PENGARUH ELECTRONIC SERVICE
QUALITY DAN ELECTRONIC SATISFACTION TERHADAP ELECTRONIC
LOYALTY
Zulfikar
Ali Wardana, Marlon Sihombing
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara,
Indonesia
zulfikaraw1999@gmail.com, marlonsihombing@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Perkembangan teknologi memberi dampak terhadap berbagai aspek-aspek kehidupan, salah satu yang merasakan perkembangan teknologi adalah sektor Perbankan. Bank melihat bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini memberi peluang bagi bank untuk mengembangkan pelayanan menjadi lebih efisien dan mudah salah satunya ialah munculnya layanan elektronic banking yaitu seperti, ATM, Mobile baking, Internet banking, Phone banking, Video banking, hingga SMS banking. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Electronic service quality dan Electronic satisfaction terhadap Electronic loyalty pada nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 100 orang responden. Metode : Metode analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan rehabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi berganda, uji hipotesis melalui uji-t dan uji-f, uji koefisien determinasi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 22.0. Hasil : Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa variabel Electronic Service Quality memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Electronic Loyalty, dimana nilai t-hitung adalah 2,528 dan nilai t-tabel 1,660 maka dapat disimpulkan bahwa t-hitung > t-tabel (2,528 > 1,660) dengan nilai signifikansi sebesar 0.013 <0.05 dan variabel Electronic Satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Electronic Loyalty, dimana hasil t-hitung adalah 5,269 dan nilai t-tabel 1.660 maka t-hitung > t-tabel (5,269 > 1,660) dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction
berpengaruh terhadap Electronic Loyalty. Dimana nilai f- hitung sebesar 38,313 dengan tingkat
signifikansi 0.000 sedangkan nilai f-tabel pada alpha
5% adalah 3.09, dengan demikian hasil perhitungan menunjukkan bahwa f-hitung
> f-tabel (38,313 > 3,09) dan tingkat signifikansinya 0.00 < 0.05 menunjukan bahwa variabel Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction
secara bersama – sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
Electronic Loyalty pada Nasabah Bank Negara
Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking di Kota
Medan. Kata Kunci : Kualitas
Layanan Elektronik; Kepuasan Elektronik; Loyalitas Elektronik |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The development of technology has an impact on
various aspects of life, one of those who feel the development of technology
is the Banking sector. The Bank sees that the rapid development of technology
today provides opportunities for banks to develop services to be more
efficient and easy, one of which is the emergence of electronic banking
services, such as ATMs, Mobile baking, Internet banking, Phone banking, Video
banking, to SMS banking. Objectives: This study aims to
determine and analyze the influence of Electronic
service quality and Electronic satisfaction on Electronic loyalty to Bank
Negara Indonesia (BNI) customers who use E-banking services in Medan City.
This research uses associative methods with a quantitative approach. The
sample in this study was 100 respondents. Methods: The data analysis methods
used are validity and rehabilitation tests, classical assumption tests,
multiple regression analysis tests, hypothesis tests through t-tests and
f-tests, determination coefficient tests. The test was carried out using the
help of SPSS 22.0. Results: Based on the research, the
results were obtained that the Electronic Service Quality variable has a
positive and significant influence on Electronic Loyalty, where the t-count
value is 2,528 and the t-table value is 1.660, it can be concluded that the
t-count > t-table (2.528 > 1.660) with a significance value of 0.013
<0.05 and the Electronic Satisfaction variable has a positive and
significant influence on Electronic Loyalty, where the t-count result is
5.269 and the t-table value is 1,660 then
t-count > t-table (5.269 > 1.660) with a significance value of
0.000 < 0.05. Conclusion: Based on the results of
the study, Electronic Service Quality and Electronic Satisfaction affect
Electronic Loyalty. Where the f-count value is 38.313 with a significance
level of 0.000 while the f-table value at alpha 5% is 3.09, thus the
calculation results show that the f-count > the f-table (38.313 > 3.09)
and the significance level of 0.00 < 0.05 show that the variables
Electronic Service Quality and Electronic Satisfaction together have a
positive and significant influence on Electronic Loyalty in Bank Negara
Indonesia (BNI) customers of the service
E-banking in Medan City. Keywords: Electronic Service Quality;
Electronic Satisfaction; Electronic Loyalty |
|
*Correspondent Author :
Zulfikar
Ali Wardana
Email : zulfikaraw1999@gmail.com
PENDAHULUAN
Pesatnya
perkembangan teknologi saat ini terjadi seiring dengan perkembangan zaman dari
waktu ke waktu. Perkembangan teknologi tersebut salah satunya ditandai dengan
hadirnya internet. Teknologi semakin tidak dapat dipisahkan dan memiliki
berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Perkembangan teknologi tersebut
memberi dampak pada aspek-aspek dan kebutuhan hidup manusia. Salah satu kebutuhan
manusia saat ini yaitu kebutuhan akan tersedianya tempat penyimpanan uang yang
aman dan dapat dipercaya. Dunia perbankan di Indonesia saat ini berkembang
dengan baik, hal ini dapat dilihat dengan banyaknya bank-bank yang hadir
seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Central
Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dll. Kehadiran bank-bank tersebut
dipandang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal jasa perbankan yang
semakin meningkat saat ini. Sebelum hadirnya teknologi internet, nasabah bank
harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan setiap kegiatan
transaksi.
Bank
melihat bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini memberi peluang
bagi bank untuk mengembangkan pelayanan menjadi lebih efisien dan mudah salah
satunya ialah munculnya layanan elektronic banking. Elektronic banking merupakan pemanfaatan teknologi oleh bank sebagai
suatu bentuk inovasi pelayanan baru yang dapat menarik minat nasabah dan
menjaga loyalitas nasabah karena dianggap memberikan kemudahan dan rasa aman
kepada para nasabahnya. Electronic banking yang telah
muncul dan berkembang saat ini yaitu seperti, ATM, Mobile baking,
Internet banking, Phone banking, Video banking, hingga
SMS banking. Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda
dunia termasuk Indonesia, juga merupakan salah satu faktor meningkatnya
penggunaan layanan e-banking. Adanya peraturan
pembatasan aktivitas dan interaksi fisik masyarakat, mengakibatkan masyarakat
harus melakukan segala bentuk transaksi keuangan dimana
saja dan kapan saja. Perbankan memperhatikan situasi ini sebagai pendorong
pergeseran perilaku konsumen menuju perbankan digital atau elektronik selama
pandemi ini.
Bank
Negara Indonesia (BNI) merupakan bank komersil tertua
dan sebagai salah satu bank milik negara yang memiliki jumlah nasabah yang
besar di Indonesia. Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu bank yang
memperoleh penghargaan Top Brand Award dalam kategori
e-channel perbankan karena mampu menghadirkan
layanan yang baik kepada para nasabahnya. Bank Negara Indonesia (BNI) pun
menawarkan kepada nasabahnya layanan perbankan yang aman dan cepat salah
satunya layanan e-banking. Sebagai salah satu bank
yang menguasai pasar perbankan di Indonesia, layanan e-banking
yang ditawarkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) merupakan salah satu layanan
yang banyak digunakan oleh nasabah seperti ATM, Mobile baking,
Internet banking, dan SMS banking.
Menjadi sebuah keharusan bagi sektor perbankan dalam melakukan evaluasi layanan
e-banking secara rutin karena semakin berkualitas
sebuah layanan e-banking, maka perasaan senang
terhadap penggunaan e-banking tersebut akan
semakin meningkat, yang pada akhirnya memberikan dampak pada loyalitas nasabah
pada bank tersebut. (Kotler & Keller, 2012) menyatakan bahwa loyalitas
konsumen merupakan situasi yang konsumen secara konsisten membelanjakan seluruh
anggaran yang ada untuk menggunakan produk suatu layanan jasa dari penjual yang
sama. Bank harus mampu memahami apa yang menjadi kebutuhan dan harapan nasabah.
Bank harus terus memperbaiki aspek pelayanan dan memberikan jaminan keamanan
bagi nasabah yang melakukan transaksi keuangan agar tercipta loyalitas dalam
diri nasabah. Loyalitas nasabah tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah
satunya yaitu kualitas pelayanan.
Kualitas
pelayanan ditentukan oleh kemampuan bank untuk memenuhi kebutuhan dengan
harapan dan keinginan nasabah. Pelayanan yang berkualitas dipandang dapat
meningkatkan keinginan nasabah untuk terus menggunakan layanan perbankan yang
ditawarkan oleh Bank Negara Indonesia (BNI). Kualitas pelayanan yang maksimal
mencerminkan keberhasilan dari suatu pelayanan kepada nasabah. (Fleming & Waguespack,
2007) dan (Pramana &
Rastini, 2016) yang menyatakan bahwa
kualitas pelayanan dari sebuah jasa tidak dapat dikesampingkan, karena dapat
meningkatkan keunggulan kompetitif dalam memperoleh nasabah dan kepuasan dari
nasabah. Selain kualitas pelayanan, (Vanessa, 2007) menyatakan bahwa salah satu
faktor yang mempengaruhi loyalitas adalah kepuasan. (Kotler & Keller, 2012) mengatakan kepuasan konsumen
merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan
antara kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dengan
harapan-harapannya. Layanan E-banking yang
ditawarkan oleh bank tentunya menawarkan kemudahan layanan dan keamanan bagi
nasabah dalam melakukan setiap kegiatan transaksi perbankan. Keamanan dan
kerahasiaan data-data pribadi maupun keuangan dalam e-banking
menjadi fokus utama seorang nasabah sebelum memutuskan untuk menggunakan
layanan e-banking. Layanan e-banking yang memberi jaminan keamanan dan kerahasiaan
data para nasabah tentu akan meyakinkan dan menimbulkan kepuasan dalam diri
nasabah. Bank harus memantau kepuasan dari para nasabahnya agar tercipta
loyalitas dalam diri nasabahnya.
Beberapa
produk layanan e-banking Bank Negara Indonesia
(BNI) selalu menjadi top brand di Indonesia Walaupun
selalu menjadi top brand di Indonesia dan jumlah
pengguna layanan e-banking semakin meningkat
tetapi tidak lepas dengan berbagai masalah dan kendala yang dirasakan oleh
nasabah. Nasabah sering mengeluhkan layanan e-banking
karena sering gagal saat hendak bertransaksi, tidak dapat log in pada mobile banking, satu akun hanya
bisa digunakan oleh satu smartphone saja, aktivasi e-banking sulit
karena masih harus datang langsung ke bank, layanan e-banking
masih sering bermasalah dan eror. Permasalahan ini perlu dicari jalan keluarnya
agak nasabah tidak kecewa dan pindah ke bank lain. Berdasarkan uraian tersebut,
maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris mengenai
pengaruh dimensi kualitas layanan dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas
nasabah pengguna layanan e-banking. Oleh
karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh
Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction terhadap Electronic Loyalty
(Studi Pada Nasabah BNI di Kota Medan)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh simultan electronic service quality dan electronic satisfaction
terhadap electronic loyalty
pada nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan electronic
banking di Kota Medan.
A.
Pemasaran
Pemasaran
adalah tentang mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia dan sosial (Kotler & Keller, 2016). Sedangkan American Marketing Association menawarkan
definisi bahwa pemasaran adalah kegiatan, seperangkat institusi, dan proses
untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan bertukar penawaran yang
memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya (Kotler & Keller, 2016). Jadi, manajemen pemasaran
dapat diartikan sebagai ilmu memilih pasar sasaran untuk mendapatkan,
mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan melalui pembuatan, menyampaikan, dan
mengkomunikasikan nilai pelanggan. Tujuan pemasaran adalah untuk memahami dan
mengetahu karakteristik pelanggan dengan baik bahwa produk atau layanan itu
cocok dan dapat dibeli pelanggan. Idealnya, pemasaran harus menghasilkan
pelanggan yang siap membeli.
B.
Electronic Service Quality
Perkembangan
Teknologi yang mendorong munculnya layanan berbasis Internet telah mengubah
cara dan perilaku perusahaan dan konsumen berinteraksi. Versi terbaru dari pengembangan
kualitas pelayanan yakni kualitas pelayanan elektronik atau biasa disebut electronic service quality. E-service quality telah dikonseptualisasikan sebagai suatu
layanan informasi yang informatif dan interaktif (Rowley,
2006 dalam Herington dan Weaven,
2009).
Menurut (Chandra, Tjiptono, &
Chandra, 2004) E-service
quality adalah model kualitas jasa Online yang
paling komprehensif dan integratif, karena dimensinya relevan dan secara
menyeluruh memenuhi kebutuhan untuk mengevaluasi kualitas jasa elektronik.
Menurut (Santos, 2003) dalam (Herington & Weaven,
2009) e-service
quality adalah penilaian dan memberikan evaluasi
terhadap kualitas layanan di pasar virtual. E-service
quality dikembangkan untuk mengevaluasi dan penilaiaan terhadap layanan-layanan yang terdapat pada
jaringan internet. (Saragih, 2019) mendefinisikan e-service quality sebagai
sejauh mana situs atau web memfasilitasi belanja, pembelian, dan pengiriman
produk dan layanan yang efektif dan efisien, sebagai berikut :
1)
Efisiensi, yaitu mudah dan
kecepatan mengakses dan menggunakan situs ini
2)
Pemenuhan yaitu sejauh mana
janji-janji situs tentang pengiriman pesanan dan ketersediaan barang terpenuhi
3)
Ketersediaan System yaitu
fungsi teknis benar tersedia
4)
Privasi yaitu sejauh mana situs
tersebut aman dan melindungi informasi pelanggan
C.
Electronic Satisfaction
Menurut
(Liu, Singh, & Srinivasan, 2016)
bahwa e-satisfaction adalah bentuk kepuasan
pelanggan yang diakibatkan oleh kegiatan berbelanjanya. (Demiray, Pandir, &
Bulut, 2015) medefinisikan
e-satisfaction sebagai perasaan konsumen
tentang Website yang dihasilkan dari aspek yang
membentuk hubungan konsumen dengan perusahaan. (Anderson & Srinivasan,
2003) menemukan bahwa terdapat
hubungan yang positif antara kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan.
Pelanggan yang puas pun cenderung memiliki minat membeli kembali yang tinggi.
Dalam industri internet banking, (Anderson & Srinivasan,
2003) mendefinisikan e-satisfaction sebagai kecenderungan pelanggan untuk
terus menggunakan situs tertentu, sering berkunjung situs tersebut, dan
menunjukkan daya rekat situs tinggi dengan instesitas
waktu yang tinggi. E-satisfaction mengacu pada kepuasan pelanggan
yang langsung berhubungan dengan pengalaman pembelian sebelumnya pada
perusahaan e- commerce tertentu (Anderson & Srinivasan,
2003). Konseptualisasi e-satisfaction menurut (Anderson & Srinivasan,
2003) merupakan sebuah evaluasi dan
penilaian konsumen atas pengalaman sebelum pembelian dan pasca pembelian yang
dialaminya pada suatu e-business/ e-commerce, dan menilai apakah hasil evaluasi tersebut
telah sesuai atau melebihi ekspektasi awal dari konsumen itu sendiri. (Ranjbarian, Sanayei,
Kaboli, & Hadadian, 2012) mendefinisikan bahwa e-satisfaction atau kepuasan pelanggan Online adalah hasil
dari persepsi konsumen terhadap kenyamanan Online, perdagangan/cara transaksi,
desain situs, keamanan, dan pelayanan.
D.
Electronic Royalty
(Cyr, Hassanein, Head,
& Ivanov, 2007) dalam (Ghane, Fathian, &
Gholamian, 2011) mendefinisikan e-loyalty sebagai niat untuk kembali ke Website
tersebut dan tetap menggunakan Website tersebut di
masa yang akan datang. Adapun (NURRIZQIYAH, 2015) mendefinisikan arti e-loyalty sikap setia pelanggan untuk mengunjungi dan
melakukan pembelian ke situs web tertentu dan melakukan transaksi dengan
nyaman. Nasabah yang loyal akan memiliki sikap setia kepada satu situs web yang
memungkinkan nasabah melakukan aktivitas transaksi online.
Di dalam konteks e-commerce, kepuasan dan kepercayaam pelanggan berdampak pada loyalitas pelanggan
sedangkan e-loyalty adalah komitmen untuk mengunjungi
kembali sebuah situs secara konsisten karena berbelanja di situs tersebut lebih
disukai daripada beralih ke situs lainnya (Rahman, Park, & Chi,
2015). Dalam bisnis Online, e-loyalty menjadi masalah yang sangat penting karena konsumen
dapat dengan mudahnya membandingkan barang yang sama pada bisnis online lainnya (Feng et al., 2013). Menurut (Anderson & Srinivasan,
2003) sikap konsumen yang positif
terhadap suatu e-business mengakibatkan keinginan
untuk membeli kembali, sehingga konsumen yang loyal cenderung tidak menggunakan
produk dari kompetitor. Sedangkan menurut (Hur, Ahn, & Kim, 2011) mendefinisikan e-loyalty sebagai niatan pelanggan untuk mengunjungi website kembali dengan atau tanpa terjadinya transaksi online.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang
digunakan pada penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunkan pendekatan kuantitatif. Adapun variabel
independen dalam penelitian ini adalah Kualitas pelayanan (X) serta variabel
dependen pada penelitian ini adalah e-satisfaction
(Y1) dan e-loyalty (Y2). Melalui metode ini
diharapkan dapat mengetahui bagaimana pengaruh Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction
terhadap Electronic Loyalty (Studi Pada Nasabah Bank
Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking di
Kota Medan). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan. Sedangkan waktu
penelitian dimulai dari bulan Mei 2021 sampai Agustus 2021.
Populasi dalam penelitian ini
adalah nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan Electronic banking di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan teknik
non Probability sampling. Alasan pemilihan sampel
dengan menggunakan purposive sampling adalah karena
penulis membutuhkan kriteria-kriteria dalam penentuan sampel agar diperoleh
sampel yang sesuai dan mampu memberi informasi yang dapat digunakan untuk
menjawab permasalahan. Menurut (Marianto, n.d.) menjelaskan bahwa jika jumlah
populasi tidak diketahui maka jumlah sampel dapat ditentukan dengan rumus Rao
Purba, yaitu:
![]()
Keterangan:
n = ukuran Sampel
Z = tingkat distribusi normal pada taraf signifikan 5% = 1.96
Moe = Margin of
Error Max, yaitu tingkat kesalahan maksimal sebesar
10% Berdasarkan rumus tersebut, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut:
![]()
= 96,04
Berdasarkan perhitungan diatas
diperoleh hasil bahwa jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100
(digenapkan) orang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) yang pernah menggunakan
layanan e-banking minimal dua kali. Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian,
karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Penelitian ini
menggunakan sumber data primer dan sekunder.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Uji Parsial (Uji T)
Coefficientsa
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
1.276 |
3.929 |
|
.325 |
.746 |
|
|
Electronic Service
Quality |
.260 |
.103 |
.238 |
2.528 |
.013 |
|
|
Electronic Satisfaction |
.600 |
.114 |
.496 |
5.269 |
.000 |
Dependent Variable: Electronic Loyalty
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 22.0
Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil bahwa nilai t-hitung untuk masing- masing variabel, yaitu:
1)
Hasil t-hitung untuk variabel Electronic Service Quality sebesar 2,528 dan nilai t-tabel 1,660 maka dapat
disimpulkan bahwa t-hitung > t-tabel (2,528 > 1,660) dengan nilai
signifikansi sebesar 0.013 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut maka diperoleh
kesimpulan bahwa variabel Electronic Service Quality
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Electronic Loyalty pada Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna
layanan E- banking di Kota Medan dan diperoleh
kesimpulan Ha1 diterima.
2)
Hasil t-hitung untuk variabel Electronic Satisfaction sebesar 5,269 dan nilai t-tabel 1.660 maka
t-hitung > t-tabel (5,269 > 1,660) dengan nilai signifikansi sebesar
0.000 < 0.05. Berdasarkan hasil tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa
Electronic Satisfaction memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap Electronic Loyalty pada Nasabah Bank.
2. Uji F
Anovaa
|
Model |
Sum
of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1. |
Regression |
558.173 |
2 |
279.086 |
38.313 |
.000b |
|
2. |
Residual |
706.577 |
97 |
7.284 |
||
|
3. |
Total |
1264.750 |
99 |
|
||
Dependent Variable: Electronic Loyalty
Predictors: (Constant), Electronic Satisfaction, Electronic Service
Quality
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS 22.0
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai f-hitung sebesar 38,313
dengan tingkat signifikansi 0.000 sedangkan nilai f-tabel pada alpha 5% adalah 3.09, dengan demikian hasil perhitungan
menunjukkan bahwa f-hitung > f-tabel (38,313 > 3,09) dan tingkat
signifikansinya 0.00 < 0.05 menunjukan bahwa
variabel Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction secara bersama – sama memiliki pengaruh yang
positif dan signifikan terhadap Electronic Loyalty
pada Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking
di Kota Medan dan diperoleh kesimpulan Ha3 diterima.
3. Uji Koefisien Determinan
Model Summaryb
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
1 |
.664a |
.441 |
.430 |
2.69894 |
a.
Predictors: (Constant), Electronic Satisfaction, Electronic Service Quality
b.
Dependent Variable: Electronic Loyalty
Sumber : Hasil
Pengolahan SPSS 22.0
Berdasarkan
tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R-Square yaitu sebesar 0,441, dimana
nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan yang kuat (tinggi) antara
variabel Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction terhadap Electronic Loyalty
pada Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking
di Kota Medan. Nilai R Square diatas
menunjukkan bahwa kontribusi dari variabel Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction
dalam mempengaruhi Electronic Loyalty pada Nasabah
Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking
di Kota Medan yaitu sebesar 44,1% sedangkan sisanya sebesar 55,9% adalah
kontribusi variabel lain yang tidak termasuk di dalam penelitian ini seperti kepercayaan,brand image,
fasilitas, promosi dan lain-lain.
A. Pengaruh Electronic Service Quality
terhadap Electronic Loyalty
Berdasarkan
teori, e-service quality
sebagai sejauh mana situs atau web memfasilitasi belanja, pembelian, dan
pengiriman produk dan layanan yang efektif dan efisien (Saragih,
2019).
E-service quality telah di
konseptualisasikan sebagai suatu layanan informasi yang informatif dan
interaktif. (Santos,
2003)
dalam (Herington
& Weaven, 2009)
e-service quality
adalah penilaian dan memberikan evaluasi terhadap kkualitas
layanan di pasar virtual. E- service quality dikembangkan untuk mengevaluasi dan penilaiaan terhadap layanan-layanan yang terdapat pada
jaringan internet. Nasabah menilai penggunaan e-banking
sangat membantu dalam proses transaksi perbankan yang ingin dilakukan oleh
nasabah. Pentingnya layanan e- banking yang
berkualitas dipandang dapat meningkatkan loyalitas nasabah, rasa puas yang
dirasakan oleh nasabah terhadap suatu layanan e-banking
dapat mendorong nasabah tersebut untuk loyal pada Bank Negara Indonesia (BNI).
Berdasarkan
penelitian terhadap variabel Electronic Service Quality,
peneliti menemukan bahwa sebagian besar nasabah BNI pengguna layanan e-banking setuju bahwa variabel Electronic Service Quality pada Electronic Loyalty
yang diteliti pada penelitian ini sudah baik. Hal ini terlihat dari jawaban 10
pernyataan yang mewakili variabel Electronic Service Quality.
Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari 4 (empat) indikator yang
diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini. Indikator tersebut antara lain
adalah Reabillity, Website
Design, Privacy dan Security
dan Customer Service. Hasil olah data yang telah
dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa H1 dapat diterima yaitu variabel Electronic
Service Quality memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap Electronic Loyalty pada
Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking
di Kota Medan. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh kesimpulan bahwa bahwa variabel Electronic Service Quality
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Electronic Loyalty pada Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI)
pengguna layanan E-banking di Kota Medan. Dimana, nilai t-hitung adalah 2,528 dan nilai t-tabel 1,660
maka dapat disimpulkan bahwa t- hitung > t-tabel (2,528 > 1,660) dengan
nilai signifikansi sebesar 0.013 < 0.05. Hasil penelitian diatas senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Purwanti,
Widyaningrum, & Melinda, 2020)
yang berjudul “Pengaruh E-service quality Terhadap E-loyalty
Pelanggan Go-Jek melalui E-satisfaction
Pada Kategori Go-Ride” yang menyatakan bahwa Electronic
Service Quality memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap Electronic Loyalty artinya
semakin baik Electronic Service Quality yang
maka semakin tinggi pula Electronic Loyalty.
B. Pengaruh Electronic Satisfaction
terhadap Electronic Loyalty
Perkembangan
teknologi mendorong bank sebagai penyedia layanan perbankan untuk menyesuaikan diri
dengan memberikan layanan dengan menggunakan teknologi berupa electronic banking.
Dengan pertumbuhan e-banking pada industri
perbankan yang belakangan ini yang semakin maju sehingga banyak masyarakat yang
menggunakan layanan e-banking. Dengan segala
bentuk kemudahan yang diberikan dalam layanan e-banking
dalam proses transaksi sehingga banyak dari konsumen yang merasa puas dengan
adanya layanan tersebut. Pandemi Covid-19 yang mewabah saat ini pun memberi
dorongan kepada bank untuk meminimalisir pelayanan
dengan tatap muka berganti dengan layanan berbasis teknologi ini, oleh karena
itu nasabah harus menyesuaikan diri dengan menggunakan layanan e-banking dalam setiap transaksi perbankan yang ingin
dilakukannya.
Berdasarkan
penelitian terhadap variabel Electronic Satisfaction
peneliti menemukan bahwa sebagian besar nasabah BNI pengguna layanan e-banking setuju bahwa variabel Satisfaction
pada Electronic Loyalty yang diteliti pada
penelitian ini sudah baik. Hal ini terlihat dari jawaban 8 pernyataan yang
mewakili variabel Electronic Satisfaction.
Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari 3 (tiga) indikator yang
diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini. Indikator tersebut antara lain
adalah kepuasan secara keseluruhan, perasaan senang, kemudahan penggunaaan. Hasil olah data yang telah dilakukan
sebelumnya menunjukkan bahwa H2 dapat diterima bahwa Electronic Satisfaction memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap Electronic Loyalty pada Nasabah Bank Negara
Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking di
Kota Medan. Dimana hasil t-hitung untuk variabel Electronic
Satisfaction sebesar 5,269 dan nilai t-tabel
1.660 maka t-hitung > t-tabel (5,269 > 1,660) dengan nilai signifikansi
sebesar 0.000 < 0.05. Hasil ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh
(Freud,
2020)
dengan judul “Pengaruh Electronic Satisfaction
terhadap Electronic Loyalty Dengan Trust
Sebagai Variabel Intervening Pada Aplikasi Fintech OVO” yang menyatakan bahwa Electronic Satisfaction berpengaruh positif terhadap Electronic
Loyalty artinya semakin tinggi kepuasan maka
semakin tinggi pula loyalitasnya pada produk tersebut.
C. Pengaruh Electronic Service Quality
dan Electronic Satisfaction terhadap Electronic
Loyalty
Mempertahankan
loyalitas nasabah pada suatu bank merupakan salah satu hal yang menarik untuk
diamati. Baik tidaknya perkembangan suatu bank sangat dipengaruhi oleh
nasabahnya, oleh karena ini bank terus mencari cara untuk mendapatkan nasabah
yang loyal karena untuk mendapatkan nasabah yang loyal bukanlah hal yang mudah
terutama dengan persaingan dalam dunia perbankan yang sangat sengit akhir-akhir
ini. Untuk menghadapi persaingan tersebut, bank melakukan upaya dengan
memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kepuasan nasabahnya pada layanan
yang diberikan oleh Bank Negara Indonesia. Saat ini upaya tersebut sedikit
terganggu dengan adanya pandemi Covid-19 yang memberi dampak pada proses
pelayanan yang diberikan kepada para nasabah. Dampak Covid-19 itu membatasi
kegiatan pelayanan yang diberikan kepada nasabah karena untuk berinteraksi
dengan orang lain tidak dapat dilakukan secara bebas seperti biasa. Oleh karena
itu saat ini Bank Negara Indonesia menawarkan layanan e-banking
untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan rasa puas
dalam diri nasabahnya.
Berdasarkan
penelitian terhadap variabel electronic loyalty, yang terdiri dari 8 pernyataan yang mewakili
variabel electronic loyalty
yang menggambarkan baik atau buruknya loyalitas pada pengguna layanan e-banking. Hal ini terlihat dari jawaban 8 pernyataan
yang mewakili variabel Electronic Loyalty.
Seluruh pernyataan tersebut merupakan penjabaran dari 4 (empat) indikator yang
diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini. Indikator tersebut antara lain
adalah refferal, rettention,
positive word of mouth, dan repeat
purchase. Berdasarkan hasil uji signifikansi
simultan (Uji F) yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil
penelitian ini diperoleh hasil bahwa Electronic Service Quality
dan Electronic Satisfaction berpengaruh
terhadap Electronic Loyalty. Dimana nilai f-hitung sebesar 38,313 dengan tingkat
signifikansi 0.000 sedangkan nilai f-tabel pada alpha
5% adalah 3.09, dengan demikian hasil perhitungan menunjukkan bahwa f-hitung
> f-tabel (38,313 > 3,09) dan tingkat signifikansinya 0.00 < 0.05 menunjukan bahwa variabel Electronic Service Quality dan Electronic Satisfaction
secara bersama – sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Electronic
Loyalty pada Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI)
pengguna layanan E-banking di Kota Medan.
Dari
uji analisis regresi linier berganda terlihat bahwa variabel electronic satisfaction
merupakan variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap electronic
loyalty yaitu sebesar 0,600 dimana
ini memiliki arti bahwa jika electronic satisfaction ditingkatkan satu satuan maka electronic loyalty
akan meningkat sebesar 0,600. Dalam hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa
jika terjadi perubahan pada variabel independen yaitu electronic
service quality dan electronic loyalty maka akan
terjadi juga perubahan pada electronic loyalty. Hal ini ditunjukkan dengan hasil Nilai R Square bahwa kontribusi dari variabel Electronic Service
Quality dan Electronic Satisfaction
dalam mempengaruhi Electronic Loyalty pada
Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) pengguna layanan E-banking
di Kota Medan yaitu sebesar 44,1% sedangkan sisanya sebesar 55,9% adalah
kontribusi variabel lain yang tidak termasuk di dalam penelitian ini seperti
kepercayaan, brand image,
fasilitas, promosi dan lain-lain. Hal ini senada dengan penelitian terdahulu
yang dilakukan (Widyarani
& Permatasari, 2021)
dengan judul penelitian “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan
terhadap Loyalitas Pelanggan di Pizza HUT Soekarno
Hatta Malang” Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel
kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan secara simultan memiliki pengaruh
terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dibuktikan dengan hasil ujiF dengan nilai F hitung 57,507 > F tabel 3,09 dengan
signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan koefisien determinasi R2 sebesar 53,3%,
sedangkan sisanya sebesar 46,7% dipengaruhi oleh faktor lain.
KESIMPULAN
Anderson, Rolph
E., & Srinivasan, Srini S. (2003). E‐satisfaction and
e‐loyalty: A contingency framework. Psychology & Marketing, 20(2),
123–138. Google Scholar
Chandra, Gregorius,
Tjiptono, Fandy, & Chandra, Yanto. (2004). Pemasaran Global:
Internasionalisasi dan Internetisasi. Yogyakarta: Andi. Google Scholar
Cyr, Dianne,
Hassanein, Khaled, Head, Milena, & Ivanov, Alex. (2007). The role of social
presence in establishing loyalty in e-service environments. Interacting with
Computers, 19(1), 43–56. Google Scholar
Demiray, Seyma Tuluce,
Pandir, Yusuf, & Bulut, Hasan. (2015). New solitary wave solutions of
Maccari system. Ocean Engineering, 103, 153–159. Google Scholar
Feng, Daquan, Lu, Lu,
Yuan-Wu, Yi, Li, Geoffrey Ye, Feng, Gang, & Li, Shaoqian. (2013).
Device-to-device communications underlaying cellular networks. IEEE
Transactions on Communications, 61(8), 3541–3551. Google Scholar
Fleming, Lee, &
Waguespack, David M. (2007). Brokerage, boundary spanning, and leadership in
open innovation communities. Organization Science, 18(2),
165–180. Google Scholar
Freud, Sigmund.
(2020). Sigmund Freud. In Los Pioneros del Psicoanálisis de Niños (pp.
1–37). Routledge. Google Scholar
Ghane, SOHEILA,
Fathian, Mohammad, & Gholamian, Mohammad R. (2011). Full relationship among
e-satisfaction, e-trust, e-service quality, and e-loyalty: The case of Iran
e-banking. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 33(1),
1–6. Google Scholar
Herington, Carmel,
& Weaven, Scott. (2009). E‐retailing by banks: e‐service
quality and its importance to customer satisfaction. European Journal of
Marketing. Google Scholar
Hur, Won‐Moo,
Ahn, Kwang‐Ho, & Kim, Minsung. (2011). Building brand loyalty through
managing brand community commitment. Management Decision. Google Scholar
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2012). Manajemen Pemasaran. terjemahan Benyamin Molan. Jilid
Satu, Cetakan Keduabelas, Penerbit: Prenhalindo, Jakarta. Google Scholar
Kotler, Philip, &
Keller, Kevin Lane. (2016). Manajemen Pemasaran Edisi Ke-12 Jilid Pertama. Jakarta
(ID): Indeks. Google Scholar
Liu, Xiao, Singh,
Param Vir, & Srinivasan, Kannan. (2016). A structured analysis of
unstructured big data by leveraging cloud computing. Marketing Science, 35(3),
363–388. Google Scholar
Marianto, Sigit.
(n.d.). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA, DAN CITRA MEREK TERHADAP
KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA TRANSPORTASI OJEK ONLINE DI LAMONGAN. Google Scholar
NURRIZQIYAH, LUTFI
HERAWATI. (2015). PENGARUH KUALITAS LAYANAN, KEPUASAN HUBUNGAN DAN
KEPERCAYAAN TERHADAP E-LOYALTY NASABAH E-BANKING BANK MANDIRI DI SURABAYA.
STIE PERBANAS SURABAYA. Google Scholar
Pramana, I. Gede Yogi,
& Rastini, Ni Made. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap
Kepercayaan Nasabah dan Loyalitas Nasabah Bank Mandiri Cabang Veteran Denpasar
Bali. Udayana University. Google Scholar
Purwanti, Lusi,
Widyaningrum, Rizki, & Melinda, Surya Ayu. (2020). Analisis penggunaan
media power point dalam pembelajaran jarak jauh pada materi animalia kelas
VIII. Journal Of Biology Education, 3(2), 157. Google Scholar
Rahman, Imran, Park,
Jeongdoo, & Chi, Christina Geng qing. (2015). Consequences of
“greenwashing”: Consumers’ reactions to hotels’ green initiatives. International
Journal of Contemporary Hospitality Management. Google
Scholar
Ranjbarian, Bahram,
Sanayei, Ali, Kaboli, Majid Rashid, & Hadadian, Alireza. (2012). An
analysis of brand image, perceived quality, customer satisfaction and
re-purchase intention in Iranian department stores. International Journal of
Business and Management, 7(6), 40–48. Google
Scholar
Santos, Jessica.
(2003). E‐service quality: a model of virtual service quality dimensions.
Managing Service Quality: An International Journal. Google Scholar
Saragih, Megasari
Gusandra. (2019). Pengaruh E-Service Quality Terhadap E-Loyalty Melalui
E-Satisfaction (Studi Pada Pelanggan Toko Online Shopee Di Kota Medan):
Pengaruh E-Service Quality Terhadap E-Loyalty Melalui E-Satisfaction (Studi
Pada Pelanggan Toko Online Shopee Di Kota Medan). Jurnal Mantik, 3(1),
190–195. Google Scholar
Vanessa, Gaffar.
(2007). Customer Relationship Management and Marketing Public Relations. Bandung:
Alfabeta. Google Scholar
Widyarani, Rahadianti
Armadana, & Permatasari, Ita Rifiani. (2021). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN
DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI PIZZA HUT SOEKARNO HATTA
MALANG. Jurnal Aplikasi Bisnis, 6(1), 97–100. Google Scholar
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |