Michael Ricardo Sipayung, Marlon Sihombing
Universitas Sumatera Utara, Medan, Sumatera Utara, Indonesia
michaelricardo788@gmail.com, mrlnsihombing@gmail.com
|
|
Abstrak |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Mei 2022 10 Juni 2022 20 Juni 2022 |
Latar Belakang : Perkembangan dalam bidang kuliner (makanan & minuman) di Kota Medan telah berkembang pesat, contohnya pada Hidden Place Cafe. Akan tetapi sumber daya manusia yang digunakan masih belumlah maksimal. Tujuan : Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan disiplin kerja, motivasi kerja, pengalaman kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada Hidden Place Cafe. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data primer melalui kegiatan observasi dan wawancara. Pengambilan data sekunder melalui dokumentasi. Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah penerapan disiplin kerja, motivasi kerja, dan pengalaman sudah berjalan dengan baik dan dapat dilihat melalui adanya peningkatan dalam kinerja karyawan. Kesimpulan : Namun, masih perlu adanya peningkatan dalam penerapannya agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi dan para karyawan dapat bekerja secara maksimal seperti yang diharapkan. Kata
Kunci : Disiplin Kerja; Motivasi Kerja;
Pengalaman; Kinerja |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: Developments in the
culinary field (food & beverage) in Medan City have grown rapidly, for
example at Hidden Place Cafe. However, the human resources used are still not
optimal. Objectives: So the purpose of this
study is to determine the application of work discipline, work motivation,
work experience in improving employee performance at Hidden Place Cafe. Methods: This research uses a
qualitative approach with a descriptive type of research. Primary data
collection techniques through observation and interview activities. Secondary
data retrieval through documentation. Results: The result of this study
is that the application of work discipline, work motivation, and experience
has gone well and can be seen through an increase in employee performance. Conclusion: However, there is still a
need for improvement in its application in order to obtain even better
results and employees can work optimally as expected. Keywords: Labor Discipline; Work
Motivation; Experience; Performance |
|
*Correspondent Author : Michael Ricardo Sipayung
Email : michaelricardo788@gmail.com
PENDAHULUAN
Perkembangan
zaman milenial saat ini, seluruh aspek kehidupan
manusia mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan perkembangan
kuliner yang terjadi di Indonesia terlebih pada kota-kota besar seperti pada
Kota Medan. Seiring perkembangan kafe di Kota Medan, semakin banyak variasi dan
layanan yang ditawarkan kafe untuk menarik perhatian pengunjung. Dari yang
hanya menawarkan jaringan Wi-Fi, sampai dengan
layanan pesan antar. Selain terus berinovasi dan mengembangkan hal-hal baru,
salah satu faktor penting yang juga mempengaruhi berjalannya suatu perusahaan
atau organisasi adalah sumber daya manusia.
Berhasil atau tidaknya suatu perusahaan atau organisasi bergantung pada
sumber daya manusia. Oleh karena itu, suatu perusahaan atau organisasi harus
menjamin bahwa sumber daya manusia yang digunakan bermutu dan memiliki kualitas
yang baik agar dapat mendukung dan meningkatkan kualitas perusahaan atau
organisasi tersebut
Salah
satu faktor dari sumber daya manusia adalah kinerja. Kinerja merupakan hal yang
penting dan memiliki banyak manfaat dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Perusahaan atau organisasi mengharapkan kinerja yang baik dari para karyawan.
Tanpa adanya kinerja yang baik dari para karyawan, akan sangat sulit untuk
perusahaan atau organisasi mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu,
perkembangan perusahaan atau organisasi sangat bergantung pada kinerja dari
setiap karyawan. Kinerja karyawan tersebut dapat dilihat dalam melaksanakan
tugas dan pencapaian target sampai dengan waktu yang ditentukan. Pada prakteknya di lapangan tidak semua karyawan memiliki
kinerja yang baik, ada beberapa karyawan
yang memiliki kinerja yang kurang baik. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian
penuh pada kinerja karyawan, sehingga dalam melakukan pengelolaan karyawan
dapat dilakukan evaluasi ataupun perbaikan terhadap karyawan yang memiliki
kinerja bermasalah. Selain itu juga kinerja karyawan dipengaruhi beberapa
faktor seperti kedisiplinan para karyawan dalam bekerja, motivasi yang
mendukung para karyawan untuk melakukan suatu pekerjaan, pengalaman kerja yang
dimiliki setiap individu
(Veithzal Rivai Zainal,
2011) menjelaskan bahwa disiplin
kerja adalah suatu alat yang dipergunakan para manajer untuk berkomunikasi
dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta
sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang dalam
memenuhi segala peraturan perusahaan. Pemimpin harus dapat memberi contoh sikap
yang baik agar dapat mengarahkan dan membimbing para pegawai menjadi lebih
disiplin lagi dalam bekerja sesuai dengan aturan yang dibuat pada suatu
organisasi dan perusahaan. Selain dari faktor kedisiplinan kerja, faktor
lainnya adalah motivasi kerja. Menurut (Toland, 1996) (Kadarisman, 2013) mengemukakan bahwa motivasi
kerja adalah sebagai pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjaanya dengan lebih baik, juga merupakan faktor yang
membuat perbedaan antara sukses dan gagalnya dalam banyak hal dan merupakan
tenaga emosional yang sangat penting untuk sesuatu pekerjaan baru. Perusahaan
atau organisasi perlu memberikan motivasi pada karyawan jika ingin mencapai
target yang diinginkan oleh perusahaan atau organisasi Motivasi kerja perlu dilakukan agar para karyawan
lebih bersemangat dalam mencapai tujuan perusahaan dan mau mengerahkan seluruh
tenaganya.
Menurut
(Jontinus Manullang &
Purba, 2021) pengalaman kerja adalah
proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan
karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan.
Pengalaman kerja juga sangat membantu perusahaan dalam mengarahkan para
pegawainya dikarenakan para pegawai sudah mulai dewasa dan sudah memahami
hal-hal apa saja yang dilakukan dalam dunia pekerjaan. Terdapat beberapa
permasalahan dalam Hidden Place Cafe contohnya dalam masalah ketidakhadiran
karyawan Hidden Place
Cafe Januari-Juni 2021 yang menyatakan adanya peningkatan ketidakhadiran
karyawan. Sehingga dapat dikatakan bahwa disiplin kerja karyawan masih perlu
diperhatikan. Selain itu, adanya masalah dalam penyajian makanan dan minuman
yang dipesan. Hal ini sering dikeluhkan oleh para konsumen terlebih pada saat
keadaan ramai pengunjung. Sering kali fokus para karyawan menjadi buyar yang
diakibatkan banyaknya pesanan yang mengantri untuk
diantarkan dan membuat para konsumen menunggu lama. Motivasi bekerja pada
karyawan pun harus menjadi perhatian, dikarenakan motivasi dalam bekerja sangat
menentukan prestasi bagi karyawan.
Para
karyawan di Hidden Place
Cafe terkadang melakukan kesalahan seperti hilangnya fokus dalam bekerja
dan melamun saat bekerja sehingga tidak maksimalnya pekerjaan yang dilakukan.
Pengalaman kerja juga harus ditingkatkan oleh para karyawan Hidden
Place Cafe karena pengalaman dalam bekerja
mencakup banyak hal seperti: pengalaman dalam melayani pengunjung, pengalaman
dalam menyajikan pesanan pengunjung dan masih banyak lagi. Para karyawan masih
memiliki kekurangan dalam pelayanan kepada para pengunjung seperti kurang ramah
terhadap pelanggan dan penyajian makanan seperti cita rasa dari makanan dan
minuman sering berbeda rasa yang biasanya disebabkan oleh perasaan hati dari
karyawan yang menyajikan makanan tersebut. Berdasarkan dari latar belakang dan
uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Hidden Place Cafe
dengan judul “Analisis Penerapan Disiplin Kerja, Motivasi Kerja dan Pengalaman
dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada Hidden
Place Cafe”.
Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji, untuk menganalisa penerapan disiplin kerja dalam meningkatkan
kinerja karyawan pada Hidden Place Cafe, untuk menganalisa
penerapan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada Hidden Place Cafe.
Untuk menganalisa penerapan pengalaman dalam meningkatkan
kinerja karyawan pada Hidden Place Cafe. Untuk mengetahui peran penerapan disiplin
kerja, motivasi kerja, dan pengalaman terhadap kinerja karyawan Hidden Place Cafe.
A.
Disiplin Kerja
Menjelaskan
bahwa disiplin kerja adalah suatu alat yang dipergunakan para manajer untuk
berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu
perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan
seseorang dalam memenuhi segala peraturan perusahaan (Veithzal Rivai Zainal,
2011). (Hasibuan & Silvya,
2019) disiplin kerja adalah
kesadaran dan kesediaan seseorang untuk menaati semua peraturan perusahaan dan
norma-norma sosial yang berlaku. (Hartatik & Mahawati,
2014) disiplin adalah suatu keadaan
tertentu dimana orang-orang yang tergabung dalam
organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan rasa senang hati
Menurut
(Veithzal Rivai Zainal,
2011), menyebutkan bahwa disiplin
kerja mempunya beberapa indikator diantaranya sebagai
berikut :
1)
Kehadiran. Hal ini menjadi
indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan dan biasanya karyawan yang
memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk terlambat dalam bekerja
2)
Ketaatan pada peraturan kerja.
Karyawan yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja
dan akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.
3)
Ketaatan pada standar kerja.
Hal ini dapat dilihat melalui besarnya tanggung jawab karyawan dengan tugas
yang diarahkan kepadanya.
4)
Tingkat kewaspadaan tinggi.
Karyawan memiliki kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh
perhitungan dan ketelitian dalam bekerja, serta selalu menggunakan sesuatu
secara efektif dan efisien.
5)
Bekerja etis. Beberapa
karyawan mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan ke pelanggan atau terlibat
dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan salah satu bentuk tindakan
indisipliner, sehingga bekerja etis sebagai salah satu wujud dari disiplin
kerja karyawan.
B.
Motivasi Kerja
Menurut
(Kadarisman, 2013) mengemukakan bahwa motivasi
kerja adalah sebagai pendorong bagi seseorang untuk melakukan pekerjannya dengan lebih baik, juga merupakan faktor yang
membuat perbedaan antara sukses dan gagalnya dalam banyak hal dan merupakan
tenaga emosional yang sangat penting untuk sesuatu pekerjaan baru. Menurut (Veithzal Rivai Zainal,
2011) (Kadarisman, 2013) mengemukakan bahwa motivasi
adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang memengaruhi individu untuk
mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang
invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong
individu untuk bertingkah laku dalam mencapai tujuan. (Sari & Widodo, 2015) motivasi adalah kekuatan yang
ada dari dalam
seseorang, yang mendorong perilakunya untuk melakukan tindakan
Menurut
(Giroux & Robbins,
2015) motivasi kerja karyawan
dipengaruhi oleh:
1)
Kebutuhan fisik
Kebutuhan
yang harus dipuaskan untuk dapat tetap hidup dan harus dipenuhi, seperti
contohnya makanan, rumah, pakaian, udara untuk bernafas, dan sebagainya.
2)
Kebutuhan akan keamanan dan
keselamatan
Kebutuhan
akan keselamatan dan keamanan adalah kebutuhan yang diperlukan agar dapat bebas
dari ancaman secara fisik seperti ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam
melakukan pekerjaan. Selain itu juga ancaman psikologis seperti adanya
perlakuan yang baik dan adil pada organisasi dan perusahaan tersebut.
3)
Kebutuhan sosial
Kebutuhan
sosial adalah kebutuhan bersosialisasi seperti adanya sahabat, interaksi yang
baik, merasa dicintai dan mencintai, serta dapat diterima pada lingkungan
masyarakat dan pekerjaannya.
4)
Kebutuhan akan penghargaan
diri
Kebutuhan
akan penghargaan adalah kebutuhan untuk dihormati dan dihargai atas apa yang dimiliki
ataupun kemampuan yang dimilikinya, serta adanya pengakuan terhadap prestasi
yang telah dilakukannya.
5)
Kebutuhan perwujudan diri
Kebutuhan
untuk bertumbuh dan berkembang serta menggunakan kemampuan, keterampilan, dan
potensi dalam bentuk yang nyata untuk mencapai suatu prestasi yang memuaskan
C.
Pengalaman
(Joshua Lagutan Manullang,
2020) pengalaman kerja adalah
proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan
karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Nitisemito dalam (Sartika, 2015) pengalaman kerja adalah
sesuatu atau kemampuan yang dimiliki oleh para karyawan dalam menjalankan
tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. (Syukur, Supriyono, &
Suparwati, 2019) mengemukakan bahwa pengalaman
kerja adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang pernah diduduki sebelumnya
selama kurun waktu tertentu. Berdasarkan pengertian pegalaman
kerja menurut para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman kerja adalah
kegiatan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam
melakukan suatu pekerjaan.
Menurut
(Sartika, 2015) indikator pengalama
kerja yaitu:
1)
Lama waktu/ masa kerja.
Ukuran
tentang lama waktu atau masa kerja yang telah ditempuh seseorang sehingga dapat
memahami tugas-tugas suatu pekerjaan dan telah melaksanakan dengan baik
2)
Tingkat pengetahuan dan
keterampilan yang dimiliki.
Pengetahuan
merujuk pada konsep, prinsip, prosedur, kebijakan atau informasi lain yang
dibutuhkan oleh karyawan. Pengetahuan juga mencakup kemampuan untuk memahami
dan menerapkan informasi pada tanggung jawab pekerjaan. Sedangkan keterampilan
merujuk pada kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai atau menjalankan
suatu tugas atau pekerjaan.
3)
Penguasaan terhadap pekerjaan
dan peralatan.
Tingkat
penguasaan seseorang dalam pelaksanaan aspek-aspek teknik peralatan dan teknik
pekerjaan.
D.
Kinerja Karyawan
Menurut
(Hasibuan & Silvya,
2019) mengemukakan bahwa kinerja
adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas
yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan
kesungguhan. Menurut (Rivai, 2014) kinerja merupakan perilaku
nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh
karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan. (Mangkunegara, 2012) mendefinisikan kinerja adalah
hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Berdasarkan
pengertian para ahli diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa kinerja karyawan adalah suatu pencapaian yang didapat oleh seseorang
dalam melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kinerja karyawan menurut (Gill & Kasmir, 2016):
1)
Kemampuan dan Keahlian
Kemampuan
atau skill yang dimiliki seseorang dalam suatu
pekerjaan. Semakin memiliki kemampuan dan keahlian maka akan dapat
menyelesaikan pekerjaannya secara benar, sesuai dengan yang telah ditetapkan.
2)
Pengetahuan
Pengetahuan
adalah tentang pekerjaan. Seseorang yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan
secara baik akan memberikan hasil pekerjaan yang baik, demikian pula
sebaliknya.
3)
Rancangan Kerja
Rancangan
pekerjaan akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya. Artinya jika suatu
pekerjaan memiliki rancangan yang baik, maka akan memudahkan untuk menjalankan
pekerjaan tersebut secara tepat dan benar.
4)
Kepribadian
Yaitu
kepribadian seseorang atau karakter yang dimiliki seseorang. Setiap orang
memiliki kepribadian atau karakter yang berbeda satu sama lainnya. Seseorang
yang memiliki kepribadian atau karakter yang baik, akan dapat melakukan
pekerjaan secara sungguh-sungguh penuh tanggung jawab sehingga hasil
pekerjaannya juga baik
5)
Motivasi Kerja
Motivasi
kerja merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan. Jika
memiliki dorongan yang kuat dari dalam dirinya atau dorongan dari luar dirinya,
maka karyawan akan terangsang atau terdorong untuk melakukan sesuatu dengan
baik. Motivasi kerja yang baik akan memengaruhi kinerja.
6)
Kepemimpinan
Perilaku
seorang pemimpin dalam mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk
mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
7)
Gaya Kepemimpinan
Gaya
atau cara seorang pemimpin dalam mengatur bawahanya.
Artinya memiliki cara sendiri dalam memperlakukan para bawahan dan tentunya gaya
kepemimpinan setiap orang akan berbeda-beda.
8)
Budaya Organisasi
Kebiasaan
atau norma yang berlaku oleh suatu organisasi atau perusahaan. Kebiasaan yang
mengatur hal-hal yang berlaku dan diterima secara umum serta harus dipatuhi oleh
segenap anggota suatu perusahaan.
9)
Kepuasan Kerja
Merupakan
perasaan senang atau gembira, atau perasaan suka seseorang sebelum dan setelah
melakukan suatu pekerjaan. Jika karyawan merasa senang atau gembira atau suka
untuk bekerja, maka hasil pekerjaannya pun akan berhasil baik.
10)
Lingkungan Kerja
Merupakan
suasana atau kondisi lokasi tempat bekerja. Lingkungan kerja dapat berupa
ruangan, layout, sarana dan prasana,
serta hubungan kerja dengan sesama rekan kerja. Jika lingkungan kerja dapat
membuat suasana nyaman dan memberikan ketenangan maka akan membuat suasana
kerja menjadi kondusif, sehingga dapat meningkatkan hasil kerja seseorang
menjadi lebih baik, karena bekerja tanpa gangguan. Namun sebaliknya jika
suasana atau kondisi lingkukngan kerja tidak
memberikan kenyamanan atau ketenangan, maka akan berakibat suasana kerja
menjadi terganggu yang pada akhirnya akan mempengaruhi dalam bekerja. Dengan
demikian, dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja memengaruhi kinerja seseorang.
11)
Loyalitas
Kesetiaan
untuk tetap bekerja dan membela perusahaan dimana
tempatnya bekerja.
12)
Komitmen
Keterikatan
karyawan untuk menjalankan kebijakan atau peraturan perusahaan.
13)
Disiplin Kerja
Merupakan
usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas kerjanya secara sungguh-sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini
dapat berupa waktu, misalnya masuk kerja selalu tepat waktu. Kemudian disiplin
dalam mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya sesuai dengan perintah yang
harus dikerjakan. Karyawan yang disiplin akan memengaruhi kinerja
Dari
beberapa faktor yang memengaruhi kinerja karyawan diatas
peneliti mengangkat faktor disiplin kerja, motivasi kerja dan pengalaman
(kemampuan, keahlian dan pengetahuan).
METODE PENELITIAN
Penelitian yang akan dilakukan
pada skripsi ini akan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif, ini dikarenakan peneliti akan mengkaji bagaimana Analisis Penerapan
Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, dan Pengalaman Dalam Meningkatkan Kinerja
Karyawan pada Hidden Place
Cafe. Penelitian kualitatif mewajibkan seorang peneliti agar dapat mencari
tahu apa-apa saja yang terjadi didalam suatu
organisasi atau perusahaan secara rinci dan mendalam. Menurut (Sugiyono, 2013) metode kualitatif adalah
metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah (sebagai lawannya
adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai
instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbal.
Informan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut
a.
Informan kunci, yaitu mereka
yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam
penelitian. Informan kunci pada penelitian ini adalah Riska Audifa
Iqbal selaku pemilik dari Hidden Place Cafe.
b.
Informan utama, yaitu mereka
yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti. Informan
utama pada penelitian ini adalah Agus dan Yusuf selaku pramusaji dan barista pada Hidden Place Cafe
c.
Informan tambahan, yaitu
mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam
interaksi sosial. Informan tambahan pada penelitian ini adalah Arep Hidayat
selaku konsumen dari Hidden Place Cafe.
Data merupakan hasil dari
keseluruhan fakta-fakta yang diperoleh dari penelitian yang terukur. Untuk
mendapatkan data yang akurat tersebut harus digunakan suatu alat ukur atau
disebut instrumen penelitian yang baik. Teknik pengumpulan data melalui hasil
dari wawancara informan, observasi ke lapangan, penelitian dari sumber-sumber
yang telah ada sebelumnya, jurnal, dokumen, buku. Teknik Analisis Data
Kualitatif Menurut (Sugiyono, 2013), langkah-langkah dalam
menganalisis data kualitatif adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Data Penerapan
Disiplin Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Disiplin kerja merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Seorang karyawan yang
memiliki disiplin yang baik akan memiliki kinerja yang baik. Pada indikator
kehadiran para karyawan sudah memiliki kepatuhan, namun masih memiliki kekurangan
yaitu terlambat. Pada indikator kepatuhan terhadap peraturan dan standar kerja
para karyawan sudah dapat mematuhi peraturan dan standar yang berlaku dalam
bekerja contohnya seperti mempersiapkan peralatan 30 menit sebelum kafe dibuka,
membersihkan area kafe sebelum dan sesudah kafe beroperasi, dan pada saat tutup
kafe memastikan seluruh peralatan dalam keadaan mati dan bersih. Pada indikator
tingkat kewaspadaan yang tinggi juga menjadi sorotan dimana
para karyawan masih melakukan kesalahan, terutama karyawan yang berinteraksi
langsung dengan para pengunjung.
Kesalahan yang dilakukan
seperti salah dalam membuat pesanan yang dipesan, adanya kesalahan pengantaran
makanan dan minuman kepada pengunjung, namun para karyawan meminta maaf dan
dengan sigap langsung mengganti pesanan sesuai dengan yang dipesan oleh para
pengunjung. Pada indikator bekerja etis para karyawan memiliki sikap yang baik
dalam melayani para pengunjung, dapat dilihat dari para karyawan melayani
pengunjung dengan sabar dan melaksanakan permintaan-permintaan yang diinginkan
oleh pengunjung. Terlepas dari itu semua, karyawan Hidden
Place dalam melakukan pekerjaanya
telah menerapkan disiplin kerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari sudah
terpenuhinya indikator-indikator dalam menilai kedisiplinan karyawan.
B. Analisis Data Penerapan
Motivasi Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Motivasi kerja merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Berdasarkan hasil
wawancara yang telah dilakukan oleh penulis kepada para informan mengenai
motivasi kerja karyawan Hidden Place Cafe. Seluruh informan menyatakan bahwa para karyawan
sudah memiliki motivasi kerja yang baik dapat dilihat dari indikator yang
menjadi alat pengukur. Para karyawan Hidden
Place Cafe mendapatkan gaji yang cukup, yang
dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan
lainnya. Dalam jaminan keamanan dan keselamatan selama bekerja di Hidden Place Cafe,
pihak manajemen kafe juga menjamin keselamatan bekerja dengan turut
mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam Badan Penjamin Jaminan Sosial atau
sering disebut BPJS Ketenagakerjaan. Para karyawan juga bekerja dengan baik dan
merasa nyaman selama bekerja, hal ini terjadi karena adanya interaksi yang
terjalin dengan baik antara atasan dengan bawahan terlebih adanya kerja sama
yang baik antar karyawan yang bekerja di Hidden
Place Cafe sehingga rasa nyaman itu dapat muncul
dari para karyawan.
Pihak manajemen juga
selalu mengapresiasi seluruh kerja keras yang telah dilakukan oleh para
karyawan terbukti dengan adanya bonus yang didapatkan apabila target penjualan
tercapai, bonus tersebut diberikan diawal bulan yang
dibayarkan sekaligus dengan gaji karyawan, selain bonus apabila target
penjualan harian terpenuhi pihak manajemen kafe juga mengadakan makan bersama
di saat kafe sudah tutup. Para karyawan juga dituntut untuk menciptakan suatu
makanan atau minuman yang baru, dimana setiap
bulannya akan diadakan evaluasi terhadap menu makanan dan minuman yang kurang
diminati pengunjung akan digantikan menu baru yang diciptakan oleh barista dan koki Hidden
Place Cafe, ini menunjukan
bahwa indikator kebutuhan perwujudan diri telah dilaksanakan karena para barista dan koki dituntut untuk menggunakan waktu dan
kemampuan yang dimiliki untuk menciptakan sesuatu yang baru. Dari penjelasan di
atas maka dapat disimpulkan dalam motivasi kerja para karyawan Hidden Place Cafe
sangat mendukung peningkatan terhadap kinerja karyawan.
C. Analisis Data Pengalaman
Kerja Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan
Pengalaman kerja merupakan
hal yang penting karena didalamnya terdapat
pengetahuan dan kemampuan dalam bekerja sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan
Berdasarkan hasil dari wawancara yang dilakukan penulis terhadap informan mengenai pengalaman kerja karyawan
dapat diketahui, bahwa pihak manajemen Hidden
Place Cafe tidak menetapkan jumlah waktu
pengalaman kerja sebelum masuk menjadi karyawan Hidden
Place Cafe. Terlepas dari itu semua seluruh
karyawan Hidden Place
Cafe melewati masa training yang berarti masa
pembelajaran, pada masa itulah para karyawan menyesuaikan diri dengan pekerjaan
dan juga alat-alat yang digunakan. Oleh karena itu saat ini para karyawan sudah
dapat menguasai pekerjaan dan sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan
terkait pekerjaan yang dipercayakan kepada para karyawan. Semakin lama waktu
dalam bekerja pada suatu pekerjaan akan semakin mahir atau semakin berpengalaman
dalam melakukan pekerjaan tersebut.
KESIMPULAN
Gill, Lesley,
& Kasmir, Sharryn. (2016). History, politics, space, labor: on unevenness
as an anthropological concept. Dialectical Anthropology, 40(2),
87–102. Google Scholar
Giroux, Henry A.,
& Robbins, Christopher G. (2015). Giroux reader. Routledge. Google Scholar
Hartatik, Sri, &
Mahawati, Eni. (2014). HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DAN POLA KERJA TERHADAP
KELUHAN SUBYEKTIF MUSCULOSKELETAL PADA KARYAWAN BAGIAN SORTIR AREA FINISHING DI
PT PURA BARUTAMA UNIT PM 5/6/9 KUDUS. Google
Scholar
Hasibuan, Jasman
Saripuddin, & Silvya, Beby. (2019). Pengaruh Disiplin Kerja dan Motivasi
Terhadap Kinerja Karyawan. Prosiding Seminar Nasional USM, 2(1),
134–147. Google Scholar
Kadarisman, Muh.
(2013). Analysis on factors that influence job satisfaction of government
employees. BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Organisasi,
19(1). Google Scholar
Mangkunegara, A. A.
Anwar Prabu. (2012). Perilaku konsumen. Google Scholar
Manullang, Jontinus,
& Purba, Sartika Dewi. (2021). PERFORMANCE ASSESSMENT DECISION SUPPORT
SYSTEM FOR MEDICOM’S BEST EMPLOYEE DETERMINATION WITH FUZZY SUGENO METHOD. INFOKUM,
9(2, June), 550–557. Google Scholar
Manullang, Joshua
Lagutan. (2020). ANALAISI PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN STRESS KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA PDAM KOTA BATU 2019). Jurnal Ilmiah Mahasiswa
FEB, 8(2). Google Scholar
Rivai, Veithzal.
(2014). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Edisi Keempat, PT. Rajagrafindo
Persada, Jakarta. Google Scholar
Sari, Selsia Kartika,
& Widodo, Prasetyo Budi. (2015). Komunikasi Interpersonal Antar Karyawan
Dan Motivasi Kerja Pada Karyawan Pt Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor
Wilayah Semarang. Jurnal Empati, 4(4), 304–308. Google Scholar
Sartika, Amwiarni.
(2015). Pengaruh Kompetensi, Disiplin Kerja Dan Pengalaman Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota
Palu. Katalogis, 3(1). Google Scholar
Sugiyono, Dr. (2013). Metode
penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Google Scholar
Syukur, Abdul,
Supriyono, Edy, & Suparwati, Yohana Kus. (2019). Pengaruh kepemimpinan,
komunikasi organisasi dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai
Sekretariat DPRD Kabupaten Tegal. Magisma: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis,
7(2), 28–37. Google Scholar
Toland, John F.
(1996). Stokes waves. Topological Methods in Nonlinear Analysis, 7(1),
1–48. Google Scholar
Veithzal Rivai Zainal,
Ella Jauvani Sagala. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan.
Google Scholar
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |