ANALISIS
DETERMINAN PENGARUH MAKROEKONOMI TERHADAP RETURN SAHAM BANK BUKU 4
DI BURSA EFEK INDONESIA
Irwan Daud 1 ; Pardomuan
Sihombing 2
1Student Master of Management at Mercu Buana University, Jakarta, Indonesia
2Lecturer of Postgraduate at Mercu Buana University, Jakarta, Indonesia
irwan.daud99@gmail.com,
pardouan.sihombing@mercubuana.co.id
|
|
Abstrak (indonesia) |
|
|
Received: Revised : Accepted: |
01 Maret 2022 10 April 2022 20 April 2022 |
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis makroekonomi terhadap return
saham Bank BUKU 4. Penelitian ini menggunakan metode Vector
Error Correction Model
(VECM) dengan menggunakan data bulanan return saham
Bank BUKU 4 sebagai variabel terikat dan data inflasi bulanan, suku bunga reverse repo BI 7 hari. kurs,
nilai tukar, jumlah uang beredar, produk domestik bruto, cadangan devisa, dan
suku bunga fed fund,
sebagai variabel independen, dengan rentang waktu data dari Januari 2016
hingga Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam inflasi jangka
pendek, PDB, dan cadangan devisa bervariasi. , dan tingkat dana fed fund tidak mempengaruhi
pengembalian saham. Variabel BI 7 day reverse repo rate dan jumlah
uang beredar berpengaruh positif signifikan, dan nilai tukar berpengaruh
negatif signifikan terhadap return saham bank BUKU
4. Dalam inflasi jangka panjang, BI 7 day reverse repo rate, jumlah
uang beredar, PDB, cadangan
devisa, dan fed fund rate tidak
mempengaruhi return saham.
Sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham bank BUKU
4. Kata kunci: Variabel
Makroekonomi; Return Saham; Bank BUKU 4; VECM. |
|
|
|
|
|
|
Abstract |
|
|
|
This study aims to analyze the
macroeconomics of Bank BUKU 4 returns. This study uses the Vector Error
Correction Model (VECM) using monthly return data for Bank BUKU 4 shares as
the assessment variable and monthly inflation data, BI 7-day reverse repo
interest rate. exchange rates, exchange rates, money supply, gross domestic
product, foreign exchange reserves, and fed funds interest rates, as
independent, with a data time span from January 2016 to December 2020. The
results show that in short-term inflation, GDP, and variable reserves foreign
exchange varies. , and the fed funds rate does not
affect stocks. The BI 7 day reverse repo rate and
money supply variables have a significant positive effect, and the exchange
rate has a significant negative effect on BUKU 4 bank stock returns. In
long-term inflation, the BI 7 day reverse repo rate,
money supply, GDP, foreign exchange reserves, and The Fed funds rate does not
affect stock returns. While the exchange rate has a significant negative
effect on stock returns of BUKU 4 banks. Keywords: Macroeconomic Variables; Stock returns; BOOK 4 Banks; VECM. |
|
*Correspondent Author : Irwan
Daud
Email : irwan.daud99@gmail.com
PENDAHULUAN
Kondisi perekonomian Indonesia tidak lepas dari
perkembangan ekonomi global khususnya dari Amerika Serikat, China, dan Jepang,
juga dipengaruhi oleh faktor domestik seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar,
dan produk domestik bruto. Kondisi perekonomian global dalam lima tahun
mengalami pertumbuhan namun cenderung menurun. Menurut BI, pertumbuhan ekonomi
dunia pada tahun 2016 sebesar 3,10%, mencapai 2,80% pada tahun 2019 dan tumbuh
negatif menjadi 3,30% pada tahun 2020. Indikator makroekonomi selama 2016-2020
antara lain inflasi pada kisaran 5% dan cenderung turun; BI 7 day reverse repo
rate berada pada kisaran 5% dan cenderung turun
hingga 3,75%. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah, dan cenderung
stabil pada 14.000,- per/USD, jumlah uang beredar meningkat rata-rata ±10% per
tahun. PDB tumbuh stagnan di 5,5%, dan terkontraksi pada triwulan III-2020
minus 5,32%, sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia dan pandemi COVID-19,
untuk cadangan devisa yang terus meningkat.
Pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh
dunia, tidak hanya berdampak pada kesehatan tetapi juga perekonomian dunia,
tidak lepas dari Indonesia. Dampak COVID-19 sangat berpengaruh terhadap pasar
saham. Pertumbuhan IHSG tahun 2016-2020 meningkat, namun terjadi penurunan
tajam hingga mencapai titik terendah 4.194,94 pada 20 Maret 2020, hal ini
sejalan dengan penurunan indikator makroekonomi dan pandemi COVID-19.
Sumber:
www.idx.co.id
Gambar 1: JCI (2016-2020)
Perubahan
indikator moneter global dan domestik serta penurunan tajam IHSG akibat dampak
COVID-19 menarik perhatian investor untuk menganalisis pemilihan saham sebagai
alternatif berinvestasi. Salah satu pasar saham yang memberikan kontribusi
signifikan terhadap IHSG adalah sektor perbankan. Sektor perbankan memiliki
pangsa peningkatan ketiga setelah pertambangan dan perdagangan yaitu minus
1,59% diikuti oleh sektor pertanian ( pertanian ), saham di sektor keuangan
menguasai 37% dari total perdagangan dan masih menjadi acuan dalam membuat
pilihan investasi terutama beberapa saham. BUKU 4 bank yang masuk dalam 10
besar adalah Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat
Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI).
Profitabilitas
Bank BUKU 4 Periode 2016-2020 yang diukur dengan rasio Net Interest
Margin (NIM), Operating Expenses
and Operating Income (BOPO), dan Return On Assets (ROA), menunjukkan bahwa NIM mengalami pertumbuhan
yang stabil yang cenderung menurun, dan rasio BOPO yang meningkat. . Sementara
itu, ROA mengalami penurunan tajam pada tahun 2020. Hal ini menggambarkan bahwa
Bank BUKU 4 menunjukkan bahwa kenaikan biaya operasional (BOPO) berdampak pada
penurunan NIM yang pada akhirnya berdampak pada penurunan laba perusahaan
(ROA).
BUKU 4 Return
saham bank periode 2016-2020 mengalami fluktuasi baik dari sisi harga penutupan
maupun volume transaksi. Return saham turun tajam
pada kuartal I-2020 sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Meski perbankan BUKU
4 mendominasi transaksi perdagangan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, hal tersebut
belum cukup untuk menghentikan penurunan ROA di tahun 2020.
Penelitian
Sundoro, HS, dan P. Sihombing, (2019), BI 7 Day Reverse
Repo Rate, Inflasi, Uang Beredar, PDB, Nilai Tukar,
Kepemilikan Asing dengan menggunakan metode analisis VAR dan VECM (IRF dan
FEVD) yang faktor makroekonomi dan likuiditas efek positif pada kurva imbal
hasil pemerintah dalam jangka panjang, dan memberikan kontribusi yang kecil. Yumis, L., (2020) dalam Analisis Determinan Saham-Saham Sektor Keuangan di Bursa Efek Indonesia (2020)
dengan Analisis VAR/VECM, bahwa GDP, Inflasi, Harga Emas, Minyak, dan Indeks
S&P500 berpengaruh negatif, sedangkan untuk Suku Bunga, Nilai Tukar, Fed Funds Rate berpengaruh
positif.
Putri PY, Achsani,
NA, dan Koes Pranowo, (2019), dalam penelitiannya “Pengaruh Variabel
Makroekonomi dan Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Harga Saham Perusahaan
Kelapa Sawit di Indonesia”, yaitu Inflasi, Nilai Tukar, Suku Bunga, Harga
Minyak , DER, ROA, ROE, EPS dan AUR dengan menggunakan data analisis panel
menyatakan bahwa hanya satu variabel makroekonomi nilai tukar yang berpengaruh
negatif signifikan terhadap harga kelapa sawit, sedangkan variabel kinerja
keuangan berpengaruh terhadap kelapa sawit.
Maudhita,
A., dan Hakiman Thamrin, (2018) dalam penelitian yang
berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Kinerja Keuangan Pada Bank BUKU 4 Periode 2012-2016 (2018) bahwa Rasio Keuangan
CAR, NPL, Net Interest Margin, Beban Operasional dan
Pendapatan Operasional, Loan to
Deposit Ratio (LDR) terhadap Return
on Assets (ROA) bank BUKU
4. Hasil pengujian F, CAR, NPL, NIM, BOPO, dan LDR secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap ROA. Sedangkan hasil uji T menyimpulkan bahwa
CAR tidak berpengaruh terhadap ROA, sedangkan NPL, BOPO, dan LDR secara parsial
berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, dan NIM berpengaruh positif
signifikan terhadap ROA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi return
saham Bank BUKU 4 di Bursa Efek Indonesia dengan melihat bagaimana respon return saham Bank BUKU 4
terhadap guncangan faktor-faktor tersebut.
METODE PENELITIAN
Desain penelitian yang digunakan adalah
melakukan penelitian kuantitatif untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaruh
ekonomi makro seperti inflasi, 7 Day Reverse Rate,
Nilai Tukar, Uang Beredar, Produk Domestik Bruto, Cadangan Devisa, Fed Fund Rate, terhadap return saham 7 ( tujuh) BUKU 4 Perusahaan Bank di
Indonesia. Bursa Efek Indonesia menggunakan Vector Error Correction Model (VECM)
Model
persamaan regresi dalam VECM dapat dituliskan sebagai berikut:
Informasi:
|
=
Koefisien hubungan jangka pendek |
|
|
️ |
=
Koefisien hubungan jangka panjang |
|
Y |
= Kecepatan menuju keseimbangan (penyesuaian kecepatan) |
|
Y t |
Variabel endogen yang digunakan dalam model |
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1.
Tes Stasioner
Tabel 2
Hasil Uji Stasioneritas
|
|
Level |
First
Difference |
|
|
Variabel |
ADF
Prob |
ADF
Prob |
Informasi |
|
INF |
0.4980 |
0.0000 |
Informasi |
|
BEER |
0.8949 |
0.0029 |
Informasi |
|
KUR |
0.0119 |
0.0000 |
Informasi |
|
UBE |
0.8865 |
0.0000 |
Informasi |
|
GDP |
0.6613 |
0.0000 |
Informasi |
|
CAD |
0.2340 |
0.0105 |
Informasi |
|
FFR |
0.9797 |
0.0000 |
Informasi |
|
Pengembalian
Stok |
0.0000 |
0.0000 |
Informasi |
2. VAR . Uji Stabilitas Model
Dari hasil uji stabilitas VAR nilai modul berkisar
antara 0.969711 sampai dengan 0.086936, atau lebih kecil dari 1 (<1) dan
berdasarkan Grafik 4.1 diatas dapat diketahui bahwa
titik-titik berada di dalam lingkaran (siklus). dengan demikian data telah
memenuhi uji stabilitas model VAR, sehingga pada pengujian selanjutnya IRF dan
FEVD dapat dipastikan stabil.
Gambar 6
VAR. Hasil Uji
Stabilitas Model
3. Uji Jeda Optimal
Penentuan lag optimal ditentukan dengan memilih
kriteria yang memiliki nilai terkecil atau tanda bintang terbanyak (*) di
antara berbagai lag yang diusulkan. Oleh karena itu Peneliti mengambil lag 1
dilihat dari nilai terkecil pada Final Prediction Error (FPE), Schwarz
Information Crition (SC), dan HannanQuin Crition (HQ).
Tabel 3
Uji Lag Optimal
|
Kriteria Pemilihan Urutan Keterlambatan VAR |
|
|
|
|||
|
Variabel endogen: Y X1 X2 LX3 LX4 LX5 LX6 X7 |
|
|
||||
|
Variabel eksogen: C |
|
|
|
|
||
|
Tanggal:
26/07/21 Waktu: 10:39 |
|
|
|
|
||
|
Contoh:
2016M01 2020M12 |
|
|
|
|
||
|
Pengamatan
yang disertakan: 55 |
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
lag |
LogL |
R |
FPE |
IC |
SC |
HQ |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
0 |
45.5459 |
A |
2.45e-14 |
8.638031 |
-8.346055 |
-8.525122 |
|
1 |
56.2817 |
87.0491 |
8.38e-20* |
21.24661 |
18.61883* |
-20.23042* |
|
2 |
22.7118 |
1.79425* |
8.85e-20 |
21,33497 |
16.37139 |
-19.41551 |
|
3 |
98.3393 |
2.50273 |
8.71e-20 |
21.75779 |
14,45840 |
-18.93506 |
|
4 |
84.6571 |
9.05423 |
9.68e-20 |
22.56935 |
12.93415 |
-18,84334 |
|
5 |
006.045 |
1.79740 |
8.74e-20 |
24.65618* |
12.68517 |
-20.02689 |
|
|
|
|
|
|
|
|
4. Uji Kausalitas Granger
Dikatakan ada kausalitas, jika nilai probabilitas
< 0,05. Pada tabel 4 terdapat 5 (lima) variabel yang memiliki hubungan
kausalitas sebagai berikut :
Tabel
4
Kausalitas
Granger
|
Variabel |
Kemungkinan |
Kesimpulan |
|
Kausalitas Fed Fund Rate dengan BI 7 Day Reverse
Repo Rate |
0.0427 < 0.05 |
Fed Fund Rate memiliki hubungan dengan BI 7 Day
Reverse Repo Rate |
|
Kausalitas penawaran uang dengan
nilai tukar |
0.0421 < 0.05 |
Jumlah uang beredar memiliki hubungan dengan nilai tukar |
|
Kausalitas
Produk Domestik Bruto dengan nilai tukar |
0.0027 < 0.05 |
PDB memiliki hubungan dengan nilai
tukar |
|
Cadangan
devisa dengan nilai tukar |
0.0019 <0.05 |
Cadangan
devisa memiliki hubungan dengan nilai tukar |
|
Uang beredar dengan kausalitas dengan cadangan devisa |
0.0245 < 0.05 |
Uang beredar memiliki hubungan dengan Cadangan Devisa |
5. Uji Kointegrasi
Hasil uji kointegrasi menunjukkan Trace Statistic
> Critical Value dengan taraf signifikansi 5% yaitu (177,68 > 159, 52)
atau nilai probabilitas < 0,05 atau 0,0035 < 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat kointegrasi dalam penelitian ini, maka analisis VECM
dapat dilanjutkan.
Tabel 5
Hasil Uji
Kointegrasi
|
Tanggal:
29/07/21 Waktu: 08:36 |
|
|
|
|||
|
Sampel
(disesuaikan): 2016M03 2020M12 |
|
|
|
|||
|
Pengamatan yang disertakan: 58 setelah penyesuaian |
|
|
||||
|
Asumsi
tren: Tren deterministik linier |
|
|
||||
|
Seri:
Y X1 X2 LX3 LX4 LX5 LX6 X7 |
|
|
|
|||
|
Interval
jeda (dalam perbedaan pertama): 1 hingga 1 |
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tes Peringkat Kointegrasi Tidak Terbatas (Jejak) |
|
|
||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dihipotesiskan No. of CE(s) |
N |
Jejak
|
0.05 |
|
|
|
|
Nilai
Eigen |
Statistik |
Nilai
kritis |
|
Prob.** |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tidak
ada * |
0.539735 |
177.6816 |
159.5297 |
|
0.0035 |
|
|
Paling
banyak 1 * |
0.510813 |
132.6763 |
125.6154 |
|
0.0173 |
|
|
Paling
banyak 2 |
0.422760 |
91.20571 |
95.75366 |
|
0.0987 |
|
|
Paling
banyak 3 |
0.335927 |
59.33490 |
69.81889 |
|
0.2563 |
|
|
Paling
banyak 4 |
0.215725 |
35.59181 |
47.85613 |
|
0.4172 |
|
|
Paling
banyak 5 |
0.210660 |
21.49810 |
29.79707 |
|
0.3273 |
|
|
Paling
banyak 6 |
0.102876 |
7.777693 |
15.49471 |
|
0.4895 |
|
|
Paling
banyak 7 |
0.025214 |
1.481175 |
3.841466 |
|
0.2236 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Uji jejak menunjukkan 2 persamaan kointegrasi pada
tingkat 0,05 |
|||||
|
|
* menunjukkan penolakan hipotesis pada tingkat 0,05 |
|||||
|
** MacKinnon-Haug-Michelis (1999) p-nilai |
|
|
||||
6.
Hasil Estimasi Vector Error Correction Model
(VECM).
Hasil estimasi VECM jangka
pendek menunjukkan bahwa Inflasi (INF), Produk Domestik Bruto (PDB), Cadangan
Devisa (CAD), dan The Fed Fund Rate (FFR) pada lag 1 tidak berpengaruh terhadap
variabel dependen. Hal ini dapat ditunjukkan berdasarkan nilai t-statistik
variabel independen < nilai t-tabel. Sebaliknya BI 7 Day Reverse Repo Rate
(BIR) berpengaruh positif signifikan, Nilai Tukar (KUR) berpengaruh negatif
signifikan dan Jumlah Uang Beredar (UBE) berpengaruh positif signifikan
terhadap return saham Bank BUKU 4 . Hal ini tercermin dari nilai t-statistik
> nilai t-tabel.
Dalam jangka panjang variabel
Inflasi (INF), BI 7 Day Repo Rate (BIR), Uang Beredar (UBE), Produk Domestik
Bruto (PDB), Cadangan Devisa (CAD), The Fed Fund Rate (FFR) telah tidak
berpengaruh terhadap return saham bank BUKU 4 . Hal ini ditunjukkan dengan
nilai t-statistik variabel independen < nilai t-tabel. Sedangkan Nilai Tukar
(KUR) pada lag 1 berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham Bank BUKU
4. Hal ini dapat dijelaskan dimana nilai t-statistik KUR > nilai t-tabel.
7.
Uji Fungsi Respon Impuls
(IRF)
Mengembalikan respon variabel
(Y) dalam menanggapi guncangan inflasi (X1), dimana X1 selalu stagnan dan
selalu berada pada titik ekuilibrium. Berbeda dengan return saham yang mendapat
guncangan dari inflasi, sedangkan return saham mendapat guncangan positif dari
inflasi mulai dari periode 1 sampai 2, negatif dan kemudian positif dari
periode 3 sampai 10. Hal ini menggambarkan bahwa guncangan inflasi berdampak
pada return saham atau tidak berpengaruh baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang.
Return response (Y) dalam
merespon shock BI 7 Day Reverse Repo Rate (X2), dimana X2 mengalami shock naik
pada periode 1 sampai dengan 4, kemudian mengalami shock negatif. Berbeda
dengan return saham (Y) yang mendapat shock dari BI 7 Day Reverse Repo Rate
(X2), Y mendapat shock negatif dari X2 dari awal hingga akhir periode. Hal ini
menggambarkan bahwa guncangan terhadap BI 7 Day Reverse Repo Rate dalam jangka
pendek berpengaruh positif sedangkan dalam jangka panjang cenderung negatif return
response (Y) sebagai respon terhadap guncangan nilai tukar (X3) , dimana nilai
tukar ( X3 ) berada di bawah titik ekuilibrium. Berbeda dengan return saham (Y)
yang mendapat guncangan dari nilai tukar (X3), sejak awal hingga akhir periode
negatif. Hal ini menggambarkan bahwa guncangan nilai tukar berpengaruh negatif
signifikan terhadap return saham return response (Y) sebagai respon terhadap
guncangan jumlah uang beredar (X4), selama periode awal Jumlah Uang Beredar
(X4) mengalami peningkatan, kemudian mengalami guncangan negatif hingga akhir
periode. Hal lainnya adalah return saham (Y) yang menerima guncangan dari
jumlah uang beredar (X4), negatif sejak awal periode dan cenderung menurun
hingga akhir periode. Hal ini menggambarkan bahwa guncangan terhadap jumlah
uang beredar berpengaruh positif terhadap return saham jangka pendek, dan tidak
berpengaruh dalam jangka panjang respon balik (Y) dalam menanggapi guncangan
PDB (X5) , dimana respon Y terhadap PDB ( X5 ) cenderung stagnan. Lain halnya
dengan return saham ( Y ) yang mendapat shock positif dari PDB ( X5 ), dari
awal hingga akhir periode. Hal ini menggambarkan bahwa guncangan terhadap PDB
tidak berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Respons return saham (Y) sebagai respon terhadap
guncangan cadangan devisa (X6), mengalami guncangan negatif pada periode awal,
dan tetap stagnan hingga akhir periode. Di sisi lain, return saham ( Y )
mendapat guncangan positif dari cadangan devisa ( X6 ), mengalami guncangan
positif pada awal periode dan cenderung stagnan hingga akhir periode. Hal ini
menggambarkan bahwa guncangan terhadap cadangan devisa tidak berpengaruh dalam
jangka pendek maupun jangka panjang return response (Y) sebagai respon terhadap
guncangan Fed fund rate (X7), dimana X7 sejak awal periode mengalami stagnasi
dan, pada periode kedua mengalami guncangan negatif hingga akhir periode. Lain
halnya dengan return saham ( Y ) yang mendapat shock positif dari suku bunga
fed fund ( X7 ), mengalami shock positif dari awal periode hingga periode 2,
dan cenderung flat hingga akhir periode. Hal ini menggambarkan bahwa guncangan
pada suku bunga fed fund tidak berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka
panjang.
8.
Uji Forecast Error
Variance Decomposition (FEVD)
Hasil analisis FEVD menunjukkan bahwa inflasi
(X1), BI 7 Day Reverse Repo Rate ( X2 ) Uang Beredar ( X4 ), PDB ( X5 )
dipengaruhi secara dominan oleh variabel itu sendiri sebesar 75% sampai 99%,
sisanya dipengaruhi oleh variabel itu sendiri. oleh variabel lainnya. Sedangkan
untuk nilai tukar ( X3 ), cadangan devisa ( X6 ) Fed fund rate ( X7 )
dipengaruhi oleh variabel itu sendiri antara 45% sampai dengan 57%, selebihnya
oleh variabel lain.
B. Pembahasan
Uji VECM, inflasi baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang tidak berpengaruh terhadap return saham Bank BUKU 4 .
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya bahwa inflasi
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham (Sutrisno-2017) dan
inflasi berpengaruh negatif terhadap saham sektor keuangan (Yusmia-2020).
Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh tingkat inflasi yang relatif terkendali
dari tahun ke tahun, yaitu rata-rata 3,12% lebih rendah dari prakiraan inflasi
yang ditetapkan pemerintah sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji kausalitas Granger
menunjukkan bahwa inflasi tidak memiliki hubungan kausal dengan return saham
dan sebaliknya.
Berdasarkan hasil uji VECM menunjukkan bahwa BI
7 Day Reverse Repo Rate dalam jangka pendek berpengaruh positif signifikan terhadap
return saham Bank BUKU 4 . Hasil analisa IRF jika terjadi shock pada BI 7 Day
Reverse Repo Rate, maka return saham Bank BUKU 4 mengalami shock pada periode 1
sampai 4, dan cenderung mengalami shock negatif pada periode selanjutnya. Hasil
penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya (Sihombing dan
Sundoro-2019) dan (Yusmia-2020) dimana BI 7 Day Reverse Repo Rate berpengaruh
positif terhadap return saham, namun sejalan dengan penelitian Sutrisno (2017)
dan Malla (2020) dimana BI 7 Day Reverse Repo Rate berpengaruh negatif
signifikan terhadap industri dan sektor keuangan.
Uji estimasi VECM, bahwa nilai tukar baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang berpengaruh negatif signifikan terhadap
return saham Bank BUKU 4 . Hal ini menggambarkan bahwa guncangan nilai tukar
berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham. Penelitian ini sejalan
dengan penelitian sebelumnya yaitu Sihombing dan Santoso (2013), Sutrisno
(2017) dan Malla (2020) dalam penelitiannya yang menyimpulkan bahwa nilai tukar
berpengaruh negatif terhadap semua sektor industri dan keuangan di Bursa Efek
Indonesia. Menukarkan. Sementara itu, Yusmia (2020) dalam penelitiannya
menyimpulkan bahwa nilai tukar berpengaruh positif terhadap saham-saham di
sektor keuangan.
Berdasarkan hasil estimasi VECM, dalam jangka
pendek jumlah uang beredar berpengaruh positif signifikan terhadap return saham
Bank BUKU 4, dan dalam jangka panjang jumlah uang beredar tidak berpengaruh
terhadap return saham. Hasil pengujian IRF menunjukkan bahwa return saham
sebagai respon terhadap guncangan jumlah uang beredar mengalami guncangan
selama periode 1 sampai dengan 3 mengalami kenaikan, kemudian mengalami
guncangan negatif dan cenderung menurun hingga akhir periode. Hal ini
menggambarkan bahwa guncangan terhadap jumlah uang beredar berpengaruh positif
terhadap return saham jangka pendek, dan tidak berpengaruh dalam jangka
panjang. Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis bahwa jumlah uang
beredar berpengaruh positif terhadap return saham Bank BUKU 4.
Berdasarkan hasil estimasi VECM, pengaruh
variabel GDP terhadap return saham, baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang, tidak berpengaruh terhadap return saham bank BUKU 4. Hasil pengujian
IRF menunjukkan bahwa return saham sebagai respons terhadap guncangan terhadap
PDB selama periode 10 bulan cenderung stagnan. Hal ini menggambarkan bahwa
guncangan terhadap PDB tidak berpengaruh dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. Meskipun secara teoritis peningkatan GDP berpengaruh positif terhadap
return saham, hasil analisis IRF menunjukkan bahwa shock terhadap GDP tidak
berpengaruh terhadap return saham. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil uji
kausalitas Granger menunjukkan bahwa GDP tidak memiliki hubungan kausal dengan
return saham, begitu juga sebaliknya. Dari hasil uji FEVD diketahui bahwa
variabel PDB dipengaruhi oleh PDB itu sendiri pada periode pertama sebesar 98.
77%, atau hanya 1,23% dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan pada periode
kedua mengalami penurunan sebesar 86 . 49%.
Berdasarkan hasil estimasi VECM, pengaruh
variabel cadangan devisa terhadap return saham, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang, tidak berpengaruh terhadap return saham BUKU 4. Hasil pengujian
IRP menunjukkan bahwa dalam merespon guncangan cadangan devisa akan mengalami
guncangan negatif pada periode 2, kemudian stagnan hingga periode 10. Berbeda
dengan return saham yang menerima guncangan positif dari cadangan devisa pada
periode 2 dan cenderung stagnan hingga akhir periode. Hal ini menggambarkan bahwa
guncangan terhadap cadangan devisa tidak berpengaruh dalam jangka pendek maupun
jangka panjang. Secara teori peningkatan cadangan devisa berpengaruh positif
terhadap return saham, namun berdasarkan hasil analisis impulse response
function menunjukkan bahwa guncangan cadangan devisa tidak berpengaruh terhadap
return saham. Hal ini karena berdasarkan hasil uji kausalitas Granger
menunjukkan bahwa cadangan devisa tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan
return saham dan sebaliknya.
Berdasarkan hasil estimasi VECM, pengaruh
variabel fed fund rate terhadap return saham, baik dalam jangka pendek maupun
jangka panjang, tidak berpengaruh terhadap return saham bank BUKU 4. Hasil
pengujian IRF menunjukkan bahwa dalam merespon guncangan suku bunga fed fund, terlihat
bahwa sejak awal periode stagnan dan pada periode kedua mengalami guncangan
negatif hingga akhir periode. Meskipun bertentangan dengan hipotesis, namun
berdasarkan hasil uji kausalitas Granger menunjukkan bahwa fed fund rate tidak
memiliki hubungan kausal dengan return saham dan sebaliknya.
KESIMPULAN
Astuty, P., & Permana, DC, (2020),
Determinants of the Composite Stock Price Index (IHSG) on the Indonesia Stock
Exchange, Economic Journal Vol. 22 Number 3.
Azwar, P., (2020), Indonesian Macro Policy
Through Two Crisis , Journal of Southeast Asian Economies Vol.37 No.2 (2020),
pp.101-34
Baramuli, DN (2009), Effect of Inflation,
Exchange Rate, Interest Rate and GDP on Return and Stock Value. Journal of
Accounting Research Going Concern FE UNSRAT, 4 (4). pp. 15-22. ISSN 1904-9737
Basuki, AT, & Prawoto, N., (2019),
Regression Analysis in Economics and Business Research, First Edition, Rajawali
Press, Depok.
Sorcerer, E., & Sakti, I. (2019). The
Financial Performance and Macroeconomic Factors in Forming Stock Return .
Research Journal of Management and Business, Faculty of Economics, UNIAT Vol.4,
511-522.
Blanchard, O., & Johnson, DR, (2017),
Macroeconomics, Macroeconomics, Sixth Edition, translated by Erlangga
Publisher, Jakarta.
Case, KE, & Fair, RC ., (2007), Principles
of Economics 8th Edition , Pearson Education Inc, Saduran H. Wibi Hardani and
Dvri Barnadi, Jakarta.
Endri, Abidin, Z., Simanjuntak, TP, Nurhayati,
I., (2020), Indonesian Stock Market Volatility : Garch Model . Montenegrin
Journal of Economics, Vol.16 No.2. (2020), 7-17.
Fardiansyah, A.,(2018), Determinants of the Mining
Sector Index on the IDX 2012-2017, 4th National Seminar of Scholars in 2018.
Forddanta, D.H. , ( 2020 ) , “The Wealth of
Conglomerates Eroded by the Pandemic”, accessed on November 24, 2020.
https://store.kontan.co.id/player/kontan-harian-21-september-2020#page/1
Gujarati, DN, Porter, DC, (2015), Basic
Econometrics, Basic Econometrics , Fifth Edition, Salemba Empat, Jakarta.
Hartono, J., (2016), Portfolio Theory and
Investment Analysis , Eleventh Edition, BPFE Yogyakarta.
Husnan, S., (1998), Fundamentals of Portfolio
Theory and Securities Analysis, Third Edition, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Jamaludin, N., Ismail, S., Manaf, S.Ab.,
(2017), Macroeconomic Variable and Stock Market Returns: Panel Analysis form
Selected ASEAN Countries, International Journal of Economics and Financial
Issues, 2017, 7(1), 37-45.
Malik, D., & Rachman, A., 6 November 2020,
"RI's Foreign Exchange Reserves at the end of October 2020 fell by US$1.5
billion, accessed on 24 December 2020, https://www.viva.co.id/berita/bisnis .
Malla, N., (2020), Determinants of Mining Stock
Index on the Indonesia Stock Exchange, Jakarta.
Maudhita, A., & Thamrin, H., (2018) in a
study entitled "Analysis of Factors Affecting Financial Performance in
BUKU 4 Banks for the Period of 2012-2016, Indicators, Scientific Journal of
Management & Business Vol 2, No. 2 2018 .
Mishkin, FS, (2017), The Economic of Money,
Banking, and Financial Market , 11 th Edition, Pearson Education Inc,
translated by Erlangga Publisher, Jakarta.
Nugroho, A.C. ( 2019 ) , “The JCI Travel
Flashback Throughout 2019, accessed on November 24, 2020,
https://market.bisnis.com/read/kilas-perjalanan-ihsg-sepanjang-2019.
Olilingo, FZ, Putra, AHPK, (2020), How
Indonesia Economics Works: Correlation Analysis of Macroeconomics in 2010-2019.
Journal of Asian Finance, Economics and Business Vol 7 No.8 (2020) 117-130.
Prakoso, DN, Firdaus, M., Andati, T., (2018),
Effect of Macroeconomic Variables on Return on LQ 45 and PEFINDO 25 Indexes ,
Journal of Management and Business Applications Vol.4 No.3.
Priyambudi, HA, (2021), Analysis of The Effect
of Macroeconomics and Firm Value on Consumer Goods Stock Return , International
Journal of Innovative Science and Research Technology, Volume x, Issue y 2021.
Bank Indonesia Regulation Number 18/12/PBI/2016
concerning Monetary Operations.
Bank Indonesia Regulation Number 14/26/PBI/2012
concerning Business Activities and Office Networks Based on Bank Core Capital.
Financial Services Authority Regulation Number
11/POJK.03/2020 concerning National Economic Stimulus as a Countercyclical
Policy for the Impact of the 2019 Coronavirus Disease Spread
Putri, PY, Achsani, NA, and Pranowo, Koes
(2019), in the research " The Effects of Macroeconomic Variables and
Corporate Finance Performance on Stock Prices of Palm Oil Companies in
Indonesia ", Journal of Management & Agribusiness, Vol.16 No.1 March
2019.
Ramachandran, M., (2014), Volatility Spillover
between Oil and Stock Market Returns, Indian Economic Review , Vol.XLIX, No.1,
2014) pp.37-56
Rasdianto, F.Y., ( 2020 ) , “The Wild Actions
of 8 Indonesian Conglomerates During a Pandemic and Approaching Recession:
Selling Assets to Acquisition, accessed on November 24, 2020,
https://www.trenasia.com/aksi-aksi-
wild-8-conglomerate-ri-pandemic-and-before-recession-selling-asset-to-acquisition/
Rehman, Z., UR., (2016), Impact of
Macroeconomic Variable on Capital Structure Choice: A Case of Textile Industry
of Pakistan, JSTOR, The Pakistan Development Review 55:3 pp.227-239
Sihombing, P., Siregar, H., Manurung, AH,
Santoso, PW, (2013), Determinants of the Yield Curve of Government Securities.
Sihombing, P., (2018), Corporate Financial
Management, First Edition, IPT Press Bogor Indonesia Publisher.
Sihombing, P., Sundoro, HS, (2019), Effect of
Macroeconomic and Liquidity Factors on Yield Indonesian Government Bond Curve
Silvia, J., Iqbal, A., (2014), Is The Fed Funds
Rate Still Effect iv e? , Business Economics, Vol.49, No.4 (2014), pp.253-262.
Suliyanto, (2018), Business Research Methods
for Thesis, Thesis and Dissertation, Andi Publisher.
Sutanto, C., (2021) Analysis of Influence of
Investor Sentiment and Their Relationship with Company Charasteristics on Stock
Return on Jakarta Islamic Index for Period of 2017-2020 , International Journal
of Innovative Science and Research Techonology, ISSN No.2456-2165.
Sutrisno, B., (2017), Macroeconomic Variables
And Sectoral Indices Case In The Indonesian Stock Exchange , Etikonomi Vol.16
(1), April 2017, P-ISSN:1412-8969, E-ISSN:2461-0771 Page 71- 80.
Tatom, JA, (2002), Stock Prices, Inflation and
Monetary Policy, Business Economics Palgrave Macmillan Journals , Vol.37, No.4
(2002), pp.7-19
Law No. 23 of 1999 concerning Bank Indonesia,
as amended by Law no. 3 of 2004 and Law no. 6 of 2009.
Law No. 8 of 1995 concerning the Capital
Market.
Law No.21 of 2011 concerning the Financial
Services Authority .
Vivekananda, A., Achsani, NA, Maulana, TNA,
(2019), The Effect of Corporate Financial Performance and Macroeconomic
Variables on Coal Stock Prices: Comparison Between LQ45 and Non LQ45 Issuers,
Journal of Management and Business Applications, Vol.5 No.3.
Warjiyo, P., & Juhro, SM (2016), Central
Bank Policy: Theory and Practice , Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Wicaksana, E., (2019), The Influence of Credit
Growth, Macroeconomic and Bank-Specific Factors on the Level of Non-Performing
Loans for Consumption Loans, Working Capital Loans, and Investment Loans in
Indonesia
Widjaya, H., (2018), The Effect of
Macroeconomic Determinants on DIRE Performance with Cross-Listing Assets
Yusmia, L., (2020), Analysis of Financial
Sector Stock Determinants on the Indonesia Stock Exchange, Jakarta.
Zermeno, M.A. T. , Marinez, FV, Preciado, V. HT
., (2018), Effect of inflation on financial sector performance: New evidence
from panel quantile regressions . Investigacion economica, Vol.LXXVII, num.303,
enero-marzo de 2018, pp 94-129.
|
|
© 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). |