Desy Yulia,
Sudrajat, Sri Rahayu Budiani
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Desy.y@mail.ugm.ac.id, sdrajat@ugm.ac.id, srahayu@ugm.ac.id
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Juni 2022 10 Juli 2022 20 Juli 2022 |
Latar Belakang : Desa Mojowarno di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku petani dalam mengelola lahan sawah tadah hujan. Metode : Metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku petani dalam mengelola lahan sawah tadah hujan termasuk dalam kategori cukup, sedangkan untuk tingkat produktivitas lahan masuk dalam kategori sedang. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini secara simultan perilaku petani dalam mengelola lahan memiliki pengaruh terhadap tingkat produktivitas lahan dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 14.83%. Kata
Kunci : Perilaku Petani; Produktivitas
lahan; lahan Sawah Tadah Hujan |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Mojowarno Village in Kaliori
District, Rembang Regency is one of the villages
where most of the people have a livelihood as farmers. Objectives: The purpose of this study
is to determine the behavior of farmers in managing rainfed paddy fields. Methods: The data analysis methods
used are descriptive statistics and multiple linear regression analysis. Results: The results showed that
the behavior of farmers in managing rainfed paddy fields was included in the
sufficient category, while the level of land productivity was included in the
moderate category.. Conclusion: The conclusion of this
study is that simultaneously the behavior of farmers in managing land has an
influence on the level of land productivity with a coefficient of
determination (R2) of 14.83%. Keywords: Farmer Behavior; Land
productivity; Rainfed Rice Fields |
|
*Correspondent Author :
Desy Yulia
Email : Desy.y@mail.ugm.ac.id
PENDAHULUAN
Indonesia
adalah negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian dan penghasilan
penduduknya berasal dari sektor pertanian. Letak geografis Indonesia yang
berada di daerah tropis sehingga memiliki iklim yang cocok untuk dikembangkan
sebagai lahan pertanian. Sektor pertanian memegang peranan penting dalam
pelaksanaan pembangunan. Hal ini dikarenakan sektor pertanian adalah
satu-satunya sektor yang mampu menyediakan kebutuhan pangan, yang merupakan
kebutuhan paling mendasar. Padi termasuk tanaman pangan penghasil karbohidrat
yang merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Selain sebagai
penyedia kebutuhan pangan, sektor pertanian juga memegang perananan
penting sebagai sumber pendapatan utama bagi masyarakat petani. Komoditas
pertanian yang diharapkan dapat bergerak positif dalam peningkatan produksi dan
pendapatan adalah beras. Komoditas ini dinilai sebagai komoditas yang paling
dominan dikelola oleh petani, karena selain sebagai bahan pangan pokok, beras
juga merupakan komoditas strategis yang bernilai ekonomi tinggi. Petani padi
sebagian besar termasuk dalam kategori petani subsisten,
karena kegiatan pertanian dilakukan tidak hanya untuk tujuan komersialisasi,
tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya.
Kabupaten
Rembang merupakan daerah kering dengan curah hujan yang cukup rendah.
Pengelolaan airnya masih sangat kurang. Sehingga budidaya padi sulit optimal di
kawasan Kabupaten Rembang yang tidak memiliki sumber air melimpah serta
jaringan irigasi yang baik. Hal ini lah yang menjadi
kendala dalam budidaya padi di Kabupaten Rembang. Desa Mojowarno
merupakan salah satu desa di Kabupaten Rembang, yang dimana
mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. Lahan
sawah yang diusahakan oleh petani di Desa Mojowarno
adalah lahan sawah tadah hujan. Perilaku petani dalam mengelola lahan sawah
tadah hujan tentu berbeda dengan pengelolaan sawah irigasi biasanya.
Pengelolaan lahan sawah tadah hujan sangat bergantung dengan ketersedian air hujan sebagai sumber utama pengairannya. Sedangakan padi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak
air untuk dapat bertumbuh. Kondisi kekukarangan air
pada lahan sawah tadah hujan dapat memperbesar resiko
untuk terjadinya gagal panen, yang nantinya dapat berdampak pada penurunan produktivitas
lahan. Air merupakan sumber utama dalam melakukan kegiatan pertanian. Adanya
keterbatasan dalam memperoleh sumber air menjadi bahasan yang menarik untuk
dikaji, terutama perilaku petani dalam mengelola lahan dengan sumber air
terbatas dan tidak menentu (curah hujan). Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui mengetahui
perilaku petani dalam mengelola lahan sawah tadah hujan, serta mengetahui
pengaruh perilaku tersebut terhadap produktivitas lahan pertanian.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan pendekatan metode statistik deskriptif. Metode ini digunakan untuk
menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah diperoleh. Sedangkan untuk
penyajian data perilaku petani dan produktivitas menggunakan tabel distribusi
frekuensi dan diagram. Dalam penelitian ini model dapat dijabarkan dalam
persamaan regresi dengan menggunakan rumus berikut:
Y = a +
ß1X1 + ß
2X2 + ß 3X3+ ß 4X4 + ß 5X5 + ß 6X6+ ß 7X7 +
ß 8X8 + ß 9X9
+ ß 10X10 + e
Tabel 1
Model regresi linier berganda
|
Keterangan: |
|
|
|
|
|
|
||
|
Y |
= |
Produktivitas Lahan |
X1 |
= |
Frekuensi Tanam |
X6 |
= |
Pengairan |
|
a |
= |
Bilangan Konstanta |
X2 |
= |
Model
Penanaman |
X7 |
= |
Jenis Pupuk |
|
ß 1-10 |
= |
Koefisien regresi |
X3 |
= |
Frekuensi Pemupukan |
X8 |
= |
Jenis Bibit |
|
e |
= |
Error |
X4 |
= |
Penyemprotan Hama |
X9 |
= |
Diversivikasi |
Model
regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang
signifikan dari variabel yang diteliti, yaitu apakah perilaku petani dalam
mengelola lahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat
produktivitas lahan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Daerah Penelitian
Desa
Mojowarno terletak di Kecamatan Kaliori,
Kabupaten Rembang. Wilayah Desa Mojowarno terletak
pada posisi 115.7.20 LS dan 8.7.10 BT. Adapun batas wilayah Desa Mojowarno (dapat dilihat pada Gambar 1) yaitu sebelah utara
berbatasan dengan Pantai Utara Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sambiyan, sebelah barat berbatasan dengan Desa Tambak Agung
dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Dresi Kulon.
Desa Mojowarno terbagi menjadi tiga dusun, yaitu di
bagian barat terdapat Dusun Samben, kemudian di bagian tengah yang juga menjadi
pusat pemerintahan Desa Mojowarno adalah Dusun Mojo
dan di bagian paling timur terdapat Dusun Cering.
Gambar 1
Peta Administrasi
Desa Mojowarno, Kec. Kaliori,
Kab. Rembang
B. Perilaku Petani dalam Mengelola Lahan
Perilaku
petani merupakan aktivitas yang ada pada individu akibat dari stimulus yang diterima,
baik stimulus eksternal maupun internal. Berarti perilaku manusia sebagian
berasal dari perilaku yang dibentuk, dan sebagian lagi berasal dari perilaku
yang dipelajari (Kulsum
& Jauhar, 2014).
Kapasitas petani dalam mengelola usahatani dapat
berbeda-beda hal ini sangat bergantung pada kemampuan petani tersebut dalam
merencanakan usaha, mengatasi masalah, maupun menggunakan sumber daya (Saleh,
2021).
Selain itu, keberhasilan petani dalam mengelola lahan juga sangat dipengaruhi
oleh kemampuan petani dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam
mengelola lahan pertanian (Bagum et al., 2021).
Perilaku petani dalam mengelola lahan pada penelitian ini diamati berdasarkan
10 variabel yaitu: frekuensi tanam, model penanaman, frekuensi pemupukan,
penyiangan, pengairan, jenis pupuk, jenis bibit, diversifikasi, dan alat
pertanian.
Tabel 2
Statistik Deskriptif
Variabel Perilaku Petani dalam Mengelola Lahan
|
Descriptive Statistics |
||||||
|
|
N |
Range |
Min |
Max |
Mean |
Std. Deviation |
|
Perilaku Petani |
60 |
8.00 |
17.00 |
25.00 |
22.31673 |
1.62075 |
*Sumber: Data primer yang
diolah dengan SPSS 25.0, 2022
Berdasarkan
tabel di atas dapat diketehui sebaran data pada
variabel perilaku petani dalam mengelola lahan. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa range sebesar 8.00 yang diperoleh dari selisih
antara nilai maksimum sebesar 25.00 dengan nilai minimum sebesar 17.00,
rata-rata yang diperoleh sebesar 22.31673 dengan standar deviasi sebesar
1.62075. Selanjutnya adalah melakukan perhitungan kelas interval untuk
melakukan kategori dari perilaku petani dalam mengelola lahan menjadi 3
kategori yaitu kurang, cukup, dan baik yaitu dengan membagi range
yang telah diperoleh 8/3 = 2.67 (interval kelas). Berdasarkan hasil tersebut
diperoleh distribusi frekuensi untuk perilaku petani dalam mengelola lahan
sebagai berikut:
Tabel 3
Kategori Perilaku Petani
Dalam Mengelola Lahan
|
Interval |
Kategori |
Frekuensi |
Persentase |
|
17 - 19.67 |
Kurang |
2 |
3.00% |
|
19.68 - 22.35 |
Cukup |
30 |
50.00% |
|
22.36 - 25.03 |
Baik |
28 |
47.00% |
|
Total |
60 |
100.00% |
|
*Sumber: Data primer yang
diolah dengan SPSS 25.0, 2022
Gambar 2
Grafik Kategori
Perilaku Petani Dalam Mengelola Lahan
Pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Desa Mojowarno
C. Produktivitas Lahan
Produktivitas adalah
efisiensi dalam produksi atau banyaknya output yang
dihasilkan dari input yang digunakan (Syverson, 2011). Produktivitas
dipengaruhi faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah kemampuan
petani dalam mengelola usahataninya yang ditentukan
dari tingkat pendidikan, pengalaman, tingkat pengetahuan dan ketrampilan petani
(Isyanto & Nuryaman,
2015). Faktor eksternal yang
mempengaruhi dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah tenaga kerja,
modal, lahan dan manajemen usaha. Semakin luas lahan semakin tinggi hasil
produksi, sehingga pendapatan per satuan luas juga semakin tinggi dikarenakan
lahan merupakan seluruh tanah yang dapat ditanami atau diusahakan (Suratiyah, 2015). Perilaku petani juga
mempengaruhi produktivitas, ketika perilaku petani terhadap cara budidaya baik
maka akan meningkatkan produktivitas, mutu produk dan pendapatan petani (Hadi, Soesilohadi,
Wagiman, & Rahayuningsih, 2014). Hasil rekapitulasi
produktivitas lahan di 3 musim tanam (MT1, MT2 dan MT3) adalah sebagai berikut:
Gambar 3
Grafik Tingkat Produktivitas Lahan Pada MT1,
MT2, MT3
Pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Desa Mojowarno
Dari
grafik 3 dapat dilihat bahwa tingkat produktivitas MT1 masuk dalam kategori
sedang, priode musim tanam ini ketersedian
air hujan cukup terjamin karena merupaka musim awal
hujan. Pada MT2 tingkat produktivitas lahan mengalami penurunan dikarenakan
musim kekurangan air yairu awal bulan sebelum masuk
musim kemarau. Sedangkan pada MT3 penurunan produktivitas lahan sangat tinggi,
sebagian besar petani di Desa Mojowarno pada musim
kemarau yaitu MT3, membiarkan lahan dalam kondisi bera.
D. Pengaruh Perilaku Petani dalam Mengelola
Lahan Terhadap Produktivitas Lahan.
Pada penelitian
ini, analisis regresi berganda dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh antara Perilaku Petani dalam Mengelola
Lahan (Frekuensi Tanam, Model Penanaman,
Frekuensi Pemupukan, Penyemprotan Hama, Penyiangan, Pengairan, Jenis Pupuk, Jenis Bibit,
Diversifikasi, dan Alat Pertanian) terhadap Produktivitas Lahan (Y). Tujuannya untuk memperkirakan nilai variabel dependen dalam hubungan sebab-akibat terhadap nilai variabel lain. Akan tetapi dikarenankan pada variabel Diversifikasi memiliki nilai yang konstan/ sama, sehingga tidak dapat dilakukan prediksi pada variabel
tersebut.
1. Hasil Uji Statistik t
(t-test)
Pengujian hipotesis secara parsial adalah suatu pengujian
hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui apakah secara individu
atau parsial variabel bebas (independen) berpengaruh signifikan atau tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (dependen).
Tabel 4
Hasil Uji t (Parsial)
|
Coefficientsa |
|||
|
Model |
t |
Sig. |
|
|
1. |
(Constant) |
2,804 |
,007 |
|
Frekuensi Tanam |
1,646 |
,106 |
|
|
Model Penanaman |
-,415 |
,680 |
|
|
Frekuensi Pemupukan |
2,198 |
,033 |
|
|
Penyemprotan Hama |
-1,995 |
,052 |
|
|
Penyiangan |
-,090 |
,929 |
|
|
Pengairan |
,725 |
,472 |
|
|
Jenis Pupuk |
-1,521 |
,135 |
|
|
Jenis Bibit |
-1,616 |
,112 |
|
|
Alat Pertanian |
-3,768 |
,000 |
|
|
a. Dependent Variable: Produksi |
|||
*Sumber: Data primer
yang diolah dengan SPSS
25.0, 2022
Berdasarkan Tabel 4 diperoleh nilai Sig. untuk variabel frekuensi tanam sebesar 0.106, model penanaman sebesar 0.680, frekuensi pemupukan sebesar 0.033, penyemprotan hama sebesar 0.052, penyiangan sebesar 0.929, pengairan sebesar 0.472, jenis pupuk sebesar 0.135, jenis bibit sebesar
0.112 dan alat pertanian sebesar 0,000. berdasarkan hasil tersebut terlihat bahwa nilai sig. variabel frekuensi pemupukan dan alat pertanian berada pada daerah penolakan h0 karena memiliki nilai sig. < (α)
= 5%. hal ini menunjukkan bahwa h0 ditolak dan h1 diterima, artinya frekuensi pemupukan dan alat pertanian berpengaruh signifikan secara parsial terhadap produktivitas lahan. Sedangkan untuk variabel
frekuensi tanam, model penanaman, penyemprotan hama, penyiangan, pengairan,
jenis pupuk, dan jenis bibit terlihat bahwa nilai Sig.
berada pada daerah penolakan H0 karena memiliki nilai Sig.
> (α) = 5%. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1
ditolak, artinya frekuensi tanam, model penanaman, penyemprotan hama,
penyiangan, pengairan, jenis pupuk, dan jenis bibit tidak berpengaruh signifikan
secara parsial terhadap produktivitas lahan.
2. Hasil Uji Statistik F
Pengujian hipotesis secara simultan adalah suatu pengujian
hipotesis yang bertujuan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama
atau simultan variabel bebas (independen) berpengaruh signifikan atau tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (dependen). Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai Sig.
sebesar 0.002. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai Sig. lebih kecil dari nilai < (α) = 5% (0.002 < 0.05), maka H0 ditolak dan H1
diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari perilaku petani dalam
mengelola lahan secara simultan atau bersama-sama terhadap produktivitas lahan.
Tabel 5
Hasil Uji Statistik F
|
ANOVAa |
||||||
|
1. |
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
Regression |
8,531 |
9 |
,948 |
3,472 |
,002b |
|
|
Residual |
13,652 |
50 |
,273 |
|
|
|
|
Total |
22,183 |
59 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Produksi |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Alat Pertanian,
Penyemprotan Hama, Pengairan,
Jenis Bibit, Frekuensi Pemupukan, Penyiangan, Jenis Pupuk, Model Penanaman, Frekuensi Tanam |
||||||
|
|
||||||
*Sumber: Data primer
yang diolah dengan SPSS
25.0, 2022
Analisis koefisien determinasi adalah suatu analisis
yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari suatu variabel
terhadap variabel lainnya.
Tabel 6
Hasil Analisis Koefisien Determinasi
|
Model Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
,620a |
,385 |
,274 |
,52253 |
|
a. Predictors: (Constant), Alat Pertanian, Penyemprotan Hama, Pengairan,
Jenis Bibit, Frekuensi Pemupukan, Penyiangan, Jenis Pupuk, Model Penanaman,
Frekuensi Tanam |
||||
|
b. Dependent Variable: Produksi |
||||
Setelah diketahui nilai r sebesar 0.274, maka koefisien
determinasi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
KD = R2 × 100%
= (0.385)2 × 100%
= 14,83%
Dengan demikian, maka diperoleh nilai koefisien
determinasi sebesar 14.83% yang menunjukkan arti perilaku petani dalam
mengelola lahan memberikan pengaruh simultan (bersama-sama) sebesar 14.83%
terhadap produktivitas lahan, sedangkan sisanya sebesar 85.17% dipengaruhi oleh
faktor lain yang tidak diamati di dalam penelitian ini.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis
dapat menarik suatu kesimpulan yaitu perilaku petani dalam mengelola lahan
sawah ini terdiri dari beberapa variabel tolak ukur, yaitu frekuensi tanam,
model penanaman, frekuensi pemupukan, penyemprotan hama, penyiangan, pengairan,
jenis pupuk, jenis bibit, diversifikasi, dan alat pertanian. Berdasarkan tolak
ukur tersebut perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian sawah tadah hujan
di Desa Mojowarno termasuk dalam kategori cukup.
Tingkat produktivitas lahan pada MT1 masuk dalam kategori sedang. Pada MT2
tingkat produktivitas lahan mengalami penurunan dikarenakan musim kekurangan
air. Sedangkan pada MT3 penurunan produktivitas lahan sangat tinggi dikarenakan
sebagian besar petani membiarkan lahan dalam kondisi bera. Secara total Tingkat
produktivitas lahan sawah tadah hujan dalam penelitian ini termasuk dalam
kategori sedang. Frekuensi pemupukan dan penggunaan alat pertanian berpengaruh
signifikan secara parsial terhadap produktivitas lahan karena memiliki nilai sig. < (α) = 5%. Terdapat pengaruh signifikan dari
perilaku petani dalam mengelola lahan secara simultan atau bersama-sama
terhadap produktivitas lahan dengan koefisien determinasi (R2) 14.83%.
BIBLIOGRAFI
Bagum, Thahamina, Uddin, Md Kamal, Hassan, Salim,
Kamarulzaman, Nitty Hirawaty, Rahman, Md Zulfikar, & Haque, Ahmad Numery
Ashfaqul. (2021). Contribution of Selected Factors on Farmers’ Work Performance
towards Fertilizer Application in Rice of Bangladesh. Sustainability, 13(19),
10795. Google Scholar
Hadi, Mochamad, Soesilohadi, R. C. Hidayat, Wagiman, F. X.,
& Rahayuningsih, Yayuk. (2014). Pertanian organik suatu alternatif
pengelolaan ekosistem sawah yang sehat, alami dan ramah lingkungan. ANATOMI
FISIOLOGI, 22(1), 72–77. Google Scholar
Isyanto, Agus Yuniawan, & Nuryaman, Hendar. (2015). Faktor-faktor
yang Berpengaruh Terhadap Produktivitas Usahatani Kedelai di Kabupaten Ciamis.
Google Scholar
Kulsum, Umi, & Jauhar, Mohammad. (2014). Pengantar
psikologi sosial. Jakarta: Prestasi Pustaka. Google
Scholar
Saleh, Khaerul. (2021). Factors affecting the capacity of
farming rice farmers in managing rice field in the District Tangerang. IOP
Conference Series: Earth and Environmental Science, 883(1), 12048.
IOP Publishing. Google Scholar
Suratiyah, K. (2015). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya.
Jakarta. 2002. Analisa Usaha Tani. Universitas Indonesia Press Jakarta. Google Scholar
Syverson, Chad. (2011). What determines productivity? Journal
of Economic Literature, 49(2), 326–365. Google
Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |