ANALISIS STRATEGI PEMASARAN
PADA PT.SGMW (WULING) MELALUI
PENINGKATAN LAYANAN
PURNAJUAL DAN PENAMBAHAN JARINGAN PASCA PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA WULING DI
KOTA MEDAN)
Ananda
Dian Pratiwi,
Kartini Harahap
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
ananda.dianpratiwi@gmail.com, kartiniharahap@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Penerapan strategi pemasaran yang tepat adalah salah satu yang harus di perhatikan setiap perusahaan tidak terkecuali perusahaan otomotif dalam menciptakan kegiatan yang efektif dan efisien dimasa pandemi Covid-19. Tujuan : Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan Wuling melalui peningkatan layanan purnajual dan penambahan jaringan dalam upaya mempertahankan penjualan di tengah pandemi Covid-19. Metode : Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dengan cara mencari data dan informasi melalui buku, jurnal, dan karya tulis serta melakukan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil : Hasil analisis SOAR menunjukan bahwa perusahaan ini memiliki banyak potensi positif yang menjadi kekuatan perusahaan serta peluang usaha yang berasal dari segi internal serta eksternal. Kesimpulan : Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dan acuan bagi perusahaan untuk menetapkan strategi pemasaran pada periode berikutnya. Kata
Kunci : Strategi pemasaran; Purnajual;
Penambahan jaringan. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The implementation of the right marketing
strategy is one that must be considered by every company, including
automotive companies in creating effective and efficient activities during
the Covid-19 pandemic. Objectives: The purpose of this study is to find out how wuling's marketing strategy is through improving
after-sales services and adding networks in an effort to maintain sales in
the midst of the Covid-19 pandemic. Methods: The research conducted is a qualitative type of
research. Data collection techniques through literature studies by looking
for data and information through books, journals, and written works as well
as conducting field studies through observation, interviews, and
documentation. Results: The
results of the SOAR analysis show that this company has many positive potentials
that are the company's strengths and business opportunities that come from
internal and external aspects. Conclusion: The results of this study
are expected to be used as input and reference for
the company to establish a marketing strategy in the next period. Keywords: Marketing strategy;
Aftermarket; Network addition. |
|
*Correspondent Author : Ananda Dian Pratiwi
Email : ananda.dianpratiwi@gmail.com
PENDAHULUAN
Dunia
bisnis terdapat tingkat persaingan yang menuntut setiap pemasaran agar dapat
melaksanakan setiap kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Pada kegiatan
pemasaran tentunya membutuhkan suatu konsep pemasaran yang secara mendasar
sesuai dengan kepentingan pemasar serta kebutuhan agar sesuai dengan keinginan
konsumen. Pada saat ini penerapan strategi pemasaran yang tepat merupakan hal
yang sangat mempengaruhi keberlangsungan suatu perusahaan untuk mencapai tujuan
dalam menghasilkan suatu laba, setiap perusahaan dituntut untuk bersaing lebih
keras dengan menerapkan strategistrategi pemasaran
yang dapat membuat usaha tetap bertahan dan berkembang karena suatu perusahaan
pasti mengharapkan hasil penjualannya selalu mengalami peningkatan, sehingga
penjualan produk sangat penting bagi perusahaan tersebut. Beberapa bidang
bisnis yang mengalani ketidak
stabilan penjualan yaitu perusahaan otomotif dan Autonomous Vehicle (AV). Pandemi
virus corona membuat permintaan dan penjualan
kendaraan telah turun tajam. Berbagai perkiraan muncul tentang seberapa besar
dan cepat perusahaan dalam industri ini akan bergerak maju serta berapa
persentase yang akan bertahan. Namun satu hal yang pasti bahwa pandemi telah
membuat dunia otomotif terpuruk selama tahun 2020. Penjualan industri otomotif
yang mengalami penurunan di situasi pandemi pada saat ini harus disikapi oleh
para pelaku bisnis/usaha otomotif dengan menerapkan langkah-langkah strategis
sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan dan penjualan bagi kelangsungan
perusahaan. Berdasarkan data (Ursula,
Nurhidayati, & Mulki, n.d.).
Kondisi
penjualan mobil pada saat pandemi berdasarkan grafik penjualan mobil dalam 11
tahun terakhir sejak 2009, Gaikindo berdasarkan revisi perkiraan nya bahwa retail sales (penjualan
dari dealer ke konsumen) menjadi 600.000 unit yang
sangat jauh dari perkiraan awal pada saat sebelum adanya Covid-19 dengan
penjualan mobil minimal sama pada tahun sebelumnya sebesar 1.050.000 unit.
Penjualan retail sales kendaraan pada tahun 2010
sebesar 702.508 unit. Adapun perhitungan penjualan mobil retail sales nasional (dari dealer ke konsumen)
pada bulan Januari - April ditahun 2020 hanya mencapai 243.600 unit, mengalami
turun 28,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang
tercatat sebesar 340.600 unit. Kondisi ini merupakan dampak yang dirasakan dari
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Kondisi industri Wuling
pada saat ini terbilang sedang di masa bangkit dari ketepurukan
akibat COVID-19, hal ini dapat dilihat dari tingkat penjualan industri otomotif
terkhusus pada mobil wuling pada saat sebelum dan
sesudah terjadinya pandemi yang mengalami penurunan omzet penjualan. Hal ini
dapat di buktikan dengan data penjualan Wuling selama
4 tahun terakhir. Berdasarkan data dari Gaikindo yang merupakan singkatan dari
(Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Wuling
mengalami penurunan penjualan dari tahun-tahun sebelumnya, perhitungan ini
dilihat berdasarkan data penjualan Wuling selama 4
tahun terakhir dimulai dari awal Wuling beroperasi di
Indonesia. Wuling beroperasi di Indonesia dimulai
pada tahun 2017 bulan juli berada pada posisi ke 11
dengan penjualan (wholesales) sebanyak 5.050 unit
atau 0,5% market share dan
mulai berkembang di tahun setelahnya, pada tahun 2018 Wuling
berada pada posisi ke 9 dengan penjualan (wholesales)
sebanyak 17.002 unit atau 1,5% market share, pada tahun 2019 Wuling tetap
berada pada posisi ke 9 dengan penjualan (wholesales)
sebanyak 22.343 unit atau 2,2 persen market share. Sedangkan diawal pandemi
pada tahun 2020 Wuling mengalami penurunan penjualan
menjadi pada posisi ke 10 dengan mencatat penjualan (wholesales)
sebanyak 6.581 unit atau 1,2 persen market share, dan ditahun 2021 Wuling menunjukan peningkatan penjualan (wholesales),
jika dilihat dari awal bulan januari hingga juli tercatat Wuling menjual
sebanyak 10.973 unit atau 2,8% market share.
Penurunan
omzet penjualan juga disebabkan beberapa hal lain seperti aturan yang dibuat
pemerintah tentang pembatasan jam operasional, serta adanya kebijakan WFH atau
penerapan physical distancing
yang menyebabkan Wuling harus menutup pabrik untuk
sementara waktu sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus COVID-19 serta untuk
menjaga kesehatan karyawan yang merupakan prioritas Wuling,
sehingga mengakibatkan harus terhentinya kegiatan produksi wuling
untuk sementara waktu, (Prayitno,
Riyono, & Pujiastuti, n.d.). Berbagai
kebijakan peningkatan layanan dalam hal ini layanan purnajual di buat untuk
mengatasi masalah yang terjadi pada saat pandemi, Hampir seluruh perusahaan
otomotif yang menyertakan komitmennya terhadap kepuasaan
pelanggan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan. Sehingga perlunya
perhatian terhadap layanan purnajual yang di berikan, Layanan purna jual adalah pelayanan yang diberikan oleh perusahaan
kepada konsumen setelah terjadinya transaksi penjualan (Kotler,
2005).
Pembuatan suatu kebijakan melalui peningkatan layanan purnajual dan penambahan
jaringan pada Wuling ini membuat perusahaan melakukan
strategi pemasaran yang tepat, dalam menghadapi pandemi COVID-19 dengan
menawarkan produk yang sama tetapi dengan pelayanan yang bertambah serta adanya
kebijakan yang di buat untuk memberi keringanan kepada konsumen dalam memiliki
beragam produk yang ditawarkan mulai dari seri Confero,
seri Cortez CT, hingga seri Almaz,
serta agar tetap dapat bersaing di dunia otomotif meskipun di masa-masa sulit
seperti ini.
Banyak
produsen otomotif yang mengalami penurunan penjualan karena terkena dampak dari
COVID-19 yang terjadi pada saat ini. Wuling yang
merasakan dampak dari keadaan tersebut tidak hanya tinggal diam, karena
menganggap dengan adanya masalah yang terjadi pada saat ini maka semangkin
besar pula tantangan Wuling untuk bersaing dengan
produsen otomotif lain nya. Dalam menyikapi hal
tersebut Wuling membuat kebijakan strategi pemasaran
yang dianggap tepat yaitu melalui peningkatan layanan purnajual dan penambahan jaringan
sebagai tujuan untuk bertahan sekaligus memajukan perusahaan di tengah pandemi
pada saat ini. Keadaan sektor ekonomi masyarakat yang masih belum terbilang
cukup baik pada saat ini menjadi halangan tersendiri untuk Wuling
karena dengan kondisi seperti ini melakukan pembelian produk otomotif bukanlah
tujuan utama yang di prioritaskan masyarakat pada saat ini, serta keberanian wuling untuk tetap memasarkan model lama menjadi tantangan
bagi Wuling untuk memilih strategi pemasaran yang
tepat untuk produk Wuling Motor. Berdasarkan
penjelasan di atas, Penulis tertarik mengambil judul: “Analisis Strategi
Pemasaran pada PT.SGMW (Wuling) melalui Peningkatan
Layanan Purnajual dan Penambahan Jaringan Pasca Pandemi Covid-19”. Adapun
tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi
pemasaran Wuling dalam peningkatan layanan purnajual
dan penambahan jaringan dengan menggunakan analsis
SOAR.
A.
Strategi Pemasaran
Menurut (Sofjan,
2013) strategi
pemasaran adalah serangkaian berupa tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan
yang memberi arah kepada usaha pemasaran pada perusahaan dari waktu ke waktu,
pada masing-masing tingkatan, acuan dan alokasinya, terutama sebagai tanggapan
perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu
berubah. Menurut (Kotler
& Amstrong, 2014) strategi
pemasaran mengandung keputusan dasar tentang pemasaran, bauran pemasaran,
bauran pemasaran serta alokasi pemasaran. Dari pengertian di atas dapat ditarik
kesimpulan struktur manajemen pemasaran strategis menggambarkan masukan yang
digunakan perusahaan untuk mengidentifikasi dan memilih strategi. Masukan
tersebut didapat melalui analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Dalam jurnal manajemen, (Mulyadi,
n.d.) strategi
pemasaran adalah hal yang menetapkan arah kepada menajemen
dalam arti orang tentang sumber daya didalam suatu
bisnis serta untuk membantu memenangkan persaingan didalam
pasar. Menurut (Wijayanti
& Mutmainah, 2012) Strategi
pemasaran adalah suatu sistem yang terdiri dari output,
input, dan proses, di mana proses strategi pemasaran
merupakan termasuk program yang rumit dan harus dilakukan dengan cara bertahap,
penuh ketelitian serta berkesinambungan dan harus bisa menyeluruh agar dapat
menyentuh semua aspek.
B.
Purnajual
Menurut (Harwanti
& Rumiati, 2021),
Layanan purna jual diartikan “Sebagai pelayanan yang
diberikan oleh prinsipal kepada konsumen terhadap
barang yang dijual dalam hal daya tahan dan kehandalan
operasional”. Menurut (Winata,
2015) menjelaskan
bahwa “Pemberian layanan purnajual biasanya dilakukan sebagai suatu bentuk
tanggung jawab yang diberikan oleh penjual atas barang yang telah mereka jual
kepada konsumen, dengan cara memberikan pelayanan tambahan dalam bentuk
pemberian garansi, penggantian barang-barang rusak, pemeliharaan serta
penyediaan suku cadang”. Layanan purna jual merupakan
bagian yang penting dari kegiatan pemasaran produk di karenakan
kebanyakan dari pihak konsumen menuntut bagaimana layanan purna
jual dari produk yang dibelinya. Menurut (Kotler
& Keller, 2012) Layanan
purnajual dimaknai sebagai layanan yang diberikan perusahaan kepada konsumen
setelah adanya transaksi penjualan yang dibagi menjadi departemen pelayanan
pelanggan, jasa perbaikan dan pemeliharaan. Di sini Kotler
menegaskan bahwa pelayanan purnajual digabungkan oleh tiga sisi yakni pelayanan
pelanggan, jasa perbaikan dan pemeliharaan. Hasil penelitian yang dilakukan
oleh (Amanah & Lumbanraja, 2014),
(Susanto,
2012) menyatakan,
bahwa pelayanan purnajual berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Sintesis teori pelayanan purnajual pelanggan diartikan sebagai suatu kegiatan
pasca transaksi, setelah penyerahan produk atau jasa dari produsen kepada
konsumen yang merupakan bentuk layanan yang berlaku selama ikatan layanan atau
pengaruh dalam kegiatan pemasaran dengan dimensi yakni; garansi (warranty), penyediaan aksesoris (accessories),
pelayanan perbaikan (reparation), serta fasilitas (facilities). Seperti yang di ungkapkan dalam, Penjelasan (Susanto,
2012) mengenai
pelayanan purna jual merupakan tanggung jawab penjual
atas kualitas barang yang dijualnya yang dapat diberikan dalam bentuk
konsultasi lanjutan, atau jaminan berupa penggantian barang rusak, pemeliharaan,
penyediaan suku cadang dan sebagainya. Menurut (Kotler
& Amstrong, 2014) dengan
adanya layanan purnajual maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan
pelanggan sehingga perlu adanya pengukuran kinerja dari mulai tingkat kepuasan
pelanggan (customer satisfaction),
retensi pelanggan (customer retention),
akuisisi pelanggan (customer acquisition),
pangsa pasar (market share)
serta keuntungan pelanggan (customer profitability).
C.
Penambahan Jaringan
Menurut (Tjiptono,
2019),
strategi pemasaran adalah alat fundamental yang dirancang sebagai upaya untuk
mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan daya saing yang
berkesinambungan dalam melewati pasar yang akan dimasuki, serta progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar target
tersebut. Perusahaan harus menentukan strategi pemasaran yang tepat untuk
memperluas pangsa pasar.
D.
Pandemi Covid-19
Istilah pandemi menurut KBBI dapat diartikan
sebagai virus atau wabah yang cukup berbahaya pada saat ini, yang sedang
terjangkit serempak di mana - mana, meliputi janngkauan
daerah yang luas. Dalam pengertian yang paling klasik, ketika sebuah pandemi
menyebar ke beberapa negara atau wilayah dunia. Awal tahun 2020, dunia
digemparkan dengan adanya virus baru dan penyakitnya diberi nama Coronavirus Diseases 2019
(COVID-19). Coronavirus merupakan virus RNA strain tunggal positif, berkapsul
dan tidak bersegmen, Coronavirus adalah kumpulan
virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini
hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga
bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia),
Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Menurut (SUSANTO,
2021) Coronavirus Disease 2019
(COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe
Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan Coronavirus jenis
baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gejala
umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti
demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa
inkubasi terpanjang 14 hari.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti dalam penelitian
kualitatif mencari makna, pemahaman, pengertian, verstehen,
terhadap suatu fenomena, kejadian, maupun kehidupan manusia dengan terlibat
secara langsung maupun tidak langsung dalam setting
yang diteliti, kontekstual dan menyeluruh. Lokasi penelitian ini merupakan
tempat dimana peneliti akan melakukan penelitian,
yang dalam hal ini merupakan Wuling Medan yang
terletak di Jl.Sisingamangaraja, Sitirejo
II, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara
2016. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan juni
2021 sampai dengan selesai. Dalam penelitian ini populasi atau objek penelitian
yang diambil sebanyak 5 orang yaitu: 3 karyawan Wuling
yang berhubungan serta paham mengenai judul penelitian agar dapat memberikan
informasi yang valid serta 2 konsumen Wuling yang
pernah melakukan pembelian serta pernah melakukan pelayanan purnajual yang
ditawarkan. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probality sampling dengan teknik purposive
sampling. Menurut (Dr Sugiyono, 2013) purposive
sampling adalah teknik pengumpulan atau pengambilan sampel sumber data dengan
pertimbangan tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik
analisis data yaitu model Mails dan Huberman dalam (Prof Dr Sugiyono, 2010) dengan tahapan pengumpulan
data sebagai berikut:
1) Data Collecting
(pengumpulan data)
Data Collection
merupakan tahap pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi,
wawancara serta dokumentasi.
2) Data reduction
( reduksi data)
Data reduction
yaitu tahap pengumpulan data dengan cara memilih dan memfokuskan data yang
penting dan merangkum data yang pokok. Didalam
reduksi data, laporan - laporan lapangan dirangkum lalu dipilih hal-hal yang
pokok yang difokuskan pada hal-hal yang penting setelah itu dicari tema atau
polanya.
3) Data Disply
(Penyajian Data)
Miles Huberman
dalam (Prof Sugiyono, 2011) menyebutkan bahwa salah satu
hal yang sering dilakukan dalam menyajikan data pada penelitian kualitatif
adalah dengan menggunakan teks yang bersifat naratif.
4) Klasifikasi Data ( Penarikan
Kesimpulan dan klarifikasi )
Klasifikasi data adalah tahap
terakhir dalam menganalisis data pada tahap ini peneliti menyimpulkan makna
dari data-data yang sudah dikumpulkan sebelumnya sejak awalnya penelitian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Strategi Pemasaran Wuling di masa Pandemi Covid-19
Dimasa awal pandemi Covid-19 Wuling
mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis sebesar 56,3 persen sehingga
membuat Wuling harus mencari strategi pemasaran yang
pas untuk menarik minat konsumen salah satu hal yang dilakukan Wuling ialah dengan mengikuti regulasi pemerintah untuk
perusahaan perusahaan otomotif terkait PPNBM dengan
memberikan subsidi kepada beberapa produknya dengan potongan harga yang lebih
besar yang di sebut dengan ”promo harga spesial OTR PPNBM 0%”, selain itu juga
pada saat pandemii Wuling
melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan penjualanan
dengan meningkatkan layanan purnajual dan penambahan jaringan sebagai tujuan
untuk meningkatkan penjualan ditengan pandemi
Covid-19. Dalam menentukan Strategi pemasaran Wuling
terlebih dahulu melakukan pengamatan kepada konsumen yang selalu tertarik
dengan layanan yang diterima setelah melakukan pembelian sehingga Wuling mengambil langkah untuk meningkatkan layanan
purnajual dan penambahan jaringan di masa pandemi sebagai upaya untuk
meningkatkan minat beli masyarakat.
Dengan adanya peningkatan layanan purnajual yang
dilakukan Wuling pada saat pandemi dirasakan sangat
mempengaruh minat beli konsumen akan produk Wuling,
selain harga produk yang terjangkau layanan yang diberikan juga menarik menjadi
bagian tersendiri yang mempengaruhi peningkatan penjualan di masa pandemi
Covid-19. Terdapat bebebrapa syarat dan ketentuan
yang harus dilakukan pelanggan jika ingin melakukan klaim garansi yaitu :
Membawa surat-surat kelengkapan garansi, kendaraan yang rusak akibat pemakaian
yang salah, kendaraan yang melakukan modifikasi, kendaraan yang memakai sparepart palsu maka tidak akan mendapatkan garansi, selain
itu juga garansi yang berikan ada 2 periode yaitu garansi umum selama 3 tahun
dan garansi 5 tahun yang dikhususkan untuk mesin dan transmisi. Alasan Wuling menambah jaringan ditengah
pandemi Covid-19 ialah untuk memperkenalkan Wuling ke
seluruh segmentasi pasar serta untuk meningkatkan penjualan ditengan
pandemi Covid-19, karena penambahan jaringan merupakan layanan sale dan aftersale.
B. Analisis Data Strength, Opportunities, Aspirations, and Results (SOAR)
Dalam menggali lebih dalam apa yang menjadi keunggulan,
peluang, aspirasi dan hasil dari penelitian ini, penulis menggunakan analisis
SOAR dengan menggunakan kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan data aspirasi dan hasil.
1.
Strength ( Kekuatan)
1) Harga produk Wuling yang relatif terjangkau.
2) Pelayanan purnajual dimasa
pandemic Covid-19.
3) Memiliki masa garansi yang
lama
4) Menawarkan harga suku
cadang yang sangat kompetitif dan berkualitas serta stok yang sangat mencukup.
5) Memiliki Part Distribution Center (PDC)
yang terintegrasi.
6) Pabrik Wuling
di Indonesia yang luas di Cikarang.
7) Filtur teknologi yang
berspesifikasi tinggi dengan harga yang relatif dibawah
kompetitor lainnya.
8) Tenaga ahli yang sudah
terlatih dengan baik.
9) Memiliki jaringan
pemasaran yang terbilang luas untuk perusahaan otomotif pendatang baru.
2.
Opportunities ( Peluang)
1) Peningkatan pelayanan
purnajual yang dilakukan dimasa pandemic mendapat respon positif dari konsumen di Indonesia terutama di
Medan.
2) Menjadi kompetitor yang
maju dan kuat.
3) Penambahan jaringan
pemasaran dan pelayanan yang dapat membesarkan nama brand.
3.
Aspirations (Aspirasi)
1) Layanan purnajual yang
semangkin ditingkatkan
2) Meningkatkan sistem kerja
karyawan
3) Varian produk serta tipe
yang semangkin beragam serta canggih
4) Dapat mengikuti segala
kondisi dan permintaan pasar
5) Meningkatkan promosi
secara terus menerus agar visi perusahaan tercapai
Cara untuk mewujudkan aspirasi:
a) Memberikan penambahan
layanan yang semangkin memudahkan masyarakat
b) Memberikan intensif
tambahan kepada karyawan yang produktif atau yang sudah memberi hasil yang baik
kepada perusahaan sebagai bentuk apresiasi agar terus percaya diri.
c) Selalu melakukan
pengamatan terhadap pasar serta sadar terhadap apa yang sedang dibutuhkan
pasar.
KESIMPULAN
Amanah, Dita,
& Lumbanraja, Sevi Martini. (2014). Pengaruh Harga, Citra Merek, Dan After
Sales Service (Layanan Purna Jual) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada
PT. Intraco Penta, Tbk Cabang Palembang. Jurnal Quanomic, 2(1),
25–39. Google Scholar
Harwanti, Nur Achmey
Selgi, & Rumiati, Agnes Tuti. (2021). Pengelompokkan Mutu Sekolah Dasar Di
Indonesia Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan dengan Metode Fuzzy C-Means. Jurnal
Sains Dan Seni ITS, 9(2), D123–D129. Google
Scholar
Kotler, Philip.
(2005). Manajamen pemasaran, jilid 1 dan 2. Jakarta: PT. Indeks Kelompok
Gramedia. Google Scholar
Kotler, Philip, &
Amstrong, Gary. (2014). Principles of Marketing, Jilid 1 Terjemahan Bob Sabran
Jakarta: Erlangga. Komunikasi Pemasaran Terpadu. Google
Scholar
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2012). Manajemen Pemasaran. terjemahan Benyamin Molan. Jilid
Satu, Cetakan Keduabelas, Penerbit: Prenhalindo, Jakarta. Google Scholar
Mulyadi, Dedi. (n.d.).
dkk. 2012.“Analisis Strategi Pemasaran Jasa Lembaga Pembiayaan Non Bank Pada PT
Oto Multiartha Karawang.” Jurnal Manajemen, 9(2). Google Scholar
Prayitno, Dody,
Riyono, Joko, & Pujiastuti, Ch Eni. (n.d.). Pemanfaatan Oli Bekas
Sebagai Bahan Bakar Utilization of Waste Oil As A Fuel. Google Scholar
Sofjan, Assauri.
(2013). Manajemen pemasaran. Jakarta: Rajawali Pers. Google Scholar
Sugiyono, Dr. (2013). Metode
penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Google Scholar
Sugiyono, Prof.
(2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta,
Bandung. Google Scholar
Sugiyono, Prof Dr.
(2010). Metode penelitian pendidikan. Pendekatan Kuantitatif. Google Scholar
Susanto, Joko. (2012).
Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis lesson study dengan kooperatif
tipe numbered heads together untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA
di SD. Journal of Primary Education, 1(2). Google
Scholar
SUSANTO, Joko. (2021).
UNEMPLOYMENT IN INDONESIA DURING JOKOWI-KALLA PERIOD. CURRENT STUDIES ON
EMPLOYMENT AND UNEMPLOYMENT, 49. Google Scholar
Tjiptono, Fandy.
(2019). Perilaku Konsumen: Definisi, Domain, Determinan. Strategi Pemasaran
Dalam Perspektif Perilaku Konsumen, 103. Google
Scholar
Ursula, Natalia,
Nurhidayati, Ely, & Mulki, Gusti Zulkifli. (n.d.). PEMETAAN SEBARAN USAHA
PERBENGKELAN KENDARAAN BERMOTOR RODA 2 DAN 4 DI KOTA PONTIANAK. UNIPLAN:
Journal of Urban and Regional Planning, 3(1), 35–45. Google Scholar
Wijayanti, Sri, &
Mutmainah, Siti. (2012). Pengaruh penerapan corporate governance terhadap
kinerja keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tahun 2009-2011. Diponegoro Journal of Accounting, 1(1),
135–149. Google Scholar
Winata, Siska
Ambarwati. (2015). PENGARUH LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
LAPTOP ACER DI KOTA PURWOREJO. SEGMEN Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 11(2C).
Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |