STRATEGI BISNIS DALAM MERAIH KEUNGGULAN BERSAING
MELALUI METODE ANALISIS SWOT
Rizka Malisa, Muhammad Arifin
Nasution, Onan Marakali Siregar
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara,
Indonesia
rizkamalisa98@yahoo.com,
muhammadarifinnasution@gmail.com,
onanmsiregar@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Pada masa pandemi covid-19 para pelaku bisnis harus memiliki strategi bisnis tersendiri agar dapat unggul dari para pesaing. Bubur Ayam Muslimah bergerak di bidang kuliner selama 16 tahun yang telah senantiasa memberikan pelayanan dan produk terbaik terhadap konsumen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan faktor eksternal pada bubur Ayam Muslimah. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan matriks IFAS, matriks EFAS,diagram SWOT dan Matriks SWOT. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bubur Ayam Muslimah selama ini menggunakan strategi produk dan strategi pelayanan terbaik terhadap pelanggan. Kesimpulan : Strategi bisnis yang digunakan sudah cukup baik namun, masih perlu
dilakukan evaluasi dalam strategi untuk memperoleh strategi yang paling tepat
untuk perkembangan Bubur Ayam Muslimah. Kata
Kunci : Strategi Bisnis; Keunggulan
Bersaing; Analisis SWOT; Bubur Ayam Muslimah |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Pada masa pandemi
covid-19 para pelaku bisnis harus memiliki strategi bisnis tersendiri agar
dapat unggul dari para pesaing. Bubur Ayam Muslimah bergerak di bidang
kuliner selama 16 tahun yang telah senantiasa memberikan pelayanan dan produk
terbaik terhadap konsumen. Objectives: Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor internal dan faktor eksternal pada bubur Ayam
Muslimah. Methods: Penelitian ini menggunakan metode
penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi,
wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan matriks
IFAS, matriks EFAS,diagram SWOT dan Matriks SWOT. Results: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Bubur Ayam Muslimah selama ini menggunakan strategi produk dan strategi
pelayanan terbaik terhadap pelanggan. Conclusion: Strategi bisnis yang digunakan
sudah cukup baik namun, masih perlu dilakukan evaluasi dalam strategi untuk
memperoleh strategi yang paling tepat untuk perkembangan Bubur Ayam Muslimah. Keywords: Strategi Bisnis; Keunggulan
Bersaing; Analisis SWOT; Bubur Ayam Muslimah |
|
*Correspondent Author :
Rizka
Malisa
Email : rizkamalisa98@yahoo.com
PENDAHULUAN
Pada
masa pandemi covid-19 ini, banyak bisnis mengalami kendala dan hambatan.
Perekonomian menurun menyebabkan persaingan yang ketat bagi para pelaku bisnis
agar tetap dapat bertahan di masa pandemi covid-19. Hal ini menjadikan para
pelaku bisnis dituntut untuk melakukan inovasi serta membuat rencana dan
strategi baru terkait dengan bisnisnya agar dapat bertahan dalam persaingan
usaha. Tidak hanya untuk dapat bertahan dan mengembangkan bisnis yang dijalani
namun juga untuk bersaing dalam merebut dan menguasai pangsa pasar yang ada di
dalam dunia bisnis yang memiliki persaingan yang ketat di masa pandemi covid-
19 ini diharuskan memiliki strategi untuk bertahan serta berhasil menguasai
konsumen. Menurut Steiner dan Milner (Mubarok, 2017)
strategi adalah penetapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dengan
meningkatkan kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan dan
implementasi secara tepat sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan
tercapai. Menurut Hamdun Hanafi adalah penetapan tujuan jangka panjang yang
dasar dari suatu organisasi dan pemilihan alternatif tindakan dan alokasi
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut (Mubarok,
2017). Dari
kedua pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa strategi adalah sejumlah
tindakan yang terintegrasi untuk mengeksekusi kompetensi utama serta memperoleh
keunggulan bersaing. Strategi menjadi kunci dari pencapaian keunggulan bersaing
dan keberhasilan sebuah bisnis.
Dalam
memilih strategi bisnis dalam meraih keunggulan bersaing yang mampu
diimplementasikan dalam sebuah bisnis, pelaku bisnis diharapkan mampu melihat
potensi pasar serta menilai kedudukan bisnis di pasar. Metode yang dapat
dilakukan dengan cara menganalisis lingkungan secara keseluruhan, baik
lingkungan internal maupun lingkungan eksternal, yang biasanya disebut analisis
SWOT dengan analisis SWOT pelaku bisnis mampu mengidentifikasi kekuatan
(strength) dan kelemahan (weakness) yang berasal dari lingkungan internal dan
mampu mengidentifikasi peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yang berasal
dari lingkungan eksternal. Pada masa pandemi covid-19 ini perekonomian menurun
yang membuat daya beli masyarakat menurun. Persaingan yang terjadi mengalami
perubahan semakin meningkat dan ketat sehingga Bubur Ayam Muslimah harus
menjadi yang unggul sehingga tetap dapat mempertahankan pelanggan dan menambah
jumlah konsumen dibandingkan para pesaing yaitu, Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) yang berada disekitar Bubur Ayam Muslimah. Bubur Ayam Muslimah
tidak hanya menjual bubur seperti namanya tetapi juga menjual ayam penyet, soto
dan salad buah sehingga dapat dibandingkan dengan para pesaing yang menjual
makanan yang sejenis. Bubur Ayam Muslimah berlokasi di Jalan Setia Budi
Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan Sunggal. Dengan lokasi di sebuah ruko
yang memiliki 3 lantai Bubur Ayam Muslimah mampu berdiri selama 16 tahun. Bubur
Ayam Muslimah tergolong tempat makan yang menjadi kesukaan pelanggan terutama
untuk sarapan. Pesaing bagi bisnis ini semakin hari semakin banyak. Sehingga,
diperlukan strategi bisnis dalam meraih keunggulan bersaing yang tepat agar
bubur ayam muslimah dapat bertahan dan berkembang.
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
faktor-faktor lingkungan eksternal (peluang dan ancaman) dan lingkungan
internal (kekuatan dan kelemahan) pada Bubur Ayam Muslimah untuk merumuskan
strategi bisnis dalam meraih keunggulan bersaing dan untuk mengetahui strategi
bisnis dalam meraih keunggulan bersaing yang tepat untuk diterapkan pada Bubur
Ayam Muslimah berdasarkan analisis kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman
(threats).
A.
Manajemen Strategi
Menurut
Steiner dan Milner (Mubarok,
2017),
strategi adalah penetapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dengan
meningkatkan kekuatan eksternal dan internal, perumusan kebijakan dan
implementasi secara tepat sehingga tujuan dan sasaran utama organisasi akan
tercapai. Manajemen Strategik menurut Wheelen dan Hunger (Syahputra
& Subanidja, 2019) adalah
sekumpulan keputusan manajerial dan aksi pengambilan keputusan jangka panjang
di dalam perusahaan. Hal ini termasuk analisis lingkungan (lingkungan eksternal
dan internal), formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi dan
kontrol.
Terdapat
tiga tahapan penentuan dan penyusunan manajemen strategi Solihin (Hidayati,
2018) yaitu:
1.
Formulasi Strategi
Formulasi
strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, menentukan kekuatan dan
kelemahan internal perusahaan, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal,
menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi, dan memilih
strategi tertentu yang akan dilaksanakan.
2.
Implementasi Strategi
Implementasi
Strategi mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat
kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi
yang telah di formulasikan dapat dijalankan.
3.
Evaluasi Strategi
Tiga
aktivitas dasar dalam evaluasi strategi adalah meninjau ulang faktor internal
dan eksternal yang menjadi dasar dan strategi saat ini, mengukur kinerja atau
prestasi dan mengambil tindakan kolektif. Evaluasi strategi merupakan tahap
final dalam manajemen strategis.
Ada
delapan komponen penting dalam manajemen strategi, yaitu (Surjani
P, 2002) Pejabat
Strategi, misi perusahaan, peluang dan ancaman eksternal, kekuatan dan kelemahan
internal, tujuan jangka panjang, strategi, tujuan tahunan, policy.
B.
Keunggulan Bersaing
Keunggulan bersaing yaitu suatu kemampuan yang
dimiliki oleh perusahaan yang digunakan untuk meraih keuntungan ekonomis atas
laba yang mampu akan diraih oleh para pesaing di pasar dalam industri yang
sejenis (Dalimunthe,
2017).
Menurut Porter (Dalimunthe,
2017)
menjelaskan bahwa keunggulan bersaing adalah jantung kinerja pemasaran untuk
menghadapi persaingan. Ada tiga jenis keunggulan bersaing (Porter,
Schwab, & Sala-i-Martin, 2007), yaitu
keunggulan biaya, diferensiasi, fokus.
Tujuan keunggulan bersaing adalah perusahaan
ingin lebih unggul dibandingkan pesaing lainnya,tujuan lain dari strategi
keunggulan bersaing (Kotler
& Amstrong, 2001) adalah membentuk
positioning yang tepat, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendapatkan pangsa
pasar baru, memaksimalkan penjualan, menciptakan kinerja bisnis yang efektif.
C.
Analisis Lingkungan
Menurut
Jauch dan Glueck (Amirullah
& Strategi, 2015), analisis
lingkungan adalah analisis untuk menentukan peluang dan ancaman yang mempunyai
arti penting bagi perusahaan di masa yang akan datang yang meliputi upaya
penentuan kekuatan dan kelemahan perusahaan pada waktu sekarang atau yang
mungkin berkembang.
1.
Analisis Lingkungan Internal
Lingkungan
Internal merupakan aspek-aspek (kekuatan dan kelemahan) yang ada dalam
perusahaan. Analisis lingkungan internal adalah upaya untuk mengidentifikasi
kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) perusahaan.
2.
Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan
ksternal bisa dikatakan sebagai komponen-komponen atau variabel lingkungan yang
berada atau berasal dari luar organisasi atau perusahaan. Analisis lingkungan
eksternal adalah aktivitas analisis tentang dimensi peluang (opportunity)
dengan ancaman (threat).
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif
merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu variabel secara
mandiri. penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati. Adapun lokasi dijadikan tempat penelitian ini dilakukan di
Bubur Ayam Muslimah di Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan Medan
Sunggal. Teknis analisis data yang digunakan yaitu Analisis SWOT, Matriks
Internal Factor Analysis Strategy (IFAS), Matriks External Factor Analysis
Strategy (EFAS), Diagram SWOT, dan Matriks SWOT.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Identifikasi Lingkungan Internal Bubur Ayam Muslimah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan serta hasil observasi langsung maka
dapat diklasifikasikan faktor-faktor lingkungan internal yakni kekuatan dan
kelemahan dari Bubur Ayam Muslimah adalah sebagai berikut:
A. Kekuatan
Kekuatan merupakan faktor-faktor internal positif yang
dimiliki Bubur Ayam Muslimah. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Produk bubur ayam yang
enak dan memiliki rasa yang berciri khas.
Produk yang ditawarkan Bubur Ayam Muslimah memiliki
kualitas yang baik. Hal tersebut dikarenakan seluruh bahan baku yang digunakan
untuk membuat menu makanan dan minuman selalu dijaga kebersihan,
kualitas,keaslian maupun kesegarannya. Selain itu hidangan yang disediakan
memiliki cita rasa yang tinggi, lezat dan berciri khas dan berbeda dari tempat
lain.
2. Mengutamakan pelayanan
terbaik (memprioritaskan) pelanggan.
Bubur Ayam Muslimah selalu berusaha memberikan pelayanan
yang terbaik kepada konsumen. Pemilik dan manajer selalu memotivasi karyawan
agar selalu rajin bekerja, bersikap sopan, ramah, dan berpenampilan bersih dan
rapi dalam bekerja dan mengutamakan kepuasan dan kenyamanan konsumen dalam
pembelian produk.
3. Lokasi yang strategis.
Bubur Ayam Muslimah berada di pinggir jalan raya dengan
akses kendaraan umum yang mudah menjadikan lokasi usaha ini strategis karena
mudah dijangkau.
4. Harga produk yang
terjangkau.
Harga produk yang ditawarkan Bubur Ayam Muslimah
disesuaikan dengan jenisnya. Harga yang ditetapkan masih terjangkau untuk
masyarakat. Hal ini terbukti dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti,
sebagian besar konsumen Bubur Ayam Muslimah mengatakan bahwa harga produk yang ditawarkan
cukup terjangkau.
5. Produk yang bervariasi
Produk yang ditawarkan Bubur Ayam Muslimah cukup
bervariasi. Hal ini dilakukan agar konsumen punya pilihan sesuai dengan selera
dalam memilih makanan dan minuman yang ingin dipesan. Tidak hanya bubur ayam,
Bubur Ayam Muslimah bahkan juga menyediakan berbagai macam pilihan salad buah
dan berbagai varian soto sebagai variasi produk yang ditawarkan.
B. Kelemahan
Kelemahan merupakan faktor-faktor internal negatif yang
dimiliki Bubur Ayam Muslimah. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Keterbatasan lahan tempat
usaha
Ukuran lahan usaha yang masih tergolong sempit dan kurang
untuk menampung banyak pelanggan sekaligus dalam satu waktu, sehingga kuota
untuk makan ditempat tidak terlalu banyak walaupun cukup. Tidak memungkinkan
untuk menambah ukuran lahan karena ukuran ruko tempat usaha memang terbatas.
2. Penampilan tempat usaha
kurang menarik
Penampilan tempat usaha kurang menarik. Tidak ada sesuatu
yang variatif atau menarik pada tempat usaha. Beberapa bagian tempat terlihat
sedikit berdebu dan terdapat tumpukan sampah plastik di dekat tempat usaha
membuat tempat usaha terlihat kurang menarik.
3. Lokasi usaha berada di
pinggir jalan sehingga mudah berdebu.
Lokasi usaha yang berada di pinggir jalan mengakibatkan
tempat usaha dan daerah usaha mudah berdebu.
4. Promosi hanya menggunakan
grab dan gojek.
Pemilik belum melakukan promosi dengan optimal karena
masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Berdasarkan wawancara dengan
pemilik dan karyawan belum melakukan promosi secara khusus karena merasa
konsumen telah aware dengan restoran dan produk mereka. Selain itu pemilik juga
merasa melakukan promosi melalui omni-saluran seperti grabfood dan gofood sudah
cukup untuk membuat restorannya dikenal oleh masyarakat.
5. Bubur ayam mudah ditemukan
di tempat lain.
Walaupun Bubur Ayam Muslimah memiliki ciri khas pada
rasanya, konsumen cenderung akan mencari variasi produk lainnya. Produk bubur
ayam mudah didapatkan di tempat lain karena banyak usaha kuliner lain yang
menjual bubur ayam.
Identifikasi Lingkungan Eksternal Bubur Ayam Muslimah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan
informan serta hasil observasi langsung maka dapat diklasifikasikan
faktor-faktor lingkungan eksternal yakni peluang dan ancaman dari Bubur Ayam
Muslimah adalah sebagai berikut:
1. Peluang
Peluang merupakan faktor-faktor eksternal positif yang
dimiliki Bubur Ayam Muslimah. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a. Perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi yang semakin pesat setiap harinya
dapat dimanfaatkan dalam hal mencari dan menghasilkan ide-ide inovatif dan
dapat memudahkan dalam mempromosikan tempat usaha.
b. Masyarakat butuh makanan
cepat saji yang sehat dan mengenyangkan pada pagi hari, siang dan sore hari
sehingga bubur ayam bisa jadi alternatif utama.
c. Bubur ayam bisa dinikmati
semua usia dan semua kalangan.
Bubur ayam merupakan produk yang bisa dinikmati semua
usia dan semua kalangan.
d. Peningkatan penjualan di
hari raya keagamaan (lebaran dan natal) Peningkatan penjualan di hari raya
keagamaan terutama lebaran yang dapat membuat omzet penjualan naik drastis.
Masyarakat kebanyakan di hari raya keagamaan mengonsumsi makanan yang dimasak
sendiri, meskipun demikian minat konsumen untuk membeli produk Bubur Ayam
Muslimah tetap meningkat di hari raya keagamaan.
e. Pemesanan melalui aplikasi
online meningkat.
Bekerja dan belajar online dapat membuat peningkatan
pemesanan online di Bubur Ayam Muslimah.
2. Ancaman
Ancaman merupakan faktor-faktor eksternal negatif yang
dimiliki Bubur Ayam Muslimah. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
a. Persaingan meningkat.
Persaingan meningkat karena banyaknya usaha-usaha lain di
sekitar Bubur Ayam Muslimah dan dapat bertambah di waktu yang akan mendatang.
b. Adanya pandemi covid-19.
Terjadi pandemi covid-19 yang membuat perubahan pada daya
beli konsumen sehingga sepi pembeli.
c. Kondisi ekonomi yang
menurun.
Kondisi ekonomi yang menurun akan mempengaruhi daya beli
masyarakat. Daya beli yang menurun dapat menyebabkan penurunan omzet penjualan.
d. Anjuran Pemerintah untuk
tetap di rumah.
Semenjak pandemi covid-19 pemerintah menganjurkan untuk
tetap dirumah bila tidak ada kepentingan untuk keluar rumah dan aktivitas
sekolah serta kantor banyak yang dilakukan dirumah saja secara online hal ini
dapat mengurangi pembelian makanan dan dapat menyebabkan jumlah pendapatan atau
jumlah konsumen usaha menurun.
e. Kenaikan harga bahan baku.
Kenaikan harga bahan baku akan sangat mempengaruhi
keuntungan dari usaha. Bubur Ayam Muslimah memilih menyesuaikan harga produknya
dengan harga bahan pokok dan kemampuan pembeli sambil tetap mempertahankan
kualitas dan cita rasa.
KESIMPULAN
Amirullah, S.
E., & Strategi, M. M. Manajemen. (2015). Teori-Konsep-Kinerja. Jakarta:
Mitra Wacana Media. Google Scholar
Dalimunthe, Muhammad
Bukhori. (2017). Keunggulan Bersaing Melalui Orientasi Pasar dan Inovasi
Produk. JKBM (Jurnal Konsep Bisnis Dan Manajemen), 3(2), 140–153.
Google Scholar
Hidayati, Ulfa.
(2018). Penerapan Analisis SWOT Sebagai Strategi Pengembangan Usaha Dalam
Persepektif Ekonomi Islam (Studi Pada Desa Jatirenggo Kecamatan Pringsewu
Kabupaten Pringsewu). UIN Raden Intan Lampung. Google
Scholar
Kotler, Philip, &
Amstrong, Gary. (2001). Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi kedelapan. Jakarta:
Erlangga, 197. Google Scholar
Mubarok, Nurul.
(2017). Strategi Pemasaran Islami Dalam Meningkatkan Penjualan Pada Butik
Calista. I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics, 3(1),
73–92. Google Scholar
Porter, Michael E.,
Schwab, Klaus, & Sala-i-Martin, Xavier. (2007). The global
competitiveness report 2007-2008. Palgrave Macmillan New York. Google Scholar
Surjani P, Rina.
(2002). Manajemen strategi dalam menghadapi era globalisasi. Unitas, 11(1),
20–36. Google Scholar
Syahputra, Budi, &
Subanidja, Steph. (2019). Strategi pengembangan efisiensi kinerja karyawan pada
PT. BSA Logistics. Jurnal Riset Perbankan, Manajemen, Dan Akuntansi, 3(1),
86–99. Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |