawan yang
dapat berdampak kepada kemajuan perusahaan. Hubungan komunikasi organisasi
harus memiliki sifat terbuka agar maksud dan tujuannya dapat tersampaikan
dengan jelas. Dimana peran dari lingkungan kerja yang
nyaman dan komunikasi yang fleksibel sangat diperlukan untuk mendukung semangat
kerja karyawan. Pada penelitian ini didapatkan hasil yang menyatakan bahwa
variabel komunikasi organisasi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap
variabel prestasi kerja.
Hal
ini dapat dilihat dari hasil uji parsial (uji T) bahwa nilai thitung memiliki nilai sebesar 0,496 yang berarti lebih
kecil dari nilai ttabel sebesar 2,01954 atau (0,496
< 2,01954). Nilai signifikansi yang menunjukkan lebih besar dari 0,05 (0,632
> 0,05) dan dapat dilihat bahwa nilai koefisien regresi bernilai positif
yaitu 0,074. Maka hipotesis Ho1 diterima, yaitu Tidak terdapat pengaruh antara
komunikasi organisasi terhadap prestasi kerja karyawan PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Hasil dari penelitian ini
dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya
terkait dengan indikator komunikasi organisasi yang digunakan dalam penelitian
ini tidak berpengaruh terhadap prestasi kerja. Dimana
prestasi kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh faktor lain selain dari
komunikasi organisasi, yang mana faktor itu tidak dibahas dalam penelitian ini.
Hal ini terjadi akibat komunikasi organisasi yang memiliki peran sebagai
pembangun hubungan kerja antar rekan kerja atau atasan dalam penyampaian
informasi dan instruksi untuk menyelesaikan pekerjaannya.
2. Pengaruh Karakteristik Individu Terhadap Prestasi Kerja
Karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat
Karakteristik
individu adalah perilaku dan sikap seorang karyawan, yang mana perilaku menjadi
salah satu faktor yang penting di dalam lingkungan organisasi. Hal ini
dikatakan penting karena, perilaku dan sikap karyawan dapat berdampak pada
kesadaran dan kesediannya untuk mentaati
peraturan dan norma-norma yang berlaku dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya di perusahaan. Pada umumnya perilaku dan sikap yang baik akan terlihat
apabila karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu, serta karyawan dapat
menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik dan benar sesuai dengan instruksi
yang telah diberikan. Semakin baik perilaku dan sikap yang dimiliki oleh
seorang karyawan dan diikuti dengan kualitas
kinerjanya, maka akan meningkatkan prestasi kerja yang akan di dapat.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan 2 indikator karakteristik individu
berdasarkan teori (Robbins, 2015),
yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.
Dari
kedua indikator yang digunakan tersebut, pada hasil penelitian ini yang
memiliki hasil persentase paling tinggi dalam variabel karakteristik individu
adalah kemampuan intelektual sebesar 77,3%. Kemampuan intelektual merupakan hal
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Pada
dasarnya setiap karyawan memiliki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan
pendidikan dan pengalaman dibidangnya masing-masing. Hal ini tidak terlepas
dari faktor karakteristik individu karyawannya, dimana
berdasarkan teori (Adamy, 2016) menjelaskan bahwa pendidikan
dan pengalaman kerja merupakan salah satu indikator penting yang dapat
mempengaruhi tingkah laku dan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan
Didapatkan
hasil pada penelitian ini bahwa variabel karakteristik individu memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap variabel prestasi kerja. Hal ini dapat
dilihat berdasarkan hasil uji parsial (uji T) diperoleh nilai thitung sebesar 3,689 dimana
nilai dari thitung memiliki nilai lebih besar dari ttabel yaitu sebesar 2,01954 (3,689 > 2,01954). Dapat
juga dilihat dalam tabel Coefficienta bahwa nilai
signifikansi pada variabel karakteristik individu memiliki nilai 0,001 yang
berarti lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05) dan nilai koefisien regresi
bernilai positif yaitu 0,642. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang
besar antara variabel karakteristik individu terhadap variabel prestasi kerja
karyawan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau
Prapat. Dapat dilihat dari hasil yang di dapat maka hipotesis Ha2 dapat
diterima, yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara
karakteristik individu terhadap prestasi kerja karyawan pada PT. Bank Mandiri
(Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area
Rantau Prapat. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa apabila variabel
karakteristik individu meningkat, maka akan memberikan dampak positif terhadap
prestasi kerja karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area
Rantau Prapat.
3. Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Karakteristik Individu
Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad
Yani Area Rantau Prapat
Karyawan
memiliki kemampuan kerja yang harus terus dievaluasi oleh perusahaan, sehingga
peraturan kerja harus dilaksanakan secara konsisten dan jelas agar dapat
mencapai tujuan perusahaan ataupun tujuan kinerja karyawan dalam bentuk prestasi
kerja. Menurut Soeprihanto (Priyono 2010)
prestasi kerja adalah hasil kerja seseorang dalam suatu periode tertentu yang
dibandingkan dengan beragam kemungkinan seperti strandar,
target, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan dan disepakati sebelumnya.
Hubungan komunikasi dan karakter karyawan yang baik merupakan hal yang harus
diperhatikan. Adanya perubahan interaksi komunikasi tentu akan mempengaruhi
target kerja yang telah ditentukan dan apabila karyawan memiliki karakter yang
buruk maka akan memperkeruh situasi kerja di dalam
perusahaan. Berdasarkan hasil uji simultan (uji F) dan uji koefisiensi
determinasi (R2) yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat
besarnya hubungan antar ketiga variabel. Serta untuk melihat pengaruh variabel
independen yaitu komunikasi organisasi (X1) dan karakteristik individu (X2)
terhadap variabel dependen yaitu prestasi kerja (Y) secara simultan
(bersama-sama). Pada hasil uji simultan (uji F) didapat hasil bahwa komunikasi
organisasi dan karakteristik individu terhadap prestasi kerja menunjukkan Fhitung yang diperoleh sebesar 12,923 memiliki nilai yang
lebih besar dari
Ftabel
sebesar 3,23 (12,923 > 3,23), atau berdasarkan dengan nilai signifikan dapat
dilihat bahwa Sig 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan
bahwa variabel komunikasi organisais (X1) dan
karakteristik individu (X2) berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap
variabel prestasi kerja (Y). Namun secara parsial hanya karakteristik individu
yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan PT.
Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ahmad Yani Area Rantau Prapat. Hasil uji koefisiensi determinasi dapat diketahui bahwa nilai R yaitu
sebesar 0,622 menunjukkan hubungan antara variabel komunikasi organisasi dan
karakteristik individu terhadap prestasi kerja yang cukup erat. Nilai dari R Square menunjukkan bahwa variabel komunikasi organisasi dan
karakteristik individu berkontribusi secara bersama-sama sebesar 0,387 atau
38,7% dalam mempengaruhi variabel prestasi kerja. Prestasi kerja merupakan
salah satu hal yang penting bagi suatu perusahaan guna menilai tingkat kinerja
setiap karyawannya. Prestasi kerja merupakan hasil gabungan dari berbagai
variabel individual, variabel fisik dan pekerjaan serta variabel organisasi dan
sosial McCormick dan Tiffin
(Sutrisno, 2019).
Setiap karyawan selalu ingin mendapatkan pencapaian yang baik dalam perusahaan
guna mendapatkan penghargaan atau hadiah saat terjadi peningkatan prestasi
kerja, sehingga diperlukan kriteria yang tepat untuk mengukurnya. Pada
penelitian ini peneliti menggunakan 6 indikator berdasarkan teori (Sutrisno, 2019)
untuk melihat prestasi kerja karyawan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang
Ahmad Yani Area Rantau Prapat yaitu hasil kerja, pengetahuan pekerjaan,
inisiatif, kecekatan mental, sikap, dan disiplin waktu dan absensi. Dari keenam
indikator yang digunakan tersebut, pada hasil penelitian ini hanya terdapat 2 indikator yang memiliki
hasil persentase paling tinggi dalam variabel prestasi kerja yaitu hasil kerja
sebesar 77,8% dan disiplin waktu dan absensi sebesar 79,5%. Dimana
hasil kerja dapat diperoleh melalui kamampuan,
kemauan, usaha, dan ketepatan waktu yang dilakukan karyawan untuk menyelesaikan
tugas-tugasnya di dalam perusahaan.
Adapun
penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Yudha, Syamsi, & Madina, 2018)
yang berjudul “Pengaruh Motivasi, Karakteristik Individu, Karakteristik
Pekerjaan dan Karakteristik Organisasi Terhadap Prestasi kerja Karyawan (Studi
Pada PT. Putra Indah Perkasa Banjarbaru Kal-Sel)” menyebutkan bahwa motivasi,
karakteristik indiviu, karakteristik pekerjaan dan
karakteristik organisasi secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap prestasi kerja. Pada penelitian ini variabel motivasi
memiliki peran yang cukup penting guna meningkatkan kualitas dan kuantitas
karyawan, sehingga hal ini dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi kerja
karyawan. Dalam hasil penelitian yang dilakukan peneliti variabel karakteristik
individu memiliki peran yang paling dominan terhadap prestasi kerja, tatapi
pada variabel komunikais organisasi tidak terlalu
memiliki pengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini sesuai dengan teori
(Sutrisno, 2019)
yang menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor yang mempengaruhi prestasi kerja
karyawan yaitu: Usaha adalah sinergi fisik dan mental yang digunakan dalam
menyelesaikan tugas. Kemampuan yaitu sifat personal yang diperlukan utuk menyelesaikan pekerjaan. Dan Task
Perception (wewenang) yaitu segala perilaku dan
aktivitas yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Ketiga faktor
tersebut merupakan bentuk dari perilaku atau karakteristik individu. Dimana hal ini dapat muncul pada diri seorang karyawan
dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu, karyawan akan terbiasa
untuk menyelesaian pekerjaannya dengan kemampuan dan
usaha yang dimiliki. Maka untuk mendapatkan prestasi kerja yang baik guna
meningkatkan kualitas dan kuantitas diri di dalam perusahaan, karyawan harus
mampu mendorong dirinya untuk terus berkembang dan terus meningkatkan ilmu
pengetahuannya.
KESIMPULAN
Adamy, Marbawi. (2016). Buku Ajar Manajemen Sumber Daya
Manusia Teori, Praktik Dan Penelitian. Unimal Press. Google Scholar
Arni, Muhammad.
(2005). Komunikasi organisasi. Jakarta: Bumi Aksara, 145. Google Scholar
Hasibuan, Malayu S. P.
(2015). Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit: PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Google Scholar
Hasibuan, S. P.
(n.d.). Malayu,(2013), Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta:
Penerbit PT. Bumi Aksara. Google Scholar
Irene, Silviani.
(2020). Komunikasi Organisasi. PT. Scopindo Media Pustaka. Surabaya. Google Scholar
Purwanto, Agus, Yudha,
Cornelius Satria, Ubaidillah, U., Widiyandari, Hendri, Ogi, Takashi, &
Haerudin, Hery. (2018). NCA cathode material: Synthesis methods and performance
enhancement efforts. Materials Research Express, 5(12), 122001. Google Scholar
Rivai, Veithzal.
(2016). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan. Google Scholar
Robbins, Stephen P.
(2015). Teori Organisasi: Struktur, Desain dan Aplikasi, Edisi ketiga.
Jakarta. Google Scholar
Ruliana, Poppy.
(2014). Komunikasi organisasi: teori dan studi kasus. Google Scholar
Sumarsono, H. M.
(2004). Metode riset sumber daya manusia. Google
Scholar
Sutrisno, Edy. (2019).
Manajemen sumber daya manusia, Cet. 8. Jakarta: Kencana. Google Scholar
Tannady, Hendy.
(2017). Manajemen Sumber daya manusia. Yogyakarta: Expert. Google Scholar
Thayer, Julian F.,
& Lane, Richard D. (2000). A model of neurovisceral integration in emotion
regulation and dysregulation. Journal of Affective Disorders, 61(3),
201–216. Google Scholar
Yudha, Victor
Fransditya, Syamsi, Nurus, & Madina, Siti. (2018). PENGARUH MOTIVASI,
KARAKTERISTIK INDIVIDU, KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN KARAKTERISTIK ORGANISASI
TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT. PUTRA INDAH PERKASA
BANJARBARU, KAL-SEL). Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 4(3). Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |