Roulia Martha Gabriella
Tambunan, Marlon Sihombing
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
tambunanrmgt@gmail.com, mrlnsihombing@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 April 2022 10 Mei 2022 20 Mei 2022 |
Latar Belakang : Work From Home semakin marak sejak penyebaran dan semakin meningkat jumlah manusia terpapar virus SARS-CoV-2. Untuk mencegah penyebaran virus corona, pemerintah memberikan himbauan kepada masyarakat menjalankan aktivitas agar berjalan efektif dan efisien yaitu dengan cara WFH. Work From Home ialah suatu istilah bekerja dari jarak jauh, lebih tepatnya bekerja dari rumah, jadi pekerja tidak perlu lagi untuk datang ke kantor atau sekolah maupun universitas untuk tatap muka bertemu dengan rekan lainnya. Tujuan : Menganalisis pengaruh work from home terhadap kinerja pegawai FMIPA USU. Metode : Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah WFH dan komitmen sebagai variabel bebas dan kinerja pegawai sebagai variabel terikat dengan teknologi informasi sebagai variabel moderasi. Data primer dalam penelitian diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner dengan jumlah responden 57 pegawai. Model dalam penelitian ini diselesaikan dengan Multi Regressi Linier. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Work from home berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (2) Komitmen berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja pegawai, (3) Work from home tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui penerapan teknologi informasi, dan (4) Komitmen berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai melalui penerapan teknologi informasi. Kesimpulan : Work From
Home berpengaruh negatif dan signifikan
terhadap kinerja pegawai Hasil ini menandakan bahwa penerapan work from home akan menurunkan kinerja pegawai. Kata Kunci : Work From Home; Komitmen; Penerapan Teknologi
Informasi; Kinerja Pegawai |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Work From
Home has become increasingly prevalent since the spread and the increasing
number of humans exposed to the SARS-CoV-2 virus. To prevent the spread of
the corona virus, the government gives an appeal to the community to carry
out activities to run effectively and efficiently, namely by means of WFH.
Work From Home is a term for working remotely, more precisely working from
home, so workers no longer need to come to work or school or university to
meet other colleagues face-to-face. Objectives: Analyze the effect of work
from home on the performance of FMIPA USU employees. Methods: In this study, the
variables used were WFH and commitment as free variables and employee
performance as variables bound to information technology as moderation
variables. Primary data in the study were obtained by distributing
questionnaires with the number of respondents of 57 employees. The model in
this study was completed with a Linear Multi Regressi. Results: The results showed that:
(1) Work from home has an effect and is significant on employee performance,
(2) Commitment has an effect and is significant on employee performance, (3)
Work from home does not affect employee performance through the application
of information technology, and (4) Commitment has a significant effect on
employee performance through the application of information technology. Conclusion: Work From
Home has a negative and significant effect on employee performance This
result indicates that the implementation of work from home will reduce
employee performance. Keywords: Work From
Home; Commitment; Application of Information Technology; Employee Performance |
|
*Correspondent Author :
Roulia Martha Gabriella Tambunan
Email : tambunanrmgt@gmail.com
PENDAHULUAN
Secara
resmi Cina melaporkan adanya virus corona-19 kepada Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) pada 31 Desember 2019. Di tahun 2020 ini, dunia telah digemparkan oleh
adanya pandemi yang membuat resah umat manusia di seluruh dunia. Pandemi ini
muncul diakibatkan oleh karena adanya virus yang bernama covid
19. Aktivitas di setiap negara menjadi kacau dikarenakan adanya pandemi ini
yang memberikan imbas negatif yang banyak dirasakan oleh kebanyakan orang. Kehadiran Covid-19 dalam kehidupan ini
menyebabkan banyak sekali aktivitas masyarakat atau organisasi pendidikan dan
pemerintah seluruh dunia yang terkena dampak menjadi berubah, sehingga seluruh
komponen tersebut harus melakukan adaptasi dengan kondisi yang darurat. Virus
ini menular secara cepat serta sudah menyebar ke wilayah lain di Cina juga
sejumlah negara, termasuk Indonesia. Keharusan untuk menjaga jarak atau disebut
dengan physical distancing
telah memaksa banyak orang untuk beraktivitas di rumah saja. Bekerja dari rumah
atau Work From Home (WFH) sudah menjadi norma baru yang harus
dijalankan oleh pekerja di berbagai sektor khususnya Indonesia. Sumber daya
manusia merupakan satu-satunya aset perusahaan yang bernapas atau hidup, disamping aset- aset lain yang tidak bernapas atau bersifat
kebendaan seperti uang, gedung, mesin, peralatan kantor, persediaan barang, dan
sebagainya yang mana sumber daya manusia-lah yang
mengelola sumber daya sumber daya yang lainnya. Maju mundurnya organisasi
sangat ditentukan oleh peran aktif setiap sumber daya manusia yang ada dalam
organisasi tersebut.
Proses
penyebaran Covid-19 di Indonesia juga bervariasi dengan relatif cepat yang
membuat masyarakat semakin resah sehingga setiap manusia mau tidak mau harus
mengikuti kebijakan pemerintah dalam melakukan Pembatasan Skala Besar-Besaran (PSBB) demi memutus rantai penularan
Covid-19, Kebijakan diambil didasarkan pada status kedaruratan kesehatan
masyarakat akibat virus corona, yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina
Kesehatan. Beberapa daerah di Ibukota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya
bahkan Medan yang memiliki konfirmasi angka Covid-19 tertinggi yang menerapkan
istilah social distancing
dalam aktivitas dan interaksinya karena dalam penularan virus tersebut
tergolong mudah yaitu dengan berbagai macam kontak fisik. Berikut adalah data
pekerja Work From
Home berdasarkan 4 provinsi di Indonesia.
Gambar 1
Data Pekerja
Pemerintah
mengeluarkan kebijakan yang diatur (Mahardika, 2020)
mengenai PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk memutus rantai
penyebaran Covid-19. Pembatasan kegiatan masyarakat berfokus pada beberapa
sektor, yaitu tempat kerja atau perkantoran, kegiatan belajar mengajar,
restoran atau tempat makan, mall atau pusat
perbelanjaan dan tempat ibadah. Dalam upaya penanggulangan dampak Covid-19
terbit Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020, tentang penyesuaian sistem kerja aparatur sipil
negara dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan instansi
pemerintah. Peraturan ini mengatur pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja
dengan Work From Home, bagi Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan
dan meminimalisir penyebaran Covid-19.
Bekerja
di rumah atau Work From
Home dipengaruhi oleh komitmen pegawai dalam
keterlibatan dan loyalitas dalam pemenuhan tugas serta tanggung jawab pegawai
tersebut. Tercapai atau tidaknya sistem Work
From Home dapat dilihat
respon antusiasme pegawai dalam menyelesaikan tugas
dan tanggung jawabnya walaupun tidak sedang berada di kantor tempat bertugas.
Selain itu dapat diperhatikan melalui laporan kemajuan pegawai, inisiatif
bahkan lebih memiliki waktu banyak dalam melaksanakan tugas karena hanya dengan
waktu yang tidak terikat namun wajib pemenuhan tugas dan tanggung jawab yang
dimiliki. Karena pada dasarnya, dimanapun kita
bekerja baik secara langsung di ruangan kerja maupun Work
From Home dilaksanakan
dengan prinsip High Commitment
High Performance Organization,
dengan begitu sistem Work From Home dapat berjalan
maksimal sesuai arahan dan harapan pemerintah untuk menekan angka penyebaran
virus covid-19. Pada masa work from home (WFH), seluruh
tingkatan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga ke tingkat pendidikan tinggi
perlu melakukan penguatan pembelajaran secara daring. Pembelajaran model
seperti ini bukan suatu hal yang benar-benar baru di dunia pendidikan. Belajar
dilakukan dengan media internet telah menjadi bentuk wacana anjuran dunia
pendidikan selama beberapa tahun belakangan yang diharapkan mampu meningkatkan
peluang belajar yang fleksibel. Hal ini disebabkan karena cara belajar secara
langsung atau yang biasa dikatakan tatap muka dirasa tertinggal zaman yang saat
ini sangat maju didukung dengan kemajuan teknologi dan belajar tatap muka
dianggap sebagai model pembelajaran yang kurang maju, sehingga diusunglah
wacana pembelajaran menggunakan media pembelajaran yang lebih baik dengan
memanfaatkan teknologi informasi yang modern, seperti menggunakan smartphone, internet dan berbagai aplikasi pendukung sistem
daring masa kini.
Upaya
pencegahan meluasnya Covid-19, banyak institusi pemerintah, perusahaan BUMN,
perusahaan swasta termasuk Perguruan Tinggi Negeri/Swasta ikut serta telah
mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Universitas
Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi negeri merupakan jenis institusi yang
juga melaksanakan kebijakan work form home (WFH) sesuai dengan
instruksi Presiden dimana sekolah-sekolah dan kampus
diliburkan karena menjadi salah satu upaya menekan penyebaran virus corona di lingkungan kampus. Dengan diterapkan sistem work from home (WFH) mengakibatkan seluruh aktivitas pelayanan
akademik berubah karena adanya larangan untuk interaksi langsung antara
mahasiswa dengan dosen dan pegawai yang kini beralih sistem menjadi interaksi
secara daring termasuk perkuliahan/pembelajaran, pelaksanaan ujian, pelayanan
bimbingan skripsi serta pelayanan akademik lainnya. Di situasi dan kondisi
darurat ini semakin membuat seluruh civitas akademika berubah termasuk pimpinan masing-masing unit
kerja di lingkungan Universitas Sumatera Utara diseluru
fakultas yang ada, salahsatunya di Fakultas FMIPA
USU.
Sejak
diberlakukannya work from
home (WFH) disambut baik semua civitas akademika sebagai upaya
semaksimal mungkin dalam memutuskan mata rantai Covid-19 terutama dilingkungan
Universitas Sumatera Utara. Melihat kenyataan demikian di masa darurat
Covid-19, perlu dilakukan pengkajian secara empiris mengenai tingkat motivasi
Dosen work from home (WFH) dalam mencapai kinerja di masa pandemi
Covid-19, sehingga kinerjanya menjadi rendah karena waktu yang ada tidak
dipergunakan sebagai mana mestinya. Berdasarkan uraian di atas peneliti
tertarik mengkaji tentang pengaruh Kinerja Pegawai dengan diberlakukannya Work from Home dan faktor komitmen dengan pemberdayaan Teknologi
Informasi dengan judul Pengaruh Work From Home Dan Komitmen Dengan Penerapan Teknologi
Informasi Sebagai Variabel Moderasi Terhadap Kinerja
Pegawai FMIPA USU.
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis
pengaruh work from
home terhadap kinerja pegawai FMIPA USU. Menganalisis
pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai FMIPA USU. Menganalisis moderasi penerapan teknologi informasi atas pengaruh work from home terhadap kinerja pegawai FMIPA USU. Menganalisis moderasi penerapan teknologi informasi atas pengaruh
komitmen terhadap kinerja pegawai FMIPA USU.
A.
Kinerja
Kinerja
didefinisikan sebagai apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pegawai kepada
organisasi. Kinerja pegawai adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka
memberi kontribusi kepada organisasi tersebut. Menurut (Mangkunegara & Agustine, 2016) istilah
kinerja berasal dari kata job performance atau actual
performance (prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai seseorang). Menurut Griffin
dalam (Sinambela & Ana, 2016),
kinerja merupakan salah satu kumpulan total dari kerja yang ada pada diri
pekerja. Menurut (Siregar, 2019) menyatakan:
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan
selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai
kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran maupun kriteria
yang telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama.
Menurut (Asteria & Dwiyansa, 2021) juga
menyebutkan Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak
dilakukan pegawai. menurut (Wibowo, 2016) mengartikan
Kinerja Pegawai adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari
pekerjaan tersebut, tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakanya. Dimensi kinerja pegawai menurut (Wibowo, 2016) adalah
sebagai berikut:
1.
Produktifitas
Produktifitas
biasanya dinyatakan sebagai hubungan antara input dan
output fisik suatu proses. Oleh karena itu, produktifitas merupakan hubungan antara jumlah output dibandingkan dengan sumber daya yang ada di konsumsi
dalam memproduksi output. Ukuran produktifitas
misalnya adalah output sebanyak 55 unit di produksi
oleh kelompokyang terdiri dari empat pekerja dalam
seminggu.
2.
Kualitas
Biasanya termasuk baik ukuran internal seperti susut,jumlah di tolak,dan cacat
per unit, maupun ukuran eksternal rating seperti
kepuasan pelanggan atau penilaian frekuensi pemesanan ulang pelanggan.
3.
Ketepatan Waktu
Ketepatan waktu menyangkut presentase
pengiriman tepat waktu atau presentase pesanan sesuai
di janjikan pada dasarnya, ukuran dikatakan dengan yang dilakukan.
4.
Cycle Time
Cycle Time yaitu menunjukan jumlah yang
diperlukan untuk maju dari satu titik ke titik yang lain dalam proses.
Pengukuran Cycle Time
mengukur berapa lama sesuatu dilakukan. Misalnya adalah berapa lama waktu
rata-rata diperlukan dari pelanggan menyampaikan pesanan sampai pelanggan benar-benar
menerima pesanan.
5.
Pemanfaatan Sumber Daya
Pemanfaatan Sumber Daya merupakan pengukuran
sumber daya yang dipergunakan lawan sumber daya tersedia untuk dipergunakan.
Pemanfaatan Sumber Daya dapat di terapkan untuk mesin, computer,
kendaraan bahkan orang. Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Kerja 40%
mengindikasikan bahwa sumber daya manusia baru di pergunakan secara produktif
sebesar 40% dari waktu mereka yang tersedia untuk bekerja. Untuk mengetahui
tingkat pemanfaatan, organisasi menemukan bahwa tidak memerlukan lebih banyak
sumber daya.
6.
Biaya Ukuran
Biaya terutama berguna apabila dilakukan
kalkulasi dalam dasar per unit. Namun, banyak perusahaan hanya mempunyai
sedikit informasi tentang biaya per unit. Pada umumnya dilakukan kalkulasi
biaya secara menyeluruh.
B.
Teknologi Informasi
Teknologi dapat digunakan sebagai fasilitator
dan interpreter. Semula teknologi informasi digunakan hanya sebatas pada
pemrosesan data. Dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi digunakan
hanya terbatas pada pemrosesan data. Dengan semakin berkembanganya
teknologi informasi tersebut, hampir semua aktivitas organisasi saat ini telah
dimasuki oleh aplikasi dan otomatisasi teknologi informasi. Teknologi informasi
terbagi dalam dua teknologi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi,
keduanya berkombinasi dalam sebuah fungsi pemrosesan dan penyebaran informasi
baik yang bersifat finansial maupun bersifat non finansial. Menurut Information Technology Association
of America (ITAA) teknologi informasi merupakan
sebuah fungsi perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen
sistem informasi yang menggunakan komputer, khususnya perangkat lunak dan
perangkat keras. Komputer elektronik dan perangkat lunak komputer membantu
dalam hal mengubah, menyimpan, melindungi, memproses, menstransmisikan,
dan memeperoleh informasi secara aman.
Teknologi Informasi menurut (Ardi & Sutabri, 2014) adalah
sebagai berikut : Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan
untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,
memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang
berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang
digunakan keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi
yang strategis untuk pengambilan keputusan. Pengertian tenologi
informasi menurut (Agatha &
Mulyadi, 2018)
adalah sebagai berikut: Teknologi informasi adalah meliputi komputer (baik hardware dan software),
berbagai peralatan kantor elektronik, perlengkapan pabrik dan telekomunikasi. Penjelasan
teknologi informasi menurut (Udi, 2018) menjelaskan
bahwa: Teknologi informasi adalah pendalaman pemanfaatan perlengkapan
elektronika, terutama komputer, untuk mengarsipkan, mempelajari, dan membagikan
informasi apa saja, termasuk kata-kata, angka, dan gambar. Sedangkan menurut (Indrajit, 2011) mendefinisikan
teknologi informasi sebagai Suatu teknologi yang berkaitan dengan penggarapan
data menjadi informasi dan prosedur penyebaran informasi tercantum pada garis
ruang dan waktu.
Menurut Information
Technology Association of
America (ITAA) dalam (Sutarman, 2009) pengertian
dari Information Technology / teknologi informasi
sebagai berikut: Teknologi informasi adalah suatu studi, perancangan,
pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis
komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer.
Penerapan teknologi informasi menjadi hal
penting dalam sebuah perusahaan. Adapun teknologi informasi yang berkualitas
harus terdiri dari beberapa komponen yang mendukung.
Menurut (Sabihaini, 2006) indikator
pemanfaatan teknologi informasi adalah sebagai berikut:
1)
Faktor Kemampuan Teknologi, merupakan faktor
yang menunjukkan kemampuan teknologi tersebut dalam melakukan pemrosesan data
yang dibutuhkan dalam lingkungan organisasi.
2)
Kecepatan dan Ketepatan Informasi, sebuah
faktor yang berhubungan dengan kemampuan teknologi untuk mempercepat individu
dalam menyelesaikan pekerjaannya dan penyediaan informasi yang diperlukan.
3)
Kesesuaian tugas (Job
Fit), faktor yang menunjukkan kebermanfaatan
teknologi informasi dengan kebutuhan tugas yang diemban. Faktor ini berguna
untuk mengukur apakah individu percaya bahwa pemanfaatan teknologi informasi
dapat meningkatkan kinerja individu apabila peralatan teknologi informasi
sesuai dengan yang dibutuhkan dengan tugasnya.
4)
Kebermanfaatan menejemen, merupakan faktor yang menunjukkan kebermanfaatan teknologi dalam hal perencanaan,
implementasi dan pengawasan.
C.
Work From Home
Istilah bekerja jarak jauh pertama kali muncul
dalam buku The Human Use of Human Beings Cybernetics and Societyoleh Norbert Wiener
pada tahun 1950
yang menggunakan istilah telework
(istilah yang popular di Eropa sampai saat ini) (Siddharta dan Malika dalam (Mungkasa, 2020). Selanjutya pada
tahun 1974, istilah telecommute dipergunakan pertama kali dalam laporan University of Southern California
yang berfokus pada proyek pengurangan lalu lintas jam puncak yang dibiayai oleh
the National Science
Foundation (Mungkasa, 2020). Work from home atau telecommuting
work didefinisikan sebagai alternatif bekerja
yang fleksibel di mana pegawai melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya serta
melakukan tugas dan tanggung jawabnya, sebagian besar dari luar gedung kantor,
di rumah atau bisa di manapun, dengan menggunakan
media teknologi informasi untuk menyelesaikan pekerjaan dan berinteraksi dengan
atasan maupun rekan kerjanya.
Bekerja jarak jauh (dari rumah dan/atau lokasi
lain di luar kantor) adalah pengaturan bekerja leluasa yang memungkinkan
bekerja jauh dari kantor sepanjang atau sebagian waktu (Mungkasa, 2020).
Menurut (Simarmata, 2020) dalam (Farrell, 2017),
terdapat indikator dari work from home diantaranya
adalah:
1)
Lingkungan kerja fleksibel. Lingkungan kerja
yang memberikan pegawai kesempatan untuk memili sendiri terkait dengan
bagaimana, kapan dan dimana pegawai terlibat dalam
tugas yang berkaitan dengan pekerjaan mereka.
2)
Gangguan stress.
Gangguan stress dapat disebabkan oleh stimulus yang
berubah menjadi berat dan berkepanjangan sehingga sesorang
sulit menghadapinya dan biasanya muncul karena permasalahan hidup dan gangguan
sehari-hari.
3)
Kedekatan dengan keluarga. Peranan keluarga
penting bagi seseorang untuk mendukung segala aktivitas dan kegiatannya.
4)
Waktu perjalanan. Waktu perjalanan adalah waktu
yang diperlukan untuk menempuh jarak tertentu.
5)
Kesehatan dan keseimbangan kerja. Menjaga
kesehatan dan keseimbangan kerja bagi seorang individu adalah sesuatu yang
penting dan harus diperhatikan untuk memperoleh hasil kerja yang maksimal.
6)
Kreativitas dan produktivitas tinggi.
Kreativitas diperlukan untuk selalu memberikan ide dalam pemecahan masalah.
7)
Memisahkan pekerjaan rumah dan kantor serta
tekanan diri
D.
Komitmen
Menurut (Mangkulangit, 2015) komitmen
organisasi adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu
mengenali dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki
komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati
organisasi. Komitmen di dalam organisasi berarti tidak hanya sekedar
keanggotaan formal saja melainkan dapat berwujud sikap menyukai organisasi dan
adanya ketersediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang lebih tinggi bagi
kepentingan organisasinya demi mencapai tujuan. Komitmen adalah suatu sikap
loyal anggota kepada organisasinya yang berorientasi pada tujuan. Artinya ini
merupakan sikap penting karena dalam hal ini ditunjukkan oleh orang orang
yang memiliki ketersediaan bekerja dengan rajin demi kesuksesan organisasi
tersebut.
Komitmen di dalam organisasi berarti tidak
hanya sekedar keanggotaan formal saja melainkan dapat berwujud sikap menyukai
organisasi dan adanya ketersediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang lebih
tinggi bagi kepentingan organisasinya demi mencapai tujuan. Menurut Robbins dan Timorthy A. Judge, berpendapat komitmen organisasi adalah suatu
keadaan dimana seorang pegawai memihak organisasi tetentu serta tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan
keanggotaan dalam suatu organisasi. Menurut Stephen P. Robbins
dan Timothy A. Judge, membedakan bahwa ada tiga aspek
komitmen organisasi diantaranya Affective
Commitment, Continuance Commitment, dan Normative Commitmen antara lain sebagai berikut:
1)
Affective commitment, adalah komitmen yang didasarkan akan kebutuhan
rasional, hal ini berkaitan dengan adanya ikatan emosional pegawai,
identifikasi, dan keterlibatan di dalam organisasi karena keinginan dari diri
sendiri.
2)
Continuance commitment, adalah komitmen yang didasarkan akan kebutuhan
rasional. Dengan kata lain komitmen ini terbentuk atas dasar untung dan rugi
yang didapatkan oleh pegawai. Sehingga menjadi bahan pertimbangan apa yang
harus dikorbankan apabila menetap pada suatu organisasi.
3)
Normative commitmen, adalah komitmen yang didasarkan pada norma yang
ada dalam diri pegawai. Yang berisi keyakinan individu akan tanggungjawab
terhadap organisasi. Jadi seorang pegawai bertahan karena adanya loyalitas.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah
penelitian asosiatif kausal. Menurut (Sugiyono, 2013), penelitian asosiatif kausal
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya pengaruh
atau hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dan apabila ada
seberapa eratnya pengaruh atau hubungan serta berarti atau tidaknya pengaruh
atau hubungan itu. Adapun lokasi dijadikan tempat Penelitian dilakukan pada
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA- Universitas Sumatera
Utara, Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021 sampai dengan bulan Juni
2021.
A.
Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian
ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013). Dalam penelitian ini populasinya adalah
Pegawai FMIPA USU yang berjumlah 57 pegawai. Sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2013). Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah menggunakan Teknik Sampel Jenuh yakni seluruh
populasi sebanyak 57 pegawai dijadikan sampel.
B.
Metode dan Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini dengan tiga cara, yaitu Penelitian Lapangan (Field Research), Kepustakaan (Library Research), dan Riset
Internet (Online Research). Penulis melakukan
pengumpulan data dengan teknik sebagaiberikut:
1.
Penelitian Lapangan (Field Research)
Kuesioner, teknik kuesioner
yang penulis gunakan adalah kuesioner tertutup, suatu cara pengumpulan data
dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dan yang
menjadi responden dalam penelitian ini adalah pegawai FMIPA USU, dengan harapan
mereka dapat memberikan respon atas daftar pertanyaan
tersebut.
2.
Kepustakaan (Library Research)
Penelitian ini dilakukan
melalui studi kepustakaan atau studi literature
dengan cara mempelajari, meneliti, mengkaji serta menelaah literature
berupa buku-buku (text book),
journal, peraturan perundang-undangan, majalah, surat
kabar, artikel, dan penelitian-penelitian sebelumnya juga memiliki hubungan
dengan masalah yang diteliti. Studi kepustakaan ini bertujuan untuk memperoleh
sebanyak mungkin teori yang diharapkan akan dapat menunjang data yang
dikumpulkan dan pengolahannya lebih lanjut dalam penelitian ini.
3.
Riset Internet (Online Research)
Penulis berusaha untuk
memperoleh berbagai data dan informasi tambahan dari situs-situs yang
berhubungan dengan berbagai informasi yang dibutuhkan penelitian yang
diharapkan akan dapat menunjang data yang dikumpulkan dan pengolahannya lebih
lanjut dalam penelitian ini. Data primer adalah data yang dihimpun secara
langsung dari sumbernya dan diolah sendiri oleh yang bersangkutan untuk
dimanfaatkan. Data primer biasanya diperoleh dari survei lapangan yang
menggunakan semua metode pengumpulan data orisinil (Kuncoro, 2003). Data primer dalam penelitian
ini diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden Pegawai FMIPA USU.
Data sekunder adalah data yang
diperoleh/dikumpulkanan disatukan
oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instantsi lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data
dokumentasi dan arsip-arsip resmi (Situmorang, Muda, Doli, & Fadli, 2010). Sumber dan jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari lapangan
dengan metode observasi ataupun wawancara dengan orang yang terlibat langsung
dengan objek penelitian dan data sekunder, yaitu data yang tidak diberikan
secara langsung kepada pengumpul data, biasanya sumber data yang berasal dari
dokumen atau arsip pencatatan. Peneliti mendapatkan tambahan data melalui
berbagai sumber, mulai dari buku, jurnal online,
artikel, berita, dan penelitian terdahulu sebagai penunjang data maupun
pelengkap data. Dalam melakukan analisis data, peneliti menggunakan metode
analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier
berganda, dan pengujian hipotesis. Metode analisis data dilakukan dengan
bantuan program teknologi komputer yaitu program aplikasi SPSS versi 24.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Pengaruh Antar Variabel
Model pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
dalam penelitian ini merupakan Model Multi Regressi
Linier dengan model sebagai berikut:
Y = ρ1 X1 + ρ2 X2 + ρ3Z+ ρ4 X1 Z+
ρ5 X2 Z + e
Dimana:
Y = Kinerja
Pegawai
X1 = Work from home
X2 = Komitmen
Z = Teknologi Informasi
ρ 1,
, ρ5 =
koefisien pengaruh
e = error
Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil sebagai
berikut:
1) Koefisien Korelasi Total
Hasil pengolahan data pada Tabel 1 menunjukkan nilai R
total sebesar 0.939. Angka ini memberi makna bahwa Komitmen dan Teknologi
Informasi, WFH, Komitmen, Teknologi Indormasi, WFH
dan Teknologi Informasi secara bersamaan dan Kinerja Pegawai mempunyai korelasi
total sebesar 0.939 dan masuk kategori hubungan sangat tinggi.
Tabel 1
Hasil Korelasi Total (R) dan Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
|
1. |
.939a |
.882 |
.870 |
.073188 |
|
|
a. Predictors: (Constant), Komitmen dan Teknologi Informasi, WFH,
Komitmen, Teknologi Informasi, WFH dan Teknologi Informasi |
|||||
|
b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai |
|||||
2)
Koefisien Determinasi
Untuk
mengetahui variabel Teknologi Informasi yang dipengaruhi variabel Work from home
dan komitmen dapat dilihat melalui besarnya koefisien determinasi.
Dari
Tabel 4.19 diperoleh nilai R Square adalah 0,882.
Hasil ini berarti 88,2 persen kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh ketiga
variabel independen Work from
home dan Komitmen sedangkan sisanya 11,8 persen
dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
B.
Pengaruh Variabel Bebas
Terhadap Variabel Terikat
Besarnya pengaruh bebas
terhadap variabel terikat berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh sebagai
berikut:
Tabel
2
Hasil Uji F (Simultan)
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
2.040 |
5 |
.408 |
76.176 |
.000b |
|
Residual |
.273 |
51 |
.005 |
|
|
|
|
Total |
2.313 |
56 |
|
|
|
|
|
a.
Dependent Variable: Kinerja Pegawai b.
Predictors: (Constant), Komitmen dan Teknologi Informasi, WFH,
Komitmen, Teknologi Informasi, WFH dan Teknologi Informasi |
||||||
Hasil menunjukkan nilai Sig-F sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini memberi makna bahwa,
WFH, Komitmen, Teknologi Informasi, WFH dan Teknologi Informasi dan Komitmen
dan Teknologi Informasi secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap
Kinerja Pegawai. Besar pengaruh parsial antara bariabel
bebas dan terikat ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel
3
Hasil Multi Regresi
Linier
Coefficientsa
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-.428 |
1.666 |
|
-.257 |
.798 |
|
WFH |
-1.024 |
.516 |
-2.045 |
-1.984 |
.048 |
|
|
Komitmen |
1.801 |
.571 |
2.596 |
3.157 |
.003 |
|
|
Teknologi Informasi |
.619 |
.316 |
.988 |
1.987 |
.049 |
|
|
WFH danTeknologi Informasi |
.258 |
.133 |
3.914 |
1.939 |
.058 |
|
|
Komitmen dan Teknologi Informasi |
-.345 |
.139 |
-4.484 |
-2.492 |
.016 |
|
Dependent Variable: Kinerja Pegawai
Dari Tabel 2 dapat
uji parsial diperoleh sebagai berikut
1) Variabel
WFH nilai sig 0,048 lebih kecil dari 0,05 yang
artinya variabel WFH berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai, sehingga
hipotesis pertama diterima.
2) Variabel
Komitmen nilai sig 0,003 lebih kecil dari 0,05 yang
artinya variabel Komitmen berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai,
sehingga hipotesis dua diterima.
3) Variabel
WFH dan Teknologi Teknologi Informasi nilai sig 0,058 lebih dari 0,05 yang artinya variabel Teknologi Teknologi Informasi tidak memoderasi
WFH terhadap Kinerja Pegawai secara signifikan, sehingga hipotesis ketiga
ditolak.
4) Variabel
Komitmen dan Teknologi Informasi nilai sig 0,016
kurang dari 0,05 yang artinya variabel Teknologi Informasi memoderasi
pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai secara signifikan, sehingga
hipotesis keempat diterima.
Dari
hasil tersebut dapat dibuat model persamaan regresi yaitu:
Y
= -2,045 X1 + 2,596 X2 + 0,988 Z + 3.917 X1 Z 4.484 X2 Z
Model
persamaan regresi pertama tersebut mempunyai makna sebagai berikut
1) Koefisien
pengaruh variabel X1 (WFH) bernilai -2,045. Variabel WFH mempunyai pengaruh
yang berlawanan arah terhadap Kinerja Pegawai. Artinya setiap kenaikan variabel
WFH persatu poin dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan
maka akan menurunkan nilai Kinerja Pegawai sebesar 2,045 poin.
2) Koefisien
pengaruh variabel X2 (Komitmen) bernilai 2,596. Variabel Komitmen mempunyai
pengaruh yang searah terhadap Kinerja Pegawai. Artinya setiap kenaikan variabel
Komitmen persatu poin dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap
konstan maka akan meningkatkan nilai Kinerja Pegawai sebesar 2,596 poin.
3) Koefisien
pengaruh variabel Z (Penerapan Teknologi Informasi) bernilai 0,988. Variabel
Penerapan Teknolologi Informasi mempunyai pengaruh
yang searah terhadap Kinerja Pegawai. Artinya setiap kenaikan variabel
penerapan teknologi informasi persatu poin dengan asumsi variabel independen
lainnya dianggap konstan maka akan meningkatkan nilai Kinerja Pegawai sebesar
0,988 poin.
4) Koefisien
pengaruh variabel X1Z (WFH diikuti dengan Penerapan Teknologi Informasi)
bernilai 3,917. Variabel WFH diikuti dengan penerapan teknologi informasi
mempunyai pengaruh yang searah terhadap Kinerja Pegawai. Artinya setiap kenaikan
variabel WFH diikuti dengan penerapan teknologi informasi persatu poin dengan
asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan maka akan meningkatkan
nilai Kinerja Pegawai sebesar 3,917 poin.
5) Koefisien
pengaruh variabel X2Z (Komitmen diikuti dengan Penerapan Teknologi Informasi)
bernilai -4,484. Variabel Komitmen diikuti dengan penerapan teknologi informasi
mempunyai pengaruh yang berlawanan arah terhadap Kinerja Pegawai. Artinya
setiap kenaikan variabel Komitmen diikuti dengan penerapan teknologi informasi
persatu poin dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan maka
akan menurunnya nilai Kinerja Pegawai sebesar 4,484poin.
C.
Pengaruh Work From Home Terhadap Kinerja Pegawai
Dari hasil penelitian
didapatkan hasil bahwa Work From Home berpengaruh dan
signifikan terhadap Kinerja Pegawai FMIPA USU. Hasil ini menandakan bahwa model
kerja work from home yang diberlakukan FMIPA USU terlaksana dengan baik
akan berpengaruh terhadap kinerja pegawai terlihat dari tingkat kinerja pegawai
akan meningkat. Meningkatnya kinerja pegawai yang dapat di nilai kualitas
kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, komitmen
kerja dan sebagainya. Oleh karena itu fakultas harus senantiasa memberikan
dukungan kepada pegawai dalam menjalankan model kerja work
from home.
D.
Pengaruh Komitmen Terhadap
Kinerja Pegawai
Dari hasil penelitian
didapatkan hasil bahwa Komitmen berpengaruh dan signifikan terhadap Kinerja
Pegawai FMIPA USU. Hal ini dikarenakan komitmen yang diberikan oleh pegawai
FMIPA USU telah sesuai dengan realisasi kerja sehingga kinerja pegawai
meningkat dalam bekerja. Jika setiap pegawai mampu meningkatkan komitmen
terhadap pekerjaan yaitu loyalitas pegawai terhadap organisasi, maka kinerja
setiap pegawai akan meningkat sesuai dengan kemauan, kesetiaan kebanggan pegawai.
E.
Penerapan Teknologi
Informasi memoderasi pengaruh Work
From Home terhadap
Kinerja Pegawai
Penelitian ini membuktikan
bahwa penerapan teknologi informasi tidak signifikan memoderasi
pengaruh work from
home terhadap kinerja pegawai. Artinya work from home belum diikuti dengan penerapan teknologi informasi
secara benar. Akibatnya tidak signifikan berpangaruh
kepada kinerja pegawai FMIPA USU. Hal ini menunjukkan bahwa para pegawai FMIPA
USU belum menggunakan teknologi informasi secara tepat untuk melaksanakan
pekerjaannya dari rumah.
F.
Penerapan Teknologi
Informasi memoderasi pengaruh komitmen terhadap
Kinerja Pegawai
Hasil penelitian ini
membuktikan bahwa bahwa penerapan teknologi informasi
secara signifikan memoderasi pengaruh komitmen
terhadap kinerja pegawai. Artinya komitmen yang diikuti dengan penerapan
teknologi informasi secara benar mempengaruhi kinerja pegawai FMIPA USU. Namun
dalam hal ini menunjukkan komitmen yang disertai dengan penerapan teknologi
informasi akan memperlemah pengaruh komitmen terhadap kinerja karena para
pegawai pada hakekatnya berkeinginan bekerja secara
langsung. Sehingga penerapan teknologi informasi tidak meningkatkan komitmen
mereka.
KESIMPULAN
Agatha, Christina Kurnia, & Mulyadi, Mulyadi. (2018).
Analisis Sistem Informasi Akuntansi Atas Penggajian Dan Pengupahan Pada Pt.
Batik Arjuna Cemerlang Sukoharjo. ADVANCE, 5(2), 719. Google
Scholar
Ardi, Ardi, & Sutabri, Tata. (2014). Perancangan Dan
Implementasi Game Edukasi Marbel Untuk Kurikulum Tingkat Sekolah Dasar. Prosiding
Semnastek, 1(1). Google Scholar
Asteria, Beta, & Dwiyansa, Priatna Dwiyansa. (2021).
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
OUTSOURCING. MANAJEMEN DEWANTARA, 5(2), 106119. Google Scholar
Farrell, Kathleen. (2017). Working from home: A double edged
sword. Home Renaissance Foundation Conference, 1(3), 026. Google
Scholar
Indrajit, Richardus Eko. (2011). Ragam Model Bisnis
Kemitraan Pemerintah-Swasta. Jakarta: STIMIK Perbanas. Google Scholar
Kuncoro, Mudrajad. (2003). Metode riset untuk bisnis dan
ekonomi: Bagaimana meneliti dan menulis tesis. Google Scholar
Mahardika, Ahmad Gelora. (2020). Problematika Yuridis
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Dalam Perspektif Ilmu
Perundang-Undangan.. Al-Daulah: Jurnal Hukum Dan Perundang-Undangan Islam,
10, 93113. Google Scholar
Mangkulangit, Tegar. (2015). Pengaruh Lingkungan Kerja,
Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. BPR
Weleri Jaya Persada di Kendal. Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Google Scholar
Mangkunegara, Anwar Prabu, & Agustine, Rela. (2016).
Effect of Training, Motivation and Work Environment on Physicians Performance.
Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 5(1), 173. Google
Scholar
Mungkasa, Oswar. (2020). Bekerja dari rumah (working from
home/WFH): menuju tatanan Baru era pandemi Covid 19. Jurnal Perencanaan
Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2),
126150. Google Scholar
Sabihaini, Sabihaini. (2006). Analisis Pemanfaatan Teknologi
Informasi dan Kinerja Individual (Studi pada Rumah Sakit di YOGYAKARTA). JURNAL
WIDYA MANAJEMEN & AKUNTAN, 6(1), 116. Google Scholar
Simarmata, Ricardo Manarintar. (2020). Pengaruh Work From
Home Terhadap Produktivitas Dosen Politeknik Negeri Ambon. Jurnal Ekonomi,
Sosial & Humaniora, 2(01), 7382. Google Scholar
Sinambela, Elizar, & Ana, Kiki Rizki Ana Pohan Rizki.
(2016). Analisis Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pada Pemerintah
Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 16(1).
Siregar, M. Maradongan. (2019). PENGARUH REKRUTMEN (X1)
DAN MOTIVASI (X2) TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Y) PADA DIVISI PEMASARAN PT.
BHINNEKA LIFE INDONESIA CABANG MEDAN. UNIVERSITAS DHARMAWANGSA.
Situmorang, Syafrizal Helmi, Muda, Iskandar, Doli, M., &
Fadli, Fanzie Syarief. (2010). Analisis data untuk riset manajemen dan
bisnis. USUpress.
Sugiyono, Dr. (2013). Metode penelitian pendidikan
pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Sutarman, S. (2009). Kom, M. Kom. Pengantar Teknologi
Informasi.
Udi, Udi. (2018). Penerapan Metode SDLC Waterfall Dalam
Pembuatan Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Studi Kasus Pondok Pesantren
Al-Habib Sholeh Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Jurnal Teknologi Dan
Manajemen Informatika, 4(1).
Wibowo, Nugroho. (2016). Upaya peningkatan keaktifan siswa
melalui pembelajaran berdasarkan gaya belajar di SMK Negeri 1 Saptosari. Elinvo
(Electronics, Informatics, and Vocational Education), 1(2), 128139.
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |