ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BERINVESTASI DI PASAR
MODAL BAGI GENERASI MILENIAL
Apra Belisca, Muhammad Hidayat, Syofiana
Universitas Muhammadiyah Riau, Pekanbaru, Riau, Indonesia
190301223@student.umri.ac.id, 190301243@student.umri.ac.id, 190301213@student.umri.ac.id
|
|
Abstrak |
|
|
Received: 01 April 2022 Revised : 10 April 2022 Accepted: 15 Mei 2022 |
|
Latar Belakang : Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Akuntansi universitas Muhammadiyah Riau yang telah mendapatkan mata kuliah Manajemen investasi ataupun Pasar Modal. Jumlah sampel sebanyak 67 orang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, pengetahuan pasar modal, dan preferensi risiko terhadap minat berinvestasi generasi milenial. Metode : Jenis penelitian yang digunakan
adalah eksplanatory
research dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan Akuntansi yang sudah mengikuti
matakuliah pasar modal dan manajemen
investasi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh motivasi terhadap minat berinvestasi generasi milenial, terdapat pengaruh pengetahuan pasar modal terhadap
minat berinvestasi generasi milenial, terdapat pengaruh preferensi risiko terhadap minat berinvestasi generasi milenial. Terdapat pengaruh simultan antara motivasi, pengetahuan pasar modal, dan preferensi
risiko terhadap minat berinvestasi pada generasi milenial di Universitas Muhammadiyah Riau. Kesimpulan : Motivasi, pengetahuan pasar modal, dan preferensi risiko secara simultan berpengaruh terhadap minat berinvestasi di pasar modal. Kata
Kunci : Motivasi; pengetahuan pasar modal;
preferensi risiko; minat berinvestasi. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
Background: The sample of this study were students
of the Accounting Department of Muhammadiyah Riau University who had received
courses in Investment Management or Capital Markets. The number of samples is
67 people. Objectives: This study aims to determine the
effect of motivation, capital market knowledge, and risk preferences on
millennial generation's investment interest. Methods: The type of research used is
explanatory research with a quantitative approach. The research population is
students majoring in Accounting who have taken
courses in capital markets and investment management. Sampling technique
using purposive sampling, data collection using a questionnaire. Conclusion: Motivation, capital market
knowledge, and risk preferences simultaneously affect interest in investing
in the capital market. Keywords: Motivation; capital market knowledge; risk
preference; investment intention. |
|
*Correspondent Author :
Apra Belisca
Email : 190301223@student.umri.ac.id
PENDAHULUAN
Bagi
perekonomian suatu Negara, pasar modal memiliki peran yang sangat penting
karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama pasar modal sebagai
sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana untuk mendapatkan dana dari
masyarakat pemodal (investor). Kedua, yaitu pasar modal sebagai sarana bagi
masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan. Keikutsertaan masyarakat
investor melalui instrumen pasar modal menjadi harapan bersama untuk memberikan
sumbangan bagi pembangunan ekonomi secara nasional (Yusuf, 2019).
Jumlah
investor di pasar modal memang terus meningkat, namun jumlah tersebut masih
sangat sedikit bahkan tidak mencapai 1% dari total penduduk indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian indonesia
masih memiliki sangat banyak peluang untuk berkembang melalui pasar modal namun
masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Dilihat dari segi demografi, pada
profil investor yang tercatat berdasarkan data Press Release KSEI per tanggal 31 Juli 2017, porsi investor kaum
muda yaitu mereka yang berusia antara 21 sampai 30 tahun berada di posisi
puncak yakni sebesar 26,24 persen. Hal ini menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki minat berinvestasi yang cukup besar
dibanding generasi lainnya (Hati & Harefa, 2019). Berdasarkan
Studi Investor Global 2017, generasi yang lebih tua memiliki kecenderungan lebih
tinggi untuk menginvestasikan pendapatan yang siap dibelanjakan dalam bentuk
sekuritas dibandingkan generasi milenial dan mereka
cenderung lebih berani mengambil risiko (Irianto & Febrianti, 2017). Namun,
dari survei yang melibatkan 18.000 responden dari 16 negara termasuk Indonesia
oleh HSBC Media Advisory 2017 (Trudeau & McLarney, 2017),
diketahui bahwa, kaum milenial adalah mereka yang
terlihat lebih berani mengambil risiko dalam berinvestasi. Sebanyak 39% milennial sangat tertarik untuk mengambil investasi
berisiko untuk menjamin kondisi finansial mereka stabil.
Pada kenyataan di lapangan, dapat diketahui
bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih merasa khawatir untuk
berinvestasi di pasar modal. Hal ini disebabkan oleh karna masyarakat dihantui
oleh rasa takut akan kerugian, modal dapat hilang, dan efek-efek negatif
lainnya dari berinvestasi di pasar modal. Menurut (Irianto & Febrianti, 2017),
pengetahuan sebagian masyarakat yang masih awam terkait dunia investasi di
pasar modal Indonesia sehingga menyebabkan persepsi yang keliru. Saat seseorang
berniat untuk berinvestasikan di pasar modal dengan pengetahuan investasi yang
minim, orang tersebutmemiliki kecenderungan lebih
besar untuk terjerumus dalam investasi bohong atau penipuan sehingga akan merasa dirugikan. Oleh sebab
itu pengetahuan investasi sangat penting bagi masyarakat Indonesia sehingga
tidak lagi khawatir ataupun mengalami penipuan serta dapat merasa aman dalam
berinvestasi.
Penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh (Venkatesh, Aloysius, Hoehle,
& Burton, 2017) dan (Adha & Andiny, 2022) menunjukkan
bahwa motivasi dan pengetahuan
investasi berpengaruh terhadap minat berinvetasi
mahasiswa sedangkan preferensi risiko tidak berpengaruh terhadap minat
berinvestasi mahasiswa. Berbeda dengan penelitian terdahulu, penelitian ini
berfokus pada wanita sebagai sampel penelitian. Berdasarkan jumlah investor di
Pasar Modal Indonesia, SID (Single Investor
Identification) individu didominasi oleh investor
laki-laki sebanyak 59% sedangkan investor perempuan menjadi bagian minoritas
padahal investasi sangatlah penting bagi kaum wanita.
Wanita-wanita masa kini sudah banyak yang berpendidikan bahkan sampai ke
jenjang sarjana. Ilmu yang didapatkan tidak dapat dipergunakan secara optimal
saat seorang wanita memutuskan untuk hanya menjadi ibu rumah tangga. Wanita berinvestasi, dengan menggunakan ilmu yang
didapatkan untuk kehidupan lebih baik terutama terkait investasi dan pentingnya
investasi. Wanita cenderung berkelompok, hal ini dapat mempengaruhi cepatnya penyebaran
informasi diantara mereka. Dengan teknologi yang
semakin maju diketahui bahwa kaum wanita adalah mereka yang paling banyak
menghabiskan waktu dengan gadget. Hal ini sangat potensial untuk dimanfaatkan
sebagai sarana pengembanganan tren berinvestasi. Generasi milenial
dewasa saat ini berada pada situasi beriklim resiko
tinggi yang memaksa untuk bertahan dalam keadaan resesi ekonomi. Mahasiswa-mahasiswi yang saat
ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi merupakan generasi milenial dewasa yang berada pada titik penentuan dimana setelah lulus, maka akan mulai bekerja dan harus
mulai memikirkan keuangan dan masa depan mereka.
Universitas
Muhammadiyah Riau memiliki mata kuliah terkait pasar modal di jurusan Akuntansi. Program studi Akuntansi dengan mata kuliah manajemen investasi dan
pasar modal. Seminar motivasi berinvestasi juga pernah diadakan oleh pihak
kampus ataupun organisasi kampus guna meningkatkan motivasi untuk dapat
berinvestasi khususnya di pasar modal. Berdasarkan uraian di atas, maka
peneliti melakukan penelitian. Tingginya jumlah generasi milenial yang mencapai 25,87% dari total populasi
penduduk Indonesia memiliki keuntungan yang produktif. Ketertarikan kaum milenial dalam berinvestasi menjadi hal yang penting karena
akan membantu perkembangan Indonesia dalam sistem ekonomi. Saat ini sudah ada
lebih dari 400 galeri investasi yang tersebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia
tempat para mahasiswa belajara berinvestasi dipasar
modal. Pilihan investasi generasi milenial yang sanagat tinggi adalah mencapai 54,41% di pasar modal, dan
sisanya diproduk perbankan sector
riil judul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Berivestasi
di Pasar Modal Bagi Generasi Milenial (Studi pada
Mahasiswi Jurusan akuntansi universitas Muhammadiyah Riau)”.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah eksplanatory
research, dengan pendekatan kuantitatif.
A.
Definisi Operasonal
Variabel
Tabel 1
Definisi Operasional Variabel
|
Variabel Motivasi (X1) |
Indikator 1.
Investasi berarti memiliki perusahaan 2. Investasi
berarti
membantu
perusahaan berkembang 3.
Berinvestasi jika teman berinvestasi 4. Berinvestasi jika kebutuhan substansial terpenuhi Sumber : (Adha & Andiny, 2022) |
|
Pengetah uan Pasar Modal (X2) Preferensi Risiko (X3) |
1. Investor bebas
mengurangi
ataupun menambah modal 2. Edukasi pasar modal menambah pengetahuan
investasi di pasar modal 3. Dividen dan capital gain
merupakan keuntungan
yang didapatkan dari pasar modal 4. Sebelum membeli saham,
akan melakukan analisis teknikal dan fundamental
terlebih dahulu Sumber: (Venkatesh et al., 2017) 1. Investasi di pasar modal memberikan
keuntungan yang besar sesuai risiko yang
ada 2. Dapat
menerima
keuntungan
sebesar 10% dan mentoleransi kerugian 5%
jika nilai investasi dapat berkurang akibat fluktuasi
pasar 3. Akan segera mencairkan
Investasi jika
nilai
investasi
mengalami penurunan sebesar 5% darinilai investasi 5 bulan lalu Sumber : (Venkatesh et al., 2017) |
|
Minat Berinvestasi (Y) |
1. Tertarik karena informasi
yang di dapat 2. Berminat investasi
di pasar
modal
karena investasi di
pasar modal sangat
menjanjikan 3. Sudah mencari informasi
mengenai
investasi di pasar modal 4. Investasi di pasar modal
merupakan investasi yang menarik Sumber : (Adha & Andiny, 2022) |
B. Populasi dan Sampel
Populasi
penelitian ini adalah seluruh mahasiswa/i Jurusan Akuntansi Universitas
Muhammadiyah Riau yang telah mendapatkan mata kuliah Manajemen investasi
dan Pasar Modal. Proses pemilihan sampel
menggunakan metode purposive sampling dikarenakan dalam
penelitian ini penentuan sampel yang dipilih memerlukan kriteria khusus yang
sesuai dengan tujuan penelitian sehingga diharapkan dapat menjawab permasalahan
penelitian.
Sampel
adalah bagian dari populasi yang mewakili seluruh karakteristik dari populasi.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswi Perguruan Tinggi Politeknik Negeri
Batam dengan jurusan Manajemen Bisnis yang telah mendapatkan mata kuliah pasar
modal atau keuangan bisnis. Penetapan jumlah sampel ditentukan
menggunakan rumus Slovin yaitu:
Keterangan rumus :
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
e = Presentasi error tolerance
(10%)
Populasi sebanyak 198 mahasiswi dengan
batas toleransi kesalahan 10%. Maka, dapat
diketahui jumlah sampeldalampenelitian ini adalah sebagai berikut:
Maka jumlah sampel
minimum dalam penelitian ini adalah 67 orang mahasiswi.
C. Teknik Analisis Data
1.
Statistik Deskriptif
Statistik
deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran suatu data yang dilihat dengan
nilai minimum, maximum, mean, dan standar deviasi. Variabel
independen pada penelitian ini adalah motivasi (X1),
pengetahuan pasar modal (X2), dan preferensi risiko (X3). Sedangkan variabel dependen adalah minat berinvestasi (Y).
Interprestasi skor item variabel penelitian dapat
dilihat Distribusi frekuensi item-item penelitian setiap
variabel.
2. Statistik Inferensial
a. Uji Regresi Linear Sederhana
Untuk mengetahui
pengaruh antara satu buah variabel
bebas terhadap satu buah variabel
terikat, dilakukan analisis regresi linear sederhana. Menurut
(Ghozali, 2013),persamaan umumnya
adalah:
Dengan X adalah variabel bebas dan Y adalah
variable
terikat. Koefisien
a merupakan
konstanta
(intercept)
yang adalah titik potong
antara garis regresi dengan sumbu Y pada koordinat kartesius. Uji hipotesis ini digunakan
untuk menguji apakah variabel independen secara parsial atau individual berpengaruh terhadap variabel
dependen. Uji statistik t tersebut dapat dilihat dari tarif
signifikasi α = 5%.
Hipotesis
pertama, kedua, dan ketiga terdukung jika koefisien regresi bernilai positif
dan nilai signifikasi kurang dari 0,05 sedangkan apabila koefisien regresi
bernilai negatif dan memiliki nilai signifikasi lebih dari 0,05 maka hipotesis
tersebut tidak terdukung. Secara
sistematis rumus regresi linear sederhana yaitu: Rumus regresi sederhana untuk motivasi:
Rumus
regresi sederhana untuk pengetahuan pasar modal:
Rumus
regresi sederhana untuk preferensi risiko:
Dimana
MB adalah minat beinvestasi merupakan variabel dependen; MO adalah variabel motivasi; PPM adalah variabel pengetahuan
pasar
modal;
PR
adalah
variabel preferensi risiko. Sedangkan α merupakan nilai konstanta dan β merupakan nilai koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) serta 𝛆
adalah error.
b. Uji Analisis Berganda
Uji Analisis regresi
linear berganda sebenarnya sama dengan analisis
regresi linear sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah.
Menurut (Ghozali, 2013), persamaan umumnya adalah:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .... + bn Xn + e
Dengan Y adalah
variabel tetap. dan X adalah variable bebas, a adalah konstanta
(intersept). b adalah koefisien regresi pada
masing-masing variabel bebas
dan e adalah error. Uji hipotesis
ini digunakan untuk menguji apakah
variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, maka dilakukan
keberartian regresi linear ganda (uji F). Secara sistematis rumus regresi berganda penelitian ini adalah sebagai berikut:
MB = α + β1MO + β2PPM + β3PR + 𝛆
Dimana
MB adalah minat beinvestasi
merupakan variabel dependen; MO adalah variabel motivasi; PPM adalah variabel
pengetahuan pasar modal; PR adalah variabel preferensi risiko. Sedangkan α merupakan nilai konstanta dan β
merupakan nilai koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) serta
𝛆 adalah error.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Penelitian
1. Jurusan Manajemen Bisnis
Jurusan Manajemen Bisnis
terbagi atas tiga program studi yaitu Program Studi Administrasi Bisnis Terapan (D4), Akuntansi Manajerial (D4), dan
Akuntansi (D3) namun, hanya Program Studi Administrasi Bisnis Terapan dan
Akuntansi Manajerial yang mendapatkan mata kuliah terkait pasar modal,
sedangkan Program Studi Akuntansi tidak ada mata
kuliah terkait pasar modal.
Tabel 2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia, Program Studi,
dan Status
Pengelompokan responden berdasarkan usia menunjukkan bahwa jumlah responden dengan
usia dibawah 17 tahun adalah sebesar 3,0 persen.
Responden dengan rentang usia 17 – 21 tahun adalah sebesar 40,3 persen.
Sedangkan responden dengan rentang usia 22 – 26 Tahun yaitu sebesar 56,7
persen. Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa terdapat responden minoritas
yaitu responden dengan rentang usia dibawah 17 tahun. Tabel tersebut juga menunjukan
bahwa jumlah responden dengan program studi Administrasi Bisnis Terapan dengan Presentase sebesar 61,2 persen
dan responden dengan program studi Akuntansi Manajerial dengan Presentase sebesar 38,8 persen. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa jumlah responden program studi
Administrasi Bisnis Terapan lebih mendominasi.
Tabel 3
Identitas Responden
Pada hasil di atas dapat
diketahui bahwa dari total 67 responden terdapat 7 orang yang tidak memiliki
tabungan yaitu 10,4 persen sedangkan 60 orang yaitu 89,4 persen menjawab mereka
memiliki tabungan. Tabel tersebut juga menunjukan
akumulasi jawaban pada pertanyaan umum nomor dua yaitu “Apakah andamemiliki rekening efek?” untuk mengetahui seberapa dari
responden yang memiliki rekening efek yaitu mereka yang memiliki SID (Single Investor Identification).
Hasil menunjukkan bahwa dari total 67 responden, hanya 16 orang yaitu 23,9
persen yang memiliki rekening efek sedangkan 51 orang lainnya yaitu 76,1 persen
tidak memiliki rekening efek.
Pertanyaan umum nomor tiga
adalah “Apakah anda aktif dalam Pasar Modal?” Jumlah
responden yang menjawab bahwa mereka aktif dalam pasar modal adalah 10 orang
yaitu 14,9 persen dari total responden. Diketahui sebelumnya bahwa jumlah responden yang memiliki rekening efek
yaitu 16 orang sehingga terdapat responden yang tidak aktif di pasar modal
walaupun sudah memiliki rekening efek. Sebanyak 57 orang yaitu 85,1 persen dari
responden menjawab mereka tidak aktif dalam pasar modal. Pada tabel tersebut
juga menunjukan hasil akumulasi dari pertanyaan umum
nomor empat yaitu “Setelah mengikuti mata kuliah terkait pasar modal, apakah anda dapat membedakan jenis-jenis investasi?” Sebanyak 55
orang memilih jawaban `Ya’ yang artinya setelah mengikuti mata kuliah terkait
pasar modal mereka dapat membedakan jenis-jenis investasi yaitu sebesar 82,1 persen.
Responden yang memilih jawaban `Tidak’ adalah 12 orang yaitu 17,9 persen dari
total responden.
Pada pertanyaan umum nomor
lima yaitu “Setelah mengikuti mata kuliah terkait pasar modal, apakah anda pernah mencoba membuka website
terkait pasar modal?” Sebanyak 58 orang responden menjawab `Ya’ pada pertanyaan
umum nomor 5 yaitu 86,6 persen sedangkan sisanya 9 orang yaitu 13,4 persen
menjawab `Tidak'. Hasil akumulasi jawaban dari pertanyaan umum nomor enam yaitu
“Jika anda menjawab Ya pada pertanyaan sebelumnya,
berapa kali anda membuka akses tersebut?” diketahui
bahwa responden yang membuka akses terkait pasar modal setelah mengikuti mata
kuliah terkait yaitu satu kali adalah sebanyak 11 orang yaitu 16,4 persen, dua
kali adalah sebanyak 19 orang yaitu 28,4 persen, tiga kali adalah sebanyak 14
orang yaitu 20,9 persen, empat kali adalah sebanyak 2 orang yaitu 3,0 pesen, diatas empat kali adalah
sebanyak 12 orang yaitu 17,9 persen. Sisanya 9 orang yaitu 13,4 persen
responden tidak menjawab yang berarti tidak pernah membuka akses terkait pasar
modal setelah mengikuti mata kuliah terkait pasar modal.
Berdasarkan hasil
akumulasi jawaban pertanyaan umum nomor tujuh yaitu “Dimasa depan, apakah anda memiliki keinginan bahwa Pasar Modal menjadi bagian
dari masa depan anda?” dapat diketahui bahwa sebanyak
58 orang yaitu86,6 persen daritotalresponden memiliki
keinginan bahwa Pasar modal menjadi bagian dari masa depan mereka. Sedangkan, 9
orang responden yaitu 13,4 persen menjawab `Tidak’ yang berarti mereka tidak
memiliki keinginan untuk menjadikan Pasar Modal sebagai bagian dari masa depan
mereka.
Tabel 4
Variabel Motivasi (X1)
Tabel di atas menunjukkan
bahwa jawaban responden terhadap variabel Motivasi (X1) didominasi oleh jawaban
setuju, dengan rata-rata sebesar 3,91. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui
bahwa pernyataan ‘Investasi berarti membantu perusahaan berkembang’ merupakan
pernyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu 4,13. Kemudian pernyataan
‘Berinvestasi jika teman berinvestasi’ adalah pernyataan dengan rata-rata
paling sedikit yaitu 3,4 dan menunjukkan bahwa kecenderungan efek bandwagon ataupun efek ikut-ikut teman tidak terlalu kuat.
Tabel 5
Variabel Pengetahuan Pasar Modal (X2)
Tabel di atas menunjukkan
bahwa jawaban responden terhadap variabel pengetahuan pasar modal (X2)
didominasi oleh jawaban setuju dan sangat setuju, dengan rata-rata sebesar
4,06. Berdasarkan tabel di atas dapat
diketahui bahwa pernyataan ‘Edukasi pasar modal menambah pengetahuan investasi
di pasar modal’ merupakan pernyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu sebesar
4,22. Kemudian pernyataan ‘Sebelum membeli saham, akan melakukan analisis teknikal dan fundamental terlebih dahulu’ adalah pernyataan
dengan rata-rata paling sedikit yaitu 3,87. Menunjukkan bahwa responden
memiliki kecenderungan untuk tidak menjadikan analisis teknikal
dan analisis fundamental sebagai pertimbangan dalam membeli saham.
Tabel 6
Variabel Preferensi Resiko (X3)
Tabel di atas menunjukkan
bahwa jawaban responden terhadap preferensi risiko (X3) didominasi oleh jawaban
setuju, dengan rata-rata sebesar 3,74. Berdasarkan tabel tersebut dapat
diketahui bahwa pernyataan ‘Investasi di pasar
modal memberikan keuntungan yang besar sesuai risiko yang ada’ merupakan pernyataan dengan rata-rata tertinggi
yaitu sebesar 4,06. Kemudian pernyataan ‘Akan segeramencairkan
Investasi jika nilai investasi mengalami penurunan sebesar 5% dari nilai
investasi 5 bulan lalu’ adalah pernyataan dengan rata-rata paling sedikit yaitu
3,55. Menunjukkan bahwa responden memiliki kecenderungan untuk segera mencairkan
Investasi jika nilai investasi
mengalami penurunan.
Tabel 7
Minat Berinvestasi
(Y)
Tabel di atas menunjukkan
bahwa jawaban responden terhadap variabel minat berinvestasi (Y) didominasi
oleh jawaban setuju, dengan rata-rata sebesar 3,85. Berdasarkan tabel tersebut
dapat diketahui bahwa pernyataan ‘Tertarik karena informasi yang di dapat’ merupakan
pernyataan dengan rata-rata tertinggi yaitu sebesar 3,94. Kemudian pernyataan
‘Berminat investasi di pasar modal karena investasi di pasar modal sangat menjanjikan’
adalah pernyataan dengan rata-rata paling sedikit yaitu 3,87. Menunjukkan bahwa
responden memiliki kecenderungan pemahaman bahwa investasi di pasar modal tidak
terlalu menjanjikan.
2. Pengujian Hipotesis
a. Hipotesis 1
Hipotesis pertama yang
diajukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa motivasi berpengaruh terhadap minat
berinvestasi. Penelitian ini menggunakan sebanyak 67 sampel yang diolah
menggunakan SPSS dan hasilnya disajikan dalam tabel 2.
Tabel 8
Hasil Pengujian Hipotesisi
Pertama (H1)
Sumber: Hasil Olah Data IBM SPSS Statistics
23
Berdasarkan tabel di atas,
dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh adalah motivasi signifikansi sebesar
0,123 lebih besar dari 0,05 (0,123 > 0,05). Nilai t hitung 1.562 lebih kecil
dari t tabel yaitu 1.998 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama
tidak terdukung. Persamaan rumus regresi linier sederhana dapat ditulis sebagai
berikut:
MB = 12.152 + 0,206 MO.
Persamaan diatas menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara
variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai konstanta 12.152
menunjukkan bahwa apabila motivasi konstan atau tetap, maka rata-rata tingkat
berinvestasi sebesar 12.152. koefisien regresi motivasi sebesar 0,206 mempunyai
arti bahwa apabila motivasi meningkat satu satuan, maka akan diikuti
peningkatan tingkat berinvestasi sebesar 0,206. Koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,021 berarti 2,1% niat berinvestasi
dapat dijelaskan oleh variabel motivasi, sedangkan sisanya 97,9% dijelaskan
oleh variabel lain diluar penelitian ini.
b. Hipotesis 2
Hipotesis kedua yang diajukan
dalam penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan pasar modal berpengaruh
signifikan terhadap minat berinvestasi. Hasil uji dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 9
Hasil Pengujian Hipotesis Kedua (H2)
Sumber: Pengolahan data IBM SPSS Statistics
23
Berdasarkan tabel di atas,
dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh adalah pengetahuan pasar modal signifikansi
sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 > 0,05). Diketahui bahwa nilai t
tabel 5.019 lebih besar dari t tabel 1.998 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis
kedua terdukung. Persamaan rumus regresi linier sederhana dapat ditulis sebagai
berikut:
MB = 5.689 + 0,596 PPM
Persamaan diatas menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara
variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai konstanta 5.689
menunjukkan bahwa apabila pengetahuan pasar modal konstan atau tetap, maka rata-rata
tingkat berinvestasi sebesar 5.689. koefisien regresi pengetahuan pasar modal
sebesar 0,596 mempunyai arti bahwa apabila pengetahuan pasar modal meningkat
satu satuan, maka akan diikuti peningkatan tingkatberinvestasi
sebesar 0,596. Koefisien determinasi (Adjusted R2)
sebesar 0,279 berarti 27,9% niat berinvestasi dapat dijelaskan oleh variabel pengetahuan
pasar modal, sedangkan sisanya 72,1% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
c. Hipotesis 3
Hipotesis ketiga yang diajukan
dalam penelitian ini menyatakan bahwa preferensi risiko berpengaruh signifikan
terhadap minat berinvestasi. Hasil uji dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 10
Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga (H3)
Sumber: Pengolahan data IBM SPSS Statistics
23
Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh
adalah preferensi risiko signifikansi sebesar 0,012 lebih kecil dari 0,05
(0,012 > 0,05). Diketahui bahwa nilai t tabel 2.542 lebih besar dari t tabel
1.998 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga terdukung. Persamaan
rumus regresi linier sederhana dapat ditulis sebagai berikut:
MB = 10.087 + 0,472 PR.
Persamaan diatas menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara variabel
independen terhadap variabel dependen. Nilai konstanta 10.087 menunjukkan bahwa
apabila preferensi risiko konstan atau tetap, maka rata-rata tingkat
berinvestasi sebesar 10.087. koefisien regresi preferensi risiko sebesar 0,472 mempunyaiartibahwa apabila preferensi risiko meningkat satu
satuan, maka akan diikuti peningkatan tingkat berinvestasi sebesar 0,472. Koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,094 berarti 9,4% niat berinvestasi dapat dijelaskan oleh variabel preferensi
risiko, sedangkan sisanya 90,6% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian ini.
d. Hipotesis 4
Hipotesis keempat yang
diajukan dalam penelitian ini menyatakan bahwa motivasi, pengetahuan pasar
modal dan preferensi risiko berpengaruh secara simultan terhadap minat berinvestasi.
Hasil uji dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 11
Hasil Pengujian Hipotesis Keempat (H4)
Sumber: Pengolahan data IBM SPSS Statistics
23
Berdasarkan tabel di atas,
dapat dilihat bahwa hasil yang diperoleh adalah signifikansi sebesar 0,000
lebih kecil dari 0,05 (0,000 > 0,05). Diketahui nilai f hitung adalah
sebesar 9.808 lebih besar dari f tabel 3,14 sehingga dapat disimpulan
bahwa hipotesis keempat terdukung. Terdapat pengaruh variabel independen secara
dimultan terhadap variabel dependen. Besaran R2
adalah 0.318 atau 31.8% nilai tersebut menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen sebesar 31.8% dan sisanya 68,2% dipengaruhi oleh
variabel yang tidak diteliti.
B.
Pembahasan
Tabel 12
Ringkasan Hasil Uji Statistik Hipotesis Hasil
Sumber: data diolah
1. Pengaruh Motivasi Terhadap
Minat Berinvestasi
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis, H1 menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara motivasi
terhadap minat berinvestasi. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis pertama (H1) tidak
terdukung. Hal ini tidak mendukung dari penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh (Adha & Andiny, 2022) yang menyatakan bahwa calon investor akan tertarik
melakukan investasi apabila rekan, saudara dan lingkungan mereka telah
melakukan investasi di pasar modal. Investor termotivasi untuk berinvestasi dalam
pemenuhan kebutuhan diri (kesuksesan dan return) juga
membantu perkembangan perekonomian dalam afiliasi dengan emiten atau perusahaan
terbuka. Seseorang yang memiliki dana yang melebihi kebutuhannya akan berfikir untuk memanfaatkan dana tersebut, (Kusmawati, Sukarmanto, & Sofianty, 2019). Memungkinkan bahwasanya mahasiswi Jurusan Manajemen
Bisnis di Politeknik Negeri Batam lebih cenderung memiliki keyakinan untuk
tidak ikut-ikutan teman atau disebut juga Bandwagon effect (Efek ikut-ikutan). Kemudian dari sisi pemenuhan
kebutuhan diri memungkinkan bahwasanya Mahasiswi Jurusan Manajemen Bisnis di
Politeknik Negeri Batam tidak terlalu memikirkan untuk memanfaatkan dana lebih
dari terpenuhinya kebutuhan hidup.
2. Pengaruh Pengetahuan Pasar Modal terhadap Minat Berinvestasi
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis, H2 menunjukkan bahwa pengetahuan pasar modal tidak berpengaruh terhadap
minat berinvestasi. Hal ini menyatakan bahwa hipotesis kedua (H2) terdukung. Hal
ini mendukung dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Venkatesh et al., 2017) yang menyatakan bahwa semakin tinggi pengetahuan yang
dimiliki, maka akan semakin tinggi pula minat untuk berinvestasi si pasar
modal. Hal ini sejalan dengan dari penelitian yang dilakukan oleh (Siti & Utia, 2017) yang berhasil menunjukkan bahwa pengetahuan pasar modal
berpengaruh signifikan terhadap minat berinvestasi. Dengan adanya pengetahuan
pasar modal, orang akan lebih tertarik dan percaya diri untuk berinvestasi di
pasar modal dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pengetahuan pasar
modal itu sendiri.
3. Pengaruh Preferensi Risiko
Terhadap Minat Berinvestasi
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis, H3 menunjukkan bahwa preferensi
risiko berpengaruh terhadap minat berinvestasi. Hal ini menyatakan bahwa
hipotesis ketiga (H3) terdukung. Hal ini tidak mendukung dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Venkatesh et al., 2017) dan menyatakan bahwa responden sudah mengabaikan faktor risko sebagai pertimbangan untuk berinvestasi di pasar
modal. Hasil ini juga tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Raditya, n.d.) yang menunjukkan bahwa preferensi risiko tidak
berpengaruh terhadap minat berinvestasi. Risiko adalah suatu faktor yang
biasanya ditakuti setiap orang, termasuk investor. Perbedaannya hanya pada
seberapa besar setiap orang mampu menerima risiko. Ada yang hanya mampu
menerima risiko rendah, namun ada juga yang mampu atau siap menanggung risiko
yang tinggi.
4. Pengaruh motivasi,
pengetahuan pasar modal dan preferensi risiko terhadap minat berinvestasi
Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis, H4 menunjukkan bahwa motivasi, pengatahuan
pasar modal dan preferensi risiko berpengaruh terhadap minat berinvestasi. Hal ini
menyatakan bahwa hipotesis ketiga (H4) terdukung. Terdapat pengaruh variabel independen secara simultan terhadap
variabel dependen. Besaran R2 adalah 0.163 atau 16.7% nilai tersebut
menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen
sebesar 16.7% dan sisanya 83,3% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti.
KESIMPULAN
Motivasi
tidak berpengaruh terhadap minat berinvestasi di Universitas Muhammadiyah Riau Pengetahuan
pasar modal berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi di Universitas
Muhammadiyah Riau. Preferensi risiko berpengaruh positif terhadap minat berinvestasi di Universitas Muhammadiyah Riau.
Motivasi, pengetahuan pasar modal, dan preferensi risiko secara simultan berpengaruh terhadap minat
berinvestasi di pasar modal. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu memperluas
sampel penelitian dibeberapa perguruan tinggi yang
menerapkan edukasi pasar modal ataupun ekomoni makro.
Penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan variabellain
yang mungkin berpengaruh terhadap minat
berinvestasi. Pada haril uji regresi berganda,
variabel yang di teliti hanya berpengaruh sebesar 31.8% dan sisanya 68,2%
dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti sehingga penelitian selanjutnya
diharapkan dapat menggunakan variabel lain yang belum diteliti ataupun menambah
jumlah variabel penelitian.
Adha, Ajeng Afrillia, & Andiny, Puti. (2022). PENGARUH
TENAGA KERJA DAN INVESTASI DI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA. Jurnal Samudra Ekonomika, 6(1),
40–49.
Ghozali, Imam. (2013). aplikasi analisis multivariate dengan
program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. semarang: Badan penerbit Universitas
Diponegoro. Information Technology, 2(2).
Hati, Shinta Wahyu, & Harefa, Windy Septiani. (2019).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Berinvestasi di Pasar Modal Bagi
Generasi Milenial. Journal of Applied Business Administration, 3(2),
281–295.
Irianto, Putri Oviolanda, & Febrianti, Lifia Yola.
(2017). Pentingnya penguasaan literasi bagi generasi muda dalam menghadapi MEA.
Proceedings Education and Language International Conference, 1(1).
Kusmawati, Sofiani, Sukarmanto, Edi, & Sofianty, Diamonalisa.
(2019). Pengaruh Kualitas Pengungkapan Informasi Laba dan Pelaporan Keuangan
Di Internet (Internet Financial Reporting-Ifr) terhadap Respon Pasar Modal
(Pada Perusahaan LQ-45 di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2015).
Raditya, Daniel. (n.d.). dkk. 2014. Pengaruh Modal Investasi
Minimal di BNI Sekuritas Return dan Persepsi Terhadap Risiko Pada Minat
Investasi Mahasiswa dengan Penghasilan Sebagai Variabel Moderasi. E-Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 3.
Siti, Khoiriah, & Utia, Meylina. (2017). Analisis sistem
pengelolaan dana desa berdasarkan regulasi keuangan desa. Masalah-Masalah
Hukum, 46(1), 20–29.
Trudeau, Christofer, & McLarney, Carolan. (2017). How Can
Banks Enhance International Connectivity with Business Customers?: A Study of
HSBC. IUP Journal of Business Strategy, 14(2).
Venkatesh, Viswanath, Aloysius, John, Hoehle, Hartmut, &
Burton, Scot. (2017). Design and evaluation of auto-ID enabled shopping
assistance artifacts in customers’ mobile phones: two retail store laboratory
experiments. Mis Quarterly, 41(1), 83–117.
Yusuf, Muhammad. (2019). Pengaruh Kemajuan Teknologi dan
Pengetahuan terhadap Minat Generasi Milenial dalam Berinvestasi di Pasar Modal.
Jurnal Dinamika Manajemen Dan Bisnis, 2(2), 86–94.
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |