IMPLEMENTASI
DIPLOMASI BUDAYA PERANCIS DI INDONESIA MELALUI PROGRAM KEBUDAYAAN PEKAN
FRANKOFONI TAHUN 2014
Bong George Aldrin
Paramadina Graduate School of Diplomacy
Jakarta, Indonesia
Email: aldrinbonggeorge@gmail.com
|
|
Abstrak |
|||
|
Received: 29 Maret 2022 Revised
: 12 April 2022 Accepted: 20 April
2022 |
|
Latar Belakang: Diplomasi budaya adalah salah satu
bentuk diplomasi yang banyak dilakukan negara di dunia dengan memanfaatkan
kekuatan kebudayaan yang dimiliki. Hal ini juga dilakukan oleh Perancis,
negara yang terkenal akan budayanya seperti fashion
dan juga bahasanya. Pekan Frankofoni adalah contoh
bagaimana diplomasi budaya Perancis yang dilakukan hampir diseluruh
dunia sebagai perayaan bahasa Perancis ditingkat internasional. Tujuan: Untuk itu, penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana program Pekan Frankofoni
dapat dijadikan sebagai bentuk diplomasi budaya yang dilakukan Perancis di
Indonesia pada tahun 2014. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui studi kepustakaan
yang didapat dari buku, jurnal dan sumber lain yang memiliki relevansi yang
tinggi, serta melalui teknik interview. Narasumber
dalam penelitian ini adalah mantan Wakil Atase Bidang Linguistik Perancis
sebagai salah satu penanggung jawab program Pekan Frankofoni
tahun 2014 guna memberikan informasi yang dibutuhkan peneliti. Hasil: Hasil penelitian ini adalah (1).
Pekan Frankofoni adalah bentuk diplomasi budaya
Perancis guna mempromosikan Kebijakan Luar Negerinya yaitu Kebijakan
Diplomasi Budaya dan juga Kebijakan Frankofoni.
(2). Diplomasi budaya yang dilakukan Perancis melalui program Pekan Frankofoni melibatkan otoritas diplomatik Perancis serta
para pekerja seni. (3). Program Pekan Frankfononi
yang dijalankan sebagai diplomasi budaya Perancis diimplementasikan melalui
berbagai kegiatan, seperti pemutaran film, pengadaan presentasi dan juga
seminar, lalu pertunjukan kesenian, serta yang terakhir yaitu perlombaan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini
adalah program Pekan Frankofoni yang menjadi
perayaan internasional juga diadakan di Indonesia dan menjadi bentuk
pelaksanaan diplomasi budaya yang dilakukan Perancis pada tahun 2014 telah
dimanfaatkan dengan maksimal dilihat dari pelaksanaannya guna mempromosikan
kebijakan Perancis bersama berbagai pihak baik para perwakilan pemerintah
Perancis, maupun para pelaku seni dan juga peserta program. Hal ini dilakukan
melalui berbagai macam kegiatan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya
mulai dari pengenalan kebudayaan hingga pengadaan perlombaan. Kata kunci: Diplomasi Budaya;
Frankofoni; IFI |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|||
|
|
Background: Cultural diplomacy
is one type of diplomacy
that many countries in the world do by
using the power of their
cultures. This is also what
is France doing, as a country that is famous
for its culture such as fashion and its
language, French. Francophony Week is an example
on how French cultural diplomacy is carried out almost
all over the world as a celebration of the French
language in international
level. Objective: - Methods: For this reason, this study aims to find
out how the Francophony Week program can be used as a form of cultural
diplomacy of France in Indonesia in 2014. The used
research method is descriptive qualitative method. The data collection technique in this research are through literature study from book, journal
and other sources that have a high relevance,
as well as with an interview technique. The interviewee in this research was the former
Deputy Attache for French Linguistics
as the person in charge of Francophony Week program in 2014 to provide the information
for the researcher. Results: The result
of this research are (1). Francophony Week is a form
of French cultural diplomacy to promote its
Foreign Policies, which is Cultural
Diplomacy and also Francophony Policy. (2). The cultural diplomacy of France through Francophony Week program involved the diplomatic authorities of France and
also the art workers or
artist. (3). The Francophony
Week program which is a french cultural
diplomacy is implemented through various activities, such as film screening, presentation and seminar, then performing art, and finally
through competition. Conslusion: The conclusion
of this research is that
this Francophony Week program, which is as an international
celebration, was also held in Indonesia and became a form of the
implementation of cultural diplomacy carried out by
France in 2014 has been utilized to its
fullest in term of its implementation to promote French
policies with so many various
parties, both who represents France government, and all the
artist also with the participants
as well. This program was held through
variety of activities as already mentioned before, from cultural introduction to competition. Keywords: Cultural Diplomacy; Francophonie; IFI |
|||
*Correspondent Author : Bong
George Aldrin
Email : aldrinbonggeorge@gmail.com
PENDAHULUAN
Aktivitas diplomatis dalam hubungan internasional
sudah semakin berkembang, salah satunya dengan lahirnya diplomasi budaya.
Diplomasi budaya adalah diplomasi yang telah digunakan oleh hampir semua negara
di dunia saat ini karena dinilai mampu menciptakan kondisi yang diperlukan
dalam mencapai kepentingan negara. Hal ini dapat berjalan efektif apabila
negara mampu menggunakan kekuatan budaya yang dimiliki negara. Maka dari itu,
kemampuan negara dalam menggunakan instrumen kebudayaan sebagai salah satu kekuatan
adalah modal utama dalam berinteraksi antar negara. Contohnya adalah melalui
perwujudan daripada budaya suatu negara yang dibentuk melalui promosi budaya
layaknya seni kepada dunia internasional. Dengan demikian, diplomasi budaya
mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat internasional guna mencapai
kepentingan negara misalnya untuk memperbaiki cara pandang serta sikap terhadap
negaranya (Pajtinka, 2014).
Perancis adalah negara yang melalui diplomasi
budaya, mampu memanfaatkan potensi budaya yang dimiliki guna menciptakan
reputasi positif bagi Perancis yang perlu dibangun untuk mempertahankan dan
melestarikan serta mengembangkan nilai, budaya dan daya tariknya di luar negeri
yang dimana hal ini menjadi salah satu kepentingannya (Pranaitytė,
2014). Diplomasi budaya
menjadi salah satu diplomasi utama yang dilakukan Perancis dengan menjalin
hubungan jaringan budaya yang luas di seluruh dunia. Dengan begitu, Perancis
mampu membawa budaya dan karya seninya ke khalayak umum dunia melalui berbagai
kegiatan budaya setiap tahunnya. Diplomasi budaya dinilai mampu menjaga
hubungan berkelanjutan bagi para pelaku seni dan pembuat kebijakan di negara
lain. Jaringan budaya yang dimaksud salah satunya adalah Insitut
Français d’Indonésie
sebagai pelaksana diplomasi budaya Perancis di Indonesia (Kementerian
Eropa dan Luar Negeri, 2013).
Insitut Français d’Indonésie atau IFI adalah pusat kebudayaan resmi Perancis
di Indonesia yang berperan memperomosikan budaya
Perancis. IFI terbentuk pada tahun 2012 sebagai bentuk peningkatan kinerja pemerintah
Perancis yang tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan budaya saja tetapi juga
promosi pendidikan dan bahasa Perancis di Indonesia menggantikan pusat
kebudayaan sebelumnya yang bernama Centre Culturel Français. IFI merupakan penggabungan Bagian Kerja Sama dan
Kebudayaan Kedutaan Perancis di Indonesia dengan pusat kebudayaan Perancis.
Dengan perubahan tersebut, masyarakat Indonesia tidak lagi menilai pusat
kebudayaan Perancis hanya memperkenalkan budaya saja, namun juga kepentingan
Perancis dalam menyebarkan pengaruh budaya dan juga bahasanya di Indonesia. Hal
ini karena IFI diberikan kuasa menjalankan program budaya di Indonesia sebagai
bentuk diplomasi budaya salah satunya yaitu Pekan Frankofoni (Afriyanti, 2014), (Komunitas, 2016).
Pekan Frankofoni atau
dalam bahasa Perancis disebut sebagai la semaine de la
langue française et de la
francophonie adalah program tahunan yang dilaksanakan
dalam beberapa hari dimana tanggal 20 Maret menjadi
tanggal utama. Pertama kali diadakan pada tahun 1995 sebagai inisiatif
Kementerian Budaya Perancis, Pekan Frankofoni
dijadikan sebagai program budaya yang dilaksanakan di Perancis dan juga di luar
negeri sebagai Hari Frankofoni Internasional yang
muncul sebagai wadah masyarakat dunia untuk dapat merayakan bahasa Perancis dan
menjadi ruang temu bagi para penutur bahasa Perancis yang disebut sebagai frankofon di seluruh dunia. Untuk itu, Pekan Frankofoni juga diadakan di Indonesia sebagai salah satu
program tahunan yang diadakan IFI yang juga menjadi bentuk diplomasi budaya
yang dilakukan Perancis (Ministry of National Education, 2021).
Selain sebagai program kebudayaan internasional,
Pekan Frankofoni yang diadakan di Indonesia sejak
tahun 2006 ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia
untuk mengenal budaya dan bahasa Perancis terlebih bagi anak muda dan
mahasiswa. Program Pekan Frankofoni ini adalah bentuk
kerjasama Kedutaan Besar Perancis di Indonesia
sebagai diplomasi budayanya bersama para Kedutaan Besar Negara Frankofon yang ada di Indonesia serta beberapa universitas
yang memiliki program studi Perancis seperti Universitas Indonesia dan juga
Universitas Negeri Jakarta. Melalui program Pekan Frankofoni,
banyak sekali kegiatan yang dilakukan guna memeriahkan perayaan hari bahasa
Perancis tersebut misalnya pemutaran film berbahasa Perancis, adanya seminar
dan presentasi budaya, pengadaan pertunjukan seni budaya, hingga ikut serta
dalam berbagai perlombaan (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya - Universitas Indonesia, 2015).
METODE PENELITIAN
Metode
penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui studi kepustakaan yang
didapat dari buku, jurnal dan sumber lain yang memiliki relevansi yang tinggi,
serta melalui teknik interview. Narasumber dalam
penelitian ini adalah mantan Wakil Atase Bidang Linguistik Perancis yang juga
sebagai salah satu penanggung jawab Pekan Frankofoni,
dengan beberapa dokumen pendukung yang diberikan oleh IFI seperti rundown.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Menurut (Pajtinka, 2014), bentuk
implementasi dari diplomasi budaya adalah melalui sekumpulan pelaksanaan
kegiatan atau program yang dilakukan atau berkolaborasi dengan otoritas
diplomatik suatu negara. Hal ini dilakukan dengan alasan agar dapat
mempromosikan Kebijakan Luar Negeri dengan membangun hubungan pertukaran budaya
dengan negara lain. Salah satu contoh diplomasi budaya melalui program budaya
tersebut misalnya dengan memberikan bantuan teknis kepada organisasi atau badan
pendukung para pelaku seni seperti artis, atau juga institusi atau pusat
kebudayaan dan organisasi yang sesuai lainnya. Maka dari itu, dapat diasumsikan
jika landasan implementasi diplomasi budaya yang dilakukan Perancis melalui
program Pekan Frankofoni berlandaskan pada teori
tersebut dalam mencapai kepenting Perancis di
Indonesia salah satunya yaitu mempromosikan Kebijakan Luar Negeri Perancis di
Indonesia dengan melibatkan peran otoritas diplomatik dalam hal ini yaitu IFI
dan para pelaku seni.
Alasan diplomasi budaya menjadi salah satu
perhatian Perancis yaitu dikarenakan memang Perancis sendiri memiliki kebijakan
khusus dalam hal ini yaitu Kebijakan Diplomasi Budaya. Bersama dengan jaringan
budayanya, Perancis terus menjalankan kebijakan tersebut, bahkan juga di
Indonesia. Menurut mantan Wakil Atase Bidang Linguistik IFI tahun 2017, yaitu
Karita Mouila, diplomasi budaya yang dilakukan
Perancis di Indonesia diimplementasikan melalui kegiatan kebudayaan yang
dilakukan oleh IFI. Menurutnya jika dalam hal politik, otoritas diplomatik yang
bermain peran adalah Kedutaan Besar Perancis di Indonesia, hal ini dapat
diperkuat dengan aspek budaya yakni melalui berbagai program promosi budaya dan
bahasa Perancis. Maka dari itu, tugas kegiatan diplomasi budaya diberikan
kepada IFI dalam hal mempromosikan
Kebijakan Luar Negeri Perancis dalam hal ini
Kebijakan Diplomasi Budaya, yang tentunya dalam pengawasan Kedutaan Besar
Perancis. Selain Kebijakan Diplomasi Budaya, Kebijakan Frankofoni
juga menjadi kebijakan Perancis yang coba dipromosikannya di Indonesia sebagai
bentuk diplomasi budayanya. Jika Kebijakan Diplomasi Budaya berfokus pada
penyebaran dan pengenalan akan budaya Perancis di Indonesia secara umum,
Kebijakan Frankofoni berfokus pada promosi akan
bahasa Perancis di dunia, salah satunya di Indonesia melalui kegiatan
kebudayaan seperti program tahunan Pekan Frankofoni.
Di Indonesia sendiri, implementasi diplomasi budaya dalam hal mempromosikan
Kebijakan Frankofoni ini dilakukan secara bilateral dimana IFI sebagai pusat kebudayaan dan juga tentunya
perwakilan resmi Perancis di Indonesia. Untuk itu sesuai dengan namanya, Pekan Frankofoni adalah bentuk diplomasi budaya Perancis sebagai
media promosi Kebijakan Frankofoni berlandaskan pada
kepentingan Perancis (Ministry of Foreign Affairs and International
Development, 2021).
Dengan kata lain, keberadaan IFI sebagai salah
satu jaringan budaya yang dimiliki Perancis, bersama dengan Kedutaan Besar
Perancis di Indonesia dapat dikatakan menjadi bentuk kolaborasi otoritas
diplomatik dan aktor pelaksana diplomasi budaya Perancis. Seperti yang
dijelaskan oleh Eric Pajtinka sebelumnya, diplomasi
budaya Perancis yang dilakukan IFI berujuan untuk
mempromosikan kebijakan-kebijakan Perancis, dalam hal ini yaitu Kebijakan
Diplomasi Budaya dan juga Kebijakan Frankofoni yang
secara khusus diterapkan dalam pelaksanaan program Pekan Frankofoni
di Indonesia. Bahkan melalui program Pekan Frankofoni
yang juga dapat diartikan sebagai bentuk diplomasi budaya mampu sekaligus
mempromosikan kebijakan Frankofoni dan juga Kebijakan
Diplomasi Budaya Perancis. Hal ini karena adanya kepentingan yang sama yaitu
untuk mempromosikan budaya dan bahasa Perancis, agar tidak hanya dikenal tetapi
juga dapat diminati oleh masyarakat Indonesia.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh Eric Pajtinka mengenai implementasi diplomasi budaya yang
dilakukan oleh otoritas diplomatik sebelumnya, diplomasi budaya dikatakan
sebagai bentuk praktek diplomatik pemerintah yang
dilakukan dengan melibatkan Kementerian Luar Negeri suatu negara baik secara
langsung ataupun tidak. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan dan
program yang diselenggarakan dalam hal budaya seperti bahasa yang dimana pelaksanaannya juga melibatkan berbagai peserta
yaitu melibatkan para pelaku seni atau seniman. Akan tetapi diatas
itu semua, yang terpenting dari diplomasi budaya adalah bagaimana
pengimplementasiannya dapat membentuk perwujudan kesenian yang dinilai mampu
mewakili citra suatu negara, dalam hal ini misalnya melalui perfilman, berbagai
promosi budaya negara melalui bahasa, atau juga dengan mengadakan pertukaran
ahli dalam bidang budaya dan akademis (Mark,
2009).
Dapat dikatakan jika Pekan Frankofoni
yang diadakan di Indonesia adalah salah satu kegiatan atau program budaya yang
dilakukan oleh Perancis sebagai bentuk praktek
diplomatiknya yang dimana hal ini tentu melibatkan
Kementerian Luar Negeri Perancis bila melihat posisi IFI dan juga Kedutaan
Besar Perancis di Indonesia yang bermain peran dalam program Pekan Frankofoni di Indonesia. Melalui program perayaan bahasa
Perancis internasional yaitu Pekan Frankofoni inilah,
Perancis ingin menghadirkan perwujudan dari budaya yang dimiliki yaitu dalam
hal ini bahasa Perancis dimana melibatkan berbagai
peserta dalam program Pekan Frankofoni, salah satunya
para pelaku seniman yang ikut mengsukseskan
implementasi diplomasi budaya Perancis ini. Kegiatan dalam Pekan Frankofoni juga sesuai dengan yang dijelaskan yaitu
beragam, dimana kesemua hal
tersebut dinilai mampu mewakili citra Perancis melalui pemutaran film,
pengadaan seminar dan promosi budaya, lalu pertunjukan seni dan juga
perlombaan.
Seperti yang sudah dijelaskan mengenai
diplomasi budaya, dan bagaimana kaitan implementasi diplomasi budaya Perancis
di Indonesia melalui salah satu program budaya internasionalnya yaitu Pekan Frankofoni pada tahun 2014, Pekan Frankofoni
sebagai program tahunan memberikan berbagai macam kegiatan yang mampu menjadi
perwujudan nilai dan seni yang dimiliki Perancis di Indoneisa
dalam hal ini terkait bahasanya. Karita Mouila dalam
wawancaranya mengatakan jika program Pekan Frankofoni
yang diadakan di beberapa universitas di Indonesia seperti Universitas
Indonesia dan juga Universitas Negeri Jakarta adalah sebagai cara mensukseskan perayaan bahasa Perancis internasional. Selain
itu, dibutuhkan juga sasaran yang tepat dari diplomasi budaya yang dilakukan
Perancis di Indonesia yaitu para peminat dan juga mahasiswa yang memang
berfokus dalam ilmu yang berkaitan dengan Perancis seperti budaya atau bahasa.
Terus mengalami perkembangan, kegiatan yang diadakan dalam program Pekan Frankofoni tahun 2014 berfokus pada pemutaran film,
presentasi dan seminar, pementasan seni dan juga perlombaan.
Pemutaran film dalam program Pekan Frankofoni tahun 2014 menampilkan dan juga membawa secara
langsung kepada para pengunjung mengenai kebudayaan dan juga bahasa Perancis, dimana cerita dan juga bahasa yang di gunakan adalah
berkaitan dengan nilai-nilai budaya dan penggunaan daripada bahasa Perancis
dalam film. Menurut dokumen IFI, terdapat sekitar 9 pemutaran film Perancis
dalam rangkaian Pekan Frankofoni tahun 2014 dan
beberapa film dari negara berbahasa Perancis seperti Kanada dan juga Belgia.
Melalui pemutaran film inilah, diplomasi budaya yang dilakukan Perancis dinilai
mampu mewakili citra negara Perancis kepada para peserta program. Dengan
begitu, tidak hanya menunjukan kebudayaan Perancis
saja, tetapi Perancis dapat menunjukan dan
mempromosikan kekuatan bahasanya yang menjadi inti dari program Pekan Frankofoni dilihat dari tidak hanya film Perancis saja,
tetapi film negara lain yang berbahasa Perancis juga turut diputar.
Kegiatan kedua dalam program Pekan Frankofonin tahun 2014 adalah presentasi dan juga seminar
yang menjadi bentuk implementasi diplomasi budaya Perancis di Indonesia.
Menurut dokumen yang diberikan oleh IFI, tujuan dari pelaksaan kegiatan
tersebut adalah tidak hanya untuk memperkenalkan budaya Perancis dan bahasanya
saja, tetapi juga banyak informasi-informasi lainnya yang diberikan misalnya
adanya workshop parkour dimana pada tahun 2014, parkour
menjadi hal yang banyak diminati sehingga menjadi salah satu agenda dalam tema
tahunan Pekan Frankofoni tahun 2014. Selain itu,
banyak sekali informasi tentang tradisi negara-negara frankofoni
yang juga dipresentasikan bersamaan dengan presentasi pendidikan untuk
melanjutkan studi ke Perancis atau negara-negara French-speaking
world lainnya yang ditawarkan seperti cara untuk
melanjutkan studi ke Kanada, sehingga presentasi yang dibawakan dalam Pekan Frankofoni adalah bersifat multikultur.
Pekan Frankofoni
sebagai program perayaaan bahasa internasional
Perancis juga menjadi salah satu program budaya yang dimiliki IFI di Indonesia,
untuk itu pentas atau pertunjukan kesenian adalah salah satu kegiatan yang
tidak akan terlewatkan. Diperkuat dengan pernyataan Karita Mouila,
kegiatan atau acara yang bersifat mempertunjukan atau
mementaskan kesenian adalah salah satu acara yang ada dalam setiap pelaksanaan
Pekan Frankofoni di Indonesia. Tidak hanya kesenian
Perancis saja, pada pembukaan Pekan Frankofoni tahun
2014 misalnya, ditampilkan kesenian tarian tanah Papua bersamaan dengan
pertunjukan musik berbahasa Perancis. Sehingga tidak hanya budaya Perancis dan
negara-negara berbahasa Perancis saja yang coba dipromosikan, tetapi budaya
Indonesia juga menjadi salah satu hal yang juga turut dipromosikan sebagai
bentuk pelestarian multikultur budaya yang ada di Indonesia seperti melalui
pementasan tarian Saman, dan pertunjukan drama yang mengandung nilai budaya
Indonesia yang dibawakan dalam bahasa Perancis.
Salah satu kegiatan besar yang dilakukan dalam
Pekan Frankofoni tahun 2014 adalah pengadaan
perlombaan. Adapun dari segi konten kegiatan yang dilakukan dalam Pekan Frankofoni sudah banyak berkembang dan mulai bervariasi, sama
halnya dengan perlombaan yang diadakan dalam Pekan Frankofoni
tahun 2014. Perlombaan yang dilakukan juga bersifat nasional yang dimana hal ini memberikan kesempatan bagi seluruh
masyarakat Indonesia untuk dapat berpartisipasi. Beberapa contoh perlombaan
yang diadakan pada tahun 2014 yaitu lomba menulis dan pidato mengenai street culture yang diikuti oleh
peserta dari berbagai golongan yaitu siswa, mahasiswa dan juga umum. Perlombaan
dinilai mampu mendorong minat peserta untuk dapat ikut serta dalam Pekan Frankofoni, hal ini karena hadiah yang diberikan sangatlah menarik yaitu misalnya perjalanan gratis ke
Prancis untuk menikmati dan merasakan secara langsung kekayaan budaya Prancis.
KESIMPULAN
Program Pekan Frankofoni
yang menjadi perayaan internasional juga diadakan di Indonesia dan menjadi
bentuk pelaksaanaan diplomasi budaya yang dilakukan
Perancis pada tahun 2014 telah dimanfaatkan dengan maksimal dilihat dari
pelaksanaannya guna mempromosikan kebijakan Perancis yaitu Kebijakan Diplomasi
Budaya dan juga Kebijakan Frankofoni bersama berbagai
pihak baik para perwakilan pemerintah Perancis, maupun para pelaku seni dan
juga peserta program. Hal ini dilakukan melalui berbagai macam kegiatan seperti
yang sudah disebutkan mulai dari pengenalan kebudayaan seperti pemutaran film, persentasi dan seminar, pertunjunan
kesenian, hingga pengadaan perlombaan. Dimana tidak
hanya bahasa melalui kebudayaan Perancis saja yang diperkenalkan, tetapi
berbagai budaya negara-negara berbahasa Prancis juga ikut meramaikan kegiatan
Pekan Frankofoni tahun 2014, bersamaan dengan budaya
Indonesia.
Afriyanti,
Fitria. (2014). Diplomasi Kebudayaan Perancis di Indonesia Melalui Institut
Francais D’indonesie (IFI) Tahun 2012-2013.
Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya - Universitas Indonesia. (2015). La Semaine de la
Francophonie 2015 La Vie: Une Comédie? Retrieved April 1, 2022.
Kementerian
Eropa dan Luar Negeri. (2013). Cultural Diplomacy.
Komunitas,
Peran Diplomasi Budaya Dalam Mewujudkan. (2016). Sosial-Budaya Asean: Kasus
Vietnam. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(1).
Mark, Simon.
(2009). A greater role for cultural diplomacy. Netherlands Institute of
International Relations Clingendael.
Ministry of
Foreign Affairs and International Development. (2021). French Foreign Policy
- Francophony and the French Language.
Ministry of
National Education, Youth and Sports. (2021). Semaine de La Langue Française
et de La Francophonie.
Pajtinka, Erik.
(2014). Cultural diplomacy in theory and practice of contemporary international
relations. Politické Vedy, 17(4), 95–108.
Pranaitytė,
Giedrė. (2014). The role of governmental institutions in the context of
French cultural diplomacy. Politikos Mokslų Almanachas, (15),
137–172.
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |