Khoirul Amin, Moh.Bukhori, Tin Agustina
Fakultas Ekonomi Universitas Bung Karno, Jakarta, Indonesia
Khoirulaminasia@gmail.com, pascasarjana@asia.ac.id, pascasarjana@asia.ac.id
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Upaya yang dilakukan oleh satuan Pendidikan ( Sekolah ) untuk mencapai target -target yang diinginkan tidak cukup pada satu sektor saja,namun secara komprehensif setiap lembaga akan berupaya mewujudkan pelayanan yang prima diberbagai sektor,diantara sektor pelayanan yang langsung bersentuhan dengan peserta didik adalah pelayanan Administrasi,peneydiaan tenaga pendidik (guru) yang kompeten,dan penyediaan fasilitas atau Sarana Prasarana. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh kualitas pelayanan administrasi terhadap kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang, Pengaruh kompetensi guru terhadap kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang, Pengaruh kualitas sarana dan prasarana terhadap kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang. Metode : Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukkan kualitas Pelayanan Administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang. Kesimpulan : Kualitas sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik
SMA YPVDP Bontang. Kata
Kunci : Kualitas Pelayanan; Administrasi,Kompetensi Guru; Kualitas Sarana; Prasarana,Kepuasan peserta didik |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The efforts made by the Education unit (School)
to achieve the desired targets are not enough in one sector only, but
comprehensively each institution will strive to realize excellent service in
various sectors, among the service sectors that are directly in contact with
students are Administrative services, provision of competent educators
(teachers), and the provision of facilities or infrastructure. Objectives: The purpose of this study
is to determine and analyze the effect of the quality of administrative
services on the satisfaction of students of YPVDP Bontang
High School, the effect of teacher competence on the satisfaction of students
of YPVDP Bontang High School, the influence of the
quality of facilities and infrastructure on the satisfaction of students of
YPVDP Bontang High School. Methods: This type of research is
descriptive research with a quantitative approach. Results: The results of this study
show that the quality of Administrative Services has a positive and
significant effect on the satisfaction of students of SMA YPVDP Bontang. Conclusion: The quality of facilities
and infrastructure has a positive and significant effect on the satisfaction
of students of YPVDP Bontang High School. Keywords: Quality of Service;
Administration, Teacher Competence; Quality of Means; Infrastructure,Student
satisfaction |
|
*Correspondent Author :
Khoirul Amin
Email : Khoirulaminasia@gmail.com
PENDAHULUAN
Saat
ini seluruh dunia masih dilanda pandemic yang tak berkesudahan,hal ini tentu membawa dampak yang cukup serius
dalam segala aspek kehidupan terlebih dalam dunia pendidikan,dunia
pendidikan tidak boleh berhenti dalam kondisi apapun
untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Semua penyelenggara pendidikan terus
berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta didik,berbagai upaya akan dilakukan agar tercapai
target-target yang diinginkan sesuai dengan Visi dan misi lembaga pendidikan. Upaya
yang dilakukan oleh satuan Pendidikan untuk mencapai target -target yang
diinginkan tidak cukup pada satu lini saja,namun
secara komprehensif setiap lembaga akan berupaya mewujudkan pelayanan yang prima,diantara pelayanan yang langsung bersentuhan dengan
peserta didik adalah pelayanan Administrasi,Kompetensi
Guru,dan Sarana Prasarana. Pelayanan Yang Prima akan
berdampak positif terhadap kepuasan peserta didik yang menjadi sasaran utama
pendidikan Nasional,sebaliknya pelayanan yang kurang
baik akan berdampak kurang baik terhadap kepuasan peserta didik.
Kepuasan
Pelanggan atau konsumen sangat penting karena kepuasan dapat meningkatkan
reputasi dan citra positif (Karakas, 2014). Selain dapat meningkatkan
reputasi dan citra positif kepuasan pelanggan juga sangat penting untuk
mempengaruhi citra suatu perusahaan atau organisasi, kepuasan pelanggan juga
merupakan hal yang sangat penting digunakan untuk menarik konsumen dimasa
sekarang ini. Hingga saat ini kualitas pelayanan pendidikan terus menjadi
perbincangan yang menarik di berbagai Negara termasuk Indonesia. Meningkatkan
mutu pendidikan menjadi efektif jika setiap pengambil kebijakan ikut berperan
aktif mengarahkan perbaikan tersebut, Karena pendidikan yang bermutu dapat
memberikan kepuasan kepada peserta didiknya (Surahman, n.d.) Kepuasan peserta didik adalah unsur yang krusial, harus
menjadi perhatian utama, baik bagi lembaga pendidikan Negeri dan swasta karena
peserta didik merupakan subjek yang paling berperan dalam eksistensi lembaga
pendidikan. Kepuasan peserta didik dalam hal ini dapat diartikan bahwa apabila
semua keinginan dan kebutuhan peserta didik terhadap apa-apa yang menjadi
kebutuhannya selama melaksanakan studi terpenuhi dengan baik.
Salah
satu lembaga Pendidikan yang ikut berkontribusi dalam memberikan kepuasan
kepada peserta didik dengan melaksanakan pelayanan yang bermutu yaitu SMA YPVDP
Bontang Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaanya tak terlepas dari dukungan
pelayanan administrasi,sarana dan prasarana yang memadai serta kompetensi guru
yang prima merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan mutu
pendidikan. Meskipun kompetensi guru merupakan salah satu hal yang sangat
penting dalam memberikan kepuasan terhadap peserta didik namun kenyataanya tidak
semua peserta didik puas dengan kompetensi guru yang ada,sebagaimana hasil
penelitian yang dilakukan oleh Asif Iqbal dengan judul “ Effect of Teachers’
Competencies on Scholars’ Academic Achievement and Satisfaction “ yang
menyatakan bahwa Kompetensi guru tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
peserta didik (Iqbal & Javaid, 2019).
Dari
uraian diatas, dapat digambarkan bahwa kepuasan
peserta didik akan tercapai apabila ada Pelayanan administrasi yang
baik,ketersediaan sarana prasarana akademik yang memadai,serta kompetensi guru
yang profesional untuk meningkatkan interaksi dalam proses pembelajaran di
antara guru dan peserta didik,
sehingga guru dapat meningkatkan kualitasnya
dalam pengajaran. Apabila kepuasan
peserta didik tercapai maka akan timbul loyalitas,loyalitas pelanggan
yang dimaksud pada lembaga pendidikan menengah atas adalah loyalitas peserta didik. Loyalitas peserta didik menjadi salah satu aset penting
yang dimiliki sekolah. Melalui loyalitas tersebut, peserta didik akan memberikan
rekomendasi yang positif dan mendorong teman, saudara maupun masyarakat lain
untuk masuk pada sekolah yang dimaksud. Berikut kondisi jumlah peserta didik
SMA YPVDP pada 4 Tahun terahir :
Tabel 1
Jumlah Peserta didik SMA YPVDP
|
Tahun |
Jumlah Peserta Didik |
Jurusan |
|
|
1. |
2019 |
192 Peserta Didik |
IPA & IPS |
|
2. |
2020 |
224 Peserta Didik |
IPA & IPS |
|
3. |
2021 |
183 Peserta Didik |
IPA & IPS |
|
4. |
2022 |
140 Peserta Didik |
IPA & IPS |
Dari Tabel 1 dapat disimpulkan
bahwa terjadinya kenaikan jumlah peserta didik baru yang mendaftar pada tahun
2020, namun terjadi penurunan pada tahun 2021 dan 2022. Berdasarkan latar
belakang diatas, maka faktor-faktor berupa kualitas
pelayanan admimistrasi, kompetensi guru, dan sarana
prasarana akan dianalisis untuk mengetahui faktor apa yang berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelajar di sekolah SMA YPVDP Bontang.
Berdasarkan latar belakang,
maka sumber permasalahan yang akan dicari penyelesaian dalam penelitian ini
adalah banyaknya komplain dari peserta didik perihal pelayanan administrasi,kompetensi guru,serta
kualitas sarana dan prasarana sehingga berakibat menurunnya jumlah peserta
didik yang mendaftar selama 4 tahun terakhir,dan
dugaan sementara yang dicatat oleh peneliti adalah adanya rasa kurang puas dari
peserta didik terhadap 3 layanan komponen diatas.
Berdasarkan pada rumusan masalah penelitian diatas
maka tujuan dari penelitian ini dapat peneliti rumuskan adalah untuk
menganalisis pengaruh kualitas pelayanan administrasi terhadap kepuasan peserta
didik SMA YPVDP Bontang. Untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan guru
terhadap kepuasan peserta didik di sekolah SMA YPVDP Bontang. Untuk
menganalisis pengaruh kualitas sarana prasarana terhadap kepuasan peserta didik
di sekolah SMA YPVDP Bontang.
Pembatasan suatu masalah
digunakan untuk menghindari adanya penyimpangan
maupun meluasnya pokok masalah agar penelitian tersebut lebih terarah
dan memudahkan dalam pembahasan sehingga tujuan penelitian akan tercapai.
Batasan-batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai pelayanan
Administrasi yang dianalisis dalam
penelitian ini adalah pada bagian pelayanan Tata Usaha ( TU ) SMA YPVDP
Bontang yang dalam keseharianya berinteraksi dengan
peserta didik. Kompetensi Guru dalam penelitian ini adalah kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, Kompetensi sosial,dan Kompetensi Personal yang dimiliki oleh tenaga
pendidik SMA YPVDP Bontang. Kualitas Sarana Prasarana dalam penelitian ini yang
diukur dan di analisis adalah kualitas sarana akademik yang meliputi :
Fasilitas pendidikan,media belajar,sumber
belajar dan ruang ruang belajar yang ada di SMA YPVDP
Bontang.
Hasil penelitian ini diharapkan
nantinya dapat bermanfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi
berbagai pihak yang terkait Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan
bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan terutama bidang administrasi,guru dan sarpras,
yang diperoleh dari dimensi-dimensi pembentuk kepuasan kualitas pelayanan SMA
YPVDP Bontang. Dengan demikian hasil penelitian dapat memperkaya khazanah
pengetahuan khususnya di bidang manajemen mutu di Yayasan Pendidikan Vidya
Dahana Patra (YPVDP) Bontang. Secara
praktis penelitian ini diharapkan bermanfaat dan memberikan kontribusi praktis
kepada berbagai pihak antara lain adalah Pertama, Bagi Penjaminan Mutu Yayasan
Pendidikan Vidya Dahana Patra Bontang dapat memberikan kualitas pelayanan yang
lebih baik lagi kepada pengguna layanan jasa sesuai dengan yang diharapkan peserta
didik melalui pelayanan yang sesuai dengan yang dirasakan dan diharapkan
peserta didik, serta mampu mempertahankan bahkan meningkatkan citra baik dihadapan stakeholder. Bagian
penjaminan mutu internal dapat mengukur kualitas jasa pelayanan administrasi guru
dan sarpras
sesuai dengan konteks Unit SMA YPVDP sekaligus mengetahui hal-hal yang
turut mempengaruhi kualitas pelayanan administrasi,guru
dan sarpras, sehingga diperoleh pengetahuan
komprehensif sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan, pengambilan
keputusan dan perumusan strategi berbasis student approach.
Kedua, bagi unit kehumasan,
yaitu dapat memberikan informasi mengenai kondisi kepuasan peserta didik.
Dengan informasi ini, bagian unit kehumasan dapat melakukan prediksi kecendrungan peserta didik dalam memberikan input (positif atau negatif), sehingga kegiatan kehumasan
dapat lebih efektif dalam menjaga dan meningkatkan image
lembaga pendidikan tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah
perbendaharaan dan memperkaya informasi empirik dalam
hal kualitas pelayanan administrasi,guru dan sarpras sehingga bermanfaat pada kepuasan pelanggan, dan
hal tersebut akan menimbulkan kepuasan peserta didik yang dapat dipakai sebagai
data banding atau rujukan dengan mengubah atau menambah variabel lain sekaligus
dapat menyempurnakan penelitian ini.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang
digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. (Sugiyono, 2013)
menjelaskan bahwa penelitian deskriptif yaitu, penelitian yang dilakukan untuk
mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen)
tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
Menurut (Sudjana, 2009) penelitian
deskriptif adalah “penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala,
peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang”. Untuk pendekatan
kuantitatif dijelaskan oleh (Arikunto, 2013) bahwa
pendekatan dengan menggunakan kuantitatif karena menggunakan angka, mulai dari
pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari
hasilnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian
deskriptif dilakukan dengan cara mencari informasi berkaitan dengan gejala yang
ada, dijelaskan dengan jelas tujuan yang akan diraih, merencanakan bagaimana
melakukan pendekatannya, dan mengumpulkan berbagai macam data sebagai bahan
untuk membuat laporan.
Pendekatan
penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena menggunakan angka,
mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta
penampilan dari hasilnya. Pendekatan ini juga dihubungkan dengan variabel
penelitian yang memfokuskan pada maslah-maslah terkini dan fenomena yang sedang
terjadi pada saat sekarang dengan bentuk hasil penelitian berupa angka-angka
yang memiliki makna. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui gambaran
tingkat kepuasan peserta didik akan kualitas pelayanan yang mereka terima dan
alami dari pelayanan administrasi,Guru,dan Sarana prasarana disekolah SMA YPVDP
Bontang.
Populasi
wilayah menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013). Selanjutnya
(Arikunto, 2013) mengatakan
populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan
memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian .
Pengumpulan
data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
penelitian. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer
dan sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh
peneliti langsung dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan wawancara. Data
sekunder adalah data yang didapatkan secara tidak langsung dari objek atau
subjek penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, analisa data merupakan
kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data yang lain
terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan
variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari
seluruh responden, menyajikan data pada tiap variabel yang diteliti, melakukan
perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk
menguji hipotesis yang telah diajukan (Sugiyono, 2013).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian ini akan menguraikan tentang
tahap-tahap penelitian dari awal hingga akhir,dan
pada tahap ini akan dijelaskan metode pengumpulan data sedangkan pada tahap
akhir akan di paparkan pengujian hipotesis. pada penelitian ini karakteristik responden
terdiri dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan serta berdasarkan jurusan
IPA dan IPS.
A. Karakteristik Responden
B. Karakteristik Berdasarkan
Jurusan
Karakteristik berdasarkan
jurusan akan dideskripsikan dalam penjelasan dan digambarkan pada Gambar 1 di
bawah ini :
Gambar 1
Karakteristik
berdasarkan Jurusan
Dari gambar 1 dapat kita ketahui bahwa jumlah sampel terbanyak berdasrkan
jurusan adalah peserta didik jurusan IPA dengan jumlah 87 Peserta didik ( 68
%). Sedangkan jurusan IPS sejumlah 41 Peserta didik ( 32 % ).
C. Karakteristik Berdasarkan
Jenis Kelamin
Karakteristik berdasarkan
jenis kelamin akan dideskripsikan dalam penjelasan pada Gambar 2 di bawah ini :
Gambar 2
karakteristik berdasarkan jenis kelamin
D. Analisis Deskriptif
Jawaban Responden
1. Analisis Deskriptif
Variabel X1
Hasil analisis deskriptif
persepsi responden terhadap kualitas pelayanan administrasi yang diterima oleh
peserta didik kelas 12 IPA dan IPS SMA YPVDP Bontang yang diukur melalui 5 indikator dengan 12
item yang disajikan dalam Tabel 2.
Tabel 2
Statistik deskriptif variabel kualitas pelayanan
administrasi
|
BUTIR |
PILIHAN JAWABAN |
MEAN |
KETERANGAN |
|||||||||
|
1 (STS) |
2 (TS) |
3 (KS) |
4 (S) |
5 (SS) |
||||||||
|
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
|||
|
X1.1 |
0 |
0% |
9 |
7% |
9 |
7% |
61 |
48% |
46 |
36% |
4,5 |
Setuju |
|
X1.2 |
0 |
0% |
10 |
8% |
23 |
18% |
65 |
51% |
28 |
22% |
3,9 |
Setuju |
|
X1.3 |
1 |
1% |
8 |
6% |
10 |
8% |
60 |
47% |
45 |
35% |
4,1 |
Setuju |
|
X1.4 |
2 |
2% |
9 |
7% |
16 |
13% |
44 |
34% |
56 |
44% |
4,1 |
Setuju |
|
X1.5 |
1 |
1% |
9 |
7% |
11 |
9% |
42 |
33% |
62 |
48% |
4,2 |
Setuju |
|
X1.6 |
1 |
1% |
9 |
7% |
9 |
7% |
49 |
38% |
56 |
44% |
4,2 |
Setuju |
|
X1.7 |
1 |
1% |
8 |
6% |
24 |
19% |
49 |
38% |
43 |
34% |
4,0 |
Setuju |
|
X1.8 |
2 |
2% |
18 |
14% |
37 |
29% |
48 |
38% |
22 |
17% |
3,6 |
Setuju |
|
X1.9 |
1 |
1% |
16 |
13% |
27 |
21% |
61 |
48% |
21 |
16% |
3,7 |
Setuju |
|
X1.10 |
1 |
1% |
8 |
6% |
25 |
20% |
62 |
48% |
29 |
23% |
3,9 |
Setuju |
|
X1.11 |
1 |
1% |
13 |
10% |
35 |
27% |
52 |
41% |
25 |
20% |
3,7 |
Setuju |
|
X1.12 |
0 |
0% |
13 |
10% |
34 |
27% |
56 |
44% |
23 |
18% |
3,7 |
Setuju |
Sumber: Data Primer Diolah (2022)
Berdasarkan data dalam
Tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata responden setuju terhadap pernyataan
bahwa pelayanan yang diberikan oleh pegawai SMA YPVDP sangat terpercaya (
X1.1),dengan perincian sebanyak 46 peserta didik atau 36% menyatakan sangat setuju,sebanyak 61 peserta didik atau sekitar 48%
menyatakan setuju,sebanyak 9 responden atau 7%
menyatakan netral atau kurang setuju dan 9 responden atau sekitar 7% menytakan tidak setuju,dari total
responden yang menytakan kurang setuju dan tidak
setuju beralasan bahawa pelayanan kepercayaan
pelayanan yang diberikan oleh pegawai SMA YPVDP perlu di perbaiki terutama pada
percepatan pelayananya.
2. Analisis Deskriptif
Variabel X2
Hasil analisis deskriptif
persepsi responden terhadap kompetensi guru yang dimiliki oleh tenaga pendidik
SMA YPVDP Bontang yang diukur melalui 4
indikator dengan 9 item yang disajikan dalam Tabel 3.
Tabel 3
Statistik Deskriptif Variabel Kompetensi Guru
|
BUTIR |
PILIHAN JAWABAN |
MEAN |
KETERANGAN |
|||||||||||||
|
1 (STS) |
2 (TS) |
3 (KS) |
4 (S) |
5 (SS) |
||||||||||||
|
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
|||||||
|
X2.1 |
2 |
2% |
12 |
9% |
36 |
28% |
55 |
43% |
21 |
16% |
3,7 |
Setuju |
||||
|
X2.2 |
0 |
0% |
12 |
9% |
32 |
25% |
51 |
40% |
31 |
24% |
3,8 |
Setuju |
||||
|
X2.3 |
1 |
1% |
8 |
6% |
10 |
8% |
49 |
38% |
57 |
45% |
4,2 |
Setuju |
||||
|
X2.4 |
0 |
0% |
9 |
7% |
21 |
16% |
48 |
38% |
48 |
38% |
4,1 |
Setuju |
||||
|
X2.5 |
0 |
0% |
9 |
7% |
18 |
14% |
55 |
43% |
44 |
34% |
4,1 |
Setuju |
||||
|
X2.6 |
0 |
0% |
9 |
7% |
22 |
17% |
55 |
43% |
39 |
30% |
4,0 |
Setuju |
||||
|
X2.7 |
0 |
0% |
10 |
8% |
23 |
18% |
51 |
40% |
42 |
33% |
4,0 |
Setuju |
||||
|
X2.8 |
1 |
1% |
8 |
6% |
14 |
11% |
48 |
38% |
53 |
41% |
4,3 |
Setuju |
||||
|
X2.9 |
1 |
1% |
9 |
7% |
6 |
5% |
44 |
34% |
65 |
51% |
4,1 |
Setuju |
||||
Sumber : Data Primer diolah (2022)
Berdasarkan data dalam
Tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata responden setuju terhadap pernyataan
bahwa Guru SMA YPVDP Bontang memahami kemampuan peserta didik dalam menerima
materi pelajaran ( X2.1),dengan perincian sebanyak 21 peserta didik atau 16% menyatakan
sangat setuju,sebanyak 55 peserta didik atau sekitar
43% menyatakan setuju,sebanyak 36 responden atau 28%
menyatakan netral atau kurang setuju dan 12 responden atau sekitar 9%
menyatakan tidak setuju,dan 2 responden atau 2%
menyatakan sangat tidak setuju. Dari total responden yang menyatakan kurang setuju,tidak setuju dan sangat tidak setuju beralasan bahawa guru kurang memahami dengan teliti kemapuan peserta didik dalam memahami materi yang
diberikan.
3. Analisis Deskriptif
Variabel X3
Hasil analisis deskriptif
persepsi responden terhadap kualitas sarana prasarana yang ada diSMA YPVDP Bontang
yang diukur melalui 4 indikator dengan 8 item dapat dilihat dalam Tabel
4.
Tabel 4
Statistik Deskriptif Variabel Kualitas Sarpras
|
BUTIR |
PILIHAN JAWABAN |
MEAN |
KETERANGAN |
|||||||||
|
1 (STS) |
2 (TS) |
3 (KS) |
4 (S) |
5 (SS) |
||||||||
|
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
|||
|
X3.1 |
1 |
1% |
10 |
8% |
13 |
10% |
47 |
37% |
54 |
42% |
4,1 |
Setuju |
|
X3.2 |
2 |
2% |
12 |
9% |
11 |
9% |
55 |
43% |
46 |
36% |
4,0 |
Setuju |
|
X3.3 |
1 |
1% |
13 |
10% |
26 |
20% |
47 |
37% |
39 |
30% |
3,9 |
Setuju |
|
X3.4 |
2 |
2% |
9 |
7% |
14 |
11% |
54 |
42% |
46 |
36% |
4,0 |
Setuju |
|
X3.5 |
2 |
2% |
13 |
10% |
26 |
20% |
48 |
38% |
38 |
30% |
3,9 |
Setuju |
|
X3.6 |
0 |
0% |
10 |
8% |
21 |
16% |
53 |
41% |
42 |
33% |
4,0 |
Setuju |
|
X3.7 |
1 |
1% |
9 |
7% |
17 |
13% |
45 |
35% |
53 |
41% |
4,1 |
Setuju |
|
X3.8 |
1 |
1% |
10 |
8% |
17 |
13% |
39 |
30% |
58 |
45% |
4,1 |
Setuju |
Sumber : Data Primer diolah ( 2022)
Berdasarkan data dalam
Tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata responden setuju terhadap pernyataan
bahwa Fasilitas yang disediakan oleh sekolah untuk sarana belajar sangat
lengkap ( X3.1),dengan perincian sebanyak 54 peserta didik atau 42% menyatakan
sangat setuju,sebanyak 47 peserta didik atau sekitar
37% menyatakan setuju,sebanyak 13 responden atau 10%
menyatakan netral atau kurang setuju dan 10 responden atau sekitar 8%
menyatakan tidak setuju,dan 1 responden atau 1%
menyatakan sangat tidak setuju. Dari total responden yang menyatakan kurang setuju,tidak setuju dan sangat tidak setuju beralasan bahawa fasilitas yang telah ada perlu diupgrade
ulang agar berfungsi dengan baik.
4. Analisis Deskriptif
Variabel Y
Hasil analisis deskriptif
persepsi responden terhadap kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang yang diukur melalui 3 indikator dengan 5 item
dapat dilihat dalam Tabel 5 berikut :
Tabel 5
Statistik Deskriptif Variabel kepuasan peserta didik
|
BUTIR |
PILIHAN JAWABAN |
MEAN |
KETERANGAN |
||||||||||
|
1 (STS) |
2 (TS) |
3 (KS) |
4 (S) |
5 (SS) |
|
||||||||
|
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
F |
% |
|
|||
|
Y1 |
2 |
2% |
10 |
8% |
10 |
8% |
46 |
36% |
59 |
46% |
4,1 |
Setuju |
|
|
Y2 |
2 |
2% |
10 |
8% |
13 |
10% |
49 |
38% |
53 |
41% |
4,1 |
Setuju |
|
|
Y3 |
2 |
2% |
10 |
8% |
16 |
13% |
45 |
35% |
53 |
41% |
4,1 |
Setuju |
|
|
Y4 |
2 |
2% |
11 |
9% |
14 |
11% |
52 |
41% |
47 |
37% |
4,0 |
Setuju |
|
|
Y5 |
3 |
2% |
10 |
8% |
12 |
9% |
49 |
38% |
53 |
41% |
4,1 |
Setuju |
|
Sumber : data diolah (2022)
Berdasarkan data dalam
Tabel di atas, diketahui bahwa rata-rata responden setuju terhadap pernyataan
bahwa Pelayanan yang diberikan sekolah SMA YPVDP Bontang memberikan rasa aman
dan nyaman ( Y1),dengan perincian sebanyak 59 peserta didik atau 46% menyatakan
sangat setuju,sebanyak 46 peserta didik atau sekitar
36% menyatakan setuju,sebanyak 10 responden atau 8%
menyatakan netral atau kurang setuju dan 10 responden atau sekitar 8%
menyatakan tidak setuju,dan 2 responden atau 2%
menyatakan sangat tidak setuju.
E. Outer Model
Analisa outer model mendefinisikan bagaimana setiap indikator
berhubungan dengan variabel latennya (Hidayatullah, 2018). Outer model (Model Measurement) dalam
analisis Partial Least
Square (PLS) digunakan untuk mengetahui validitas dan
reliabilitas indikator- indikator yang mengukur variabel laten. Model ini menspesifikasi
hubungan antar variabel laten dengan
indikator-indikatornya atau dapat dikatakan bahwa outer
model mendefinisikan bagaimana setiap indikator berhubungan dengan variabel
latennya. Dalam penelitian ini, seluruh variabel, yaitu variabel Kualitas
Pelayanan Administrasi, kompetensi Guru,
Kualitas Sarpras dan kepuasan peserta didik
menggunakan indikator reflektif (Garson, 2016). Adapun
uji outer model untuk indikator reflektif dinilai dengan menggunakan validitas
dan reliabilitas. Terdapat dua jenis
validitas dalam SEM-PLS, yaitu
convergent validity (loading factor dan AVE) dan discriminant validity
(Fornell-Larcker dan Crossloading). Sedangkan reliabilitas diukur dengan
menggunakan nilai composite reliability dan Cronbach’s Alpha (Garson, 2016).
F.
Uji Validitas
1.
Validitas Konvergen
Validitas
konvergen mempunyai makna bahwa seperangkat indikator mewakili satu variabel
laten dan yang mendasari variabel laten tersebut. Perwakilian tersebut dapat
didemonstrasikan melalui nilai (1) loading factor dan (2) nilai rata-rata
varian yang diekstraksi (Average Variance Extracted / AVE). Nilai AVE
setidaknya sebesar 0,5. Nilai ini memggambarkan validitas konvergen yang
memadai yang mempunyai arti bahwa satu variabel laten mampu menjelaskan lebih
dari setengah varian dari indikator-indikatornya dalam rata- rata.
2.
Validitas Diskriminan
Validitas
diskriminan (discriminant validity) merupakan konsep tambahan yang mempunyai
makna bahwa dua konsep berbeda secara konspetual harus menunjukkan perbedaan
yang memadai. Maksudnya ialah seperangkat indikator yang digabung diharapkan
tidak bersifat unidimensional. Pengukuran validitas diskriminan dapat
menggunakan kriteria: (1) Fornell-Lacker dan (2) crossloadings. Postulat
Fornell-Larcker menyebutkan bahwa suatu variabel laten memiliki berbagi varian
lebih dengan indikator yang mendasarinya daripada dengan variabel-variabel
laten lainnya. Perbedaan antara Fornell-Lacker dengan Cross Loading adalah jika kriteria
Fornell-Lacker menilai validitas disrkiminan pada tataran konstruk (variabel
laten), maka cross loading memungkinkan pada tataran indikator.
G. Uji Reliabilitas
Uji
Reliabilitas dilakukan melalui dua cara yaitu berdasarkan nilai Cronbach’s
Alpha dan Composite Reliability sebagai berikut :
Tabel 6
Nilai Cronbach’s Alpha dan Composite
Reliability
|
|
Cronbach's
Alpha |
Reliabilitas
Komposit |
|
Kepuasan
Peserta Didik ( Y ) |
0,933 |
0,949 |
|
Kualitas
Sarana Dan Prasarana ( X3) |
0,951 |
0,959 |
|
Kompetensi
Guru ( X2) |
0,926 |
0,939 |
|
Kualitas
Pelayanan Administrasi ( X1) |
0,949 |
0,956 |
Sumber: Data Output SmartPLS 3.3.7
Diolah (2022)
Reliabilitas atau kehandalan instrumen penelitian untuk indikator reflektif
dapat diuji melalui nilai Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability. Instrumen dikatakan reliabel jika nilai cronbach’s alpha > 0,6 dan
nilai composite reliability
> 0,8. Berdasarkan Tabel 5.5 di atas, diketahui bahwa nilai cronbach’s alpha variabel
Kepuasan Peserta didik 0,933 > 0,6; kualitas sarana prasarana sebesar 0,951
> 0,6; Kompetensi Guru sebesar 0,926; dan kualitas pelayanan administrasi
sebesar 0,949 > 0,6. Ini menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang
digunakan untuk mengukur Kualitas Pelayanan Administrasi, kompetensi Guru,
Kualitas Sarana dan Prasarana dan kepuasan peserta didik reliabel.
1. R Square
( R2)
Nilai R Square adalah koefisien determinasi pada konstruk endogen. Menurut (Chin, 1998), nilai R square sebesar 0.67 (kuat), 0.33 (moderat) dan 0.19
(lemah).
Tabel 7
Nilai R-Square
|
R Square |
Adjusted R Square |
|
|
Kepuasan Peserta Didik ( Y ) |
0,883 |
0,876 |
Sumber: Data Output SmartPLS 3.2.7 Diolah (2022)
Berdasarkan Gambar 5.1
Model Struktural ataupun Tabel 5.9 R-Square,
diketahui bahwa nilai R-Square pada kepuasan peserta
didik ( Y ) sebesar 0,883. Ini
menunjukkan bahwa 88,3% Kualitas pelayanan administrasi,Kompetensi
guru dan kualitas sarpras dijelaskan oleh kepuasan
peserta didik. Adapun sisanya, 100% - 88,3% = 11,7 % dijelaskan oleh konstruk laten lainnya yang tidak dipertimbangkan dalam
penelitian ini. Jadi, dalam model struktural ini diketahui bahwa koefisien
determinasi pada konstruk endogen masuk kategori kuat
menuju sangat kuat. Dengan kata lain, pengaruh kualitas pelayanan administrasi,kompetensi guru dan kualitas sarpras sangat kuat.
2. Effect Size
( F2)
Selain memeriksa R-Square, juga dilakukan pemeriksaan terkait pengaruh
variabel endogen terhadap variabel eksogen yang diketahui berdasarkan nilai effect size (f 2 ) yang disajikan
dalam tabel berikut.
Tabel 8
Nilai Effect Size (f2)
|
|
Kepuasan Peserta Didik ( Y ) |
|
Kepuasan Peserta Didik ( Y ) |
|
|
Kompetensi Guru ( X2) |
0,197 |
|
Kualitas Pelayanan Administrasi ( X1) |
0,229 |
|
Kualitas Sarana Dan Prasarana ( X3) |
0,097 |
Menurut Hair et al.2014, kriteria Effect Size yaitu: jika nilai f 2
sebesar 0,02 dikategorikan sebagai pengaruh lemah variabel laten prediktor (variabel laten eksogenous)
pada tataran struktural, jika nilai f2 sebesar 0,15 dikategorikan sebagai
pengaruh cukup variabel laten prediktor (variabel
laten eksogenous) pada tataran struktural, dan jika
nilai f2 sebesar 0,35 dikategorikan sebagai pengaruh kuat variabel laten prediktor (variabel laten eksogenous)
pada tataran struktural.
H. Pengaruh Kualitas
Pelayanan Administrasi Terhadap Kepuasan Peserta Didik.
Hasil dari pengolahan dan
pengujian pertama menunjukan bahwa hipotesis
diterima, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara
kualitas pelayanan administrasi dengan kepuasan peserta didik. Berdasarkan
persamaan struktural yang terbentuk, diketahui bahwa koefisien jalur kualitas
pelayanan administrasi sebesar 0,814. Ini menunjukkan bahwa
kualitas pelayanan administrasi berpengaruh positif
terhadap kepuasan peserta didik, di mana semakin tinggi kualitas
pelayanan administrasi maka semakin tinggi pula kepuasan yang dirasakan oleh
peserta didik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Asmawati, Nurwahida,
Anisa, & Annisa, 2022) (Rahmayanti, 2019) kualitas pelayanan
administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta
didik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban angket yang diisi oleh peserta didik
SMA YPVDP Bontang yang menyatakan setuju dan sangat setuju pada setiap
pernyataan. Hal ini berarti jika kualitas pelayanan administrasi berkualitas,
maka kepuasan peserta didik juga meningkat.
I. Pengaruh Kompetensi Guru
Terhadap kepuasan Peserta Didik
Hasil dari pengolahan dan
pengujian pertama menunjukan bahwa hipotesis
diterima, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara
kompetensi guru dengan kepuasan peserta didik. Berdasarkan persamaan struktural
yang terbentuk, diketahui bahwa koefisien jalur kualitas pelayanan administrasi
sebesar 0,824. Ini menunjukkan
bahwa kompetensi guru berpengaruh
positif terhadap kepuasan peserta
didik, di mana semakin kompeten seorang guru maka semakin tinggi pula kepuasan
yang dirasakan oleh peserta didik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian yang dilakukan oleh (Yeni Absah & Harahap,
2021) (Abdullatif, 2021)
(DAHRIAL, 2021) (Chalim, 2018) (Aziz, Firdaus, Fajriani,
& Hadiansyah, 2021) Kompetensi guru
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan peserta didik. Hal ini
dapat dilihat dari jawaban angket yang diisi oleh peserta didik SMA YPVDP
Bontang yang menyatakan setuju dan sangat setuju pada setiap pernyataan. Hal
ini berarti jika kompetensi guru meningkat, maka kepuasan peserta didik juga
meningkat.
J. Pengaruh Kualitas Sarana
dan Prasarana terhadap kepuasan Peserta Didik
Hasil dari pengolahan dan
pengujian pertama menunjukan bahwa hipotesis
diterima, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara
kompetensi guru dengan kepuasan peserta didik. Berdasarkan persamaan struktural
yang terbentuk, diketahui bahwa koefisien jalur kualitas pelayanan administrasi
sebesar 0,809. Ini menunjukkan
bahwa kualitas sarpras
berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta didik, di mana
semakin kompeten seorang guru maka semakin tinggi pula kepuasan yang dirasakan
oleh peserta didik. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh (Yeni Absah & Harahap,
2021) (Abdullatif, 2021) (DAHRIAL, 2021) (Rahmayanti, 2019) kualitas sarpras berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban angket yang diisi
oleh peserta didik SMA YPVDP Bontang yang menyatakan setuju dan sangat setuju
pada setiap pernyataan. Hal ini berarti jika kualitas sarpras
meningkat, maka kepuasan peserta didik juga meningkat.
KESIMPULAN
Setelah dilakukan
penelitian pada peserta didik kelas 12 jurusan IPA dan IPS di SMA YPVDP Bontang
sejak bulan maret hingga april
2022 dan melakukan analisis data terdapat beberap
informasi yang diperoleh. Dari hasil analisa baik secara deskriptif maupun
statistik dengan PLS maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah
hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara
kualitas pelayanan administrasi dengan kepuasan peserta didik SMA YPVDP
Bontang, artinya semakin berkualitas pelayanan yang diberikan oleh pegawai SMA
YPVDP maka akan semakin meningkat pula kepuasan peserta didik. Hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi guru
dengan kepuasan peserta didik SMA YPVDP Bontang,artinya
semakin kompeten seorang guru maka akan semakin tinggi nilai kepuasan peserta
didik.
Hasil penelitian menunjukkan
adanya pengaruh positif dan signifikan antara kualitas sarana dan prasarana
dengan kepuasan peserta didik,artinya semakin
berkualitas saran dan prasarana yang ada pada sekolah maka akan semakin
meningkat kepuasan peserta didik. Keterbatasan Penelitian ini berdasarkan pada
pengalaman langsung peneliti dalam proses penelitian ini, ada beberapa
keterbatasan yang dialami dan dapat menjadi perhatian bagi peneliti-peneliti
selanjutnya yang akan datang untuk lebih menyempurnakan penelitiannya. Peneliti
menyadari tentu hasil dari penelitian ini masih banyak kekurangan dan
keterbatasan. Beberapa keterbatasan dalam penelitian tersebut, antara lain pada
saat penelitian ini dilaksanakan proses belajar mengajar pada sekolah masih
daring sehingga pengisian angket dilakukan dengan cara online
menggunakan media google form,
yang berakibat pada kurang efektifnya pengamatan,dimana
pengamatan pengisian angket tidak dapat dilakukan secara langsung sehingga
peneliti tidak bisa membedakan keseriusan dan keobjektifan responden dalam
mengisi angket. Tidak semua responden mendapatkan akses internet yang memadai
sehingga data yang masuk harus dikirim berulang-ulang, hal ini dikerenakan jaringan internet dalam jam-jam tertentu tidak
stabil. Banyaknya responden yang tidak mengikuti proses belajar mengajar
sehingga cukup menyulitkan peneliti dalam menentukan jumlah tetap respondenya.
Berdasarkan kesimpulan
hasil penelitian maka peneliti menyampaikan beberapa saran yang diharapkan
bermanfaat bagi berbagai pihak yang memiliki kepentingan dengan hasil
penelitian. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini disarankan
bagi peneliti berikutnya untuk dapat meneliti atau menambah variabel penelitian
yang dapat mempengaruhi kepuasan peserta didik,sehingga
dapat dijadikan sebagai referensi untuk menentukan kebijakan -kebijakan baru
bagi pemangku yayasan pendidikan vidya dahana patra Bontang. Disarankan bagi peneliti selanjutnya
untuk menambah jumlah responden agar tidak terbatas pada kelas 12 IPA maupun
IPS. Disarankan bagi peneliti selanjutnya agar dapat memilih waktu yang tepat
pada saat menyebarkan angket penelitian agar tidak terjadi gangguan jaringan
yang menyebabkan terhambatnya pengiriman data kuesioner.
Abdullatif, Rusna. (2021). PENGARUH SARANA PRASARANA
AKADEMIK, KUALITAS MENGAJAR DOSEN DAN KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI TERHADAP
LOYALITAS MAHASISWA DENGAN KEPUASAN MAHASISWA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA
UNIVERSITAS NUKU. Jurnal Akrab Juara, 6(5), 210–229. Google Scholar
Arikunto, Suharsimi.
(2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Google Scholar
Asmawati, Andi,
Nurwahida, Nurwahida, Anisa, Nurul, & Annisa, Qonitah. (2022). KEPUASAN
MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN ADMINISTRASI DAN AKADEMIK DI FTK UIN ALAUDDIN
MAKASSAR. Edu-Leadership: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2),
141–152. Google Scholar
Aziz, Rohmanur,
Firdaus, Muhammad Ghilman, Fajriani, Firda, & Hadiansyah, Nur Khopipah.
(2021). Pemberdayaan Masyarakat Di Masa Covid 19 Melalui Program Swasembada
Dalam Rumah Sebagai Penunjang Ketahanan Pangan. PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG
DJATI BANDUNG, 1(9), 240–251. Google
Scholar
Chalim, Saifuddin.
(2018). Pengaruh Misi, Kurikulum, Dan Kepemimpinan Di Perguruan Tinggi Terhadap
Perilaku Anti-Radikalisme Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1),
33–43. Google Scholar
Chin, Wynne W. (1998).
The partial least squares approach to structural equation modeling. Modern
Methods for Business Research, 295(2), 295–336. Google Scholar.
DAHRIAL, DAHRIAL.
(2021). PENGARUH MANAJEMEN SEKOLAH, GURU, SARANA PRASARANA TERHADAP KEPUASAN
SISWA. Journal of Education and Culture, 1(2). Google Scholar
Garson, G. David.
(2016). Single User License . Do not copy or post . Single User License . Do
not copy or post . Google Scholar
Hidayatullah, LBM.
(2018). Pengaruh Kelengkapan Sarana Prasarana, Budaya Organisasi, Dan
Kompensasi Terhadap Motivasi Kerja Guru Di Madrasarah Aliyah Negeri (Man) Kota
Probolinggo. Gastronomía Ecuatoriana y Turismo Local., 1(69),
5–24. Google Scholar
Iqbal, Asif, &
Javaid, Zahida. (2019). Effect of Teachers’ Competencies on Scholars’
Academic Achievement and Satisfaction. Google
Scholar
Karakas, Klára Morvay.
(2014). Importance and impact of guest satisfaction. Applied Studies in
Agribusiness and Commerce, 8(4), 31–37. Google
Scholar
Rahmayanti, Firda.
(2019). Pengaruh Kualitas Layanan Sarana Dan Prasarana Terhadap Kepuasan
Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Makassar. Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar. Google Scholar
Sudjana, Nana. (2009).
dan Ibrahim.(2004). Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Google Scholar
Sugiyono, D. (2013). Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Google
Scholar
Surahman, Bambang.
(n.d.). Pengaruh Kualitas Pelayanan Administrasi Terhadap Kepuasan Mahasiswa
pada Fakultas Teknik Universitas Gajah Putih Abstrak Proses pelaksanaan
pelayanan yang diberikan oleh Fakultas Teknik masih terdapat beberapa masalah
yang cukup signifikan sehingga menur. 2022, 59–73. Google
Scholar
Suwarni, Sopiah,
Moerdiono, Achmad, Prihatining, Ita, & . E. M. Sangadji. (2020). The Effect
of Lecturers’ Competency on Students’ Satisfaction through Perceived Teaching
Quality. KnE Social Sciences, 2020(2017), 1–14.
https://doi.org/10.18502/kss.v4i9.7311. Google
Scholar
Yeni Absah, Beby
Karina, & Harahap, R. Hamdani. (2021). Strategies to improve student
satisfaction through the quality of online learning facilities and
infrastructure, characteristics of academic staff, lecturers competence, and
good university governance in Medan. Google
Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |