ANALISIS PELUANG USAHA DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN KEBERLANGSUNGAN USAHA
DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Agung Pranata, Marlon Sihombing
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara,
Indonesia
agungpranata500@gmail.com,
mrlnsihombing@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peluang usaha yang ada dan dapat dilakukan dalam upaya mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah pandemi covid-19 pada konveksi Ers Store Medan. Metode : Dalam penelitian ini dilakukan suatu suatu analisis dengan metode kualitatif untuk mengetahui peluang usaha apa yang telah dilakukan oleh konveksi Ers Store Medan dalam upaya mempertahankan usahanya di tengah pandemi covid-19. Hasil : Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa konveksi Ers Store Medan memiliki peluang usaha yang cukup prospektif karena telah memenuhi syarat-syarat sebuah usaha dikatakan prospektif walaupun di tengah pandemi covid-19. Kesimpulan : Selain itu dengan analisis OODA Loops maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konveksi Ers Store Medan konveksi Ers Store Medan berupaya mempertahankan bisnis atau usahanya di tengah pandemi covid-19 salah satunya yaitu dengan melihat peluang usaha yang muncul untuk membuat perlengkapan APD, melakukan observasi atau pengamatan tentang perilaku konsumen, kebutuhan pasar. Kata Kunci : Peluang Usaha; Kebertahanan; Usaha Konveksi |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are
one of the business sectors that play an important role in the growth and
development of the economy in Indonesia. Objectives: The purpose of this study is to find out how
business opportunities exist and can be done in an effort to maintain
business continuity in the midst of the Covid-19 pandemic at the Ers Store Medan convection. Methods: In this study, an analysis was carried out with
a qualitative method to find out what business opportunities have been
carried out by the Ers Store Medan convection in an
effort to maintain its business in the midst of the Covid-19 pandemic. Results: Based on
the results of the analysis, it can be seen that the Ers
Store Medan convection has a fairly prospective business opportunity because
it has met the requirements of a business that is said to be prospective even
in the midst of the Covid-19 pandemic. Conclusion: In addition, with the analysis of OODA Loops, it
can be concluded that the convection of Ers Store
Medan convection Ers Store Medan seeks to maintain
its business or business in the midst of the Covid-19 pandemic, one of which
is by looking at business opportunities that arise to make PPE equipment,
make observations or observations about consumer behavior, market needs. Keywords: Business Opportunities;
Serendipity; Convection Efforts |
|
*Correspondent Author :
Agung Pranata
Email : sulistyaniprabuaji@student.uns.ac.id
PENDAHULUAN
Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang
berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Indonesia.
UMKM juga merupakan salah satu penyokong perekonomian di Indonesia khususnya
pada masyarakat golongan bawah dan menengah. UMKM memiliki peran strategis
dalam upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran, karena UMKM
dapat menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran akibat tidak terserapnya
angkatan kerja dalam dunia kerja menjadi berkurang. Dalam penjelasan umum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) ditegaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan
pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam
proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan
ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Keberadaan UMKM
yang cukup banyak dan hampir disemua sektor ekonomi
serta besarnya kontribusi dalam penciptaan kesempatan kerja, membuat eksistensi
usaha industri kecil semakin terlihat, salah satunya di kota Medan. Sesuai
dengan RTRW Nasional, RTRW Provinsi Sumatera Utara, RTRW Mebidangro,
dan RTRW Kota Medan, sektor industri merupakan salah satu sektor yang paling
berpotensi untuk berkembang di Kota Medan sebagai ibukota 3 Provinsi Sumatera
Utara. Sektor industri pengolahan yang didalamnya
mencakup 9 subsektor industri mampu menghasilkan
nilai tambah sekitar 115,56 Triliun rupiah pada tahun 2015 dalam pembentukan
PDRB Kota Medan dengan kontribusi industri pengolahan rata-rata sekitar 20,21
persen (Yamazaki et al., 2015).
Salah
satu jenis UMKM yang berada di kota Medan
yaitu usaha bidang konveksi. Saat ini, potensi industri
kreatif seperti usaha konveksi memiliki prospek dan peluang yang sangat
menjanjikan. Apabila banyak industri kreatif yang terus digali dan ditingkatkan
oleh UMKM maka daya serap ekonomi akan tersebar secara merata dan memiliki daya
serap yang tinggi sehingga akan meningkatkan kemakmuran ekonomi di daerah
tersebut serta akan menciptakan lapangan kerja baru agar dapat mengatasi
kemiskinan. Usaha sektor konveksi dapat mengoptimalkan peluang usaha yang ada
seperti pembuatan pakaian seragam, PDH, PDL, dan juga berbagai jenis
produk lainnya sesuai kebutuhan konsumen seperti kemeja, kaus, dan
lain-lain. Namun, pada saat ini selain harus menghadapi persaingan yang terus
meningkat, sektor usaha konveksi juga dipaksa untuk bertahan di tengah situasi
pandemi covid-19. Kondisi pandemi covid-19 memiliki dampak yang cukup
signifikan terhadapbidang usaha konveksi. Banyak
usaha konveksi yang mengalami kesulitan produksi dikarenakan penurunan
penjualan dan juga sulitnya bahan baku membuat beberapa usaha konveksi menjadi
bangkrut. Berdasarkan hasil survei pada tahap pra
penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap beberapa usaha konveksi yang
masih bertahan seperti usaha konveksi Kaos, konveksi UD. Alfahmi,
konveksi Medan, konveksi Kembar Seragam
dan konveksi Ers Store Medan, sektor usaha konveksi
mengalami kesulitan seperti penurunan omset penjualan dikarenakan kegiatan
produksi sektor usaha konveksi mulai menurun dimana
biasanya sektor usaha konveksi menerima banyak pesanan seragam PDH dari siswa,
mahasiswa, organisasi maupun perusahaan untuk pembuatan seragam PDH namun,
dengan adanya kondisi pandemi ini membuat kegiatan di sektor pendidikan
dilakukan secara online sehingga kebutuhan mengenai
pembuatan seragam PDH oleh siswa dan mahasiswa
juga menjadi tidak begitu perlu di lakukan. Dimana
salah satu sektor terbesar pendapatan dari bidang usaha konveksi biasanya
adalah dari sektor mahasiswa dan pelajar.
Usaha
konveksi juga semakin kesulitan dengan adanya PP Nomor 21 tahun 2020 tentang
PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan maksud membatasi pergerakan
orang dan barang sehingga mengharuskan masyarakat jika tidak ada keperluan
mendesak diharapkan untuk berdiam diri dirumah,
membuat usaha konveksi menjadi sulit dalam mempertahankan proses produksinya
karena pada umumnya usaha konveksi memerlukan supplier
yang cepat. Usaha konveksi juga dituntut untuk mampu menyesuaikan diri di dalam
perkembangan situasi bisnis yang ada dengan melihat peluang usaha yang ada
sehingga dapat berkembang dan mampu bertahan terhadap perkembangan situasi apapun, terutama terkait dengan adanya peristiwa pandemi
covid-19. Berdasarkan beberapa usaha konveksi yang telah di wawancarai
peneliti, peneliti memilih konveksi Ers Store Medan
sebagai objek penelitian dikarenakan terdapat beberapa hal unik yang telah
dilakukan oleh konveksi Ers Store Medan yang tidak
diakukan oleh konveksi lain seperti dapat mempertahankan keberlangsungan
usahanya dengan mengoptimalkan peluang-peluang usaha yang ada pada situasi
seperti ini untuk dapat mempertahankan produktivitasnya. Usaha konveksi Ers Store Medan didirikan oleh Ersandi
Dermawan Sikumbang pada tahun 2016, berawal dari seringnya tawaran yang didapat
untuk membuat berbagai macam pakaian membuat Ersandi
memberanikan diri untuk membuat konveksinya sendiri. Berkat usaha Ersandi, konveksi Ers Store Medan
dapat meraih pendapatan sekitar Rp.30.000.000- Rp.50.000.000 per-bulannya,
dikarenakan konveksi Ers Store Medan dapat
mengoptimalkan peluang usaha yang ada seperti pembuatan pakaian seragam, PDH,
PDL, dan juga berbagai jenis produk lainnya sesuai kebutuhan konsumen seperti
kemeja, kaus, dan lain-lain.
Tabel 1
Data Penjualan Konveksi Ers
Store Medan Per Tahun
|
Tahun |
Tahun
Pendapatan |
|
2016 |
Rp. 420.000.000 |
|
2017 |
Rp. 480.000.000 |
|
2018 |
Rp. 610.000.000 |
|
2019 |
Rp. 640.000.000 |
|
2020 |
Rp. 520.000.000 |
Berdasarkan
pra-survei yang dilakukan peneliti pada konveksi Ers Store Medan, pada saat ini selain harus menghadapi
persaingan yang terus meningkat usaha konveksi ini juga dipaksa untuk bertahan
di tengah situasi pandemi covid19 seperti saat ini. Konveksi Ers Store Medan menjadi salah satu konveksi yang dapat
melakukan penyesuaian dan melihat peluang yang ada sehingga dapat
mempertahankan keberlangsungan usahanya. Dalam kondisi pandemi seperti ini,
para pelaku usaha konveksi harus mampu merespon
perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen sebagai akibat dari adanya pandemi
COVID-19. Selain itu para pelaku usaha konveksi juga harus bisa menata ulang
strategi bisnisnya. Dalam kondisi seperti saat ini, usaha konveksi perlu
melakukan penyesuaian diri dalam hal produk dan
melakukan beberapa strategi pemasaran untuk bertahan. Terdapat beberapa
hal yang dapat dilakukan oleh usaha di bidang konveksi termasuk diantaranya seperti membuka lini produk baru dan
memperbaharui sistem pemasaran yang ada, karena bisnis yang mampu bertahan
yaitu bisnis yang responsif terhadap perubahan lingkungan. Beberapa hal yang
dapat dilakukan oleh usaha konveksi antara lain seperti inovasi, digital marketing, E-commerce,
memperbaiki kualitas produk dan pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk
menjawab apa yang dapat dilakukan pelaku UMKM untuk dapat mempertahankan bisnis
mereka di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia.
Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjabarkan bagaimana peluang usaha
yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha konveksi sehingga dapat terus bertahan
dan menjadi lebih responsif terhadap perubahan iklim bisnis terutama saat
terjadi covid-19. Melihat hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian mengenai “Analisis Peluang Usaha Dalam Upaya Mempertahankan
Keberlangsungan Usaha di Tengah Pandemi Covid 19 (Studi
Pada Konveksi Ers Store Medan).” Berdasarkan latar
belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah “untuk menganalisis bagaimana peluang usaha dalam upaya
mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah pandemi covid-19 pada konveksi Ers Store Medan.”
A.
Peluang Bisnis
Menurut (Karuniawan et al., 2021)
peluang merupakan tren positif yang berada di lingkungan eksternal perusahaan,
dan apabila peluang tersebut dieksploitasi oleh perusahaan, maka peluang usaha
tersebut berpotensi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan secara
berkelanjutan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia peluang merupakan
kesempatan (ruang gerak) baik dalam bentuk konkret maupun dalam bentuk abstrak.
Sedangkan menurut (Suswati, Hendro, & Indradewa, 2011)
peluang bisnis berasal dari sebuah inspirasi, ide, atau kesempatan yang muncul
untuk dimanfaatkan bagi kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari-hari
atau dalam bisnis. Peluang dalam bahasa Inggris adalah opportunity
yang berarti sebuah atau beberapa kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian
atau momen.
B.
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Menurut peraturan perundang-undangan No. 20
tahun 2008, sesuai pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM dibedakan secara
masing-masing meliputi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Menurut
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 UMKM sebagai usaha
mikro, yaitu usaha yang produktif milik orang perorangan dan
atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria aset ≤ Rp 50
juta dan omset ≤ Rp 300 juta. Usaha kecil, yaitu usaha ekonomi produktif
yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan/badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan/bukan cabang perusahaan yang dimiliki,
dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha
menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Rp 50 juta < aset ≤
Rp 500 juta dan Rp 300 juta < omset ≤ Rp 2,5 miliar. Usaha menengah,
yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang
perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung atau
tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria Rp
500 juta < aset ≤ Rp2,5 miliar dan Rp 2,5 milyar < omset ≤ Rp
50 miliar.
C.
Usaha Konveksi
Usaha konveksi dapat didefinisikan sebagai
industri kecil skala rumah tangga yang melayani pembuatan pakaian jadi secara
masal dalam jumlah banyak (Fitinline,2021). Model pakaian yang
diproduksi oleh konveksi biasanya berupa kemeja, kaos, celana, jaket, seragam,
busana muslim, dan sebagainya yang dipesan berdasarkan standar yang sudah
ditentukan terlebih dahulu.
D.
Konsep Kebertahanan dan Keberlangsungan Usaha
Menurut (Acs, Song, Szerb, Audretsch, & Komlosi, 2021)
yang menyatakan bahwa bertahan suatu perusahaan tergantung dari the staruo size,
banyaknya jumlah karyawan yang dimiliki pada waktu perusahaan dimulai, capital intensity, mencerminkan
biaya produksi yang harus dikeluarkan, terutama untuk biaya-biaya tetap, dan debt structure, struktur modal,
terutama yang disebabkan oleh banyaknya bunga utang sebagai beban tetap yang
harus ditanggung. Perbedaan nilai dari ketiga unsur itu menyebabkan perbedaan
tingkat bertahan suatu perusahaan. Kemampuan bertahan dalam hal ini diartikan
sebagai kemampuan unit usaha untuk dapat melaksanakan aktifitas
produksi atau omset. Keberlangsungan usaha juga dikenal dengan istilah going concern, yang bermakna adanya
keberlanjutan dari segi
aset finansial maupun
aset pendukung
lainnya guna meminimalisir
terjadinya risiko kebangkrutan. Terdapat beberapa aspek utama yang dapat
digunakan untuk menentukan eksistensi bisnis, yakni sebagai berikut aspek
sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kunci penting dalam menjalankan suatu
organisasi atau bisnis. Kedua aspek keuangan (Permodalan) yang wajib dipenuhi
jika ingin mendirikan sebuah usaha dan melanjutkannya dalam kurun waktu yang lama. Ketiga aspek produksi yang
diperlukan guna mempertahankan keberlangsungan usaha. Hal ini berkaitan dengan
pendapatan yang diperoleh ketika menjual output atau
hasil produksi. Aspek produksi berkaitan dengan penyediaan bahan baku utama
maupun penolong, teknologi (perkakas) peralatan produksi yang berwujud mesin
canggih (modern), hingga peningkatan kualitas maupun kuantitas barang yang dihasilkan untuk didistribusikan
ke dalam pasar. Selain itu ada juga aspek pemasaran yang diperlukan sebagai
bahan pertimbangan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha yang berkaitan
dengan pergerakan roda bisnis maupun perolehan pendapatan yang didayagunakan
untuk modal usaha selanjutnya.
E.
Pandemi Covid-19
Istilah pandemi menurut KBBI dimaknai sebagai
wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang
luas. Dalam pengertian yang paling klasik, ketika sebuah epidemi menyebar ke
beberapa negara atau wilayah dunia. Wabah penyakit yang masuk dalam kategori
pandemi adalah penyakit yang menular dan memiliki garis infeksi berkelanjutan.
Jadi, jika ada kasus terjadi di beberapa negara lainnya selain negara asal,
tetap digolongkan sebagai pandemi. Pandemi Corona
Virus Disease di Indonesia diawali dengan temuan
penderita penyakit Corona Virus Disease
2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020 (Safaya, Abdullatif, & Yuret, 2020)
hingga 18 Mei, telah terkonfirmasi 18.010 kasus positif Covid-19 dengan 12.495
kasus aktif, 4.324 kasus sembuh, dan 1.191 kasus meninggal. Sebagai tanggapan
terhadap pandemi ini, beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial
berskala besar (PSBB). Terkhusus di Indonesia, setidaknya secara garis besar
pemerintah telah melakukan berbagai strategi dalam menghambat penambahan kasus
positif Covid19 yang baru. Presiden mendirikan gugus tugas khusus percepatan
penanganan Covid-19 yang difungsikan sebagai juru teknis penanganan pandemi
Covid-19 dan dukungan penuh dari seluruh aspek pertahanan. Dikala negara lain
menerapkan karantina wilayah atau lockdown,
pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (kemenkes)
menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui Permenkes 9 tahun 2020 mengenai Panduan PSBB dalam rangka
percepatan penanganan Covid-19 dan sebelumnya menerapkan social
distancing serta physical distancing bagi masyarakat. Pembatasan Sosial Berskala
Besar merupakan suatu langkah yang cukup strategis untuk diambil oleh pemerintah
dengan bertujuan menekan laju dari penularan Covid-19 di Indonesia ini (Thorik, 2020).
METODE PENELITIAN
Bentuk penelitian yang
dilakukan adalah penelitian deskriptif
dengan melakukan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di lokasi penelitian.
Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan peneliti untuk menentukan bagaimana
cara menemukan, mengumpulkan, mengelolah dan
menganalisis data penelitian. Menurut (Sugiyono, 2013),
dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber dengan
menggunakan teknik pengumpulan data bermacam-macam, dan dilakukan secara terus
menerus sampai datanya jenuh. Dalam penelitian ini, penulis akan menganalisis
jawaban dari para informan. Adapun analisis data dalam penelitian ini adalah data
Reduction (Reduksi Data), data yang diperoleh dari
lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan
rinci.
Data Display
(Penyajian Data), setelah dilakukan reduksi data, maka langkah selanjutnya
adalah penyajian data. Conclusion Drawing
/ Verification (Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi),
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah
yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan
rumusan masalah da lam penelitian kualitatif masih
bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya
belum pernah ada (Sugiyono, 2013).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang disajikan sebagian besar berasal dari proses
wawancara. Wawancara ini ditujukan kepada tiga macam informan, yaitu informan
kunci yang merupakan owner dan dari konveksi Ers Store Medan, informan utama yang merupakan CEO/asisten
dari konveksi Ers Store Medan, serta informan
tambahan yaitu karyawan konveksi Ers Store Medan dan
juga salah seorang pembeli di konveksi Ers Store
Medan. Dari hasil wawancara
yang dilakukan kepada
Ersandi
Dermawan Sikumbang selaku pemilik
usaha pada, Selasa 1 Juni 2021 diketahui bahwa Konveksi Ers
Store Medan merupakan salah satu umkm konveksi di
kota medan yang berdiri pada tahun 2016. Usaha konveksi Ers
Store Medan bukanlah usaha yang menjual berbagai merek pakaian, melainkan hanya
menjual pakaian atau hasil produksi yang di produksi sendiri. Konveksi Ers Store Medan memproduksi dan menjual berbagai jenis pakian dan seragam, mulai dari kaos, kemeja, celana, PDH,
topi, wearpack dan lain-lain. Produk yang di buat di
rumah konveksi Ers Store Medan kemudian di jual pada store yang berada di Jl Pusat
Pasar, Central Pasar Medan Mall
Lt 1 Blok 3 No 24. Selain
membuat produk sendiri konveksi Ers Store Medan juga
menerima pesanan pakaian seragam dengan jumlah skla
yang besar, seperti pesanan perusahaan, organisasi dan lain-lain.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Annisa Sarafina selaku
CEO di konveksi Ers Store Medan pada, Selasa 1 Juni
2021 diketahui bahwa jenis pakaian yang sering di beli pada konveksi Ers Store Medan yaitu seragam PDH/PDL, karena pakaian jenis
ini termasuk jenis pakaian yang banyak memiliki segmen pasar seperti mahasiswa
dan juga perusahaan, seragam PDH merupakan salah satu pakaian kantor dan kerja
yang umum dipakai di instansi, organisasi dan perusahaan. Selain itu, sering
dipakai mahasiswa maupun komunitas untuk berbagai kegiatan, pakaian ini juga
dapat diartikan sebagai simbolisme atau lambang dari suatu instansi, atau
organisasi tertentu. Konveksi Ers Store Medan adalah
usaha yang masuk ke dalam kategori UMKM. Hal ini ditinjau dari jumlah tenaga
kerja yang dimiliki mereka sebanyak 6 orang. Semua tenaga kerja dibagi-bagi
sesuai dengan struktur organisasi yang telah ditentukan oleh pihak konveksi Ers Store Medan. Adapun pendapatan yang dimiliki oleh
konveksi Ers Store Medan bekisar ± Rp. 50.000.000,-
per bulannya. Namun, pendapatan ini belum masuk ke dalam 70 laba bersih usaha
untuk pendapatan bersih selama sebulan UMKM konveksi Ers
Store Medan mendapat laba sekitar ± Rp. 20.000.000.
Pendapatan usaha konveksi Ers
Store Medan akan lebih besar ketika ada kantor, sekolah, organisasi, mahasiswa
atau kedinasan yang memesan dalam jumlah
besar. Tapi semenjak pandemi banyak mengalami penurunan karna banyak nya aktivitas yang dilakukan secara daring atau online, sehingga kebutuhan akan pakaian seragam juga
berkurang. Peluang Usaha Konveksi Ers Store Medan di
Tengah Pandemi Covid 19 Menurut (Suswati et al., 2011)
peluang akan menjadi peluang yang prospektif bila mengandung unsur-unsur
sebagai berikut: Sedang dibutuhkan oleh pasar Konveksi Ers
Store Medan melihat peluang yang ada dengan menyadari banyaknya kebutuhan yang
ada di pasar dengan cara menganalisis pasar serta mengidentifikasi apa yang
menjadi kebutuhan masyarakat yaitu salah satunya kebutuhan akan sandang
(pakaian). Kemudian konveksi Ers Store Medan
memetakan di ranah mana akan mengambil bagian dari pasar tersebut, serta
menentukan pilihan apa yang selalu dibutuhkan pasar. Dalam hal ini konveksi Ers Store Medan melakukan analisis pasar sebagai komponen
yang sangat penting dalam melihat kebutuhan yang ada di pasar. Dengan melakukan
analisis pasar, konveksi Ers Store Medan berharap
dapat meningkatkan omzet penjualan dan keuntungan perusahaan.
Memecahkan kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi
pasar. Dalam hal ini membuat pemilik usaha konveksi Ers
Store Medan mengobservasi dan melihat apakah masih ada peluang usaha yang dapat
dilakukan seiring dengan perubahan keadaan dan kebutuhan yang diperlukan oleh
masyarakat. Salah satu kebutuhan yang ada dimasyarakat yang dapat dijadikan
peluang usaha oleh konveksi Ers Store Medan yaitu
pada saat awal pandemi konveksi Ers Store Medan
membuat APD berupa baju hazmat dikarenakan sempat
terjadi kelangkaan kemudian konveksi Ers Store Medan
juga membuat masker kain, dimana masker pada saat ini
dapat dikatakan salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masyarakat akibat
dari adanya pandemi covid-19. Masker kain menjadi salah satu alternatif yang
dapat dipilih oleh masyarakat karena ramah lingkungan, dapat digunakan
berulang, dan juga harganya yang cukup terjangkau. Melihat hal tersebut dapat
dikatakan bahwa apa yang telah dilakukan
oleh konveksi Ers Store Medan telah mampu memecahkan
kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi pasar terutama di tengah situasi
pandemi seperti saat ini.
Menyempurnakan yang sebelumnya. Konveksi Ers Store Medan berupaya melakukan pengembangan produk
sebagai salah satu strategi dan proses yang dilakukan memperbaiki produk lama
atau memperbanyak kegunaan produk ke segmen pasar yang ada dengan asumsi
pelanggan menginginkan unsur-unsur baru mengenai produk terutama di tengah
pandemi covid-19 seperti saat ini. Pengembangan produk ini dilakukan terhadap
produk yang sudah ada sekaligus proses pencarian inovasi untuk menambah nilai
terhadap barang lama dengan mengkonversikannya ke
dalam produk tersebut. Benar-benar berbeda dan memiliki nilai tambah Konveksi Ers Store Medan menyadari bahwa dalam pelaksanaan
produksinya, kemungkinan perusahaan mengadakan perubahan ciri-ciri khusus
produk, meningkatkan mutu produk, menambah tipe produk, dan mengubah ukuran
produk untuk memuaskan pasar. Salah satu hal yang membuat
konveksi Ers Store Medan unik ialah di tengah situasi
seperti ini usaha konveksi ini mampu mempertahankan keberlangsungan usahanya
dengan melakukan promosi yang rutin di sosial media yaitu instagram
dan juga facebook selain itu konveksi Ers Store Medan berupaya melakukan perbedaan dengan
meningkatkan kualitas produk, seperti peningkatan kualitas packaging,
kemudian kualitas jahitan dan juga harga, serta melakukan penambahan produk
seperti APD guna memenuhi kebutuhan pasar dan mengisi peluang bisnis yang ada.
Temuan yang orisinil (inovatif).
Dalam menghasilkan produk baru konveksi Ers Store
Medan berupaya memberdayagunakan baik itu pemikiran,
kemampuan imajinasi, serta berbagai simultan yang ada dari setiap diri para
karyawan dalam menghasilkan produk baru. Ciri peluang usaha yang baik salah
satunya adalah keorisinilan atau keaslian ide. Ide
atau gagasan yang dihasilkan harus berbeda dan bukan hasil mencontek
dari usaha orang lain. Dalam berbisnis, ada baiknya mempunyai ciri khas serta
suatu keunikan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara dengan Fikri selaku designer di konveksi Ers Store
Medan diketahui bahwa konveksi Ers Store Medan selalu
berusaha untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan
individu, masyarakat dan lingkungan yang ada di sekitar serta berusaha untuk
menciptakan produk yang relatif baru. Upaya konveksi Ers
Store Medan dalam hal inovasi dapat terlihat dari upaya konveksi Ers Store Medan untuk memiliki designer
sendiri, kemudian dalam hal produk konveksi ini selalu mengikuti trend dan
perkembangan zaman serta kebutuhan pasar misalnya membuat APD seperti masker
kain dan baju hazmat di saat terjadi kelangkaan di
awal pandemi covid-19 serta selalu melakukan perbaikan dalam hal kualitas
produk yang dihasilkan.
Memberi keuntungan yang nyata. Dalam menjalankan sebuah
bisnis, mendapatkan keuntungan merupakan salah satu hal yang penting untuk
dicapai, karena salah satu ciri dari bisnis yang prospektif ialah memiliki
keuntungan yang nyata. Salah satu cara dalam menjalankan bisnis agar mendapat
keuntungan salah satunya ialah dengan menyusun strategi bisnis. Salah satu
strategi bisnis konveksi Ers Store Medan yaitu
menentukan arah perusahaan dengan mengidentifikasinya dari segi pasar, pesaing,
pelanggan sehingga dapat mencapai keuntungan bisnis yang maksimal. Konveksi Ers Store Medan memiliki pendapatn
bekisar ± Rp. 50.000.000,- per bulannya. Namun, pendapatan ini belum masuk ke
dalam laba bersih usaha untuk pendapatan bersih selama sebulan UMKM konveksi Ers Store Medan mendapat laba sekitar ± Rp. 20.000.000.
Pendapatan usaha konveksi Ers Store Medan akan lebih
besar ketika ada kantor, sekolah, organisasi, mahasiswa atau kedinasan yang
memesan dalam jumlah besar. Ada unsur yang dibanggakan oleh pembeli.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan salah seorang konsumen di
konveksi Ers Store Medan yaitu pak Andi, Konveksi Ers Store Medan berusaha membuat pelanggan menjadi loyal salah satunya dengan memberikan
kualitas jahitan yang bagus, harga yang murah, serta pelayanan yang baik
sehingga pelanggan merasa puas, senang, dan merasa ada sesuatu hal yang dapat
dibanggakan dari produk yang dibeli di konveksi Ers
Store Medan dibandingkan dengan yang lain. Setelah pelanggan merasa puas
kemudian akan timbul sikap loyal terhadap suatu produk tertentu yang dapat mengakibatkan
pelanggan dapat membeli secara teratur dan berulang-ulang. Dapat diwujudkan.
Segala sesuatu yang sudah di rencanakan dalam sebuah bisnis haruslah dapat
diwujudkan, karena akan percuma jika ambisi
dan ide yang cemerlang tapi hanya berada di angan-angan saja. Untuk
dapat mewujudkan atau menjalankan usaha konveksi Ers
Store Medan ini menjadi nyata, maka diperlukan sikap yang serius dan fokus.
A. Keberlangsungan Usaha
Konveksi Ers Store Medan di Tengah Pandemi Covid-19
Menurut (Aprilia, 2020)
keberlangsungan usaha dapat juga diartikan sebagai suatu bentuk konsistensi
dari kondisi usaha, dimana keberlangsungan ini
merupakan proses berlangsungnya usaha baik mencakup pertumbuhan, perkembangan,
strategi atau perencanaan untuk menjaga kelangsungan hidup usaha.
Keberlangsungan usaha juga dikenal dengan istilah going
concern, yang bermakna adanya keberlanjutan dari segi
aset finansial maupun aset pendukung lainnya guna meminimalisir
terjadinya risiko kebangkrutan. Konveksi Ers Store
Medan dapat mempertahankan keberlangsungan usahanya karena mampu mengoptimalkan
peluang usaha yang ada sebagai pelaku ekonomi yang berdaya saing dengan
melakukan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, pemanfaatan hasil inovasi dan
memanfaatkan teknologi terutama di saat situasi pandemi covid-19 seperti saat
ini. Konveksi Ers Store Medan mampu beradaptasi serta
memenuhi kebutuhan pasar yang ada di tengah pandemi covid19, seperti halnya
pembuatan masker kain dan baju hazmat. Konveksi Ers Store Medan juga mampu memanfaatkan teknologi yang
berkembang sebagai salah satu strategi memperluas pasar selain menggunakan
strategi konvensional seperti penggunaan agen atau distributor pakaian,
konveksi Ers Store Medan juga menggunakan sosial
media seperti instagram dan facebook
serta bergabung menjadi mitra pada aplikasi OLX.
Terdapat beberapa aspek utama yang dilakukan Konveksi Ers Store Medan dalam menjaga eksistensi bisnis meskipun di
tengah pandemi covid-19, yakni sebagai berikut:
1. Aspek Sumber Daya Manusia
(SDM)
Dalam konteks mempertahankan keberlangsungan usaha,
sumber daya manusia (SDM) yang dimaksud ialah seluruh manusia yang memegang
kewajiban dan tanggungjawab di konveksi Ers Store Medan baik pemilik, asisten, dan juga karyawan.
Pemilik bertindak sebagai pengambil keputusan atas segala kemungkinan yang ada
dan terjadi dan kemudian melakukan tindakan, sedangkan asisten bertanggung
jawab untuk mengkordinir segala produktifitas
dan kegiatan yang dilakukan karyawan. Kualifikasi karyawan atau tenaga kerja
dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kesuksesan
berbisnis, sebab berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu,
pihak-pihak lain seperti konsumen, pemasok bahan baku, maupun peran pemerintah
dalam menyediakan layanan publik memiliki andil besar untuk mempengaruhi
kinerja dari usaha konveksi Ers Store Medan.
2. Aspek Keuangan
(Permodalan)
Aspek keuangan yang memadai dapat dijadikan sebagai
investasi untuk pembelian barang produksi sehingga memberikan peluang guna
menambah jumlah penghasilan dan peningkatan pendapatan pada konveksi Ers Store Medan. Hal ini dapat memberikan dampak positif
bagi lingkungan sekitar yang berimplikasi pada penambahan lapangan pekerjaan. Sumber
keuangan konveksi Ers Store Medan diperoleh dari
tabungan (modal sendiri), pinjaman lembaga keuangan perbankan.
3. Aspek Produksi Produksi
Aspek produksi pada konveksi Ers
Store Medan berkaitan dengan penyediaan bahan baku utama maupun penolong,
teknologi (perkakas) peralatan produksi yang berwujud mesin, hingga peningkatan
kualitas maupun kuantitas barang yang dihasilkan untuk didistribusikan ke dalam
pasar.
4. Aspek Pemasaran
Pemasaran pada konveksi Ers
Store Medan dilakukan melalui promosi produk baik melalui sosial media maupun
elektronik. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan oleh konveksi ers store medan antara lain
yaitu, menentukan segmentasi pasar, melakukan promosi. Konveksi ers store medan melakukan promosi
penjualan melalui beberapa media sosial diantaranya
Instagram dengan nama akun instagram @Ers_storemedan
dan facebook nama akun @Ers Store Medan Grosir.
Selain itu melalui Olx yang bertujuan memperluas
pasarnya lagi, konveksi ers store
medan juga menggunakan platform olx sebagai media
promosinya juga, hal ini diharapkan agar lebih memperluas pangsa pasarnya.
B. Analisis OODA Loops Dalam Mempertahankan Usaha Di Tengah Pandemi Covid-19
Strategi OODA Loops banyak
diadopsi oleh berbagai
organisasi, tidak saja terbatas untuk kepentingan militer
namun juga oleh non-militer. Hal ini disebabkan prinsip OODA cukup aplikabel untuk diterapkan berbagai sektor, mulai dunia
bisnis, olah raga, serta pemerintahan. Hal ini bisa dipahami karena semua pihak
berusaha untuk membangun kemampuan yang handal untuk
bersaing dengan kompetitornya (Soetjipto, 2020).
Mengacu pada data penelitian dan pandangan pemilik konveksi Ers
Store Medan, dapat digambarkan pola siklus OODA pada konveksi Ers Store Medan dalam mempertahankan usaha di tengah masa
pandemi.
C. Peluang Usaha Dalam Upaya
Mempertahankan Keberlangsungan Usaha di Tengah Pandemi Covid-19
Berdasarkan dari hasil penelitian, konveksi Ers Store Medan tergolong kedalam
sektor usaha kecil karena memiliki pendapatan sekitar Rp 500.000.000 pertahunnya, selain itu konveksi Ers
Store Medan memiliki peluang usaha yang masih cukup prospektif meskipun sedang
berada di tengah situasi pandemi covid-19, dikarenakan konveksi Ers Store Medan mampu melihat kesempatan dan peluang usaha
yang ada dalam hal kebutuhan sandang (pakaian) dalam kehidupan sehari-hari
seperti pembuatan seragam sekolah, PDH, PDL, pakaian kemeja, kaos, selempang, hoddie, topi dan juga pesanan lain dari konsumen serta
memanfaatkan dan mengoptimalkan peluang usaha yang ada dengan melakukan
pembuatan masker kain dan juga pemasaran online
sebagai upaya dalam mempertahankan keberlangsungan usahanya di saat menghadapi
situasi pandemi covid-19. Konveksi Ers Store Medan memiliki
unsur- unsur yang telah memenuhi sebuah usaha dikatakan prospektif sehingga 95
usaha konveksi Ers Store Medan berpotensi untuk dapat
berkembang dan menghasilkan laba bagi perusahaan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil wawancara, dapat dikatakan bahwa
konveksi Ers Store Medan telah memenuhi syarat-syarat
sebuah usaha dikatakan prospektif karena konveksi Ers
Store Medan dapat melihat kebutuhan yang sedang ada di pasar, seperti kebutuhan
akan sandang (pakaian), konveksi Ers Store Menyadari
bahwa kebutuhan sandang sifatnya merupakan kebutuhan pokok sehingga akan terus
ada peminatnya. Selain itu disituasi pandemi saat ini, konveksi Ers Store Medan juga dapat memecahkan masalah yang sedang
dihadapi pasar seperti pada saat krisis APD saat awal pandemi, konveksi Ers Store dapat memaksimalkan usahanya dengan memproduksi
baju hazmat dan juga masker kain. Konveksi Ers Store Medan juga telah berupaya untuk melakukan
pengembangan produk sebagai salah satu strategi dan proses yang dilakukan
memperbaiki produk lama atau memperbanyak kegunaan produk ke segmen pasar yang
ada dengan asumsi pelanggan menginginkan unsur-unsur baru mengenai produk
terutama di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini.
Meskipun merasakan penurunan omset selama adanya pandemi
covid-19, dikarenakan pengambil kebijakan dari pemerintah seperti membuat
aturan dengan membatasi pergerakan masyarakat, berupa kebijakan pembatasan
sosial, kebijakan untuk menjaga jarak serta kebijakan bekerja dari rumah,
beribadah dari rumah dan belajar dari rumah. Akibat kebijakan tersebut
menimbulkan penurunan penjualan salah satunya sektor usaha konveksi yang
memaksa pelaku sektor ini mencari strategi yang tepat agar pendapatan mereka
tetap ada untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta memksimalkan
peluang usaha agar terus menjaga keberlangsungan usaha. Keberlangsungan suatu
usaha didukung beberapa faktor, faktor yang
menjadi penyebab kuat agar suatu bisnis dapat bertahan, diantaranya adanya kompilasi rencana bisnis, pembaharuan
umum rencana bisnis, menganalisis pesaing, kemudahan memasuki bisnis, dan
kemampuan perhitungan risiko, (Vledder, Fonseca, Wells, Gonzalez, & Ligthelm, 2010).
KESIMPULAN
Acs, Zoltan J.,
Song, Abraham K., Szerb, Laszlo, Audretsch, David B., & Komlosi, Eva.
(2021). The evolution of the global digital platform economy: 1971–2021. Small
Business Economics, 57(4), 1629–1659.
Aprilia, Indah Ayu. (2020). STRATEGI PEMASARAN UD. TAPE
HANDAYANI 82 BONDOWOSO DALAM PERSPEKTIF MARKETING SYARIAH. Al-Idarah: Jurnal
Manajemen Dan Bisnis Islam, 1(1), 53–70.
Karuniawan, Agung, Maulana, Haris, Ustari, Debby, Dewayani,
Sitaresmi, Solihin, Eso, Solihin, M. Amir, Amien, Suseno, & Arifin, Mahfud.
(2021). Yield stability analysis of orange-Fleshed sweet potato in Indonesia
using AMMI and GGE biplot. Heliyon, 7(4), e06881.
Safaya, Ali, Abdullatif, Moutasem, & Yuret, Deniz.
(2020). Kuisail at semeval-2020 task 12: Bert-cnn for offensive speech
identification in social media. Proceedings of the Fourteenth Workshop on
Semantic Evaluation, 2054–2059.
Soetjipto, Noer. (2020). Ketahanan umkm jawa timur
melintasi pandemi covid-19. K-Media.
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan Tindakan.
Suswati, Denah, Hendro, Bambang, & Indradewa, Didik.
(2011). Identifikasi sifat fisik lahan gambut Rasau Jaya III Kabupaten Kubu
Raya untuk pengembangan jagung. Perkebunan Dan Lahan Tropika, 1(2),
31–41.
Thorik, Sylvia Hasanah. (2020). Efektivitas pembatasan sosial
berskala besar di indonesia dalam penanggulangan pandemi covid-19. Adalah,
4(1), 115–120.
Vledder, Paul, Fonseca, Julio Carrera, Wells, Terence,
Gonzalez, Ivan, & Ligthelm, Dick. (2010). Low salinity water flooding:
proof of wettability alteration on a field wide scale. SPE Improved Oil
Recovery Symposium. OnePetro.
Yamazaki, Eriko, Yamashita, Nobuyoshi, Taniyasu, Sachi, Lam,
James, Lam, Paul K. S., Moon, Hyo Bang, Jeong, Yunsun, Kannan, Pranav,
Achyuthan, Hema, & Munuswamy, Natesan. (2015). Bisphenol A and other
bisphenol analogues including BPS and BPF in surface water samples from Japan,
China, Korea and India. Ecotoxicology and Environmental Safety, 122,
565–572.
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |