JOSR: Journal of Social Research
Juni 2022, 1 (7), 717-728
p-ISSN: 2827-9832 e-ISSN:2828-335x
Available online at http:// https://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
http://ijsr.internationaljournallabs.com/index.php/ijsr
717
PENGARUH LABA BERSIH DAN ARUS KAS TERHADAP FINANCIAL
DISTRESS
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri
Fakultas Ekonomi Universitas Bung Karno, Jakarta, Indonesia
eritaoktasari@ubk.ac.id, ayin177suwarno@gmail.com, zeniarastri007@gmail.com
Abstrak
Received:
Revised :
Accepted:
01 Mei 2022
10 Juni 2022
20 Juni 2022
Latar Belakang : Variabel yang diuji dalam penelitian ini
terdiri dari laba bersih yang diproksikan dengan Return On
Asset (ROA), arus kas yang diproksikan dengan Arus Kas
Operasi (AKO), dan financial distress yang di analisis dengan
model probabilitas.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh laba bersih dan arus kas secara parsial dan simultan
terhadap financial distress pada sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode
2015-2020.
Metode : Teknik analisa data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis regresi data panel dan uji asumsi
klasik dengan bantuan software statistik Eviews 12.
Hasil : Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laba
bersih secara parsial berpengaruh terhadap financial distress
dengan nilai t-statistik sebesar 15.01725 dengan nilai
probabilitas 0.0000.
Kesimpulan : Kesimpulannya, penelitian ini membuktikan
bahwa laba bersih dan arus kas mampu untuk menganalisa
kondisi financial distress pada suatu perusahaan.
Kata Kunci : Laba Bersih; Arus Kas; Financial Distress
Abstract
Background: The variables tested in this study consisted of
net profit proxied with Return On Asset (ROA), cash flow
proxied with Operating Cash Flow (AKO), and financial
distress which was analyzed with a probability model.
Objectives: This study aims to analyze the effect of net profit
and cash flow partially and simultaneously on financial
distress in the retail trade sub-sector listed on the Indonesia
Stock Exchange (IDX) for the 2015-2020 period.
Methods: The data analysis techniques used in this study are
panel data regression analysis and classical assumption
testing with the help of statistical software Eviews 12.
Results: The results of this study show that net profit
partially affects financial distress with a t-statistical value of
15.01725 with a probability value of 0.0000.
Conclusion: In conclusion, this study proves that net profit
and cash flow are able to analyze the condition of financial
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
718
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
distress in a company.
Keywords: Net Profit; Cash Flow; Financial Distress
*Correspondent Author : Erita Oktasari
Email : eritaoktasari@ubk.ac.id
PENDAHULUAN
Di era teknologi yang semakin canggih saat ini, memberikan pengaruh terhadap
gaya hidup masyarakat secara global. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan
teknologi banyak memberikan dampak yang positif didalam keseharian masyarakat,
seperti misalnya: mempermudah dan mempersingkat proses pertukaran informasi,
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan, hingga dapat menghubungkan
masyarakat di seluruh dunia. Namun dalam dunia bisnis, hal ini justru menjadi suatu
tantangan baru. Para pebisnis akan terus dituntut untuk selalu berinovasi dan mengikuti
trend, agar model bisnisnya tetap relevan di pasaran sehingga dapat memiliki
keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. Tidak sedikit pula perusahaan yang tidak
mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dan terpaksa harus gulung tikar. Di
sektor perdagangan eceran misalnya. Dikarenakan mengalami kesulitan keuangan,
banyak perusahaan perdagangan eceran yang harus menutup atau bahkan seluruh
gerainya. Akibat penutupan gerai tersebut, banyak karyawan yang terkena Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK). Menurut survey penjualan eceran yang dipublikasi dari laman
www.bi.go.id, pertumbuhan triwulanan indeks penjualan riil di tahun 2020 mengalami
penurunan yang signifikan dibandingkan tahun tahun sebelumnya, yang diterangkan
dalam tabel dibawah ini:
Tabel 1
Pertumbuhan Triwulanan Indeks Penjualan Eceran
2018
2019
Triwulan I
0,7%
8,8%
Triwulan II
4,9%
4,2%
Triwulan III
4,6%
1,4%
Triwulan IV
4,7%
1,5%
Sumber: www.bi.go.id
Perdagangan eceran adalah model bisnis yang target pasarnya adalah konsumen
akhir dan biasanya untuk di pakai sendiri, tidak diperjual belikan kembali. Atau dengan
istilah lain, model bisnis ini biasa disebut B2C (Bussiness to Customer). Model bisnis
seperti ini sangat mudah ditemukan dan salah satu yang paling banyak terjadi di pasaran.
Biasanya, para pedagang eceran akan membeli sejumlah produk dengan jumlah yang
besar atau grosir dari produsen manufaktur dengan harga yang lebih murah, dan akan
dijual secara eceran sesuai dengan kebutuhan konsumen akhir. Perusahaan eceran yang
banyak ditemui masyarakat misalnya Alfamart, Ace Hardware, Ramayana, dan masih
banyak lagi. Sub sektor perdagangan eceran memberikan kontribusi yang cukup besar
terhadap perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat, dalam pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020, sumbangsih perdagangan eceran terhadap
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
719
Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi perdagangan mencapai 12,83%, dan dari sisi
konsumsi berkisar 57,31%. Jika dilihat dari catatan historisnya, selama 5 tahun terakhir
ini bisnis eceran selalu berkontribusi lebih dari 10% atas sektor perdagangan terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB), dan lebih dari 50% atas sektor konsumsi terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB). Selain memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB), Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa perdagangan eceran
juga menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non
pertanian. Atas kontribusi yang begitu besar terhadap negara, diharapkan bisnis
perdagangan eceran terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih banyak
terhadap negara. Dikarenakan, berdasarkan hasil penelitian dari (Firdausiyah & Fikri,
2021), konsumsi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Konsumsi
merupakan variabel yang memiliki koefisien paling tinggi dalam mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi dimana hasil estimasi menunjukkan bahwa setiap kenaikan
konsumsi sebesar 1 persen akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.66
persen. Hal ini senada dengan hasil penelitian dari (Kaharudin & Saputra, 2021), yang
menyatakan tingkat konsumsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi.
Saat ini, tantangan perdagangan eceran tidak hanya berorientasi kepada produk,
namun juga kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan dalam bertransaksi. Tidak heran,
beberapa tahun belakangan ini banyak format bisnis eceran baru yang semakin
memudahkan para konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Online market place
misalnya. Konsumen dapat mencari informasi produk, membandingkan harga, serta
melakukan pembayaran tanpa harus keluar rumah. Semakin efisien model bisnis nya,
akan semakin digemari masyarakat. Kondisi persaingan yang ketat ini pada akhirnya
mendorong pebisnis eceran yang sebelumnya hanya membuka toko konvensional, kini
juga menawarkan fitur online supaya lebih dekat dengan para konsumennya dan
menjangkau skala yang lebih luas lagi. Namun tidak sedikit pula para pebisnis eceran
yang mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen yang berubah ubah
dengan cepat dan competitor baru yang banyak berdatangan. Sehingga, tidak sedikit
pebisnis yang harus menanggung kerugian selana bertahun tahun hingga mengalami
kondisi financial distress. Dengan melihat fenomena akhr-akhir ini dimana perusahaan
perdagangan ecer mengalami kerugian atau bahkan kebangkrutan, serta laba dan
manajemen keuangan yang sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha suatu
perusahaan, peneliti peneliti tertarik untuk membuat penelitian yang berjudul “Pengaruh
Laba Bersih dan Arus Kas Terhadap Financial Distress (Sarfiah, Atmaja, & Verawati,
2019)
Hasil penelitian ini diharapakan dapat menambah ilmu peneliti atas fenomena
financial distress yang akhir-akhir ini menimpa sub sektor perdagangan eceran, serta
menjawab rasa penasaran peneliti apabila laba bersih dan arus kas ada hubungannya
dengan financial distress. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran
bagi perusahaan yang mengalami financial distress. Dan untuk perusahaan yang masih
memiliki kondisi keuangan yang sehat, diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan dan
pembelajaran agar dapat terhindar dari financial distress. Hasil dari penelitian ini
diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu yang bermanfaat dan dapat menjadi acuan
bagi mahasiswa lain di bidang akuntansi. Kerangka Pemikiran, Paradigma Penelitian
Menurut (Noor, Zubair, & Ahmad, 2015), kerangka berpikir merupakan konseptual
mengenai bagaimana suatu teori berhubungan diantara berbagai faktor yang telah
diidentifikasi penting terhadap masalah penelitian. Dalam penelitian ini, masalah yang
dianggap penting adalah pengaruh Arus Kas dan Laba Bersih terhadap Financial Distress.
Dalam penelitian (Dewi, Endiana, & Arizona, 2019), Financial distress adalah
suatu situasi dimana arus kas operasi perusahaan tidak memadai untuk melunasi
kewajiban lancar dan perusahaan terpaksa harus melalukan tindakan perbaikan. Financial
Distress dapat diukur dengan menganalisa laporan keuangan. Laporan keuangan sendiri
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
720
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
sangat sangat berguna untuk mengambil keputusan, agar informasi yang tersaji lebih
bermanfaat. Berdasarkan poin-poin diatas, maka paradigma penelitian dapat dijabarkan
dalam gambar berikut:
Ket:
-------- = Variabel berpengaruh secara partial
_____ = Variabel berpengaruh secara simultan
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka dibuatlah hipotesa penelitian dibawah ini:
Hipotesa 1: Laba berpengaruh signifikan terhadap financial distress.
Hipotesa 2: Arus kas berpengaruh terhadap financial distress.
Hipotesa 3: Laba dan arus kas berpengaruh terhadap financial distress.
METODE PENELITIAN
Lokasi penelitian ini dilakukan pada perusahaan perdagangan eceran yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2020 melalui Indonesia Stock Exchange
(Fauziah, 2018). Ditetapkannya pemilihan BEI sebagai lokasi penelitian dikarenakan
peneliti dapat dengan mudah memperoleh data yang akurat dan informasi yang diberikan
di lokasi lengkap mengenai objek yang diteliti. Purposive Sampling menurut (Dr
Sugiyono, 2013), teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Non Probability dengan teknik Purposive Sampling. Menurut (Dr Sugiyono, 2013),
teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Tujuannya adalah agar mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan
peneliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa
dokumentasi laporan keuangan perusahaan perdagangan ecer yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020. Data laporan keuangan tersebut
diperoleh dari laman Bursa Efek Indonesia (Fauziah, 2018) dan website resmi perusahaan.
Penelitian ini akan menggunakan jenis data kuantitatif, yang artinya adalah jenis
data yang dapat dihitung, diukur, dan dideksripsikan dalam bentuk angka. Menurut (D.
Sugiyono, 2013), Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada
filsavat positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu untuk
menguji hipotesis yang ditetapkan dalam penelitian. Menurut (Nuryadi, Astuti, Sri Utami,
& Budiantara, 2017), Uji normalitas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk
mengetahui apakah data berasal dari populasi normal atau berada dalam sebaran normal.
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
721
Distribusi normal adalah distribusi simetris dengan modus, mean, dan median berada di
pusat.
A. Analisis Regresi
Data set yang yang merupakan data cross section dan time series disebut
sebagai data panel. Analisis regresi data panel adalah analisis regresi yang didasarkan
pada data panel untuk mengamati hubungan antar varibel bebas dan variabel terikat.
Menurut (Winarno, Hadikurniawati, & Rosso, 2017), metode estimasi teknik regresi
data panel dipat dilakukan dengan 3 pendekatan yaitu: Common effect Model (CEM),
Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Untuk mengetahui
model yang tepat, peneliti akan melakukan uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange-
Multiplier dengan menggunakan software Eviews 12.
1. Estimasi Pemilihan Model Regresi Data Panel
a. Common Effect Model (CEM)
Common Effect Model adalah pendekatan yang paling sederhana,
karena hanya mengkombinasikan data time series dan cross section dalam
bentuk pool, dan mengestimasikan menggunakan penggunaan kuadrat terkecil
atau Pooled Least Square (PLS).
b. Fixed Effect Model (FEM)
Model ini mengasumsikan terdapat efek yang berbeda antar Individu,
yang diakomodasi melalui perbedaan intersepnya. Dengan begitu, setiap
individu adalah parameter yang tidak diketahui dan akan diestimasikan dengan
menggunakan teknik variabel dummy yang dinyatakan sebagai berikut:
Yit = αi + ß Xit + uit ; i = 1,2,....,N; t = 1,2
sistemik dengan cara penambahan variabel dummy waktu di dalam model.
c. Random Effect Model
Dalam model ini, efek spesifik dari masing masing individu
diperlakukan sebagai bagian dari komponen eror yang bersifat acak, dan tidak
berkorelasi dengan variabel penjelas yang teramati.
d. Pemilihan Model Regresi Data Panel
Dari ketiga model diatas, akan dipilih model mana yang paling sesuai
dengan kebutuhan penelitian. Dengan begitu, perlu dilakukan tahapan uji test
yang dapat dijadikan alat dalam memilih model regresi panel berdasarkan
karakteristik data yang dimiliki yaitu : Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji
Langrage Multiplier.
e. Uji Chow
Fungsi dari uji chow adalah untuk menentukan fixed effect model atau
common effect model yang lebih cocok digunakan untuk mengestimasi data
panel dalam penelitian ini. Pengujian dilakukan menggunakan hipotesis berikut:
H_0= Common Effect Model
H_1 = Fixed Effect Model
Dasar penolakan hipotesis diatas yaitu dengan membandingkan
probabilitas F statistik. Apabila probabilitas F statististik lebih besar dari α
(α=0.05), maka H_0 diterima, yang artinya Common Effect Model adalah
model yang lebih tepat. Namun jika nilai probabilitas F lebih kecil dari α
(α=0.05), maka H_1 diterima, yang artinya Fixed Effect Model adalah model
yang lebih tepat
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
722
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
f. Uji Hausman
Fungsi dari uji ini adalah untuk menentukan apakah Fixed Effect Model
(FEM) atau Random Effect Model (REM) yang lebih cocok untuk mengestimasi
data panel penelitian. Pengujian dilakukan menggunakan hipotesis berikut:
H_0 = Random Effect Model
H_(1 )= Fixed Effect Model
Apabila nilai probabilitas lebih besar dari α (α=0.05), maka H_0
diterima, yang artinya Random Effect Model adalah model yang lebih tepat.
Namun jika nilai probabilitas lebih kecil dari α, α=0.05), maka H_1 diterima,
yang artinya Fixed Effect Model adalah model yang lebih tepat.
g. Uji Langrange Multiplier
Fungsi dari Uji ini adalah untuk menentukan apakah Common Model
Effect atau Random Model Effect yang lebih cocok untuk mengestimasi data
panel dalam penilitian ini. Pengujian dilakukan menggunakan hipotesis berikut:
H_0 = Random Effect Model
H_1 = Common Model Effect
Uji ini didasarkan dengan melihat nilai probabilitas Breusch Pagan,
yang apabila nilai probabilitasnya lebih besar dari α, maka H_0 diterima. Dan
sebaliknya jika nilai probabilitasnya lebih kecil dari α (α=0.05), maka H_1
diterima.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahan
perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020.
Dengen menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria, maka didapatkan 5
perusahaan yang cocok untuk menjadi obyek penelitian. Berikut adalah profil 5
perusahaan tersebut:
1. PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk
PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart (IDX: AMRT), adalah salah
satu minimarket dengan jaringan terbesar di seluruh Indonesia, dengan jumlah gerai
lebih dari 13.000 yang tersebar di seluruh Indonesia dan Filipina. Didirikan pada tahun
1998 oleh Djoko Susanto yang mengawali usahanya dibidang perdagangan dan
distribusi. Lalu pada tahun 1999, perusahaan ini merambah ke sektor minimarket
dengan nama Alfaminimart. Ekspansi secara eksponensial dimulai pada tahun 2002
dengan mengakuisisi 141 gerai Alfaminimart dan mengganti namanya menjadi
Alfamart. Kantor Pusat Alfamart tertletak di Alfa Tower lantai 12, Jalan Sutera Barat
Kav.9, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten. Pada tahun 2008, Alfamart memperoleh
pernyataan efektik BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
Saham (PUPS) AMRT kepada masyarakat sebanyak 343.177.000 saham dengan nilai
nominal Rp.100,- per saham dengan Harga Penawaran Perdana sebesar Rp.395,- per
saham. Pada tanggal 15 Januari 2009, seluruh saham perusahaan telah di catatkan di
Bursa Efek Indonesia.
2. PT. MAP Aktif Adiperkasa Tbk
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
723
PT. MAP Aktif Perkasa Tbk (IDX: MAPA), adalah peritel gaya hidup di
Indonesia dengan gerai lebih dari 2.600 dengan beragam portofolio yang mencakup
sports, fashion, department stores, kids, foods & beverage, serta produk-produk
lifestyle. MAPA didirikan pada tanggal 11 Mei 2015 dan berkantor pusat di Sahid
Sudirman Center lantai 26, Jalan Jendral Sudirman Kav. 86, Jakarta. Pada tanggal 28
Juni 2018, MAPA memperoleh efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk
melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MAPA kepada masyarakat sebanyak
427.560.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100,- per saham, dengan harga
penawaran Rp.2.100,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tanggal 5 Juli 2018.
3. PT. Midi Utama Indonesia Tbk
PT. Midi Utama Indonesia Tbk (IDX: MIDI), merupakan salah satu jaringan
ritel dengan gerai sebanyak 1.396 yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan usaha
perusahaan ini dalam bidang perdagangan adalah perdagangan eceran untuk produk
konsumen dengan mengoperasikan jaringan minimarket bernama Alfamidi, dan
Lawson. MIDI didirikan pada Juli 2007, dan berkantor pusat di Gedung Alfa Tower
lantai 12 Kav. 7-9, Jalan Jalur Sutera Barat, Alam Sutera, Tangerang. Pada tanggal 15
November 2010, perusahaan memperoleh pernyatan efektif dari Bapepam-LK untuk
melakukan Penawaran Umum Saham MIDI kepada masyarakat sebanyak 432.353.000
dengan nilai nominal Rp.100,- per saham dengan harga penawaran Rp. 275,- per
saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 30 November 2010.
4. PT. Tempo Scan Pacific Tbk
PT. Tempo Scan Pacific Tbk (IDX: TSPC), merupakan bagian dari Tempo
Group yang memiliki kegiatan usaha layanan distribusi dari produk-produk konsumen
Kesehatan, farmasi, konsumen dan kosmetik. Cakupan layanannya tersebar di seluruh
Indonesia melalui 46 cabang penjualan, dan lebih dari 100 titik penjualan. Perusahaan
ini juga melayani lebih dari 100.000 outlet antara lain channel pharma trade, modern
trade, dan general trade. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 3 November 1953
dengan nama PT. PD Tempo yang bergerak dibidang perdagangan produk farmasi.
Perusahaan ini berkantor pusat di Tempo Scan Tower lantai 16, Jalan Rasuna Said
Kav.3-4, Jakarta. Pada tanggal 24 Mei 1994, TSPC memperoleh pernyataan efektif
dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TSPC kepada
masyarakat sebanyak 17.500.000 degan nilai nominal Rp. 1.000,- per saham dengan
harga penawaran Rp. 8.250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Juni 1994.
5. PT. Tunas Ridean Tbk
PT. Tunas Ridean Tbk (IDX: TURI), adalah suatu perusahaan yang kegiatan
usahanya meliputi keagenan, penyaluran, perdagangan, dan pengangkutan dibidang
otomotif. Pada awal pendiriannya di tahun 1967, perusahaan ini merupakan importir
serta penjual mobil bekas dengan merk Fiat, Holden, dan Mercedes-Benz. Pada tahun
1974, perusahaan ini tunjuk sebagai dealer resmi mobil dengan merk Toyota, Daihatsu,
Peugeot, dan Renault. Di sektor otomotif sepeda motor perusahaan ini memiliki hak
ekslusif untuk mendistribusikan merk Honda dan Daihatsu. Perusahaan ini berkantor
pusat di Jalan Raya Pasar Minggu No. 7, Jakarta. Pada tahun 1995, TURI memperoleh
pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
724
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
Saham (PUPS) sebanyak 28.000.000 saham dengan nominal Rp. 1.000,- per saham
dengan harga penawaran Rp. 7.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan
pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Mei 1995.
Tabel 2
Hasil Uji Chow
Effects Test
Statistic
d.f.
Prob.
Cross-Section F
29.878119
(4.23)
0.0000
Cross-Section Chip-
Square
54.718060
4
0.0000
Sumber: Data diolah EViews12(2022)
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai p-value pada cross section F diatas
sebesar 0.0000, yang artinya lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang digunakan
dalam uji Chow yaitu 0.05 dan H_0 ditolak. Hasil ini menunjukkan model regresi setiap
individu memiliki intersep yang berbeda. Kesimpulannya, Fixed Effects Model lebih tepat
dibandingkan dengan model Common Model Effects dalam penelitian ini.
Tabel 3
Hasil Uji Hausman
Test Summary
Chi-Sq.Statistic
Chi-Sq.d.f
prob
Cross-Section
random
117.585429
2
0.0000
Sumber: Data diolah EViews 12 (2022)
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai p-value Chi-Square statistik adalah
0.0000, yang artinya lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang digunakan dalam uji
Hausman yaitu 0.05. Maka, H_0 ditolak dan H_1 diterima sehingga Fixed Momedel
Effects lebih tepat digunakan dalam penelitian ini.
Gambar 4
Hasil Uji Normalitas
Sumber: Data diolah EViews12 (2022)
Hasil uji normalitas dengan menggunakan program eviews12 dapat dilihat dengan
melihat nilai probabilitas Jarque-Bera. Pada penelitian ini, nilai probabilitas Jarque-Bera
0
1
2
3
4
5
6
7
8
-1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0
Series: Standardized Residuals
Sample 2015 2020
Observations 30
Mean 2.22e-16
Median -0.110322
Maximum 1.017020
Minimum -1.000246
Std. Dev. 0.582294
Skewness 0.322234
Kurtosis 1.983127
Jarque-Bera 1.811710
Probability 0.404196
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
725
adalah 0,404196, yang artinya lebih besar daripada tingkat signifikansi yaitu 0,05. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa uji Jarque-Bera adalah residual berdistribusi normal.
Menurut (Algifari, 2021), salah satu cara mendeteksi kemungkinan adanya
masalah heterokedastisitas pada Fixed Effects Model adalah dengan membandingkan nilai
statistik antara Fixed Effects Model tanpa pembobotan (no weights) dan Fixed Effects
Model dengan pembobotan (weights). Berikut adalah hasil statistik dari kedua Fixed
Effects Model tersebut.
Tabel 3
Fixed Effects Model (no weight)
Variable
Coefficient
Std.Error
t-Statistic
Prob
C
1.698376
0.112675
15.07316
0.0000
ROA
0.948849
0.216948
4.373623
0.0002
AKO
1.449652
0.238509
6.077968
0.0000
Effects Specification
Cross-Section fixed (dummy Variables)
R-Squared
0.925240
Mean dependent var
2.369000
Adjusted R-Squared
0.905738
S.D. dependent var
0.855551
S.E of regression
0.262673
Akaike info criterion
0.365149
Sum Squared resid
1.586932
Schwaz criterion
0.692095
Log likelihood
1.522768
Hannan-Quinn criter
0.469742
F-Statistik
47.44199
Durbin-Wats onstat
2.538660
Prob (F-Statistik)
0.000000
Sumber : Data diolah Eviews12 (2022)
Untuk membandingkan hasil dari keduanya, berikut tabel perbandingan nilai
statistik antara Fixed Effects Model tanpa pembobotan dan Fixed Effects Model dengan
pembobotan:
Tabel 4
Perbandingan FE tanpa pembobotan dan FE dengan pembobotan
Nilai Statistik
Tanpa Pembobotan
Dengan Pembobotan
Nilai t statistik (Nilai Prob.) ROA
4.373623 (0.0002)
7.118259 (0.0000)
Nilai t statistik (Nilai Prob.) AKO
6.077968 (0.0000)
4.310849 (0.0003)
Nilai F statistik (Prob. F stat)
47.44199 (0.0000)
78.00857 (0.0000)
Koefisien Determinsasi
0.92524
0.953162
Sumber: Data diolah EViews12 (2022)
Tabel 4 menunjukkan nilai Fixed Effects Model dengan pembobotan lebih baik
daripada nilai Fixed Effects Model tanpa pembobotan. Dengan demikian dapat
disimpulkan Fixed Effects Model tanpa pembobotan memiliki masalah heteroskedastisitas
atau belum efisien. Model yang lebih baik adalah Fixed Effects Model dengan
pembobotan.
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
726
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
Tabel 5
Hasil Uji Multikolinearitas
ROA
AKO
ROA
1.000000
-0.213568
AKO
-0.213568
1.000000
Sumber: Data diolah EViews12 (2022)
Model regresi estimasi tidak terdapat masalah multikolinearitas apabila besarnya
koefisien korelasi antara ROA dan AKO kurang dari 0,8. Hasil dari uji multikolinearitas
menunjukkan besarnya koefisien korelasi kedua variabel independen adalah -0,213568,
yang artinya tidak terdapat masalah multikolinearitas pada model regresi estimasi.
Tabel 6
Uji Hipotesis
Variable
Coefficient
Std.Error
t-Statistic
Prob.
C
1.779423
0.118492
15.01725
0.0000
ROA
`1.029717
0.144658
7.118259
0.0000
AKO
1.199345
0.278215
4.310849
0.0003
Sumber: Data diolah EViews12 (2022)
Berdasarkan tabel 6, variabel ROA dengan pengujian satu sisi yang menggunakan
tingkat signifikansi sebesar α = 5% diperoleh hasil sig-t sebesar 0.0000, yaitu lebih kecil
dari tingkat signifikasi sebesar 0.05. Dengan demikian, ROA secara signifikan
berpengaruh terhadap financial distress. Analisis ini menunjukkan bahwa penelitian ini
menerima H_1 = Laba Bersih berpengaruh terhadap financial distress. Tabel 6 juga
menunjukkan hasil sig-t pada variabel AKO adalah 0.0000, yaitu lebih kecil dari tingkat
signifikasi sebesar 0.05. Artinya, AKO secara signifikan berpengaruh terhadap financial
distress. Analisis ini menunjukkan bahwa penelitian ini menerima H_2 = Arus Kas
berpengaruh terhadap financial distress. Hasil dari kedua variabel dalam penelitian ini
lebih kecil dari tingkat signifikasi sebesar 0.05. Dengan demikian variabel laba bersih dan
arus kas berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada perusahaan perdagangan
eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2020.
Berdasarkan tabel 3, nilai yang dihasilkan pada nilai F statistik adalah 78.00857
dengan nilai probabilitas 0.0000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari nilai
signifikansi 0.05 (5%). Maka dapat disimpulkan H_3 = laba bersih dan arus kas
berpengaruh positif terhadap financial distress. Dari hasil perhitungan menggunakan
program eviews12, dapat dilihat pada tabel 3 bahwa nilai yang dihasilkan pada Adjusted
R-Square sebesar 0.900943 atau 90.09%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kedua
variabel independen yaitu laba bersih dan arus kas secara bersama mampu menjelaskan
variasi pada variabel dependen yaitu financial distress. Dan sisanya sebesar 9.91%
dipengaruhi variabel lain diluar model ini
KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas
terhadap Financial Distress dengan studi kasus perusahaan perdagangan ecer yang
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
727
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2020. Dari hasil analisis data dan
pengujian hipotesis, maka dapat dibuat kesimpulan sebagai pengujian hipotesis pertama
yaitu H1 diterima yang berarti variabel Laba Bersih yang di proksikan dengan Return On
Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap Financial Distress secara parsial. Adanya
pengaruh antara laba bersih dengan financial distress dikarenakan rasio laba yang tinggi
menunjukkan bahwa suatu perusahaan dalam pengelolaan asetnya sangat efektif, sehingga
biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan operasionala sangat efisien, dan ini menunjukkan
bahwa kinerja suatu perusahaan tersebut produktif. Sehingga dapat disimpulkan, nilai
rasio laba yang tinggi menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya financial distress pada
perusahaan semakin rendah. Pengujian hipotesis kedua yaitu H2 diterima yang berarti
variabel Arus Kas yang di proksikan dengan Arus Kas Operasi (AKO) berpengaruh positif
terhadap Financial Distress secara parsial. Rasio Arus Kas Operasi diatas 1 menunjukkan
perusahaaan memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban lancarnya. Sehingga dapat
disimpulkan, nilai rasio arus kas yang tinggi menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya
financial distress pada perusahaan semakin rendah. Pengujian hipotesis ketiga yaitu H3
diterima yang berarti variabel Laba Bersih dan Arus Kas berpengaruh secara simultan
terhadap Financial Distress. Yang artinya, penilaian yang tepat atas suatu perusahaan
tidak hanya dengan melihat kemampuan perusahaan menghasilkan labanya, namun juga
perlu untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang positif
dari kegiatan operasinya.
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang dapat diberikan penulis bagi
Perusahaan. Bagi perusahaan yang mengalami financial distress, disarankan untuk
menjaga kondisi keuangan dan lebih cermat dalam pengambilan keputusan baik dari segi
manajemen keuangan maupun strategi bisnis. Manajemen keuangan sangat
mempengaruhi pemasukan dan pengeluaran kas, sedangkan strategi bisnis yang baik akan
berpengaruh terhadap laba sehingga perusahaan dapat mengatasi kondisi financial
distress. Bagi Pihak Eksternal Pihak eksternal seperti kreditor, investor, dan pemerintah
disarankan untuk melihat perkembangan laporan keuangan dan melakukan analisis-
analisis terhadap kondisi keuangannya sebelum mengambil keputusan. Bagi Peneliti
Selanjutnya untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian terhadap
sub sektor lainnya dan menggunakan metode analisis arus kas yang melibatkan seluruh
jenis arus yang meliputi arus kas operasi, pendanaan, serta investasi, tidak hanya
melibatkan arus kas operasi saja.
BIBLIOGRAFI
Algifari, Algifari. (2021). Teknik Proyeksi untuk Bisnis dan Ekonomi. Fakultas
Ekonomika Dan Bisnis UGM. Google Scholar
Dewi, Ni Luh Putu Ari, Endiana, I. Dewa Made, & Arizona, I. Putu Edy. (2019).
Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Leverage Dan Rasio Profitabilitas Terhadap
Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur. Kumpulan Hasil Riset
Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 1(1). Google Scholar
Fauziah, Jihan Rahmi. (2018). PENGARUH PROGRAM PELATIHAN WIRAUSAHA
BANK INDONESIA, SARANA PRODUKSI DAN TENAGA KERJA TERHADAP
HASIL PENJUALAN UMKM (Survey terhadap UMKM penerima bantuan
program pelatihan Wirausaha Bank Indonesia di Kota Bandung). Perpustakaan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpas Bandung. Google Scholar
Firdausiyah, Umi Wasilatul, & Fikri, Khairul. (2021). Reinterpretasi Teori Language
Game dalam Bahasa Dakwah Perspektif Ludwig Wittgenstein. Journal of Islamic
Civilization, 3(2), 8092. Google Scholar
Erita Oktasari, Ririn Widyastuti, Zeniar Astri / JOSR: Journal of Social Research, 1(7), 717-728
728
Pengaruh Laba Bersih dan Arus Kas terhadap Financial Distress
Kaharudin, M. Robby, & Saputra, Hendra. (2021). Analisis Strategi Pemasaran Keripik
Tempe Azzahra Desa Sumber Rahayu Dalam Perspektif Ekonomi Islam. ADL
ISLAMIC ECONOMIC: Jurnal Kajian Ekonomi Islam, 2(2), 143162. Google
Scholar
Noor, Saba, Zubair, Mohammad, & Ahmad, Jamal. (2015). Diabetic foot ulcera review
on pathophysiology, classification and microbial etiology. Diabetes & Metabolic
Syndrome: Clinical Research & Reviews, 9(3), 192199. Google Scholar
Nuryadi, Nuryadi, Astuti, Tutut Dewi, Sri Utami, Endang, & Budiantara, Martinus.
(2017). Dasar-Dasar Statstk Penelitan. Sibuku Media. Google Scholar
Sarfiah, Sudati Nur, Atmaja, Hanung Eka, & Verawati, Dian Marlina. (2019). UMKM
sebagai pilar membangun ekonomi bangsa. Jurnal REP (Riset Ekonomi
Pembangunan), 4(2), 137146. Google Scholar
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Google
Scholar
Sugiyono, Dr. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan
R&D. Google Scholar
Winarno, Edy, Hadikurniawati, Wiwien, & Rosso, Rendy Nusa. (2017). Location based
service for presence system using haversine method. 2017 International
Conference on Innovative and Creative Information Technology (ICITech), 14.
IEEE. Google Scholar
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the
terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA)
license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/).